Platform
Merdeka
Mengajar
Independent
Study
~ Muhammad Rifqi Maulana ~
Mengenali Diri dan
Perannya Sebagai
Pendidik
Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah memberi tuntunan terhadap segala kekuatan
kodrat yang dimiliki anak, agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-
tingginya, baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Peran seorang pendidik adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,
dan mengevaluasi murid. Maka, peran pendidik tidak lagi sebatas pengajar akan tetapi
menyelaraskan konsep Ing ngarso sungtulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani (Ki
Hajar Dewantara)
Peran Sebagai Guru
lsebagai guru tentu kita sadar, mendidik anak sama halnya mendidik masa depan. mendidik
anak sama halnya mendidik rakyat, pendidikan yang kita terima saat ini adalah buah dari
pendidikan saat kita masih anak anak, begitu pula anak anak yang kita yang saat ini belajar
bersama kita, kelak akan menjadi bagian dari masyarakat di masa depan. mengingat murid murid
kita akan menjadi masyarakat dimasadepan.
Guru Seperti Apa Saya
Menjadi guru yang selalu memberikan pandangan antusias kepada murid agar selalu
berkembang. berempati, menciptakan suasana yang selamat dan bahagia beradaptasi terhadap
materi yang aktual dan faktual, memberikan contoh prilaku terbaik dan memberikan pengajaran
yang optimal.
Mengutip dari pemikiran KHD yang mengajarkan tentang pendidikan umumnya berarti daya
upaya untuk memajukan pertumbuhannya budipekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek),
dan tubuh anak (panca indra).
you can Mendidik dan Mengajar
do it!
pengajaran adalah suatu cara menyampaikan ilmu atau manfaat
bagi hidup anak-anak baik lahir maupun batin. maka, pendidikan
merupakan bagian dari pendidikan. sama halnya dengan mengajar
yang merupakan salah satu bagian dari mendidik. sementara
pendidikan merupakan tempat menaburkan benih-benih
kebudayaan yang hidup dalam masyarakat sekaligus sebagai
instrumen tumbuhnya unsur kebudayaan.
MENDIDIK SECARA MENYELURUH
Diartikan sebagai menuntun segala kodrat yang ada pada murid agar murid mencapai keselamatan
dan kebahagiaan yang setinggi tingginya. baik itu sebagai manusia, maupun sebagai anggota
masyarakat.
sebagai suatu pedoman meskipun adat istiadat dan kebudayaan berubah karena akal dan budi
masnusia juga berkembang kebudayaan bangsa indonesia juga akan tetap ada menjadi pilar utama
dalam memajukan pendidikan nasional.
Sistem among yang digagas oleh KHD seraya untuk kemerdekaan murid yng menghidupkan lahir dan
batinnya yang kemudian menjadi bagian dari jiwa jiwa kita sebagai pendidik. hal ini selaras dengan
kepribadian bangsa indonesia yaitu mengangkat hargha diri dan kemanusiaan yang menjadikan
landasan praktik pendidikan saat ini. pendidikan kultural. demi terwujudnya beluhuran manusia,
nusa dan bangsa.
sebgai manusia yang utuh yakni manusia yang dapat memerintah dan menguasai dirinya (mandiri),
dan itulah sebagai kodrat sebagai manusia. maka dari itulah pendidikan selayaknya memberikan
tuntunan lahir dan batin sehingga menjadikan kebudayaan yang menghasilkan budi pekerti. budi
pekerti merupakan hasil dari mengolah pikir, olah rasa, olah karsa, dan olah raga sehingga
menumbuhkembangkan murid secara lahir dan batin. menjadi masia yang merdeka yaitu manusia
yang dapat bersandar atas kekuatan lahir dan batinnya sendiri dan tidak tergantung pada orang
lain.
dengan menjalankan proses mengasah nalar dapat dimulai dari mengingat, memahami,
mengaplikasikan, menganalisa, mengevaluasi, dan mengkreasi sebagai suatu cara untuk menjadikan
murid sebagai manusia yang mandiri. sehingga terciptalah pendidikan yang menyeluruh dengan
mendidik kognitif, afektif dan psikomotorik yang unik.
Mendampingi Murid dengan utuh dan
menyeluruh
Mendampingi murid dengan utuh dapat dikatagorikan kedalam 3 kodrat. yakni kondrat
keadaan, kodrat alam dan kodrat zaman.
kodrat keadaan memandang murid sebagai suatu unsur yang nantinya mampu beradaptasi dengan
lingkungan masyarakat tempat tinggalnya, baik diperkotaan maupun di pedesaan sesuai dengan
kodrat alam dan zaman ataupun dapat melakukan pembelajaran diluar dari keadaan masyarakat
tempat tinggalnya sebagai bagian dari wawasan pembelajaran. karena guru saat ini bukanlah satu
satunya sumber belajar.
Pendidikan adalah suatu proses yang dinamis sesuai dengan kondisi zaman dan kondisi
murid. sekolah dapat menyesuaikan dengan kondisi sesuai dengan lingkungan murid dan potensi
yang dimiliki. menerapkan asas trikon. pembelajaran yang kontinu dengan membangkitkan self
regulatory learning. sebagai guru memiliki peran untuk menentukan tujuan yang dipelajari,
memantau proses pembelajaran, membimbing murid untuk merefleksikan pembelajaran. untuk
menjaga supaya murid mampu untuk mengembangkan kemampuan diri secara mamdiri dibutuhkan
self regulatory learning supaya menjadi bekal murid sebagai seorang pembelajar sepanjang hayat.
Asas Trikon dianggap menjadi jawaban yang tepat menuju pembelajaran yang berpihak
kepada murid. Dengan Trikon (kontinyu, konvergen dan konsentris) guru dapat merancang
pembelajaran yang berkelanjutan, terbuka dan berdasarkan kebudayaan bangsa.
Dalam pembelajaran trikon guru dapat berperan untuk memberikan gambaran terlebih
dahulu sebagai gambaran awal untuk anak berpikir, setelahnya guru dapat memberikan
pertanyaan pemantik diskusi. Harapannya murid dapat memberikan jawaban yang dapat ditemui
secara langsung atau murid dapat menceritakan pengalaman yang pernah ditemuu sebelumnya.
Peran guru sebagai pemimpin pembelajaran adalah membantu we can
murid dalam mengelola respon-respon dan perasaan untuk all be
menemukan dan menentukan pembelajarannya yakni dengan : happy
Menentukan tujuan pembelajaran
Memantau proses pembelajaran
Membimbing murid untuk refleksi pengalaman belajar
Selain itu guru dalam menjalankan managemen kelas yang
mengatur berjalannya proses pembelajaran dalam perencanaan
berkelanjutan yang menghasilkan pengelolaan prilaku, lingkungan
dan kurikulum berjalan efektif
Mendidik dan
Melatih
Kecerdasan
Budi Pekerti
Budi pekerti (watak) merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak
atau kemauan, sehingga menimbulkansuatu tenaga. Budi pekerti juga dapat dimaknai sebagai
perpaduan antara cipta (kognitif) dan rasa (afektif) sehingga menghasilkan karsa (psikomotorik).
Menggali budaya budipekerti yang baik didalam dirinya.
Melatih keberanian berpendapat (akal)
Mengasah perasaan dan prilaku (rasa)
Memunculkan kehendak (karsa)
Disebut teori konvergensi. Kodrat manusia sebagai suatu kertas yang sudah terisi dnegan tulisan
tulisan yang samar dan belum jelas arti maksudnya (ki Hajar Dewantara)
Rasa takut, rasa malu, rasa kecewa rasairi, rasa egoisme, rasa berani dan segala perasaan
dan jiwa manusia (bagian biologis yang tidak dapat berubah). sedangkan
Kecakapan dan keterampilan pikiran kemampuan menyerap pengetahuan (bagian intelelligible) yang
dapat berubah karena pengaruh pengetahuan salah satunya dari pendidikan. Ingredible inilah yang
dapat berubah, dari ketidak tauan tentang pengetahuan menjadi tahu atau sadar. Ingredible juga
menjadikan murid dapat memikirkan, merasakan dan mempertimbangkan prilaku yang dilakukan.
Dalam hal ini terkadang menjadi mustahil, hal itu dikarenakan karena pikiran murid yang tidak
bergerak sehingga memunculkan rasa asli yang dimiliki menjadi penakut dan pemalu sesuai dengan
watak biologisnya yang tidak dapat berubah.
Sebagai guru jalan satu satunya yang dapat kita lakukan hanyalah merubahnya melalui
pendidikan yang ahirnya dapat mempengaruhi bagian dari ingredible dan bagian biologis murid.
Sehingga akan dapat memperkuat dan mempertebal budi pekerti murid supaya dapat bertumbuh
dan berkembang untuk menyamarkan bahkan menutupi rasa asli yang dimiliki murid.
Pendidikan yang Mengantarkan
Keselamatan dan Kebahagiaan
Fungsi pendidikan adalah untuk mengantarkan murid agar siap hidup dan memberikan kepercayaan
kepada murid untuk mengisi zamannya. yaitu tidak cukup hanya hidup untuk kepentingan dirinya
"indifidualistik". tetqpi juga untuk berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan dimana dia
berada bersama sama mencapai keselamatan dan kebahagiaan. jika kita memahami bahwa setiap
murid memiliki potensi yang berbeda, pendidikan hanyalah sebagai tuntunan, mendidik adalah
menuntun murid untuk selamat dan bahagia, pendidik tidak dapat berkehendak atas kodrat
kekuatan atau potensi murid, pendidik dapat memberikan daya upaya yang maksimal untuk
mengembangkan akal budi pekerti murid. pendidik membantu mengantarkan murid untuk merdeka
atas dirinya sendiri untuk kehidupan dan penghidupannya, memelihara dan menjaga bangsa dan
alamnya. kemerdekaan murid dalam belajar merupakan kunci untuk mencapai tujuan pendidikan
yang mengantarkan keselamatan dan kebahagiaan jika untuk dirinya sendiri tidak dapat
mengantarkan dirinya untuk selamat dan bahagia bagaimana mungkin ia dapat memelihara dan
menjaga dirinya dan lingkungan disekitarnya.
sistem among dihadikan untuk menjaga agar keselamatan dan kebahagiaan murid dapat
terwujud. sistem among dibagi menjadi dua yaitu : Pertama, Kodrat alam sebagai syarat untuk
kemajuan pendidikan sesuai potensi murid dan yang kedua adalah kemerdekaan sebagai syarat
untuk menghidupkan dan menggerakkan lahir dan batin murid hingga dapat mencapai keselamatan
dan kebahagiaan. sebagai pendidik kita juga harus menyadari untuk memiliki cara berfikir
(mindset) among
Pesan KHD "tuntunlah murid sesuai dengan zamannya. guru tidak lagi menjadi satu satunya
sumber pembelajaran tetapi guru sebagai fasilitator pembelajaran. sebagai fasilitat r guru
menempatkan murid sebagai subjek atau individu aktif dalam pembelajaran untuk mencari dan
membangun pemahamannya sendieri. cara satu-satunya agar tidak terlena dan tenggelam dalam
perubahan zaman adalah dengan menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus meningkatkan
pengetahuan sikap dan keterampilan kita sebagai fasilitator pembelajaran bagi murid sesuai
dengan zamannya. bagi murid haruslah memiliki growth mindset atau murid harus memiliki
keyakinan untuk dapat terus berkembang dan berprestasi dengan berusaha secara maksimal.
maka pola pikir inilah yang harus dimiliki pendidik sebagai fasilitator untuk mendorong proses
belajar murid yang menumbuhkan polapikir pembelajar.
Membimbing murid memperbaiki bangsa : agar kita dapat memahami prinsip dan praktik yang
mandiri dan kontekstual sesuai karakteristik di daerah kita berada.
Proses yang dilalui murid dalam mencari dan membangun pengetahuan dan pemahaman sebaiknya
menjadi perhatian utama guru. dari sanalah guru dapat melakukan penilaian proses belajar
(formatif) yang jugad dapat membantu merefleksikan pembelajaran yang disusunnya. Sehingga,
semangat perbaikan terus menerus dapat diinternalisasikan dalam diri dan menjadi pegangan pada
setiap pendidik. oleh karena itu sistem penilaian angka dan peringkat kelas sebaiknya diubah
dengan sistem penilaian dan apresiasi yang tidak membuat harkat dan martabat murid terkoyak
dan memahami tujuan atau penilaian itu sendiri.
Penilaian dan pengukuran dimaksudkan untuk mengukur hasil atau dampak dari implementasi
pembelajaran dari sudutpandang murid. Maka Murid sebagai pusat pembelajaran bukan hanya
sebatas 'semboyan atau jargon' tetapi juga dapat termannifestasikan kedalam proses belajar
murid sehari hari. misalnya membimbing murid untuk membangun koneksi dan konteks belajar
terhadap dirinya sehingga ia mampu menentukan tujuan belajarnya. menciptakan lingkungan belajar
yang kondusif dan menyenangkan sehingga murid berani bertanya dan berpendapat ketika ia ingin
mengetahui dan memaknai sesuatu dapat difasilitasi dengan baik membantu murid untuk
mengembangkan kerjasama dan gotong royong membantu murid lain yang mengalami kesulitan
belajar dengan pengembangan kecerdasan sosial emosional melalui pengalaman belajar sesuai
dengan kebutuhannya. Pendidikan karakter sama pentingnya dengan kecakapan kognitif murid yang
menjadi modal dalam kehidupannya dan penghidupannya kelak.
Maka Mewujudkan pembelajaran yang sesuai dengan PROFIL PELAJAR PANCASILA : Beriman dan
bertaaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, Kebinekaan global, Bergotong royong, Mandiri,
Bernalar Kritis, Kreatif menjadi kewajban bagi setiap pendidik di era dewasa ini. Mengajar dan
mendidik adalah bagian dari kebudayaan cerminan dari pendidikan yang mengarah pada kontribusi
kita sebagai pendidik untuk membentuk budaya bangsa yang kuat dan menjunjung nilai-nilai luhur
kemanusiaan.
Oleh karena itulah semua pihak haruslah ikut andail dalam setiap perubahan murid baik
peran alam keluarga, alam perguruan dan alam pergerakan pemuda atau masyarakat.
sdeuevctescoreeyrsbovseenf
seu
l