The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by titisasmarani13, 2022-11-22 08:16:24

5.MODUL BIOLOGI KELAS XI

5.MODUL BIOLOGI KELAS XI

MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI

NAMA GURU : TITIS ASMARANI, S.Pd., M.M.
NIP : 198301132009032007
MATA PELAJARAN : BIOLOGI
KELAS : XI
SEMESTER : GANJIL

MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI

NAMA GURU :TITIS ASMARANI,S.Pd,.M.M.
NIP :198301132009032007
MATA PELAJARAN :BIOLOGI
KELAS :XI
SEMESTER :GANJIL

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya kami
bisa menyelesaikan Modul kelas XI semester ganjil untuk Siswa SMA Negeri 1 Tambakrejo.
Modul ini dibuat dengan mempertimbangkan perkembangan anak, terutama anak kelas XI.
Selain itu, Modul ini saya konsep untuk kemandirian siswa dan guru sebagai pembimbing.
Kesuksesan belajar berawal dari kemauan dan ditunjang oleh berbagai sarana, salah satu
diantaranya adalah Modul. Harapan kami, Modul ini dapat membantu siswa memahami
tentang dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, dan bangsa. Akhir kata kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kritik dan saran
sangat saya harapkan untuk perbaikan Modul ini di masa yang akan datang.

Penyusun

LEMBAR PENGESAHAN
MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI

Modul pembelajaran ini disusun untuk mempermudah proses pembelajaran dan
penyampaian pesan agar lebih efektif dan efisien serta dijadikan sebagai alat evaluasi,
bahan rujukan dan untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.

Mengetahui, Tambakrejo,12 Juli 2021
Kepala SMAN 1 Tambakrejo Penulis

Drs.Muhammad Sony,M.Pd Titis Asmarani S.Pd,.M.M.
NIP.196312171989021001 NIP.198301132009032007

SURAT KETERANGAN

Saya Kepala SMA Negeri 1 Tambakrejo, menerangkan bahwa:

Nama : Titis Asmarani, S. Pd.M.M
NIP : 198301132009032007

Benar – benar memakai Modul Pembelajaran Biologi pada kelas XI semester 1 di SMAN 1
Tambakrejo dan Modul tersebut merupakan hasil karya sendiri yang digunakan untuk untuk
mempermudah proses pembelajaran dan penyampaian pesan agar lebih efektif dan efisien serta
dijadikan sebagai alat evaluasi, bahan rujukan dan untuk mengatasi keterbatasan ruang dan
waktu.Demikian surat keterangan ini diberikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mengesahkan
Kepala SMA Negeri 1 Tambakrejo

Drs. Muhammad Sony, M. Pd.
NIP. 196312171989021001

SEL TUMBUHAN DAN SEL HEWAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya
kami bisa menyelesaikan Modul Materi Sel Tumbuhan dan sel hewan kelas XI
semester ganjil untuk Siswa SMA Negeri 1 Tambakrejo. Modul ini dibuat dengan
mempertimbangkan perkembangan anak, terutama anak kelas XI. Selain itu, Modul
ini saya konsep untuk kemandirian siswa dan guru sebagai pembimbing. Kesuksesan
belajar berawal dari kemauan dan ditunjang oleh berbagai sarana, salah satu
diantaranya adalah Modul. Harapan kami, Modul ini dapat membantu siswa
memahami tentang dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, dan bangsa.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu. Kritik dan saran sangat saya harapkan untuk perbaikan Modul ini di masa
yang akan datang.

Penyusun

LEMBAR PENGESAHAN
MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI
SEL TUMBUHAN DAN SEL HEWAN

Modul pembelajaran ini disusun untuk mempermudah proses pembelajaran dan
penyampaian pesan agar lebih efektif dan efisien serta dijadikan sebagai alat
evaluasi, bahan rujukan dan untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.

Mengetahui, Tambakrejo,12 Juli 2021
Kepala SMAN 1 Tambakrejo Penulis

Drs.Muhammad Sony, Titis Asmarani S.Pd,.M.M.
NIP.196301132009032007 NIP.198301132009032007



SURAT KETERANGAN

Saya Kepala SMA Negeri 1 Tambakrejo, menerangkan bahwa:

Nama : Titis Asmarani, S. Pd.M.M
NIP : 198301132009032007

Benar – benar memakai Modul Pembelajaran Biologi pada kelas XI Materi sel tumbuhan dan sel hewan
semester 1 di SMAN 1 Tambakrejo dan Modul tersebut merupakan hasil karya sendiri yang digunakan
untuk untuk mempermudah proses pembelajaran dan penyampaian pesan agar lebih efektif dan efisien
serta dijadikan sebagai alat evaluasi, bahan rujukan dan untuk mengatasi keterbatasan ruang dan
waktu.Demikian surat keterangan ini diberikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mengesahkan
Kepala SMA Negeri 1 Tambakrejo

Drs. Muhammad Sony, M. Pd.
NIP. 196301132009032007

SEL TUMBUHAN DAN SEL HEWAN

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, atas
penyelesaian bahan ajar modul Biologi Materi Sel Tumbuhan dan sel hewan.Modul ini memuat
Materi Struktur dan Fungsi Makhluk Hidup,modul ajar ini diperuntukkan bagi siswa kelas XI
Semester ganjil SMAN 1 Tambakrejo ,kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada semua pihak yangtelah membantu, baik secara moril maupun materi dalam
penyelesaian buku ajar berupa modul ini. Kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah
Modul ini sebaik-baiknya. kami menyadari bahwa modul ini masih perlu ditingkatkan
mutunya,oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Penyusun

DAFTAR ISI

JUDUL …………………………………………………………………………. 1
KATA PENGANTAR……………………………………………………………. 2
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. 3
GLOSARIUM …………………………………………………………………… 4
PETA KONSEP …………………………………………………………………. 5
PENDAHULUAN ………………………………………………………………. 6

A. Identitas Modul …………………………………………………………… 6
B. Kompetensi Dasar ………………………………………………………… 6
C. Deskripsi Singkat Materi …………………………………………………. 6
D. Petunjuk Penggunaan Modul ……………………………………………… 7
E. Materi Pembelajaran ……………………………………………………….. 8
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 …………………………………………….. 9
Komponen Kimiawi Penyusun Sel, Struktur dan Fungsi Sel ……………………. 9
A. Tujuan Pembelajaran ……………………………………………………. 9
B. Uraian Materi ……………………………………………………………. 9
C. Rangkuman ………………………………………………………………. 20
D. Penugasan ………………………………………………………………... 22
E. Latihan Soal ……………………………………………………………… 25
F. Penilaian Diri …………………………………………………………….. 26
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 ……………………………………………. 26
Proses-Proses dalam Sel, Perbedan Sel Hewan dan Tumbuhan …………………. 26
A. Tujuan Pembelajaran …………………………………………………….. 26
B. Uraian Materi ……………………………………………………………. 26
C. Rangkuman ………………………………………………………………. 34
D. Penugasan Mandiri ……………………………………………………… 34
E. Latihan Soal ……………………………………………………………… 35
F. Penilaian Diri ……………………………………………………………. 35
EVALUASI ……………………………………………………………………… 43
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………. 51

GLOSARIUM

GLOSARIUM

Difusi : proses pergerakan partikel-partikel (molekul atau ion) suatu
zat dari larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang konsentrasinya
Eukariotik rendah dengan atau tanpa melalui membran.
Endositosis
Eksositosis : memiliki dinding inti. Sel eukariotik adalah sel yang sudah memiliki dinding
Fagositosis inti sel.
Organel
Osmosis : mekanisme transportasi yang memasukkan partikel melalui membran plasma.

Krenasi : mekanismes transportasi yang mengeluarkan partikel melalui membran
Protoplasma plasma
Pinositosis
Plasmolisis : proses endositosis dimana benda yang dimakan (dimasukan) ke
Prokariotik dalam sel berupa zat atau molekul padat.
Sintesis protein
: satuan unit yang melaksanakan fungsi sel.
Sel : difusi air dari daerah yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke

Struktur sel daerah berkonsentrasi tinggi (hipertonik)
melalui membrane semi permeabel.
Translasi : mengkerutnya sel karena mengalami plasmolisis.
: substansi sel yang kompleks, tersusun atas unsur-unsur kimia.
Transkripsi : proses endositosis, dimana benda yang dimasukan ke dalamsel berupa zat cair
Transpor aktif atau larutan.
: terlepasnya cairan sel sehingga sel mengalami krenasi.
Zat organik : tidak memiliki membran inti. Sel prokaritok adalah sel yang
zat anorganik tidak memiliki membrane inti sel, contohnya adalah selbakteri dan alga biru.
: proses pencetakan atau pembentukan protein yang terjadidi dalam sel.
Secara garis besar, sintesis protein dilakukan
melalui dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi.
: unit terkecil dari mahluk hidup yang paling tidak memilikimembran sel,
sitoplasma yang didalamnya terdapat organel-
organel sel dan materi genetik
: suatu pengaturan dan hubungan antara unsur-unsur atau
elemen-elemen sel yang saling berhubungan dalam suatukesatuan sistem sel
sebagai unit terkecil mahluk hidup.
: penerjemah kode oleh tRNA yang dibawa oleh mRNA.menjadi urutan asam
amino-asam amino yang membentuk
suatu polipeptida (protein)
: proses pencetakan mRNA oleh DNA di dalam inti sel.
: mekanisme pemindahan molekul atau zat tertentu melalui membrane sel,
berlawanan arah dengan gradien konsentrasi. Untuk melawan gradien
konsentrasi tersebut perlu dibantu ATP.
: molekul yang mengandung atom karbon sebagai komponenpenting

molekul yang mengandung unsur kimia selain karbon.

PETA KONSEP

PENDAHULUAN

A.IDENTITAS MODUL

Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XI
Alokasi Waktu : 4 JP
Judul Modul : Struktur dan Fungsi Sel

B.KOMPETENSI DASAR

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian:
3.1.Memahami tentang komponen kimiawi 1.Memahami komponen kimiawi penyusun sel
penyusun sel, ciri hidup pada sel yang 2.Mengidentifikasi berbagai organel yang
ditunjukkan oleh struktur, fungsi dan proses
yang berlangsung di dalam sel sebagai unit menyusun sebuah sel
terkecil kehidupan. 3.Menjelaskan proses-proses yang berlangsung di

4.1.Menyajikan model/charta/gambar yang dalam sel.
mempresentasikan pemahamannya tentang 4.Membandingkan struktur sel hewan dan sel
struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil
kehidupan. tumbuhan berdasarkan gambar hasil pengamatan
mikroskop elektron.
5.Menunjukan perbedaan organel yang ada pada sel
hewan dan sel tumbuhan
1.Mengamati preparat sel gabus, sel bawang merah,
sel epitel pipi rongga mulut dengan menggunakan
mikroskop.
2.Menyajikan laporan hasil pengamatan
mikroskopis tentang struktur sel gabus, sel
bawang merah dan sel epitel pipi rongga pipi.
3.Mempresentasikan hasil diskusi

C.DESKRIPSI SINGKAT MATERI

Gambar sel Eukariotik
sumber: https://quizlet.com/235604399/parts-of-an-animal-cell-diagram/

Sel hewan dan tumbuhan sama-sama merupakan sel eukariotik, sehingga memiliki beberapa ciri yang
sama, seperti adanya membran sel dan organel sel, seperti nukleus, mitokondria, dan

retikulum endoplasma.Misalnya, sel hewan tidak memiliki dinding sel atau kloroplas tetapi sel
tumbuhan memilikinya.

Gambar berikut merupakan ilustrasi dari sel sebagai unit terkecil mahluk hidup,yang diamati
dibawah mikroskop dari tumbuhan

SEL BAWANG MERAH SEL RHOEDESCOLOR

Sumber: https://www.pinterest.ch/pin/517069600966517034/

intinya, sel dapat digolongkan menjadi sel prokariotik (tidak memiliki membrane inti sel) dan sel
eukariotik (memiliki membrane inti sel). Kedua golongan sel tersebut memiliki membran sel,
sitoplasma (terdapat berrbagai organel sel) dan materi genetik.
Untuk menjelaskan konsep Sel maka modul ini akan membahas komponen kimiawi sel, struktur
organel sel dan fungsinya, proses-proses yang berlangsung di dalam sel sebagai unit terkecil
kehidupan dan perbedaan sel hewan dan tumbuhan. Sebelum
mempelajari materi ini, maka pemahaman tentang organisasi kehidupan akan Anda sangat
diperlukan.
Untuk menyelesaikan pembelajaran pada modul ini, anda akan melalui dua kegiatan pembelajaran
yaitu kegiatan pembelajaran 1 dan kegiatan pembelajaran 2

DD..PPEetTunUjuNkJPUenKggPuEnaNaGn MGUodNulAAN MODUL

Untuk mencapai kompetensi dalam mempelajari modul ini maka ikuti petunjuk-petunjuk berikut:
1) Bacalah modul ini secara berurutan dan pahami isinya.
2) Anda dapat mempelajari keseluruhan modul ini dengan cara yang berurutan. Jangan
memaksakan diri sebelum benar-benar menguasai bagian demi bagian dalam modul
ini, karena masing-masing saling berkaitan
3) Laksanakan semua tugas-tugas yang ada dalam modul ini agar kompetensi anda
berkembang sesuai kompetensi yang diharapkan
4) Setiap mempelajari materi, Anda harus mulai dari menguasai pengetahuan
pendukung (uraian materi) melaksanakan tugas-tugas, mengerjakan lembar latihan
5) Dalam mengerjakan lembar latihan, Anda jangan melihat kunci jawaban terlebih
dahulu sebelum anda menyelesaikan lembar latihan

6) Laksanakan lembar kerja untuk pembentukan keterampilan sampai Anda benar-
benar terampil sesuai kompetensi.

7) Konsultasikan dengan guru apabila Anda mendapat kesulitan dalam mempelajari
E.MAmToEdRulIiPniE. MBELAJARAN

Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh

soal, soal latihan dan soal evaluasi.

Pertama :
 Komponen-komponen kimiawi penyusun sel.
 Struktur dan fungsi organel-organel sel.

Kedua :
 Proses-proses yang berlangsung di dalam sel.
 Perbedaan struktur dan organel-organel sel hewan dan sel tumbuhan.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

KOMPONEN KIMIAWI PENYUSUN SEL, STRUKTUR DAN
FUNGSI SEL

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa dapat:
1. Memahami komponen-komponen kimiawi penyusun sel.
2. Mengidentifikasi berbagai organel yang menyusun sebuah sel

B. Uraian Materi

1. KOMPONEN KIMIAWI PENYUSUN SEL
Sel merupakan struktur yang dibangun oleh komponen kimiawi berupa bahan organic dan
anorganik. Bahan kimia anorganik misalnya H2O, O2, C, dll. Sedangkan bahan organic yang
menyusun sel diantaranya adalah Karbohidrat, Lipid dan Protein. Karbohidrat, lipid dan protein
merupakan bahan-bahan penyusun sel yang berukuran besar, disebut juga makromolekul.
a. Komponen Organik

1) Karbohidrat
Ketika kalian mendengar kata karbohidrat, yang terbayang pertama kali pasti makanan seperti
mie, nasi, atau kentang, kan? Nah, karbohidrat dalam sel, bentuknya nggak kayak gitu, lho,
Karbohidrat sendiri terdiri atas unsur C, H dan O dengan rumus empiris Cn(H2O)n. Dalam
sebuah sel, karbohidrat berfungsi sebagai pembentuk struktur sel, komponen penyusun DNA,
serta untuk menghasilkan energi. Oh iya, berdasarkan gugus gulanya, karbohidrat dibagi lagi
menjadi dua jenis, yaitu monosakarida (1 gugus gula), disakarida (2 gugus gula) dan
polisakarida (lebih dari 2 gugus gula)

2) Protein
Komponen organik sel yang kedua adalah protein. Kalau dengar kata protein, pasti ingat telur
kan? Tapi dalam konteks ini, kita nggak membahas tentang telur, ya! Protein disusun oleh
asam amino dan berperan sebagai salah satu penyusun membran sel, membantu transport
substansi tertentu, dan mempercepat reaksi kimia dalam sel. Reaksi kimia tersebut terjadi
dalam bentuk protein fungsional, yaitu enzim.

3) Lemak
Lemak juga turut berperan dalam sebuah sel,Lemak tersusun oleh asam lemak dan gliserol.
Lemak berfungsi sebagai komponen utama penyusun membran plasma.

4) Asam Nukleat
Dalam sebuah sel, asam nukleat tersusun oleh nukleotida. Ternyata, asam nukleat terdiri dari
DNA dan RNA. Asam nukleat itu sendiri berperan dalam mengatur pewarisan sifat dan
sintesis protein

b. Komponen Anorganik

1) Air
Komponen anorganik pertama adalah air. Tahukah kamu, air merupakan komponen kimiawi
sel yang komposisinya paling banyak. Fungsi air dalam sel adalah sebagai pelarut bahan
organik dan anorganik serta mempercepat reaksi biologi dalam sel.

2) Vitamin
Dalam sel, vitamin berperan sebagai katalisator yang berfungsi untuk mempercepat reaksi
kimia dalam sel. Macam-macam vitamin diantaranya adalah A, D, E, K, B dan C.

3) Mineral
Komponen anorganik yang terakhir adalah mineral. Mineral berperan dalam aktivitas
metabolism sel , pengatur kerja enzim serta memelihara tekanan osmosis sel.

2. STRUKTUR ORGANEL SEL DAN FUNGSINYA
Sel memiliki organel-organel sel yang melaksanakan fungsi-fungsi tertentu. Organel-organel sel
tersebut adalah:
 Membran Sel atau Membran Plasma
Membran sel atau membran plasma merupakan struktur yang dimiliki oleh semua sel
makhluk hidup. Baik kelompok hewan, tumbuhan, jamur, bakteri, arkaea dan
protista.Membran sel bisa dianalogikan sebagai kantong plastik. Kantong plastik itu kan bisa
membungkus semua barang belanjaan kamu, nah sama halnya dengan membran. Membran
sel adalah lapisan terluar yang membungkus dan menjaga komponen sel di dalamnya. Lapisan
membran sel disusun dari senyawa-senyawa kimia

Sumber: https://otrasteel.blogspot.com/2021/01/35-draw-and-label-cell-membrane.html

Membran sel berfungsi pelindung sel dan pengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam
sel. Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang berfungsi :
Melindungi bagian sel yang terletak lebih dalam
Memperkokoh sel
Mencegah agar sel tidak pecah
Menjadi tempat berpindahnya air dan mineral
 Inti sel

Sumber: https://courses.lumenlearning.com/ap1/chapter/the-nucleus-and-dna-replication/
Nukleus biasanya berbentuk oval atau bulat ang berada di tengah-tengah sel. Di dalam inti sel
(nukleus) terdapat (nukleolus) dan benang kromosom. Cairan ini tersusun atas air, protein, dan
mineral. Kromosom merupakan pembawa sifat menurun yang di dalamnya terdapat DNA
(deoxyribonucleicacid) atau RNA (ribonucleicacid). Inti sel (nukleus) diselubungi membrane
luar dan dalam yang terdiri atas nukleoplasma dan kromosom. Nukleus berfungsi sebagai pusat
pengatur kegiatan sel.
 Retikulum Endoplasma

Sumber: https://www.microblife.in/what-is-endoplasmic-reticulum/
Selaput RE sangat berlipat-lipat, mengelilingi suatu ruangan yang disebut dengan lumen RE
atau sisterna RE yang berbentuk liberitin. Volume sisterna RE hamper 10% volume sel.

Reticulum endoplasma dibagi dua yaitu
 Retikulum endoplasma kasar : tampak kasar melalui mikroskop elektron karena ribosom

menonjol di permukaan sitoplasmik membran. Ribosom juga dilekatkan pada sisi sitoplasmik
membran luar selubung nukleus yang bertemu dengan RE kasar.
 Retikulum endoplasma halus : diberi nama demikian karena permukaan sitoplasmiknya tidak
mempunyai ribosom.

Retikulum endoplasma ini mempunyai bentuk yang berbeda-beda dan pada dasarnya
dibedakan menjadi 3 macam jenis yaitu :
 Sisterna : berbentuk ruangan gepeng yang kadang-kadang tersusun berlapis-lapis dan saling
berhubungan.
 Tubuler: ruangan berbentuk tabung atau saluran.
 Vesikuler: ruangan berbentuk seperti gelembung yang lepas satu sama lain.

 Fungsi Retikulum Endoplasma kasar yaitu :
 Mensintesis lemak dan kolesterol
 Karbohidrat rantai panjang
 Fosfolipida

 Fungsi RE kasar dan RE halus
 Sintesis hormone steroid (Adrenal)
 Melepaskan gula dari hati
 Melepaskan ion-ion kalsium
 Tempat sintesis lemak
 Mengeluarkan racun

 Ribosom

Sumber: https://www.sehatq.com/artikel/fungsi-ribosom-yang-penting-untuk-kehidupan-manusia

Ribosom adalah salah satu bagian dari organel sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein.
Ribosom bisa ditemukan pada sel eukariotik maupun prokariotik.
Pada sel eukariotik, organel ini bisa berada di banyak tempat, temasuk retikulum endoplasma dan
sitosol. Sementara pada sel prokariotik, ribosom hanya dapat ditemukan pada sitosol, berhubung pada
sel jenis ini tidak terdapat organel yang memiliki membran.

 Fungsi ribosom
Fungsi ribosom yang utama adalah sebagai pembuat protein dan yang melakukan sintesis protein di
dalam sel. Sel perlu memproduksi protein agar bisa mempercepat proses biologis yang dilaluinya dan
untuk bisa berfungsi dengan baik.
Protein juga menjadi bagian penting dalam berbagai organ tubuh, termasuk rambut, kulit, dan kuku.
Oleh karena itu tanpa adanya ribosom, akan ada banyak fungsi tubuh yang terganggu. Ribosom bisa
membuat protein untuk digunakan di dalam sel maupun yang akan dikeluarkan dari sel.
Protein yang ada di dalam sel, dibuat oleh ribosom yang berada di sitosol. Sementara itu di luar sel,
ada yang diproduksi di retikulum endoplasma maupun amplop nukleus.

 Badan golgi

Keterangan:
1.Vesikel retikulum

endoplasma
2. Vesikel eksositosis
3. Sisterna
4. Membran sel
5. Vesikel sekresi.

Sumber:https://www.vedantu.com/question-answer/dictyosomes-are-unicisternal-in-a-fungi-b-class-
11-biology-cbse-5fcae94a0a9c206ed4aa7ddb

Badan golgi merupakan kumpulan ruang, gelembung kecil, dan kantong kecil yang bertumpuk-
tumpuk. Pada sel tumbuhan badan golgi disebut diktiosom. Badan golgi berfungsi sebagai alat
pengeluaran (sekresi) protein, dan lendir maka disebut organel sekresi.

Fungsi Aparatus Golgi
 Penambah karbohidrat (glikosilasi)
 Sebagai sinyal (reseptor)
 Sebagai sintesis protein.
 Meneruskan proses RE yang akan akan dikemas.
 Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma.

Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
 Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung

kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
 Membentuk dinding sel tumbuhan.
 Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
 Untuk membentuk lisosom.
 Tempat untuk memodifikasi protein.
 Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk

memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.

 Mitokondria

Sumber: https://slideplayer.com/slide/6920247/
 Pengertian Mitokondria

Mitokondria merupakan organel tempat terjadinya pemecahan molekul makanan
sehingga menghasilkan energi dan juga sebagai tempat respirasi sel.

 Bentuk Mitokondria
Mitokondria berbentuk jorong, dengan diameter antara 0.5 -1.0 dan panjang 7 . Biasanya
makin jumlah mitokondria di dalam suatu sel, maka makin besar ukuran organel sel tersebut.
Bentuk mitokondria beraneka ragam, ada yang bulat, oval, silindris, seperti gada, seperti raket
dan ada pula yang tidak beraturan. Namun secara umum dpat dikatakan bahwa mitokondria
berbentuk butiran atau benang. Mitokondria mempunyai sifat plastis, artinya bentuknya
mudah berubah. Mitokondria baru terbentuk dari pertumbuhan serta pembelahan mitokondria
yang telah ada sebelumnya (seperti pembelahan bakteri). Penyebaran dan jumlah mitokondria
di dalam tiap sel tidak sama dari hanya satu hingga beberapa ribu. Pada sel sperma,
mitokondria tampak berderet-deret pada bagian ekor yang digunakan untuk bergerak.

 Struktur dan Fungsi
a) Mitokondria merupakan organel berupa kantung yang dilapisioleh 2 buah membran, yaitu

membran luar dan membran dalam, sehingga mitokondria memiliki dua komartemen yaitu
ruang antar membran dan matrik mitokondria yang diselimuti langsung oleh membran dalam.
b) Membran luar yaitu berfungsi untuk mengeluarkan enzim untuk proses perantara. Membran
ini mengandung 3 kali lebih banyak fosfolipidanya dari pada selaput edalam dan mengandung
sebagian besar kolesterol selaput.
c) Membran dalam dan Krista terkait erat dengan aktivitas utama mitokondria yaitu terlibat
dalam siklus asam trikarboksilat, oksidasi asam lemak dan pembentukan energi. Mempunyai
area permukaan yang lebih luas karena berlipat-lipat dan masuk ke dalam matriks . tonjolan-
tonjolan ini disebut krista. Selaput dalam kaya akan protein dibandingkan dengan selaput luar.
Protein itu sendiri terletak lebih dalam pada selaput. Selaput ini berukuran 6-8 dan memiliki
sifat kurang permiabel yaitu 20% lipid dan 80% protein
d) Ruang antar membran adalah ruang yang berada diantara membran luar dan membran dalam.
Ruang ini mengandung sekitar 6% dari total protein dan mengandung beberapa enzim tetapi
biasanya tidak mengandung inklusi sebagai zarah.
e) Matriks sebagian besar protein mitokondria di jumpai pada matriks (67%). Enzim-enzim yang
dibutuhkan untuk proses oksidasi piruvat, asam lemak dan untuk menjalankan siklus asam
karboksilat.

 Lisosom

Sumber: https://diffeology.com/difference-between-peroxisomes-and-lysosomes/

Struktur Lisosom
 Lisosom merupakan organel sel berukuran sangat kecil berbentuk bulat berdiameter sekitar
0,25 hingga 0,5 um. Lisosom memiliki struktur yang sangat sederhana karena mereka adalah
sebuah membran tunggal yang terbuat dari lapisan ganda lipid yang membungkus cairan yang
mengandung berbagai enzim hidrolitik. Enzim hidrolitik adalah suatu enzim yang memiliki
kemampuan untuk mencerna setiap mikromolekul secara intraselular.
 Lisosom terbentuk oleh tunas yang dihasilkan dari badan golgi dan didalamnya terbentuk
enzim hidrolitik pada RE (retikulum endoplasma). Enzim tersebut ditandai dengan molekul
mannose-6-fosfat, lalu diangkut menuju badan Golgi di dalam vesikel, dan kemudian dikemas
ke dalam lisosom.
Fungsi Lisosom
a) . Mengontrol Pencernaan Didalam Sel
Fungsi utama organel lisosom adalah mengontrol proses pencernaan yang berlangsung
didalam sel. Fungsi lisosom tersebut sering disebut dengan fungsi pencernaan intrasel, karena
proses pencernaan tersebut berlangsung di dalam lisosom.
ndositosis
b) Endositosis adalah suatu proses masuknya Makromolekul yang berasal dari luar sel kedalam
sel.Makromolekul yang masuk kedalam sel tadi akan melewati Endocytic Pathway dimana
selanjutnya makromolekul tersebut dibawa kedalam Endosom yang kemudian akan bertemu
pertama kali dengan enzim hidrolitik. Endosom awal memiliki ph sebanyak 6, akan tetapi
setelah itu terjadi penurunan ph sehingga total ph menjadi 5. Proses tersebut menyebabkan
terjadinya pematangan dan membentuk lisosom.
c) Autofagi
Autofagi adalah suatu proses yang dilakukan oleh lisosom untuk membuang dan menurunkan
(degradasi) beberapa sel yang tidak dapat berfungsi lagi (rusak) pada organel sel.Proses

membuang dan menurunkan beberapa sel pada organel tersebut terjadi tanpa adanya
kehilangan bahan kimia sebagai penyusunnya sehingga dapat digunakan kembali oleh sel.
d) Fagositosis
Fagositosis adalah suatu proses pemasukan berbagai partikel yang memiliki ukuran relatif
besar yaitu berdiameter diatas 5 µm dan beberapa mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke
dalam sel.
e) Eksositosis
Eksositosis adalah suatu proses pemanfaatan lisosom untuk melakukan transport molekul-
molekul yang memiliki ukuran besar yang melewati membran plasma yang berasal dari dalam
sel menuju ke luar sel.
f) Autolisis
Autolisis adalah suatu proses yang dilakukan sel untuk menghancurkan diri dengan cara
membebaskan isi lisosom ke dalam sel.
 Vakuola

Sumber: https://www.pinterest.dk/pin/497647827558564949/
Vakuola adalah ruangan yang terdapat di dalam sel. Pada sel tumbuhan yang sudah tua,
vakuola tampak berukuran besar dab berisi cadangan makanan dan pigmen. Pada sel hewan,
vakuola berukuran kecil. Vakuola mengandung garam organik, glikosida, butir pati, dan
enzim.Adapun selaput pembatas antara vakuola dan sitoplasma ialah tonoplasma.
Vakuola mempunyai beberapa fungsi pada sel tumbuhan, di antaranya berperan dalam
turgiditas dan bentuk sel, tempat penyimpanan dan penimbunan, sebagai lisosom, dan
membantu proses homeostasis

 Plastida

Sumber: https://slidetodoc.com/plant-physiology-z-plant-functions-y-1-capture/
 Plastida merupakan badan bermembran rangkap yang mengandung membran tertentu.

Plastida mengandung pigmen hijau (klorofil) disebut kloroplas, sedangkan yang berisi
amilum disebut amiloplas. Plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan. Ada tiga jenis plastida
yaitu lekoplas, kloroplas, dan kromoplas.
 Lekoplas adalah plastida berwarna putih yang berfungsi sebagai penyimpan makanan dan
terdiri dari amiloplas (untuk menyimpan amilum), elaioplas (untuk menyimpan
lemak/minyak), dan proteoplas (untuk menyimpan protein). Kloroplas yaitu plastid yang
memiliki pigmen waran hijau. Kromoplasyaitu plastid yang mengandung pigmen, seperti
karotin (kuning), fikodanin (biru), fikosantin (kuning), dan fikoeritrin (merah).
 Sentrosom

Sumber: https://apa-itu.net/sentriol/
 Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (mitosis maupun metosis).

Organel ini hanya terdapat pada sel hewan yang berfungsi aktif dalam pembelahan sel. Sel
tumbuhan dan sel hewan memiliki perbedaan yang cukup terlihat dengan adanya perbedaan
organel yang ada pada sel tersebut.

C. Rangkuman

Dari pembahasan pada kegiatan pembelajaran 1 dapat dirangkum beberapa kesimpulan sebagai
berikut:

1) Sel adalah satuan fungsional struktural terkecil dari makhluk hidup.
2) Perbedaan sel prokariota tidak memiliki membran inti dan organela

bermembrane. Eukariotik memiliki membran inti dan organela bermembran.
3) Unsur kimiawi penyusun sel:
4) Unsur kimiawi organik protein, lemak, karbohidrat.
5) Unsur kimiawi non organik tersusun atas air, mineral, dan vitamin.
6) Sel terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut :

a. Membran sel (membran plasma)
b. Inti sel (nukleus).
c.Sitoplasma Di dalam sitoplasma terdapat organel, contohnya mitokondria, ribosom,

lisosom,badan golgi, vakuola, peroksisom, plastida dan sentriol yang mendukung
metabolisme sel.

D. Penugasan

Cermati berbagai skema gambar berbagai organel sel di kolom pertama tabel berikut, kemudian

deskripsikan struktur dan fungsinya pada kolom yang tersedia!

No. Gambar organel sel Deskripsi struktur Fungsi

1. Plastida

2. Ribosom

3. Mitokondria
4. Nukleus

6.

Retikulum endoplasma
7.

Badan golgi
8. Lisosom

9. Sentrosom

10. Vakuola

E. Tes Formatif 1
Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Dari gambar tersebut, huruf apakah yang menunjukkan kloroplas dan nukleolus sel tumbuhan?
A. D dan M
B. E dan F
C. B dan D
D. C dan I
E. D dan I

2.Organel yang berfungsi untuk membentuk gelendong pembelahan pada hewan adalah ….
A. sentriol
B. lisosom
C. mikrofilamen
D. mikro tubulus
E. mitokondria

3.Suatu organel sel mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
-Berbentuk kantong pipih yang bertumpuk
-Dapat mengeluarkan sekret atau lender
-Membentuk lisosom

Organel yang dimaksud adalah….
A.Badan golgi
B.Retikulum endoplasma
C.Badan mikro
D.Mitokondria
E.Plastida
4.Struktur membran plasma ada yang bersifat hidrofob dan hidrofil. Adapun yang berperan sebagai
hidrofob dan hidrofil pada membran plasma ialah ….
A. Lipida dan fosfat
B. Protein integral dan periper
C. Fosfolipid dan protein
D. Glikoprotein dan lipoprotein
E. Kolesterol
5.Pasangan nama organel dan fungsinya yang benar adalah ....
A. membran sel – respirasi
B. nukleus – transportasi
C. lisosom - pencerna sel yang rusak
D. mitokondria – reproduksi
E. retikulum endoplasma - sintesis protein

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN,PEDOMAN
PENILAIAN

. Pembahasan
Nomor Kunci BMenunjukkan nukleus, C menunjukkan nucleolus, E menunjukkan reticulum endoplasma

soal jawaban
1. D

kasar, F menunjukkan reticulum endoplasma halus, dan M menunjukkan ribosom.

Kemudian N men unjukkan apparatus golgi, G menunjukkan vakuola dan membran

vakuola, L menunjukkan mitokondria, K menunjukkan membran plasma, dan I

menunjukkan kloroplas

2. A Sentriol adalah struktur berbentuk tabung yang terdapat dalam kebanyakan sel

eukariota. Sentriol terlibat dalam pembelahan sel serta pembentukan silia dan

flagela. Sentriol tidak ditemukan pada tumbuhan berpembuluh maupun kebanyakan fungi.

3. B Sel memiliki organel-organel sel yang memiliki struktur dan melaksanakan fungsi-fungsi
tertentu. Misalnya:
a) Retikulum endoplasma, strukturnya berupa membran dan kantung-kantung pipih dua
lapis. Fungsinya tempat sintesis protein (RE kasar) dan tempat sintsis lipid, karbohidrat
dan detosifikasi (RE halus).
b) Badan golgi, strukturnya seperti kantung pipih bertumpuk. Fungsinya sekresi protein
dan lendir, penghasil lisosom.
c) Lisosom, strukturnya berupa vesikel membran berkantung.
Fungsinya mencerna makromolekul secara intraseluler, atau mencerna sel-sel yang rusak

dan merusak antigen.
4. A Fosfolipid merupakan komponen membran sel. Fosfolipid terdiri atas molekul fosfat yang

bersifat hidrofilik dan molekul lipid (lemak) yang bersifat hidrofobik.

5. C Selhewan dan sel tumbuhan memiliki organel yang melaksanakan fungsi-

fungsi tertentu, misalnya organel lisosom mencerna sel-sel yang rusak.

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat di bagian akhir modul ini.
Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
Nilai = ℎ ℎ x 100 %


Konversi tingkat penguasaan:
90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan
Belajar 2. Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar1, terutama
bagian yang belum dikuasai.

PENILAIAN DIRI

Untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari di kegiatan belajar 1,
jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada modul ini di tabel berikut.
Tabel penilaian diri

No Pertanyaan Ya Tidak
1. Apakah Anda dapat memahami pengertian sel sebagai unit

struktural dan fungsional mahluk
hidup?
2. Apakah Anda dapat menjelaskan komponen-
komponen kimiawi penyusun sel mahluk hidup ?
3. Apakah Anda dapat mengidentifikasi berbagai
organel yang menyusun sebuah sel jika disajikan sebuah
gambar skema sel?
4. Apakah Anda dapat menjelaskan fungsi berbagai
organel yang menyususn sel mahluk hidup?

Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian
yang masih "Tidak".
Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

PROSES-PROSES DALAM SEL,PERBEDAAN SEL HEWAN
DAN TUMBUHAN

Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan dapat:
1.Menjelaskan proses-proses yang berlangsung didalam sel
2.Membandingkan struktur sel hewan dan sel tumbuhan berdasarkan gambar hasil

pengamatan mikroskop electron
3.Menunjukan perbedaan organel sel hewan dan sel tumbuhan

Uraian Materi

1.PROSES-PROSES DALAM SEL

a) Transpor melalui membran

Membran sel bersifat semipermeabel sehingga hanya zat-zat tertentu yang dapat

menembusnya. Misalnya, H2O, CO2, O2, molekul polar kecil (gliserol) dan molekul

polar besar (hidrokarbon) dapat dengan mudah menembus membrane sel. Sementara itu,

glukosa dan ion-ion tidak dapat dengan bebas keluar-masuk sel karena ukurannya atau

ditolak oleh permukaan membran. Macam-macam mekanisme transport pada membran

sel dan sel adalah sebgai berikut.

1. Transpor Pasif Transpor pasif merupakan sistem tranportasi sel yang tidak

menggunakan energi, melaikan secara langsung dan spontan. Dalam tranpor pasif,

zat yang ditransportasikan adalah zat-zat nonpolar seperti glukosa, air, dan oksigen.

Zat-zat polar akan sulit melewati membran sel, karena membran sel salah satu

pembentuknya adalah lemak. Sistem transpor pasif terdiri atas

a) Difusi

Difusi adalah proses pergerakan partikel-partikel (molekul atau ion) suatu zat dari

larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah dengan atau

tanpa melalui membran.

 Molekul kecil yang tidak bermuatan akan lebih mudah berdifusi dibandingkan

dengan molekul bermuatan (ion-ion), seperti Na+ dan Cl- karena membrane sel

kurang permeable terhadap ion-ion. Selain itu, zat yang dapat larut dalam lipid

(molekul hidrofobik) lebih mudah berdifusi melalui membrane sel dibandingkan

dengan zat yang tidak larut dalam lipid (molekul hidrofilik).

 Faktor-faktor yang mempengaruhi proses difusi adalah sebagai berikut:

a. Suhu ; makin tinggi suhu, makin besar terjadinya difusi.

b. Konsentrasi ; makin besar perbedaan konsentrasi antara dua larutan yang

berdifusi, makin besar terjadinya difusi.

c. Ukuran molekul ; makin besar ukuran molekul, makin lambat terjadinya difusi.

d. Media ; difusi di udara lebih mudah daripada difusi di dalam larutan.

e. Luas permukaan ; makin luas permukaan difusi, makin besar terjadinya difusi.

b) Selain difusi sederhana, terjadi juga difusi terfasilitasi. Molekul hidrofolik yang

berukuran lebih besard ari 7-8 A (Angstrom) tidak dapat masuk ke dalam sel difusi

sederhana. Akan tetapi, teryata molekul tersebut dapat masuk juga kedalam sel.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini berlangsung melalui difusi terfasilitas. Misalnya,

laktosa tidak dapat menembus membran sel, tapi setelah terbentuk enzim permease di
dalam membrane sel maka laktosa dapat masuk ke dalam sel.
c) Osmosis
Osmosis merupakan difusi pelarut melalui membrane semipermeabel. Pelarut yang
bersifat universal adalah air, sedangkan membran semipermeabel atau selektif
permeabel adalah membran yang hanya dapat dilalui oleh molekul tertentu. Jadi
osmosis adalah difusi air dari daerah yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke
daerah berkonsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membrane semipermeabel.

Pergerakan molekul air melalui membran semipermeabel selalu dari larutan hipotonik
menuju ke larutan hipertonik sehingga perbandingan konsentrasi zat terlarut kedua
larutan seimbang (isotonik). Misalnya, sebuah sel diletakan di dalam air murni.
Konsentrasi zat terlarut di dalam sel lebih besar (hipertonik) karena adanya garam,
mineral, sam-asam organik dan berbagai zat lain yang dikandung sel. Dengan
demikian, air akan terus mengalir kedalam sel sehingga konsentrasi larutan didalam
sel dan diluar sel sama. Namun, membran sel memiliki kemampuan yang terbatas
untuk mengembang sehingga sel tersebut pecah (lisis). Pada sel darah merah,
peristiwa ini disebut hemolisis. Pada sel tumbuhan, peristiwa ini dapat teratasi karena
sel tumbuhan memiliki dinding sel yang menahan sel mengembang lebih lanjut. Pada
sel tumbuhan, keadaan ini disebut tekanan turgor. Keadaan sel seperti ini membuat
tanaman kokoh dan tidak layu.

Di alam, air jarang ditemukan dalam keadaan murni, air selalu mengandung garam-
garam dan mineral-mineral tertentu. Dengan demikian, air aktif keluar dan masuk sel.
Hal tersebut berkaitan dengan konsentrasi zat terlatut pada sitoplasma. Pada saat air
di dalam sitoplasma maksimum, sel akan mengurangi kandungan mineral garam dan
zat-zat yang terdapat di dalam sitoplasma. Hal ini membuat konsentrasi zat terlarut di
luar sel sama besar dibandingkan konsentrasi air didalam sel.

Jika sel dimasukan kedlam larutan hipertonik, air akan terus menerus keluar dari sel.
Sel akan mengerut (krenasi), mengalami dehidrasi dan bahkan dapat mati. Pada sel
tumbuhan, hal ini menyebabkan sitoplasma mengerut dan terlepas dari dinding sel.
Peristiwa ini disebut plasmolisis. Dengan demikian, pada saat tertentu, sel perlu
meningkatkan kembali kandungan zat-zat dalam sitoplasma untuk menaikan tekanan

osmotik di dalam sel. Cara sel mempertahankan tekanan osmotiknya ini disebut
osmoregulasi.Demikian seterusnya, sel selalu aktif dan hal tersebut dilakukan untuk
mempertahankan kondisi setimbang antara sel dan lingkungannya. Proses
metabolisme membutuhkan air, mineral atau garam dan berbagai zat yang terkandung
dalam sitoplasma. Akibatnya, tekanan osmotik dan konsentrasi molekul-molekul lain
berubah sehingga terjadi aliran difusi dan osmosis yang terus menerus dari sel ke luar
atau dari luar ke dalam sel.

2. Transpor Aktif
Perbedaan utama antara transpor aktif, osmosis dan difusi adalah energi yang
dikeluarkan sel. Pada osmosis dan difusi, sel tidak mengeluarkan energi apa pun
untuk memindahkan zat melewati membran sel karena zat berpindah sesuai dengan
gradient konsentrasi. Dengan kata lain, difusi dan osmosis terjadi secara spontan.
Transpor aktif merupakan mekanisme pemindahan molekul atau zat tertentu melalui
membran sel, berlawanan arah dengan gradien konsentrasi. (perbedaan konsentrasi).
Oleh karena itu, harus ada energi tambahan dari sel yang digunakan untuk membantu
perpindahan tersebut. Energi tambahan yang digunakan dalam proses transport aktif
berasal dari ATP yang dihasilkan oleh mitokondria melalui proses respirasi. Selain
itu, pada membran sel terdapat lapisan protein.Salah satu jenis protein yang terdapat
di membran sel tersebut adalah protein transport. Protein transport mengenali zat
tertentu yang masuk atau keluar sel.

Zat yang dipindahkan dengan cara transport aktif pada umumnya adalah zat yang
memiliki ukuran molekul cukup besar sehingga tidak mampu melewati membran sel.
Sel mengimbangi tekanan osmosis lingkungannya dengan cara menyerap atau
mengeluarkan molekul-molekul tertentu. Dengan demikian, terjadi aliran air masuk
atau keluar sel. Kemampuan mengimbangi tekanan osmosis dengan transport aktif
menjadi sangat penting untuk bertahan hidup.

Contoh transport aktif adalah pemompaan natrium (Na+) dan kalium (K+) pada sel-
sel hewan dengan pompanya berupa kelompok protein khas yang terdaoat di dalam
membran sel. Protein khas tersebut dapat menukar natrium (Na+) kedalam dan
kalium (K+) ke luar sel dengan menggunakan energy dari ATP. Pertukaran ini
bersifat relative seimbang sehingga biasanya ion kalium yang dimasukan kedalam sel

hanya 2 untuk menukar 3 ion natrium yang dikelurakan.Disamping itu juga terdapat
system transport yang terpadu yaitu melalui transport aktif dan difusi terfasilitasi.
Contoh sistem transport terpadu adalah transport glukosa dari epitel usus halus ke
darah. Adanya sistem transport penggandengan glukosa di epitel usus halus
memungkinkan glukosa ditranspor dari usus halus ke darah melalui sel.

a) Edositosis

Istilah endositosis membran sel membentuk pelipatan ke dalam (invaginasi) dan
“memakan” benda yang akan dipindahkan ke dalam sel. Di dalam sel, benda tersebut

dilapisi oleh sebagian membran sel yang terlepas membentuk selubung.

Terdapat tiga bentuk endositosis, yaitu:

 Fagositosis
Fagositosis merupakan proses endositosis dimana benda yang dimakan
(dimasukan) ke dalam sel berupa zat atau molekul padat. Proses “makan” pada sel

darah putih (leukosit) merupakan contoh fagositosis. Endositosis membrane sel

pada sel darah putih, diawali dengan membentuk vakuola yang membrane sel

berasal dari sel darah putih. Padavakuola ini, terjadi proses pencernaan,

penyerapan dan pengeluaran sisa-sisa makanan.

 Pinositosis

Pinositosis merupakan proses endositosis, dimana benda yang dimasukan ke
dalam sel berupa zat cair atau larutan. Semua jenis sel hewan dapat melakukan

proses pinositosis.

 Tahapan terjadinya pinositosis adalah sebagai berikut:

1. Molekul-molekul medium kultur mendekati membran sitoplasma

2. Molekul-molekul mulai melekat (menempel) pada plasma, hal ini terjadi

karena adanya konsentrasi yang sesuai antara protein dan ion tertentu pada

medium sekeliling sel dengan di dalam sel.

3. Mulai terbentuk invaginasi pada membran sitoplasama.
4. Invaginasi semakin ke dalam sitoplasma.

5. Terbentuk kantong dalam sitoplasma dan saluran pinositik
6. Kantong mulai lepas dari membran plasama dan membentuk gelembung-

gelembung kantong gelembung-gelembung kantong mulai mempersiapkan

diri untuk melakukan fragmentasi.

7. Gelembung-gelembung kantong mulai mempersiapkan diri untuk melakukan

fragmentasi.

8. Gelembung pecah menjadi gelembung yang lebih kecil.

 Endositosis dengan Bantuan Reseptor
Endositosis dengan bantuan reseptor merupakan proses endositosis dimana benda
molekul yang diterima atau dimasukan kedalam sel bersifat spesifik. Di dalam

lekukan membrane plasma terdapat reseptor protein yang akan berikatan dengan
protein molekul yang akan diterima sel.
b) Eksositosis
Proses amoeba mengeluarkan sisa-sisa makanan melalui vakuolanya adalah salah
satu contoh eksositosis. Vakuola atau selubung membran melingkupi sisa zat
makanan yang sudah dicerna. Kemudian, selubung membran tersebut bergabung
kembali dengan membrane sel sehingga sisa zat makanan akan dibuang keluar sel.
Membran yang menyelubungi sel tersebut akan bersatu atau berfusi dengan membran
sel. Cara ini adalah salah satu mekanisme yang digunakan sel-sel kelenjar untuk
mensekresikan hasil metabolisme. Misalnya, sel-sel kelenjar di pankreas yang
mengeluarkan enzim ke saluran pankreas yang bermuara di usus halus. Suatu zat
yang diendositosis bisa langsung dieksositosis ke sisi lain dari membrane sel tanpa
mengalami perubahan apa-apa. Proses endositosis akan mengambil sedikit bagian
membrane sel menjadi membran vakuola sehingga luas permukaan sel berkurang.
Akan tetapi, hal ini diimbangi oleh proses eksositosis yang mempunyai kecepatan
sama. Oleh karena itu, membrane sel yang hilang dapat diperbarui.

2.PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

Sumber: https://tartrerepub.blogspot.com/2018/11/cell-parts-diagram-to-label.html
 Sel tumbuhan adalah sel yang menyusun fungsi kerja dari seluruh fungsi kehidupan

tumbuhan. Peran sel tumbuhan adalah memulai pertumbuhan awal, menyerap
makanan, hingga menghasilkan buah. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat
dari selulosa. Dinding sel sangat tipis saat selulosa masih berusia muda, sedangkan

dinding sel menebal saat selulosa semakin tua. Sel tumbuhan ini yang embuat
tumbuhan muda sangat lunak, sedangkan tumbuhan tua sangat keras
 Sel hewan merupakan sel eukariotik yang terdapat pada hewan. Umumnya sel hewan
adalah suatu bagian organel paling kecil yang mempunyai selaput tipis. Sel hewan
mempunyai kelebihan dalam membuat duplikat dengan mandiri dengan cara
melakukan pembelahan sel.Pada sel hewan terdapat suatu larutan koloid yang berisi
senyawa kimia. Senyawa itu memiliki fungsi dalam memproses pembelahan ataupun
fotosintesis

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Sel Tumbuhan secara umum

Perbedaan Sel Hewan Sel Tumbuhan

Bentuk Sel Bentuknya bermacam-macam dan Bentuknya kaku dan jarang

bisa berubah bentuk berubah bentuk

Ukuran Sel Kecil Besar

Dinding Sel Tidak ada Ada

Matriks Ekstraseluler Ada Ada

Lisosom Umumnya banyak terdapat sel Jarang ditemukan

hewan

Peroksisom Ada Ada

Glioksisom Tidak ada/jarang Ada

Elastisitas Jaringan Tinggi, tidak ada dinding sel Rengah, ada dinding sel

Letak Inti Sel Terletak di tengah sel Terletak di peripheral sitoplasma

Sentrosom/Sentriol Ada Tidak ada/jarang ditemukan

Organel Respirasi Mitokondria Mitokondria dan kloroplas

(plastida)

Vakuola Sel Kecil dan banyak Tunggal, tapi sangat besar

Silia Sering ditemukan Sangat jarang ditemukan

Flagela Sering ditemukan Jarang ditemukan

Pembentukan Spindle Secara amphiastral Secara anastral

Sitokinesis Sel Membentuk furrowing Membentuk lempeng mitosis

Ketahanan Tekanan Lemah tanpa vakuola kontraktil Kuat karena dinding sel

Tingkat Totipotensi Rendah Sangat tinggi

Sambungan Antar Sel Desmosome Tight Junction Plasmodesmata

Perbedaan yang paling menonjol antara sel hewan dan

tumbuhan: :

Sel Hewan Sel Tumbuhan kromoplas,
Tidak memiliki dinding sel Memiliki dinding sel

Vakuola berukuran kecil Vakuola berukuran besar
Memiliki sentriol Tidak memiliki sentriol
Tidak memiliki plastida Memiliki plastida (kloroplas,
leukoplas)

Rangkuman

1. Proses-proses yang berlangsung di dalam sel yaitu transport melalui membran dan
sintesis protein. Transpor melalui membran melalui mekanisme difusi, osmosis,
transport aktif, eksositosi dan endositosis.

2. Perbedaan yang menonjol antara sel hewan dan sel tumbuhan adalah:
 Sel hewan tidak memiliki dinding sel, vakuolanya berukuran kecil, memiliki sentriol
dan tidak memiliki plastid.
 Sel tumbuhan memliki dinding sel, vakuolanya berukuran besar, tidak memiliki
sentriol dan memiliki dinding sel.

Penugasan Mandiri

Bandingkan sel tumbuhan dan sel hewan di bawah ini untuk menemukan perbedaan di antara
keduanya

Gb.sel hewan Gb.sel tumbuhan

1.Organel manakah yang tidak dimiliki oleh sel hewan dan manakah yang tidak dimiliki oleh
tumbuhan? Mengapa?

2.Buatlah tabel perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan?

Tes Formatif 2

Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1.Perhatikan gambar hasil praktikum peserta didik tentang transpor pasif pada sel tumbuhan
berikut!

B adalah sel sebelum diberi perlakuan. A dan C adalah sel yang mendapat perlakuan
perendaman pada larutan yang berbeda konsentrasi selama 5 menit.

Penjelasan terhadap peristiwa yang terjadi adalah ….
A. A mengalami plasmolisis karena berada dalam larutan hipertonis sehingga cairan sel

berosmosis ke luar sel
B. A mengalami krenasi karena berada dalam larutan hipotonis sehingga cairan sel berosmosis

ke luar sel
C. C mengalami turgid karena berada dalam larutan hipertonis sehingga cairan sel berosmosis

ke luar sel
D. C mengalami plasmolisis karena berada dalam larutan hipertonis sehingga cairan sel

berosmosis ke dalam sel
E. A mengalami turgid karena berada dalam larutan hipotonis sehingga cairan sel berosmosis

ke dalam sel
2.Perhatikan gambar percobaan osmosis berikut!

Setelah beberapa saat, permukaan X akan … karena cairan di luar kentang bersifat ….
A. bertambah, hipotonis
B. berkurang, hipotonis
C. bertambah, isotonis
D. bertambah, hipertonis
E. berkurang, isotonis
3. Perhatikan gambar percobaan transportasi membran sel berikut!

Catatan:xdan y = kentang dengan berat awal sama
Kentang x direndam dalam larutan garam 1%
Kentang y direndam dalam larutan garam 5%
Berdasarkan gambar tersebut, yang akan terjadi pada kentang y setelah direndam selama 60
menit adalah ….
A. plasmolisis karena larutan hipotonik
B. plasmolisis karena larutan hipertonik
C. turgid karena larutan hipertonik
D. turgid karena larutan hipotonik
E. krenasi karena larutan hipotonik
4.Berikut diagram percobaan osmosis.

Setelah dua hari, terjadi perbedaan permukaan larutan, yaitu ….

A. X naik, Y turun sebab X hipertonis dibanding Y
B. X naik, Y turun sebab X isotonis dengan Y
C. X turun, Y naik sebab X hipertonis dibanding Y
D. X dan Y turun sebab X isotonis dengan Y
E. Y naik, X turun sebab Y hipertonis dibanding X
5 . Endositosis adalah .…

A. pengangkutan partikel padat/ tetes cairan dari dalam sel ke luar sel dengan energi ATP
B. pengangkutan partikel padat/ tetes cairan dari luar sel ke dalam sel tanpa energi ATP

C. proses memasukkan/ mengeluarkan partikel padat/ tetes cairan melalui membran sel
D. proses memasukkan partikel padat/ tetes cairan ke dalam sel dengan energi ATP
E. proses mengeluarkan partikel padat/ tetes cairan dari dalam sel tanpa energi ATP
6.Sel organisme tingkat tinggi mempunyai organel sebagai berikut :

1. dinding sel
2. membran sel
3. mitokondria
4. plastida
5. lisosom
6. sentriol
7. badan golgi
Organel-organel sel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan adalah :
A. 1 dan 3
B. 1,dan 4
C. 2 dan 4
D. 4 dan 6
E. 5 dan 7

7. Gambar skema sebuah sel hewan.

organel sel mana yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan?
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Kunci jawaban, pembahasan dan pedoman penilaian

Nomor Kunci Pembahasan
soal jawaban

1. A Praktikum di atas adalah tentang osmosis pada membran sel.
Osmosis adalah perpindahan partikel pelarut (air) dari
konsentrasi rendah (hipotonis) ke konsentrasi tinggi (hipertonis).

Sel A kekurangan cairan sehingga vakuolanya mengecil dan
selaputnya terlepas (mengalami plasmolisis). Hal ini terjadi
karena sel A direndam dalam larutan konsentrasi lebih tinggi
(hipertonis). Akibatnya cairan dalam sel keluar. [opsi A benar]

Sedangkan sel C kelebihan cairan sehingga tampak mengembang
(mengalami turgid). Hal ini terjadi karena sel C direndam dalam
larutan konsentrasi rendah (hipotonis). Akibatnya, cairan masuk
ke dalam sel.
2. A Osmosis adalah perpindahan partikel pelarut (air) dari
konsentrasi rendah (hipotonis) ke konsentrasi tinggi (hipertonis).

Pada gambar di atas, Y adalah aquades yang bersifat hipotonis
(encer). Sedangkan kentang bersifat hipertonis (pekat) terhadap
Y. Akibatnya, partikel pelarut pada Y berpindah ke dalam
kentang.

Sementara itu, cairan dalam kentang lebih encer daripada larutan
gula X. Sehingga partikel air dalam kentang berpindah ke larutan
X.
3. B Percobaan di atas adalah tentang peristiwa osmosis, yaitu
perpindahan partikel pelarut (air) dari konsentrasi rendah ke
konsentrasi tinggi.

Kentang x direndam dalam larutan konsentrasi rendah atau
hipotonik sehingga molekul air masuk ke dalam kentang.
Akibatnya kentang kelebihan air dan terlihat mengembang.
Keadaan ini disebut turgid.

Sedangkan kentang y direndam dalam larutan hipertonik
sehingga partikel air dalam kentang keluar. Akibatnya kentang
kekurangan air sehingga kentang menjadi keriput (mengalami
krenasi) dan selaput sel kentang terlepas (mengalami
plasmolisis).
4. A Osmosis adalah perpindahan molekul air dari konsentrasi rendah
ke konsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel.

Pada gambar di atas, X mewakili konsentrasi tinggi, Y mewakili
konsentrasi rendah, dan umbi kentang bertindak sebagai
membran semipermeabel. Setelah beberapa saat, molekul air Y
akan merembes masuk menuju X melalui umbi kentang.

Akibatnya, permukaan Y turun dan permukaan X naik. Hal ini
terjadi karena konsentrasi X lebih tinggi (hipertonis).

5. D Endositosis dan eksositosis termasuk transpor aktif, sehingga
memerlukan energi berupa ATP untuk pelaksanaannya.
• Endositosis adalah proses memasukkan partikel padat atau tetes
cairan ke dalam sel. Ada dua bentuk endositosis, yaitu pinositosis
dan agositosis. Pinositosis adalah pengangkutan zat cair ke dalam
sel, sedangkan fagositosis adalah pengangkutan partikel padat ke
dalam sel.
• Eksositosis adalah proses mengeluarkan artikel atau tetes cairan
ke luar sel

6. B Sel tumbuhan memliki dinding sel, vakuolanya berukuran besar,
tidak memiliki sentriol dan memiliki dinding sel.

7. D Sel hewan tidak memiliki dinding sel, vakuolanya berukuran
kecil, memiliki sentriol dan tidak memiliki plastid.

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat di bagian akhir modul ini.

Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat

penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.
Nilai = ℎ ℎ x 100 %



Konversi tingkat penguasaan:

90 - 100% = baik sekali

80 - 89% = baik

70 - 79% = cukup

< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan

Kegiatan Belajar pada KD berikutnya. Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi

materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai

PENILAIAN DIRI

Untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari di kegiatan belajar 2,

jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada modul ini di tabel berikut.

No Pertanyaan Ya Tidak

1. Apakah Anda dapat menjelaskan proses-proses

yang berlangsun di dalam sel?

2. Apakah Anda dapat mengidentifikasi perbedaan

struktur sel hewan dn sel tumbuhan?

Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian
yang masih "Tidak".
Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran pada topik di
modul berikutnya


Click to View FlipBook Version