MODUL PEMBELAJARAN
TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF
SISTEM
SUSPENSI
TITLE
TKRO
2020 LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU KABUPATEN BANYUMAS
EDITION SMK MA’ARIF NU 1 AJIBARANG
Jl. Raya Ajibarang Km 1, Ajibarang, Banyumas, 53163, Telp./Faks. (0281) 571284
E-Mail : [email protected]; Website http://www.smkmaarifnu1ajibarang.sch.id
KATA PENGANTAR
Modul pemeriksaan sistem suspensi merupakan salah satu kompetensi
yang harus dimiliki oleh siswa SMK MA’ARIF NU 1 AJIBARANG dari program
keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dengan harapan agar siswa
memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Modul ini di buat untuk tugas workshop pembuatan e-modul dengan
mengambil bebrapa materi (copy paste ) dari berbagai sumber yang sudah ada.
Modul ini bertujuan untuk membantu siswa dan guru dalam proses belajar
mengajar, sehingga diharapkan pada akhir kegiatan pemelajaran siswa dapat
menyerap semua materi yang berkaitan dengan pemeriksaan sistem suspensi.
Pada modul ini dilengkapi dengan panduan evaluasi baik itu mewancara,
tes tulis, tes praktik maupun tugas-tugas yang lain.
Demikian penjelasan singkat mengenai modul pembelajaran pemerksaan
sistem suspensi dengan harapan dapat membantu siswa dan guru dalam
persiapan proses belajar mengajar, hingga dapat menyelesaikan kompetensi ini
secara untuh dan menyuluruh sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Ajibarang, januari 2020
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ………………………………………………………….. i
KATA PENGANTAR …………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………. iii
PETA KEDUDUKAN MODUL …………………………………………………. iv
PERISTILAHAN / GLOSARIUM ……………………………………………….. viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Deskkripsi …………………………………………………………… 1
B. Prasarat ………………………………………………………………. 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul ……………………………………. 1
1. Petunjuk Bagi Siswa ………………………………………….. 1
2. Petunjuk Bagi Guru …………………………………………… 2
D. Tujuan Akhir ………………………………………………………….. 2
E. Kompetesi ………………………………………………………….. 3
F. Cek Kemampuan ……………………………………………………. 6
BAB II PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar Peserta Diklat ………………………………… 7
B. Kegiatan Belajar ……………………………………………………. 7
C. Rangkuman ………………………………………………………. 33
D. Tugas ………………………………………………………………… 34
E. Tes Formatif …………………………………………………………. 34
F. Kunci Jawaban Test Formatif …………………………………… 34
G. Lembar Kerja …………………………………………………….. 34
BAB III EVALUASI …………………………………………………………… 23
A. Tes Tulis …………………………………………………………….. 36
B. Tes Praktek ………………………………………………………….. 36
BAB IV PENUTUP………………………………………………………………. 39
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….. 48
PETA KEDUDUKAN MODUL
DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI
Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam
kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit-multi entry yang dapat diterapkan.
OPKR 40-016 B
OPKR 30-007 B OPKR 40-014 B
OPKR 30-014 B OPKR 40-009 B OPKR 50-019 B
OPKR 20-001 B OPKR 30-010 B OPKR 40-004 B OPKR 50-011 B I
OPKR 20-012 B OPKR 30-003 B OPKR 40-003 B OPKR 50-008 B
OPKR 30-013 B
OPKR 30-004 B OPKR 50-009 B
OPKR 20-011 B OPKR 20-017 B OPKR 30-002 B OPKR 40-002 B OPKR 50-007 B
OPKR 20-010 B OPKR 20-014 B OPKR 30-001 B OPKR 40-001 B OPKR 40-008 B OPKR 40-012 B OPKR 50-002 B I
OPKR 10-018 B
OPKR 10-006 B OPKR 10-003 B
OPKR 10-017 B OPKR 10-005 B OPKR 10-001 B OPKR 10-002 B
OPKR 10-016 B OPKR 10-010 B OPKR 10-009 B OPKR 10-019 B OPKR 40-017 B OPKR 40-019 B
I
OPKR 50-001 B
iv
PETA KEDUDUKAN MODUL
DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI
Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam
kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit-multi entry yang dapat diterapkan.
OPKR 40-016 B
OPKR 30-007 B OPKR 40-014 B
OPKR 30-014 B OPKR 40-009 B OPKR 50-019 B
OPKR 20-001 B OPKR 30-010 B OPKR 40-004 B OPKR 50-011 B I
OPKR 20-012 B OPKR 30-003 B OPKR 40-003 B OPKR 50-008 B
OPKR 30-013 B
OPKR 30-004 B OPKR 50-009 B
OPKR 20-011 B OPKR 20-017 B OPKR 30-002 B OPKR 40-002 B OPKR 50-007 B
OPKR 20-010 B OPKR 20-014 B OPKR 30-001 B OPKR 40-001 B OPKR 40-008 B OPKR 40-012 B OPKR 50-002 B I
OPKR 10-018 B
OPKR 10-006 B OPKR 10-003 B
OPKR 10-017 B OPKR 10-005 B OPKR 10-001 B OPKR 10-002 B
OPKR 10-016 B OPKR 10-010 B OPKR 10-009 B OPKR 10-019 B OPKR 40-017 B OPKR 40-019 B
I
OPKR 50-001 B
iv
Keterangan Diagram Pencapaian Kompetens
Kode Kompetensi Judul Modul
OPKR 10-00 1 B Pelaksanaan pemeliharaan / servis Pelaksanaan pemeliharaan /
komponen servis komponen
OPKR 10-00 2 B Pemasangan sistem hidrolik Pemasangan/servis hidrolik
OPKR 10-00 3 B Pemeliharaan sistem hidrolik Pemasangan/servis sistem
hidrolik
OPKR 10-00 5 B Pemeliharaan/servis dan Pemeliharaan/servis dan
perbaikan kompresor udara dan perbaikan kompresor udara
komponen-komponennya dan komponen-komponennya
OPKR 10-00 6 B Melaksanakan prosedur Melaksanakan prosedur
pengelasan, pematrian, dan pengelasan, pematrian, dan
pemotongan dengan panas dan pemotongan dengan panas
pemansan dan pemansan
OPKR 10-00 9 B Pembacaan dan pemahaman Pembacaan dan pemahaman
gambar teknik gambar teknik
OPKR 10-010 B Penggunaan dan pemeliharaan Penggunaan dan
alat ukur pemeliharaan alat ukur
OPKR 10-016 B Mengikuti prosedur kesehatan dan Mengikuti prosedur
keselamatan kerja kesehatan dan keselamatan
kerja
OPKR 10-017 B Penggunaan dan pemeliharaan Penggunaan dan
peralatan dan pelengkapan tempat pemeliharaan peralatan dan
kerja pelengkapan tempat kerja
OPKR 10-018 B Kontribusi komunikasi di tempat Kontribusi komunikasi di
kerja tempat kerja
OPKR 10-019 B Pelaksanaan operasi penanganan Pelaksanaan operasi
secara manual penanganan secara manual
OPKR 20-001 B Pemeliharaan/servis engine dan Pemeliharaan/servis engine
komponen-komponennya dan komponen-komponennya
OPKR 20-010 B Pemeliharaan/servis sistem Pemeliharaan/servis sistem
pendingin dan komponen- pendingin dan komponen-
komponennya komponennya
OPKR 20-012 B Perbaikan sistem pendingin Perbaikan sistem pendingin
OPKR 20-014 B Pemeliharaan/servis sistem bahan Pemeliharaan/servis sistem
bakar bensin bahan bakar bensin
OPKR 30-001 B Pemeliharaan/servis sistem Pemeliharaan/servis sistem
kopling dan komponen- kopling dan komponen-
komponennya komponennya
OPKR 30-002 B Perbaikan kopling dan komponon- Perbaikan kopling dan
komponennya komponon-komponennya
OPKR 30-003 B Overhaul kopling dan komponen- Overhaul kopling dan
komponennya komponen-komponennya
v
OPKR 30-004 B Pemeliharaan/servis transmisi Pemeliharaan/servis transmisi
manual manual
OPKR 30-007 B Pemeliharaan/servis transmisi Pemeliharaan/servis transmisi
Otomatis Otomatis
OPKR 30-010 B Pemeliharaan/servis unit final Pemeliharaan/servis unit final
drive/gardan drive/gardan
OPKR 30-013 B Pemeliharaan/servis poros roda Pemeliharaan/servis poros
penggerak roda penggerak
OPKR 30-014 B Perbaikan poros penggerak roda Perbaikan poros penggerak
roda
OPKR 40-001 B Perakitan dan pemasangan sistem Perakitan dan pemasangan
rem dan komponen- sistem rem dan
komponennya komponen-komponennya
OPKR 40-002 B Pemeliharaan/servis sistem rem Pemeliharaan/servis sistem
rem
OPKR 40-003 B perbaikan sistem rem perbaikan sistem rem
OPKR 40-004 B Overhaul komponen sistem rem Overhaul komponen sistem
rem
OPKR 40-008 B Pemeriksaan sistem kemudi Pemeriksaan sistem kemudi
OPKR 40-009 B perbaikan sistem kemudi perbaikan sistem kemudi
MODUL Pemeriksaan sistem suspensi Pemeriksaan sistem
suspensi
OPKR 40-014B Pemeliharaan/servis sistem Pemeliharaan/servis sistem
suspensi suspensi
OPKR 40-016 B Balans roda/ban Balans roda/ban
OPKR 40-017 B Melepas, memasang dan menyetel Melepas, memasang dan
roda menyetel roda
OPKR 40-019 B Pembongkaran, perbaikan, dan Pembongkaran, perbaikan,
pemasangan ban luar dan ban dan pemasangan ban luar
dalam dan ban dalam
OPKR 50-001 B Pengujian, pemeliharaan/servis Pengujian, pemeliharaan/
dan penggantian baterai servis dan penggantian
baterai
OPKR 50-002 B Perbaikan ringan pada rangkaian/ Perbaikan ringan pada
sistem kelistrikan rangkaian/ sistem
kelistrikan
OPKR 50-007 B Pemasangan, pengujian, dan Pemasangan, pengujian, dan
perbaikan sistem penerangan perbaikan sistem
dan wiring penerangan dan wiring
OPKR 50-008 B Pemasangan, pengujianm dan Pemasangan, pengujianm
perbaikan sistem pengaman dan perbaikan sistem
kelistrikan dan komponennya pengaman kelistrikan dan
komponennya
OPKR 50-009 B Pemasangan kelengkapan Pemasangan kelengkapan
vi
kelistrikan tambahan kelistrikan tambahan
(assesoris) (assesoris)
OPKR 50-011 B Perbaikan sistem pengapian Perbaikan sistem pengapian
OPKR 50-019 B Memelihara/sistem AC (Air Memelihara/sistem AC (Air
Conditioner) Conditioner)
vii
PERISTILAHAN / GLOSSARY
Upper arm : yaitu lengan bagian atas atau yang menghubungkan streering
bawah yang menghubungkan streering knuckle dengan rangka.
Lower arm : yaitu lengan bagian bawah yang menghubungkan steering
knuckel dengan rangka
Steering knuckle : yaitu lengan kemudi bagian roda depan untuk pemasangan roda
depan.
Ball joint : yaitu sambungan bola memungkinkan steering knuckle belok
kekanan atau kekiri.
Bhusing : yaitu bagian yang memisahkan antara poros sambungan dengan
lubang bagian yang di sambungkan.
“V” block : yaitu bahan penyangga poros yang akan diperiksa
kebengkokanya.
Shock Absorber : Peredam kejut
viii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul pemeriksaan sistem suspensi ini sebagai pemandu pelatihan sekaligus
merupakan bahan informasi dalam pembelajaran dan pelatihan yang mengubah
sikap / perilaku peserta diklat menjadi seorang yang memiliki kompetensi sesuai
standart. Pembelajaran dengan modul ini dapat dilakukan secara klasikal dengan
atau tanpa instruktur, bahkan individual, karena menggunakan pendekatan pelatihan
berbasis kompetensi yang mengacu pada kurikulum 2004.
Modul ini hanya membahas tentang konstruksi dan cara kerja system supensi
dan memeriksa sistem / komponen suspensi dan menentukan kondisinya. Setelah
mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat memahami konstruksi , cara
melakukan pememeriksan sistem / komponen suspensi dan menentukan
kondisinya.
B. Prasyarat
Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada program-program keahlian
teknik mekanik otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasarat seperti
terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul.
Prasarat mempelajari modul OPKR-40-012 B adalah OPKR 10 – 018 B. dan
OPKR10 – 016 B
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Petunjuk bagi siswa
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan
modul ini maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan adalah :
a. Membaca dan memahami secara seksama uraian materi yang ada pada
masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa
dapat bertanya pada guru atau instruktur yang memandu kegiatan belajar.
b. Mengerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa
besar pemahaman yang telah dimiliki pada materi yang sudah di bahas
disetiap kegiatan belajar.
c. Pada kegiatan belajar praktek perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Petunjuk keselamatan kerja.
2. Langkah kerja (prosedur praktek) dengan baik.
3. Alat dan bahan yang diperlukan.
4. Penggunaan alat sesuai prosedur pemakaian.
5. Kegiatan praktek yang belum jelas, harus minta ijin guru atau instruktur
terlebih dahulu.
6. Setelah selesai praktek, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.
d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada
kegiatan belajar sebelumnya atau bertanya pada guru / instruktur yang
memandu kegiatan pembelajaran bersangkutan.
1
2. Petunjuk bagi guru
Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan :
a. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar.
b. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar.
c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktek baru dan
menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar.
d. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f. Merencanakan pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika
diperlukan.
D. Tujuan Akhir
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam
modul ini peserta diklat diharapkan :
1. Memahami konstruksi dan cara kerja sistem suspensi.
2. Memahami prosedur pemeriksaan, pengujian dan menentukan kondisi sistem /
komponen system suspensi.
2
E. KOMPETENSI : Pemeriksaan sistem suspensi
KODE : chasis suspensi
DURASI PEMELAJARAN : 40 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 1 1 - - 2 2
1. Batasan konteks
Standar kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/sevis dan perbaikan di bidang perbengkelan
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
Spesifikasi pabrik kendaraan
SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan
Spesifikasi produk/komponen pabrik
Kebutuhan pelanggan
Kode area tempat kerja
Perundang-undangan pemerintah untuk kelaikan kendaraan
1. Pelaksanaan K3 harus memenuhi :
Undang-unadang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
KONDISI KINERJA Penghargaan di bidang industri
4. Sumber-sumber dapat termasuk:
Peralatan tangan/hand tools, peralatan bertenaga/power tools
Perlengkapan pengangkatan
Perlengkapan penyanggah/jack stand
Perlengkapan pengukuran dan peralatan khusus/special tools
Perlengkapn penguji
5. Kegiatan
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk :
Tes fungsi dan jalan, pengujian tekanan, pengukuran
Penilaian, visual, pendengaran/aural dan fungsi (meliputi : kerusakan, korosi, kebocoran, keausan)
6. Variabel lainnya dapat termasuk :
Lateral dan longitudinal arm
Ball joints
Peralatan suspensi otomotais, kondisi jalan/ride control, pengontrol ketinggian/height control
3
E. KOMPETENSI : Pemeriksaan sistem suspensi
KODE : chasis suspensi
DURASI PEMELAJARAN : 40 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 1 1 - - 2 2
1. Batasan konteks
Standar kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/sevis dan perbaikan di bidang perbengkelan
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
Spesifikasi pabrik kendaraan
SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan
Spesifikasi produk/komponen pabrik
Kebutuhan pelanggan
Kode area tempat kerja
Perundang-undangan pemerintah untuk kelaikan kendaraan
1. Pelaksanaan K3 harus memenuhi :
Undang-unadang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
KONDISI KINERJA Penghargaan di bidang industri
4. Sumber-sumber dapat termasuk:
Peralatan tangan/hand tools, peralatan bertenaga/power tools
Perlengkapan pengangkatan
Perlengkapan penyanggah/jack stand
Perlengkapan pengukuran dan peralatan khusus/special tools
Perlengkapn penguji
5. Kegiatan
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk :
Tes fungsi dan jalan, pengujian tekanan, pengukuran
Penilaian, visual, pendengaran/aural dan fungsi (meliputi : kerusakan, korosi, kebocoran, keausan)
6. Variabel lainnya dapat termasuk :
Lateral dan longitudinal arm
Ball joints
Peralatan suspensi otomotais, kondisi jalan/ride control, pengontrol ketinggian/height control
3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Memeriksa sistem/ Pemeriksaan sistem suspensi Konstruksi dan kerja Menerapkan prosedur Persyaratan keselamatan diri Melaksanakan
komponen suspensi dilaksanakan tanpa menye- sistem suspensi. pemeriksaan sistem/ Persyaratan keamanan pemeriksa-an sistem/
dan menentukan babkan kerusakan terhadap Prosedur pemeriksaan, komponen suspensi dan komponen komponen suspensi
kondisinya. komponen/sistem lainnya. pengujian dan menentukan kondisinya Prinsip kerja memeriksa secara rutin
Informasi yang benar di- menentukan kondisi sesuai dengan SOP sistem suspensi Mengidentifikasi kondisi
akses dari spesifikasi pabrik sistem/komponen Melaksanakan kegiat-an Konstruksi dan kerja sistem suspensi dan
dan dipahami. suspensi. yang kompleks dan tidak sistem suspensi yang komponennya
Pemeriksaan sistem rutin; menjadi mandiri sesuai Melaksanakan tes
suspensi di pakai dan bertanggung jawab Prosedur pemeriksaan jalan/ road test
berdasarkan metode dan untuk pekerjaan yang sistem suspensi dan
perlengkapan yang sesuai lainnya. pengu-jian (sesuai pada
terhadap spesifikasi kegunaan)
pabrik. Prosedur menentukan
Kondisi sistem/ komponen kondisi sistem/komponen
ditentukan dengan suspensi.
membandingkan kondisi Informasi teknik yang
komponen yang sesuai
sebenarnya (standar) Kebijakan perusahaan.
pada spesifikasi pabrik
untuk batasan/toleransi
seseuai dengan
perundang-perundangan
kelaikan kendaraan.
Data yang tepat
dilengkapi sesuai hasil
pemeriksaan sistem
suspensi.
4
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Memeriksa sistem/ Pemeriksaan sistem suspensi Konstruksi dan kerja Menerapkan prosedur Persyaratan keselamatan diri Melaksanakan
komponen suspensi dilaksanakan tanpa menye- sistem suspensi. pemeriksaan sistem/ Persyaratan keamanan pemeriksa-an sistem/
dan menentukan babkan kerusakan terhadap Prosedur pemeriksaan, komponen suspensi dan komponen komponen suspensi
kondisinya. komponen/sistem lainnya. pengujian dan menentukan kondisinya Prinsip kerja memeriksa secara rutin
Informasi yang benar di- menentukan kondisi sesuai dengan SOP sistem suspensi Mengidentifikasi kondisi
akses dari spesifikasi pabrik sistem/komponen Melaksanakan kegiat-an Konstruksi dan kerja sistem suspensi dan
dan dipahami. suspensi. yang kompleks dan tidak sistem suspensi yang komponennya
Pemeriksaan sistem rutin; menjadi mandiri sesuai Melaksanakan tes
suspensi di pakai dan bertanggung jawab Prosedur pemeriksaan jalan/ road test
berdasarkan metode dan untuk pekerjaan yang sistem suspensi dan
perlengkapan yang sesuai lainnya. pengu-jian (sesuai pada
terhadap spesifikasi kegunaan)
pabrik. Prosedur menentukan
Kondisi sistem/ komponen kondisi sistem/komponen
ditentukan dengan suspensi.
membandingkan kondisi Informasi teknik yang
komponen yang sesuai
sebenarnya (standar) Kebijakan perusahaan.
pada spesifikasi pabrik
untuk batasan/toleransi
seseuai dengan
perundang-perundangan
kelaikan kendaraan.
Data yang tepat
dilengkapi sesuai hasil
pemeriksaan sistem
suspensi.
4
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Seluruh kegiatan pemeriksa-
an sistem suspensi dan
pengidentifikasian kondisi
dilaksanakan berdasarkan
SOP (Standard Operation
Procedures), undang-undang
K 3 (Keselamatan dan Kese-
hatan Kerja), peraturan
perundang-undangan dan
prosedur/ kebijakan perusa-
haan.
5
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Seluruh kegiatan pemeriksa-
an sistem suspensi dan
pengidentifikasian kondisi
dilaksanakan berdasarkan
SOP (Standard Operation
Procedures), undang-undang
K 3 (Keselamatan dan Kese-
hatan Kerja), peraturan
perundang-undangan dan
prosedur/ kebijakan perusa-
haan.
5
F. Cek Kemampuan
Sebelum mempelajari MODUL , istilah cek list ( ) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur
dan dapat dipertanggung jawabkan.
Sub Jawaban Bila jawaban ya
Kompetensi Pernyataan Ya Tidak kerjakan
1. Memeriksa / 1. Saya mampu menyebutkan Soal tes formatif
komponen macam-macam konstruksi dan
suspensi dan sistem suspensi
menentukan 2. Saya mampu menjelaskan kerja
kondisinya. macam-macam sistem suspensi
3.Saya mampu melaksanakan
pemeriksaan , pengujian dan
penentuan kondisi komponen
sistem suspensi sesuai SOP
Apabila peserta diklat menjawab “tidak” pelajari modul ini.
Soal :
1. Sebutkan macam-macam konstruk sistem suspensi.?
2. Jelaskan cara kerja macam-macam sistem suspensi..?
3. Periksa system suspensi dan uji kondisi kroponenyx..?
6
F. Cek Kemampuan
Sebelum mempelajari MODUL , istilah cek list ( ) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur
dan dapat dipertanggung jawabkan.
Sub Jawaban Bila jawaban ya
Kompetensi Pernyataan Ya Tidak kerjakan
1. Memeriksa / 1. Saya mampu menyebutkan Soal tes formatif
komponen macam-macam konstruksi dan
suspensi dan sistem suspensi
menentukan 2. Saya mampu menjelaskan kerja
kondisinya. macam-macam sistem suspensi
3.Saya mampu melaksanakan
pemeriksaan , pengujian dan
penentuan kondisi komponen
sistem suspensi sesuai SOP
Apabila peserta diklat menjawab “tidak” pelajari modul ini.
Soal :
1. Sebutkan macam-macam konstruk sistem suspensi.?
2. Jelaskan cara kerja macam-macam sistem suspensi..?
3. Periksa system suspensi dan uji kondisi kroponenyx..?
6
BAB II
PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Peserta Diklat
Rencana setiap kegiatan belajar anda, dengan mengikuti tabel di bawah ini
dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap
kegiatan belajar.
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Alasan Paraf
Belajar Perubahan Guru
1. Mempelajari
konstruksi dan
cara kerja
system suspensi
2. Memeriksa
sistem/komponen
suspensi dan
menentukan
kondisinya.
B. Kegiatan Belajar
1. Menjelaskan konstruksi dan cara kerja system suspensi
Tujuan kegiatan belajar :
Menjelaskan konstruksi system suspensi
Menjelaskan cara kerja system suspensi
2. Memeriksa system/ komponen system suspensi
Memeriksa sistem / komponen suspensi dan menentukan kondisinya.
1. Tujuan kegiatan belajar
a. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi
b. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi
sesuai dengan SOP
2. Uraian materi
Kenyamanan berkendaraan merupakan faktor utama yang harus
diperhatikan oleh pengendara maupun penumpang. Namun demikian,
kendaraan akan selalu mengalami getaran atau goncangan yang disebabkan
oleh mesin itu sendiri atau karena kondisi jalan yang tidak rata. Untuk
mengurangi getaran dan goncangan tersebut setiap kendaraan perlu
dilengkapi dengan sistem suspensi.
7
Apabila salah satu komponen system suspensi mengalami gangguan,
maka akan terjadi hal yang tidak diharapkan. Sehingga kenyamanan
pengendaraan tidak akan dapat dicapai.
Gambar 1. Penggunaan sistem suspensi
Pada umumnya system suspensi kendaraan dapat digolongkan menjadi 2
jenis yaitu suspensi independent dan suspensi rigid
Konstruksi dan kerja jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri
dipasangkan secara terpisah, sehingga kedua roda dapat bekerja sendiri
bila menerima kejutan dari permukaan jalan
Ada dua macam konstruksi suspensi independent depan yaitu
suspensi wishbone dan suspensi mac pherson :
1) Suspensi wishbone pegas coil
Suspensi jenis ini menggunakan pegas koil yang dipasangkan
diantara lengan bawah (lower arm) dan lengan atas (upper arm)
Bodi (frame)
Lengan atas
Peredam getaran
Bantalan lengan atas Sambungan peluru atas
Knuckle kemudi
Pegas koil
Kerangka (frame)
Penahan benturan
Bantalan lengan bawah
Strut bar Sambungan peluru
Lengan bawah bawah
Gambar 2 : Suspensi wishbone dengan pegas koil
8
Suspensi ini mempunyai sifat :
a) Dengan desain yang kompak dari pegas hasil , sangat cocok
digunakan untuk system suspensi roda depan.
b) Kedua ujung luar lengan atas dan lengan bawah yang
dipasangkan pada knuckle kemudi menggunakan sambungan
peluru, sehingga memungkinkan arm dapat bergerak ke atas
dank ke bawah mengikuti gerakan roda.
c) Knuckle kemudi dan spindle yang terpasang dibagian ujung
lengan atas dan bawah dipasang menggunakan sambungan
peluru, sehingga memungkinkan knucklekemudi dapat
diarahkan.
Kerjanya bila roda-roda depan menerima kejutan dari
permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower
arm sehingga mengakibatkan pegas mengalami pemendekan
dan pemanjangan sesuai dengan kemampuan pemegasan
(konstanta pemegasan)
2) Suspensi wishbone pegas torsi
Suspensi wishbone menggunakan pegas batang torsi yang
dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm ) dan kerangka
kendaraan.
Lengan atas
Pengikat bodi (frame)
Peredam getaran
Pegas torsi
stabiliser
Spindle roda
Lengan bawah
Gb. 3: Suspensi wishbone dengan pegas torsi
Suspensi ini mempunyai sifat :
a). Pegas batang torsi (torsion bar) digunakan pada kendaraan
yang tidak menggunakan pegas koil ataupun pegas atau pegas
daun pada suspensi depan
b) Pegas batang torsi (torsion bar) pada ujung belakangnya
dipasang pada kerangka kendaraan , sedangkan ujung
9
depannya dipasangkan pada lengan bawah (lower arm) dan
kedua tempat pemasangannya dibuat mati.
c). Pegas batang torsi (torsion bar) bekerja secara puntiran karena
batang torsi dibuat dari baja yang mempunyai elastisitas tinggi
Kerjanya : bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan
jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper arm melalui
knuckle kemudi. Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan
kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower
arm dengan kerangka (frame). Untuk memperhalus proses
pemegasan (puntiran) pegas torsi maka peredam getaran
dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang
dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan
3) Suspensi Mac pherson
Suspensi ini pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan
dengan shock absorber menggunakan lengan bawah ( lower arm )
sebagai dudukan komponennya
Ada dua macam konstruksi suspensi mac pherson yaitu dengan
lengan “melintang” dan lengan “L”
a). Suspensi mac pherson lengan “melintang”
Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm)
berbentuk lurus , salah satu ujung lengan bawah dipasang
knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung
yang lain dipasangkan pada kerangka kendaraan.
Lengan melintang dan kelengkapannya berfungsi meneruskan
beban kendaraan keroda dan mengontrol gerakan samping,
lengan ini bersama-sama batang penahan (strut bar ) berfungsi
mencegah perubahan jejak roda-roda depan
10
Bantalan atas
Penutup debu
Pegas koil
Bodi ( frame) Pengantar dan perapat
batang piston
Batang piston
Reservoir
Piston
Silinder tekanan
spindle
Katup kontrol
Sambungan
peluru bawah
Strut bar
Lengan bawah
Gambar 4 : Suspensi mac pherson dengan lengan melintang
Kerjanya : bila roda-roda depan menerima kejutan dari
permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm melintang
sehingga mengakinatkan terjadinya pemendekan dan
pemanjangan pegas koil yang dipasangkan antara peredam
getaran dengan kerangka ( frame ). Untuk memperhalus proses
pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan maka
peredam kejut dipasangkan bersama pegas koil antara lower
arm dengan rangka ( frame)
11
b) Suspensi mac pherson lengan “L”
Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah ( lower arm )
berbentuk “L” yang digunakan pada roda sebagai penggerak (
front wheel drive) dengan engine di depan ( front engine)
Penopang atas
Pegas koil
Penahan benturan
Dudukan pegas
Penutup debu
Batang piston
Dudukan pegas
Peredam getaran
Poros penggerak roda Knuckle arm
Rem cakram
Hub roda
Pemasangan lengan
bawah
Lengan bawah
Gambar 5 : Suspensi mac pherson dengan lengan “L”
Lengan bawah “ L “ mempunyai dua tempat pemasangan pada
kerangka yang masing-masing dipasangkan menggunakan
bushing karet, dengan dua tempat pemasangan terpisah yang
berfungsi untuk mencegah gerakan dari arah samping dan
gerakan aksial roda. Oleh karena itu suspensi jenis ini tidak
memerlukan lagi batang penahan (sturt bar)
Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari
permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower arm “L”
mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada
pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan
rangka (frame) kendaraan.
Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi
oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan
bersaman pegas koil antara lower arm “L” dengan rangka
(frame) kendaraan .
b. Konstruksi jenis suspensi independen belakang.
Suspensi jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri
dipasangkan secara terpisah, sehingga roda dapat bekerja sendiri bila
menerima kejutan dari permukaan jalan.
12
Ada dua macam konstruksi suspensi independent belakang yaitu :
Suspensi mac pherson penggerak roda depan dan suspensi mac
pherson penggerak roda belakang.
1) Suspensi mac pherson penggerak roda depan.
Suspensi jenis ini dilengkapi lengan bawah ( lower arm) dan lengan
penopang (strut bar)
Penutup debu
Pegas koil
Rangka (frame) Penahan pegas bawah
Pembatas peredam
Peredam getaran
Pemasangan lengan bawah Knuckle arm
Lengan bawah
Stabilisator
Strut bar
Tromol rem
Gambar 6 : Suspensi mac pherson bagian belakang
Suspensi ini mempunyai sifat :
a) Pemasangan ujung lengan bawah (lower arm) dengan
rangka silang kendaraan menggunakan bhusing karet
sedangkan ujung yang lainnya dipasangkan pada knuckle
kemudi.
b) Batang penopang (strut bar) dipasangkan antara kerangka
dengan lengan control bawah yang berfungsi untuk mengurangi
terjadinya gaya lateral yang berlebihan.
Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari
permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm yang
mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas
koil yang dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame)
kendaraan.
Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi
yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersama pegas
antara lower arm dengan rangka (frame ) kendaraan.
13
2) Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi
Suspensi jenis ini menggunakan poros kaku ( rigid) berbentuk “
U “ yang didalamnya dipasangkan batang tiorsi akan bekerja
secara puntiran saat terjadi gerakan roda.
Pegas koil
Peredam getaran
Batang lateral
Penguat poros
Lengan suspensi
Batang torsi
Gambar 7: Suspensi mac pherson dengan batang torsi
Suspensi ini mempunyai sifat :
a) Poros semi rigid bersama batang pegas torsi bekerja secara aktif
sebagai suspensi
b) Pegas koil berfungsi menyempurnakan momen suspensi agar
dapat mengurangi roling body, hingga menghasilkan
pengemudian yang stabil
c) Gerakan puntiran dari ujung lengan-lengan suspensi diteruskan
kedalam gerakan puntiran aksel belakang. Puntiran ini sangat
menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan lengan-
lengan suspensi
Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari
permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros, lengan suspensi
sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun
terhadap rangka (frame) kendaraan.
Untuk memperhalus proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang
berlebihan pegas koil bersama dengan peredam getaran dipasang
antara rumah poros roda belakang dengan rangka (frame)
kendaraan
14
3) Suspensi mac pherson penggerak roda belakang.
Suspensi jenis ini dilengkapi dengan lengan control bawah ( lower
arm) dan lengan control atas (upper arm) hingga dapat berayun
secara bebas bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan.
Suspensi ini juga disebut aksel berayam
Penopang
Pegas atas
Deferensial
Peredam
Lengan getaran
atas
Rangka silang
Stabilisatoror Lengan
Strut bar Bawah
Gambar 8 : Poros berayun pada bagian belakang
Suspensi ini mempunyai sifat :
a) Poros ( aksel ) roda dibuat terpisah, hingga poros dapat barayun
bebas , pertemuan kedua bagian poros bekerja sebagai
tumpuan.
b) Differensial ditempatkan pada bagian rangka silang body
kendaraan. Berat body kendaraan dan komponen yang lain
ditopang oleh pegas suspensi
c) Ujung bawah mac pherson dipasang pada lengan kontrrol atas
dan bawah juga lengan jejak.
d) Ujung lengan jejak, lengan control atas dan control bawah yang
lain dipasangkan pada kerangka body kendaraan
Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari
permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan upper arm
sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan
pemanjangan .
Untuk memperhalus proses pemegasan pegas koil dan ayunan
(oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut
dipasang antara lower arm dengan rangka (frame)
a. Konstruksi jenis suspensi rigid
1). Jenis suspensi rigit roda depan
Suspensi jenis ini biasanya dipasangkan pada poros rigit ( kaku)
yang terbuat dari baja tempa pejal berbentuk I Roda sebelah
kanan dan kiri dipasangkan pada ujung poros tunggal. Pada bagian
15
tengah poros berfungsi menahan beban kendaraan,sedangkan
pada ujung poros berfungsi menahan momen punter karena gaya
pengereman
Pegas daun Poros depan
Gambar 9 :Poros rigit depan jenis I Beam
Bagian ujung poros ini juga dipasangkan knuckle kemudi dengan
menggunakan poros kingpin . Ada empat jenis knuckle kemudi
yang dipasangkan pada suspensi rigid roda depan yaitu :
a) Jenis reverse eliot
Jenis ini ujung poros sangat sederhana konstruksinya dan
mudah untuk pemasangan komponen rem
Knuckle
kemudi
Poros King ping
Poros depan
Gambar 10 : Jenis Reverse Eliot
16
b). Jenis eliot
Jenis ini ujung porosnya dibuat sangat komplek , knuckle
kemudi dipasangkan ditengah ujung poros dengan
menggunakan poros kingpin
Knuckle kemudi
Poros depan Gambar 11: Jenis Eliot
c). Jenis Lemoine :
Jenis tidak memerlukan poros kingpin, karena knuckle
kemudi dipasangkan pada ujung poros bagian atas sehingga
poros menjadi tambah tinggi
Knuckle
kemudi
Poros depan
Gambar 12: Jenis Lemoine
e) Jenis marmon
Jenis ini juga tidak memerlukan poros kingpin kare knuckle
kemudi dipasangkan pada bagian bawah ujung poros sehingga
daya kekuatannya agak berkurang bila dibandingkan dengan
jenis yang lain.
Knuckle kemudi
Poros depan
Gambar 13: Jenis Marmon
17
Kerjanya : bila roda-roda depan menerima kejutan dari
permukaan jalan akan diteruskan keporos depan rigit yang
berbentuk “ I “ hingga mengakibatkan pegas daun terjadi
pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati
lurus ( pemegasan pegas daun)
Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun / ayunan
pegas daun yang berlebihan maka dipasangkan peredam
getaran antara poros depan dengan rangka (frame).
2). Jenis suspensi rigit roda belakang
Suspensi jenis ini biasanya roda-roda dipasangkan pada satu
poros. Ada dua jenis pegas yang digunakan pada jenis ini yaitu
Ayunan pegas
Baut ”U”
Kerangka
Peredam getaran
Pegas
daun
Gantungan
pegas
Gambar 14: Suspensi poros rigit belakang dengan pegas daun
a). Pegas daun
Pada umumnya pegas daun dipasangkan secara parallel antara
rangka dengan poros belakang, sehingga tenaga yang dihasilkan
oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang berputar
dalam rumah.
Sedangkan beban kendaraan yang didukung oleh rangka mobil
diteruskan ke rumah poros melalui pegas daun
Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan
jalan maka diteruskan kerumah poros belakang yang mengakibatkan
pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip
mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) yang konstruksinya
dilengkapi dengan ayunan pegas
Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan
maka suspensi ini dilengkapi peredan getaran yang dipasangkan
antara penopang pegas daun dengan (frame)
18
Poros belakang Kerangka
Ayunan
Pegas
Gantungan
pegas daun
Pengunci pegas
Pengunci pegas daun
daun Baut
“U”
Gambar 15: Suspensi pegas daun
b). Pegas koil
Poros kaku dengan pegas koil untuk mengadakan pemegasan
dan menahan beban tegak lurus, tetapi tidak dapat menahan
gaya samping atau tekanan samping.
Apabila pegas koil digunakan pada suspensi belakang, harus
dilengkapi komponen yang lain seperti : laterar rod dan
stabilisator.
Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari
permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros roda belakang
yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan
pemanjangan ( konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan
pegas (oksilasi) yang berlebihan pada suspensi ini dilangkapi
peredam getaran yang dipasangkan antara rumah poros
dengan kerangka (frame) kendaraan.
Pegas koil
Rumah poros
belakang Lengan kontrol atas
Batang
kontrol Peredam
getaran
Stabilisator
Lengan control
bawah
Gambar 16: Suspensi pegas koil
19
Ini uraian materi kegiatan belajar 2:
Fungsi dan prosedur pemeriksaan, pengujian dan menentuan komponen
system suspensi :
1. Upper arm dan lower arm
Komponen ini berfungsi untuk menyangga pegas coil, pemasangan
knuckle kemudi dan memelihara letak geometris body dan roda-roda.
Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas lower arm dan upper arm,
dengan cara disemprot menggunakan penetrant warna untuk
menyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau
retak.
2. knuckle kemudi
Komponen ini berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan /
sumbu roda, sehingga memungkinkan kendaraan membelok kekanan
dan kekiri.
Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas dan bersih knuckle kemudi
disemprotkan menggunakan penetrant warna untuk meyakinkan
bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak.
Upper arm
Knuckle kemudi
Lower arm .
Gb. 17 Pemeriksaan Lower, Upper arm dan knuckle kemud
Pengujian lower arm dan upper arm : dalam keadaan lower i
arm dan upper arm terpasang dalam kerangka (frame) kendaraan
komponen ini digerakkan kearah atas atau kearah bawah .
Bila tidak timbul suara yang aneh maka bias dipastikan lower arm dan
upper arm dalam keadan baik.
Pengujian knuckle kemudi : dalam keadaan terpasang pada lower arm
maupun upper arm komponen ini digerakkan kearah samping kiri,
kanan, atas dan bawah .
Bila tidak timbul suara aneh maka bias dipastikan knuckle kemudi
dalam kondisi baik
20
3. Ball Joint
Komponen ini berfungsi sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan
membentuk, pemasangannya antara lower arm dengan steering knuck
dan upper arm dengan steering knuekle.
a) Pemeriksaan kekendoran ball joint bawah terhadap lower arm.
Dongkrak bagian depan kendaraan dan di topang dengan
penyangga.
Pastikan kendaraan sudah disangga dengan aman
Pastikan bahwa roda depan telah lurus posisinya dan tekan
pedal rem.
Gerakkan lengan suspensi bawah ke atas dan kebawah dan
pastikan tidak ada gerak bebas ball joint (berlebihan)
Gerakkan roda samping kanan samping kiri dan pastikan tidak
ada gerakan yang berlebihan.
Ball joint atas
Ball joint bawah
Penyangga
Gambar 18 : Pemerikasan ball joint terhadap lower arm dan upper arm
Pengujian ball joint : dalam keadaan roda terpasang gerakkan roda
bagian atas kedalam dan bagian bawah keluar atau sebaliknya bila
terjadi kekocakan yang berlebihan maka ball joint perlu diganti bila
tidak terjadi kekocakan dapat dipastikan ball joint dalam keadaan baik.
4. Pegas Koil (Coil Spring)
Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang
diakibatkan dari permukaan jalan tidak rata, penempatannya diantara
lower arm dan upperr arm. Pemeriksaan pegas koil dalam keadaan
terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak atau aus,
ukur tinggi bebas pegas sesuai dengan buku manual sesuai dengan
jenis mobil yang diperiksa .batas limit = 273 mm.
Gambar 19: Pemeriksaan pegas koil
21
Pengujian pegas koil dalam keadaan pegas koil terlepas ukur tinggi
bebas pegas, kemudian tekan pegas dengan beban tertentu.
Ukur kembali tinggi bebas pegas , bila ukuran kurang dari batas limit
spesifikasi sesuai yang ditentukan maka pegas perlu diganti, dan
sebaliknya
Catatan :
a. Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat
kendaraan melewati jalan yang rata.
b. Bila pegas lemah, maka keausan ban menjadi tidak normal
5. Shock absorber (peredam getaran )
Komponen ini berfungsi untuk mengurangi oksilasai yang berlebihan
pada pegas bila kendaraan berjalan dijalan tidak rata. Pemeriksaan
peredam getaran dalam keadaan terlepas dan bersih, pastikan tidak
ada kebocoran minyak dan gas.
Gb. 21a Pemeriksaan Shock absorber
22
Gb. 21b Pemeriksaan Shock absorber
Pengujian : Dalam keadaan terlepas dengan cara ditekan dan ditarik
bila dengan tahanan yang tetap pastikan kondisi peredam gataran
dalam keadaan baik . bila ada bushing peredam getaran yang rusak
perlu dilakukan penggantian
Dalam keadaan terpasang:
a. goyangkan mobil kearah samping, dan goyangan kesamping
harus cepat berhenti
b. Pada mobil sedan tekan pada bagian depan mobil kemudian lepas
maka getaran tambah setengah dari tekanan semula dan kembali
pada posisi sebelumnya.
6. Strut bar
Komponen ini berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju
atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan
maupun dorongan akibat terjadinya pengereman, atau saat pemindaan
tenaga dari motor, strut bar berupa batangan baja yang dipasang pada
lower arm dan frame kendaraan. Pemeriksaan strut bar dalam
keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak.
Pemeriksaan kebengkokan :
Letakkan strut bar pada v blok.
Ukur run out bagian tengah strut bar menggunakan dial indikator
magnetik.
Kebengkokan tidak boleh melebihi batas limit yang sudah
ditentukan pada buku manual dari jenis kendaraan tersebut
Meja rata
Dial indicator magnet
V blok
Strut bar
Gb. 22 Pemeriksaan kebengkokan strut bar
23
Pengujian : Dalam keadaan terpasang dan mobil di jack stand dengan
aman :
Dengan rem kendaraan diinjak dorong bagian roda yang diuji
kedepan atau kebelakang
Pastikan tidak ada bagian bushing strutbar yang aus atau rusak.
Bila ada bagian bushing yang aus/rusak lakukan penggantian.
7. Stabilizer bar
Komponen ini berfungsi untuk mengurangi terjadinya kemiringan
kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat membelok atau saat lurus
mengurangi tenaga guling. Stabilizer ini di pasangkan pada lower arm
kiri dan kanan, bagian tengahnya diikatkan pada frame / body
kendaraan, sehingga beban yang diterima komponen ini saat
kendaraan membelok adalah beban puntiran.
Stabilisator
Gb. 23 : Pemeriksaan stabilizer dan bushing karet
Pemeriksaan stabilizer bar :
1. dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan komponen ini tidak ada
bagian yang retak, aus atau patah.
2. Karet-karet pengikat dalam keadaan terpasang pastikan karet-karet
pengikat pada frame tidak ada yang retak
Pengujian : Dalam keadaan stabilizer terpasang tekan bagian depan mobil
sebelah kanan atau tekan bagian mobil sebelah kiri secara bergantian
24
.bila tekanan dilepaskan maka kondisi mobil cepat kembali seperti posisi
semula pastikan stabilizer masih dalam kedaan normal
Bila pengujian diatas timbul suara yang aneh maka bushing pengikat
stabilizer dengan rangka perlu diganti.
b. Prosedur pemeriksaan komponen sistem suspensi rigid
Baut “U” Peredam getaran
Ayunan pegas
Bushing ayunan
pegas
Penopang atas pegas daun
Penopang atas pegas daun
Pegas daun
Bushing gantungan
pegas Bushing peredam kejut
Gantungan
Pegas Penopang bawah pegas daun
Gambar 24. Komponen sistem suspensi pegas daun
Fungsi dan prosedur pemeriksaan komponen
1. Pegas daun
Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan yang ditimbulkan
permukaan jalan, pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih
besar bila dibanding dengan pegas koil maupun pegas torsi oleh karena
itu pegas daun banyak digunakan pada sistem suspensi bagian belakang
kendaraan.
Pemeriksaan pegas daun :
a). Dalam keadaan terlepas dan bersih lembaran pegas tidak retak atau
pada ujung – ujungnya tidak terjadi keausan yang berlebihan.
b). Ujung- ujung pegas daun tidak terjadi keausan yang berlebihan
25
Mata pegas
Pegas no.1
Pegas no.2
Pegas no. 3
Susunan pegas daun
Baut pengikat
Penjepit pegas
Gb. 25. Pemeriksaan pegas daun
Pengujian : Dalam keadaan terlepas :
Ukur NIP pada masing-masing lembaran pegas daun
Beri beban pada masing-masing lembara pegas daun sesuai dengan
spesifikasi jenis mobilnya.
Ukur kembali NIP pada masing-masing lembaran pegas daun
Bandingkan pengukuran NIP setelah pembebanan dengan spesifikasi
jenis mobilnya.
Bila ukuran NIP setelah pembebanan kurang dari batas limit maka
perlu diganti lembaran pegas daunnya dan sebaliknya.
2. Baut “U”
Komponen ini berfungsi untuk mengikat tumpukan/ susunan pegas
daun dengan poros roda belakang dengan kuat agar tidak terjadi
pergeseran bila roda menerima kejutaan dari permukaan jalan.
Pemeriksaan baut “U”:
a) Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir yang
aus, bengkok maupun kerusakan pada ulirnya.
b) Tidak terjadi kebengkokan pada bagian yang lain
c) Tidak terjadi keausan pada ulir mur pengikat
26
Baut “U”
Keretakan
Keausan
Ring
Keausan
Mur pengikat
”
Gb. 26. Pemeriksaan baut “U”
` Pengujian : Dalam keadaan terpasang kencangkan mur pengikat baut “U”
dengan momen yang sesuai spesifikasinya pada buku manual.
Cek/periksa kembali mur-mur pengikat baut “U” bila masih dalam keadaan
kendor maka baut U perlu diganti dan sebaliknya.
3. Ayunan Pegas
Komponen ini berfungsi untuk memungkinkan pegas memanjang dan
memendek bila roda menerima kejutan dari jalan. Pemasangannya
diantara pegas dan frame (kerangka) kendaraan. Pemeriksaan ayunan
pegas daun:
Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir baut
dan mur pengikat yang aus.
Pengujian : Dalam keadaan ayunan pegas daun terpasang pada rangka
kendaraan keraskan mur-mur pengikat ayunan pegas sesuai dengan
spesifikasi buku manual
Cek / periksa kembali mur-mur pengikat ayunan pegas bila masih dalam
keadaan kendor maka ayunan pegas perlu diganti
4. Bhusing karet
Komponen ini berfungsi untuk meredan suara hubungan antara
ayunan pegas daun dengan frame bila roda menerima kejutan dari
permukaan jalan. Pemeriksaan bushing karet : dalam keadaan terlepas
pastikan bhusing karet tidak pecah atau berubah konstruksinya.
27
Kerusakan dan
keausan
Kebengkokan
Keausan
Bushing karet
Ayunan pegas
Keausan
Keretakan
Keretakan
Gb. 27 Pemeriksaan ayunan pegas dan Bhusing karet.
.
Pengujian : Bushing dalam terpasang gerakan ayunan pegas keatas dan
kebawah bila pada bagian ini timbul suara yang aneh maka perlu diganti.
Sebab sudah terjadi pengerasan
5. Bumper karet
Komponen ini berfungsi untuk membatasi ayunan pegas yang
berlebihan dan tidak terjadi tumbukan antara poros roda dengan
frame/kerangka kendaraan. Pemeriksaan bumper karet :dalam keadaan
terpasang pastikan tidak ada bagian yang pecah atau berubah bentuk
Bumper karet
Bumper karet
Gambar 28. Pemeriksaan bumper karet. 28
Pengujian : Dalam keadaan terpasang beri beban pada bagian belakang
kendaraan yang diuji bumper kemudian lepaskan bebannya lakukan beberapa
kali . bila pada bagian ini timbul suara aneh maka perlu diganti bumper karet
tersebut atau sebaliknya
C. Rangkuman
1. Sistem suspensi berfungsi
a. Bersama-sama dengan roda menyerap kejutan dan oksilasi dari
permukaan jalan.
b. Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan
antara jalan dengan roda-roda.
c. Menopang body / kerangka pada poros dan memelihara letak geometri
antara body dengan roda.
2. Sistem suspensi dapat digolongkan menjadi dua jenis
a. Suspensi Independen (suspensi bebas)
b. Suspensi Rigid ( Suspensi kaku )
3. Suspensi independen menggunakan dua macam pegas
Yaitu : Pegas koil dan pegas torsi
4. Suspensi rigid menggunakan dua macam pegas yaitu
a. Pegas daun
b. Pegas koil
5. Komponen utama suspensi independen
a. Pegas koil / torsi
b. Shock absorber (peredam kejut)
c. Stabilizer bar
d. Strut bar
e. Upper arm
f. Lower arm
g. Ball joint
6. Komponen utama suspensi rigid
a. Pegas daun
b. Pegas koil
c. Shock absorber ( peredam kejut )
d. Lateral rod
e. Bumper karet
7. Prosedur pemeriksaan komponen.
D. Tugas
1. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros independent pada
kendaraan
2. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros rigit
E. Test Formatif
1. Jelaskan kerja suspensi wishbone pegas koil
2. Jelaskan kerja suspensi rigid pegas daun
29
F. Kunci Jawaban Test Formatif
1. Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas
koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas koil
mengalami pemendekan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta
pegas)
2. Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan dan
diteruskan ke rumah poros belakang sehingga mengakibatkan pegas daun
terjadi pemanjangan dari bentuk elip mendekati lurus
G. Lembar Kerja
1. Alat dan Bahan
a. Dongkrak
b. Jack stand
c. Pengungkit
d. Suspensi roda depan
e. Suspensi roda belakang
f. V blok
g. Dial indicator magnetic
h. Majun / kain lap
i. Penetran warna
j. Kuas
k. Minyak pembersih
l. Grease
2. Keselamatan Kerja
a. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
b. Ikuti intruksi dari instruktur / guru maupun prosedur kerja
c. Jangan bekerja di bawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat.
3. Langkah Kerja
a. Persiapan alat dan bahan praktek secara cermat, efektif dan seefesien
mungkin.
b. Perhatikan instruksi praktek yang disampaikan oleh instruktur.
c. Lakukan pemeriksaan sistem suspensi dan analisis kerusakan pada
komponennya.
d. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas.
e. Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan seperti
keadaan semula.
4. Tugas
a. Buatlah laporan kegiatan praktek secara ringkas dan jelas.
b. Buatlah ringkasan pengetahuan yang diperoleh setelah belajar / praktek.
30
BAB III
EVALUASI
A. TES TULIS
Jenis Pekerjaan :
Nama Peserta :
Nomor Induk :
Program Keahlian :
1. Apa yang membedakan konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi mac
pherson ?
2. Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan suspensi rigid ?
3. Jelaskan kerja suspensi independen wishbone roda depan dengan
menggunakan pegas koil ?
4. Jelaskan kerja suspensi poros rigid menggunakan pegas daun ?
B. TES PRAKTIK
Lakukan prosedur pemeriksaan, pengujian dan penentuan kondisi komponen
suspensi wishbone
31
A. Lembar penilaian Tes tulis
Skor Skor Keterangan
No Pertanyaan Kunci Jawaban Maks Perolehan
1 Apa yang membedakan Independen : 5
konstruksi suspensi Poros roda-rodanya
wishbone dengan bebas bergerak antara
suspensi mac pherson sebelah kiri dan
sebelah kanan
Wishbone : pegas
koil terpisah dengan
peredam kejutnya
Mac pherson : pegas
koil disatukan dengan
peredam kejutnya
5
2 Apa yang membedakan Independen : 5
konstruksi suspensi Poros roda-rodanya
independen dan rigid bebas bergerak antara
roda sebelah kiri dan
roda sebelah kanan
Rigid :
Poros roda sebelah
kanan dan kiri satu 5
rumah poros
3 Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan 5
poros independen dijalan tidak rata
lower arm bebas
bergerak bersama
pegas koil
4. Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan
poros rigid dijalan tidak rata roda
mendorong poros dan
diteruskan ke pegas,
maka pegas daun 5
akan mengalami
pemanjangan
Total Skor 30
32
B. Lembar penilaian Tes Praktiks
Skor Skor Keterangan
No Job praktik Kunci Jawaban Maks Perolehan
1 Lakukan prosedur 1 Persiapan : 10
pemeriksaan , a. Bahan
pengujian dan b. Alat
penentuan kondisi c. Tempat kerja
komponen sistem 2.Cara menggu
suspensi sesuai SOP nakan alat-alat
tangan/ special
tools dengan 10
tepat dan benar
3.Cara
menggunakan
alat-angkat tepat
dan benar
4.Penggunaan 10
buku servis
manual
Pemeriksaan
dan pengujian
5.Pelaksanaan 20
pemeriksaan,
pengujian dan
penentuan
kondisi
komponen
sistem suspensi 20
sesuai SOP
Total skor maksimal 70
33
BAB IV
PENUTUP
Setelah menyelesaikan modul ini, maka Anda berhak untuk mengikuti tes
paktik untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari. Dan apabila Anda
dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evalusi dalam modul ini,
maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. Mintalah
pada pengajar/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem
penilaiannya dilakukan langsung dari pihak dunia industri atau asosiasi profesi
yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan suatu kompetensi
tertentu. Atau apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap
modul, maka hasil yang berupa nilai dari instruktur atau berupa porto folio
dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagi pihak industri atau asosiasi
profesi. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu
standard pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat Anda
berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia
industri atau asosiasi profesi.
34
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (1987), Dasar-dasar Automotive, Jakarta : PT.Toyota–Astra – Motor.
Anonim. (1995), New Step 1 Training Manual, Jakarta : PT. Toyota – Astra- Motor.
Anonim. (1995), Materi Pelajaran chasis group step 2, Jakarta : PT. Toyota Astra-
Motor.
Anonim, (1982), Mitsubishi L 300 Workshop Manual, Mitsubishi corporation.
Anonim, (1982), Mitsubishi Colt T120 Workshop Manual, Mitsubishi corporation.
Anonim, (1993), Servis Mobil, Pusat Pengembangan Guru Teknologi Malang
35