The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nadilabakahi, 2021-04-11 23:38:20

TUGAS 1-dikonversi

TUGAS 1-dikonversi

TUGAS 1
Dosen Pengampuh : Siti Choirul Dwi Astuti, M. Tr. Keb

Pendidikan Anti Korupsi
( Nilai – Nilai Anti Korupsi )

Nama : Nadila M. Bakahi
NIM : 751540120023
Kelas : 1 A Kebidanan
Prodi : D III Kebidanan
Jurusan : Kebidanan

POLTEKKES KEMENKES GORONTALO
2021

1. Nilai – nilai anti korupsi apa saja yang dilanggar ole Ibu Siti Fadilah Supari Mentri
Kesehatan Indonesia Ke 15 ?
A. Profil serta Kasus yang terkait dengan Beliau
Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP ( lahir di Surakarta, Jawah Tengah, 6 November
1949 ; umur 72 tahun ) adalah seorang dosen dan ahli jantung yang menjabat sebagai
anggota Dewan Pertimbangan Presiden dari 25 Januari hingga 20 Oktober 2014.
Sebelumnya ia menjabat sebagai Mentri Kesehatan Indonesia dalam Kabinet Indonesia
Bersatu pimpinan Presisiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia merupakan salah satu
empat perempuan yang menjabat sebagai mentri dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Pada
tanggal 20 Oktober 2004, Beliau dilantik menjadi Mentri Kesehatan oleh Presiden
Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri Kesehatan Siti Fadilah dinyatakan
bebas murni setelah mendekam di penjara selama empat tahun akibat kasus korupsi alat
kesehatan pada 2004. Perkara rasuah yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) ini terungkap sekitar 10 tahun setelah tahun proyek atau pada 2014.
Menteri Kesehatan era Susilo Bambang Yudhoyono ini ditetapkan sebagai
tersangka pada 2014. Perkara Siti baru memasuki persidangan pada 2017. Pada Juni di
tahun yang sama, majelis hakim tipikor menyatakan Siti bersalah dan divonis pidana
empat tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan penjara oleh
majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Menjatuhkan pidana terhadap
terdakwa oleh karena itu, dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp200
juta subsider dua bulan kurungan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor
Ibnu Basuki, Jumat (16/6/2017). Siti terbukti bersalah lantaran melakukan penunjukan
langsung dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan untuk mengantisipasi kejadian luar
biasa pada 2005 di Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen
Kesehatan (Kementerian Kesehatan).
Hakim juga menilai Siti terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi
sebesar Rp1,85 miliar dari PT Graha Ismaya. Uang ini diberikan agar Siti menyetujui
revisi anggaran pengadaan Alkes I dan suplier Alkes. Rasuah tersebut diketahui bermula
dari penelusuran petugas KPK mencium indikasi Siti menyalahgunakan wewenang
sebagai menteri, melalui penunjukan langsung pada proyek pengadaan alat kesehatan.
Dalam persidangan terungkap, Siti mengakui telah merekomendasikan penunjukan

langsung rekanan dalam pekerjaan pengadaan alat kesehatan untuk penanganan flu
burung tahun 2006.

Kata dia, rekomendasi diberikan setelah menandatangani draf mekanisme
penunjukan langsung yang diberikan Sekretaris Jenderal Kemenkes Syafii Ahmad. Tapi
Siti Fadilah menyangkal bahwa dirinya mengarahkan agar PT Bhineka Usada Raya yang
ditunjuk langsung menjadi rekanan. "Ada verbal untuk menyetujui rekomendasi cara
penunjukan langsung. Bukan menunjuk suatu PT (Perseroan Terbatas) dengan syarat,"
jelas Siti Fadilah, Rabu (9/9/2015). Lebih detail, Siti disebut meminta kuasa pengguna
anggaran dan pejabat pembuat komitmen Kemenkes, Mulya Hasjmy untuk memilih PT
Indofarma (Persero) Tbk sebagai penyedia buffer stock. Atas penunjukan langsung itu,
Indofarma memperoleh keuntungan sebesar Rp1,5 miliar dan merugikan negara sekitar
Rp6,1 miliar. Atas perbutan itu, Siti menerima 20 lembar Mandiri Traveller Cheque
senilai Rp500 juta dan cek perjalanan serupa senilai Rp1,37 miliar. Di tengah masa
persidangan, Jaksa Mohamad Nur Aziz mendakwa suami dan anak Siti, yakni
Muhammad Supari dan Tia Nastiti, kecipratan duit korupsi. Ketika sidang terdakwa
korupsi sekaligus mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik
Departemen Kesehatan RI Mulya A. Hasjmy, nama keduanya disebut jaksa.

"Mulya telah memperkaya diri sendiri senilai Rp 178 juta dan Muhammad Supari
(suami Siti Fadilah Supari) senilai Rp 118,36 juta dan Tia Nastiti (anak Siti Fadilah
Supari) sebesar Rp500.000.000,00," kata Jaksa Aziz. Setelah divonis bersalah, Siti
diminta membayar uang pengganti sebesar Rp1,9 miliar. Lantaran baru menyerahkan
uang sebesar Rp1,35 miliar, Siti masih diwajibkan membayar Rp550 juta. Mantan orang
nomor satu di Kementerian Kesehatan itu dinilai melanggar Pasal 3 UU Nomor 31/1999
sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kemudian ia melanggar Pasal 11 jo Pasal 18
UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20/2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

B. Nilai – nilai Anti Korupsi yang dilanggar oleh Beliau
a) Jujur
salah satu nilai anti korupsi yakni jujur. Namun, oleh Ibu Siti Fadilah

Supardi beliau tidak jujur atau tidak mengangakui terhadap apa kesalahan atau
tindakan yang dibuatnya. Dengan ketidak jujurannya, sehingga beliau sampai di
vonis 4 tahun penjara dan dengan denda uang senilai 200 juta. Nah, jadi kejujuran
merupakan sifat yang terpuji dan yang harus dimiliki oleh setiap orang. Sifat jujur
perlu ditamnamkan dalam diri seseorang sedini mungkin, karena kejujuran
merupakan tanggung jawab moral seseorang terhadap nilai - nilai dan norma -
norma agama dan masyarakat.

b) Berani
Dari keberanian Beliau sampai ia sudah menyalahgunakan wewenang.

Keberanian dari Ibu Fadilah Supardi membawah dia sampai masuk ke Bui,
keberanian memang sangat perlu bagi seorang pemimpin terlebihnya Beliau
adalah seorang Mentri Kesehatan Indonesia. Tetapi keberanian dari Beliau
tersebut keliru , yang seharusnya tidak begitu seperti contoh kasus tersebut.
Tentunya yang dimaksud dengan berani disini adalah keberanian untuk
melakukan kebaikan. Untuk tampil membela kebenaran. Berani adalah salah satu
ciri yang dimiliki oleh orang yang istiqamah berjalan di jalan Allah SWT.
Disamping ciri – ciri seperti bersikap tenang dan optimis.


Click to View FlipBook Version