The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aldisuli2212, 2021-04-30 23:57:47

Gelombang Bunyi

Gelombang Bunyi

Gelombang
Bunyi

Fisika VIII

Here starts Aldisuli Vymuriani
the lesson!

Tujuan Pembelajaran

1. Menjelaskan pengertian bunyi
2. Menjelaskan karakteristik bunyi
3. Menghitung kedalaman laut
4. Membedakan gaung dan gema
5. Menghitung cepat rambat gelombang bunyi
6. Menghitung jarak sumber bunyi ke pendengar
7. Menjelaskan struktur dan fungsi bagian pada telinga
8. Menjelaskan mekanisme mendengar pada manusia

Bunyi Sifat Bunyi

Bunyi adalah 1. Dihasilkan dari benda
yang bergetar
Suatu hasil dari benda
yang bergetar berupa 2. Merambat melalui zat
perantara/medium
getaran atau gelombang
yang merambat dan 3. Merambat membentuk
memerlukan medium garis lurus

4. Dapat dipantulkan

Syarat Terdengarnya
Bunyi

1. Ada sumber bunyi
yang bergetar

2. Ada medium/zat
perantara

3. Ada pendengar/
penerima bunyi

Frekuensi
Bunyi

1. Bunyi infrasonik memiliki
frekuensi kurang dari 20 Hz

2. Bunyi audiosonik memiliki
frekuensi 20-20.000 Hz

3. Bunyi ultrasonik memiliki
frekuensi di atas 20.000 Hz

Gelombang ultrasonik dimanfaatkan Cepat Rambat Bunyi
oleh manusia dalam berbagai
bidang, antara lain: Pernahkah kamu
memerhatikan kilat dan
1. Untuk mengukur kedalaman guntur? Mengapa terkadang
laut ada selisih waktu yang lama
antara terjadinya kilat dengan
2. untuk sterilisasi pada makanan, guntur?

3. digunakan dalam bidang Hal ini terjadi karena cepat
kedokteran untuk memeriksa rambat bunyi (guntur) lebih
tubuh manusia (ultrasonografi), lambat daripada cepat rambat
dan cahaya (kilat). Semakin jauh jarak
yang ditempuh bunyi (guntur),
4. kacamata tunanetra semakin lama waktu yang
diperlukan untuk dapat didengar
oleh pendengar.

Cepat Rambat Bunyi Contoh Soal
Suara guntur terdengar 4 sekon
Hubungan cepat rambat bunyi, setelah terjadi kilat. Jika cepat
jarak, dan waktu dirumuskan rambat bunyi di udara 340 m/s,
secara matematis sebagai tentukan jarak kilat dengan
berikut pendengar!

s=vxt Diketahui:

Keteranagan: v = 340 m/s
s : jarak tempuh bunyi (m)
v : cepat rambat bunyi (m/s) t = 4 sekon
t : waktu tempuh bunyi (s)
Ditanyakan: s = . . . ?

Jawab:

s=vxt

s = 340 x 4

s = 1.360 m

Jadi, jarak kilat tersebut adalah

1.360 m dari pendengar.

Cepat Rambat Bunyi

Bunyi merupakan gelombang longitudinal. Cepat rambat gelombang dapat
ditentukan dengan rumus berikut.

v=λxf Keterangan:
v = Cepat rambat bunyi (m/s)
v= λ λ = Panjang gelombang bunyi (m)
f = Frekuensi (Hz)
T = Periode (s)
t = Waktu tempuh (s)

Karakteristik Bunyi

1. Nada
- Nada adalah bunyi yang memiliki
frekuensi teratur
- Desah adalah bunyi yang
memiliki frekuensi yang tidak
teratur

2. Hubungan Frekuensi dan

Amplitudo terhadap bunyi

- Hubungan panjang gelombang dan

frekuensi bunyi dapat dinyatakan

sebagai berikut.

f=
λ

Karakteristik Bunyi

- Persamaan di atas menunjukkan frekuensi (f) berbanding
terbalik dengan panjang gelombang (λ).

- Jadi, jika panjang gelombangnya kecil maka frekuensinya besar
sehingga diperoleh nada tinggi.

- Semakin besar amplitudo, semakin keras bunyi yang dihasilkan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa:
a. Kuat-lemahnya bunyi (nada) tergantung besar kecilnya
amplitudo.
b. Tinggi-rendahnya nada tergantung besar kecilnya frekuensi.

Karakteristik Bunyi

3. Warna atau Kualitas Bunyi
- Setiap alat musik akan mengeluarkan suara yang
khas.
- Suara yang khas ini disebut kualitas bunyi atau
timbre.

4. Hukum Marsenne

- Mersenne, seorang fisikawan berkebangsaan Perancis,
membuat alat untuk menyelidiki hubungan antara
frekuensi dengan tinggi nada.
- Alat percobaannya dinamakan sonometer.

Karakteristik Bunyi

Hukum Marsenne

Bunyi Hukum Mersenne
1. Semakin panjang jarak tumpuan senar, frekuensi senar makin
rendah. Dengan demikian, frekuensi senar berbanding terbalik
dengan panjang tumpuan senar
2. Semakin besar luas penampang senar, frekuensi senar makin
rendah sehingga frekuensi senar berbanding terbalik dengan
akar luas penampang senar.
3. Semakin besar tegangan senar, frekuensi senar semakin
besar. Dengan demikian, frekuensi senar berbanding lurus
dengan akar tegangan senar.
4. Semakin besar massa jenis senar, frekuensi senar semakin
kecil. Dengan demikian, frekuensi senar berbanding terbalik
dengan akar massa jenis.

Resonansi 1. Telinga manusia
Kita dapat mendengar bunyi karena
● Resonansi, yaitu peristiwa adanya peristiwa resonansi pada
ikut bergetarnya suatu telinga kita. Di dalam telinga
benda karena pengaruh terdapat selaput gendang telinga.
getaran benda lain. Selaput ini sangat tipis dan mudah
beresonansi dengan bunyi
● Resonansi dapat terjadi audiosonik.
jika frekuensi kedua benda
sama. 2. Alat musik
Alat musik akustik seperti
● Peristiwa resonansi seruling, biola, drum, dan gitar
dimanfaatkan dalam memanfaatkan resonansi agar
kehidupan sehari-hari, diperoleh bunyi yang merdu. Alat
antara lain sebagai musik tradisional, seperti gamelan
berikut juga memanfaatkan peristiwa
resonansi.

Pemantulan Bunyi Macam – macam bunyi pantul

● Hukum Pemantulan ● Keras-lemahnya bunyi pantul
Bunyi tergantung dari cepat rambat
bunyi, jarak antara pendengar
1. Bunyi datang, garis dengan dinding pemantul, dan
normal dan bunyi jarak sumber bunyi dengan
pantul terletak pada dinding pemantul.
suatu bidang datar.
● Bunyi pantul dibedakan
2. Besar sudut datang menjadi 3, yaitu :
sama dengan sudut
pantul. a. Bunyi pantul yang memperkuat
bunyi asli

Yaitu bunyi pantul yang terdengar
hampir bersamaan dengan bunyi aslinya
sehingga bunyi asli terdengar lebih
keras. Bunyi pantul ini terjadi jika
jarak antara sumber bunyi dan
pendengar dekat dengan dinding pantul
sehingga bunyi dipantulkan dengan
sangat cepat (Jarak kurang dari 10 m)

Pemantulan Bunyi - Dalam aula dan gedung
bioskop digunakan peredam
b. Gaung atau kerdam suara untuk mengurangi
Yaitu bunyi pantul yang gaung.
terdengar sebagian bersamaan
dengan bunyi asli sehingga - Bahan-bahan yang sering
bunyi asli hanya terdengar digunakan sebagai peredam
sebagian. Gaung terjadi karena antara lain karpet, kertas
sumber bunyi dan pendengar karton, kain wol, gabus, dan
jaraknya cukup dekat dengan busa.
dinding pantul.
c. Gema
- Gaung sering terjadi pada Yaitu bunyi pantul yang
tebing-tebing terjal, gua, terdengar setelah bunyi asli
aula, dan gedung bioskop. selesai terdengar. Bunyi pantul
ini terjadi apabila jarak
sumber bunyi dan pendengar jauh
dari dinding pemantul.

Pemantulan Bunyi Contoh Soal

Pada peristiwa gema, selisih Sebuah kapal mengeluarkan gelombang
waktu antara bunyi asli dan bunyi ke dasar laut. Selang 0,5 sekon
bunyi pantul merupakan waktu kemudian bunyi pantulan dari dasar laut
yang diperlukan untuk diterima oleh kapal. Jika cepat rambat bunyi
menempuh jarak bolak-balik di air laut 1.400 m/s, berapa kedalaman laut
dari sumber bunyi menuju tersebut?
pendengar. Dengan demikian,
persamaan menjadi: Diketahui:

t = 0,5 sekon

v = 1.400 m/s

Ditanyakan: s = . . . ?

Jawab:
2
s= s=
2
1.400 0,5
s= 2 = 350 m

Jadi, kedalaman laut tersebut adalah 350 m.

Mekanisme Mendengar pada Manusia

Mekanisme Mendengar pada Manusia

Mekanisme Mendengar pada Manusia

TERIMA KASIH

Never Stop
Learning


Click to View FlipBook Version