The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kartika.maya, 2020-11-05 08:41:52

MENGHARGAI ORANG LAIN

MENGHARGAI ORANG LAIN

MENGHARGAI
ORANG LAIN

1 Korintus 12 : 23

Morning Devotion, 6 Nov 2020

1 Korintus 12 : 23

Dan kepada
anggota-anggota tubuh

yang menurut
pemandangan kita kurang

terhormat, kita berikan
penghormatan khusus.

Dan terhadap
anggota-anggota kita yang

tidak elok, kita berikan
perhatian khusus.

Menghargai adalah

Suatu sikap / cara untuk memberi
penilaian, menghormati atau
memandang penting sesuatu,

contohnya, kita harus menghargai
orang lain, maksudnya kita

menghormati keberadaan,karya dan
pendapat mereka

Untuk memahami renungan pagi hari
ini, yuk kita baca kisah berikut

Kisah
Ulil yang baik hati

Pada suatu pagi yang cerah Kancil sedang
berjalan-jalan di hutan

Di tengah hutan ia bertemu dengan Ular dan mereka
pergi bersama ke tepi sungai

Hai Ular, aku
mau ke sungai

Hai Kancil mau
kemana kau?

Setelah sampai di tepi sungai, mereka mengobrol
tentang kegiatan mereka , hingga siang hari

Pagi tadi aku tidak Hahaha…. Yang
mendapatkan sabar ya Lar….

mangsa, aku lapar
Cil..

Ular jangan
memanggilnya
seperti itu...

Lihat, Ulil jelek
datang, kita panggil
saja...

Ulil, kemarilah….!!
Ayo kita mengobrol
sebentar...

Di saat Kancil dan Ular sedang asik mengobrol,
datanglah ulat kecil, yang bernama Ulil, Ulil terlihat
lelah dan tak bersemangat

Hai Ulil,, apa dari Ular, jangan
kecil kamu itu terlihat berbicara
jelek, dari bentukmu seperti itu,
kita harus
dan warnamu, kau
itu sangat tidak menghargai
menarik sesama

Aku lelah, aku mau
beristirahat, badanku
terasa tak nyaman,
aku mau istirahat di

atas pohon itu..

Ulil yang tak bersemangat datang menghampiri ular
dan kancil, namun ia mendapat hinaan dari si Ular

Karena Ular terus menjelek-jelekkan ulil, maka kancil mengajak ulil untuk
meninggalkan ular, Ulil beristirahat di atas pohon, dan kancil beristirahat
di hutan. Sedangkan ular berkeliling mencari mangsa, beberapa hari
kemudian sesuatu terjadi pada ular.

Aduh….. Badanku
terluka karena
ranting daun ini…
Tolong….tolong...

Apa yang bisa aku Tolong panggilkan
bantu ular ? kancil….
aduh...aduh….huhu

Ular terus berteriak minta tolong, ia menangis.
Hingga seekor kupu-kupu indah datang menghampirinya

Dengan sekuat tenaga
kupu-kupu indah itu

memanggil kancil, supaya
kancil menolong si Ular,

Kupu-kupu
memperkenalkan diri pada
kancil bahwa ia adalah Ulil

Akhirnya ular selamat karena
bantuan kancil dan kupu-kupu.
Ular mengucapkan terimakasih
kepada kupu-kupu dan bertanya
siapakah kupu-kupu cantik ini.

Ternyata kupu-kupu cantik ini
adalah ulil, ulat jelek yang sering
diejek oleh ular. Ular malu ,ia
meminta maaf karena dahulu
selalu memandang rendah ulil dan
tidak pernah menghargai Ulil

Nah anak-anak dari cerita tadi kita bisa belajar,
jangan pernah mengejek orang lain, jangan

pernah memandang rendah orang lain, mari kita
belajar untuk saling menghargai apapun

keadaan kita , menghargai sesama kita, karena
itulah yang Tuhan inginkan.

Saat kita menghargai sesuatu maka segala hal
yang kita lakukan akan dihargai pula oleh orang

lain.


Click to View FlipBook Version