1 MODUL BAHAN AJAR DAUR BIOGEOKIMIA MAPEL BIOLOGI KELAS X PENYUSUN KADEK MITA DEWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
2 DAFTAR ISI PENYUSUN........................................................................................................ 1 DAFTAR ISI ....................................................................................................... 2 GLOSARIUM ..................................................................................................... 3 PETA KONSEP................................................................................................... 4 PENDAHULUAN ............................................................................................... 5 A. Identitas Modul.......................................................................................................5 B. Kompetensi Dasar ...................................................................................................5 C.Deskripsi Singkat Materi...........................................................................................5 D. Petunjuk Penggunaan Modul ..................................................................................6 E. Materi Pembelajaran...............................................................................................7 KEGIATAN PEMBELAJARAN ......................................................................... 8 DAUR BIOGEOKIMIA....................................................................................................8 A. Tujuan Pembelajaran ..............................................................................................8 B. Uraian Materi..........................................................................................................8 C. Rangkuman ...........................................................................................................16 D. Latihan Soal ..........................................................................................................16 E. Penilaian Diri .........................................................................................................20 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 21
3 GLOSARIUM Abiotik : Segala sesuatu yang tidak bernyawa Adaptasi : Daya untuk menyesuaikan diri kepada lingkungan Biotik : Segala sesuatu yang bernyawa Dekomposer : Di sebut juga pengurai yaitu organisme yang mampu merombak sisa sisa produk organisme yang telah mati menjadi senyawa anorganik Ekosistem : Suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik atau interksi antara mahluk hidup dan lingkungan Ekologi : Ilmu yang mempelajari interaksi anatara makhluk hidup dengan lingkungannya dan yang lainnya Habitat : Tempat tinggal mahluk hidup Individu : Organisasi mahluk hidup terdiri dari kesatuan sistemorgan Predasi : Hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator) Siklus : Suatu proses yang melibatkan beberapa komponen dan berlangsung secara terus menerus Siklus Biogeokimia : Siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke abiotic Siklus nitrogen : Siklus biogeokimia dimana nitrogen di pertukarkan antara biosfer, hidrosfer, dan atmosfer Siklus karbon : Siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, hidrosfer, dan atmosfer Siklus fosfor : Siklus biogeokimia dimana fosfor dipertukarkan antara biosfer, hidrosfer dan atmosfer Trofik : Fungsi atau kedudukan organisme di ekosistem
4 PETA KONSEP EKOLOGI Komponen Ekosistem dan Interaaksinya Aliran Energi Daur Biogeokimia Piramida Ekologi dan produktivitas Dinamika Komunitas Daur Karbon Daur Nitrogen Daur Air Daur Fosfor Daur Sulfur
5 PENDAHULUAN A. Identitas Modul Mata Pelajaran : Biologi Kelas : X Alokasi Waktu : 2 JP Judul Modul : Daur Biogeokimia B. Kompetensi Dasar 1.1 Memahami siklus daur biogeokimia dan jenis-jenis daur biogeokimia dalam menjaga keseimbangan ekosistem. C. Deskripsi Singkat Materi Untuk mempelajari daur biogeokimia, alangkah lebih baik kalau Anda memperhatikan lingkungan di sekitar rumah masing-masing. Tentunya lingkungan tersebut merupakan sebuah ekosistem yang di dalamnya dijumpai komponen-komponen penyusun ekosistem yang berkaitan dengan daur biogeokimia yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Untuk mempermudah pemahaman Anda tentang komponen-komponen ekosistem di lingkungan anda, cermati gambar sebuah ekosistem di darat berikut. Ekosistem Darat Energi yang menjadi penggerak sistem kehidupan dari hampir semua makhluk hidup berasal dari matahari, sedangkan materi untuk membangun tubuh organisme berasal dari bumi. Oleh karena itu setiap organisme terdiri atas materi yang juga menjadi bagian dari bumi. Umumnya beberapa unsur terpaut bersama dalam suatu senyawa kimia. Unsur - unsur ini merupakan materi dasar baik dari
6 jasad hidup (manusia, tikus, rumput dan sebagainya) maupun dari benda mati. Sebagian besar dari unsur - unsur kimia yang telah kita ketahui, mempunyai peranan kecil dalam penyusunan jasad hidup. Selanjutnya perbandingan unsur - unsur dalam jasad hidup berbeda dengan perbandingan unsur - unsur dalam benda mati. Dengan kata lain, untuk pertumbuhan tubuhnya organisme hanya mengambil materi tertentu dari benda mati. Unsur - unsur tersebut melakukan suatu peredaran atau sirkulasi, suatu hal yang tidak terjadi (terdapat) pada arus energi. Unsur - unsur ini bergerak dari benda mati ke dalam jasad hidup, kembali ke benda mati, masuk lagi ke dalam jasad hidup dan demikianlah seterusnya. Sirkulasi demikian disebut daur (Yunani: kyklos = lingkaran). Daur atau siklus tersebut dinamakan biogeokima. Daur biogeokimia mencakup lima siklus alami di Bumi yaitu daur air, daur karbon, daur nitrogen, daur fosfor, dan daur sulfur. Untuk menjelaskan konsep daur biogeokimia maka modul ini akan membahasnya. Sebelum mempelajari materi ini, maka pemahaman tentang organisasi kehidupan sangat diperlukan. Untuk menyelesaikan pembelajaran pada modul ini, anda akan melalui kegiatan pembelajaran yaitu pembelajaran mengenai (daur biogeokimia). D. Petunjuk Penggunaan Modul Supaya anda berhasil mencapai kompetensi dalam mempelajari modul ini maka ikuti petunjuk-petunjuk berikut: a. Bacalah modul ini secara berurutan dan pahami isinya. b. Anda dapat mempelajari keseluruhan modul ini dengan cara yang berurutan. Jangan memaksakan diri sebelum benar-benar menguasai bagian demi bagian dalam modul ini, karena masing-masing saling berkaitan. c. Laksanakan semua tugas-tugas yang ada dalam modul ini agar kompetensi anda,berkembang sesuai kompetensi yang diharapkan. d. Setiap mempelajari materi, anda harus mulai dari menguasai pengetahuan pendukung (uraian materi), melaksanakan tugas-tugas, dan mengerjakan lembar latihan. e. Dalam mengerjakan lembar latihan, Anda jangan melihat kunci jawaban terlebih dahulu sebelum Anda menyelesaikan lembar latihan. f. Laksanakan lembar kerja untuk pembentukan keterampilan sampai anda benar-benar terampil sesuai kompetensi. g. Konsultasikan dengan guru apabila Anda mendapat kesulitan dalam mempelajari modul ini.
7 E. Materi Pembelajaran Modul ini merupakan kegiatan pembelajaran yang di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal dan soal latihan mengenai daur biogeokimia
8 KEGIATAN PEMBELAJARAN DAUR BIOGEOKIMIA A. Tujuan Pembelajaran Setelah melalui kegiatan pembelajaran ini diharapkan anda dapat : 1.Memahami proses-proses dalam daur biogeokimia 2.Menjelaskan peran organisme hidup dalam daur biogeokimia B. Uraian Materi 1. Daur Biogeokimia Daur biogeokimia adalah siklus alami yang melibatkan perpindahan unsur-unsur kimia penting bagi kehidupan melalui komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan tak hidup) di bumi kembali lagi ke lingkungan. Unsur-unsur ini terus bergerak dan berubah bentuk dalam siklus yang berulang, tidak pernah hilang, hanya berubah bentuk dan tempat. Istilah "biogeokimia" berasal dari gabungan kata "bio" (organisme hidup), "geo" (bumi), dan "kimia". Hal ini menggambarkan bahwa daur ini melibatkan organisme hidup, bumi, dan proses kimia. Daur biogeokimia sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Tanpa daur ini, unsur-unsur kimia akan terkunci dalam satu komponen dan tidak dapat dimanfaatkan oleh organisme lain. Daur biogeokimia mencakup lima siklus yaitu:
9 a.Daur karbon (C) Unsur karbon ini terdapat di atmosfer dalam bentuk karbon anorganik yaitu CO2. CO2 ini bisa bertambah jumlahnya dari proses pembakaran bahan bakar fosil misalnya dari asap pabrik ataupun asap kendaraan, jadi asap-asap tersebut dapat menyebabkan bertambahnya jumlah gas karbondioksida di udara. Selain dari proses pembakaran CO2 juga bisa bertambah jumlahnya dari proses pernafasan. Karbondioksida ini kemudian akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis dan fotosintesis ini akan mengubah karbon anorganik yaitu CO2 menjadi karbon organik yaitu glukosa, glukosa ini nanti akan disimpan oleh tumbuhan, ketika kita memakan tumbuhan atau hewan juga akan memakan tumbuhan maka organik tersebut akan tersimpan di dalam tubuh. Kemudian karbon tersebut akan digunakan kembali untuk respirasi. Selain itu fotosintesis juga menghasilkan gas oksigen yang nantinya akan digunakan kembali untuk berespirasi jadi proses respirasi mengubah glukosa yang berarti karbon organiknya digunakan lagi untuk berespirasi yang menghasilkan CO2. Kemudian ketika organisme mati sisa organisme atau fosil itu akan mengalami proses dekomposisi atau penguraian dari proses penguraian ini akan menghasilkan gas karbondioksida, lalu karbon organik yang ada di dalam tubuh makhluk hidup tadi akan kembali lagi diuraikan di dalam tanah. Sebagian bahan organik itu akan sulit terurai dan ada yang berubah menjadi minyak bumi ataupun batubara sehingga disebut sebagai bahan bakar fosil pembakaran dari bahan bakar fosil tersebut nanti akan kembali lagi digunakan untuk proses industri dan kendaraan, kemudian kembali lagi proses pembakaran tersebut akan menghasilkan lagi CO2. Jadi kenapa disebut daur atau siklus karena berputar, yang akan kembali lagi ke atas. Gambar siklus karbon Sumber: www.youtube.com/@belajar_biologi
10 b. Daur Nitrogen (N) Unsur nitrogen itu merupakan unsur yang paling penting dalam kehidupan, mengapa? karena nitrogen merupakan komponen pembentuk protein dan juga asam nukleat. Kita tahu sendiri bahwa protein itu penting bagi makhluk hidup misalnya pada tubuh manusia, maka protein itu digunakan untuk membentuk komponen sel enzim, hormon dan lain sebagainya begitu juga untuk makhluk hidup lain nya. Tapi tidak semua organisme atau sebagian besar organisme itu tidak bisa memanfaatkan nitrogen secara langsung dari udara, jadi sumber utama nitrogen itu dalam bentuk N2 yang ada di udara, namun ada bakteri yang bisa mengikat nitrogen langsung dari udara secara biologi maupun elektrokimia contohnya adalah bakteri Rhizobium dan Azotobacter jadi kedua bakteri ini bisa mengikat langsung nitrogen yang ada di udara. Bedanya apa? kalau Rhizobium ini bersimbiosis dengan tumbuhan kacang-kacangan. Jadi Rhizobium ini merupakan bakteri simbiotik yang bersimbiosis dengan tumbuhan kacang-kacangan untuk mengikat nitrogen (simbiosis mutualisme). Sedangkan Azotobacter itu tidak perlu bersimbiosis, bakteri Azotobacter ini bisa mengikat langsung nitrogen dari udara Selain itu ada juga Alga biru yang bisa mengikat nitrogen secara langsung yaitu Nostock dan Anabaena. Kemudian nitrogen ini akan diubah menjadi nitrat, nitrat inilah yang akan diserap oleh tumbuhan kemudian digunakan oleh tumbuhan dan disimpan oleh tumbuhan untuk membentuk protein menjadi protein nabati. Kalau misalnya domba yang makan tumbuhan maka domba ini akan mendapatkan protein nabati, kemudian protein nabati dirubah menjadi protein hewani, ketika hewan dan tumbuhan mati kembali lagi menjadi sisa organisme yang mengandung asam amino, kemudian oleh bakteri, pengurai atau jamur asam amino tersebut akan kembali lagi diubah menjadi amonium atau NH4, proses Ini namanya amonifikasi, bakteri yang berperan adalah bakteri Bacillus subtilis. Amonium akan dioksidasi oleh bakteri nitrit yaitu Nitrosomonas atau Nitrosococcus menjadi nitrit NO2. Kemudian nitrit dioksidasi kembali oleh bakteri nitrat contohnya Nitrobacter menjadi nitrat, proses ini disebut nitrifikasi yang dibagi menjadi dua yaitu pengubahan amonium menjadi nitrit dan nitratasi yaitu pengubahan nitrit menjadi nitrat. Nitrat inilah yang kemudian akan diserap oleh tumbuhan yang akan diasimilasi menjadi protein nabati. Jika kita makan hewan dan juga tumbuhan maka kita akan mendapatkan protein dan mendapatkan juga nitrogen kembali. Kemudian kalau mati, kembali lagi diuraikan di dalam tanah jadi nitrogen. Nitrat ini nanti tidak semuanya akan diserap oleh tumbuhan sebagian akan dikembalikan lagi ke udara atau dikembalikan lagi menjadi nitrogen oleh bakteri denitrifikasi namanya Sudomonas dinitrifikan sedangkan pengikatan nitrogen di udara secara elektrokimia memerlukan energi dari
11 halilintar jadi nanti nitrogen itu akan berikatan dengan oksigen dengan bantuan halilintar sehingga terbentuklah nitrogen dioksida atau NO2 nitrogen dioksida kemudian akan bereaksi dengan air membentuk nitrat dan akan kembali diserap oleh akar tumbuhan. Gambar siklus nitrogen Sumber: www.youtube.com/@belajar_biolog c. Daur air (H2O) Tahapan daur air ini berbeda dengan daur-daur yang lain daur air ini lebih banyak ke proses fisik dibandingkan proses kimia. Daur air dimulai dari panas matahari akan menyebabkan air laut mengalami penguapan begitu juga dengan tumbuhan, jadi tumbuhan juga akan mengalami penguapan melalui Stomata yang disebut sebagai transpirasi sedangkan penguapan oleh air laut disebut evaporasi, penguapan tersebut akan menyebabkan uap air naik ke atmosfer dan membentuk awan kemudian awan-awan tersebut akan berpindah karena perubahan suhu ataupun terbawa oleh angin saat terkena udara dingin awan akan mengalami kondensasi atau pengembunan dan terbentuklah tetes-tetes air yang kemudian akan jatuh ke bumi dan disebut sebagai presipitasi atau hujan. Air hujan kemudian akan mengalir disebut sebagai limpasan atau run off jadi air hujan akan mengalir di atas permukaan tanah dan air hujan akan meresap ke dalam tanah secara vertikal disebut sebagai infiltrasi. Kemudian air ini akan menjadi cadangan air yang berada di dalam tanah menjadi air tanah lalu air akan mengalir dalam lapisan tanah. Kalau aliran air dalam lapisan tanah disebutnya perkolasi, air tanah ini nanti akan kembali lagi ke perairan dan juga akan diserap tumbuhan lagi dan akan menguap kembali jadi prosesnya akan terulang kembali.
12 Gambar siklus air Sumber: www.youtube.com/@belajar_biologi d. Daur Fosfor (P) Di alam fosfor bisa berasal dari pelapukan batuan dan juga penguraian bahan organik oleh dekomposer, fosfor dalam tubuh makhluk hidup nanti akan digunakan untuk menyimpan dan juga memindahkan energi, fosfor sendiri akan berpindah melalui rantai makanan. Jadi ketika tumbuhan dan juga hewan mati sisa organisme itu mengandung fosfat organic, oleh dekomposer fosfat tersebut akan diuraikan dan diubah menjadi fosfat anorganik. Jadi bisa di ingat dalam tubuh makhluk hidup itu terkandung fosfat organik dan nanti dekomposer akan mengubah fosfat tersebut menjadi fosfat anorganik. Kemudian fosfat anorganik atau fosfat dalam tanah ini kemudian akan diserap oleh tumbuhan, jadi tumbuhan itu akan menyerap kembali fosfat dalam bentuk fosfat anorganik Selain itu fosfat anorganik yang terlarut dalam air dapat mengalami sedimentasi sehingga terbentuklah batuan baru jadi ketika mengalami pelapukan fosfatnya itu akan terbawa oleh aliran air misalnya terkena air hujan dan lain sebagainya terbawalah ke perairan dan fosfat anorganik tersebut akan mengalami pengendapan atau sedimentasi menjadi batuan baru, kalau misalnya di laut itu bisa terbentuk batu karang dan lain sebagainya.
13 Gambar siklus fosfor Sumber: www.youtube.com/@belajar_biologi e. Daur Sulfur (S) Daur sulfur atau belerang itu yang pertama bisa dalam bentuk SO2 atau sulfur dioksida yang bisa berasal dari aktivitas vulkanik misalnya erupsi bisa juga berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, dari asap kendaraan, asap pabrik dan lain sebagainya. Selain itu belerang juga dapat berbentuk gas hidrogen sulfida (H2S) yang bisa berasal dari proses pembusukan bahan organik,misalnya pembusukan sisa-sisa organisme yang sudah mati akan menghasilkan gas hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida tersebut kemudian akan mengalami oksidasi menjadi sulfat, sulfat lalu bersama air hujan akan masuk ke dalam tanah. Ketika kandungan sulfatnya itu terlalu tinggi itu disebutnya sebagai hujan asam. Selain itu hidrogen sulfida yang ada dalam tanah juga bisa mengalami oksidasi menjadi sulfur atau belerang, sulfur nanti akan teroksidasi menjadi sulfat oleh bakteri Thiobacillus thiooxidans dan sulfat ini bisa tereduksi kembali menjadi hidrogen sulfida dengan bantuan bakteri Thiobacillus thioparus. Dari semua bentuk sulfur semua tumbuhan akan menyerap sulfur dalam bentuk anion sulfat SO4 2- .
14 Gambar siklus sulfur Sumber: www.youtube.com/@belajar_biologi f. Fungsi daur biogeokimia Daur biogeokimia memiliki beberapa fungsi penting bagi kelangsungan hidup di Bumi, yaitu: 1.Menjaga keseimbangan ekosistem Daur biogeokimia memastikan ketersediaan unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh organisme hidup, seperti karbon, nitrogen, oksigen, air, fosfor, dan belerang. Unsur-unsur ini berputar dalam siklus yang terus menerus, sehingga tidak ada yang hilang atau menumpuk berlebihan. Keseimbangan ini penting untuk menjaga kesehatan ekosistem dan kelangsungan hidup semua makhluk hidup. 2.Mendukung kelangsungan hidup organisme Tanpa daur biogeokimia, organisme hidup tidak akan dapat memperoleh unsurunsur yang mereka butuhkan untuk hidup dan berkembang. Fotosintesis, respirasi, dekomposisi, dan proses-proses biologis lainnya bergantung pada daur biogeokimia untuk menyediakan bahan baku yang diperlukan. 3.Menyediakan unsur-unsur penting bagi organisme Unsur-unsur yang berputar dalam daur biogeokimia digunakan oleh organisme untuk membangun tubuh mereka, menghasilkan energi, dan menjalankan fungsi-fungsi vital lainnya. Karbon, misalnya, digunakan untuk membangun struktur sel dan jaringan, sedangkan nitrogen digunakan untuk membangun protein dan asam nukleat. 4.Mengatur kualitas air, tanah, dan udara
15 Daur biogeokimia membantu menjaga kualitas air, tanah, dan udara dengan memfilter polutan dan menyeimbangkan kadar gas-gas di atmosfer. Contohnya, daur nitrogen membantu membersihkan air dari polutan nitrogen, sedangkan daur karbon membantu mengatur kadar karbon dioksida di atmosfer. g. Dampak Gangguan Daur Biogeokimia Gangguan pada daur biogeokimia dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti: Pencemaran lingkungan: Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, penggunaan pupuk dan pestisida, serta penggundulan hutan dapat mengganggu daur biogeokimia dan menyebabkan pencemaran air, tanah, dan udara. Perubahan iklim: Gangguan daur karbon, misalnya, dapat menyebabkan peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global. Kerusakan ekosistem: Gangguan daur biogeokimia dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, seperti hilangnya habitat, punahnya spesies, dan penurunan keanekaragaman hayati. Pentingnya memahami daur biogeokimia untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kelangsungan hidup organisme. Dengan memahami daur ini, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan dampak negatif aktivitas manusia terhadap daur biogeokimia. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke energi terbarukan. Mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Melestarikan hutan dan menjaga keanekaragaman hayati. Menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita dapat membantu menjaga keseimbangan daur biogeokimia dan memastikan kelangsungan hidup di Bumi untuk generasi mendatang.
16 C. Rangkuman 1.Daur biogeokimia adalah siklus alami yang melibatkan perpindahan unsurunsur kimia penting bagi kehidupan melalui komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan tak hidup) di bumi kembali lagi ke lingkungan. 2.Daur biogeokimia mencakup lima siklus alami di Bumi yaitu daur air, daur karbon, daur nitrogen, daur fosfor, dan daur sulfur. 3.Fungsi daur biogeokimia yaitu: menjaga keseimbangan ekosistem, mendukung kelangsungan hidup organisme, menyediakan unsur-unsur penting bagi organisme, mengatur kualitas(air, tanah dan udara). 4.Dampak gangguan daur biogeokimia: pencemaran lingkungan, perubahan iklim, kerusakan ekosistem. 5.Pentingnya memahami daur biogeokimia untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan kelangsungan hidup organisme. D. Latihan Soal Petunjuk: untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi di atas, silahkan kerjakan latihan soak berikut! 1. Berdasarkan gambar berikut, identifikasilah mana yang termasuk daur oksigen dan daur karbon! Kemudian jelaskan secara singkat
17 2. Perhatikan gambar dibawah ini! Berdasarkan gambar diatas merupakan sebuah wilayah yang mengalami bencana kekeringan parah selama beberapa bulan. Bagaimana hal ini dapat mempengaruhi daur air di wilayah tersebut? Dan dampak apa yang akan terjadi terhadap mahluk hidup yang bergantung pada air? 3. Aktivitas manusia dapat mengganggu daur biogeokimia,salah satu contohnya adalah penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan yang dapat mencemari tanah dan air. Bagaimana hal ini dapat mempengaruhi daur nitrogen dan fosfor di ekosistem tersebut? Jelaskan sesuai dengan pemahamanmu dan kalimat sendiri! 4. Sebuah desa mengalami peningkatan kasus penyakit pernafasan dalam beberapa tahun terakhir. Penduduk desa menduga bahwa ini disebabkan oleh pencemaran udara dari pabrik pegolahan belerang didekatnya.
18 Solusi apa yang dapat diusulkan untuk mengurangi dampak negatif dari aktivitas pabrik pengolahan belerang terhadap daur sulfur dan kesehatan masyarakat didesa tersebut?
19 Kunci jawaban, pembahasan dan pedoman nilai Nomor soal Pembahasan 1. Yang termasuk daur oksigen adalah gambar yang bertanda panah warna biru sedangkan panah merah merupakan daur karbon. Unsur karbon terdapat diatmosfir dalam bentuk senyawa karbon anorganik, yaitu karbon dioksida (CO2). Senyawa anorganik CO2 baik didarat maupun di air akan diubah oleh produsen menjadi senyawa karbon organik melalui proses fotosintesis, disertai penyimpanan energi yang berasal dari radiasi cahaya matahari. 2. Kekeringan dapat mempengaruhi daur air dengan cara: Mengurangi evaporasi air dari permukaan tanah dan tumbuhan. Mengurangi aliran air disungai dan danau. Meningkatkan infiltrasi air kedalam tanah. Mengurangi jumlah air yang tersedia untuk fotosintesis. Dampaknya terhadap mahluk hidup: Tumbuhan mengalami setres air dan dapat mati, hewan kesulitan mencari air dan makanan, populasi beberapa spesies dapat menurun atau punah, keseimbangan ekosistem terganggu. 3. Pupuk nitrogen yang berlebihan dapat larut ke dalam air dan terbawa ke sungai dan danau. Hal ini dapat menyebabkan eutrofikasi, yaitu pertumbuhan ganggang yang berlebihan. Pertumbuhan ganggang yang berlebihan dapat memicu kematian massal ganggang, yang pada akhirnya dapat menurunkan kadar oksigen di air dan membahayakan kehidupan air. 4. Usulkan teknologi yang dapat diterapkan di pabrik untuk mengurangi emisi sulfur (misalnya: scrubber gas buang, desulfurisasi batu bara). Jelaskan peran pemerintah dalam mengatur emisi sulfur dan melindungi kesehatan masyarakat.Dorong partisipasi masyarakat dalam memantau kualitas udara dan menuntut solusi yang lebih ramah lingkungan. Ket: Setiap nomor soal diberi skor = 25 Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat dibagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar ini. Nilai = Jumlah skor perolehan ℎ x 100 % Konversi tingkat penguasaan : 90 – 100% = baik sekali
20 80 – 89% = baik 70 – 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai peningkatan 80% atau lebih, anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar pada KD berikutnya. Jika masih dibawah 80%, anda harus mengulangi materi kegiatan belajar ini, terutama bagian yang belum dikuasai. E. Penilaian Diri Untuk mengukur diri anda terhadap materi yang sudah anda pelajari di kegiatan belajar ini, jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada modul ini ditabel berikut. Tabel penilaian diri No Pertanyaan Ya Tidak 1. Apakah anda dapat menjelaskan proses-proses yang berlangsung dalam daur air ? 2. Apakah anda dapat menjelaskan proses-proses yang berlangsung dalam daur karbon ? 3. Apakah anda dapat menjelaskan proses-proses yang berlangsung dalam daur nitrogen ? 4. Apakah anda dapat menjelaskan proses-proses yang berlangsung dalam daur fosfor ? 5. Apakah anda dapat menjelaskan proses-proses yang berlangsung dalam daur sulfur ? 6. Apakah anda dapat menyebutkan fungsi daur biogeokimia ? 7. Apakah anda dapat menyebutkan dampak gangguan daur biogeokimia ? Bila ada jawaban “Tidak”, maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih “Tidak” Bila semua jawaban “Ya”, maka anda dapat melanjutkan ke modul berikutnya.
21 DAFTAR PUSTAKA Anggraini, Atika. "Bab 4 Daur Biogeokimia." Biologi Lingkungan: 65. Hera. Daur Biogeokimia-Biologi Kelas 10 SMA. Youtube, diunggah oleh Biologi Asik,30 Mei 2023, https://youtube.com/@belajar_biologi?. Diakses pada(2024, 2 April). Muhartini, S. (2003). Buku Ajar; Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Pradini, Novia Nurcahya. "Penerapan Media Animasi Interaktif Daur Biogeokimia Terhadap Hasil Belajar Siswa." Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) 4.3 (2015). Raaihani, Rizki. Penggunaan Media Pembelajaran Infografis (canva) pada Materi Ekosistem untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Diss. FKIP UNPAS, 2021. Roihanah, Salsabiilaa, et al. "Proyek Merawat daur biogeokimia bumi” sebagai penguatan profil pelajar pancasila." Jurnal Pendidikan Profesi Guru 3.3 (2022): 86-99.