The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by joypasaribu96, 2024-06-13 13:05:41

MODUL SENI RUPA SEM 1 LENGKAP

MODUL SENI RUPA SEM 1 LENGKAP

PERANGKAT PEMBELAJARAN (MODUL AJAR)


PERANGKAT PEMBELAJARAN (MODUL AJAR) MATA PELAJARAN SENI BUDAYA (SENI RUPA) SEMESTER GANJIL_KELAS X_FASE. E TAHUN PELAJARAN 2022-2023 SMK NEGERI 2 MATARAM Disusun Oleh : SITI ROHANI, S.Pd TAHUN 2022


PENETAPAN /PENGESAHAN Perangkat pembelajaran yang meliputi, Kalender Pendidikan, Rincian Minggu Efektif, , Program Tahunan, Program Semester, CP Seni Rupa Fase E, ATP, Modul Ajar Seni Rupa Kelas X Fase E Tahun Pelajaran 2022/2023 di SMK Negeri 2 Mataram ditetapkan/disahkan untuk diberlakukan. Mengetahui, Mataram, Juli 2022 Kepala SMK Negeri 2 Mataram Guru Mata Pelajaran H. Munawar, S.Sos., S.Kom, MM Siti Rohani, S.Pd NIP. 19661231 198602 1 059 NIP. 19860524 202221 2 028


MINGGU 3 10 17 24/31 7 14 21 28 4 11 18 25 SENIN 4 11 18 25 1 8 15 22 29 5 12 19 26 SELASA 5 12 19 26 2 9 16 23 30 6 13 20 27 RABU 6 13 20 27 3 10 17 24 31 7 14 21 28 KAMIS 7 14 21 28 4 11 18 25 1 8 15 22 29 JUM'AT 1 8 15 22 29 5 12 19 26 2 9 16 23 30 SABTU 2 9 16 23 30 6 13 20 27 3 10 17 24 MINGGU 2 9 16 23/30 6 13 20 27 4 11 18 25 SENIN 3 10 17 24/31 7 14 21 28 5 12 19 26 SELASA 4 11 18 25 1 8 15 22 29 6 13 20 27 RABU 5 12 19 26 2 9 16 23 30 7 14 21 28 KAMIS 6 13 20 27 3 10 17 24 1 8 15 22 29 JUM'AT 7 14 21 28 4 11 18 25 2 9 16 23 30 SABTU 1 8 15 22 29 5 12 19 26 3 10 17 24 31 MINGGU 1 8 15 22 29 5 12 19 26 5 12 19 26 SENIN 2 9 16 23 30 6 13 20 27 6 13 20 27 SELASA 3 10 17 24 31 7 14 21 28 7 14 21 28 RABU 4 11 18 25 1 8 15 22 1 8 15 22 29 KAMIS 5 12 19 26 2 9 16 23 2 9 16 23 30 JUM'AT 6 13 20 27 3 10 17 24 3 10 17 24 31 SABTU 7 14 21 28 4 11 18 25 4 11 18 25 MINGGU 2 9 16 23/30 7 14 21 28 4 11 18 25 SENIN 3 10 17 24 1 8 15 22 29 12 12 19 26 SELASA 4 11 18 25 2 9 16 23 30 13 13 20 27 RABU 5 12 19 26 3 10 17 24 31 14 14 21 28 KAMIS 6 13 20 27 4 11 18 25 1 15 15 22 29 JUM'AT 7 14 21 28 5 12 19 26 2 16 16 23 30 SABTU 1 8 15 22 29 6 13 20 27 3 19 17 24 Kegiatan Awal Masuk Sekolah / MPLS Mataram, Juli 2022 MINGGU 2 9 16 23/30 Libur Resmi Nasional Kepala Sekolah, SENIN 3 10 17 24/31 Penyerahan Buku (Raport) SELASA 4 11 18 25 Libur awal Puasa dan Iedul Fitri RABU 5 12 19 26 Perkiraan US KAMIS 6 13 20 27 Perkiraan AN H. Munawar, S.Sos., S.Kom., MM JUM'AT 7 14 21 28 Penilaian Tngh/Akhir Smst/Akhir Thn NIP. 19661231 198602 1 059 SABTU 1 8 15 22 29 Libur Semester / Libur Akhir Tahun Penarikan Siswa PKL Perkiraan UKK PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMK NEGERI 2 MATARAM Jalan Pemuda No. 18 Telp. (0370) 633654 fax 0370-629484 Mataram NTB website: http://www.smkn2mataram.sch.id email: [email protected] KALENDER PENDIDIKAN JULI 2023 JANUARI 2023 FEBRUARI 2023 MARET 2023 APRIL 2023 MEI 2023 JUNI 2023 JULI 2022 AGUSTUS 2022 SEPTEMBER 2022 OKTOBER 2022 NOPEMBER 2022 DESEMBER 2022 TAHUN PELAJARAN 2022-2023


Minggu Libur Umum Libur Semester Libur Khusus Libur Keagamaan Jumlah Hari Masuk Sekolah PTS/PAS/ PAT/US/ AN Pasca semester Bagi Raport Hari Belajar Efektif 1 Juli 2022 31 5 1 16 0 0 22 9 0 0 0 9 2 Agustus 2022 31 4 1 0 0 0 5 26 0 0 0 26 3 September 2022 30 4 0 0 0 0 4 25 7 0 0 18 4 Oktober 2022 31 5 1 0 0 0 6 25 0 0 0 25 5 Nopember 2022 30 4 1 0 0 0 5 25 0 0 0 25 6Desember20223142600121980110ANALISIS HARI BELAJAR HARI EFEKTIF TAHUN PELAJARAN 2022-2023 Jml Hari Hari Non Efektif HARI EFEKTIF Banyak Pekan No Bulan dan Tahun PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMK NEGERI 2 MATARAM Jalan Pemuda No. 18 Telp. (0370) 633654 fax 0370-629484 Mataram NTB website: http://www.smkn2mataram.sch.id email: [email protected]


6 Desember 2022 31 4 2 6 0 0 12 19 8 0 1 10 184 26 6 22 0 0 54 129 15 0 1 113 19 7 Januari 2023 31 5 0 0 0 0 5 26 0 0 0 26 8 Februari 2023 29 4 1 0 0 0 5 24 0 0 0 24 9 Maret 2023 31 4 2 0 0 2 8 23 6 0 0 17 10 Apr-23 30 5 2 0 0 2 9 21 0 0 0 21 11 Mei 2023 31 4 3 0 0 10 17 14 0 0 0 14 12 Juni 2023 30 4 1 11 0 0 16 14 8 5 1 0 182 26 9 11 0 14 60 122 14 5 1 102 17 366 52 15 33 0 14 114 251 29 5 2 215 36 Mataram, Juli 2022 Kepala Sekolah, H. Munawar, S.Sos., S.Kom., MM NIP. 19661231 198602 1 059 Jumlah Jumlah Jumlah


NO TANGGAL KETERANGAN 1 18 Juli 2022 Hari pertama masuk sekolah Tahun Pelajaran 2022 - 2023 2 18 - 20 Juli 2022 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 3 29 Agustus - 1 September 2022 Perkiraan AN SMK 4 19 - 24 September 2022 Penilaian Tengah Semester Gasal 5 3 Desember 2022 Penarikan Siswa PKL Kelas XII 6 5 - 13 Desember 2022 Penilaian Akhir Semester Gasal 7 23 Desember 2022 Pembagian Rapor 8 26 - 31 Desember 2022 Libur Semester Gasal 9 1 Januari 2023 Libur Nasional (Tahun Baru Masehi 2023) 10 22 Januari 2023 Libur Nasional (Tahun Baru Imlek 2574) 11 6 Februari 2022 Penarikan siswa Magang kelas XIII DITF 12 13 - 17 Februari 2023 Perkiraan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) 13 18 Februari 2023 Libur Nasional (Isra' Mi'raj 1444 H) 14 27 Februari - 3 Maret 2023 Perkiraan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) 15 6 - 11 Maret 2023 Penilaian Tengah Semester Genap 16 13 - 21 Maret 2023 Perkiraan Ujian Sekolah 17 22 Maret 2023 Libur Nasional (Hari Raya Nyepi) 18 23 - 24 Maret 2023 Libur awal puasa 19 7 April 2023 Libur Nasional (Wafat Isa Al-Masih) 20 22 - 23 April 2023 Libur Nasional (Hari Raya Idul Fitri 1444 H) 21 1 Mei 2023 Libur Nasional (Hari Buruh Sedunia) 22 6 Mei 2023 Libur Nasional (Hari Raya Waisak 2567) 23 18 Mei 2023 Libur Nasional (Kenaikan Isa Al-Masih) 24 1 Juni 2023 Libur Nasional (Hari Lahir Pancasila) 25 2 - 19 Juni 2023 Penilaian Akhir Tahun 26 17 Juni 2023 Pembagian Rapor 27 19 Juni - 13 Juli 2023 Libur Semester Genap Mataram, Juli 2022 Kepala Sekolah, H. Munawar, S.Sos., S.Kom., MM NIP. 19661231 198602 1 059 KALENDER AKADEMIK TAHUN PELAJARAN 2022-2023 PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMK NEGERI 2 MATARAM Jalan Pemuda No. 18 Telp. (0370) 633654 fax 0370-629484 Mataram NTB website: http://www.smkn2mataram.sch.id email: [email protected]


RINCIAN MINGGU EFEKTIF PADA SEMESTER GANJIL Satuan Pendidikan : SMKN 2 Mataram Mata Pelajaran : Seni Budaya (Seni Rupa) Kelas/Program : X/UMUM Semester : 1 (Satu) Tahun Pelajaran : 2022-2023 I. Jumlah Minggu Dalam Semester Ganjil No Bulan Jumlah Minggu 1 Juli 4 2 Agustus 5 3 September 4 4 Oktober 4 5 November 4 6 Desember 5 JUMLAH 26 II. Jumlah Minggu Tidak Efektif Dalam Semester Ganjil MOPDB/PLS = 1 Mid Semester = 1 Ujian Semester & Remidial = 2 Pembagian Raport = 1 Libur Semester Ganjil = 1 Libur Semester Genap = 2 + JUMLAH = 8 III.Jumlah Minggu Efektif Dalam Semester Ganjil JUMLAH MINGGU – JUMLAH MINGGU TIDAK EFEKTIF 26 - 8 18 PEKAN Mengetahui : Mataram, Juli 2022 Kepala SMKN 2 Mataram Guru Mata Pelajaran H. Munawar, S.Sos., S.Kom, MM Siti Rohani, S.Pd NIP. 19661231 198602 1 059 NIP. 19860524 202221 2 028


CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SENI RUPAFASE E KELAS 10 SMA/MA (Sesuai Kemendikbudristek No. 33 Th. 2022 Tentang Capaian Pembelajaran) A. RASIONAL MATA PELAJARAN SENI RUPA Setiap manusia memiliki kemampuan untuk melihat, merasakan dan mengalami sebuah keindahan. Kepekaan terhadap keindahan membantu manusia untuk dapat memaknai hidupnya dan menjalani hidupnya dengan optimal. Diharapkan melalui pembelajaran seni rupa, kepekaan tersebut dapat dibangun sejak dini. Semenjak zaman prehistorik, bahasa rupa merupakan citra yang memiliki daya dan dampak luar biasa dalam menyampaikan pesan, menghibur, melestarikan, menghancurkan dan menginspirasi hingga kurun waktu tak terhingga. Pembelajaran seni rupa mendorong terbentuknya Profil Pelajar Pancasila. Melalui seni rupa, peserta didik dibiasakan dapat berpikir terbuka, kreatif, apresiatif, empatik, serta menghargai perbedaan dan keberagaman. Selain itu, peserta didik juga memperoleh pengalaman mengamati dan menikmati keindahan serta mengalami proses perenungan dari dalam maupun luar diri mereka untuk diekspresikan pada karya seni rupa yang berdampak pada diri, lingkungan maupun masyarakat. Melalui pembelajaran seni rupa, peserta didik menyadari bahwa seni rupa dapat membentuk sejarah, budaya dan peradaban sebuah bangsa maupun seluruh dunia. Peserta didik menghargai dan melestarikan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kearifan lokal, kebinnekaan global, dan perkembangan teknologi. Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan mengembangkan nilainilai estetika, logika dan etika dalam dirinya untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sesuai tujuan pendidikan nasional. B. TUJUAN MATA PELAJARAN SENI RUPA Pembelajaran seni rupa bertujuan mengembangkan kreativitas dan kepekaan terhadap estetika, logika dan etika untuk membantu peserta didik meningkatkan kualitas hidupnya. Di samping itu, kemampuan peserta didik dalam mengamati, mengenal, merasakan, memahami dan mengalami nilai-nilai keindahan, semakin terasah dalam merespon sebuah gagasan, peluang dan tantangan. C. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN SENI RUPA 1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik; dimana mereka memiliki ruang kreativitas untuk menemukan gagasan dan caranya sendiri dalam berkarya, sesuai dengan kemampuan, minat, bakat dan kecepatan belajarnya masing-masing. 2. Pembelajaran melalui pengalaman mengamati, mencipta, menikmati, mengetahui, memahami, bersimpati, berempati, peduli dan toleransi terhadap beragam nilai, budaya, proses dan karya. 3. Pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, relevan, dan mengembangkan keterampilan bekerja dan berpikir artistik bagi kehidupan sehari-hari. 4. Pembelajaran seni rupa merayakan keunikan individu dan bersifat khas/kontekstual sesuai potensi yang dimiliki peserta didik, satuan pendidikan dan daerahnya.


5. Pembelajaran seni rupa terhubung erat dengan aspek seni maupun bidang ilmu lainnya dan mendorong kolaborasi interdisipliner. 6. Pembelajaran seni rupa memiliki dampak bagi diri peserta didik dan lingkungannya. Kesadaran akan dampak sebuah karya akan mendorong terbentuknya sikap bertanggung jawab. Gambar 1. Lima elemen/domain landasan pembelajaran seni rupa Landasan Pembelajaran Seni Rupa memiliki lima elemen/domain yang mandiri dan berjalan beriringan sebagai kesatuan yang saling mempengaruhi dan mendukung. Setiap elemen bukan sebuah urutan atau prasyarat dari elemen lainnya. Masing-masing mampu berdiri sendiri secara mandiri namun memiliki hubungan dalam peran antar elemen: Elemen Deskripsi Mengalami Mengarahkan peserta didik untuk mendapatkan pengalaman secara langsung dengan; mengamati, mengumpulkan, dan merekam informasi visual dari kehidupan sehari-hari sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mengeksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai bahan, alat, dan prosedur dalam menciptakan sebuah karya seni rupa. (Experiencing) Menciptakan Memotivasi peserta didik untuk menciptakan sebuah karya (Making/Creating) seni rupa. Merefleksikan Peserta didik mengevaluasi perkembangan diri, mampu menjelaskan, memberi komentar, dan umpan balik secara kritis atas karya pribadi maupun karya orang lain dengan mempresentasikannya secara runut, terperinci dan menggunakan kosa kata yang tepat. (Reflecting)


Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Peserta didik menggunakan berbagai sudut pandang, pengetahuan dan keterampilan artistik dalam menciptakan sebuah peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari. Peserta didik memiliki kebebasan dalam mengeksplorasi dan bereksperimen dengan alat, bahan dan prosedur sehingga menemukan cara mereka sendiri dalam mengembangkan gagasannya. Berdampak (Impacting) Pembelajaran dan karya seni rupa peserta didik diharapkan memiliki dampak positif pada dirinya, lingkungan dan masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan. D. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SENI RUPA FASE E (KELAS X SMA/MA/PROGRAM PAKET C) Di akhir fase E, peserta didik diharapkan memiliki nalar kritis, menghasilkan atau mengembangkan gagasan dalam proses kreatif dalam merespon lingkungannya secara mandiri dan/atau berkelompok. Dalam proses kreatif tersebut, peserta didik telah memahami ruang, proporsi, gesture dan menentukan bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan tujuan karyanya. Selain itu, peserta didik juga dapat menyampaikan pesan dan gagasan secara lisan dan/atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatan dan pengalamannya, secara efektif, runut, terperinci dan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. Fase E Berdasarkan Elemen Elemen Capaian Pembelajaran Mengalami Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan, empati atau penilaiannya secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur, ruang yang rinci. Karya peserta didik mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang dipilihnya (sesuai minat dan kemampuannya). (Experiencing) Menciptakan Pada akhir fase E, peserta didik mampu menciptakan karya seni yang menunjukkan pilihan keterampilan,medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu yang sesuai dengan tujuan karyanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu. (Making/Creating) Merefleksikan Pada akhir fase E, peserta didik mampu secara kritis mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya, pribadi maupun orang lain serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya. (Reflecting) Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase E, peserta didik mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan Artistik (Thinking and


Working Artistically) inovatif. Peserta didik mampu menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan dan menggunakan berbagai sudut pandang untuk mendapatkan gagasan, menciptakan peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga mampu bekerja secara mandiri, bergotong royong maupun berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat di lingkungan sekitar. Berdampak (Impacting) Pada akhir fase E, peserta didik mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan, minat, nalar dan sesuai akar budaya pada masyarakatnya.


ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SENI RUPA FASE E KELAS 10 (Sesuai Kemendikbudristek No. 33 Th. 2022 Tentang Capaian Pembelajaran) Nama Penyusun : SITI ROHANI, S.Pd Nama Sekolah/Instansi : SMKN 2 MATARAM Fase / Kelas : E / 10 Jumlah JP / Tahun : 20 – 40 JP Kode ATP : 10.1 CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E (UMUMNYA KELAS 10) Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase E (Kelas 10) diharapkan siswa mampu bekerja mandiri dan/atau berkelompok dalam menghasilkan sebuah karya, mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni rupa serta siswa dapat menyampaikan pesan lisan atau tertulis tentang karya seni rupa. Fase E masuk ke dalam Masa Penentuan (Period of Decision) yang ditandai timbulnya kesadaran akan kemampuan diri dalam proses kreatif. Siswa menunjukkan perbedaan minat antar individu. Kecenderungan kelompok siswa yang berbakat dan memiliki minat pada bidang kreatif, akan melanjutkan kegiatannya dengan rasa senang. Seni Rupa merupakan wahana untuk melatih berpikir kreatif terlepas dari kemampuan dan minat siswa. Di akhir fase E, siswa diharapkan memiliki nalar kritis, menghasilkan atau mengembangkan gagasan dalam proses kreatif dalam merespon lingkungannya secara mandiri dan/ atau berkelompok. Dalam proses kreatif tersebut, siswa telah memahami ruang, proporsi, gesture dan menentukan bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan tujuan karyanya. Selain itu, siswa juga dapat menyampaikan pesan dan gagasan secara lisan dan/ atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatan dan pengalamannya terhadap dengan efektif, runut terperinci dan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. RASIONAL FASE E (UMUMNYA KELAS 10) Alur dimulai dari pengidentifikasian unsur seni rupa yang terdapat pada benda-benda di lingkungan sekitar. Pada alur selanjutnya siswa dibimbing untuk menjelaskan temuan artistik yang didapat dari mengamati dan bereksperimen dengan alat dan bahan. Di alur ketiga siswa menggunakan hasil pengamatan untuk membuat karya dari hasil pengamatan unsur seni rupa Pada akhir pembelajaran disempurnakan dengan kegiatan apresiasi untuk menambah wawasan temuan dan pengamatan antar peserta didik. TUJUAN ATP FASE E (UMUMNYA KELAS 10) Siswa mampu bekerja secara mandiri dan kreatif untuk menemukan kemungkinan artistik benda-benda di lingkungan sekitar baik dari benda alami dan buatan.


ALUR FASE E ATP 1 10.1. Mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada benda-benda di lingkungan sekitar 10.2. Menjelaskan temuan artistik yang didapat dan bereksperimen dari hasil mengamati benda-benda di lingkungan sekitar 10.3. Mengamati dan menggunakan hasil pengamatan untuk membuat karya dari hasil pengamatan unsur seni rupa dengan pengetahuan di bidang keilmuan lain 10.4. Membandingkan dan mengidentifikasikan unsur rupa untuk membuat karya dengan menggunakan metode observasi terhadap benda-benda alam dan buatan. 10.5. Mengapresiasi karya dari hasil pengamatan pribadi dan peserta didik lain untuk saling menemukan unsur rupa yang sudah dipelajari CAPAIAN FASE E BERDASARKAN ELEMEN Elemen Fase E Mengalami Siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan, empati atau penilaiannya secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur, ruang yang rinci. Karya siswa mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang dipilihnya (sesuai minat dan kemampuannya). Menciptakan Siswa mampu menciptakan karya seni yang menunjukkan pilihan keterampilan,medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu yang sesuai dengan tujuan karyanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu. Merefleksikan Siswa mampu secara kritis mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya, pribadi maupun orang lain serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya. Berpikir dan Siswa mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, Bekerja empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, Artistik inventif dan inovatif. Siswa mampu menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan dan menggunakan berbagai sudut pandang untuk mendapatkan gagasan, menciptakan peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga mampu bekerja secara mandiri, bergotong royong maupun berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat di lingkungan sekitar Berdampak Siswa mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan, minat, nalar dan sesuai akar budaya pada masyarakatnya.


TARGET CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E.10 Di akhir kelas 10, Siswa mampu: Mengetahui serta menyadari kemampuan, kekuatan dan potensi diri, yang tercermin dari pilihan ketrampilan, medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu pada karyanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu Mengevaluasi, menganalisa dan menyampaikan respon lisan atau tulisan secara runut, terperinci dan logis terhadap efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain. Siswa menggunakan hasil Analisa dan infprmasi tersebut sebagai bagian dari strategi pengembangan karyanya. Menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan baik secara individu maupun berkelompok, untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya. Melihat keterhubungan antar keilmuan seni dan bidang keilmuan lainnya. TARGET KONTEN SETIAP TAHUN FASE E.10 TKE10.1. Merekam dan mempresentasikan proses kreatif karyanya TKE10.2. Mengeksplorasi dan menerapkan karakteristik karya dari seniman, budaya, gaya atau era tertentu dalam karya TKE10.3. Menciptakan karya yang berkolaborasi dengan, terinspirasi dari atay menunjang disiplin keilmuan lain TKE10.4. Menciptakan karya yang merespon peluang dan tantangan di lingkungan sekitar TKE10.5. Mengamati dan mendeskripsikan elemen rupa, bahan, teknik, tema dan efektivitas pesan dalam sebuah karya ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN FASE E.10: Alur Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila 10.1. Mengidentifikasi Siswa merekam observasi artistik Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia unsur seni rupa yang terdapat pada bendabenda di lingkungan sekitar terhadap benda-benda alam dan buatan dari lingkungan sekitar yang terdekat dengan dirinya. Siswa mampu mengidentifikasi unsur-unsur seni rupa yang terdapat pada lingkungan sekitar baik dari benda natural alamiah dan buatan: - titik, garis, bidang, - warna-warna alam - pola dan corak pada bagianbagian pohon atau tumbuhan - mampu mengidentifikasi perbedaan visual benda-benda alami dan buatan


10.2. Menjelaskan Menjabarkan nilai keindahan Bernalar Kritis temuan artistik yang didapat dan bereksperimen dari hasil mengamati benda-benda di lingkungan sekitar benda-benda sekitar berdasar pengamatannya terhadap keadaan lingkungan sekitar mengacu pada perhatian terhadap unsur dan prinsip seni rupa. Siswa mampu bereksperimen menggunakan prinsip desain untuk membuat karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi dari unsur-unsur seni rupa dari hasil pengamatan yang didapat. 10.3. Mengamati dan Siswa dapat membuat karya abstrak atau non-representatif dari bentukbentuk organis yang dipelajari dari mata pelajaran lain seperti: biologi, kimia, geografi, matematika Kreatif menggunakan hasil pengamatan untuk membuat karya dari hasil pengamatan unsur seni rupa dengan pengetahuan di bidang keilmuan lain 10.4. Membandingkan Siswa membandingkan dan Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia dan mengidentifikasi- mengidentifikasi unsur rupa agar kan unsur rupa untuk membuat karya dengan menggunakan metode observasi terhadap benda-benda alam dan buatan dapat menemukan kemungkinankemungkinan artistik melalui pengamatan Siswa membuat karya dua dimensi dari hasil mengamati dan identifikasi unsur-unsur rupa (tekstur, warna, bentuk, pola, garis) dan prinsip desain dalam benda alam dan buatan. Cth. 1) Menggambar tekstur kulit pohon, buah, pemandangan, bakteri, spesifikasi tumbuhan, anatomi dan organ tubuh manusia dan hewan 2) Menggunakan teknik cap atau cetak tekan dengan pewarna atau arang. 10.5. Mengapresiasi Siswa mampu menjabarkan unsur-unsur seni rupa dalam karyanya dari hasil pengamatanya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Siswa dapat memberi apresiasi 1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia 2) Bernalar Kritis karya dari hasil pengamatan pribadi dan peserta didik lain untuk saling menemukan unsur


rupa yang sudah dipelajari dengan menjabarkan unsur seni rupa dari karya peserta didik lain. KATA/ FRASA KUNCI: eksperimen, pengamatan, mencipta, unsur rupa, benda alam, benda buatan, objek bentuk organis dari mata pelajaran lain, identifikasi, aplikasi, apresiasi. KONTEN INTI: Pengamatan dan Identifikasi benda alam dan benda buatan Bereksperimen dengan hasil pengamatan untuk membuat karya seni rupa dua dimensi Membuat karya abstrak dengan mengamati organis yang dipelajari dari mata pelajaran lain seperti: biologi, kimia, geografi, matematika Membandingkan dan mengidentifikasi unsur rupa untuk menbuat karya Mengapresiasi karya dari hasil pengamatan pribadi dan peserta didik lain Pilihan mata pelajaran lain untuk dikolaborasikan: Biologi, Kimia, Geografi, Matematika GLOSSARIUM Artistik Nilai seni yang terdapat pada benda atau tempat yang diamati Eksperimen Artistik Percobaan yang direncanakan untuk menemukan nilai seni untuk berkarya Dua Dimensi Karya seni rupa dengan dimensi panjang dan lebar, bersifat datar atau relief (contoh: lukisan, gambar, sketsa, poster, gambar desain, foto) Tiga Dimensi Karya seni rupa dengan dimensi panjang, lebar, dan tinggi dan bisa dilihat tampilannya dari berbagai tiga arah: atas, depan, samping. (contoh: patung) Teori Warna Pengetahuan tentang warna, jenis dan kategorinya Warna Primer Warna dasar atau pokok yang terdiri dari merah, kuning, biru Warna Sekunder Tingkatan kategori warna kedua yang tercipta dari campuran dua warna dari warna primer. Warna-warna sekunder antara lain adalah: jingga, ungu, hijau 1) jingga adalah campuran dari merah dan kuning 2) ungu adalah campuran dari merah dan biru 3) hijau adalah campuran dari kuning dan biru Warna Tersier Tingkatan kategori warna ketiga yang tercipta dari campuran warna dari warna primer dan tersier Warna-warna tersier antara lain adalah: coklat kemerahan, coklat kekuningan, coklat kebiruan


1) coklat kemerahan adalah campuran dari merah dan hijau 2) coklat kekuningan adalah campuran dari kuning dan ungu 3) coklat kebiruan adalah campuran dari biru dan jingga 4) Toska adalah campuran dari hijau dan biru 5) Hijau Lemon adalah campuran dari kuning dan hijau 6) Ambar adalah campuran dari kuning dan jingga 7) Vermilion adalah campuran dari jingga dan merah 8) Magenta adalah campuran dari merah dan ungu 9) Nila adalah campuran dari ungu dan biru Warna Netral Warna yang dapat diserasikan dengan warna apapun, yakni: hitam dan putih Unsur Seni Rupa Semua hal yang terkandung dalam karya seni rupa antara lain: titik, garis, bidang, warna, bentuk, pola dan tekstur Titik Noktah, lingkaran penuh berwarna hitam Garis Coretan panjang lurus ataupun lengkung Bidang Permukaan yang rata dan bersifat dua dimensi Bentuk Gambaran kategori suatu bidang (geometris, biomorfis/ organis) Geometris: gambaran bidang dengan pengukuran matematis Biomorfis/organis: gambaran bidang yang tidak memiliki pengukuran matematis Warna Kesan yang ditangkap oleh mata Pola Pengulangan salah satu atau dua dari unsur seni rupa Tekstur Jenis penampakan permukaan (halus – kasar) Prinsip Desain Tata cara pengorganisasian unsur rupa untuk membuat karya seni Kesatuan Perpaduan unsur-unsur rupa Keseimbangan Nilai keseluruhan unsur seni rupa yang disusun. Dalam seni rupa, nilai keseimbangan dapat bersifat simetris (seimbang di dua sisi) atau asimetris (tidak seimbang) Penekanan Fokus atau pusat dalam sebuah karya seni rupa Skala/ Proporsi Peletakan dua elemen yang memiliki nilai yang berlawanan pada satu karya rupa Hirarki Penekanan yang disusun secara berurutan baik dari kecil-besar, gelapterang dan sebaliknya Kontras Penempatan dua unsur desain yang saling bertentangan antara satu dengan yang lainnya pada satu karya rupa


MAPEL : SENI RUPA FASE : E MenddalamMengmanuPengeberda(tradiMemberdaMenddalamMengmanuPengeberda(tradiMemberdaMenddua dMengkaryaMengbisa ddimenMemdari sMengMengdalamANALISIS KRITERIA KETERCAPAIAELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI Mengalami Pengenalan bahan dan aneka Teknik berkarya Konsep eksplorasi dan ekperimentasi karya seni rupa Pada akhir fase E, siswa mampu menciptakankarya seni yang menunjukkan pilihan keterampilan, medium dan pengetahuan elemen seni rupa atauprinsip desain tertentu yang sesuai dengan tujuankaryanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuaitopik tertentu Menciptakan Pengenalan seni rupa disekitar kita Mengamati dan Mendeskripsikan karya Seni Rupa Pada akhir fase E, siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan atau topik tertentu secara visual sesuai tahap perkem-bangan seni rupa: tahap Masa Penentuan (Period of Decision), dimana siswatumbuh kesadaran akan kemampuan diri.


78 definisikan seni rupa dan eksistensinya m kehidupan manusia 3 2 2 78 ganalisis fungsi seni rupa dalam kehidupan usia 3 2 2 78 elompokan perkembangan seni rupa asarkan masa perkembangannya isional, modern, kontemporer) 3 2 2 78 mberi contoh karya-karya seni rupa asarkan masa perkembangannya 3 2 2 78 definisikan seni rupa dan eksistensinya m kehidupan manusia 3 2 2 78 ganalisis fungsi seni rupa dalam kehidupan usia 3 2 2 78 elompokan perkembangan seni rupa asarkan masa perkembangannya isional, modern, kontemporer) 3 2 2 78 mberi contoh karya-karya seni rupa asarkan masa 3 2 2 78 definisikan fungsi, unsur dan ragam karya dimensi 3 2 2 78 genal bahan dan teknik dalam pembuatan a dua dimensi 3 2 2 78 ganalisis potensi bahan dari sekitar yang digunakan untuk membuat karya dua nsi 3 2 2 78 mbuat karya percobaan menggunakan bahan sekitar 3 2 2 78 gevaluasi hasil karya percobaan 3 2 2 78 gkonsepsikan eksplorasi dan eksperimentasi m berkarya seni rupa 3 2 2 78 AN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) KKM TUJUAN PEMBELAJARAN Intake siswa Daya Dukung Komple ksitas


ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI MemproseberkaMemMereMenysebagMenjMengdalamMemMendtepat MendmengMenjberdaMengmengMemmelalMempermMenyyang tahapMembuat Mockup/ Prototipe/Sketsa Berdampak Pada akhir fase E, siswa mampu secara kritis mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya, pribadi maupun orang lain serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya. Merefleksikan Kreasi karya seni rupa 2D Merekam Pengalaman, Proses Kreatif, dan Referensi Karyanya dalam Jurnal Visual Pada akhir fase E, siswa mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan inovatif. Siswa mampu menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan dan menggunakan berb- agai sudut pandang untuk mendapatkan gagasan, menciptakan peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah da- lam kehidupan seharihari. Siswa juga mampu bekerja secara mandiri, bergotong royong maupun berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat di lingkungan sekitar. Berfikir dan bekerja Artistik Aplikasi Seni dan Desain dalam Kehidupan SehariHari Konsep eksplorasi dan ekperimentasi karya seni rupa seni rupa atauprinsip desain tertentu yang sesuai dengan tujuankaryanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuaitopik tertentu Pada akhir fase E, siswa mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan,minat,nalar dan sesuai akar


78 KKM TUJUAN PEMBELAJARAN Intake siswa Daya Dukung Komple ksitas milih aktivitas untuk mengenal alat, teknik, es dan teknologi yang akan dipakai dalam arya 3 2 2 78 milih bahan dan teknik berkarya dua dimensi 3 2 2 78 ealisasikan konsep karya dua dimensi 3 2 2 78 yelesaikan pembuatan karya dua dimensi gai tugas akhir untuk semester ganjil 3 2 2 78 elaskan konsep dokumentasi jurnal visual 3 2 2 78 guraikan tujuan dokumentasi berkarya m jurnal visual. 3 2 2 78 milih teknik dokumentasi yang dibutuhkan 3 2 2 78 dokumentasikan karya seni rupa dengan 3 2 2 78 dokumentasikan proses produksi berkarya ggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai 3 2 2 78 elaskan konsep Design Thinking asarkan isu yang diamati 3 2 2 78 guraikan tahapan berpikir kritis untuk gatasi permasalahan 3 2 2 78 mberikan contoh implementasi berpikir kritis lui pendekatan Design Thinking 3 2 2 78 mpresentasikan isu dan kondisi masalahan yang ada di lingkungan sekitar 3 2 2 78 yusun konsep berkarya berdasarkan isu-isu dihadapi dengan menggunakan konsep dan pan Design Thinking 3 2 2 78


ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI MengThinkdan UmockMeraberdamelalMendtanyaMenjmelalMenjconneMengmengMengmelalMendMenjbagi mMemjaringMeraMemkaryaKet. Intake siswa Kemampuan penalaran peserta didDaya Dukung sarana prasarana lengap (skor tingKompleksitasTingkat kesulitan materi ( semakiModel Pembelajaran Seni Terpadu Membuat Mockup/ Prototipe/Sketsa Pada akhir fase E, siswa mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan,minat,nalar dan sesuai akar budaya pada masyarakatnya Berdampak Publikasi Karya Seni Rupa


78 KKM TUJUAN PEMBELAJARAN Intake siswa Daya Dukung Komple ksitas guraikan implementasi tahapan Design king (berempati, definisi, Ideasi, Prototipe Uji Publik) dalam proses pembuatan kup/ prototipe/ sketsa awal 3 2 2 78 ancang mockup/prototipe/ sketsa awal asarkan isu-isu yang dipilih untuk diatasi lui penerapan Design Thinking 3 2 2 78 definisikan seni terpadu melalui kegiatan a jawab 3 2 2 78 elaskan tujuan pembelajaran terpadu lui berkarya seni 3 2 2 78 elaskan konsep pembelajaran seni terpadu ected, webbed, integreted 3 2 2 78 ganalisis karya seni rupa dengan ggunakan disiplin ilmu lain yang relevan 3 2 2 78 ghubungkan isu dengan disiplin ilmu lain lui karya seni terpadu 3 2 2 78 definisikan publikasi karya seni rupa 3 2 2 78 elaskan fungsi publikasi karya seni rupa masyarakat 3 2 2 78 mbandingkan jenis publikasi seni rupa luar gan dan dalam jaringan 3 2 2 78 ancang persiapan publikasi karya seni rupa 3 2 2 78 milih media untuk melaksanakan publikasi a seni rupa kepada publik dengan tepat 3 2 2 78 dik (kemampuan awal tinggi maka skornya tinggi) ggi) n rumit materi maka skor Kompleksitas semakin rendah)


PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM MERDEKA SMKN 2 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2022-2023 KELAS : X MAPEL : SENI RUPA NO NO. ATP ATP JML SMT 1 10.1 Mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada benda-benda di lingkungan sekitar 12 1 2 10.2 Menjelaskan temuan artistik yang didapat dan bereksperimen dari hasil mengamati benda-benda di lingkungan sekitar 12 1 3 10.3 Mengamati dan menggunakan hasil pengamatan untuk membuat karya dari hasil pengamatan unsur seni rupa dengan pengetahuan di bidang keilmuan lain 12 1 4 10.4 Membandingkan dan mengidentifikasikan unsur rupa untuk membuat karya dengan menggunakan metode observasi terhadap benda-benda alam dan buatan 16 2 5 10.5 Mengapresiasi karya dari hasil pengamatan pribadi dan peserta didik lain untuk saling menemukan unsur rupa yang sudah dipelajari 16 2 JUMLAH 68 Mataram, Juli 2022 Mengetahui, Kepala SMKN 2 Mataram Guru Mata Pelajaran H. Munawar, S.Sos., S.Kom, MM Siti Rohani, S.Pd NIP. 19661231 198602 1 059 NIP. 19860524 202221 2 028


PROGRAM SEMESTERNama Sekolah : SMK Negeri 2 Mataram Mata Pelajaran : Seni Budaya (Seni Rupa) Kelas/Fase : X/FASE. E Semester : Ganjil Tahun Pelajaran : 2022-2023 NO NO. ATP ATP JmJam1 10.1 Mengidentifikasi unsur seni rupa yang terdapat pada benda- benda di lingkungan sekitar 10 J2 10.2 Menjelaskan temuan artistik yang didapat dan bereksperimen dari hasil mengamati benda-benda di lingkungan sekitar 12 J3 10.3 12 JMengetahui, Kepala SMKN 2 Mataram H. Munawar, S.Sos., S.kom, MM NIP. 19661231 198602 1 059 Mengamati dan menggunakan hasil pengamatan untuk membuat karya dari hasil pengamatan unsur seni rupa dengan pengetahuan di bidang keilmuan lain


R KURIKULUM MERDEKA ml m BULAN JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBE KET R DESEMBER 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 JP Libur Semester Genap M PLS TAHUN P ELAJA R A N 202 Ulangan KD Bersama / Mid Semester ganjil P5P5P5 UJIAN AKHIR SE MESTER GANJIL PE MBAGIAN RAPORT SE MESTER GANJI LIBUR SEMESTER GANJIL JP JP Mataram, Juli 2021 Guru Mata Pelajaran Siti Rohani, S.Pd NIP . 19860524 202221 2 028


MODUL AJAR PENGENALAN SENI RUPA DI SEKITAR KITA INFORMASI UMUM I. IDENTITAS MODUL Nama Penyusun : SITI ROHANI, S.Pd Satuan Pendidikan : SMKN 2 MATARAM Fase / Kelas : E - X (Sepuluh) Mata Pelajaran : Seni Rupa Prediksi Alokasi Waktu : 1 X 1JP Tahun Penyusunan : 2022 II. KOMPETENSI AWAL Pada Unit 1 ini siswa akan mempelajari konsep seni rupa dan perkembangannya yang meliputi: definisi, fungsi, klasifikasi, dan karya seni rupa berdasarkan periodisasi. Untuk menguasai materi ini, siswa dan guru dapat memilih pendekatan investigasi kelompok untuk mengeksplorasi materi fakta, konsep, prinsip dan prosedur tentang eksistensi dan perkembangan seni rupa. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui tes tertulis dalam bentuk esai dan laporan analisis karya seni yang telah dikumpulkan atau didokumentasikan. III. PROFIL PELAJAR PANCASILA Menelaah semua materi harapannya siswa dapat mengasah kemampuan bernalar kritis, mampu melihat segala sesuatu hal dari berbagai perspektif dan terbuka terhadap pembuktian baru. Pelajar diharapkan juga bisa menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan gagasan atau ide yang orisinil. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar tersebut, menjadi pembelajar sepanjang hayat. IV. SARANA DAN PRASARANA 1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi 2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer 3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung V. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. VI. MODEL PEMBELAJARAN Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).


KOMPONEN INTI I. TUJUAN PEMBELAJARAN Mendefinisikan seni rupa dan eksistensinya dalam kehidupan manusia. Menganalisis fungsi seni rupa dalam kehidupan manusia. Pengelompokan perkembangan seni rupa berdasarkan masa perkembangannya (tradisional, modern, kontemporer). Memberi contoh karya-karya seni rupa berdasarkan masa perkembangannya. II. PEMAHAMAN BERMAKNA Memahami definisi seni rupa dan eksistensinya dalam kehidupan manusia. Memahami fungsi seni rupa dalam kehidupan manusia. Memahami perkembangan seni rupa berdasarkan masa perkembangannya (tradisional, modern, kontemporer). III. PERTANYAAN PEMANTIK Apa yang terlihat indah di sekitar siswa? Seperti apakah karya seni rupa di sekitar siswa? Menurut siswa, manakah yang lebih menarik antara buku dengan sampul bergambar dan tidak bergambar? Menurut siswa, apa yang dimaksud dengan seni rupa? Bagaimana awal kemunculan seni rupa? Apa fungsi seni rupa bagi kehidupan kita? Adakah siswa yang dapat memberikan contoh karya seni rupa? IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN KE-1 Kegiatan Pendahuluan (10 Menit) Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil pembelajaran Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan. Kegiatan Inti (60 Menit) 1. Tahap 1 mengidentifikasi topik serta mengatur kelompok diskusi. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menampilkan gambar yang berhubungan dengan topik perkembangan seni rupa berdasarkan waktu perkembangannya. Siswa berkelompok sesuai dengan topik yang dipilih. 2. Tahap 2 merencanakan tugas yang akan dipelajari. Guru membantu siswa untuk merencanakan tugas yang akan dipelajari, yaitu memandu mempelajari topik-topik yang sudah dipilih siswa. Guru membagi tiga kelompok besar


siswa terkait dengan topik Seni Rupa Tradisional, Seni Rupa Modern, dan Seni Rupa Kontemporer. 3. Tahap 3 melaksanakan investigasi. Guru menampilkan masing-masing topik terkait dengan teks eksplanasi. Siswa melaksanakan investigasi secara berkelompok berdasarkan topik yang sudah ditentukan. 4. Tahap 4 menyiapkan laporan akhir. Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menyiapkan laporan akhir atau menyusun teks eksplanasi berdasarkan topik yang sudah diinvestigasi. Siswa menyusun laporan bedasarkan hasil investigasi. 5. Tahap 5 mempresentasikan laporan akhir. Guru memandu siswa untuk melaksanakan presentasi laporan akhir atau hasil menyusun teks eksplanasi secara berkelompok. 6. Tahap 6 evaluasi. Guru memandu proses evaluasi yaitu pemberian umpan balik antar kelompok. Kegiatan Penutup (10 Menit) Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini. Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan. Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. V. ASESMEN/PENILAIAN Prosedur Tes : Tes Akhir Jenis tes : Tertulis Bentuk Tes : Uraian terbatas/Esai Instrumen Tes : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas 1. Buatlah definisi seni rupa dan esksistensinya dalam kehidupan manusia! 2. Berikan Analisis fungsi seni rupa dalam kehidupan manusia! 3. Kelompokan perkembangan seni rupa berdasarkan masa perkembangannnya (tradisional, modern, kontemporer)! 4. Berikan contoh karya-karya seni rupa berdasarkan masa perkembangannya! Kriteria: Masing-masing jawaban soal diberi skor : 25 Total skor : 25 x 4 = 100 VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan 1. Guru membuat materi sesuai topik dengan alat peraga, misalnya: menampilkan presentasi PowerPoint/menuliskan di papan tulis/memberikan fotokopi materi, membuat pra tes dan pasca tes, atau pun menyertakan contoh benda/material yang dibutuhkan.


2. Sebelum pemaparan materi, Guru mencari tahu informasi dan wawasan terkait dengan materi yang akan diberikan kepada siswa melalui buku maupun internet (Misalnya: Google, Pinterest, Youtube) agar pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih optimal. 3. Metode pembelajaran dapat dilakukan dengan cara diskusi dua arah. Remedial Guru memberikan tugas mandiri mendata material alam yang terdapat di daerah lain untuk dikumpulkan sebagai material alam sebagai bahan berkarya seni. Peserta didik harus mencatat berbagai material alam yang di kumpulkan dan mengklasifikasikann berdasarkan unsur yang ada. VII.REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK Refleksi Guru: Dari serangkaian pembelajaran, apa proses yang menurut guru berhasil dilakukan? Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran? Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran? Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Sertakan alasannya Untuk proses pembelajaran mendatang yang lebih baik, apa saja yang perlu Anda perhatikan sebagai guru? Refleksi Peserta Didik: Peserta didik melakukan refleksi, resume dan membuat kesimpulan secara lengkap, komprehensif dan dibantu guru dari materi yang yang telah dipelajari terkait penggunaan alam sebagai inspirasi unsur rupa dalam berkarya seni. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi semua peserta didik serta mengingatkan tugas mengumpulkan benda benda alami yang memiliki unsur warna.


LAMPIRAN- LAMPIRAN Lampiran 1 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Nama Siswa : …………………………………… Kelas : …………………………………… Tema : …………………………………… Tujuan Pembelajaran : Mengelompokan perkembangan seni rupa berdasarkan masa perkembangannnya (tradisional, modern, kontemporer) Langkah-Langkah Kegiatan: 1. Sebelum mengisi lembar kerja di bawah ini, bacalah terlebih dahulu penjelasan tentang Klasifikasi Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya Klasifikasi Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya Memilah seni rupa ditinjau dari masa perkembangannya menjadi Seni Rupa Tradisional, Seni Rupa Modern, dan Seni Rupa Kontemporer. Ketiga jenis seni rupa tersebut memiliki ciri khas tersendiri dari penciptanya, sosial budaya yang melatarbelakanginya, lokasi penciptaannya, serta contoh-contoh karyanya. A. Seni Rupa Tradisional Seni Rupa Tradisional berkaitan erat dengan khazanah lokal budaya di daerah tertentu. Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya seni rupa tradisional yang unik dan beragam. Karya seni traditional umumnya diwarnai dengan pelambangan (simbolis), baik dalam bentuk metafora binatang, tumbuhan, bangunan, atau figur manusia. Simbol tersebut banyak ditemui di candi-candi, ragam hias kain tenun, bahkan perabotan sehari-hari, biasanya bersifat spiritual, religius, dan mitologis. B. Seni Rupa Modern Seni Rupa Modern mulai menanggalkan pakem-pakem suatu tradisi, dan mengutamakan eksperimen demi kemajuan seni, yang tergolong dalam Seni Rupa Modern yaitu Seni Murni (Fine Art) dengan mengutamakan sifat estetikanya. Seni Murni terdiri dari Seni Lukis, Seni Patung dan Seni Grafis. C. Seni Rupa Kontemporer Seni Rupa Kontemporer berkembang pada masa kini, merespons dan mempresentasikan situasi sosial dan budaya kekinian. Seni Rupa Kontemporer berorientasi bebas dengan medium yang tidak terbatas, dan dapat menggabungkan nilai-nilai tradisional dan modernitas. Karya Seni Rupa Kontemporer berkaitan dengan perkembangan teknologi yang berkembang di masa kini. 2. Berdasarkan uraian di atas, tuliskan minimal 10 jenis seni rupa yang tegolong Seni Rupa Tradisi, Seni Rupa Modern dan Seni Rupa Kontemporer pada tabel di bawah ini: No Seni Rupa Tradisional Seni Rupa Modern Seni Rupa Kontemporer 1 2 3 4 5


Lampiran 2 BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK a. Definisi Seni Rupa Seni sudah menjadi salah satu bagian dalam kehidupan manusia dari zaman ke zaman, dari masa pra sejarah hingga sekarang, keberadaan seni sangat melekat dalam setiap sendi kehidupan dan jiwa manusia sehingga tidak dapat terpisahkan sampai saat ini. Seni rupa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa menyaksikan seni rupa sejak kita bangun dari tidur, melihat ornamen pakaian yang kita kenakan, lukisan yang terpajang di rumah, desain cangkir yang kita gunakan untuk minum, gambar yang kita lihat di layar telepon seluler, tayangan di televisi, gedung-gedung di perkotaan, alam yang penuh warna dan semua yang tampak dalam kehidupan manusia. Dari berbagai benda seni rupa tersebut dapat membuat perasaan kita tergugah, hampir semua benda, bangunan, pakaian dan berbagai peralatan dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai estetika. b. Fungsi Seni Rupa dalam Kehidupan Manusia Fungsi seni rupa sangat beragam, tergantung kepada latar belakang terciptanya karya seni rupa. Misalnya seni rupa terapan memiliki fungsi untuk memenuhi nilai guna atau fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari, dan seni murni memiliki fungsi sebagai sarana kepuasan batin akan keindahan. Secara umum, seni memiliki banyak fungsi seperti merangsang masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya, sebagai proses pembelajaran masyarakat terhadap segala sesuatu, baik nilai-nilai maupun fenomena alam, sebagai penyadaran terhadap peristiwa, baik sejarah, sosial, politik dan budaya, seni mampu mengisi dan mempengaruhi zamannya, dan seni sebagai penjaga nilai keindahan dan kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan seni rupa menurut Feldman (1967) memiliki 3 fungsi dalam kehidupan manusia, yaitu: 1. Fungsi Individual, seni digunakan untuk mengungkapan rasa/emosi dengan cara memberi tanggapan dan penghayatan seseorang terhadap lingkungannya. 2. Fungsi sosial kemasyarakatan, seni digunakan untuk kepentingan masyarakat luas seperti untuk penerangan, pendidikan, kesehatan, agama dan sebagainya. 3. Fungsi fisik kebendaan, seni digunakan untuk keindahan di berbagai benda keperluan manusia: arsitektur, interior bangunan, furnitur, serta benda-benda pakai lainnya. c. Klasifikasi Karya Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya Seni Rupa Tradisional berkaitan erat dengan khazanah lokal budaya di daerah tertentu. Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya Seni Rupa Tradisional yang unik dan beragam. Karya Seni Rupa Traditional umumnya diwarnai dengan pelambangan (simbolis), baik dalam bentuk metafora binatang, tumbuhan, bangunan, atau figur manusia. Simbol tersebut banyak ditemui di candi-candi, motif hias kain tenun, bahkan perabotan sehari-hari, biasanya bersifat spiritual, religius, dan mitologis. Seni Rupa Modern mulai menanggalkan pakem-pakem suatu tradisi, dan mengutamakan eksperimen demi kemajuan seni, yang tergolong dalam Seni Rupa Modern yaitu Seni Murni (Fine Art) dengan mengutamakan sifat estetikanya. Seni Rupa Murni terdiri dari Seni Lukis, Seni Patung dan Seni Grafis. Seni Rupa Kontemporer berkembang pada masa kini, merespons dan mempresentasikan situasi sosial dan budaya kekinian. Seni Rupa Kontemporer berorientasi bebas dengan medium yang tidak terbatas, dan dapat menggabungkan nilai-nilai tradisional dan modernitas. Karya Seni Rupa Kontemporer berkaitan dengan perkembangan teknologi yang berkembang di masa kini.


d. Contoh Karya Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya Seni Rupa Tradisional: Gambar 1.1. Ragam Hias Toraja yang diterapkan di kain tenun. Sumber: Berita Sastra Budaya/Melayu Online (2014) Gambar 1.2. Anyaman Purun dari Kalimantan sebagai peralatan tradisional. Sumber: Tokopedia/Native Borneo (2015) Seni Rupa Modern: Gambar 1.3. Lukisan Pemandangan karya Wakidi. Sumber: Indoartnow/Wakidi (1954) Gambar 1.4. Lukisan Abstrak karya Achmad Sadali. Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Achmad Sadali (1980) Seni Rupa Kontemporer: Gambar 1.5. Karya Video Art oleh Krisna Murti. Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Krisna Murti (1996)


Gambar 1.6. Karya Performance Art oleh FX. Harsono. Sumber: Desain Grafis Indonesia/FX Harsono (2009)


Lampiran 3 GLOSARIUM Abstrak : Sebuah cara mengekpresikan karya seni dengan metoda yang tidak menggambarkan wujud atau bentuk nyata dari sebuah objek dan bisa jadi memperumit atau menyerderhanakan wujudu aslinya. Desain : Kegiatan merancangan ataupun pola dari karya seni dua ataupun tiga dimensi ataupun mengolah seluruh unsur karya seni menjadi sebuah wujud karya seni. Gambar Ilustrasi : Gambar yang berfungsi untuk menjelaskan sesuatu, seperti kalimat atau naskah agar dapat dengan mudah dipahami. Gambar Ilustrasi biasanya banyak terdapat pada buku anak-anak ataupun buku ilmiah yang membutuhkan banyak gambaran sebagai penjelasan agar mudah dipahami. Perspektif : Sudut pandang bagaimana objek yang dituangkan kedalam karya seni terlihat pada mata manusia. Seni grafis : Salah satu aliran seni rupa yang hasil karyanya melalui proses cetak baik itu di atas kertas, ataupun sejenisnya Seni rupa murni : Seni rupa yang menekankan pada nilai ekstetika. Contohnya Lukisan, kaligrafi, dll. Seni rupa terapan : Seni rupa yang menekankan hasilnya pada fungsionalitas. Contohnya Dekorasi, Busana, dll. Seni rupa : Sebuah cabang dari kesenian yang hasilnya membentuk sebuah objek dan menggunakan media seperti batu, kertas, kayu, serta memiliki bahan-bahan tertentu untuk dapat mewujudkannya. Sketsa : Gambaran/rancangan kasar yang berfungsi sebagai kerangka ketika menggambar/melukis Lampiran 4 DAFTAR PUSTAKA Feldman, E. B. (1967). Art as Image and Idea. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Joyce, B. and Weil, M. (2000). Models of Teaching. New Jersey: Prentice-Hal, Inc Maria, Mia, 2016, Seni Rupa Kita, Yayasan Jakarta Biennale, Jakarta. Soedarso SP, 2000, Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern, Penerbit ISI, Yogyakarta. https://serupa.id/seni-rupa-kontemporer/ https://serupa.id/seni-rupa-modern-penjelasan-para-ahli/ https://serupa.id/seni-rupa-pengertian-fungsi-wujud-dsb/ https://serupa.id/seni-rupa-tradisional-pengertian-sifat-ciri-sejarah-dan-contoh/


MODUL AJAR MENGAMATI DAN MENDESKRIPSIKAN KARYA SENI RUPA INFORMASI UMUM I. IDENTITAS MODUL Nama Penyusun : SITI ROHANI, S.Pd Satuan Pendidikan : SMKN 2 MATARAM Fase / Kelas : E - X (Sepuluh) Mata Pelajaran : Seni Rupa Prediksi Alokasi Waktu : 1 X 1JP Tahun Penyusunan : 2022 II. KOMPETENSI AWAL Pada unit 2 ini, siswa akan belajar untuk mengamati dan mendeskripsikan karya seni rupa sebagai bentuk apresiasi melalui penerapan langkah-langkah kritik seni terhadap karya yang ditemukannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran untuk mengapresiasi karya seni ini akan dilakukan melalui metode kritik seni dan dapat digabung dengan pendekatan inquiry. Untuk mengukur kompetensisiswa, dapat dilakukan melalui penilaian uji kinerja berupa laporan tertulis atau presentasi terkait deskripsi karya yang diamatinya. III. PROFIL PELAJAR PANCASILA Menelaah semua materi harapannya siswa dapat mengasah kemampuan bernalar kritis, mampu melihat segala sesuatu hal dari berbagai perspektif dan terbuka terhadap pembuktian baru. Pelajar diharapkan juga bisa menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan gagasan atau ide yang orisinil. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar tersebut, menjadi pembelajar sepanjang hayat. IV. SARANA DAN PRASARANA 1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi 2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer 3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung V. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. VI. MODEL PEMBELAJARAN Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).


KOMPONEN INTI I. TUJUAN PEMBELAJARAN Mendeskripsikan karya seni rupa yang diamati dengan tepat. Menganalisis karya seni rupa menggunakan metode apresiasi seni berdasarkan hasil pengamatan dengan baik. Menginterpretasi karya seni rupa berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. II. PEMAHAMAN BERMAKNA Menilai karya seni rupa berdasarkan kriteria kualitas karya yang telah dipelajarinya. Mempresentasikan hasil pengamatan berdasarkan tahapan pembelajaran kritik dengan tepat. Menguraikan contoh ruang publikasi karya seni yang ada di lingkungan sekitarnya. III. PERTANYAAN PEMANTIK Ceritakan pengalaman siswa saat menikmati karya! Apa jenis karya yang memberikan dampak bagi diri siswa? Apa yang siswa rasakan ketika melihat karya tersebut? Ceritakan! Menurut siswa, mengapa karya tersebut dapat memberikan dampak bagi diri sendiri dan lingkungan? Apakah siswa pernah membuat karya? Ceritakan pengalaman siswa saat membuat karya! Apa tujuan siswa membuat karya? Apakah karya yang pernah siswa buat memberikan dampak untuk diri siswa sendiri? Apakah karya yang pernah siswa buat memberikan dampak untuk lingkungan? Menurut siswa, mengapa perlu membuat karya yang dapat berdampak bagi diri sendiri dan lingkungan? IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN KE-1 Kegiatan Pendahuluan (10 Menit) Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil pembelajaran Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan. Kegiatan Inti (60 Menit) 1. Tahap 1 Deskripsi (Description) Deskripsi adalah proses mengidentifikasi objek seni. Identifikasi objek seni meliputi penggambaran fakta visual secara objektif. 2. Tahap 2 Analisis Formal (Formal Analysis)


Analisis formal merupakan bentuk deskripsi, yang tidak berkaitan dengan proses pengidentifikasian objek. Dalam tahap ini, karakter intrinsik objek seni seperti garis, bentuk, warna, pencahayaan juga meliputi prinsip seni seperti kesatuan, irama, keseimbangan, komposisi dianalisis untuk mencari subject matter. 3. Tahap 3 Interpretasi (Interpretation) Interpretasi sebagai cara menemukan makna di balik ekspresi sebuah objek seni. Tahapan ini penting dalam penyajian kritik seni. Pada proses ini dibutuhkan referensi pengetahuan yang luas agar dapat membahas karya secara holistik. 4. Tahap 4 Evaluasi atau Penilaian (Evaluation or Judgment) Tahapan ini memberikan penilaian terhadap karya yang dipilih dengan alasan secara akademis dan rasional. Biasanya, kualitas karya seni dapat memenuhi unsur dan prinsip seni (intraestetik), memiliki makna dan fungsi bagi kehidupan manusia (kontekstual) dengan latar belakang sosio-kultural karya seni diciptakan (ekstraestetik). Kegiatan Penutup (10 Menit) Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini. Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan. Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. V. ASESMEN/PENILAIAN Kriteria penilaian: Penilaian dapat dilakukan dengan cara ujian komprehensif untuk melihat kemampuan pemahaman dan penguasaan materi. Ujian komprehensif dapat dilakukan secara individu berdasarkan tugas yang telah diberikan. Siswa mampu menjelaskan dalam bentuk presentasi hasil pemahamannya dalam mendeskripsikan dan menganalisis karya seni rupa. Setelah melakukan presentasi, tanya jawab dapat dilakukan oleh guru untuk mengetahui pemahaman yang didapatkan oleh masing-masing siswa. Guru juga dapat memberikan pertanyaan berikut ini sebagai bentuk refleksi diri dan melihat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan: 1. Dari rentang 1 (sangat tidak penting) – 10 (sangat penting), seberapa penting siswa perlu memperhatikan dampak menciptakan karya untuk diri sendiri dan lingkungan? Jelaskan alasannya! 2. Apa wawasan baru yang siswa dapatkan dari materi ini? VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL 1. Melihat contoh-contoh komposisi nirmana 2 dimensi di internet https://hayh.wordpress.com/tugas-kuliah-d/nirmana-2-dimensi- / untuk selanjutnya membuat komposisi nirmana 2 dimensi dengan mempertimbangkan unsur seni dari alam 2. Melihat keindahan alam sekitar (laut, sungai, hutan) dan mencoba menelaah unsur seni yang bisa diambil dari inspirasi alam VII.REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK Refleksi Guru:


1. Dari serangkaian pembelajaran, apa proses yang menurut guru paling berhasil dilakukan? 2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran? 3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran? 4. Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Sertakan alasannya 5. Untuk proses pembelajaran mendatang yang lebih baik, apa saja yang perlu perhatikan sebagai guru? Refleksi Peserta Didik: Refleksi pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap siswa pada akhir pertemuan setelah pembelajaran. Berikut ini beberapa pertanyaan kunci dalam refleksi pembelajaran: 1. Apakah pembelajaran ini membantumu memahami unsur seni rupa yang dapat diambil dari alam sekitar? 2. Menurutmu, bagaimana pelajaran ini memiliki sisi menyenangkan dan apa bagian yang kurang menyenangkan dari pembelajaran ini? 3. Apakah ada kendala yang berarti dalam pencarian material alam?


LAMPIRAN- LAMPIRAN Lampiran 1 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Nama Siswa : …………………………………… Kelas : …………………………………… Tema : …………………………………… Kegiatan Pembelajaran 1. Cari minimal 3 karya seni visual dari beberapa seniman 2. Buat dan Isi tabel di bawah ini sesuai dengan karya seni yang didapatkan Format Mendeskripsikan dan Menganalisis Karya Seni Aspek Pertanyaan Hasil Pengamatan Mengidentifikasi isi atau subjek pada karya seni Figur apa yang kamu lihat? Tentang apa gambar yang kamu lihat? Mengenal teknik dan media Apa bahan yang digunakan seniman? Bagaimana cara/teknik menggunakannya? Mengidentifikasi unsur seni rupa Apakah obyek yang terlihat? Apakah bentuk yang terlihat? Mengenal keunikan dan gaya seniman Apakah keunikan karya ini dibandingkan dengan seniman lain Bagaimana gayanya Mencari makna seni dan menemukan penafsiran Pesan apa yang disampaikan karya tersebut? Mengidentifikasi konteks Apa yang kamu pikirkan mengenai latar belakang munculnya karya ini?


Lampiran 2 BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK a. Pengalaman Mengamati Karya Seni Rupa Semua orang tentu memiliki pengalaman dalam mengamati karya seni dalam kehidupannya. Berdasarkan pengalaman tersebut, setiap orang mendapatkan pembelajaran dari karya yang diamatinya. Pada sesi ini siswa diajak untuk menceritakan pengalaman masing-masing dalam bentuk diskusi tentang pengamatan karya yang pernah dirasa memberikan dampak bagi diri sendiri maupun lingkungannya. b. Mendeskripsikan dan Menganalisis Karya Seni Rupa Guru memberikan materi kepada siswa terkait cara mendeskripsikan dan menganalisis karya seni. Untuk itu, siswa diperkenalkan dengan metode kritik seni dalam mendeskripsikan karya yang diapresiasi. Mendeskripsikan karya seni rupa Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mendeskripsikan karya seni adalah: Medium yang digunakan (teknik dan bahan) contoh: Jika siswa melihat sebuah lukisan kanvas yang menggunakan cat minyak, maka teknik yang digunakan adalah melukis dan bahannya adalah cat minyak dan kanvas. Unsur karya (obyek yang terlihat, warna-warna yang nampak, bentuk yang terlihat). Gambar 2.1. Unsur - unsur dalam karya seni karya koleksi www.ganara.art (2020) Menganalisis karya seni rupa Ada beberapa metode kritik yang dapat digunakan dalam mengapresiasi karya seni seperti yang dikemukakan Chapman (1978), yaitu: metode induktif, metode deduktif, metode empatik, dan metode interaktif. Selain itu, siswa juga dapat menggunakan jenis kritik seni rupa menurut Feldman (1967: 452- 456) yang terdiri dari: Kritik Jurnalistik (Jurnalistic Criticism), Kritik Pedagogik (Pedagogical Criticsm), Kritik Akademik (Scholary Criticism), Kritik Populer (Popular Criticism). Kegiatan mengapresiasi seni melalui kritik pedagogik biasanya dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan tinggi pendidikan kesenian. Namun demikian, model ini juga bisa dikembangkan oleh guru dengan tujuan untuk mengembangkan bakat dan potensi artistikestetik siswa sehingga mereka mampu mengembangkan apresiasi dan pemahamannya terhadap karya yang dibahas. Hal ini ditegaskan Wachowiak dan Clements (1993: 148) bahwa: ”The purpose of art criticism in the schools is to develop appreciation and understanding….”. Selanjutnya, urutan pelaksanaan pembelajaran kritik untuk apresiasi seni yang disarankan Wachowiak dan Clements (1993: 149) terdiri dari enam tahapan, yaitu:


1. Identifying the content or subject matter of the art What things do you see in this picture? 2. Recognizing the technique or at medium What art materials did the artist use and how were they used? 3. identifying the compositional or design factors in the art and recognizing their importance How did the artist tie the picture together? 4. Recognizing the unique, individual style of the artist Why do we think this other picture might be made by the some artist? 5. Searching for the meaning of the art and inquiring into the artist’s intent What does the picture say to you? 6. Identifying the contex What do you think might have been going on in the world at this time? Penyajian kritik dalam teori kritik seni menurut para ahli dikenal beberapa tahap kegiatan. Feldman (1967: 469), mengungkapkan tahapan kritik terdiri dari: Deskripsi (Description), Analisis Formal (Formal Analysis), interpretasi (Interpretation), dan evaluasi atau penilaian (Evaluation or Judgement). Sementara itu Barrett (1994: 16) menyoroti hal tersebut dengan istilah fungsi kritik seni sebagai “the description, interpretation, and evaluation of new art”. Selain itu siswa juga dapat menggunakan metode mengapresiasi suatu karya seni sebagaimana dikemukakan Brent G. Wilson dalam bukunya yang berjudul Evaluation of Learning in Art Education, bahwa apresiasi memiliki 3 konteks utama: Apresiasi Empatik: menilai atau menghargai suatu karya seni yang dapat ditangkap sebatas indrawi saja. Apresiasi Estetis: menilai atau menghargai suatu karya seni dengan melibatkan pengamatan dan penghayatan yang mendalam. Apresiasi Kritik: menilai atau menghargai suatu karya seni dengan melibatkan klasifikasi, deskripsi, analisis tafsiran, dan evaluasi. Proses pembelajaran apresiasi seni, dapat dilakukan melalui metode dan pendekatan seperti dikemukakan oleh (Sahman, 1993: 153; Soedarso, 1990: 83-84) yaitu sebagai berikut: Pendekatan aplikatif: Pendekatan ini dilakukan melalui proses penciptaan seni secara langsung. Hal ini sejalan dengan ajaran Dewey “learning by doing”. Pendekatan Historis: Ditempuh melalui pengenalan sejarah seni. Penciptaan demi penciptaan, peristiwa demi peristiwa yang masing-masing memiliki problema sendiri, dibicarakan dan dibahas secara urut. Pendekatan problematik: Menyoroti masalah serta liku-liku seni sebagai sarana untuk dapat menikmatinya secara semestinya, kemudian deretan problem-problem senilah yang harus dibahas satu persatu. Menurut Sobandi (2007), ada beberapa model pembelajaran apresiasi, di antaranya: Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Karya Reproduksi (ASmKR) Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Media Film (ASmMF) Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Pameran Sekolah (ASmPS) Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Kunjungan ke Museum (ASmKM) Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Presentasi Pengalaman Berkarya (ASmPPB) Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Artist Talk Seniman (AmATS) Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Telaah Karya (ASmTK)


Model Pembelajaran Apresiasi melalui Kritik Wachowiak dan Clements Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Praktek Studio-Kritik Seni (ASmPSKS) Berdasarkan beberapa metode dan langkah di atas, sebenarnya bentuk pembelajaran apresiasi terdiri dari dua jenis kegiatan, yaitu: 1. Apresiasi Pasif: Kegiatan menonton dan menikmati tanpa memberi umpan balik untuk wacana seni rupa 2. Apresiasi Aktif: dapat dilakukan melalui beberapa alternatif kegiatan sebagai berikut:Kegiatan diskusi terarah Pengembangan wacana (penelitian, ulasan, kritik) Kegiatan koleksi untuk publik –koleksi yang dilakukan oleh museum atau institusi publik, dan menampilkan koleksi untuk publik luas. Kegiatan koleksi untuk privat – koleksi yang dilakukan untuk disimpan dan dinikmati secara pribadi atau kelompok tertentu Hasil-hasil dari kegiatan apresiasi aktif bisa digunakan untuk penelitian dan acuan untuk pengembangan ekosistem seni rupa. c. Tempat Mengapresiasi Karya Seni Rupa : Galeri Galeri adalah ruang untuk menampilkan karya seni dalam bentuk pameran, biasanya galeri dikelola secara komersial yang bertujuan untuk menjual karya seni. Museum Ruang untuk menyimpan, merawat, merestorasi benda-benda bersejarah dan berfungsi sebagai tempat publik untuk mengakses karya seni secara edukatif. Museum Publik: Museum yang dikelola oleh pemerintah dan terbuka untuk public. Museum Privat: Museum yang dimiliki oleh individu tertentu atau sebuah perusahaan swasta. Ruang Publik Tempat-tempat umum seperti jalanan, taman, dan gedung-gedung yang digunakan oleh masyarakat luas. Misalnya: patung-patung di taman, mural, graffiti, dsb. Ruang Alternatif Ruang yang digunakan oleh komunitas seni rupa untuk berkumpul, berbagai pengetahuan dan memamerkan karya seni. Ruang Virtual Disajikan dalam bentuk virtual di platform tertentu, misalnya: Website, Instagram, dsb. d. Cara Mengapresiasi Karya Seni Rupa Berbagai cara dapat dilakukan dalam mengapresiasi karya seni rupa di pameran, contoh: 1. Berbicara langsung dengan seniman/kurator/pemandu pameran. 2. Mengikuti tur galeri dan mendengarkan penjelasan atau membaca penjelasan dari setiap karya seni yang dipamerkan. 3. Tidak menyentuh karya kecuali diperkenankan. 4. Mematuhi peraturan yang diberlakukan di ruang pameran. Di setiap ruang pameran, tentu saja memiliki peraturan yang berbeda-beda. Sebagai contoh peraturan atau tata tertib yang diberlakukan di Galeri Nasional Indonesia:


Gambar 2.2. Tata Tertib Galeri Seni karya koleksi www.ganara.art (2020) Dilarang merokok Dilarang menyentuh karya Dilarang memakai jaket Dilarang membawa tas Dilarang memakai topi dan kacamata hitam Dilarang membawa hewan Dilarang menggunakan flash kamera Dilarang membawa makanan/minuman Dilarang menggunakan flash kamera handphone Dilarang menggunakan tongsis/selfie stick Dilarang membuang sampah Dilarang berisik 1. Membagikan wawasan dan apresiasi dalam berbagai bentuk (contoh: media sosial) 2. Contoh dampak karya seni bagi diri sendiri dan lingkungannya, contoh:Memiliki muatan emosional/spiritual Memberikan nilai keindahan dan kepuasan tersendiri Memberikan dampak psikologis (contoh: salah satu bentuk terapi) dan kesenangan hati Meningkatkan dan mengasah kreativitas dan daya imajinasi Melepas penat dan coping stress Pemaparan contoh karya seni yang berdampak untuk diri sendiri dan lingkungan.


Gambar 2.3. Pemaparan contoh karya seni yang berdampak untuk diri sendiri dan lingkungan Sumber: Indoartnow/Pameran Titik Temu (2018) “REKAM JEJAK SEORANG DEMENSIA” Instalasi - Gambar di atas kertas, Modul Terapi, Dokumentasi Video Karya yang berjudul Rekam Jejak Seorang Demensia, merupakan karya yang terdampak dari pengalaman pribadi seniman ketika merawat orang terdekat yang mengalami Demensia. Karya ini berupa instalasi kompilasi rekam jejak karya yang dibuat oleh beberapa orang yang mengalami kondisi demensia melalui modul kegiatan seni visual yang dibuat oleh seniman. Tujuan yang ingin didapatkan adalah menyelami pikiran-pikiran orang yang mengalami demensia untuk memahami mentalnya. Hasil modul yang dibuat oleh seniman juga dapat memberikan dampak bagi siapa pun yang berhadapan dengan pengalaman yang sama dengan seniman, yakni memahami pikiran-pikiran yang dialami oleh orang terdekatnya yang mengalami kondisi demensia melalui rekam jejak karyanya. Catatan untuk guru: Buatlah materi di atas dalam bentuk presentasi PowerPoint. Metode pembelajaran dapat dilakukan dengan cara diskusi dua arah. Sebelum pemaparan materi, pastikan bahwa guru sudah melakukan riset atau eksplorasi materi melalui buku atau internet (contoh: Google, Pinterest, Youtube, dsb) agar pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih optimal. Lampiran 3 GLOSARIUM Perspektif : Sudut pandang bagaimana objek yang dituangkan kedalam karya seni terlihat pada mata manusia. Seni rupa terapan : Seni rupa yang menekankan hasilnya pada fungsionalitas. Contohnya Dekorasi, Busana, dll. Gambar Ilustrasi : Gambar yang berfungsi untuk menjelaskan sesuatu, seperti kalimat atau naskah agar dapat dengan mudah dipahami. Gambar Ilustrasi biasanya banyak terdapat pada buku anak-anak ataupun buku ilmiah yang membutuhkan banyak gambaran sebagai penjelasan agar mudah dipahami. Abstrak : Sebuah cara mengekpresikan karya seni dengan metoda yang tidak menggambarkan wujud atau bentuk nyata dari sebuah objek dan bisa jadi memperumit atau menyerderhanakan wujudu aslinya. Lampiran 4 DAFTAR PUSTAKA Baret, T. (1994). Critizing Art, Understanding the Contemporary. California: Mayfield Publishing Company Feldman, E. B. (1967). Art as Image and Idea. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Sobandi, B. (2007). Model Pembelajaran Kritik dan Apresiasi Seni Rupa. Solo: Maulana Offset. Maria, Mia dan JJ Adibrata. (2015), Buku Seni Rupa Kita. Jakarta: Yayasan Jakarta Biennale.


Cipta, Angga. 2015. ”Edukasi Publik Jakarta Biennale”, Seni Rupa Kita, 29 November 2015. <https:://issuu.com/acip/docs/buku-seni-rupa-kita-fa/> Pengajarku. 2020. “Apresiasi Seni Rupa”, 17 Desember 2020. <https://pengajar.co.id/apresiasiseni-rupa/>


MODUL AJAR PENGENALAN BAHAN DAN ANEKA TEKNIK BERKARYA INFORMASI UMUM I. IDENTITAS MODUL Nama Penyusun : SITI ROHANI, S.Pd Satuan Pendidikan : SMKN 2 MATARAM Fase / Kelas : E - X (Sepuluh) Mata Pelajaran : Seni Rupa Prediksi Alokasi Waktu : 1 X 1JP Tahun Penyusunan : 2022 II. KOMPETENSI AWAL Pada Unit 3 ini siswa akan mempelajari konsep berkarya dua dimensi yang meliputi: definisi, fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi. Untuk menguasai materi ini, siswa dan guru dapat memilih pendekatan permisif yakni memberi kebebasan penuh pada siswa dalam mengeksplorasi potensi bahan dan teknik dalam berkarya dua dimensi sesuai konteks budaya tempat sekolah atau siswa berada. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui laporan analisis karya yang telah dibuat dan dikumpulkan. III. PROFIL PELAJAR PANCASILA Menelaah semua materi harapannya siswa dapat mengasah kemampuan bernalar kritis, mampu melihat segala sesuatu hal dari berbagai perspektif dan terbuka terhadap pembuktian baru. Pelajar diharapkan juga bisa menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan gagasan atau ide yang orisinil. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar tersebut, menjadi pembelajar sepanjang hayat. IV. SARANA DAN PRASARANA 1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi 2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer 3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung V. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. VI. MODEL PEMBELAJARAN Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).


KOMPONEN INTI I. TUJUAN PEMBELAJARAN Mendefinisikan fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi. Mengenal bahan dan teknik dalam pembuatan karya dua dimensi. Menganalisis potensi bahan dari sekitar yang bisa digunakan untuk membuat karya dua dimensi. Membuat karya percobaan menggunakan bahan dari sekitar. Mengevaluasi hasil karya percobaan. II. PEMAHAMAN BERMAKNA Pengenalan bahan, memanipulasi, menilai efektifitas dan memilih aneka bahan, alat, teknik, proses dan teknologi yang sesuai untuk karyanya III. PERTANYAAN PEMANTIK Apa yang dimaksud dengan karya dua dimensi? Adakah yang bisa memberikan contoh karya seni rupa dua dimensi ? Apakah fungsi dari karya seni dua dimensi? Apa saja unsur seni yang dipakai pada karya dua dimensi? Apa saja bahan yang bisa digunakan dalam berkarya dua dimensi? IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN KE-1 Kegiatan Pendahuluan (10 Menit) Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil pembelajaran Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan. Kegiatan Inti (60 Menit) 1. Tahap 1 Mengidentifikasikan Topik Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menampilkan gambar yang berhubungan dengan topik fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi. Guru membuka diskusi dengan memberikan pertanyaan pemantik. Siswa merespon pertanyaan terbuka dari guru. Guru menjelaskan mengenai fungsi, unsur dan ragam karya dua dimensi dengan alat peraga. Guru mengatur siswa ke dalam beberapa kelompok diskusi yang terdiri dari 3-5 orang/kelompok dengan topik diskusi seputar kebudayaan lokal. Guru memberi pertanyaan pemantik: Apa saja kesenian dan budaya tradisi yang ada di tempat tinggal siswa? - Adakah karya dua dimensi di kota tempatmu tinggal? - Sebutkan karya dua dimensi yang paling khas di daerah tempat tinggal siswa?


- Teknik apa yang digunakan pada karya tersebut? - Bagaimana proses pembuatannya? Jelaskan! - Sebutkan bahan yang digunakan pada teknik tersebut? apakah termasuk bahan baku alam atau bahan sintetis? - Apakah fungsi karya tersebut? Siswa berdiskusi dalam kelompok dan menjawab pertanyaan pemantik dari guru. 2. Tahap 2 Demonstrasi Teknik Guru memandu dengan memberikan contoh teknik berkarya dengan menggunakan beberapa bahan, sebagai contoh: Teknik Opaque dengan media cat minyak atau cat akrilik dan Teknik Aquarel dengan media cat air atau Gouache. Siswa melaksanakan demonstrasi yang diberikan oleh guru. 3. Tahap 3 Observasi Alat dan Bahan Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk melakukan observasi bahan dan alat yang ada di sekitar siswa (kegiatan ini bisa dilakukan sebagai pekerjaan rumah yang kemudian dilanjutkan di sekolah pada pertemuan selanjutnya). Guru memberikan panduan pertanyaan seputar instruksi observasi: - Hasil bumi apa yang paling banyak dihasilkan di kota tempat tinggal siswa? - Mata pencaharian seperti apa yang paling banyak di daerah tempat tinggal siswa? - Potensi seni apa yang paling khas di daerah tempat tinggal siswa? - Adakah limbah aman yang dapat diolah dan dikembangkan menjadi media berkarya? - Sesuai pengamatan lingkunganmu, bahan apa saja yang paling memungkinkan digunakan sebagai bahan utama ataupun bahan penunjang terkait dengan teknik yang sudah dipelajari (teknik lukis Opaque & Aquarel)? - Bahan temuan apakah yang siswa pilih untuk membuat karya dua dimensi? Untuk kegiatan ini bisa dilihat pada lks i (mencari potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar) 4. Tahap 4 Eksperimen Teknik dengan Bahan Temuan Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menyiapkan bahan dan alat untuk membuat karya dua dimensi dengan bahan temuan. Siswa melakukan eksperimen pembuatan karya dengan teknik dengan bahan temuan. Untuk kegiatan ini bisa dilihat pada lks ii (membuat karya dua dimensi dengan teknik melukis opaque dan teknik aquarel menggunakan bahan temuan) 5. Tahap 5 Presentasi Hasil Karya Guru memandu siswa untuk melaksanakan presentasi hasil karya yang sudah dibuat berdasarkan laporan hasil eksperimen dengan menunjuk beberapa siswa sebagai perwakilan. Untuk mengerjakan kegiatan ini siswa bisa mengisi tabel yang ada pada lks iii (mengenali hasil dari percobaan bahan yang digunakan untuk membuat karya dua dimensi) 6. Tahap 6 Evaluasi Guru memandu proses evaluasi yaitu pemberian umpan balik kepada siswa. Kegiatan Penutup (10 Menit) Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.


Click to View FlipBook Version