Tahapan untuk memilih gagasan-gagasan yang masuk atau yang terbaik berkaitan
dengan pengembangan produk.
3) Desain produk pendahuluan
Desain produk pendahuluan perli dibuat sebelum mentukan desain produk
yang sebenernya.
4) Pengujian
Merupakan kegiatan untuk menguji apakah produk layak dikembangkan atau
tidak,baik dilihat dari potensi pasar atau konsumen merupakan secara dari
produk tersebut.
5) Desain akhir
Desain akhir dibuat bila hasil pengujian produk layak dikembangkan .
Menetapkan Skala Produksi, meliputi:
1) Penetapan waktu
2) Penetapan kualitas
3) Menghitung Biaya
4) Penetapan tenaga kerja
5) Penetapan peralatan
6) Penetapan bahan baku
Tahapan skala produksi meliputi: Routing, Scheduling, Dispatching, Follow-up
Metode Peramalan dalam Produksi Massal
1. Pengertian Peramalan
Peramalan adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa datang
meliputi kualitas, kuantitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan.
2. Klasifikasi Peramalan
a. Peramalan jangka panjang (2-10 th)
b. Peramalan jangka menengah (1-24 bl)
c. Peramalan jangka pendek (1-5 mg)
3. Tujuan Peramalan
a. Menentukan kebutuhan pabrik
b. Menentukan perencanaan jangka menengah
c. Menentukan penjadwalan jangka pendek
4. Karakteristik peramal yang baik
a. Akurasi
b. Biaya
c. Kemudahan
5. Metode Peramalan Perencanaan Produksi
a. Peramalan Subyektif
1) Metode Delphy
2) Metode Penelitian Pasar
b. Peramal Obyektif
1) Metode Intrinsik
2) Metode Ekstrinsik
Analisis Deret Waktu
Analisa deret waktu merupakan satu metode yang sangat tepat untuk meramalkan
pola permintaan pasar. Analisa ini dipengaruhi oleh 4 komponen yaitu:
a. Kecenderungan / Trend (T)
b. Siklus / Cycle (C)
c. Pola Musiman / Season (S)
d. Variasi Acak / Random (R)
Indikator Keberhasilan tahapan Produksi Masal
Indikator ini merupakan bagian kegiatan meanajemen produksi yang bertujuan untuk
menciptakan kegunaan bentuk (form utility)
1. Keberhasilan Manajemen Produksi, meliputi:
a. Produktifitas
b. Kapasitas
c. Kecepatan Pengiriman
d. Kualitas Produk
e. Kecepatan Proses
f. Fleksibilitas
2. Ukuran Kinerja Sistem Produksi, meliputi:
a. Ongkos produksi
b. Kualitas produk
c. Tingkat pelayanan
3. Ukuran Kinerja Produktivitas Mesin
Kinerja produktivitas mesin umumnya diukur menggunakan OEE (Overall
Equipment Effectiveness), sistem ini menggunakan 3 indikator yaitu: availabelity,
performance dan quality.
Tahap pengukuran menggunakan OEE yaitu:
a. Memulai dari pengukuran manual
b. Fokus pada kerugian
c. Menetapkan target tambahan
d. Memantau segala kebdala
e. Hati-hati dalam membuat perbandingan
Proses Produksi Massal
1. Pengertian Proses Produksi
Proses produksi adalah suatu cara atau metode untuk menambah kegunaan suatu
barang dan jasa menggunakan faktor produksi yang ada agar lebih bermanfaat
dalam memenuhi kebutuhan.
2. Jenis-Jenis Proses Produksi
a. Berdasar wujud proses produksi:
1) Kimiawi
Proses produksi yang menitik beratkan pada adanya proses analisis atau
sintesis serta senyawa kimia.Contoh Produksi pada peruhaan obat-
obatan,tambang minyak
2) Perubahan Bentuk
Proses produksi yang pelaksanaan produksinya menitik beratkan pada
perubahan masukan (input) menjadi keluaran(output) sehingga di dapatkan
penambahan manfaat atau faedah dari barang tersebut
3) Assembling
Proses produksi yang dalam pelaksanaanya lebih menguntungkan pada
proses penggabungan dari komponen-komponen produk dalam perusahaan
yang bersangkutan atau membeli komponen produk yang dibeli dari
perusahaan lain
4) Transportasi
Proses Produksi yang menciptakan jasa (pelayanan) pemindahan
tempat,baik berupa barang atau manusia.
5) Penciptaan jasa administrasi
Suatu proses yang memberikan jasa administrasi kepada perusahaan-
perusahaan lain atau lembaga yang membutuhkan.
b. Berdasar arus proses produksi:
1) Terus menerus
Proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi berikutnya
tanpa penempukan disuatu titik dalam proses
2) Terputus-putus
Pada jenis produk diproses dalam kumpulan produk bukan atas dasar
aliran terus menerus dalam proses produksi
3) Proses produksi campuran
Tipe proses produksi ini merupakan penggabungan dari produksi terus-
menerus dan terputus-putus
c. Berdasar Penyelesaian Proses Produksi:
1) Tipe A (dapat diperiksa dengan mudah)
Pada tipe proses produksi A,setiap tahap proses produksi dilakukan dalam
perusahaan dapat diperiksa secara mudah.
2) Tipe B (dapat diperiksa dalam beberapa tahap)
Penyelesaian proses produksi daam perusahaan bersangkutan akan terdapat
beberapa ketergantungan dari masing-masinh tahap produksi
3) Tipe C (terdapat penggabungan komponen produk)
Perusahaan yang penyelesaian produksi dalam perusahaan bersangkutan akan
terdapat beberapa ketergantungan dari masing-masing tahap produksi
4) Tipe D (proses menggunakan mesin otomatis)
Proses produksi dilaksanakan dengan menggunakan mesin dan peralatan
produksi otomotis mesin dan peralatan produksi yang digunakan dalam
perusahaan tersebut dilengkapu dengan beberapa peralatan khusus untuk
melaksanakan pengendalian proses produksi dalam perusahaan yang
bersangkutan.
5) Tipe E (perusahaan dagang dan jasa)
Merupakan proses produksi dari perusahaan-perusahaan semacam ini
menjadi agak berbeda dengan beberapa perusahaan yang melaksanakan
processing dalam proses produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan yang
bersangkutan
d. Proses Produksi Berdasar Bahan Mentah
1) Analytic
Merupakan suatu bentuk proses produksi yang menciptakan beberapa
baranng dari suatu jenis bahan mentah atau input
2) Synthetic
Yaitu proses menggabungan beberapa input atau bahan mentah menjadi
satu barang lain.
3. Tujuan Proses Produksi:
a. Meningkatkan efisiensi
b. Meningkatkan Produktifitas
c. Meningkatkan Kualitas
B. Aktivitas Mandiri
Sebuah perusahaan melakukan produk masal dengan alasan menghemat
pengeluaran,dan juga efesiensi waktu. Dengan adanya produksi massal pekerjaan
yang tadinya dilakukan tenaga kerja,kini dilakukan oleh mesin.menurutmu apakah hal
tersebut akan mengganggu penyerapan tenaga kerja ?
Tulislah pendapatmu mengenai kelebihan dan kekurangan produksi massal ?tulislan
pendapatmu dalam kertas folio !
C. Lembar Kerja Siswa
LEMBAR KEGIATAN SISWA
Sekolah : SMK NEGERI 2 SUKOHARJO
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas/Semester : XII/1
Kegiatan : Membuat perencanaan produksi massal
Alokasi waktu : 8 x 45 menit
TUJUAN :
1. Membuat perencanaan produk olahan hasil pertanian
2. Membuat perencanaan produksi produk olahan hasil pertanian
ALAT, BAHAN DAN LANGKAH KERJA
A. Alat
o LCD
o Alat tulis
B. Bahan
o Kertas
o Bahan hasil pertanian
C. Langkah kerja
1. Carilah informasi produk-produk olahan bahan hasil pertanian!
2. Lakukan analisis potensi produk olahan hasil pertanian di daerah setempat !
3. Tentukan jenis produk olahan bahan hasil pertanian yang akan diproduksi !
4. Buatlah perencanaan produksi !
D. Rangkuman
Produksi adalah kegiatan menambah nilai guna suatu suatu benda atau menciptakan
benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Sedangkan
massal
berarti mengikut sertakan atau melibatkan banyak orang. Sehingga produksi massal
adalah kegiatan memproduksi barang tertentu yang sudah ditentukan standar
spesifikasinya dalam jumlah besar melalui serangkaian operasi yang sama dengan
produk sebelumnya. Keberhasilan identik dengan pendapatan, dengan begitu
pendapatan merupakan salah satu kriteria bagi kegiatan usaha, yakni dapat
dipergunakan untuk menilai keberhasilan usaha atau dapat dikatakan keberhasilan
usaha adalah suatu kenyataan persesuaian antara rencana dengan proses
pelaksanaannya dan hasil yang dicapai.
Kriteria penting sebagai indikator keberhasilan usaha, yaitu:
1. Kemampuan menyesuaikan diri
2. Produktifitas
3. Kepuasan kerja
4. Kemampuan mendapatkan laba dan pencarian sumber daya.
E. Lembar Latihan
1. Jelaskan pengertian produksi !
2. Jelaskan manfaat yang yang diciptakan dari produksi barang/jasa !
3. Apa perbedaan antara produk dan jasa ?
4. Jelaskan konsep produksi, produktivitas dan produsen !
5. Apa perbedaan antara perencanaan produk dengan perencanaan produksi ?
F. Kunci Jawaban
1. Dalam arti sempit, produksi merupakan usaha manusia yang mengolah atau
mengubah sumber-sumber ekonomi (bahan-bahan) menjadi produk baru.
Sedangkan dalam arti luas, produksi adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk
menciptakan atau menambah nilai guna (manfaat) suatu barang/jasa yang dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
2. a) Manfaat bentuk (form utility)
Seorang wirausahawan membuka usaha pengolahan limbah plastik menjadi
berbagai pot bunga plastik, mengolah sampah rumah tangga
menjadi makanan ternak, mengolah singkong menjadi kripik, dansebagainya.
b) Manfaat tempat (place utility)
Seorang wirausahawan membuka usaha penjualan batu-batu kali di daerah
perkotaan, yang diambil dari sungai/kali di desa atau seorang
petani membawa hasil kebun kelapanya untuk dijual ke pasar di kota.
c) Manfaat waktu (time utility)
Seorang wirausahawan melakukan kegiatan menyimpan sebagian padi hasil
panennya untuk dijual atau dimanfaatkan pada musim paceklik,
seseorang yang membuka usaha pembuatan jas hujan untuk dijual menjelang atau
pada saat musim hujan
3. Produk/barang adalah hasil dari kegiatan produksi yang mempunyai sifat-sifat fisik
dan kimia, serta ada jangka waktu antara saat diproduksi dengan saat produk
tersebut dikonsumsi atau digunakan. Sedangkan, jasa adalah hasil dari kegiatan
produksi yang tidak mempunyai sifat-sifat baik fisik maupun kimia serta tidak ada
jarak waktu antara saat diproduksi dengan saat dikonsumsi.
4. Produktivitas adalah nilai output dalam hubungannya dengan kesatuan input
tertentu, serta umumnya dinyatakan sebagai imbangan daripada hasil kerja rata-rata
dalam hubungannya dengan jam orang rata-rata dari tenaga kerja yang diberikan
dalam proses tersebut. Sedangkan yang dimaksud Produsen adalah orang, badan
atau lembaga yang menghasilkan produk atau yang menyelenggarakan proses
produksi.
5. Perencanaan produk bersifat lebih luas dari perencanaan produksi, karena
perencanaan produk menunjukkan kebijakan perusahaan yang bersifat jangka
panjang dan umum, sedangkan perencanaan produksi bersifat taktis dan jangka
pendek.
BAB VIII
KEGIATAN PEMBELAJARAN 7
MENGEVALUASI KESESUAIAN HASIL PRODUK DENGAN RANCANGAN
A. Lembar Materi
Pengertian Evaluasi
Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan
kualitas dari suatu produk berdasarkan pertimbangan serta kriteria tertentu dalam
rangka pembuatan keputusan. Menurut pengertian Bahasa, kata evaluasi berasal dari
kata evaluation dalam Bahasa inggris yang berarti penilaian atau penaksiran. Wujud
dari hasil evaluasi adalah sebuah rekomendasi dari evaluator untuk mengambil
keputusan. Ada 3 kemungkinan kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil
dalam pelaksanaan sebuah evaluasi, yaitu:
a. Menghentikan produk, karena dipandang bahwa produk tersebut tidak ada
manfaatnya, atau tidak dapat terlaksana sebagaimana diharapkan.
b. Merevisi produk, karena pelaksanaan produk menunjukkan bahwa segala
sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang
bermanfaat.
c. Menyebarluaskan produk, karena produk tersebut berhasil dengan baik maka
sangat baik jika produk tersebut disebarkan dalam area yang luas.
Tujuan Evaluasi
Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui pencapain tujuan suatu hal atau program
dengan langkah mengetahui keterlaksanaan kegiatan program. Dengan adanya
evaluasi seorang wirausaha dapat memutuskan apakah rencana yang sudah dibuat
berjalan sesuai dengan rencana atau tidak. Apabila produk yang dihasilkan tidak
sesuai dengan rancangan maka perlu diambil langkah lebih lanjut untuk
mengatasinya.
Proses Evaluasi
- Menentukan apa yang akan di evaluasi
- Merancang (desain) kegiatan evaluasi
- Pengumpulan data
- Pengolahan dan analisi data
- Pelaporan hasil evaluasi
Melakukan Pemeriksaan Kelayakan Produk
Produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam pemasaran,
produk adalah apapun yang dapat di tawarkan ke sebuah pasar dan dapat memuaskan
sebuah keinginan atau kebutuhan. Produk dikatakan baik apabila memenuhi standar
operasional prosedur (SOP).
a. Kriteria kelayakan produk
Kelayakan produk adalah kriteria penentuan apakah suatu produk baik untuk
digunakan atau tidak. Suatu produk diukur dengan 4 macam kelayakan, yaitu:
o Kelayakan teknis; efektifitas dan ketercukupan
o Kelayakan ekonomi dan finansial; biaya dan keuntungan
o Kelayakan politis; perkiraan pengaruh produk terhadap berbagai peran atau
kekuatan politik di lingkungan masyarakat.
o Kelayakan administratif; mengukur apakah produk tersebut dapat diterapkan
dalam sistem administrasi pemerintah yang ada.
Selain diukur dengan kriterian kelayakan di atas, kelayakan juga dapat diukur
dengan menggunakan kriterian:
o Meintainabilit/maintenance; produk harus dapat dipelihara dan dirawat
mengikuti perkembangan zaman.
o Dependability; harus dapat diandalkan oleh pengguna.
o Efficiency; ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses.
o Usability; tingkat kualitas dari sistem yang mudah dipelajari, mudah
digunakan, dan mendorong pengguna untuk menggunakan sistem tersebut
sebagai alat bentu positif dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
b. Standar operasional prosedur (SOP)
SOP adalah suatu standar berisi serangkaian prosedur yang harus dilakukan secara
kronologis dan sistematis dalam menyelesaikan suatu fungsi tertentu dengan tujuan
agar memperoleh hasil kerja paling efektif. Dalam pembuatan dan penerapan SOP
perlu memenuhi prinsip:
- Konsistensi; konsisten dari waktu ke waktu oleh siapapun dengan kondisi
apapun.
- Komitmen; SOP dipenuhi dan dilaksanakan dengan penuh komitmen.
- Perbaikan kelanjutan; tidak bersifat kaku dan harus terbuka dengan
penyempurnaan untuk membentuk prosedur yang lebih efektif dan efisien.
- Mengikat; SOP bersifat mengikat bagi siapapun. Fungsi produk harus
diselesaikan sesuai dengan prosedur yang sudah tertulis dalam SOP.
- Setiap unsur memiliki peran penting; jika terdapat satu komponen yang
tidak melaksanakan perannya dengan baik maka dapat mengganggu fungsi
komponen lainnya.
- Terdokumentasi; dilakukan dokumentasi dengan baik sehingga dapat
dijadikan referensi.
Komponen Evaluasi
Model evaluasi CIPP adalah model evaluasi yang terdiri dari empat komponen
evaluasi yaitu, Context, Input, Process, dan Product (CIPP).
a. Evaluasi Context mentukan kebutuhan dan masalah-masalah untuk
menetapkan tujuan. Evaluasi konteks merupakan need assessment
kebutuhan pengembangan produk di perusahaan. Sasaran evaluasi
mencakup permasalahan yang dihadapi para pembuat
produk/produsen, seperti: sulitnya mencari pelanggan tetap dan
mencari lokasi yang strategis.
b. Evaluasi Input berfokus pada pengumpulan informasi input yang
penting seperti pelaksanaan rencana kegiatan, sumber daya (SDM,
bahan baku, keuangan), penyediaan sarana, penyediaan biaya efektif
untuk penyiapan kebutuhan dan pencapaian tujuan.
c. Evaluasi Process (dapat disebut monitoring) berkenaan dengan kajian
seberapa jauh pelaksanaan operasional produk yang telah berjalan
secara efektif, menilai pelaksanaan rencana, kemudian membantu
pengguna menilai kinerja produk, dan membuat penafsiran hasilnya.
d. Evaluasi Produk yakni evaluasi keluaran (output) yakni
mengidentifikasi dan menilai hasil baik jangka pendek dan jangka
panjang. Evaluasi keluaran terarah pada hasil langsung (direct)
program. Kinerja SDM dan efektivitas produk yang teramati pada
akhir implementasi program akan dinilai pada tahap ini.
Brinkerhoff menambahkan dalam pelaksanaan evaluasi setidaknya ada 7 elemen yang
harus dilakukan yaitu:
1. Fokus pada apa yang akan di evaluasi (focusing the evaluation)
2. Memiliki rancangan evaluasi (designing the evaluation)
3. Mengumpulkan informasi (collecting information)
4. Menganalisis dan menginterpretasikan informasi (analyzing and
interpretion)
5. Membuat laporan (reporty information)
6. Pengaturan/pengelolaan evaluasi (managing evaluation)
7. Evaluasi untuk evaluasi (evaluaty evaluation)
B. Aktivitas Mandiri
Sebuah perusahaan melakukan produk massal roti semir. Buatlah rancangan
kegiatan evaluasi kesesuaian produk roti semir yang dihasilkan !
C. Lembar Kerja Siswa
LEMBAR KEGIATAN SISWA
Sekolah : SMK NEGERI 2 SUKOHARJO
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas/Semester : XII/1
Kegiatan : Membuat rencana pengujian kesesuaian fungsi produk
Alokasi waktu : 8 x 45 menit
TUJUAN :
1. Menentukan metode pengujian kesesuaian fungsi produk
2. Membuat rencana pengujian kesesuaian fungsi produk
ALAT, BAHAN DAN LANGKAH KERJA
A. Alat
o Laptop
o Printer
o Alat tulis
B. Bahan
o produk
C. Langkah kerja
1. Pilihlah metode pengujian kesesuaian fungsi produk sesuai tujuan produk
olahan hasil pertanian!
2. Buatlah rencana pengujian sesuai metode yang dipilih !
D. Rangkuman
Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk
menentukan kualitas dari suatu produk berdasarkan pertimbangan serta kriteria
tertentu dalam rangka pembuatan keputusan. Menurut pengertian Bahasa, kata
evaluasi berasal dari kata evaluation dalam Bahasa inggris yang berarti penilaian atau
penaksiran. Wujud dari hasil evaluasi adalah sebuah rekomendasi dari evaluator untuk
mengambil keputusan.
Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui pencapain tujuan suatu hal atau
program dengan langkah mengetahui keterlaksanaan kegiatan program. Dengan
adanya evaluasi seorang wirausaha dapat memutuskan apakah rencana yang sudah
dibuat berjalan sesuai dengan rencana atau tidak. Apabila produk yang dihasilkan
tidak sesuai dengan rancangan maka perlu diambil langkah lebih lanjut untuk
mengatasinya.
E. Lembar Latihan
1. Apa tujuan dilakukan pengujian produkbaru ?
2. Jelaskan yang dimaksud dengan pengujian teknis !
3. Jelaskan yang dimaksud dengan pengujian preferensi dan kepuasan !
4. Jelaskan manfaat pengujian preferensi !
5. Jelaskan yang dimaksud dengan tes pasar !
F. Kunci Jawaban
1. Pengujian produk baru bertujuan untuk memberikan penilaian yang lebih rinci
tentang peluang sukses produk baru, mengidentifikasi berbagai penyesuaian akhir
yang diperlukan untuk produk dan menetapkan berbagai elemen penting dalam
program pemasaran yang akan dipakai untuk memperkenalkan produk di pasar
2. Yaitu dengan cara membuat prototipe yang merupakan approximation (perkiraan)
sejumlah informasi penting tentang product shelf life (usia produk), tingkat
keusangan produk, masalah yang timbul dari pemakaian atau konsumsi yang tidak
seharusnya, potensi kerusakan yang memerlukan penggantian dan jadwal
pemeliharaan yang tepat
3. Dipakai untuk menetapkan elemen-elemen yang akan dirancang dalam rencana
pemasaran serta untuk membuat tafsiran penjualan awal produk baru. Ada dua
cara utama pengujian yaitu meminta konsumen untuk menggunakan sebuah
produk selama jangka waktu tertentu dan kemudian mereka diminta untuk
menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan preferensi serta
kepuasanmereka. Kedua, melaksanakan blind test yang sedemikian rupa sehingga
konsumen dapat membandingkan berbagai macam alternatif produk tanpa
mengetahui nama merk atau produsennya
4. a. Uji preferensi aktual dan uji teknis bisa memberikan dasar klaim yang
obyektif untuk keperluan promosi atas keunggulan spesifik produk perusahaan
dari produk pesaing
b. Estimasi tingkat pembelian ulang sangat penting untuk memperkirakan pangsa
pasar jangka panjang. Hasil kurang bagus pada uji ini dapat berakibat pada
pembatalan peluncuran produk maupun perancangan ulang produk baru
c. Meskipun penerimaan pasar atas produk baru ditentukan oleh semua elemen
program pemasaran, tetapi berbagai kasus menunjukkan bahwa skor yang tinggi
dalam dimensi kinerja produk menggambarkan bahwa ide produk yang
bersangkutan sebaiknya tidak dilanjutkan pada tahap pengembangan prpduk baru
selanjutnya
d. Uji preferensi pada umumnya dapat memberikan signal awal terbaik terhadap
kemungkinan kanibalisasi produk
5. Test markets: perusahaan bekerja sama dengan perusahaan riset dalam
menentukan kota dimana wiraniaga perusahaan nantinya akan mencoba
membujuk distributor agar bersedia menjual produk perusahaan
BAB IX
KEGIATAN PEMBELAJARAN 8
MENENTUKAN MEDIA PROMOSI
A. Lembar Materi
Pengertian Promosi
a. Menurut pakar pemasaran lainnya yaitu Boone dan Kurtz, promosi adalah proses
menginformasikan, membujuk, dan mempengaruhi suatu keputusan pembelian.
b. Kalau menurut ahli pemasaran Harper Boyd: promosi diartikan sebagai upaya
membujuk orang untuk menerima produk, konsep dan gagasan.
c. Sebenarnya ada banyak sekali versi pengertian promosi yang dikemukakan oleh
para ahli pemasaran diseluruh dunia, tetapi kesimpulannya kurang lebih sama,
yaitu promosi adalah untuk memberitahukan, menginformasikan , menawarkan
, membujuk, atau menyebarluaskan suatu produk atau jasa kepada calon
konsumen dengan tujuan agar calon konsumen tersebut pada akhirnya dapat
melakukan pembelian
Tujuan Promosi
Orang melakukan promosi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, adapun tujuan
promosi berdasarkanrangkuman dari berbagai sumber adalah :
a. Untuk menyebarkanluaskan informasi suatu produk kepada calon konsumen yang
potensial
b. Untuk mendapatkan konsumen baru dan untuk menjaga loyalitas konsumen
tersebut
c. Untuk menaikkan penjualan serta laba/keuntungan
d. Untuk membedakan dan mengunggulkan produknya dibandingkan dengan
produk kompetitor
e. Untuk branding atau membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan
yang diinginkan
f. Untuk merubah tingkah laku dan pendapat konsumen tentang produk suatu
Jenis-Jenis Promosi
a. Promosi secara fisik
1) Promosi dapat diadakan di lingkungan fisik yang biasanya dilakukan pada
acara-acara tertentu atau event-event khusus yang diadakan di suatu tempat
seperti pameran, bazar, festival, konser, dan semacamnya. Biasanya para
penjual membuka semacam “ stand ” atau “ booth ” untuk menampilkan dan
menawarkan produk atau jasanya.
2) Kelebihan jenis promosi secara fisik dan langsung adalah dapat menjangkau
langsung para calon konsumen, mereka dapat secara langsung melihat
produk atau jasa yang ditawarkan, dan dapat langsung bertanya segala
sesuatu hal mengenai produk atau jasa tersebut, dan dari pihak penjual hal ini
dimanfaatkan untuk membujuk dan merayu calon konsumen agar membeli
produk atau jasa yang mereka tawarkan pada saat itu juga. Ya, interaksi di
lapangan sangat memungkinkan orang langsung melakukan pembelian.
3) Kekurangan cara promosi secara fisik adalah sangat terbatasnya jumlah calon
konsumen karena hanya diadakan di lingkungan atau area tertentu seperti
perkantoran, kampus, sekolah, dan semacamnya.
b. Promosi melalui media tradisional
Yang dimaksud jenis promosi melalui media tradisional adalah via media cetak
seperti koran, majalah, tabloid, dan sejenisnya, dan media elektronik seperti radio
dan televisi, serta media di luar ruangan seperti iklan banner atau papan reklame
atau papan billboard.
Kelebihan jenis promosi melalui media tradisional adalah dapat menjangkau lebih
banyak calon konsumen daripada dengan promosi secara fisik, karena jangkauan
media yang memang cukup luas.
Kekurangan cara promosi melalui media tradisional adalah membutuhkan biaya
yang sangat besar, karena melibatkan media-media besar seperti televisi,
penyedia papan billboard, dan lain sebagainya.
c. Promosi melalui media digital
Jenis promosi melalui media digital mencakup media internet dan social media
atau jejaring social. Ini adalah cara modern untuk berpromosi karena
memungkinkan orang melihat produk atau jasa yang dipromosikan melalui
teknologi terkini seperti ponsel atau laptop.
Kelebihan promosi menggunakan media digital adalah dapat menjangkau orang
secara sangat luas dengan waktu dan biaya yang efisien.
Kekurangannya berpromosi dengan media digital adalah banyak sekali
kompetitor atau pesaing yang ikut bermain didalamnya.Tugas yang cukup berat
bagi para pemasar agar lebih kreatif lagi dalam berpromosi di media digital ini
agar lebih menarik calon konsumen dibandingkan kompetitor.
Contoh-contoh Promosi
1) Promosi di sebuah toko : beli 2 pasang sepatu dapat gratis 1 pasang sepatu
tambahan
2) Promosi dari suatu provider telekomunikasi : nelpon 5 menit dapat gratis
telpon selama 30 menit
3) Promosi di sebuah department store : dapat potongan harga 30% untuk suatu
produk tertentu
4) Promosi di sebuah restoran : beli makanan tertentu gratis minuman
Di dalam melakukan promosi ada beberapa contoh, antar lain sebagai berikut :
1. Melakukan Promosi
Kenalkan produk Anda kepada konsumen dengan cara yang kreatif agar
produk Anda menarik konsumen. Anda bisa mengenalkannya melalui media
cetak (surat kabar, majalah, brosur, pamflet), media elektronik (iklan di tv,
internet, media sosial) atau dari mulut ke mulut.
2. Memilih Lokasi yang Strategis Pemilihan lokasi juga merupakan faktor
penting dalam memasarkan produk.Pilihlah lokasi yang mudah dijangkau
oleh pembeli.Pastikan juga lokasi tersebut ramai dilewati sehingga pembeli tau
dimana tempat produk Anda dijual.
3. Kenali Pelanggan
Tentukanlah target pasar Anda. Seperti, jika Anda mempunyai usaha pakaian
dengan style korea Anda bisa menunjuk kalangan remaja sebagai target pasar
anda.
4. Menggunakan Internet Marketing
Anda dapat menampilkan produk usaha Anda pada website, blog, Facebook,
dan situs lainnya, dengan memasang foto- foto yang sekiranya dapat menarik
konsumen. Dengan menggunakan internet marketing, Anda juga dapat
berinteraksi secara langsung dengan konsumen tanpa dibatasi ruang dan waktu
5. Memuaskan Konsumen
Pembeli adalah raja. jalinlah hubungan yang baik dengan konsumen. Hubungi
mereka untuk sekadar menanyakan testimoni mengenai produk usaha anda
ataupun menginfomasikan produk yang baru Anda keluarkan, dan promo yang
sedang berjalan. Agar konsumen menjadi loyal.
Kegiatan promosi membutuhkan media. Ada banyak media promosi yang dapat
digunakan untuk mendongkrak penjualan. Secara garis besar, ada tiga jenis media iklan
yaitu media iklan cetak, elektronik, dan iklan media luar ruang atau outdoor.
a. Media cetak
Media cetak mengutamakan penggunaan pesan-pesan visual yang dihasilkan dari
proses percetakan seperti iklan di koran, majalah, tabloid, poster, dan jurnal.
Masing-masing media ini memiliki keunggulan tersendiri dengan cakupan audience
yang bermacam-macam.Koran harian menguntungkan untuk digunakan seandainya
diinginkan promosi yang dilakukan dapat tersebar luas dan setiap hari terbit.
Berbeda dengan koran, majalah memiliki audience yang lebih runcing dengan waktu
terbit yang tidak setiap hari. Jurnal serupa dengan majalah namun memiliki
audience yang lebih spesifik, dan lebih efektif digunakan ketika ingin menyasar
target pasar tertentu.
b. Media elektronik
Dengan merebaknya media sosial dan internet sebagai jantung kehidupan manusia
modern masa kini, media elektronik sering dianggap sebagai media paling efektif
untuk menjadi media iklan dan promosi. Contoh media elektronik bisa berupa
televisi dan radio; website, majalah, dan koran elektronik; bisa juga media sosial
seperti Facebook dan Instagram.
c. Iklan outdoor
Jenis media ini adalah media yang paling sering kita jumpai di luar ruangan seperti
di jalan, pasar, stasiun, dan ruang-ruang publik lain. Beberapa contoh media iklan
outdoor yakni
1) Billboard, media promosi yang berbentuk seperti poster dengan ukuran yang
besar. Saat ini muncul versi digital dari billboard yaitu videotron, dan versi
mobile yang biasa ditempel di kendaraan.
2) Baliho, media promosi yang sering digunakan untuk memberikan informasi
promosi jangka pendek tentang acara atau promosi komersil.
3) Neon box , media promosi berbentuk kotak yang diterangi cahaya dari lampu
neon yang dipasangkan di dalamnya. Media ini cocok digunakan sebagai media
promosi di malam hari.
4) Round tag, atau biasa disebut rontek. Media yang biasa ditempel di tepi jalan
dengan bahan dasar banner
B. Aktivitas Mandiri
1. Lakukan pengamatan saat anda melakukan promosi!
2. Kendala apa saja yang dijumpai saat melaksanakan promos?
3. Buatlah laporan dan power point kemudian dipresntasikan sesuai dengan promosi
yang dilakukan!
C. Lembar Kerja Siswa
LEMBAR KEGIATAN SISWA
Sekolah : SMK NEGERI 2 SUKOHARJO
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas/Semester : XII/1
Kegiatan : Membuat media promosi produk
Alokasi waktu : 8 x 45 menit
TUJUAN :
Membuat media promosi produk olahan hasil pertanian
ALAT, BAHAN DAN LANGKAH KERJA
a. Alat
o LCD
o Alat tulis
b. Bahan
o Kertas
o Produk olahan hasil pertanian
c. Langkah kerja
1. Carilah informasi mengenai macam-macam media promosi produk !
2. Pelajari produk, dan tentukan jenis media promosinya !
3. Tentukan tujuan dan pesan yang akan disampaikan pada copy iklan !
4. Buatlah media promosi produk olahan hasil pertanian !
D. Rangkuman
Tujuan promosi berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber adalah:
1. Untuk menyebarkanluaskan informasi suatu produk kepada calon konsumen yang
potensial
2. Untuk mendapatkan konsumen baru dan untuk menjaga loyalitas konsumen
tersebut
3. Untuk menaikkan penjualan serta laba/keuntungan
4. Untuk membedakan dan mengunggulkan produknya dibandingkan dengan
produk kompetitor
5. Untuk branding atau membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan
yang diinginkan
6. Untuk merubah tingkah laku dan pendapat konsumen tentang suatu produk
Macam-Macam Media Promosi Paling Umum Jika Anda memiliki usaha yang
mengharuskan melakukan promosi, Anda dapat menggunakan salah satu dari
beberapa macam media promosi di bawah ini.
1. Brosur
2. Poster
3. Banner
4. Televisi
5. Media internet
E. Lembar Latihan
1. Apa sajakah perangkat promosi yang umum digunakan untuk mempromosikan
produk !
2. Jelaskan cara untuk mennetukan tujuan pemilihan strategi promosi !
3. Jelaskan metode untuk menentukan pemilihan media promosi !
4. Jelaskan macam-macam media promosi !
5. Apa sajakah pesan-pesan yang dapat disampaikan dalam copy iklan !
F. Kunci Jawaban
1. aktivitas periklanan (advertising), penjualan perseorangan (personal selling),
promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (humas atau public
relation), informasi dari mulut ke mulut (Word of mouth), pemasaran langsung
(direct marketing), dan publikasi pemasaran (marketing publication).
2. 1. Inventory approach
Dalam pendekatan ini, tujuan pengiklanan ditentukan atau diambil dari kumpulan
berbagai tujuan perusahaan dilihat dari seluruh sudut pandang pemasaran
perusahaan.
2. Hierarchy approach
Pendekatan ini didasarkan pada dugaan bahwa sebelum membeli produk,
pelanggan melewati tahapan-tahapan variabel psikologis.
3. Attitudinal Approach
Pendekatan ini menyarankan agar sasaran tujuan periklanan adalah mempengaruhi
struktur sikap.
3. 1. Cost Per Thousand Contacts Comparison
Dalam metode ini, pemilihan media dilakukan berdasarkan jumlah kontak yang
terjadi tanpa memperhatikan kualitas kontaknya. Oleh karena itu kuantitas dan
kualitas eksposur sama-sama penting bagi periklanan, yang keduanya diukur
melalui :
1) Jangkauan (reach).
2) Kekerapan (Frequency).
3) Dampak (impact).
2. Matching of Audience and media Characteristics
Pendekatan lainnya untuk memilih media adalah dengan menentukan target
khalayak lalu membandingkan karakteristiknya dengan karakteristik berbagai
media
4. 1. Media cetak, yaitu media yang statis yang mengutamakan pesan-pesan dengan
sejumlah kata, gambar atau foto, baik dalam tata warna maupun hitam putih.
Bentuk-bentuk iklan dalam media cetak biasanya berupa iklan baris, iklan display,
suplemen, pariwara, dan iklan layanan masyarakat. Jenis-jenis media cetak terdiri
atas:
1) Surat Kabar
2) Majalah.
3) Tabloid, brosur, selebaran, dan lain-lain.
2. Media elektronik, yaitu media dengan teknologi elektronik dan hanya bisa
digunakan bila ada jasa transmisi siaran. Bentuk-bentuk iklan dalam media
elektronik biasanya berupa sponsorship, iklan partisipasi (disisipkan di tengah-
tengah film atau acara), pengumuman acara/film, iklan layanan masyarakat,
jingle, sandiwara, dan lain-lain.
1) Televisi
2) Radio
3. Media luar ruang, yaitu media iklan (biasanya berukuran besar) yang dipasang
di tempat-tempat terbuka seperti di pinggir jalan, di pusat keramaian, atau tempat-
tempat khusus lainnya, seperti di dalam bis kota, gedung, pagar tembok, dan
sebagainya. Jenis-jenis media luar ruang meliputi billboard, baleho, poster,
spanduk, umbul-umbul, transit (panel bis), balon raksasa, dan lain-lain.
4. Media lini bawah, yaitu media-media minor yang digunakan untuk
mengiklankan produk. Umumnya ada empat macam media yang digunakan dalam
media lini bawah menurut Khasali, yaitu: pameran, direct mail, point of purchase,
merchandising schemes, dan kalender.
5. 1. Cuplikan kehidupan individu atau kelompok.
2. Gaya hidup individu.
3. Fantasi tentang produk.
4. Suasana hati (mood) atau citra seputar produk.
5. Musik untuk lebih menghidupkan pesan.
6. Simbol kepribadian untuk menciptakan karakter yang mempersonifikasikan
produk.
7. Memamerkan keahlian dan pengalaman perusahaan dalam menghasilkan
produk.
8. Bukti-bukti ilmiah keunggulan produk.
9. Bukti-bukti kesaksian dari orang-orang terkenal.
BAB X
KEGIATAN PEMBELAJARAN 9
MENYELEKSI STRATEGI PEMASARAN
A. Lembar Materi
Strategi Pemasaran
Pengertian strategi pemasaran adalah upaya memasarkan suatu produk, baik itu
barang atau jasa , dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga
jumlah penjualan menjadi lebih tinggi.
Pengertian strategi pemasaran juga dapat diartikan sebagai rangkaian upaya yang
dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, karena potensi
untuk menjual proposisi terbatas pada jumlah orang yang mengetahui hal tersebut.
Strategi Pemasaran punya peranan penting dalam sebuah perusahaan atau bisnis
karena berfungsi untuk menentukan nilai ekonomi perusahaan, baik itu harga barang
maupun jasa. Ada tiga faktor penentu nilai harga barang dan jasa, yaitu:
1) Produksi
2) Pemasaran
3) Konsumsi
Dalam hal ini, pemasaran menjadi bagian yang menghubungkan antara kegiatan
produksi dan konsumsi.
Fungsi strategi pemasaran, diantaranya:
1) Meningkatkan Motivasi untuk Melihat Masa Depan
Strategi pemasaran berupaya untuk memotivasi manajemen perusahaan agar
berpikir dan melihat masa depan dengan cara yang berbeda. Hal ini sangat
diperlukan untuk menjaga kelangsungan perusahaan di masa mendatang.
Penting bagi perusahaan untuk mengikuti ritme pasar, namun terkadang
perusahaan juga harus memiliki gebrakan dengan sesuatu yang baru.
2) Koordinasi Pemasaran yang Lebih Efektif
Setiap perusahaan pasti memiliki strategi pemasarannya sendiri. Strategi
pemasaran ini berfungsi untuk mengatur arah jalannya perusahaan sehingga
membentuk tim koordinasi yang lebih efektif dan tepat sasaran.
3) Merumuskan Tujuan Perusahaan
Para pelaku usaha tentunya ingin melihat dengan jelas apa tujuan perusahaan
mereka. Dengan adanya strategi pemasaran maka pelaku usaha akan terbantu
untuk membuat detail tujuan yang akan dicapai, baik jangka pendek maupun
jangka panjang.
4) Pengawasan Kegiatan Pemasaran
Dengan adanya strategi pemasaran maka perusahaan akan memiliki standar
prestasi kerja para anggotanya. Dengan begitu , pengawasan kegiatan para
anggota akan lebih mudah dipantau untuk mendapatkan mutu dan kualitas
kerja yang efektif.
Secara umum, setidaknya ada 4 tujuan strategi pemasaran, diantaranya adalah:
a) Untuk meningkatkan kualitas koordinasi antar individu dalam tim pemasaran
b) Sebagai alat ukur hasil pemasaran berdasarkan standar prestasi yang telah
ditentukan
c) Sebagai dasar logis dalam mengambil keputusan pemasaran
d) Untuk meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi bila terjadi perubahan dalam
pemasaran
Konsep Strategi Pemasaran
Banyak ahli marketing mengatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah kunci
utama dari konsep pemasaran dan marketing strategy. Dengan kata lain, setiap
perusahaan memiliki cara tersendiri dalam melakukan proses marketing, sesuai
karakteristik dan kesanggupan masing-masing. Pada dasarnya tujuan akhir dari
marketing itu tetap akan bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen.
Berikut ini adalah 5 Konsep Strategi Pemasaran:
1) Segmentasi Pasar
Setiap konsumen pasti memiliki kebutuhan dan kebiasaan yang
berbeda.Perusahaan harus melakukan klasifikasi pasar yang sifatnya heterogen
menjadi satua-satuan pasar yang bersifat homogen.
2) Market Positioning
Tidak ada perusahaan yang bisa menguasai seluruh pasar. Itulah alasannya
mengapa perusahaan harus punya pola spesifik untuk mendapatkan posisi kuat
dalam pasar, yaitu memilih segmen yang paling menguntungkan.
3) Market Entry Strategy
Ini adalah strategi perusahaan untuk bisa masuk pada segmen pasar tertentu.
Bebebrapa cara yang sering dilakukan adalah:
· Membeli Perusahaan Lain
· Internal Development
· Kerjasama Dengan Perusahaan Lain
4) Marketing Mix Strategy
Marketing Mix (baca: Pengertian Marketing Mix) adalah kumpulan dari
beberapa variabel yang telah digunakan perusahaan untuk mempengaruhi
tanggapan konsumen. Beberapa variabel tersebut diantaranya;
· Product
· Price
· Place
· Promotion
· Participant
· Process
· People Physical Evidence
5) Timing Strateg
Pemilihan waktu dalam melakukan pemasaran juga sangat penting untuk
diperhatikan. Perusahaan perlu melakukan berbagai persiapan yang baik di
bidang produksi, dan menentukan waktu yang tepat untuk mendistribusikan
produk ke pasar.
Perbedaan Strategi Pemasaran dan Marketing Plan
Ternyata banyak juga yang kebingungan dengan pengertian strategi pemasaran
( marketing strategy) dan marketing plan.Padahal keduanya sangat berbeda.Marketing
strategy adalah penjelasan tentang goal yang perlu Anda capai dengan usaha yang
dijalankan.Kita cukup melihatnya di business goal yang sudah dirancang.Sementara
marketing plan yaitu perencanaan bagaimana kita mencapai marketing goal yang
sudah diatur tadi.Jadi marketing plan lebih mengarah ke sebuah peta atau pemandu
dari satu langkah ke yang lainnya.
a) Marketing Strategy
Marketing strategy -> Marketing Plan -> Implementasi = Sukses
Karena itu, untuk membuat marketing plan, pemahaman tentang pengertian
strategi pemasaran harus didahulukan di samping mengetahui komponen
pentingnya. Komponen marketing strategy sendiri antara lain:
(1) External marketing message
(2) Menetapkan tujuan sasaran
(3) Sasaran jangka pendek dan tujuannya
(4) Sasaran jangka panjang dan tujuannya
b) Marketing Plan
Sementara untuk marketing plan komponennya adalah sebagai berikut:
Tantangan yang dihadapi (bisa tentang deskripsi produk/ servis dan rekap
sasaran yang disebutkan di marketing strategy tadi). Analisa situasi sekarang,
yang bisa meliputi:
(1) Sasaran
(2) Fokus
(3) Budaya
(4) Kekuatan
(5) Kelemahan
(6) Market share
Setelah membuat kerangka di atas, kini saatnya Anda melakukan analisis konsumen.
Analisa ini bisa berupa target konsumen yang ingin diperoleh, jenisnya, alasan kenapa
mereka beli produk Anda, konsumen yang seperti apa yang akan dibidik dan
seterusnya. Melakukan analisis seperti ini nanti bisa memperuncing strategi
pemasarannya dan tahu langkah apa yang dilakukan untuk menarik konsumen lebih
banyak. Ini sangat baik supaya kita bisa memahami celah kompetitor dan menentukan
strategi yang baik. Ingat, berhadapan dengan kompetitor besar akan sangat sulit, tapi
ketika kita menyediakan apa yang tidak mereka punya tapi dicari konsumen tentu
hasilnya akan lain.
Marketing Plan
Marketing plan adalah bentuk dari proses manajemen yang mengarah pada
strategi pemasaran dimana tujuan utamanya yaitu untuk mencapai tujuan pemasaran
sehingga marketing plan dilakukan pada serangkaian proses yang sistimatis dan
melalui koordinasi untuk mendapatkan keputusan rencana pemasaran. Istilah
marketing plan pengertian Pemasaran mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan
pebisnis. Ini karena keahlian dalam menyusun rencana marketing sangat menentukan
keberhasilan tujuan bisnis, yaitu mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
Perusahaan yang dapat membuat perencanaan pemasaran yang baik dan
strategis dapat mencapai keuntungan dengan cara yang efektif dan efisien. Yang
termasuk marketing plan dalam bisnis diantaranya seperti pengumpulan informasi ,
penyebarluasan informasi, strategi promosi dan koordinasi pemasaran. Semua
komponen tersebut juga merupakan bentuk dari taktik perusahaan untuk
menggunakan sumber daya seefektif mungkin.
Tujuan Rencana Pemasaran
Banyak pemilik usaha membuat marketing plan dan kemudian tidak
menggunakannya. Namun, rencana pemasaran merupakan adalah peta jalan yang
memberi arahan untuk mencapai tujuan bisnis sebuah organisasi. Marketing plan
harus menjadi rujukan dan dinilai hasilnya secara berkala.
a. Tujuan marketing plan diantaranya adalah:
1. Mengetahui dan memperbanyak informasi perubahan pasar dan kompetitor
2. Menciptakan hubungan dan jaringan kerja yang lebih luas dengan
organisasi-organisasi lain
3. Sebagai bentuk penyesuaian bisnis
4. Meningkatkan keuntungan dengan usaha yang efisien dan efektif.
b. Manfaat Perencanaan Pemasaran
Membuat rencana pemasaran secara terperinci adalah sesuatu yang sangat
penting bagi sebuah perusahaan. Pemasaran sama pentingnya dengan produk
atau layanan yang Anda berikan. Tanpa pemasaran, konsumen dan klien tidak
bisa mencari tahu tentang Anda. Jika mereka tidak tahu tentang Anda, mereka
tidak dapat membeli apapun dari Anda, dan akibatnya, Anda tidak akan
menghasilkan uang.
1. Untuk mencapai koordinasi aktivitas pemasaran yang lebih baik
2. Dapat mengidentifikasi sejauh mana perkembangan perusahaan
3. Menjadi acuan bagaimana perusahaan harus berubah
4. Dapat menjadi alat untuk menghindari konflik tentang bagaimana
perusahaan harus bergerak
5. Dapat menjadi sumber informasi bagaimana kebijakan perusahaan harus
dibuat atau diperbarui
6. Menjadi acuan supaya manajer bergerak dan berpikir ke arah yang lebih
sistematis
Selain itu, rencana pemasaran juga memberikan keuntungan lainnya bagi sebuah
bisnis, diantaranya:
1. Memberikan kejelasan siapa target market. Lebih mudah untuk menemukan
klien dan pelanggan jika Anda tahu siapa mereka.
2. Membantu membuat pesan pemasaran yang akan memberikan hasil.
Pemasaran adalah tentang mengetahui apa yang dapat dilakukan produk atau
layanan Anda untuk membantu target pasar. Pesan Anda perlu berbicara
langsung dengan pasar Anda.
3. Menyediakan fokus dan arah. Email, media sosial, periklanan, blog tamu,
surat langsung, publisitas, dan seterusnya. Dengan begitu banyak pilihan
pemasaran, Anda memerlukan sebuah rencana untuk menentukan tindakan
terbaik untuk bisnis Anda
Cara Menyusun Rencana Pemasaran
Penyusunan perencanaan pemasaran bisnis membutuhkan beberapa komponen
yang harus terlibat. Marketing plan biasanya mencakup beberapa elemen termasuk
deskripsi pesaing, permintaan akan produk atau layanan yang ditawarkan, kekuatan
dan kelemahan dari sudut pandang pasar baik bisnis maupun pesaingnya.
Rencana pemasaran merupakan alat yang perlu digunakan setiap hari untuk membantu
organisasi untuk menjangkau target pasar dan target keuntungan. Semua bisnis harus
memahami pasar yang dibidik dan menjadi dasar dalam membuat marketing plan.
1. Melakukan Analisis Situasi
Salah satu komponen utama dalam memulai penyusunan marketing plan
adalah dengan analisis SWOT (baca: Pengertian Analisis SWOT) Dengan
adanya analisis SWOT maka manajer pemasaran perusahaan dapa t membuat
memetakan bagaimana peluang dan permasalahan yang mungkin muncul di
pasar serta apa kekuatan dan kelemahan perusahaan untuk mencapai tujuan
pemasaran.
2. Menetapkan Tujuan dan Sasaran
Setelah melakukan analisis SWOT, marketing plan dilanjutkan dengan
menetapkan sasaran atau target pemasaran. Misalnya mengidentifikasi siapa
saja yang membutuhkan produk tersebut dan kemana produk tersebut harus
dipasarkan.
Sehingga ketika sudah mengetahui kearah mana pemasaran dilakukan dapat
dilakukan penyusunan startegi untuk mencapai target tersebut. Strategi
pemasaran penting dilakukan untuk meminimalkan anggaran dan effort yang
diperlukan untuk promosi namun dengan keuntungan yang maksimal.
3. Menyusun Strategi dan Program
Strategi dan program dibuat berdasarkan tujuan atau sasaran yang telah
ditentukan sebelumnya.Strategi ini merupakan tindakan jangka panjang dan
dibuat sebagai rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasi.
Dan untuk mendukung strategi tersebut dibuat program atau tindakan jangka
pendek secara berkesinambungan.
Marketing Mix
Marketing Mix adalah suatu startegi pemasaran yang dilakukan secara
sitematis atau terpadu. Untuk kalian yang sudah mengenal nya pasti tau dong metode
4p place, people, process, dan physical evidence, yang artinya (Produk, harga, tempat,
promosi), metode ini sekarang sudah di kembangkan menjadi metode 7P (product,
price, place, promotion, people, process, dan physical evidence) yang artinya (Produk,
harga, lokasi usaha, strategi promosi, sumber daya manusia, proses atau aktivis bisnis,
bukti fisik pemasaran). Marketing Mix ini bisa menjadi strategi kesatuan yang luar
biasa manfaat nya bagi bisnis kalian.
Marketing Mix ini bisa memberikan manfaat yang luar biasa jika kalian bisa
menjalankan strategi ini secara keseluruhan teknik marketing nya. Keuntungan bisnis
menjadi sebuah target dari setiap perusahaan baik itu perusahaan besar maupun kecil.
Akan tetapi perusahaan tersebut juga tidak hanya terfokus pada keuntungan yang
mereka dapat saja, mereka juga berusaha untuk memuaskan pelanggan mereka. Setiap
perusahaan memberikan user experience yang memuaskan para pelanggan mereka.
B. Aktivitas Mandiri
1. Bagaimana caranya melakukan strategi pemasaran? Jelaskan!
2. Tantangan apa saja yang dihadapi dalam menentukan marketing plan?
Jelaskan!
3. Buatlah tugas tersebut dalam power point kemudian dipresentasikan!
C. Lembar Kerja Siswa
LEMBAR KEGIATAN SISWA
Sekolah : SMK NEGERI 2 SUKOHARJO
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas/Semester : XII/1
Kegiatan : Melakukan pemasaran
Alokasi waktu : 8 x 45 menit
TUJUAN :
1. Merencanakan strategi pemasaran produk olahan hasil pertanian
ALAT, BAHAN DAN LANGKAH KERJA
A. Alat
o LCD
o Alat tulis
B. Bahan
o Kertas
o Produk olahan hasil pertanian
C. Langkah kerja
1. Carilah informasi mengenai strategi pemasaran !
2. Tentukan strategi pemasaran yang tepat untuk pemasaran produk olahan
hasil pertanian !
3. Lakukan pemasaran produk !
4. Buatlah laporan hasil pemasaran !
D. Rangkuman
Pengertian strategi pemasaran juga dapat diartikan sebagai rangkaian upaya
yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, karena
potensi untuk menjual proposisi terbatas pada jumlah orang yang mengetahui hal
tersebut.
Strategi Pemasaran punya peranan penting dalam sebuah perusahaan atau bisnis
karena berfungsi untuk menentukan nilai ekonomi perusahaan, baik itu harga barang
maupun jasa. Ada tiga faktor penentu nilai harga barang dan jasa, yaitu:
1. Produksi
2. Pemasaran
3. Konsumsi
Secara garis besar ada 4 fungsi strategi pemasaran adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan motivasi untuk melihat masa depan
2. Koordinasi pemasaran yang lebih efektif
3. Merumuskan tujuan perusahaan
4. Pengawasan kegiatan pemasaran
E. Lembar latihan
1. Jelaskan Tujuan marketing plan!
2. Jelaskan pengertian pemasaran!
3. Sebutkan 3 faktor penentu nilai harga barang dan jasa!
4. Bagaimana caranya menetukan 4 tujuan strategi pemasaran? Sebutkan!
5. Sebutkan 5 konsep strategi pemasaran!
F. Kunci Jawaban
1. Tujuan marketing plan adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui dan memperbanyak informasi perubahan pasar dan
kompetitor
b. Menciptakan hubungan dan jaringan kerja yang lebih luas dengan
organisasi- organisasi lain
c. Sebagai bentuk penyesuaian bisnis
d. Meningkatkan keuntungan dengan usaha yang efisien dan efektif.
2. Pengertian pemasaran adalah sebagai berikut : bentuk dari proses manajemen
yang mengarah pada strategi pemasaran dimana tujuan utamanya yaitu untuk
mencapai tujuan pemasaran sehingga marketing plan dilakukan pada
serangkaian proses yang sistematis dan melalui koordinasi untuk mendapatkan
keputusan rencana pemasaran.
3. 3 Faktor penentu nilai barang dan jasa yaitu produksi, pemasaran dan
konsumsi
4. Menentukan strategi pemasaran adalah sebagai berikut :
5. 5 Konsep strategi pemasaran adalah sebgai berikut :
a. Segmentasi pasar
b. Market positioning
c. Market entry strategy
d. Marketing mix strategy
e. Timing strategy
BAB XI
KEGIATAN PEMBELAJARAN 10
MENILAI PERKEMBANGAN USAHA
A. Lembar Materi
Manajemen Usaha
Manajemen berasal dari bahasa inggris, “manage” yang memiliki arti
mengelola/mengurus, mengendalikan, mengusahakan dan juga memimpin.
Manajemen adalah sebuah proses dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan
organisasi dengan cara bekerjasama dengan orang-orang dan sumber daya yang
dimikiki organisasi.
Istilah Manajemen kini lebih condong pada istilah bisnis dan dunia karyawan
makanya seringga orang mengatakan manajemen usaha, meskipun sebenarnya istilah
manajemen besifat umum dan digunakan untuk berbagai tujuan.
Manajemen adalah ilmu serta seni dalam menjalankan aktvitas suatu
organisasi. Aktivitas tersebut biasa berupa pengorganisasian yang meliputi
perencanaan, penyusunan, pengusahaan, dan pengawasan dengan mengerahkan semua
sumber daya yang dimiliki oleh organisasi supaya tujuan terealisasi.
Manajemen usaha memiliki 4 fungsi utama. Fungsi manajemen terdiri dari planning
(fungsi perencaanaan), organizing(fungsi pengorganisasian), direction (pengarahan
), controlling ( pengendalian ) . Untuk memperoleh hasil secara maksimal, para
manajer harus mampu menguasai seluruh fungsi manajemen yang ada.
1. Planning adalah bagaimana perusahaan menetapkann tujuan yang diinginkan dan
kemudian menyusun rencana setrategi bagaimana cara untuk mencapai tujuan
tersebut.
2. Organizing (fungsi pengorganisasian adalah pengaturan sumberdaya manusia
dan sumber daya fisik yang dimiliki agar rit menjalankan rencana-rencana yang
sudah diputuskan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
3. Directing alias fungsi pengarahan adalah upaya untuk menciptakan suasana kerja
dinamis, sehat agar kinerja lebih efektif dan efisien.
4. Controling. Fungsi pengendalian adalah upaya untuk menilai suatu kinerja yang
berpatokan kepada standar yang telah dibuat, juga melakukan perbaikan apabila
memeng dibutuhkan.
Pengelolaan sebelum menjalankan suatu usaha sangatlah penting karena dalam suatu
usaha membutuhkan benteng atau pondasi sebagai dasar. Pondasi dalam menjalankan
usaha rit dilakukan dengan perencanaan terlebihdahulu untuk kedepannya akan
bagaimana. Sesuatu apapun bila memiliki perencanaan yang baik dan matang akan
mendapatkan hasil yang optimal, begitu pula dalam melakukan usaha haruslah
memiliki kematangan yang baik. Setelah perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan
dan pengontrolan.
Perencanaan usaha
Perencannaan yaitu bagaimana perusahaan menetapkann tujuan yang
diinginkan dan kemudian menyusun rencana setrategi bagaimana cara untuk
mencapai tujuan tersebut. Ada beberapa aktiviatas dalam fungsi perencanaan yaitu,
menetapkan arah tujuan dan target bisnis, menyusin strategi untuk mencapai tujuan
tersebut, menentukan sumber daya yang dibutuhkan, dan menetapkan standar
kesukaan dalam upaya mencapai tujuan.
Perencanaaan yang baik selayaknya memenuhi beberapa syarat berikut,
mempunyai tujuan yang jelas, sederhana tidak terlalu sulit dalam menjalankannya,
memuat analisis pada pekerjaan yang akan dilakukan, fleksibel rit berubah mengikuti
perkembangan yang terjadi, mempunyai keseimbangan, tanggung jawab dan tujuan
yang selaras pada tiap- tiap bagian, setra segala sesuatu yang terjadi rit dipergunakan
secara efektif serta berdaya guna.
Manfaat fungsi perencanaan usaha
Membuat pelaksanaan tugas jadi tepat dan kegiatan pada tiap-tiap unit akan
lebih terorganisir ke arah tujuan yang sama, dapat menghindari kesalahan yang
mungkin terjadi , memudahkan pengawasan, dan menjadi pedoman dasar didalam
menjalankan kegiatan.
1) Dalam melakukan usaha haruslah memiliki tujuan baik tujuan secara umum
maupun tujuan untuk perusahaaan itu sendiri.
2) Tujuan secara umum perusahaan misalnya meningkatkan kualitas produk
daging sapi di riteria dan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani
masyarakat Indonesia yang jauh dari kata cukup.
3) Sedangkan tujuan untuk perusahaaan sendiri yaitu untuk memperoleh
pendapatan dan memperoleh laba.
4) Menyusun rencana strategi dilakukan setelah menentukan tujuan, yaitu
dengan menguasai pasar persaingan di luar maupun di dalam negeri
Fungsi Manajemen
Ada beberapa fungsi manajemen yang penting untuk Anda pahami.Beberapa
sumber memang membagi fungsi ini kedalam tiga poin utama.
a) Perencanaan (Planning)
Fungsi perencanaan merujuk pada cara perusahaan menentukan tujuan yang ingin
dicapai. Termasuk dengan penyusunan strategi untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan tersebut.
Penanggung jawab fungsi perencanaan mesti melakukan kajian serta evaluasi dari
beragam rencana yang disusun, sebelum mengambil keputusan. Pasalnya, rencana
yang telah dibuat akan menjadi patokan utama dalam gerak perusahaan.
Kegiatan yang dilakukan dalam fungsi perencanaan antara lain:
a) Menyusun tujuan serta target perusahaan.
b) Membuat rancangan strategi untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.
c) Membuat daftar sumber daya yang diperlukan.
d) Membuat standar keberhasilan dalam proses pencapaian tujuan perusahaan.
Untuk membuat perencanaan yang baik dan matang, ada beberapa syarat yang
perlu dipenuhi, yaitu:
a) Tujuan jelas dan riteria.
b) Mungkin untuk dilaksanakan.
c) Mencantumkan analisis bidang kerja yang akan dilakukan.
d) Tidak kaku dan fleksibel sesuai perkembangan kebutuhan perusahaan.
e) Setiap rencana mempunyai keseimbangan antara tanggung jawab dan tujuan
yang hendak dicapai.
f) Rencana dibuat dengan efektif dan bermanfaat bagi perusahaan.keenam
fungsi manajemen secara lengkap.
Fungsi perencanaan akan memberikan manfaat berupa:
a) Efektivitas dalam kinerja perusahaan.
b) Menekan risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan.
c) Mudah untuk melakukan pengawasan dalam organisasi.
d) Penting untuk menjadi patokan dalam pelaksanaan kerja.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Inilah fungsi yang berperan dalam mengatur sumber daya yang dimiliki oleh
perusahaan, baik berupa fisik maupun tenaga kerja. Dengan demikian, sumber
daya tersebut dapat mengeksekusi perencanaan sehingga dapat mencapai tujuan
perusahaan.
Dalam fungsi ini akan dilakukan pengelompokkan tenaga kerja, peralatan, hingga
tugas dan kewenangan yang ada. Setiap bagian akan dibentuk menjadi kesatuan
dan dimobilisasi untuk menjalankan rencana perusahaan.
Fungsi ini sangat memudahkan pihak manajer untuk melakukan pengawasan dan
pemetaan sumber daya manusia untuk setiap bidang kerja yang ada.
Kegiatan yang dilakukan dalam fungsi pengorganisasian ini mencakup:
1. Pengalokasian sumber daya termasuk penyusunan dan penetapan prosedur.
2. Pembentukkan struktur organisasi yang menunjukkan detail kewenangan.
3. Proses rekutmen, melakukan seleksi, hingga pelatihan dan mengembangkan
kompetensi sumber daya manusia.
4. Pemetaan karyawan pada bagian dan bidang yang pas.
Terdapat tiga riter penting yang menjadi bagian dari fungsi pengorganisasian.
Pertama adalah sumber daya manusia untuk dikelola. Unsur kedua merupakan
rangkaian kegiatan yang telah direncanakan oleh organisasi, sedangkan yang ketiga
adalag pengarahan aktivitas untuk memenuhi target.
Dengan menerapkan pengorganisasian yang matang, perusahaan akan memperoleh
manfaat sebagai berikut:
a) Pemetaan bidang kerja yang jelas.
b) Karyawan tidak akan mengalami kebingungan dalam menjalankan pekerjaan,
karena telah memahami tugasnya.
c) Proses pembagian tugas tidak kaku, melainkan dapat dibuat customized
dengan kondisi perusahaan.
Perusahaan tidak hanya dapat memiliki struktur manajerial yang detail, tapi juga
pembagian kerja yang jelas. Hal ini akan memudahkan manajemen puncak untuk
melakukan koordinasi dari setiap bidang kerja di dalam perusahaan.
c. Pengarahan (Directing)
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang bertujuan untuk memastikan
aktivitas kerja berjalan dengan optimal. Dalam hal ini, kegiatan yang tercakup
dalam pengarahan mulai dari pendampingan karyawan, pemberian motivasi kerja,
briefing kerja yang dilaksanakan secara rutin, hingga internalisasi kebijakan
perusahaan.
Perlu diketahui, fungsi pengarahan terbilang krusial dalam memastikan target
perusahaan terpenuhi. Meski dalam praktiknya, tak sedikit perusahaan yang
mengabaikan atau bahkan meremehkan fungsi pengarahan dalam manajemen
organisasi.
d) Penempatan (Staffing)
Sebelumnya, pada fungsi pengorganisasian pun telah terdapat porsi aktivitas
penempatan sumber daya manusia. Fungsi staffing memang kerap dikelompokkan
bersama dengan fungsi pengorganisasian.
Bidang Manajemen
Dalam manajemen tidak hanya terdapat prinsip, fungsi serta sarana
manajemen melainkan lebih jauh dari itu terdapat bidang-bidang manajemen.Bidang
manajemen ini merupakan pengelompokan bagian- bagian dalam kegiatan
manajemen.
Bidang manajemen terdiri dari bidang, yaitu bidang manajemen produksi,
manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia dan
menejemen akuntasi/administrasi.Kelima bidang ini merupakan bagian- bagian dalam
kegiatan manajemen. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan satu- persatu dari
bidang manajemen berikut ini :
1) Manajemen Produksi
Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengoordinasikan serta mengatur
factor- faktor produksi seperti sumber daya alam, sumber daya manusia (tenaga
kerja), modal dan kemampuan kewirausahaan secara efektif serta efisien untuk
dapat menciptakan dan menambah nilai guna suatu barang maupun jasa.
Manajemen produksi merupakan sebuah proses manajemen yang
bertanggungjawab kepada seluruh proses perencanaan serta aktifitas produksi,
distribusi maupun manajemen proyek yang sedang dijalankan oleh organisasi.
Kegiatan manajemen produksi menyangkut hal-hal berikut :
a) Perencanaan Sistim Produksi.
Perencanaan sistim produksi merupakan kegiatan yang berhubungan
dengan pembuatan konsep atau gambaran bagaimana suatu kegiatan akan
berlangsung. Perencanaan ini nantinya akan dijadikan suatu acuan untuk
menjalankan kegiatan produksi.
Perencanaansistim produksi dalam perusahaan meliputi perencanaan lokasi
pabrik, prasarana pabrik, fasilitas produksi, kondisi lingkungan kerja,
penentuan jenis, jumlah, desain, dan bahan baku barang yang akan
diproduksi serta cara pengolahan tersebut.
b) Pengendalian Produksi
Pengendalian produksi merupakan rangkaian prosedur kegiatan yang
mengarah pada semua komponen dalam proses produksi, seperti
pengendalian bahan baku, harga bahan baku, tenaga kerja, proses produksi,
standard kualitas produksi dan lain sebagainya agar dapat memberikan hasil
yang memuaskan dengan ongkos terendah dan dalam waktu yang paling
cepat.
c) Pengawasan Produksi
Pengawasan produksi bertujuan untuk menjamin terlaksananya kegiatan
pproduksi sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Hal ini berkaitan
dengan apakah semua proses produksi atau tidak. Tujuan utama
pengawasan produksi adalah untuk mencegah dan memperbaiki
penyimpangan, kesalahan serta kegiatan lain yang tidak sesuai dengan
prosedur perencanaan. Sehingga pproses produksi berjalan dengan cara
terbaik, biaya terendah serta tepat pada waktunya
d) Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah salah satu bidang operasional dalam
perusahaan yang perlu penanganan sungguh-sungguh, hal ini menyangkut
berhasil atau tidaknya produk yang telah dibuat sampai kepada tangan
konsumen. Manajemen pemasaran sebuah kegiatan yang berhubungan
dengan proses perpindahan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Tujuan utama dari manajemen pemasaran pada umumnya adalah untuk
meningkatkatkan volume penjualan dari produk yang telah dihasilkan.
Proses manajemen pemasaran ini mencakup beberapa kegiatan, yaitu :
(1) Riset pasar, yaitu sebuah penelitian yang dilaksanakan oleh perusahan
untuk mengidentifikasi kehendak serta keinginan konsummen, dimana
hal ini bertujuan agar perusahaan dapat menentukan produk yang
sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen.
(2) Perencanaan pemasaran, yaitu proses penentuan segmen pasar, target
penjualan, metode pemasaran, dan memilih atau menentukan alat
pemasaran.
(3) Melaksanakan analisis terhadap peluang pasar, kendala / tantangan,
serta ancaman dari pesaing
(4) Mempromosikan produk, rit itu dengan membuat iklan promosi melalui
media massa, billboard, reklame, personal selling (promosi secara
lisan), dan publisistas lainnya.
(5) Pengelolaan usaha-usaha pemasaran, yaitu membuat rangsangan atau
stimulus kepada konsumen untuk meningkatkan permintaan terhadap
produk barang atau jasa melalui media masa seperti televise, radio dan
sebagainya.
e) Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan merupakan suatu bidang manajemen yang fokus
terhadap pengelolaan dana perusahaan (memperoleh dan menggunakan
dana) yang dilakukan secara efektif dan efisien guna meningkatkan dan
memaksimalkan laba perusahaan. Dalam manajemen keungan terdapat
aspek-aspek kegiatan, yaitu :
(1) Merencanakan serta melaksanakan kerja sama dengan pihak-pihak
terkait dalam pencarian dana
(2) Menempatkan keputusan keuangan yang menyangkut investasi baik
dari segi sumber maupun penggunaan
(3) Menetapkan kebijakan pembagian dividen yang diperoleh dari laba
perusahaan
(4) Mengawasi dan melakukan control keuangan dengan membuat laporan
perusahaan.
2. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia atau manajemen personalia bidang manajemen
yang focus terhadap kegiatan yang berhubungan dengan tenaga kerja. Seperti
pengadaan ( recruitment) , pengembangan (peningkatan mutu), pemberian
kompensasi (uah), pengintegrasian (penyatuan) serta pemeliharaan terhadap
sumber daya manusia (karyawan) secara terpadu untuk mencapai tujuan
perusahaan.
Manajemen sumber daya manusia (personalia) bertujuan untuk :
a) Mendapatkan karyawan yang berkualitas, yang dibina dan dimanfaatkan
untuk kegiatan organisasi
b) Meningkatkan kemampuan kerja para karyawan
c) Menciptakan hubungan kerja yang baik diantara karyawan, baik itu secara
vertikal maupun secara riterial
3. Manajemen Akuntansi/Administrasi
Manajemen akuntasi/administrasi merupakan bidang manajemen yang berfokus
pada pemberian informasi layanan dalam bidang akuntansi / administrasi yang
diperlukan untuk membantu manajemen dalam menetapkan garis- garis kebijakkan
dan operasional sehari-hari.
Kegiatan manajemen akuntansi/administrasii meiputi pengumpulan, pencatatan,
analisis serta laporan keuangan/administrasi perusahaan yang dapat dijadikan
sebagai bahan pengambilan keputusan. Tahapan manajemen akuntasi/administrasi
terdiri dari :
a) Pengumpulan data
b) Pencatatan data
c) Pengelompokan data
d) Pelaporan data
e) Penafsiran data
B. Aktivitas Mandiri
1. Buatlah laporan manajemen penjualan yang sudah anda lakukan!
2. Buatlah power point lalu diprentasikan!
C. Lembar Kerja Siswa
Sekolah LEMBAR KEGIATAN SISWA
Mata Pelajaran : SMK NEGERI 2 SUKOHARJO
Kelas/Semester : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kegiatan : XII/1
Alokasi waktu : Melakukan pengembangan usaha
: 8 x 45 menit
TUJUAN :
1. Merencanakan strategi pemasaran produk olahan hasil pertanian
ALAT, BAHAN DAN LANGKAH KERJA
A. Alat
o LCD
o Alat tulis
B. Bahan
o Kertas
o Produk olahan hasil pertanian
C. Langkah kerja
1. Carilah informasi mengenai strategi pengembangan usaha !
2. Buatlah bagan perkembangan usaha produk olahan hasil pertanian !
3. Buatlah rencana pengembangan usaha produk olahan hasil pertanian !
D. Rangkuman
Manajemen berasal dari bahasa inggris, “manage” yang memiliki arti
mengelola/ mengurus, mengendalikan, mengusahakan dan juga memimpin.
Manajemen adalah sebuah proses dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan
organisasi dengan cara bekerjasama dengan orang-orang dan sumber daya yang
dimikiki organisasi. Istilah Manajemen kini lebih condong pada istilah bisnis dan
dunia karyawan makanya serinhg orang mengatakan manajemen usaha, meskipun
sebenarnya istilah manajemen besifat umum dan digunakan untuk berbagai tujuan.
Kegiatan yang dilakukan dalam fungsi pengorganisasian ini mencakup:
1. Pengalokasian sumber daya termasuk penyusunan dan penetapan prosedur.
2. Pembentukkan struktur organisasi yang menunjukkan detail kewenangan,
3. Proses rekutmen, melakukan seleksi, hingga pelatihan dan mengembangkan
kompetensi sumber daya manusia.
4. Pemetaan karyawan pada bagian dan bidang yang pas
Unsur-unsur Manajemen
Unsur-unsur manajemen adalah upaya untuk mencapai tujuan organisasi atau
perusahaan. Unsur-unsur tesebut diantaranya sebagai berikut :
1. Manusia (Human)
2. Uang (Money)
3. Bahan (Materials)
4. Mesin (Machines)
5. Metode (Methods)
6. Pasar (Market)
E. Lembar Latihan
1. Jelaskan yang dimaksud dengan pengembangan usaha !
2. Apa manfaat perencanaan pengembangan usah ?
3. Apa karakteristik perencanaan pengembangan usah ?
4. Apa tujuan perencanaan pengembangan usaha ?
5. Jelaskan pengembangan usaha dengan perluasan cakupan skala usah !
F. Kunci Jawaban
1. Pengembangan usaha adalah tugas dan proses persiapan analisis tentang peluang
pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang
pertumbuhan usaha, tetapi tidak termasuk keputusan strategi dan implementasi
dari peluang pertumbuhan usaha
2. Alat untuk membimbing jalannya pelaksanaan pengembangan usaha
Mengamankan kelangsungan hidup pengembangan usaha
Meningkatkan kemampuan manajerial
Pedoman bagi para wirausaha dalam melaksanakan pengembangan usaha
Alat untuk mengetahui yang akan terjadi dalam rangka pelaksanaan
pengembangan usaha
Alat untuk memperkecil risiko dalam pengembangan usaha
Memperbesar peluang dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha
Alat pengendali
3. Perencanaan pengembangan usaha berdasarkan fakta, data dan asumsi
Setiap pengembnagan usaha harus menspesifikasikan kriteria kerja yang akan
dimonitori dan kendalikan
Perencanaan pengembangan usaha hendaknya
Menggunakan sumberdaya yang ada
Harus dibuat singkat, fleksibel dan jelas
Harus berkesinambungan
4. Wirausaha berorientasi ke masa depan dalam pengembangan usaha
Mengkoordinasikan keputusan untuk menentukan gagasan dalam pengembangan
usaha
Membantu wirausaha untuk mengembangkan akses pasar
Membantu wirausaha meningkatkan akses sumber modal usaha dan memperkuat
struktur modal
Membantu wirausaha meningkatkan kemampuan organisasi dalam rangka
pengembangan usaha
5. Pengembangan perusahaan dengan perluasan skala usaha bisa dilakukan dengan
skala produksi (kapasitas produksi), tenaga kerja, teknologi, lokasi usaha, dan
sistem distribusi serta jaringan usaha. Penambahan skala usaha bias dilakukan
dengan menambah kapasitas mesin dan kapasitas tenaga kerja, serta tambahan
jumlah modal untuk investasi.
BAB XII
KEGIATAN PEMBELAJARAN 11
MENENTUKAN STANDAR LAPORAN KEUANGAN
A. Lembar Materi
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi finansial suatu
perusahaan dalam periode tertentu. Informasi mengenai kondisi finansial tersebut
nantinya dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak
manajemen, pemberi pinjaman, investor, hingga pemegang saham untuk menilai
kinerja perusahaan dan menentukan langkah apa yang harus diambil setelahnya
Neraca.
Laporan Keuangan ialah produk akhir dari sebuah pelaporan transaksi
keuangan yang penyusunannya diatur oleh standar atau aturan ilmu akuntansi, insentif
manager, mekanisme pelaksanaan dan pengawasan perusahaan. Pengetahuan dan
pemahaman lingkungan pelaporan keuangan yang baik sangat mendukung dalam
penyampaian informasi posisi keuangan perusahaan sesungguhnya agar dicapai
kinerja perusahaan yang lebih baik.
Menurut Irham Fahmi laporan keuangan merupakan informasi yang
menggambarkan kondisi perusahaan dalam hal keuangan dalam periode tertentu yang
mana informasi tersebut sebagai acuan tentang kinerja perusahaan. Menurut Standar
Akuntansi Keuangan laporan keuangan merupakan bagian dari pelaporan keuangan.
Kelengkapan sebuah laporan keuangan antara lain; 1)Neraca 2)Laporan laba rugi 3)
Laporan perubahan posisi keuangan 4)Catatan/ laporan lainnya seperti: keuangan
segmen industri dan geografis serta pengaruh perubahan harga.
dibebankan kepada karyawan.
Jenis Laporan Keuangan
Berdasarkan cara penyajiannya, menurut PSAK no 1 maka laporan keuangan
terdiri dari: Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus
Kas Informasi, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
1) Neraca
Neraca berisi gambaran posisi keuangan, yang menunjukkan aktiva, kewajiban
dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca aktiva lancar
akan dipisahkan dengan neraca aktiva tidak lancar. Begitu juga kewajiban
jangka pendek tentu akan dipisahkan dengan kewajiban jangka panjang.
2) Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah ringkasan aktivitas transaksi pada perusahaan
stabilitas, risiko dan prediksi pada suatu periode yang menghasilkan hasil
usaha bersih atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha dan aktivitas
lainnya. Laporan laba rugi perusahaan menampilkan berbagai unsur kinerja
keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar.
3) Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menyajikan peningkatan
maupun penurunan aktiva-aktiva bersih atau kekayaan perusahaan selama
periode tertentu yang didasarkan prinsip - prinsip pengukuran tertentu yang
dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.
4) Laporan Arus Kas Informasi
Pada umumnya laporan arus kas banyak digunakan sebagai indikator dari
jumlah, waktu dan kepastian arus kas masa depan. Selain itu, arus kas
berfungsi meneliti kecermatan dan ketepatan perkiraan/taksiran arus kas masa
depan yang telah dibuat sebelumnya dan dalam menentukan hubungan antara
profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga yang
diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
5) Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah
yang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan
perubahan ekuitas serta informasi tambahan seperti kewajiban kontijensi dan
komitmen. Catatan atas laporan keuangan juga mencakup informasi yang
diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan dalam PSAK serta
pengungkapan-pengungkapan lain yang diperlukan untuk menghasilkan
penyajian laporan keuangan secara wajar.
Periode Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun secara periodik dan periode pada umumnya
digunakan adalah periode tahunan yaitu mulai 1 Januari hingga 31 Desember. Periode
tahunan tersebut disebut periode kalender atau tahun buku. Laporan keuangan
menggambarkan posisi keuangan perusahaan serta menunjukkan pencapaian
perusahaan dalam periode tertentu. Melalui data-data yang disajikan di laporan
keuangan dapat dikaji dan dinilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban-kewajiban jangka pendek, struktur modal perusahaan, distribusi kepada
aktivanya, hasil usaha atau laba yang telah dicapai, beban-beban tetap yang harus
dibayar, serta nilai-nilai tiap lembar saham perusahaan yang bersangkutan.
1) Susunan Neraca
2) Susunan Laporan Laba Rugi
Tujuan Laporan Keuangan
Pada awalnya, laporan keuangan digunakan oleh perusahaan sebagai alat uji
pekerjaan bagian pembukuan/akuntansi, tapi pada perkembangannya laporan
keuangan juga digunakan sebagai dasar dalam menentukan atau menilai posisi
keuangan perusahaan, menganalisa dan perusahaan dapat mengambil keputusan
yang tepat.
Metode Analisis Laporan
Analisa laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan
kecenderungan atau trend untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha,
dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan.Analisa
dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan dan
bagaimana perubahan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah
perkembangannya.
Dalam menganalisa laporan keuangan masing-masing pihak mempunyai
kepentingan sendiri-sendiri. Perbedaan kepentingan akan membawa perbedaan dalam
cara menganalisa laporan keuangan dan perbedaan dalam tekanan-tekanan yang
diberikan pada analisa tersebut. Dengan kata lain penafsiran atas hasil analisa laporan
keuangan suatu perusahaan akan tergantung pada kedudukan dan kepentingan
masing-masing pihak terhadap perusahaan yang bersangkutan.
Dari sudut pandang manajemen, yang penting adalah bahwa laba yang dicapai
cukup tinggi, cara kerja cukup efisien, aktiva aman dan terjaga baik, struktur
permodalan sehat, dan perusahaan mempunyai rencana yang baik mengenai hari
depan baik di bidang keuangan maupun dibidang usaha atau operasi. Untuk keperluan
analisa-analisa tersebut, bagi manajemen yang merupakan pihak intern perusahaan,
informasi yang lengkap dan terperinci akan tersedia.
Bagi pemegang saham, dalam menilai keberhasilan manajemen dalam
memimpin perusahaan, perhatian terutama ditujukan pada kemampuan perusahaan
membayar deviden dan bunga yang dihasilkan dari investasi dan pada kemungkinan-
kemungkinan yang dapat dicapai perusahaan pada waktu yang akan datang.
Dari sudut pandang kreditur jangka pendek, seperti bank- bank dan pedagang-
pedagang besar, yang penting adalah menilai kemampuan perusahaan dalam
membayar hutang- hutang jangka pendeknya (likuiditas perusahaan). Sedang bagi
kreditur jangka panjang yang penting adalah bagaimana t ingkat pendapatan
perusahaan sekarang maupun waktu- waktu yang akan datang yaitu prospek ekonomis
dari perusahaan yang diberi kredit. Dari tingkat pendapatan perusahaan akan dapat
dinilai bagaimana kemampuan perusahaan dalam membayar bunga dan angsuran
pinjaman secara teratur.
Pihak lain lagi seperti pemerintah dan karyawan perusahaan, kepentingannya
berhubungan dengan soal kesempatan kerja, peningkatan hasil produksi, penarikan
pajak sebagai salah satu sumber anggaran belanja negara, pelaksanaan kebijaksanaan
ekonomi dari pemerintah. Bagi karyawan yang penting adalah soal gaji atau upah dan
insentif-insentif lainnya.
Tujuan analisis laporan keuangan adalah untuk membantu agar pengambilan
keputusan dalam bidang keuangan menjadi lebih cepat, cermat, tepat dan akurat .
Metode dan Teknik Analisa
Ada beberapa macam metode dan teknik analisa laporan keuangan yang dapat dibuat.
Metode dan teknik analisa laporan keuangan tersebut antara lain seperti disebutkan di
bawah ini:
1) Analisa perbandingan neraca, laporan laba-rugi, dan laporan laba yang ditahan
dengan menunjukkan:
a) data absolut (jumlah dalam rupiah);
b) kenaikan dan penurunan dalam jumlah rupiah;
c) kenaikan dan penurunan dalam persen;
d) perbandingan yang dinyatakan dalam ratio;
e) persentase dari total.
2) Analisa perubahan modal kerja
3) Analisa trend dari ratio unsur-unsur neraca dan data operasi yang ada
kaitannya.
4) Analisa persentase per komponen dari neraca dan laporan laba-rugi.
5) Analisa ratio yang memperlihatkan hubungan beberapa unsur neraca, laporan
laba-rugi, dan kedua laporan keuangan tersebut.
6) Analisa perbandingan dengan ratio industri.
7) Analisa perubahan pendapatan netto atau analisa perubahan laba bruto.
8) Analisa titik impas atau analisa break- even point
Jenis Analisa
Ada beberapa jenis analisa yang dapat dilakukan, yakni: analisa internal, analisa
eksternal, analisa horizontal, dan analisa vertical.
1) Analisa Internal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan informasi
yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian
terutama dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan
menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan. Bagi seorang
penganalisa intern, selain laporan-laporan keuangan yang diumumkan pada
publik, juga tersedia laporan-laporan intern yang biasa tidak diumumkan dan
hanya dipakai untuk maksud-maksud intern.
2) Analisa Eksternal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data
yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian dilakukan oleh
bank-bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang saham dan lain-
lain seperti dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas.Bagi
seorang penganalisa ekstern hanya tersedia laporan-laporan keuangan yang
lazimnya diumumkan pada publik yaitu neraca dan laporan laba- rugi.Karena
terbatasnya data yang bisa didapatkan oleh penganalisa ekstern maka analisa
tersebut tentu tidak bisa sedemikian mendalam seperti yang dilakukan oleh
seorang penganalisa intern.
3) Analisa Horisontal
Yaitu analisa perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari
tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan atau kelemahan keuangan
perusahaan yang bersangkutan. Analisis ini terdiri dari Comparative
statements dan Index Number Series
4) Analisa Vertikal
Yaitu analisa laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode
akuntansi saja. Analisis ini terdiri dari Common Size financial statement dan
Ratio Analysis.
Seringkali laporan keuangan disederhanakan untuk mengetahui posisi relatif suatu
rekening dalam laporan keuangan . Teknik penyederhanaannya yaitu:
a) Teknik Analisis Common Size Analisis ini merubah angka-angka yang ada
dalam neraca dan laporan laba- rugi menjadi persentase berdasarkan dasar
tertentu.Untuk angka-angka yang ada di neraca, common base-nya adalah total
aktiva. Dengan kata lain, total aktiva dipergunakan sebagai 100%
b) Teknik Analisis Indeks
Analisis ini merubah semua angka dalam laporan keuangan pada tahun dasar
menjadi 100. Pemilihan tahun dasar adalah tahun yang dipandang sebagai
tahun normal, bukan selalu tahun yang paling awal. Demikian analisis ini
dilakukan untuk melihat perkembangan dari waktu ke waktu.
Prosedur analisis meliputi tahapan sebagai berikut:
a) Review Data Laporan Keuangan
Merupakan aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai hal,
baik sifat/jenis perusahaan yang melaporkan maupun system akuntansi yang
berlaku.
b) Menghitung
Dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis dilakukan
perhitungan - perhitungan, baik metode perbandingan, persentase perkomponen,
analisis rasio keuangan, dan lain-lain.
c) Membandingkan/Mengukur
Langkah berikutnya setelah melakukan perhitungan adalah
membandingkan/mengukur. Langkah ini diperlukan guna mengetahui kondisi
hasil perhitungan tersebut.
d) Menginterpretasi
Interpretasi merupakan inti dari proses analisa sebagai perpaduan antara hasil
pembandingan/ pengukuran dengan kaidah teoritik yang berlaku. Hasil
interpretasi mencerminkan keberhasilan maupun permasalahan apa yang dicapai
perusahaan dalam pengelolaan keuangan.
e) Solusi
Merupakan langkah terakhir dari rangkaian prosedur analisa. Dengan memahami
problem keuangan yang dihadapi perusahaan maka akan ditempuh solusi yang
tepat.
Laporan Keuangan yang Diperbandingkan
Dalam analisa laporan keuangan, perincian jumlah sen biasanya dapat
dihilangkan. Pembulatan data keuangan dan hasil usaha atau operasi dalam ribuan
atau jutaan rupiah tidak akan mempengaruhi dalam perhitungan ratio, persentase, dan
perbandingan karena sifat hubungan itu sebenarnya tidak berubah.
Membandingkan data neraca untuk dua periode atau lebih bertujuan untuk
mengetahui adanya kenaikan atau penurunan jumlah absolut (dalam rupiah) dan
dalam persentase. Perubahan ini penting karena dapat memberi petunjuk arah
perkembangan kondisi keuangan perusahaan.
Analisa perbandingan tersaebut biasanya juga dilengkapi dengan ratio. Ratio
ini dihitung dengan cara membagi jumlah rupiah tahun sedang berjalan dengan
jumlah rupiah tahun sebelumnya sebagai tahun dasar. Ratio kurang dari satu berarti
jumlah rupiah tahun yang sedang berjalan lebih kecil dari jumlah rupiah tahun dasar,
sebaliknya ratio lebih dari satu berarti jumlah rupiah tahun yang sedang berjalan lebih
besar dari jumlah rupiah tahun dasar.
Jumlah Kumulatif dan Rata-rata Analisa perbandingan dapat diperluas dengan
menunjukkan jumlah kumulatif dan angka rata- rata tahunan. Selanjutnya akan dapat
dianalisa apakah data yang ada menyimpang dari angka rata- rata tahunan tersebut.
Apabila terjadi penyimpangan, kemudian dapat dicari faktor- faktor penyebabnya, dan
dapat disimpulkan apakah penyimpangan tersebut menguntungkan atau merugikan.
Interpretasi Laporan Keuangan yang Diperbandingkan
Dari laporan keuangan yang diperbandingkan, dengan menunjukkan
perubahannya secara absolut (dalam jumlah rupiah) dan perubahan secara relatif
(dalam persen), analisa dapat dilakukan dengan melihat perubahan masing-masing
unsur secara individual dan melihat gabungan beberapa unsur yang ada kaitannya.
Perbedaan - perbedaan yang terjadi dicari faktor-faktor penyebabnya dan dapat dinilai
apakah perubahan- perubahan itu bersifat menguntungkan.
Analisa Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan merupakan analisis dengan jalan membandingkan
suatu pos dengan pos laporan keuangan lainnya baik secara individu maupun
bersama-sama guna mengetahui hubungan di antara pos-pos tertentu baik dalam
neraca maupun laporan laba-rugi. Berikut ini kategori rasio keuangan menurut
Weston dan Brigham:
Rasio diuraikan seperti berikut ini:
1) Profitabilitas
Analisis ini berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
manghasilkan laba dan sejauh mana efektifitas pengelolaan perusahaan pada
masa-masa yang lalu. Karena alasan keberadaan sebagian besar perusahaan
adalah untuk mendapatkan laba, rasio profitabilitas merupakan salah satu rasio
keuangan yang signifikan. Analisis ini meliputi:
1. Marjin Laba atas Penjualan
2. Tingkat Pengembalian atas Total Aktiva
3. Tingkat Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham
4. Tingkat Pengembalian atas Ekuitas
5. Laba per saham
6. Dividen per saham
7. Tingkat pembayaran dividen
8. Hasil atas Saham Biasa
9. Rasio Harga-Laba
2) Likuiditas
Analisis ini bertujuan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendek beserta bunganya pada saat tanggal jatuh tempo.
Analisis likuiditas yang paling lazim antara lain sebagai berikut:
a. Rasio Lancar
b. Rasio Cepat
c. Defensive Internal Ratio
3) Solvabilitas
Rasio solvabilitas yang biasanya dihitung adalah sebagai berikut:
a. Rasio Ekuitas Pemegang saham terhadap total kewajiban.
b. Kelipatan bunga terhadap laba
c. Nilai buku per saham
d. Arus kas per lembar
4) Aktivitas
Analisis ini digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana efisiensi
perusahaan dalam penggunaan aktivanya. Analisis yang sering digunakan
adalah:
a.Perputaran piutang usaha
b.Jumlah Penjualan Harian dalam piutang
c. Tingkat perputaran persediaan
d. Perputaran total aktiva
B. Aktivitas Mandiri
Carilah profil usaha produk olahan hasil pertanian. Pelajari laporan keuangan
usahanya. Buatlah analisis laporan keuangan usaha tersebut !
C. Lembar Kerja Siswa
LEMBAR KEGIATAN SISWA
Sekolah : SMK NEGERI 2 SUKOHARJO
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas/Semester : XII/1
Kegiatan : Membuat laporan keuangan
Alokasi waktu : 8 x 45 menit
TUJUAN :
1. Membuat laporan keuangan usaha produk olahan hasil pertanian
ALAT, BAHAN DAN LANGKAH KERJA
A. Alat
o LCD
o Alat tulis
o laptop
B. Bahan
o data produksi harian
o data pemasukan
o data pengeluaran
C. Langkah kerja
1. Tentukan standar laporan keuangan usaha !
2. Buatlah laporan keuangan sesuai standar yang ditentukan !
3. Lakukan analisis terhadap laporan keuangan yang telah dibuat !
D. Rangkuman
Laporan keuangan adala untuk menyediakan informasi keuangan meneganai
siatu badan usaha yang akan dipergunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan
sebagai bahan pertimbangan di alam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi.
Laporan keuangan bagi pihak manajemen perusahaan berfungsi sebagai laporan
pertanggungjawaban keuangan pada pemilik modal.Dengan adanya laporan keuangan
tersebut manajer perusahaan akan bekerja semaksimal mungkin agar kinerjanyadinilai
baik. Pada akhir periode, perusahaan akan membuat laporan keuangan, akhir periode
bisa tiap akhir bulan atau akhir tahun. Laporan keuangan unutk disampaikan kepada
pihak perusahaan umumnya dibuat tiap akhir tahun, antara lain sebgai berikut :
1. Investor
2. Karyawan
3. Pemberi pinjaman
4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya
5. Pelanggan
6. Pemerintah
7. Masyarakat
Laporan keuangan memuat informasi yang bersifat keuangan seperti jumlah
aktiva, jumlah keajiban, jumlah modal, jumlah pendapatan, jumlah beaya dan kas.
Informasi yang bersifat keuangan diambil dari ringkasan yang terjadi selama satu
periode.
E. Lembar Latihan
1. Apa fungsi laporan keuangan harian ?
2. Apa saja yang harus ada dalam laporan keuangan bulanan ?
3. Jelaskan yang dimaksud dengan aktiva !
4. Jelaskan yang dimaksud dengan pasiva !
5. Jelaskan yang dimaksud dengan laporan rugi laba !
F. Kunci Jawaban
1. Informasi harian yang anda butuhkan semata-mata bersifat operasional. Fakta dan
angka untuk memenuhi kebutuhan anda seharihari meliputi : posisi kas harian,
ringkasan-ringkasan penjualan (baik tunai dan kredit), pembayaran kontan, uang
yang diterima dari tagihan utang, saldo kas dalam bank, dan saldo akhir kas.
2. - laporan laba rugi yang terperinci;
- analisis penjualan dan inventaris produk sertaan/kelompok jasa;
- analisis dari arus kas, debitur, kreditur dan ikatan keuangan; dan
- analisis rasio intern yang menunjukan tingkat efisiensi dan menyorot
kecenderungan, dengan perbandingan antara rencana dan realisasi sebenarnya.
3. Aktiva merupakan kekayaan fisik yang dimiliki oleh perusahaan, dibagi ke dalam
: (a) aktiva lancar, (b) aktiva tetap, dan (c) aktiva tidak kentara.
a. Aktiva Lancar
Aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang berupa uang
tunai (kas) dan kekayaan lain yang mudah diuangkan (atau
dalam jangka waktu pendek dapat ditukarkan menjadi uang
tunai), seperti piutang, surat-surat berharga, persekot,
persediaan barang.
b. Aktiva tetap
Aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan
dalam jangka waktu lama, seperti : gedung, tanah, mesinmesin, dan sebagainya.
c. Aktiva yang tidak kentara
Aktiva tidak kentara adalah aktiva yang secara fisik tidak dapat dilihat atau diraba
tetapi secara riil mempunyai nilai, seperti : hak patent, hak cipta, goodwiil.
4. Bagian pasiva pada sebuah neraca perusahaan berisi sekelompok pos, yaitu : (a)
utang lancer, (b) utang jangka panjang, dan (c) modal sendiri.
5. Laporan yang memberikan informasi tentang penghasilan dan biaya tersebut
dinamakan laporan rugi laba (income statement) atau disebut juga laporan operasi.
BAB XII
UJI KOMPETENSI
A. Tes Tertulis
1. Seorang buruh pabrik dengan gaji pas- pasan bekerja dengan baik, tulus, dan
semata-mata merupakan pengabdian. Perilaku kerja buruh ini menunjukkan sikap. .
..
A. kerja ikhlas
B. kerja cerdas
C. mawas terhadap emosional
D. kerja keras
E. kerja tuntas
2. Dalam bekerja kita harus mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu
untuk dapat menghasilkan usaha sampai selesai adalah perilaku kerja . . .
A. ikhlas
B. keras
C. mawas
D. tuntas
E. cerdas
3. Seorang wirausaha harus mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi adalah
contoh dan perilaku wirausaha . . .
A. kerja mawas
B. kerja keras
C. kerja tuntas
D. kerja ikhlas
E. kerja cerdas
4. Sikap wirausaha salah satunya adalah bersikap positif dalam hal . . .
A. melihat kegagalan
B. berpikir untuk diri sendiri
C. menjalankan tugas
D. bergaul di lingkungan
E. membuat rencana
5. Di bawah ini adalah karakter wirausaha yang perlu dikembangkan . . . .
A. kesabaran dan ketabahan
B. gengsi dalam berwirausaha
C. tidak suka bergaul
D. pendiam
E. pemalu dalam berkomunikasi
6. Sikap wirausaha yang selalu ingin tahu, membuat wirausaha selalu . . .
A. suka membaca buku
B. bersikap curiga agar bisa menghindar dari kegagalan
C. senang dengan informasi
D. selalu mencari jalan keluar untuk maju
E. senang bertanya
7. Seorang wirausahawan dalam memutuskan sesuatu tidak boleh berubah-ubah, oleh
karena itu harus memiliki sikap . . . .
A. tegas
B. fair
C. mercusuar
D. .konsisten
E. pantang menyerah
8. Kekutan enerjik dan memiliki daya tarik yang luar biasa sehingga diikuti oleh para
pengikutnya disebut . . . .
A. jujur
B. tegas
C. mercusuar
D. kharismatik
E. mandiri
9. Di bawah ini yang termasuk dalam keuntungan wirausaha adalah . . . .
A. terbuka peluang untuk membantu masyarakat di dalam usaha
B. memperoleh pendapatan yang tidak pasti
C. tanggung jawabnya sangat besar
D. bekerja keras
E. resikonya sangat besar
10. Menurut Bygrave bahwa karakteristik seorang wirausaha harus mempunyai visi
ke depan yang disebut . . . .
A. dream
B. doers
C. devotion
D. details
E. distribute
11. Salah satu tujuan adanya kewirausaan adalah...
A. Memberikan contoh kepada para generasi muda untuk berkerja keras
B. Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas dan berdedikasi tinggi
C. Menyombongkan diri
D. Supaya di bilang sukses
E. Kaya raya
12. Karakteristik wirausaha yang ditunjukan wirausahawan dengan mencintai
pekerjaan bisnisnya dan produk yang hasilnya adalah karakteristik....
A. Doers
B. Domba
C. Devotion
D. Dram
E. Dream
13. Berikut ini yang bukan merupakan sikap dan perilaku wirausaha yang baik
adalah...
A. Percaya diri
B. Emosional
C. Kreatif
D. Inovatif
E. Penuh semangat
14. Kewirausahaan berasal dari istilah....
A. Decisiveness
B. Interaktif
C. Entrepreneur
D. Edukasi
E. Asosiation
15. Faktor yang mempengaruhi skala ekonomis adalah....
A. Spesialisasi faktor produksi
B. Harga input yang digunakan dalam proses produksi.
C. Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia
D. Tingkat produksi yang ingin dicapai
E. dengan cara Biaya Total dibagi dengan jumlah produksi
16. Ilmu ekonomi yang menggambarkan kejadian sebenarnya dari suatu keadaan
ekonomi adalah....
A. Ekonomi terapan
B. Ekonomi mikro
C. Ekonomi makro
D. Ekonomi teori
E. Ekonomi deskriptif
17. Yang bukan Asas kewirausahaan....
A. Memecahkan masalah dan mengambil keputusan
B. Kemampuan bekerja secara tekun, teliti dan produktif
C. Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian
D. Kemampuan berkarya dalam kebersamaan dengan etika bisnis yang sehat.
E. Kemampuan berkerja sendiri
18. Biaya marjinal akan mulai meningkat ketika...
A. Biaya produksi rata-rata mencapai minimum
B. Produksi marjinal mulai merosot
C. Produksi total mulai menurun
D. Biaya produksi total mencapai maksimum
E. keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi
variabel.
19. Yang tidak termasuk ke dalam jenis-jenis biaya produksi....
A. Biaya pemasaran
B. Biaya administrasi
C. Biaya kerugian
D. Biaya keuangan
E. Biaya produksi langsung
20. Metode Harga Pokok Pesanan atau yang biasa dikenal dengan Job Order Costing
Method adalah....
A. Suatu metode pengumpulan biaya produksi untuk mengekang suatu Harga
B. Menentukan sebuah harga untuk sebuah pasaran
C. Metode untuk memberi biaya
D. Memberi pesanan pokok pasar produk
E. Suatu metode pengumpulan biaya produksi untuk menentukan harga pokok
produksi pada perusahaan atas dasar pesanan
21. Karakteristik Job Order Costing...
A. Setiap jenis produk dihitung harga pokok produksinya secara individual.
B. Biaya produksi digolongkan berdasarkan hubungannya dengan produk, yaitu
biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.
C. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung, yang diperhitungkan berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi.
D. Biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik diperhitungkan
berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
E. Semua benar
22. Manfaat informasi harga pokok produksi per pesanan, kecuali....
A. Mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesanan.
B. Menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pemesan.
C. Memantau realisasi biaya produksi
D. Menghitung laba atau rugi tiap pesanan.
E. Semua salah
23. Dasar dari perhitungan biaya berdasarkan pesanan melibatkan hanya delapan tipe
ayat jurnal akuntansi....
A. Pembelian bahan baku
B. Pengakuan biaya tenaga kerja langsung
C. Pengakuan biaya overhead pabrik
D. Pelayanan Terbuka produk
E. Penggunaan bahan baku
24. Orang yang memberikan jasa konsultasi perpajakan kepada Wajib Pajak dalam
rangka melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan
peraturan perundang - undangan perpajakan. Disebut dengan....
A. Rentenir
B. Konsultan pajak
C. Pajak bersalin
D. Konsultan Negara
E. Kepatuhan pajak
25. Persyaratan konsultan pajak kecuali....
A. Warga Negara Indonesia
B. Bertempat tinggal di Indonesia
C. Kepatuhan Pajak
D. memiliki Sertifikat Konsultan Pajak
E. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak
26. Biaya bisa diartikan sebagai....
A. semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang
dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang
sudah terjadi maupun yang akan terjadi
B. Biaya yang terkait adalah biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya tidak langsung (overhead)
C. Biaya tidak langsung terdiri dari berbagai macam biaya, sehingga jika
perhitungannya tidak akurat, maka harga pokok produksi pun tidak akan
akurat
D. dikenal sebagai Job Order Costing Methodkita
E. Harga Pokok Pesanan
27. Sebutkan 1 syarat penggunaan metode harga pokok pesanan !
A. Bahwa harga pokok tiap-tiap pesanan ditentukan pada saat pesanan selesai.
B. Semua harga harus naik
C. Semua perkerja harus makan
D. Harga pokok yang diperlukan harus ada
E. Semua benar
28. Biaya produksi tidak langsung adalah....
A. Biaya yang datangnya tidak langsung
B. Biaya pekerja yang dikirim tidak langsung dan dititipkan
C. Biaya-biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk
D. Biaya-biaya yang seharusnya dikirm dan secara langsung ditunda
E. Biaya produk yang tidak di bayar secara langsung
29. Metode harga pokok pesanan juga mempunyai beberapa manfaat bagi manajemen
perusahaan untuk...
A. Menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pemesan.
B. Mempertimbangkan penerimaan dan penolakan pesanan.
C. Memantau realisasi biaya produksi.
D. Menghitung laba atau rugi dari tiap pesanan
E. Semua benar
30. Metode Harga Pokok Pesanan atau yang biasa dikenal dengan Job Order Costing
Method adalah...
A. Suatu metode pengumpulan biaya produksi untuk mengekang suatu harga
B. Menentukan sebuah harga untuk sebuah pasaran
C. Metode untuk memberi biaya
D. Memberi pesanan pokok pasar produk
E. Suatu metode pengumpulan biaya produksi untuk menentukan harga pokok
produksi pada perusahaan atas dasar pesanan
31. Seorang wirausahawan akan berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu
berdasarkan kekuatan dan kemampuannya sendiri tanpa memikirkan pertolongan
orang lain terlebih dahulu, mulai pembuatan program sampai pelaksanaannya,
adalah sikap ….
A. Teliti
B. Mandiri
C. Mengenal potensi diri
D. Berpedoman pada program
E. Manajemen yang baik
32. Tahap yang paling sulit dalam proses kreativitas. Karena dalam tahap ini
seseorang harus serius, disiplin dan benar-benar berkonsentrasi. Tahap ini oleh
Edward de Bono disebut tahap ….
A. langsung pada sasaran
B. proses inkubasi
C. melalui ide
D. latar belakang atau akumulasi pengetahuan
E. evaluasi dan implementasi latar belakang atau akumulasi pengetahuan
33. Kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan
maupun karya nyata yang relatip berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya
disebut …..
A. Produktivitas
B. hasil karya
C. Realitas
D. Kreatifitas
E. Konseptual
34. Disamping mempunyai kekurangan, komunikasi lisan juga mempunyai kebaikan,
dibawah ini merupakan kebaikan komunikasi lisan, kecuali ….
A. dapat disebar seluas luasnya
B. merupakan pegangan yang pasti oleh penerima komunikasi
C. tidak semua hal yang dikomunikasikan secara tertulis
D. mempunyai daya tahan yang lama
E. dapat lebih tegas dan jelas
35. Suatu proses yang mengubah ide baru / aplikasi baru menjadi produk yang
berguna disebut …
A. Inovasi
B. Kreatifitas
C. Konsep
D. Penemuan
E. Atraksi
36. Menurut James Brian Quinn, ada 4 faktor yang mendukung untuk tercapainya
keberhasilan penerapan kemampuan inovatif yaitu seperti dibawah ini,
kecuali……
A. tenaga Ahli.
B. iklim inovasi dan visi
C. organisasi yang tetap datar dan kecil
D. orientasi pasar.
E. proses belajar interaktif
37. Seorang wirausahawan harus mampu menganalisis lingkungan, diantaranya …..
A. mengetahui perkembangan perekonomian
B. melaksanakan menejemen berusaha