The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mapel IPA Kls VIII : modul ajar zat adiktif

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhfranciyus, 2020-10-19 05:29:30

modul ajar zat adiktif

Mapel IPA Kls VIII : modul ajar zat adiktif

BAHAN AJAR
IPA KELAS VIII

OLEH
MUHAMMAD FRANCIYUS, S.Si

PEMERINTAH KABUPATEN MESUJI
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMP NEGERI 23 MESUJI
2020

Kompetensi Dasar
3.6Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makandaann minuman,

zat adiktif, serta dampaknya terhadap kesehatan
4.6Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat

aditif dan zat adiktif bagi Kesehatan

Indikator

1. Menjelaskan jeni-sjenis zat Adikti.f
2. Menjelaskan cara kerja zat adiktif dalam tubuh
3. Menyimpulkan dampak penyalahgunaanzat Adiktif bagi

kesehatan.
4. Membuat poster bahaya penyalahgunaan dan ajakan

menjauhi narkotika dan psikotropika.

Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menjelaskan jen-jiesnis zat Adiktif.
2. Peserta didik mampu menjelaskan cara Kerja Zat Adiktif dalam
tubuh.
3. Peserta didik mampu menyimpulkan dampak penyalahgunaan zat
adiktif bagi kesehatan.
4. Peserta didik dapat membuat poster bahaya penyalahgunaan dan
ajakan menjauhi narkotika dan psikotropika.

BAHAN AJAR PERTEMUAN 2

PERNAHKAH KALIAN MEMINUM INI ??

TAHUKAH KALIAN KANDUNGAN YANG ADA
DALAM KOPI DAN TEH ?

Mari kita simak materi berikut ini…
ZAT ADIKTIF

Zat adiktif pada dasarnya adalah obat serta bahan-bahan aktif yang bila dikonsumsi oleh
makhluk hidup akan menyebabkan ketergantungan yang sulit dihentikan. Ketika Anda
kecanduan zat ini, Anda ingin menggunakannya terus-menerus. Bila berhenti, tubuh akan cepat
lelah dan merasakan sakit yang luar biasa.Apakah Anda merupakan peminum kopi atau teh
yang kerap merasa pusing atau lemas jika tidak ngopi atau ngeteh di pagi hari? Ya, itu hanyalah
salah satu pertanda bahwa zat tersebut telah mempengaruhi tubuh Anda.
Zat adiktif dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu zat adiktif bukan narkotika dan
psikotropika, zat adiktif narkotika, dan zat adiktif psikotropika.
Apa perbedaan ketiga kelompok ini?
Apa pula jenisnya?

Berikut penjelasannya..

1. Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika

Sepintas, kelompok yang satu ini tidak berbahaya, bahkan Anda mungkin tidak menyadarinya.
Pasalnya, zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika sering dikonsumsi oleh manusia,
misalnya teh atau kopi seperti disebutkan sebelumnya.

Kopi mengandung cafein, dan Rokok mengandung nikotin
The mengandung theinie

Kafein

Teh dan kopi mengandung zat adiktif berupa kafein yang membuat peminumnya mengalami
ketergantungan, apalagi jika Anda terbiasa minum kopi lebih dari dua cangkir per hari. Kopi
mengandung kafein yang lebih tinggi ketimbang teh, tapi teh juga memiliki zat adiktif lain
berupa theine, teofilin, dan teobromin dalam jumlah sedikit. Kabar baiknya, kopi dan teh tetap
aman dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Apalagi, keduanya juga memiliki manfaat bagi
kesehatan, misalnya mencegah penyakit Parkinson, kanker usus, kanker lambung, dan kanker
paru-paru. Akan tetapi, mengonsumsinya secara berlebihan bisa memberi efek rasa nyeri di
perut.

Nikotin

Tidak heran bila perokok sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan buruknya ini mengingat
rokok mengandung zat adiktif bernama nikotin yang membuat penikmatnya seperti mengalami
kecanduan. Ini dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi. Selain nikotin, rokok juga
mengandung tar yang membahayakan bagi tubuh, misalnya membuat warna gigi menghitam
serta memicu kanker paru-paru.

2. Zat adiktif narkotika

Tanaman opium Tanaman Ganja

Inilah zat adiktif yang biasanya Anda kenal karena penggunaannya memang bertentangan
dengan hukum dan sangat berbahaya bagi kesehatan. Contoh zat adiktif yang termasuk

golongan ini, yaitu opium, kokain, ganja, heroin, amfetamin, dan lain-lain. Narkotika
sebetulnya legal untuk digunakan hanya pada dunia medis, misalnya sebagai obat bius pada
orang yang akan dioperasi, itu pun harus sesuai panduan. Penyalahgunaan narkotika dapat
memberi efek sakit luar biasa (sakaw) ketika tidak mengonsumsinya sehingga ia merasa harus
terus menggunakan narkotika tersebut untuk menyembuhkan kondisinya.
3. Zat adiktif psikotropika

Psikotropika merupakan zat atau obat baik alamiah maupun sintetis yang bukan merupakan
narkotika, yang berkhasiat psikoaktif, berpengaruh selektif pada saraf pusat yang menyebabkan
perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku seseorang. Zat psikotropika dapat
menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan saraf pusat dan menimbulkan kelainan
perilaku, disertai halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, dan perubahan alam perasaan.
Penggunaan psikotropika juga dapat menyebabkan ketergantungan serta berefek merangsang
pemakainya. Pemakaian zat psikotropika yang berlebihan dapat menyebabkan kematian.
Contoh psikotropika, antara lain ekstasi, sabu-sabu, diazepam, dan LSD.

AYO KITA DISKUSIKAN

CIREBON – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polresta Cirebon menangkap SA
(19) warga Ciasem, Kabupaten Subang. SA merupakan tersangka
pengedar narkoba jenis sabu -sabu. Keterangan yang dihimpun, tersangka
SA ditangkap di samping Pos Baperkam Desa Sutawinangun, Kecamatan
Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (20/8).

Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti satu paket narkotika jenis
sabu seberat 0,37 gram. Beserta barang buktinya, ters angka digelandang
ke Mapolres Cirebon Kota guna pemeriksaan dan proses hukum lebih
lanjut.

“Tersangka sudah kami amankan. Penangkapan tersangka ini berdasarkan
informasi dari masyarakat yang kami terima,”ujar Kasat Satnarkoba
Polres Cirebon Kota Iptu Muh ammad Ilham, Rabu (26/8). Ilham
menegaskan, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU RI
No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Hukumannya 15 tahun penjara,”
pungkasnya. (rdh)

Analisislah mengapa orang yang mengedarkan narkoba tersebut haru s
ditangkap? Apa sebenarnya kerugian penggunaan narkoba sehingga
pelaku pengedarnya harus diamankan oleh pihak polisi?

RANGKUMAN

1. Zat adiktif merupakan bahan makanan atau minuman yang dapat
menimbulkan kecanduan pada penggunanya. Zat adiktif
dibedakan menjadi zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika,
zat adiktif narkotika, dan zat adiktif psikotropika.

2. Contoh zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika adalah
kafein dalam teh dan kopi, dan nikotin pada rokok. Contoh zat
adiktif narkotika adalah heroin, kokain, dan morfin. Contoh zat
adiktif psikotropika adalah ekstasi, sabu-sabu, diazepan, dan
LSD.

3. Bahan makanan dan minuman yang mengandung bahan adiktif,
misalnya teh dan kopi memiliki manfaat bagi kesehatan apabila
digunakan dalam jumlah yang tidak berlebihan.

4. Bahan-bahan adiktif yang termasuk kelompok narkotika tidak
boleh digunakan karena memiliki efek yang sangat
membahayakan bagi penggunanya. Menyimpan atau
menggunakan bahan yang tergolong narkotika merupakan suatu
bentuk pelanggaran hukum yang dapat mengakibatkan
pelakunya mendapat sanksi pidana.

DAFTAR PUSTAKA

Zubaidah, siti. 2017. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII. Klaten : PT. Intan
Pariwara.
Harismi, asni. 15 november 2019. Benarkah Kopi Mengandung Zat Adiktif? Ini
Penjelasannya. https://www.sehatq.com/artikel/benarkah-kopi-mengandung-zat-adiktif. (diakses
tanggal 3 oktober 2020)


Click to View FlipBook Version