The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sarifuddin0227, 2022-07-15 20:39:55

MODUL PAI KELAS 8

MODUL BAHAN AJAR

NAMA SISWA :

KELAS :

SEKOLAH :

MODUL PEMBELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DAN BUDI PEKERTI

Kelas : VIII (DELAPAN)

Disusun Oleh:

SARIFUDDIN, S.Pd.I

NUPTK: 3059768669130103

PEMERINTAH KABUPATEN GOWA
DINAS PENDIDIKAN DANA KEBUDAYAAN

2020/2021

MEYAKINI KITAB-KITAB ALLAH DENGAN MENCINTAI AL-QUR’AN

AMATILAH …
Perhatikan gambar di bawah ini dan ungkapkan apa pendapatmu!

(Sumber : http://www.indonesian.irib.ir)

A. PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

1. Pengertian
Menurut bahasa, iman adalah percaya dan membenarkan. Sedangkan menurut istilah, iman

adalah kepercayaan yang diyakini kebenarannya dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan
dengan amal perbuatan.

Berdasarkan pengertian iman di atas, pengertian iman kepada kitab-kitab Allah adalah
meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kitab-kitab Allah itu benar-benar wahyu yang diturunkanNya
kepada rasul, tidak diragukan kebenaran isinya agar menjadi pedoman hidup bagi umatNya.

Hukum beriman kepada kitab-kitab Allah adalah fardlu 'ain, kewajiban yang harus ditunaikan
oleh setiap pribadi orang yang beriman; sama dengan kewajiban beriman kepada Allah, medirikan
salat lima waktu dan sebagainya. Dengan demikian seseorang yang tidak mengimani kitab-kitab
Allah tidak dapat dikatakan sebagai orang yang beriman.

2. Cara beriman kepada kitab-kitab Allah
Tahukah kamu, bahwa hidup ini penuh dengan cara atau kiat. Kalau kamu ingin pintar

caranya dengan belajar; ingin kaya caranya dengan kerja keras; ingin dihormati caranya kita harus
menghormati orang; dan sebagainya.

Kalau kamu ingin beriman kepada kitab-kitab Allah, juga ada beberapa cara yang bisa kamu
lakukan.
Beriman kepada kitab-kitab Allah ada dua cara:
1). Beriman kepada kitab-kitab sebelum al-Qur'an. Caranya:

a. Meyakini bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu Allah, bukan karya tulis para rasul.
b. Meyakini kebenaran isinya, selama belum dirubah oleh tangan para penulis setelah

wafatnya para Rasul yang menerima wahyu tersebut.
2). Beriman kepada Al-Qur'an. Caranya:

a. Meyakini bahwa Al Qur'an benar-benar wahyu Allah, bukan karangan Nabi Muhammad
Saw

b. Meyakini bahwa isi Al Qur'an dijamin kebenarannya, tanpa ada keraguan sedikitpun.

MODUL PAI VIII–UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 1

c. Mempelajari, memahami dan menghayati isi kandungan Al-Qur'an
d. Mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Perbedaan cara beriman kepada kitab-kitab Allah selain Al-Qur'an dan kepada Al-Qur'an itu
sendiri disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
a). Masa berlaku kitab-kitab suci sebelum Al-Qur'an telah habis.
b). Kitab-kitab sebelum Al-Qur'an terbatas pada satu umat saja, yakni umat yang hidup pada masa

dan wilayah tertentu. Misalnya kitab Taurat untuk umat Nabi Musa As, atau kaum Bani Israil.
c). Kandungan pokok dari kitab-kitab sebelum Al-Qur'an telah termuat dalam Al-Qur'an. Oleh

karena itu jika kamu dapat mengamalkan isi kandungan Al Qur'an secara sempurna berarti
kamu juga telah mengamalkan isi pokok kitab-kitab Allah selain Al-Qur'an.
d).
B. NAMA-NAMA KITAB ALLAH
Menurut bahasa (etimologi) kata kitab memiliki dua pengertian. Pertama, berarti perintah.
Kedua, berarti tulisan di atas kertas, karya tulis. Sedangkan yang dimaksud kitab menurut Istilah
(terminologi) adalah Kumpulan wahyu yang diturunkan Allah SWT. kepada paraRasul melalui Malaikat
Jibril yang berisi pedoman hidup bagi umatnya dan telah dibukukan.
1. Adapun kitab-kitab Allah yang wajib kita imani ada empat sebagai berikut:
a. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa As, sebagai pedoman hidup dan petunjuk bagi Bani
Israil. Hal ini sesuai dengan firman Allah :

Artinya : " Dan kami berikan kepada Musa kitab (taurat) dan kami jadikan kitab Taurat itu
petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman) : Janganlah kamu mengambil penolong
selain Aku." (QS. Al Isra' : 22)

Adapun isi pokok Kitab Taurat dikenal dengan The Ten Commandement (sepuluh
perintah Tuhan), yaitu:
1). Jangan ada padamu Tuhan lain di hadirat-Ku
2). Jangan membuat patung ukiran dan jangan pula menyembah patung karena Aku Tuhan

Allahmu
3). Jangan kamu menyebut Tuhan Allahmu dengan sia-sia
4). Ingatlah kamu akan hari Sabat (sabtu), supaya kamu sucikan dia
5). Berilah hormat kepada bapak ibumu
6). Jangan membunuh sesama manusia
7). Larangan berbuat zina
8). Larangan mencuri
9). Larangan menjadi saksi palsu
10). Larangan berkeinginan memiliki hak orang lain.

b. Kitab Zabur atau yang saat ini disebut dengan Mazmur oleh kalangan Kristiani, diturunkan
kepada Nabi Dawud As, untuk disampaikan dan jadikan pedoman hidup bagi umatnya. Firman
Allah :

Artinya: "… dan Kami berikan Zabur kepada Nabi Daud." (QS. Al Isra': 55)

c. Kitab Injil, diturunkan kepada Nabi Isa As, sebagai petunjuk dan tuntunan bagi Bani Israil. Allah
berfirman QS. Al Maidah: 46.

MODUL PAI VIII–UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 2

Artinya: " Dan Kami inginkan jejak mereka (nabi-nabi) dengan Isa putra Maryam, membenarkan
kitab sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil
sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan
membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Taurat, dan menjadi petunjuk serta
pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al Maidah : 46)

Kitab injil memuat beberapa ajaran pokok antara lain sebagai berikut:
1). Perintah agar kembali kepada ajaran tauhid yang murni
2). Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat
3). Ajaran agar hidup sederhana dan menjauhi sifat tamak (rakus)]
4). Pembenaran terhadap kitab-kitab yang datang sebelumnya.
d. Kitab Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk
dijadikan petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia, bukan hanya bangsa Arab.
Allah berfirman dalam QS. Yusuf : 2.

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan bahasa Arab, agar
kamu memikirkannya.” QS. Yusuf : 2

 Sejarah singkat Turunnya Al Qur’an:
Al Qur’an pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pada malam Senin
tanggal 17 Ramadan tahun 40 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau tanggal 6
Agustus 610 M. Ketika beliau berkhalwat di Gua Hira. Adapun wahyu yang pertama
diturunkan adalah QS. Al Alaq ayat 1-5
Al Qur’an di dalamnya memuat 114 surat, 6.666 ayat, 345.345 huruf. Al Qur’an
diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun,
yaitu 13 tahun pada waktu Nabi Nuhammad SAW masih di Makkah 10 tahun setelah
hijrah ke Madinah

 Isi pokok Al Qur’an:
a. Tauhid dan Aqidah Islam
b. Ibadah dan cara mengabdi kepada Allah
c. Janji dan ancaman
d. Cara atau jalan untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat
e. Ceritera/sejarah umat manusian sebelum Nabi Muhammad SAW
f. Akhlaq/budi pekerti
g. Memuat soal muamalah; kedamaian dalam hidup, pergaulan manusia dengan
sesamanya
h. Ilmu pengetahuan

 Keistimewaan kitab suci Al Qur’an antara lain :
a. Membenarkan kitab-kitab suci terdahulu
b. Memuat kisah-kisah para Nabi terdahulu
c. Memberi ketentraman jiwa
d. Mengangkat derajat umat Islam ayang sungguh-sungguh mengamalkan isinya

Pada dasarnya kitab-kitab Allah tersebut mengandung ajaran yang sama, yaitu ajaran tentang
tauhid atau mengesakan Allah. Selain itu, tujuan diturunkannya kitab-kitab tersebut adalah agar
menjadi pedoman hidup guna mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Yang membedakannya
hanya tentang tata cara atau syariatnya, disebabkan adanya perbedaan waktu dan tempat.

2. SHUHUF

Selain menurunkan empat kitab di atas,Allah SWT,juga menurunkan wahyu dalam bentuk
shuhuf.Shuhuf adalah lembaran-lembaran berisi firman Allah SWT yang diturunkan kepada para nabi
atau rasul.Shuhuf berisi tentang hukum dasar yang dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan
agama bagi nabi atau rasul yang telah di beri shuhuf tersebut,Allah SWT berfirman :

MODUL PAI VIII–UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 3

Artinya : “Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab Allah yang dahulu (yaitu) kitab-kitab
Ibrahim dan Musa (Q.S.Al-A’la : 18-19).

Dalam ayat ini memang tidak dibedakan antara kitab dan shuhuf.Tetapi Nabi Muhammad
SAW. membedakannya dengan menyuruh sahabatnya untuk menuliskan ayat pada pelepah kurma,kulit
atau tulang hewan.Lembaran pelepah kurma,kulit dan tulang hewan yang terpisah-pisah inilah yang di
sebut Shuhuf.

Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut :

a. Kitab isinya lebih lengkap dari pada shuhuf,sebab hanya semacam brosur brosur kecil.
b. Kitab adalah wahyu yang kemudian dibukukan,sedangkan shuhuf tidak dibukukan.
c. Kitab diturunkan kepada rasul dan wajib disampaikan kepada umatnya,sedang shuhuf bisa diberikan

kepada nabi bukan rasul dan tidak wajib disampaikan kepada umatnya.

Beberapa nabi yang menerima shuhuf dari Allah adalah sebagai berikut :

a. Nabi Idris As. Menerima 30 Shuhuf
b. Nabi Syits As. Menerima 50 Shuhuf
c. Nabi Ibrahim As. Menerima 10 Shuhuf
d. Nabi Musa As.menerima 10 Shuhuf.

C. FUNGSI IMAN KEPADA KITAB ALLAH
Beriman kepada kitab-kitab Allah membawa pengaruh positif dalam kehidupan manusia.

Adapun fungsinya adalah sebagai berikut:
a. Menusia bisa hidup bahagia di dunia maupun di akhirat, karena telah memiliki tuntunan yang jelas.

(Kitab sebagai pedoman hidup bagi manusia yang beriman)
b. Manusia bisa menghadapi berbagai persoalan yang dihadapinya.
c. Manusia memperoleh penjelasan tentang janji dan ancaman Allah.
d. Manusia semakin meyakini kerasulan seorang utusan Allah
e. Menjadikan manusia berfikir dan berbuat positif
f. Mendapat informasi tentang hal-hal gaib yang tidak terjangkau oleh akal.
g. Manusia dapat menemukan ketenangan jiwa.

Dengan menjadikan kitab-kitab Allah sebagai pedoman hdup, berarti kita telah mengimaninya.
Jika kita telah mengimaninya, maka berbagai pengaruh positif seperti di atas akan kita rasakan. Lebih
dari itu, insya Allah Ridha-Nya akan menaungi perjalanan hidup kita.

II. Latihan Kerja Siswa

A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling tepat!

1. Kitab-kitab suci diturunkan Allah kepada rasul-rasul-Nya untuk...........

a. Sekedar dibaca manusia

b. Hanya dimiliki oleh semua orang

c. Menjadi pedoman hidup bagi manusia

d. Sebagai hukuman bagi seseorang

2. Fungsi iman kepada kitab-kitab Allah SWT, adalah menunjukkan manusia kepada.............

a. Jalan yang sesat c. Perbuatan munkar

b. Perilaku yang hina d. Jalan yang lurus

3. Kitab suci diturunkan Allah di muka bumi agar manusia mendapat.............

a. Kebahagiaan c. Kemungkaran

b. Kezaliman d. Keuntungan

4. Nabi dan Rasul yang menerima suhuf adalah.......................

a. Nabi Yusuf a.s c. Nabi Sulaiman a.s

b. Nabi Ibrahim a.s d. Nabi Hud a.s

5. Wahyu Allah yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw, adalah...............

a. Al-Qur'an c. Zabur

b. Taurat d. Injil

MODUL PAI VIII–UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 4

6. Allah Swt., menurunkan kitab suci kepada para nabi dan rasul itu sebagai...........

a. Ancaman bagi orang yang takwa c. Bahan bacaan dan penelitian

b. Peringatan yang sangat keras d. Pedoman hidup manusia

7. Wahyu Allah yang berupa lembaran-lembaran juga disebut..........

a. Qalam c. suhuf

b. Firman d. Mukjizat

8. Pokok-pokok ajaran Al-Qur'an yang menjelaskan tata cara pengabdian seorang hamba kepada

Allah adalah..............

a. Akidah c. Muamalah

b. Ibadah d. Syariat

9. Kitab Taurat yang diturunkan oleh Allah Swt., sebagai petunjuk bagi............

a. Penduduk Mesir c. Kaum Samud

b. Bani Israil d. Kaum Yahudi

10. Al-Qur'an untuk pertama kali diturunkan di................

a. Padang Arafah c. Mekkah

b. Bukit Tursina d. Madinah

11. Kitab suci Al-Qur'an terdiri dari..........juz

a. 10 c. 30

b. 25 d. 114

12. Peristiwa turunnya ayat-ayat Al-Qur'an adalah................

a. Isra' mi'raj c. Ummul quran

b. Maulid nabi d. Nuzulul quran

13. Wahyu Allah yang pertama kali diterima Nabi Muhammad Saw., adalah........

a. Al 'Alaq c. Al Mudassir

b. Al A'la d. Al Maidah

14. Ayat Al-Qur'an yang pertama kali turun bertepatan dengan tanggal.............

a. 1 Muharam c. 17 Ramadhan

b. 12 Rabiul Awwal d. 27 Ramadhan

15. Kitab Allah Swt., yang berisi puji-pujian, doa-doa, dan zikir adalah.............

a. Injil c. Taurat

b. Al-Qur'an d. Zabur

16. Kitab suci yang juga disebut Sepuluh Firman Allah adalah.............

a. Al-Qur'an c. Zabur

b. Taurat d. Injil

17. Pokok-pokok ajaran Kitab Al-Qur'an tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan

lingkungan, dan manusia dengan Tuhannya adalah..............

a. Akidah c. Muamalah

b. Ibadah d. Syariat

18. Cara ayat-ayat Al-Qur'an diturunkan adalah..............

a. Sekaligus c. seluruhnya

b. Berangsur-angsur d. Bersama-sama

19. Wahyu yang diturunkan sebagai penutup kitab-kitab Allah adalah................

a. Al-Qur'an c. Zabur

b. Taurat d. Injil

20. Dalam surat Al Baqarah ayat 213, menjelaskan bahwa Allah memberikan petunjuk kepada...

a. Orang yang berakal c. Orang yang lemah

b. Orang yang ingkar d. Orang yang beriman

B. Isilah titik-titik berikut ini dengan jawaban yang tepat!

1. Menurut segi bahasa kata kitab berarti........................................................................
2. Beriman kepada kitab-kitab Allah hukumnya...............................................................
3. Kitab mempunyai dua arti, yaitu................................................................................
4. Orang yang hanya mementingkan kehidupan dunia, maka di akhirat akan mengalami.......
5. Allah menciptakan menusia dilengkapi dengan petunjuk agar hidupnya teratur dan terkendali.

Petunjuk itu berupa..................................................................................
6. Utusan Allah yang menerima lembaran-lembaran yang berisi wahyu paling banyak

adalah....................................................................................................................
7. Nabi Muhammad Saw., menerima wahyu yang terakhir adalah.....................................
8. Kitab Al-Qur'an memiliki nama Al Huda, Al Huda, berarti............................................
9. Semua kitab Allah memiliki kesamaan. Letak kesamaannya di bidang.............................

MODUL PAI VIII–UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 5

10. Kitab-kitab Allah Swt., itu mampu menenteramkan jiwa atau hati setiap orang yang beriman, hal ini
merupakan....................................................................................................

C. Kerjakan soal-soal berikut ini!

1. Jelaskan pengertian tentang kitab suci dan suhuf!
Jawab : .................................................................................................................
................................................................................................................

2. Sebutkan kitab-kitab Allah yang wajib diketahui oleh orang yang beriman!
Jawab : .................................................................................................................
................................................................................................................

3. Sebutkan ajaran yang terkandung dalam kitab suci Taurat!
Jawab : .................................................................................................................
................................................................................................................
................................................................................................................

4. Tuliskan dalil naqli yang menjelaskan, bahwa nabi Ibrahim dan nabi Musa menerima suhuf!
Jawab : .................................................................................................................
................................................................................................................

5. Sebutkan fungsi iman kepada kitab-kitab Allah bagi kehidupan manusia!
Jawab : .................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

Hari/Tgl Nilai Paraf Catatan Guru

III. Setelah kalian mempelajari keimanan kepada kitab-kitab Allah Swt, amatilah perilaku
mencintai al-Qur’an dengan benar dan berikan tanggapanmu!

Perilaku yang diamati Tanggapan

Membaca al-Qur’an secara iistiqamah setiap Dapat meningkatkan kecintaan kita kepada al-
hari Qur’an

MODUL PAI VIII–UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 6

IV. Tulislah laporan tadarus al-Qur’an yang kalian laksanakan dalam waktu sebulan terakhir!

Tanggal Nama Surat Ayat

Komentar Guru Nilai Guru Ttd Or. Tu.

MODUL PAI VIII–UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 7

BAB VI
RENDAH HATI, HEMAT DAN SEDERHANA

AMATILAH …
Perhatikan gambar di bawah ini dan ungkapkan apa pendapatmu!

(Sumber:https://ilmucahayakehidupan.wordpress.com)

1. Membaca Ayat al-Qur’ān tentang Rendah Hati, Hemat, dan Sederhana

Ayat berikut ini berisi pesan-pesan mulia terkait dengan rendah hati, hemat, dan
hidup sederhana. Bacalah ayat yang mulia berikut dengan tartil!
a. Q.S. al-Furqan/25: 63

b. Q.S. al-Isra’/17 : 27

2. Mari Memahami Ilmu Tajwid tentang “Al” Syamsiyah dan “Al” Qamariyah Page 1

Hukum bacaan “Al” dibagi menjadi dua macam, yaitu:
MODUL PAI VIII – UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020

a. “Al” syamsiyah (idgam syamsiyah)

b. “Al” qamariyah (izhar qamariyah)

Kedua macam hukum bacaan ini dapat diuraikan sebagai berikut :
Al-syamsiyah adalah “Al” atau alif lam yang dihubungkan dengan salah satu dari huruf-

huruf Syamsiyah. Jumlah hurufnya ada 14 yaitu : ( ‫)س ش ز ر ذ د ث ت ن ل ظ ط ض ص‬.

Cara membacanya adalah dengan memasukkan (mengidghamkan) “Al” ( ‫ ) ال‬kesalah satu
huruf tersebut sehingga bacaan “Al” nya hilang dan lebur kedalam huruf syamsiyah yang

mengikutinya, karena diidghamkan. Al-Syamsiyah disebut juga dengan Idgham

Syamsiyah.

Idgham artinya memasukkan.

Syamsiyah asal kata dari Syams yang artinya matahari.

Contoh Bacaan Al-Syamsiyah

No Tertulis Dibaca Keterangan

1 ‫ا لر حيم‬ ‫ار رحيم‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf ‫ر‬

2 ‫الضحى‬ ‫اض ضحى‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf

‫ض‬

3 ‫السميع‬ ‫اس سميع‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf ‫س‬

4 ‫الظل‬ ‫اظ ظل‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf ‫ظ‬

5 ‫الزور‬ ‫از زور‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf ‫ز‬

Sedangkan Al-Qomariyah adalah “Al” ( ‫ ) ال‬yang dihubungkan dengan salah satu dari

huruf qomariyyah. Jumlah hurufnya ada 14 yaitu huruf ( ‫) ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه‬.

Cara membacanya jelas yakni tetap kelihatan “Al” nya . karena itu sering disebut dengan

bacaan Idzhar Qomariyah.

Idzah artinya jelas / terang, sedangkan Qomariyah asal kata dari qomar yang artinya bulan.

Contoh Bacaan Al-Qomariyah

No Tertulis Dibaca Keterangan

1. ‫الغفور‬ ‫ال غفور‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf ‫غ‬

2. ‫الجحيم‬ ‫ال جحيم‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf ‫ج‬

3. ‫الو دود‬ ‫ال ودود‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf ‫و‬

4. ‫اليوم‬ ‫ال يوم‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf ‫ي‬

5. ‫الموء من‬ ‫ال موء من‬ ‫ ا ل‬bertemu dengan huruf ‫م‬

Perbedaan bacaan Al-Syamsiyah dan Al Qomariyah adalah;

No Dari segi Al-Syamsiyah Al Qomariyah

1 Artinya Matahari Bulan

2 Disebut juga Idgham Syamsiyah Idzhar Qomariyah

3 Cara Mengidghamkan/Al-nya Jelas / Al –nya tetap

membacanya hilang dibaca

4 Contoh bacaan ‫ا لحمد‬ ‫ا لرحمن‬

5 Hurufnya ‫ءبغحجكوخف صضطظلن تثد‬

‫ذرزسش‬ ‫عقىمه‬

3. Mari Belajar Mengartikan Ayat Al-Qur’an

1) Q.S. Al-Furqan/25 : 63 Page 2
Terjemah :

MODUL PAI VIII – UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang
berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa
mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam”.

2) Q.S. al-Isra’/17 : 27

Terjemah :
“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu
sangat ingkar kepada Tuhannya.”

4. Memahami Isi kandungan Q.S. al-Furqan/25 : 63 dan Q.S. alIsra’/17: 27.

Di dalam ayat ini Allah mengajarkan agar kita memiliki sifat rendah hati. Sifat
rendah hati ini harus diwujudkan dalam setiap perilaku kita, baik terhadap diri kita sendiri,
terhadap Allah, maupun terhadap orang-orang jahil yang menyapa kita. Seorang muslim
yang memiliki sifat rendah hati akan mendapatkan keridaan Allah baik di dunia maupun di
akhirat.

Rendah hati disebut juga dengan tawadu’. Pengertian tawadu’ adalah sikap diri yang
tidak merasa lebih dari orang lain. Orang yang tawadu’ berkeyakinan bahwa semua
kelebihan yang ada dalam dirinya semata-mata merupakan karunia dari Allah Swt. Dengan
keyakinan yang demikian dia merasa bahwa tidak sepantasnya kalau kelebihan yang
dimiliki itu dibangga-banggakan. Sebaliknya segala kelebihan yang dimiliki itu diterima
sebagai sebuah nikmat yang harus disyukuri.

Sikap rendah hati dapat terlihat pada saat mereka berjalan. Dari sini akan terlihat
sifat dan sikap kesederhanaan, jauh dari keangkuhan, langkahnya mantap, dan tampil
dengan jati diri yang dimilikinya. Orang yang rendah hati tidak suka meniruniru gaya
orang lain. Apalagi gaya orang itu tidak sesuai dengan ajaran Islam. Orang yang rendah
hati ingin tampil sesuai jati diri dan fitrah manusia. Orang yang rendah hati selalu ingin
menjadi dirinya sendiri sesuai ajaran Allah Swt.

Lawan kata dari rendah hati adalah tinggi hati, sombong, takabur, atau angkuh.
Pernahkah kamu melihat orang yang berjalan dengan dengan penuh kesombongan dan
besar kepala? Sungguh orang semacam itu tidak sedap dipandang mata. Jika kita
melakukan hal itu, orang lain juga tidak senang dengan penampilan kita itu. Allah juga
sangat melarang manusia berjalan dengan kesombongan. Firman Allah dalam surat al-
Isra`/17 ayat 37 :

Artinya : “Dan janganlah engkau berjalan di atas bumi ini dengan sombong...”. (Q.S.

al-Isra`/17 : 37)

Allah melarang keras manusia memiliki sifat sombong. Hanya Allah sajalah yang
berhak untuk sombong. Semua makhluk temasuk manusia tidak boleh sombong atau
angkuh. Tahukah kalian bahwa Allah sangat murka kepada setan karena keangkuhannya?
Waktu itu Allah perintahkan setan untuk meghormati dan menghargai Adam as. Namun,
mereka dengan sombongnya menolak dan menyatakan bahwa mereka lebih baik dan lebih
mulia derajatnya dibanding Adam as. Setan merasa bahwa dirinya yang diciptakan dari api
itu jauh lebih mulia, sedangkan Adam hanya diciptakan dari tanah.

Nabi Muhammad berpesan agar kita senantiasa menghiasi diri kita dengan sifat tawadu’
(rendah hati) dan menjauhkan dari sifat sombong. Sebagai pelajar, pesan Nabi Muhammad
ini dapat kalian terapkan mulai dari hal yang sederhana. Misalnya, ketika sedang

mendapatkan pelajaran di kelas, perhatikan dan

MODUL PAI VIII – UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 3

dengarkan apa yang dikatakan oleh guru dengan baik. Pandangan kalian tertuju kepada
guru yang sedang berbicara, wajah tenang memperhatikan, dan telinga mendengarkan
dengan seksama.

Demikian pula kepada kedua orang tua, seorang anak harus bersikap tawadu kepada
mereka. Dengarkanlah nasihat-nasihatnya. Kalian tidak boleh bersikap sombong sedikit
pun kepada mereka, misalnya merasa lebih pandai dari orang tua atau menganggap mereka
ketinggalan zaman.

Orang yang rendah hati itu derajatnya akan dinaikkan oleh Allah Swt. Sebaliknya,
orang yang tinggi hati malah derajatnya akan diturunkan oleh Allah Swt. Perhatikan
nasihat Rasulullah kepada para sahabat berikut ini:

Pada suatu saat salah seorang sahabat bertanya mengenai rendah hati. Rasulullah menjawab dengan
kalimat yang mulia, “Siapa yang tawadu’ (bersikap rendah hati) kepada Allah satu derajat, niscaya
Allah akan mengangkatnya satu derajat, dan siapa yang bersikap sombong kepada Allah satu derajat,
maka Allah akan merendahkan satu derajat hingga derajat yang paling hina.”

Para sahabat mendengarkan nasihat Rasulullah ini dengan penuh perhatian, mereka kemudian berusaha
untuk mengamalkannya.

Sumber : Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah

Ayat ini diturunkan Allah dalam rangka menjelaskan gaya hidup kaum Jahiliyyah
yang salah. Kaum Jahiliyyah adalah bangsa Arab sebelum mendapatkan pencerahan
cahaya Islam. Mereka suka sekali berfoya-foya. Mereka beranggapan bahwa derajat,
kemasyhuran, dan kehormatan dapat dilihat dari kemampuannya dalam berfoya-foya dan
menghambur-hamburkan hartanya untuk berpesta pora.

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa berfoya-foya serta menghamburhamburkan
harta itu adalah pemborosan yang merupakan bagian dari perbuatan setan. Dengan
demikian, sudah jelas bahwa tindakan semacam ini sangat dilarang oleh Allah Swt.
Sebaliknya, Allah mengajarkan kita agar bisa hidup hemat, sederhana, dan peduli kepada
orang lain dengan cara suka berderma. Dengan tindakan mulia seperti ini, harta yang kita
miliki akan menjadi lebih bermakna bagi diri kita sendiri dan bermanfaat bagi orang lain di
sekitar kita. Sungguh indah ajaran Islam. Oleh karena itu, mari kita amalkan dalam
kehidupan sehari-hari.

Kita dapat menerapkan pola hidup hemat mulai dari hal-hal yang sederhana dan
mudah, seperti hemat dalam menggunakan air dan listrik. Tampaknya kedua hal ini sangat
sepele, tetapi dampaknya sangat luar biasa. Boros listrik dapat mengakibatkan krisis energi,
sedangkan boros air dapat mengakibatkan krisis air. Sungguh kehidupan kita menjadi
sangat terganggu jika di negeri kita ini mengalami krisis energi dan air. Kita dapat
menghemat penggunaan listrik dengan cara menggunakan seperlunya, dan mematikannya
pada saat tidak diperlukan. Kita dapat melakukan penghematan air dengan cara
menggunakan air secukupnya dan hemat pada saat kita sedang wudu, mandi, cuci tangan,
mencuci pakaian, dan sebagainya.

Bukankah wudu itu merupakan ibadah? Mengapa harus berhemat air? Ternyata
pelajaran menghemat air ini sudah diajarkan oleh Rasulullah saw. Perhatikan kisah berikut
ini :

Waktu itu ada seorang sahabat yang bernama Sa’d sedang berwudu. Wudunya lama dan
menghabiskan banyak air. Rasulullah melihat hal ini, lalu beliau bertanya, “Mengapa kamu berlebih-
lebihan, Sa’d?”
Sa’d menjawab, “Maaf ya Rasul, apakah kalau wudu juga dilarang berlebih-lebihan?”

Rasul menjelaskan, “Ya, tidak boleh berlebih-lebihan, meskipun engkau berwudu di sungai yang
mengalir sekalipun.”

Sumber : Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah

MODUL PAI VIII – UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 4

Teladan Rasulullah dalam berhemat dan mencintai lingkungan ini sungguh luar biasa.
Bila kita dapat meneladaninya, insya Allah lingkungan ini akan menjadi lestari dan
terjaga. Dengan demikian manusia yang menghuni bumi ini juga akan merasa lebih
nyaman karena sikapnya yang ramah terhadap lingkungan.

Contoh lain untuk melatih hidup hemat adalah dengan rajin menabung mulai
sekarang. Dengan menabung kita akan mempunyai tata kelola yang baik dalam
mengatur kondisi keuangan. Di samping itu, menabung dapat memenuhi
kebutuhankebutuhan di masa mendatang. Dampak positif lainnya adalah berhemat
sebagai antisipasi ketika kita membutuhkan biaya yang mendadak atau lumayan besar.
Jika terjadi hal yang demikian, kita tidak perlu berhutang dan tidak dilanda rasa gelisah.
Bukankah perilaku hemat dan hidup sederhana akan membantu dan meringankan kita di
masa depan? Nah, jika sudah tahu akan pentingnya hidup hemat dan sederhana, langkah
terbaik kita adalah segera menerapkan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Di samping memberi contoh sifat hemat, Rasulullah juga memberikan teladan agar
kita menjalani hidup dengan kesederhanaan. Rasulullah bukan seorang yang miskin,
namun beliau menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan. Pernyataan ini sesuai
dengan Hadis berikut :

Artinya : “Dari Abu Umamah ia berkata, “Pada suatu hari di sisinya, sahabat
Rasulullah saw. memperbincangkan tentang dunia, maka Rasulullah
bersabda: “Tidakkah kalian mendengar? Tidakkah kalian mendengar?
Sesungguhnya sederhana dalam berpakaian adalah bagian dari iman.
Sesungguhnya sederhana dalam berpakaian adalah bagian dari iman.”
Maksudnya adalah berpakaian apa adanya dan pantas.” (H.R. Abu
Dawud)

5. UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
1. Perhatikan ayat berikut!

Arti dari ayat tersebut adalah ….

a. dan apabila orang-orang sombong menyapa mereka (dengan kata-kata yang
menghina), mereka mengucapkan “salam”

b. dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina),
mereka mengucapkan “salam”

c. dan apabila orang-orang kafir menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina),
mereka tidak mengucapkan “salam”

d. dan apabila orang-orang musyrik menyapa mereka (dengan kata-kata yang
menghina), mereka tidak mengucapkan “salam”

MODUL PAI VIII – UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 5

2. Perhatikan ayat berikut !

Kandungan isi ayat tersebut adalah ….
a. pemboros itu adalah saudara setan c. pemboros menimbulkan kesengsaraan
b. setan suka dengan orang sombong d. janganlah meniru perilaku setan yang hina

3. Contoh dari Alif lam yang dibaca jelas adalah ……….
a. ‫الَّس ِائَل‬
b.‫الَي ِت ْيم‬ c. ‫َوال ْض َحا‬
d. ‫َوالَ ِيل‬
4. Contoh dari alif lam yang dibaca tidak jelas(lebur) adalah ……
a. ‫َو ْلََل ِخ ِرة‬ c. ‫الَيتِ ْيم‬
b. ‫اَلا ٌولَي‬
d. ‫السا ئل‬

5. Perhatikan ayat berikut!

Di dalam ayat tersebut terdabat bacaan “Al” qamariyah sebanyak … tempat.
a. 1 c. 3
b. 3 d. 4
6. Perhatikan ayat berikut!

Di dalam ayat tersebut terdapat bacaan “Al” syamsiyah sebanyak … tempat.

a. 4 c. 3

b. 2 d. 1

7. Seseorang yang mempunyai sifat rendah hati apabila disapa dengan sapaan buruk akan

membalas dengan ....

a. berdiri dan membisu c. menyapa dengan wajar

b. sapaan yang sama d. sapaan dan salam

8. Hikmah yang terkandung dalam hadis yang melarang kita berlebihan dalam

menggunakan air wudu adalah ....

a. meningkatkan rasa kepedulian kepada lingkungan

b. sebagian air digunakan untuk keperluan yang lain

c. agar biaya untuk membayar air tidak banyak terpakai

d. agar salatnya menjadi menjadi lebih sempurna

9. Kita diperintahkan untuk memiliki sifat rendah hati, dengan demikian kita dilarang

memiliki sifat ....

a. Pembohong c. hasud

b. takabur d. khianat

10.Manfaat yang dapat kita peroleh dari perilaku hidup hemat dan sederhana adalah ....

a. semua keinginan dapat terpenuhi pada masa sekarang

b. dapat menabung untuk kebutuhan yang akan datang

c. menjadi salah satu cara agar cepat menjadi kaya

d. bisa peduli pada sesama manusia di sekitar kita

II. Isilah Titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat !
1. Sikap rendah hati dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah...................................................

MODUL PAI VIII – UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 6

2. Gerakan sholat yang menggambarkan sikap rendah hati adalah ...............................................

3. Hidup sederhana adalah..............................................................................................................

4. Salah satu contoh hidup sederhana bagi siswa adalah................................................................

5. Hemat adalah pangkal dari..........................................................................................................

6. Gemar menabung adalah contoh hidup......................................................................................

7. Alif lam Qomariyah disebut juga.............................................................................................

8. Pada bacaan Alif Lam Qomariyah, huruf alif dan lam dibaca..................................................

9. Pada lafal ‫ ا لحمد‬Terdapat bacaan.........................................................................
10. Pada lafal ‫ ا لرحمن‬Terdapat bacaan.........................................................................

III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar !
1. Jelaskan pengertian Rendah hati
(Tawadhu”) ! ..............................................................................................................................
....................................................................................................................................................
..........................
2. Bagaimana cara Tawadhu’ terhadap guru?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....
3. Mengapa kita diperintahkan hidup hemat, beri 2 alasan!
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....
4. Buatlah 2 contoh hidup sederhana dalam kehidupan sehari-hari ?
....................................................................................................................................................
...........
5. Jelaskan perbedaan cara membaca antara Alif Lam Syamsiyah dan Alif Lam Qomariyah !
....................................................................................................................................................
........

IV. TES UNJUK KERJA
Dalam tes unjuk kerja ini siswa membaca QS. al-‘adiyaat ayat 1-11 dan ad-dhuhaa ayat 1- 11

dengan benar kemudian guru atau siswa yang ditunjuk memberikan penilaian sesuai kareteria yang
telah ditentukan dalam tabel berikut ini;

Nama siswa yang membaca: ……………………………

No Aspek yang dinilai 1 2 3 4 Keterangan

1. Sesuai dengan makhroj

2. Sesuai dengan tajwid

3. Kelancaran bacaan

Keterangan : 1. Baik sekali
2. Baik
3. Cukup
4. Tidak baik

Nilai Paraf Guru Catatan

MODUL PAI VIII – UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 7

BAB IV
IBADAH PUASA MEMBENTUK PRIBADI YANG SEMPURNA
AMATILAH …
Perhatikan gambar di bawah ini dan ungkapkan apa pendapatmu!

(Sumber : http://www.saffanskot22.com)

A. Ringkasan Materi
1.
Pengertian Puasa
Puasa merupakan rukun Islam keempat. Puasa secara bahasa berasal dari bahasa Arab “shoum”

yang berarti menahan diri. Sedang menurut istilah adalah menahan diri dari makan dan minum

serta segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari,

dengan niat dan beberapa syarat tertentu, sesuai dengan firman Allah:

Artinya: “Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu
fajar...”(Q.S. al-Baqarah/2 :187)

2. Dasar Hukum Puasa
Puasa itu ada yang hukumnya wajib dan ada yang sunnah.
Puasa diwajibkan bagi orang-orang yang beriman dengan tujuan agar menjadi orang yang
bertakwa, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Baqarah 183 :

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 1

Arti: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”

3. Syarat Wajib Puasa
a. Berakal sehat, orang gila tidak wajib,
b. Baligh/dewasa, anak-anak tidak wajib,
c. Mampu berpuasa, bagi orang yang tidak mampu tidak wajib, cukup membayar fidyah.

4. Syarat Syah Puasa
a. Beragama Islam,
b. Mumayiz (mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk),
c. Suci dari haid dan nifas,
d. Dalam waktu yang diperbolehkan berpuasa,

5. Rukun Puasa
a. Niat pada malam hari, jika dilafalkan maka niat puasa tersebut sebagai berikut:

Artinya: “Saya berniat puasa Ramadan esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan
Ramadan tahun ini karena mentaati perintah Allah Ta’ala.”

b. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai dengan
terbenam matahari (waktu maghrib)

6. Yang Membatalkan Puasa
a. Makan minum dengan sengaja,
b. Muntah dengan sengaja,
c. Berhubungan suami istri,
d. Keluar darah (haid dan nifas) bagi perempuan,
e. Hilang akal
f. Keluar mani dengan sengaja
g. Membatalkan/menggugurkan niat puasa

7. Hal-hal yang disunnahkan dalam puasa
a. Berdoa ketika berbuka puasa,
b. Memperbanyak sedekah,
c. Salat malam, termasuk salat tarawih,
d. Tadarus atau membaca al-Qur’ān.

8. Hal-hal yang mengurangi pahala puasa
Semua perbuatan yang dilarang oleh Islam, Contohnya membicarakan kejelekkan orang
lain, berbohong, mencaci maki orang lain, dan sebagainya.

9. Orang Yang Diperbolehkan Berbuka (Meninggalkan Puasa) dan Tata Cara
Menggantinya
a. Orang yang sedang sakit dengan cara mengganti di hari lain/mengqada
b. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh/musafir dengan cara mengqada
c. Orang yang sudah tua dan tidak kuat lagi puasa, mereka harus membayar fidyah.
d. Orang yang sedang hamil dan menyusui dengan mengqada bila yang diberatkan anak dan
orang tuanya, tapi bila yang diberatkan anaknya saja menurut sebagian ulama’ wajib
membayar qada dan membayar fidyah.

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 2

e. Pekerja berat, dimana dia tidak mempunyai sumber pendapatan lain kecuali pekerjaan itu
dalam hal ini orang tersebut harus membayar fidyah.

10. Waktu yang Diharamkan untuk Puasa
a. Hari raya Idul Fitri dan Idul Adha
b. Hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah
c. Hari yang diragukan (apakah sudah tanggal satu Ramadan atau belum)

11. Macam Puasa Wajib
a. Puasa Ramadhan adalah puasa yang dikerjakankan pada bulan Ramadhan selama satu
bulan lamanya.
b. Puasa Nazar adalah puasa yang harus dikerjakan karena bernazar/janji tentang kebaikan.
c. Puasa Qada adalah puasa yang diniatkan untuk mengganti kewajiban sesudah lewat
waktunya atau pengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan.
d. Puasa Kifarat adalah puasa yang wajib dikerjakan karena melanggar suatu aturan yang telah
ditetapkan dalam agama Islam.
Puasa kafarat wajib dilaksanakan apabila terjadi hal-hal berikut:
1) Tidak memenuhi nazar,
2) Berhubungan suami istri disiang hari pada bulan puasa,
3) Membunuh secara tidak sengaja,
4) Melakukan zihar pada istri (menyamakan istri dengan ibunya).
5) Mencukur rambut ketika ihram,
6) Berburu ketka ihram,
7) Mengerjakan haji dan umrah dengan cara Tamattu’ atau Qiran.

12. Macam-Macam Puasa Sunnah
a. Puasa Syawal, puasa enam hari pada bulan syawal dan pahalanya sama dengan puasa
sepanjang sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:

Artinya: “Dari Abu Ayub, dari Rasulullah SAW. berkata: siapa berpuasa Ramadan
kemudian mengikutinya dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal, yang demikian
itu (pahalanya) seperti puasa setahun.”
(H.R. Jama’ah kecuali Bukhari dan Nasa’i).

b. Puasa Arafah, dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijah (kecuali orang melakukan ibadah
haji). Puasa ini akan menghilangkan dosa selama dua tahun sebagaimana tertuang dalam
hadis berikut:

Artinya: “Dari Abu Qatadah, Nabi Saw., telah berkata,” puasa hari Arafah itu
menghapuskan dosa dua tahun: satu tahun yang telah lalu, dan satu tahun yang
akan datang.”(H.R.Muslim)

c. Puasa hari Senin dan Kamis, puasa sunah yang dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis.
Sebagaimana hadis berikut:

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 3

Artinya: “Rasulullah bersabda : Ditempakan amal-amal umatku pada hari Senin dan Kamis
dan aku senang amalku ditempakan, maka aku berpuasa”.
(H.R. Ahmad dan at-Tirmidzi)

13. Hikmah Puasa Dalam Kehidupan
a. Meningkatkan iman dan takwa dan mendorong kita untuk rajin bersyukur,
b. Melatih hidup disiplin, jujur, dan sabar
c. Menumbuhkan solidaritas dan melatih kepekaan sosial
d. Sebagai pengendali hawa nafsu dari perbuatan tercela.
e. Memberikan waktu istirahat bagi organ tubuh sehingga kita menjadi lebih sehat.

A. UJI KOMPETENSI

I. Pilihlah jawaban yang paling benar!

1. Puasa wajib yang dimaksudkan dalam QS. Al Baqarah 183 adalah puasa yang… .
a. diwajibkan Allah untuk setiap manusia c. diwajibkan pada bulan Ramadhan
b. wajib dikerjakan oleh setiap mu’allaf d. wajib dikerjakan oleh setiap orang Islam

2. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya

matahari termasuk salah satu . . . puasa.

a. syarat c. sunah

b. rukun d. syarat wajib

3. Yang termasuk syarat wajib puasa adalah… .

a. berakal sehat c. sudah masuk waktunya

b. berniat d. suci dari hadas besar dan kecil

4. Alya bernazar, jika ia lulus ujian dengan nilai bagus ia akan berpuasa selama satu minggu.

Apabila keinginan Alya terpenuhi, apa yang semestinya dia lakukan?

a. harus berpuasa c. haram berpuasa

b. tidak harus berpuasa d. makruh berpuasa

.

5. Puasa yang wajib dikerjakan di hari selain Ramadan sebagai ganti puasa Ramadan disebut
puasa… .

a. sunnah b. kafarat c. qada d. fardlu

6. Ganjaran apa yang didapatkan seseorang yang melaksanakan puasa enam hari pada bulan

Syawal?

a. harta yang berlimpah c. terhindar dari api neraka

b. kenikmatan hidup d. pahala puasa sepanjang tahun

7. Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal… .

a. 1 Muharram b. 2 Syawal c. 9 Dzulhijah d. 10 Muharram

8. Ganjaran yang akan didapatkan seseorang yang melakukan ibadah puasa Arafah
adalah . . . .
a. terhapus dosanya satu tahun yang telah lalu, dan satu tahun yang akan datang
b. terhapus dosanya selama dua bulan di masa yang akan datang
c. terhapus dosanya selama-lamanya
d. mendapatkan pahala seperti orang yang pergi haji

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 4

9. Seorang yang haid haram berpuasa. Apabila meninggalkan puasa Ramadhan, maka wajib
baginya… .

a. mengganti puasa di hari lain c. mengganti puasa dan membayar fidyah

b. memberi makan fakir miskin d. membayar fidyah

10. Pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah kita dilarang berpuasa, karena pada hari itu adalah

hari . . . .

a. Tasyrik c. Maulud Nabi Muhammad saw.
b. raya Idul Fitri d. Isra dan Mi’raj

II. Jawablah Pertanyaan berikut secara singkat dan tepat !

1. Jelaskan pengertian puasa menurut bahasa maupun istilah!
…………………………………………………………………………………………..…………
………………………………………………………………………………..........

2. Sebutkan 3 golongan orang yang boleh meninggalkan puasa sebagaimana tercantum dalam QS.

Al Baqarah ayat 184 dan jelaslah pula bagaimana cara menggantinya!
…………………………………………………………………………………………..…..……
…………………………………………………………………………………............
…………………………………………………………………………………………..…..

3. Sebutkan 4 macam puasa wajib dan puasa sunnah!

……………………………………..... ……………………………………………...

……………………………………..... ………………………………………………

……………………………………..... ……………………………………………...

……………………………………..... ……………………………………………...

4. Sebutkan 5 hal yang membatalkan puasa!
a)……………………………………………………………… ……………………........
b)………………………………………………………………………………………......
c)………………………………………………………………………………………......
d)………………………………………………………………………………………......
e)………………………………………………………………………………………......

5. Jelaskan apa fungsi puasa dalam kehidupan manusia?
……………………………………………………………………………..…..………….
……………………………………………………………………………........................
…………………………………………………………………………………………..…

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 5

III.Tugas Individu (Porto Folio) Yang
Isilah Format di bawah ini dengan tepat! Membatalkan Puasa
No Syarat Wajib Syarat Syah Rukun Puasa
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

IV. Penilaian Psikomotorik

Laksanakan puasa sunnah dan buatlah laporan secara jujur dengan cara mengisi
format berikut!

No Hari// Tanggal Puasa Yang Dilakukan Tanda Tangan Orang Tua
1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.

Tanda Tangan Guru Pengajar

..............................................

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 6

BAB III
JIWA LEBIH TENANG DENGAN BANYAK MELAKUKAN SUJUD

AMATILAH …
Perhatikan gambar di bawah ini dan ungkapkan apa pendapatmu!

(Sumber : http://www.dokumenpemudatqn.com)

Pada bab ini kita akan mengupas lebih dalam sujud-sujud yang dilakukan di luar salat. Macam-
macam sujud yang dimaksud meliputi sujud syukur, sahwi, dan tilawah.

1. Sujud Syukur

a. Pengertian Sujud Syukur
Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai wujud terimakasih kepada Allah ketika
seseorang memperoleh kenikmatan besar, atau telah terhindar dari suatu bahaya yang akan
menimpa dirinya.

b. Dasar Hukum Sujud Syukur
Hukum melakukan sujud syukur adalah sunah sebagaimana hadis Rasulullah berikut:

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 1

Artinya : “Dari Abu Bakrah, “Sesungguhnya apabila datang kepada Nabi saw. Sesuatu yang
menggembirakan atau kabar suka, beliau langsung sujud bersyukur kepada Allah.”
(H.R. Abu Dawud dan Tirmizi).

c. Sebab-sebab Melakukan Sujud Syukur

1) Mendapatkan nikmat dari Allah Swt.

2) Terhindar dari bahaya (kesusahan yang besar)

d. Tata Cara Melakukan Sujud Syukur

1) Menghadap kiblat
2) Niat untuk sujud syukur
3) Sujud seperti sujud dalam salat dengan membaca do’a sebagai berikut:

Artiny:“Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha
besar, dan tiada kekuatan serta daya upaya kecuali atas ijin Allah Yang Maha tinggi
dan Maha agung.”

4) Duduk kembali
5) Salam
Untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sujud syukur cukup dilakukan dengan menekurkan
kepala.
e. Hikmah Sujud Syukur
1) Terhindar dari sifat sombong atau angkuh.
2) Memperoleh kepuasan batin berkaitan dengan anugerah yang diterima dari Allah Swt.
3) Merasa dekat dengan Allah sehingga memperoleh bimbingan dan hidayah-Nya.
4) Memperoleh tambahan nikmat dari Allah Swt. dan selamat dari siksa-Nya.

2. Sujud Sahwi
a. Pengertian Sujud Sahwi
Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan karena lupa atau ragu-ragu di dalam salat, dilakukan
dengan cara sujud dua kali setelah membaca tahiyat akhir sebelum salam.
b. Dasar Hukum Sujud Sahwi
Hukum melakukan sujud sahwi adalah sunah sebagaimana hadis Rasulullah Saw. sebagai
berikut:

Artinya: Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi saw bersabda,“Apabila salah seorang di antara

kamu ragu dalam salat, apakah ia sudah mengerjakan tiga atau empat rakaat, maka

hendaklah dihilangkan keraguan itu, dan diteruskan salatnya menurut yang diyakini,
kemudian hendaklah sujud dua kali sebelum salam.”

(HR. Ahmad dan Muslim)

c. Sebab-sebab Sujud Sahwi
1) Meninggalkan salah satu rukun salat seperti lupa rukuk, iktidal, atau sujud.

2) Lupa atau ragu jumlah rakaat.
3) Lupa membaca do’a qunut (bagi yang membiasakan qunut).

4) Lupa melakukan tasyahud awal.

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 2

5) Kelebihan atau kekurangan dalam jumlah rakaat.
d. Tata Cara Sujud Sahwi

1) Setelah selesai membaca tahkiyat akhir, langsung sujud lagi dengan membaca:

Artinya: “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan lupa”.
2) Bangun dari sujud disertai dengan mengucapkan takbir,
3) Duduk sebentar lalu takbir, dan dilanjutkan sujud lagi dengan doa yang sama,
4) Duduk kembali dan diakhiri dengan salam.
e. Hikmah Sujud Sahwi
1) Menghindarkan diri dari perilaku sombong dan angkuh karena menyadari bahwa manusia

adalah tempat salah dan lupa.
2) Kita diajarkan untuk bisa memahami bahwa orang lain juga bisa berbuat salah, dan Jika

orang tersebut mengakui kesalahannya dan minta maaf, maka sebagai umat Islam diajarkan
untuk segera memberi maaf.

2. Sujud Tilawah
a. Pengertian Sujud Tilawah
Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan karena membaca ayat-ayat sajdah dalam Al-
Qur’an ketika salat maupun di luar salat, baik pada saat membaca/menghafal sendiri atau pada
saat mendengarkannya.

b. Dasar Hukum Sujud Tilawah
Hukum melaksanakan sujud tilawah adalah sunah, sebagaimana hadis Rasulullah Saw.
berikut ini:

Artinya:“Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi saw. pernah membaca al-Qur’ān di depan

kami. Ketika bacaannya sampai pada ayat sajdah, beliau takbir, lalu sujud, maka
kami sujud bersama-sama beliau.” (HR. Tirmidzi)

c. Sebab-sebab Sujud Tilawah
Sujud tilawah dilakukan karena pada saat membaca atau mendengarkan bacaan al-Qur’ān

menemukan ayat-ayat sajdah, baik pada saat salat maupun di luar salat.

Adapun ayat-ayat sajdah yang ada di dalam al-Qur’ān berjumlah 15 yaitu:

1) Q.S. al-A’rāf/7 ayat 206 9) Q.S. an-Naml/ 27 ayat 25

2) Q.S. ar-Ra’du/13 ayat 15 10) Q.S. al-Sajdah/32 ayat 15

3) Q.S. an-Nahl/16 ayat 49 11) Q.S. Sad/38 ayat 24
4) Q.S. Al-Isrā’/17 ayat 109 12) Q.S. Fussilat/41 ayat 38

5) Q.S. al-Hajj/22 ayat 18 13) Q.S. an-Najm/53 ayat 62
14) Q.S. al-Insyiqāq/84 ayat 21
6) Q.S. Maryam/19 ayat 58 15) Q.S. al-‘Alaq/96 ayat 19

7) Q.S. al-Hajj/22 ayat 77
8) Q.S. al-Furqān/25 ayat 60

d. Syarat Sujud Tilawah

1) Suci dari hadas dan najis

2) Menghadap kiblat

3) Menutup aurat.

e. Rukun Sujud Tilawah

1) Niat

2) Takbiratul ihram

3) Sujud satu kali dengan diawali bacaan takbir

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 3

4) Duduk setelah sujud dengan tuma’ninah tanpa membaca tasyahud
5) Salam
f. Tata Cara Sujud Tilawah
Tata cara sujud tilawah ada dua macam, yaitu:
1) Sujud tilawah yang dilakukan di luar salat

a. Berdiri menghadap kiblat
b. Berniat melakukan sujud tilawah
c. Takbiratul ihram
d. Sujud satu kali dengan membaca do’a sebagai berikut:

Artinya: “aku bersujud kepada Tuhan yang menjadikan diriku, Tuhan yang
membukakan pendengaran dan penglihatan dengan kekuasaan-Nya.”

e. Duduk sejenak

f. Salam.

2) Sujud tilawah yang dilakukan di dalam salat
Jika pada saat kita sedang berdiri dalam salat membaca ayat sajdah, atau imam membaca
ayat sajdah, maka kita langsung melakukan sujud satu kali dengan membaca do’a sujud

tilawah. Setelah selesai melakukan sujud tilawah tersebut kita langsung berdiri lagi dan

melanjutkan salat kembali.

g. Hikmah Melaksanakan Sujud Tilawah

1) Dijauhkan dari godaan setan.
2) Lebih menghayati bacaan dan makna al-Qur’ān yang sedang dibaca.
3) Mendekatkan diri kepada Allah Swt.

A. UJI KOMPETENSI

I. Pilihlah jawaban yang paling benar!

1. Sujud merupakan salah satu perwujudan dari sikap… .

a. iman b. tawadhu’ c. Islam d. ihsan

2. Ibu Hana terkejut sekali ketika mendengar berita bahwa rombongan Study Wisata dari sekolah

putranya mengalami kecelakaan di daerah Paiton Situbondo. Dengan was-was, bu Hana dan wali

murid yang lain menunggu kabar beritanya. Betapa gembiranya bu Hana ketika mengetahui

bahwa putranya datang bersama dengan rombongan yang selamat. Sebagai ungkapan terima
kasih kepada Allah, seharusnya bu Hana… .

a. melakukan sujud syukur c. memperbanyak istigfar

b. membaca tahmid d. melakukan sujud tilawah

3. Sujud syukur dilakukan… . c. di dalam dan di luar salat
a. di dalam salat d. kapan saja
b. diluar salat

4. Dalam Al Quran dijelaskan bahwa barang siapa yang mau bersyukur, maka Allah menambah
nikmatnya, sebaliknya barang siapa yang tidak mau bersyukur maka… .

a. rizkinya akan ditambah c. azab Allah sangat pedih

b. akan disayangi oleh Allah d. dijauhi oleh teman

5. Daffa mendengar kabar gembira ketika tengah naik bus dalam perjalanan mudik ke kampung
halamannya. Sebagai bentuk rasa syukur, yang perlu dilakukan Daffa adalah . . . .

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 4

a. sujud syukur di lantai bus c. tertawa dan bersorak gembira

b. menghentikan bus, turun, lalu sujud d. sujud syukur dengan menekurkan kepala

6. Perhatikan pernyataan berikut :

1) Ragu-ragu terhadap jumlah rokaat salat

2) Mendapatkan nikmat yang luar biasa

3) Mendengarkan ayat-ayat sajdah

4) Lupa tidak melaksanakan salah satu dari rukun salat

5) Lupa melaksanakan tasyahud awal

6) Terhindar dari bahaya bencana alam

Pernyataan yang bukan merupakan penyebab melaksanakan sujud sahwi adalah....

a. 1, 2 dan 3 c. 1, 4 dan 5

b. 2, 3 dan 6 d. 2, 5 dan 6

7. ”Mahasuci Zat yang tidak tidur dan tidak pernah lupa,” merupakan terjemahan dari bacaan

sujud . . . .

a. sahwi c. tilawah

b. syukur d. Rukun

8. Arya ragu-ragu mengenai jumlah rakaat salatnya. Yang seharusnya dilakukan oleh Arya
adalah . . . .
a. bertanya kepada teman disampingnya c. mengulangi salat dari awal lagi
b. cuek saja selama tidak ada yang tahu d. melanjutkan salat kemudian sujud sahwi

9. Ketika sedang salat, Naura mendengar bacaan ayat sajdah. Yang seharusnya Naura lakukan

adalah . . . .

a. berhenti sejenak dan sujud tilawah c. bertakbir dan melakukan sujud sahwi

b. tetap meneruskan salatnya d. membatalkan salat dan sujud sahwi

10.Pada saat salat jamaah, imam membaca ayat sajdah tetapi tidak melakukan sujud tilawah, maka
sebagai makmum yang dilakukan adalah . . . .
a. sujud tilawah sendirian
b. menegur imam supaya melakukan sujud tilawah
c. mengajak teman di samping untuk sujud tilawah
d. mengikuti imam tidak sujud, karena sujud tilawah adalah sunah

II. Jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Jelaskan persamaan antara sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah!
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………...............

2. Jelaskan hikmah melaksanakan sujud syukur dalam kehidupan sehari-hari?
……………………………………………………………………………………………….……
……………………………………………………………………………...................

3. Jelaskan sebab-sebab mengapa seseorang melakukan sujud sahwi!
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………...............………

4. Jelaskan tata cara melakukan sujud sahwi!

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 5

……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………...............

5. Jelaskan hikmah melaksanakan sujud tilawah dalam kehidupan sehari-hari?
……………………………………………………………………………………………….……

B. Penilaian Psikomotorik

Nama Siswa: _________________________

No Unsur Yang Dinilai Tingkat Kemampuan Catatan Guru
12345

1. Lafadz sujud sahwi

2. Gerakan sujud sahwi

3. Lafadz sujud tilawah

4. Gerakan sujud tilawah

5. Lafadz sujud syukur

6. Gerakan sujud syukur

Jumlah skor

Keterangan Penskoran:

1. Amat kurang Nilai = enilaian x100
2. Kurang SkorMaksimal
3. Cukup

4. Baik

5. Amat baik

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 6

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR – 2020 Page 7

BAB V

PERTUMBUHAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA UMAYYAH
AMATILAH …
Perhatikan gambar di bawah ini dan ungkapkan apa pendapatmu!

Peta Wilayah Bani Umayyah

(Sumber:https://www.Fabiprahasto.wordpress.com)

I. Perkembangan Politik Pemerintahan

Bani Umayyah (Dinasti Umayyah) atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam
pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah
Arab dan sekitarnya (beribukota di Damaskus) ; serta dari 756 sampai 1031 di Kordoba,
Spanyol sebagai Kekhalifahan Kordoba. Nama dinasti ini dirujuk kepada Umayyah bin 'Abd
asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah bin Abu
Sufyan atau kadangkala disebut juga dengan Muawiyah I.

A. Masa Keemasan

Masa ke-Khilafahan Bani Umayyah berumur 90 tahun yaitu dimulai pada masa kekuasaan
Muawiyah bin Abu Sufyan, yaitu setelah terbunuhnya Ali bin Abi Thalib, dan kemudian orang-
orang Madinah membaiat Hasan bin Ali namun Hasan bin Ali menyerahkan jabatan
kekhalifahan ini kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan dalam rangka mendamaikan kaum
muslimin yang pada masa itu sedang dilanda bermacam fitnah yang dimulai sejak terbunuhnya

MODUL PAI VIII – UPTD SMPN 1 BATU AMPAR– 2020 Page 1

Utsman bin Affan, pertempuran Shiffin, perang Jamal dan penghianatan dari orang-orang
Khawarij dan Syi'ah, dan terakhir terbunuhnya Ali bin Abi Thalib.

Ketika Ali bin Abi Thalib wafat pada tahun 661 M, pihak Ali
memilih Hasan, anaknya yang tertua, sedangkan pihak Muawiyah memilih Muawiyah bin Abi
Sufyan, seorang negarawan dan panglima perang yang sangat disiplin serta ahli siasat. Hasan
bin Ali, karena mengingat petuah ayahnya agar mengutamakan persatuan umat Islam,
mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaannya kepada Muawiyah dengan syarat antara
lain bahwa sepeninggal Muawiyah nanti pemerintahan harus dikembalikan kepada dewan
Syura kaum muslimin(perjanjian ini dikenal dengan Perjanjian Madain). Maka Muawiyah pun
menjadi penguasa umat Islam yang pertama setelah berakhirnya masa khulafaurrasyidin. Ia
memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus, dan mendirikan sebuah
pemerintahan yang diwariskan secara turun temurun, yaitu Daulah Bani Umayyah.

Pada masa Muawiyah bin Abu Sufyan perluasan wilayah yang terhenti pada masa khalifah
Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dilanjutkan kembali, dimulai dengan menaklukan
Tunisia, kemudian ekspansi ke sebelah timur, dengan menguasai daerah Khurasan sampai ke
sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Sedangkan angkatan lautnya telah mulai
melakukan serangan-serangan ke ibu kota Bizantium, Konstantinopel. Sedangkan ekspansi ke
timur ini kemudian terus dilanjutkan kembali pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan.
Abdul Malik bin Marwan mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan berhasil
menundukkan Balkanabad, Bukhara, Khwarezmia, Ferghana dan Samarkand. Tentaranya
bahkan sampai ke India dan menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Multan.

Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan pada zaman Al-Walid bin Abdul-Malik.
Masa pemerintahan al-Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat
Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh
tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua
Eropa, yaitu pada tahun 711 M. Setelah Aljazair dan Maroko dapat ditundukan, Tariq bin
Ziyad, pemimpin pasukan Islam, dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan
antara Maroko (magrib) dengan benua Eropa, dan mendarat di suatu tempat yang sekarang
dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Dengan
demikian, Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Cordoba, dengan
cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Seville, Elvira dan Toledo
yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Cordoba. Pasukan Islam
memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang
sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.

Daulah bani Umayyah mencapai puncak kejayaan dan keemasannya pada pada masa Abdul
Malik bin Marwan. Pada masa inilah dibangun masjid Agung Umayyah di Damaskus yang
hingga kini masih berdiri megah bangunannya. Abdul Malik pula yang mula-mula
memerintahkan pendirian rumah sakit di setiap propinsi; juga lembaga-lembaga pedidikan,
social dan pemerintahan. Pada masanya juga, perhatian terhadap Bahasa dan sastra arab tampak
begitu besar. Tidak mengherankan apabila pada masa itu muncul seorang ahli Bahasa seperti
Imam Sibawaih, serta para penyair seperti Ibnu Abi Rabi’ah, Laila Majnun, Al-Farazdaq, dan
lain-lain. Abdul malik bin Marwan mendapat gelar Abul Muluk, yang artinya bapak para raja.
Ini karena keempat putranya: Walid, Sulaiman, Yazid II, dan Hisyam I, semuanya menjadi raja.

Selain Abdul malik, raja Bani Umayyah yang juga terkenal dan berjasa adalah Umar bin Abdul
Aziz. Para Muarrikh (ahli sejarah) menyejajarkannya dengan khalifah Umar bin Khattab karena
ketaatannya dalam beragama, keadilannya dalam pemerintahan, serta kesederhanannya dalam

MODUL PAI VIII – UPTD SMPN 1 BATU AMPAR– 2020 Page 2

kehidupan sehari-hari. Ia dikenal sebagai seorang khalifah yang zahid (tidak mau hidup
mewah), sering mengundang para ulama’ dan fuqaha” (ahli fiqh) untuk mengkaji ilmu di dalam
majelisnya. Jasanya yang terbesar adalah tadwin Hadits, yakni membukukan hadits-hadits Nabi
Muhammad SAW., sehingga sumber hokum Islam kedua setelah Al-Qur’an itu dapat
diselamatkan dari kepunahan.

B. Bani Umayyah di Andalus

Al-Andalus atau (kawasan Spanyol dan Portugis sekarang) mulai ditaklukan oleh umat Islam
pada zaman khalifah Bani Umayyah, Al-Walid bin Abdul-Malik (705-715 M), dimana tentara
Islam yang sebelumnya telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu
propinsi dari dinasti Bani Umayyah.

Dalam proses penaklukan ini dimulai dengan kemenangan pertama yang dicapai oleh Tariq bin
Ziyad membuat jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Kemudian pasukan Islam
dibawah pimpinan Musa bin Nushair juga berhasil menaklukkan Sidonia, Karmona, Seville,
dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Goth, Theodomir di Orihuela, ia bergabung
dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di
Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Zaragoza sampai Navarre.

Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin
Abdul-Aziz tahun 99 H/717 M, dimana sasaran ditujukan untuk menguasai daerah sekitar
pegunungan Pirenia dan Perancis Selatan. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada Al-Samah,
tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H. Selanjutnya, pimpinan
pasukan diserahkan kepada Abdurrahman bin Abdullah al-Ghafiqi. Dengan pasukannya, ia
menyerang kota Bordeaux, Poitiers dan dari sini ia mencoba menyerang kota Tours, di kota ini
ia ditahan oleh Charles Martel, yang kemudian dikenal dengan Pertempuran Tours, al-Ghafiqi
terbunuh sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan tentara muslim mundur kembali ke
Spanyol.

Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, politik, dan ekonomi
negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak
dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil. Bersamaan dengan itu penguasa Goth
bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa, yaitu aliran Monofisit,
apalagi terhadap penganut agama lain, Yahudi. Penganut agama Yahudi yang merupakan
bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. Yang tidak
bersedia disiksa, dan dibunuh secara brutal.

Buruknya kondisi sosial, ekonomi, dan keagamaan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan
politik yang kacau. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderic, Raja Goth
terakhir yang dikalahkan pasukan Muslimin. Awal kehancuran kerajaan Visigoth adalah ketika
Roderic memindahkan ibu kota negaranya dari Seville ke Toledo, sementara Witiza, yang saat
itu menjadi penguasa atas wilayah Toledo, diberhentikan begitu saja. Keadaan ini memancing
amarah dari Oppas dan Achila, kakak dan anak Witiza. Keduanya kemudian bangkit
menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderic. Mereka pergi ke Afrika Utara dan
bergabung dengan kaum muslimin. Sementara itu terjadi pula konflik antara Raja Roderick
dengan Ratu Julian, mantan penguasa wilayah Septah. Julian juga bergabung dengan kaum
muslimin di Afrika Utara dan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol, Julian
bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh Tharif, Tariq dan Musa.

MODUL PAI VIII – UPTD SMPN 1 BATU AMPAR– 2020 Page 3

Hal menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderic yang terdiri dari para
budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang, selain itu, orang Yahudi yang
selama ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan
kaum Muslimin.

Sewaktu penaklukan itu para pemimpin penaklukan tersebut terdiri dari tokoh-tokoh yang kuat,
yang mempunyai tentara yang kompak, dan penuh percaya diri. Yang tak kalah pentingnya
adalah ajaran Islam yang ditunjukkan para tentara Islam, yaitu toleransi, persaudaraan, dan
tolong menolong. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum
muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana.

C. Kronologi Kekuasaan Bani Ummayyah

 661 M- Muawiyah menjadi khalifah dan mendirikan Bani Ummayyah.
 670 M- Perluasan ke Afrika Utara. Penaklukan Kabul.
 677 M- Penaklukan Samarkand dan Tirmiz. Serangan ke Konstantinopel.
 680 M- Kematian Muawiyah. Yazid I menaiki takhta. Peristiwa pembunuhan Husain.
 685 M- Khalifah Abdul-Malik menegaskan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi.
 700 M- Kampanye menentang kaum Barbar di Afrika Utara.
 711 M- Penaklukan Spanyol, Sind, dan Transoxiana.
 713 M- Penaklukan Multan.
 716 M- Serangan ke Konstantinopel.
 717 M- Umar bin Abdul-Aziz menjadi khalifah. Reformasi besar-besaran dijalankan.
 725 M- Tentara Islam merebut Nimes di Perancis.
 749 M- Kekalahan tentara Ummayyah di Kufah, Iraq terhadap tentara Abbasiyyah.
 750 M- Damsyik direbut oleh tentara Abbasiyyah. Kejatuhan Kekhalifahan Bani

Ummaiyyah.
 756 M- Abdurrahman Ad-Dakhil menjadi khalifah Muslim di Kordoba.Memisahkan diri

dari Abbasiyyah.

D. Kekhalifahan Utama di Damaskus

1. Muawiyah I bin Abu Sufyan, 41-61 H / 661-680 M
2. Yazid I bin Muawiyah, 61-64 H / 680-683 M
3. Muawiyah II bin Yazid, 64-65 H / 683-684 M
4. Marwan I bin al-Hakam, 65-66 H / 684-685 M
5. Abdul-Malik bin Marwan, 66-86 H / 685-705 M
6. Al-Walid I bin Abdul-Malik, 86-97 H / 705-715 M
7. Sulaiman bin Abdul-Malik, 97-99 H / 715-717 M
8. Umar II bin Abdul-Aziz, 99-102 H / 717-720 M
9. Yazid II bin Abdul-Malik, 102-106 H / 720-724 M
10. Hisyam bin Abdul-Malik, 106-126 H / 724-743 M
11. Al-Walid II bin Yazid II, 126-127 H / 743-744 M
12. Yazid III bin al-Walid, 127 H / 744 M
13. Ibrahim bin al-Walid, 127 H / 744 M

E. Kekhalifahan di Kordoba

 Abdur-rahman III, 929-961
 Al-Hakam II, 961-976
 Hisyam II, 976-1008

MODUL PAI VIII – UPTD SMPN 1 BATU AMPAR– 2020 Page 4

 Muhammad II, 1008-1009
 Sulaiman, 1009-1010
 Hisyam II, 1010-1012
 Sulaiman, dikembalikan, 1012-1017
 Abdur-rahman IV, 1021-1022
 Abdur-rahman V, 1022-1023
 Muhammad III, 1023-1024
 Hisyam III, 1027-1031

F. Masa Berakhirnya Pemerintahan Bani Umayyah

Pada awal abad ke-8 (720 M) sentimen anti pemerintahan Bani Umayyah telah tersebar,
dan kelompok-kelompok yang merasa tidak puas bermunculan. Rasa tidak puas ini
akhirnya melahirkan suatu kekuatan koalisi yang didukung oleh keturunan Abbas, paman
Nabi SAW., dan dikemudian hari muncul sebagai sebuah pemberontakan yang tidak
tertahankan. Pemberontakan itu terjadi pada masa pemerintahan Marwan bin Muhammad
(Marwan II). Pertempuran sengit melua di hulu sungai Zab, sebuah anak sungai Tigris
sebelah timur Mosul. Kubu Bani Abbasiyah yang dipimpin panglima Abdullah bin Ali
berhasil mengalahkan tentara Bani Umayyah yang dipimpin oleh Marwan II yang
kemudian melarikan diri ke Mesir. Namun malang baginya, ia tertangkap di sana kemudian
terbunuh. Dengan demikian, berakhirlah riwayat Daulah Umayyah, digantikan oleh Daulah
Abbasiyah.

Adapun sebab-sebab runtuhnya Daulah Umayyah sebagai berikut:

1. Sebab-sebab umum, meliputi;

a. Penyelewengan dari system demokrasi Islam diganti dengan system monarki;
b. Pengangkatan putra mahkota lebih dari satu; dan
c. Mengkhianati perjanjian Madain (antara Muawiyah dengan Hasan bin Ali)

2. Sebab-sebab khusus, antara lain;
a. Kelemahan dari khalifah Yazid II yang mengangkat para pejabat tanpa
mempertimbangkan kemampuan mereka;
b. Adanya kebiasaan hidup mewah dan boros di lingkungan istana, dan
c. Adanya pemberontakan-pemberontakan terutama pemberontakan dari bani
Abbasiyah

II. Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Pada masa pemerintahan Bani Umayyah, ilmu pengetahuan mengalami kemajuan yang
sangat berarti. Adapun perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini dapat
dikelompokkan sebagai berikut :

a. Ilmu Kimia

Di antara ahli kimia ketika itu adalah Abu al-Qasim Abbas ibn Farnas yang
mengembangakan ilmu kimia murni dan kimia terapan. Ilmu kimia murni maupun
kimia terapan adalah dasar bagi ilmu farmasi yang erat kaitannya dengan ilmu
kedokteran.

b. Kedokteran Page 5
MODUL PAI VIII – UPTD SMPN 1 BATU AMPAR– 2020

Di antara ahli kedokteran ketika itu adalah Abu al-Qasim al-Zahrawi. Ia dikenal
sebagai ahli bedah, perintis ilmu penyakit telinga, dan pelopor ilmu penyakit kulit. Di
dunia Barat dikenal dengan Abulcasis. Karyanya berjudul al-Ta¡rif li man ‘Ajaza ‘an
al Ta’l³f, yang pada abad XII telah diterjemahkan oleh Gerard of Cremona dan dicetak
ulang di Genoa (1497M), Basle (1541 M) dan di Oxford (1778 M). Buku tersebut
menjadi rujukan di universitas-universitas di Eropa.

c. Sejarah.

i. Abu Marwan Abdul Malik bin Habib, salah satu bukunya berjudul al-Tarikh. Ia
meninggal pada tahun 852 M.

ii. Abu Bakar Muhammad bin Umar, dikenal dengan Ibnu Quthiyah. Karya bukunya
berjudul Tarikh Iftitah al-Andalus.

iii. Hayyan bin Khallaf bin Hayyan, karyanya al-Muqtabis fi Tarikh Rija al Andalus dan
al-Matin.

d. Bahasa dan sastra

Di antara tokoh terkenal bidang sastra ketika itu adalah :

1) Ali al-Qali, karyanya al-Amali dan al-Nawadir, wafat pada tahun 696 M.

2) Abu Bakar Muhammad Ibn Umar. Di samping terkenal sebagai ahli sejarah, ia
adalah seorang ahli bahasa Arab, nahwu, penyair, dan sastrawan. Ia menulis buku
dengan judul al-Af’al dan Fa’alta wa Af’alat. Ia meninggal pada tahun 977 M.

3) Abu Amr Ahmad ibn Muhammad ibn Abd Rabbih, karya prosa diberi nama al-
‘Aqd al-Farid. Ia meninggal tahun 940 M.

4) Abu Amir Abdullah ibn Syuhaid. Lahir di Cordova pada tahun 382 H/992 M dan
wafat pada tahun 1035 M. Karyanya dalam bentuk prosa adalah Risalah al -
awabi’ wa al-Zawabig, Kasyf al-Dakk wa A£ar al-Syakk dan Hanut ‘Athar.

III. Pertumbuhan Kebudayaan

Selain ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayah juga berhasil mengembangkan bidang
lainnya, yaitu :

a. Arsitektur

Perkembangan di bidang arsitektur ini terlihat dari bangunan-bangunan artistik serta
masjid-masjid yang memenuhi kota. Kota lama pun dibangun menjadi kota modern.
Mereka memadukan gaya Persia dengan nuansa Islam yang kental di setiap sudut
bangunannya. Pada masa Walid dibangun juga sebuah masjid agung yang terkenal
dengan sebutan Masjid Damaskus yang diarsiteki oleh Abu Ubaidah bin Jarrah serta
dibangunnya sebuah kota baru yaitu kota Kairawan oleh Uqbah bin Nafi.

b. Organisasi militer

Pada masa pemerintahan Bani Umayyah ini militer dikelompokkan menjadi 3 angkatan
yaitu angkatan darat (al-jund), angkatan laut (al-bahiriyah) dan angkatan kepolisian.

c. Perdagangan

Setelah Bani Umayah berhasil menaklukkan bebagai wilayah, jalur perdangan menjadi
semakin lancar. Ibu Kota Basrah di Teluk Persi pun menjadi pelabuhan dagang yang
ramai dan makmur, begitu pula Kota Aden.

d. Kerajinan

Ketika Khalifah Abdul Malik menjabat, mulailah dirintis pembuatan tiras (semacam
bordiran), yakni cap resmi yang dicetak pada pakaian khalifah dan para pembesar
pemerintahan.

MODUL PAI VIII – UPTD SMPN 1 BATU AMPAR– 2020 Page 6

IV. UJI KOMPETENSI
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar

1. Khalifah pertama Bani Umayyah adalah....

a. Abdul Malik bin Marwan c. Walid bin Abdul Malik

b. Muawiyah bin Abu Sofyan d. Umar bin Abdul Aziz

2. Pembukuan Hadits yang terjadi pertama kali pada masa Bani Umayyah ketika pemerintahan

dipegang oleh....

a. Muawiyah bin Abi Shofyan c. Malik bin Marwan

b. Umar bin Abdul Aziz d. Yazid bin Muawiyah

3. Masa kejayaan Bani Umayyah terwujud ketika dipimpin oleh....

a. Muawiyah bin Abu Sofyan c. Walid bin Abdul Malik

b. Abdul Malik bin Marwan d. Hisyam bin Abdul Malik

4. Cendikiawan Islam dibidang ilmu tafsir adalah....

c. Ibnu Abbas c. Ibnu Sina

d. Ibnu Sahal d. Ibnu Rusyd

5. Perhatikan pernyataan dibawah ini:

1) Kehidupan yang serba mewah bagi keluarga istana.

2) Munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abas ibn Abd al-

Muthalib.

3) Pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani

Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam.

4) Semangat yang tinggi dalam persatuan dan kesatuan dalam bela negara.

5) Banyak memberikan bantuan kepada fakir miskin. Yang merupakan penyebab

runtuhnya Bani Umayyah....

a. 1, 2 dan 3 c. 2, 3 dan 4

b. 3, 4 dan 5 d. 1, 2 dan 4

6. Abu Muluk adalah gelar yang diberikan kepada khalifah Bani Umayyah yang
bernama…

a. Abdul Malik bin Marwan c. Yazid bin Muawiyah

b. Umar bin Abdul Aziz d. Yazid bin Abdul malik

7. Panglima perang Bani Umayyah yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah

selat yaitu:

a. Abdul Malik bin Marwan c. Umar bin Abdul Aziz

b. Thariq bin ziyad d. Walid bin Abdul Malik

8. Khalifah Bani Umayyah yang bergelar Al Faruq II adalah....

a. Abdul Malik bin Marwan c. Umar bin Abdul Aziz

b. Yazid bin Muawiyah d. Walid bin Abdul Malik

9. Kota yang terkenal dengan julukan kota seribu malam adalah....

a. Mekah c. Madinah

b. Bagdad d. Yunani

10. Pada masa Walid bin Abdul Malik dibangun sebuah Masjid Damaskus hasil karya

arsitek terkenal yang bernama....

MODUL PAI VIII – UPTD SMPN 1 BATU AMPAR– 2020 Page 7

a. Abu Ubaidah bin Jarrah c. Uqbah bin Nafi
b. Sa’id bin Musayyad d. Rabi’ah Ar-Ra’iy

B. Isilah Titik-titik di bawah ini dengan tepat!
1. Pemerintahan Bani Umayyah berlangsung selama…..
2. Kekuasaan Bani Umayyah di bagi menjadi dua wilayah yaitu…..
3. Pendiri Daulah Umayyah adalah…….
4. Puncak kejayaan Daulah Umayyah ketika pemerintahan dipegang oleh khalifah….
5. Pemerintah daulah Umayyah berpusat di Kota….
6. Masjid Agung Umayyah di Damaskus didirikan pada masa pemerintahan….
7. Gelar yang diberikan kepada khalifah Abdul malik Bin Marwan adalah….
8. Pembukuan Hadits terjadi pada masa pemerintahan khalifah….
9. Sistem pemerintahan Daulah Umayyah adalah….
10.Berakhirnya Daulah Umayyah ketika pemerintahan dipegang oleh khalifah….

C. Jawablah pertanyan-pertanyan di bawah ini dengan argumen yang tepat.

1. Jelaskan penyebaran Islam pada masa Daulah Umayyah!

2. Jelaskan perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Daulah Umayyah!

3. Apakah maksud dari perjanjian Madain itu dan apa pula isi perjanjiannya?

4. Sebutkan 5 khalifah Daulah Umayyah yang berpusat di Damaskus!

5. Mengapa Daulah Umayyah runtuh, apa penyebab-penyebabnya?

MODUL PAI VIII – UPTD SMPN 1 BATU AMPAR– 2020 Page 8

LEBIH DEKAT KEPADA ALLAH SWT DENGAN MENGAMALKAN SALAT SUNNAH
AMATILAH …
Perhatikan gambar di bawah ini dan ungkapkan apa pendapatmu!

(Sumber : http://ikadiabdya.wordpress.com)

A. Shalat Sunah Berjamaah.

Shalat sunah disebut juga dengan shalat Tatawwu’ yaitu shalat sunah yang dilakukan untuk
menambah atau menutupi kekurangan-kekurangan ibadah wajib. Shalat sunah disebut juga dengan shalat

Nawafil yaitu shalat yang jika dikerjakan mendapat pahala jika ditinggal tidak berdosa.

Shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan secara bersama-sama paling sedikit 2

orang, seorang sebagai imam dan yang lain sebagai makmum. Adapun shalat berjamaah hukumnya

sunah muakkad.

Shalat sunah yang boleh dan lebih baik dilaksanakan dengan cara berjamaah adalah ; shalat Idain,

shalat Tarawih, dan Witir. Sedangkan shalat sunnah yang lebih baik dikerjakan dengan cara munfarid
adalah shalat Tahiyatul Masjid, shalat Tahajjud, shalat Istikharah dan shalat Dhuha.

1. Shalat Idain.

a. Pengertian dan hukum

Idain artinya dua hari raya. Yang dimaksud shalat Idain adalah shalat pada waktu dua hari raya
yakni Hari Raya Idul fitri (1 syawal) dan Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).
Adapun hukum melaksanakannya adalah sunah muakkad.
b. Dasar hukum

Hadits Rasulullah SAW

‫َع ْن أَ َن ِس ْب ِن َما ِل ٍك َقا َل َكا َن ِلأَ ْه ِل ا ْل َجا ِه ِل ّيَ ِة يَ ْو َما ِن فِي ُك ِل َسنَ ٍة َي ْلعَبُو َن ِفي ِه َما فَ َل َّما َق ِد َم النَّ ِب ُّي َص َّلى اللهُ َع َل ْي ِه َو َس َّل َم‬
‫ا ْل َم ِدينَةَ قَا َل َكا َن لَ ُك ْم َي ْو َما ِن تَ ْلعَبُو َن ِفي ِه َما َوقَدْ أَ ْبدَلَ ُك ُم اللهُ بِ ِه َما َخ ْي ًرا ِم ْن ُه َما َي ْو َم ا ْل ِف ْط ِر َويَ ْو َم ا ْلأَ ْض َحى‬

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 1

Artinya : Dari Anas bin Malik berkata bahwa orang-orang Jahiliyah mempunyai dua hari raya dalam
setahun, mereka merayakannya dengan bersukaria. Ketika Rasulullah datang di Madinah
beliau bersabda : “Kalian mempunyai dua hari raya yang kalian bersenang-senang di
dalamnya, sungguh Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik yaitu Hari
Raya Fitri dan Hari Raya Adha.(HR. Abu Dawud).

c. Waktu dan tempat pelaksanaan

Waktu mengerjakan shalat sunah Idul Fitri adalah setelah terbitnya matahari dua penggalah
(kurang lebih 3 meter) sampai tergelincirnya matahari. Sedangkan shalat Idul Adha dimulai setelah
matahari terbit satu penggalah. Adapun tempatnya sebaiknya dilakukan di tanah lapang seperti yang
dianjurkan oleh Nabi (kecuali ada halangan), karena shalat Id itu untuk syiar agama. Namun sebagian
ulama’ berpendapat lebih baik dikerjakan di Masjid, karena masjid itu tempat yang mulia dan suci.
d. Cara melaksanakan Shalat Idain

1. Niat serta takbiratul ihram
2. Takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat ke dua.
3. Di sela-sela takbir membaca tasbih (Subhanallah walhamdu lillahi ...)
4. Membaca surat al-Fatihah, surat pendek dan seterusnya sampai salam
5. Mendengarkan khutbah shalat Id dengan tertib.
2. Shalat Tarawih

a. Pengertian dan hukum

Shalat Tarawih adalah shalat sunah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan,
setelah shalat Isya’ sampai sebelum terbit fajar. Adapun hukumnya adalah sunah muakkad.
b. Dasar hukum

Riwayat :

‫ َخ َر ْجت َم َع ُع َم َر بْ ِن ا ْل َخ َّطا ِب‬: ‫ أَ ّنَهُ قَا َل‬،‫وعن ابن شهاب عن عروة بن الزبير عن عبد الرحمن بن عبد القاري‬

‫ َويُ َص ِلي ال َّر ُج ُل َفيُ َص ِلي ِب َص ََلتِ ِه‬، ‫ يُ َص ِلي ال َّر ُج ُل ِلنَ ْف ِس ِه‬، ‫ َفإِذَا النَّا ُس أَ ْو َزاعٌ ُمتَفَ ِرقُو َن‬، ‫َل ْيلَةً فِي َر َم َضا َن إ َلى ا ْل َم ْس ِج ِد‬

‫ ثُ َّم‬. ‫ ثُ َّم َع َز َم فَ َج َمعَ ُه ْم َع َلى أُ َبيِ ْب ِن َكعْ ٍب‬، ‫ إنِي أَ َرى لَ ْو َج َم ْع ُت َه ُؤ ََل ِء َعلَى قَا ِر ٍئ َوا ِح ٍد لَ َكا َن أَ ْمثَ َل‬: ‫ فَ َقا َل ُع َم ُر‬. ‫ال َّر ْه ُط‬
‫ ِن ْع َم ا ْلبِ ْد َعةُ َه ِذ ِه‬: ‫ َقا َل ُع َم ُر‬. ‫َخ َر ْجت َمعَهُ َل ْيلَةً أُ ْخ َرى َوالنَّا ُس يُ َصلُّو َن ِب َص ََلةِ قَا ِرئِ ِه ْم‬

Artinya : “Diriwayatkan dari Ibnu Syihab, dari `Urwah bin al-Zubair, dari Abd. Rahman bin Abd.
al-Qari, ia berkata: “Pada suatu malam di bulan Ramadhan, saya keluar ke masjid
bersama Umar bin al-Khatthab. Kami mendapati masyarakat terbagi menjadi beberapa
kelompok yang terpisah-pisah. Sebagian orang ada yang shalat sendirian. Sebagian yang
lain melakukan shalat berjamaah dengan beberapa orang saja. Kemudian Umar berkata:
“Menurutku akan lebih baik jika aku kumpulkan mereka pada satu imam.” Lalu Umar
berketetapan dan mengumpulkan mereka pada Ubay bin Ka`ab. Pada kesempatan
malam yang lain, aku (Rahman bin Abd. al-Qari) keluar lagi bersama Umar. (dan aku
menyaksikan) masyarakat melakukan shalat secara berjamaah mengikuti imamnya.
Umar berkata: “Ini adalah sebaik-baik bid`ah…” (HR. Bukhari).

c. Bilangan rakaat

Shalat tarawih 11 atau 13 raka’at yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah
pembatasan. Sehingga para ulama dalam pembatasan jumlah raka’at shalat tarawih ada beberapa
pendapat. Ada sebagian ulama yang membatasinya dengan 11 raka’at. Mayoritas ulama mengatakan
shalat tarawih adalah 20 raka’at (belum termasuk witir). Al Kasaani mengatakan, “ ’Umar
mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan qiyam Ramadhan lalu diimami oleh Ubay bin Ka’ab
radhiyallahu Ta’ala ‘anhu. Lalu shalat tersebut dilaksanakan 20 raka’at. Tidak ada seorang pun yang
mengingkarinya sehingga pendapat ini menjadi ijma’atau kesepakatan para sahabat.” (Lihat Al
Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/9636) Ulama lainnya mengatakan lagi bahwa shalat tarawih

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 2

adalah 39 raka’at dan sudah termasuk witir. Juga ada yang mengatakan mengatakan bahwa shalat
tarawih adalah 40 raka’at dan belum termasuk witir. Bahkan Imam Ahmad bin Hambal melaksanakan
shalat malam di bulan Ramadhan tanpa batasan bilangan.
Kesimpulan dari pendapat-pendapat yang ada adalah sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyah,
“Semua jumlah raka’at di atas boleh dilakukan. Melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan
dengan berbagai macam cara tadi itu sangat bagus. Dan memang lebih utama adalah melaksanakan
shalat malam sesuai dengan kondisi para jama’ah. Kalau jama’ah kemungkinan senang dengan
raka’at-raka’at yang panjang, maka lebih bagus melakukan shalat malam dengan 10 raka’at ditambah
dengan witir 3 raka’at, sebagaimana hal ini dipraktekkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri
di bulan Ramdhan dan bulan lainnya. Dalam kondisi seperti itu, demikianlah yang terbaik. Namun
apabila para jama’ah tidak mampu melaksanakan raka’at-raka’at yang panjang, maka melaksanakan
shalat malam dengan 20 raka’at itulah yang lebih utama. Seperti inilah yang banyak dipraktekkan oleh
banyak ulama. Shalat malam dengan 20 raka’at adalah jalan pertengahan antara jumlah raka’at shalat
malam yang sepuluh dan yang empat puluh. Kalaupun seseorang melaksanakan shalat malam
dengan 40 raka’at atau lebih, itu juga diperbolehkan dan tidak dikatakan makruh sedikitpun. Bahkan
para ulama juga telah menegaskan dibolehkannya hal ini semisal Imam Ahmad dan ulama lainnya.
Oleh karena itu, barangsiapa yang menyangka bahwa shalat malam di bulan Ramadhan memiliki
batasan bilangan tertentu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga tidak boleh lebih atau
kurang dari 11 raka’at, maka sungguh dia telah keliru.” (Majmu’ Al Fatawa, 22/272)
Dari penjelasan di atas kami katakan, hendaknya setiap muslim bersikap arif dan bijak dalam
menyikapi permasalahan ini. Sungguh tidaklah tepat kelakuan sebagian saudara kami yang berpisah
dari jama’ah shalat tarawih setelah melaksanakan shalat 8 atau 10 raka’at karena mungkin dia tidak
mau mengikuti imam yang melaksanakan shalat 23 raka’at atau dia sendiri ingin melaksanakan shalat
23 raka’at.
Setelah penjelasan di atas, tidak ada masalah untuk mengerjakan shalat 11 atau 23 raka’at. Namun
yang terbaik adalah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berdiri yang agak
lama. Dan boleh juga melakukan shalat tarawih dengan 23 raka’at dengan berdiri yang lebih ringan
sebagaimana banyak dipilih oleh mayoritas ulama.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik shalat adalah yang lama berdirinya.” (HR.
Muslim no. 756).
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang shalat
mukhtashiron.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sebagian ulama menafsirkan ikhtishor (mukhtashiron)
dalam hadits di atas adalah shalat yang ringkas (terburu-buru), tidak ada thuma’ninah ketika
membaca surat, ruku’ dan sujud. (Lihat Syarh Bulughul Marom, Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim,
49/3).
Oleh karena itu, tidak tepat jika shalat 23 raka’at dilakukan dengan kebut-kebutan, bacaan Al Fatihah
pun kadang dibaca dengan satu nafas. Bahkan kadang pula shalat 23 raka’at yang dilakukan lebih
cepat selesai dari yang 11 raka’at. Ini sungguh suatu kekeliruan. Seharusnya shalat tarawih dilakukan
dengan penuh khusyu’ dan thuma’ninah, bukan dengan kebut-kebutan. Semoga Allah memberi taufik
dan hidayah.
d. Cara melaksanakan

Salam Setiap Dua Raka’at

Para pakar fiqih berpendapat bahwa shalat tarawih dilakukan dengan salam setiap dua raka’at.
Karena tarawih termasuk shalat malam. Sedangkan shalat malam dilakukan dengan dua raka’at
salam dan dua raka’at salam. Dasarnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at. (HR. Bukhari dan Muslim)

Istirahat Tiap Selesai Empat Raka’at
Para ulama sepakat tentang disyariatkannya istirahat setiap melaksanakan shalat tarawih empat
raka’at. Inilah yang sudah turun temurun dilakukan oleh para salaf. Namun tidak mengapa kalau tidak

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 3

istirahat ketika itu. Dan juga tidak disyariatkan untuk membaca do’a tertentu ketika melakukan istirahat.
Inilah pendapat yang benar dalam madzhab Hambali. (Lihat Al Inshof, 3/117).
Dasar dari hal ini adalah perkataan ‘Aisyah yang menjelaskan tata cara shalat malam Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat 4 raka’at, maka janganlah
tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya. Kemudian beliau melaksanakan shalat 4 raka’at
lagi, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya.” (HR. Bukhari no. 3569 dan
Muslim no. 738).

3. Shalat Witir

a. Pengertian dan hukum

Witir artinya ganjil. Shalat Witir artinya shalat sunah yang dikerjakan pada malam hari setelah
shalat Isya’ dengan bilangan rakaatnya ganjil.

b. Dasar hukum

َ‫َكا َن يُ َص ِلى ثََلَ َث َع ْش َرةَ َر ْكعَةً يُ َص ِلى ثَ َما َن َر َكعَا ٍت ثُ َّم يُو ِت ُر ثُ َّم يُ َص ِلى َر ْكعَتَ ْي ِن َو ُه َو َجا ِل ٌس فَإِذَا أَ َراد‬
ِ‫أَ ْن يَ ْر َك َع قَا َم فَ َر َك َع ثُ َّم يُ َص ِلى َر ْكعَتَ ْي ِن بَ ْي َن ال ِندَا ِء َوال ِإقَا َم ِة ِم ْن َصَلَةِ ال ُّص ْبح‬

Artinya : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat 13 raka’at (dalam semalam).
Beliau melaksanakan shalat 8 raka’at kemudian beliau berwitir (dengan 1 raka’at).
Kemudian setelah berwitir, beliau melaksanakan shalat dua raka’at sambil duduk. Jika ingin
melakukan ruku’, beliau berdiri dari ruku’nya dan beliau membungkukkan badan untuk ruku’.
Setelah itu di antara waktu adzan shubuh dan iqomahnya, beliau melakukan shalat dua
raka’at.” (HR. Muslim no. 738)

c. Jumlah rakaat

Mengerjakan Shalat witir itu rakaatnya ganjil, minimal 1 rakaat, dan maksimal 11 rakaat.
d. Do’a shalat Witir

Artinya : Maha Suci Allah yang Maha Merajai, Maha Suci dari segala noda, Maha suci dari
segala cela. Engkaulah Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat dan ruh.

e. Cara mengerjakan

Ada 3 macam cara mengerjakan shalat Witir ;

1. Dikerjakan 2 rakaat salam, kemudian dilanjutkan dengan satu rakaat salam
2. Dikerjakan dengan dua tasyahud dan satu salam seperti shalat Maghrib
3. Dikerjakan sekaligus tiga rakaat. Jadi satu tasyahud dan satu salam, atau pada rakaat ke dua

tanpa melakukan duduk takhiyat awal.

Selain shalat-shalat sunah berjamaah yang disebutkan di atas, terdapat pula shalat sunah berjamaah
yang lain seperti shalat Istisqa’ (minta hujan), shalat Jenazah, dan shalat Gerhana Matahari (Kusuf) dan
shalat Gerhana Bulan (Khusuf)
II. Shalat Sunah Munfarid

Shalat sunah munfarid adalah shalat sunah yang lebih baik dilakukan dengan cara sendirian, tidak
ada imam atau makmum. Pada saat membaca surat-surat Al-Qur’an dan bacaan-bacaan shalat yang lain
dibaca pelan (sirri). Berikut contoh shalat sunah Munfarid ;

1. Shalat Tahiyatul Masjid

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 4

a. Pengertian dan Hukum

Shalat Tahiyatul Masjid adalah shalat sunah yang dilaksanakan ketika seseorang memasuki
masjid. Adapun hukum melaksanakannya adalah sunah, dikerjakan 2 rakaat sebelum duduk dengan
tujuan menghormati (memuliakan) masjid.

b. Dasar hukum

‫إِ َذا َد َخ َل أَ َح ُد ُك ْم ا ْل َم ْس ِج َد َف ْل َي ْر َك ْع َر ْك َعتَ ْي ِن قَ ْب َل أَ ْن َي ْج ِل َس‬

Artinya : “Dari Abi Qatadah, Rasulullah Saw bersabda ”Apabila salah seorang diantara kamu masuk
ke Masjid, maka janganlah duduk sebelum melaksanakan shalat dua rakaat terlebih
dahulu” (HR. Bukhari dan Muslim)

c. Cara mengerjakan

Shalat Takhiyatul Masjid dikerjakan seperti shalat-shalat yang lain, yaitu 2 rakaat salam. Yang
membedakan adalah niat
2. Shalat Tahajud

a. Pengertian dan hukum

Tahajud berarti bangun dari tidur pada malam hari. Jadi shalat Tahajud artinya shalat sunah yang
dikerjakan pada malam hari setelah shalat Isya’ sampai menjelang waktu Subuh. Lebih utama
dikerjakan sepertiga malam yang terakhir (kira-kira jam 02.00 dini hari). Adapun hukum melaksanakan
shalat Tahajjud adalah sunnah muakkad. Jumlah rakaatnya paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak
tak terbatas.

b. Dasar Hukum. Q.s. Al-Isra’ ayat 79

   

    

   

Artinya : “Dan pada sebagian malam hari (shalat) Tahajudlah kamu sebagai (ibadah)

tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu memberikan tempat (kedudukan) yang terpuji

(Q.s. Al-Isra’ : 79)

Adapun keutamaan shalat Tahajud sebagai berikut :

1. Diberi kedudukan dan tempat yang terpuji.
2. Dapat mempertebal iman.
3. Menjadikan hidup tenang dan pikiran jernih.
4. Senantiasa dekat dengan allah.
5. Akan dikabulkan taubat dan permohonan ampunannya.
6. Memperkuat jiwa dan pribadi seorang muslim.
7. Mencegah perbuatan maksiat.

c. Cara mengerjakan shalat Tahajud

1. Berniat di dalam hati
2. Takbiratul Ihram.

MODUL PAI VIII– UPTD SMP NEGERI 1 BATU AMPAR– 2020 Page 5
















Click to View FlipBook Version