PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2022
NAMA : MAESI JENATI
KELAS : 11 PGSD
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi
Masalah Akar Eksplorasi alternatif solusi Analisis
N terpilih Penyebab alternatif
o. yang akan masalah
solusi
diselesaikan
1. Motivasi Strategi LITERATUR Berdasarkan
belajar siswa pembelajar Menurut Deni Kurnia (2020) di hasil eksplorasi
rendah an yang https://www.abufadli.com/2020/02/9-cara- alternatif solusi
dalam dilakukan memotivasi-siswa-dan-meningkatkan- diperoleh
mempelajari oleh guru minat-belajar.html analisis
materi masih Solusi yang dapat diambil dari rendahnya alternatif solusi
tentang konvension motivasi belajar siswa adalah: sebagai berikut:
energi dan al melalui 1. Bersikap hangat di kelas
2. Berdiskusi dengan siswa • Menggunakan
perubahanny ceramah model
a (kelas IV) dan tidak pembelajaran
menggunak 3. Belajar otentik
inovatif PjBL
an model- 4. Gunakan pembelajaran inovatif seperti dengan proyek
model pembelajaran berbasis proyek
membuat oven
pembelajar 5. Memberikan apresiasi
matahari,
an inovatif
baterai lemon,
Menurut Azra Fauzi, Deni Sawitri & Syahrir gitar kardus
(2020) pada link dan kincir air
http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/ • Memanfaatka
n teknologi
JIME/article/view/1119
konsep informasi dan
Pentingnya pemahaman komunikasi
berupa video
pembelajaran bagi siswa sekolah dasar ini pembelajaran
menyebabkan guru harus lebih belajar giat dan quizizz
agar menemukan solusi-solusi untuk
mengatasi kesulitan yang dihadapi, solusi • Reward atau
yang ditawarkan oleh peneliti yaitu:
1. Guru harus memberikan motivasi apresiasi untuk
belajar kepada siswa; siswa dalam
2. Menggunakan metode, media dan pembelajaran
strategi pembelajaran yang tepat;
3. Menggunaan metode campuran pada
saat proses pembelajaran,
4. Ikut aktif dalam kelompok kerja guru
(KKG) yang telah di tetapkan.
Agar pembelajaran sains tersebut dapat
berlangsung dengan baik dan efektif,
terdapat enam karakteristik yang harus
dipenuhi atau
dilaksanakan menurut Nana Sutrisna (2021)
pada link
https://stp-mataram.e-journal.id
yaitu:
1. Kurikulum yang diterapkan harus
relevan dengan kehidupan dan minat
peserta didik;
2. Ilmu yang dipelajari di Kelas memiliki
kaitan dengan komunitas yang lebih
luas;
3. Peserta didik harus terlibat aktif dalam
mengajukan pertanyaan, ide, dan bukti
ilmiah;
4. Peserta didik dituntut untuk mampu
mengembangkan dan memperluas
konsep dari pemahamannya sendiri;
5. Penilaian pembelajaran tidak hanya
berfokus pada hasil, namun juga pada
kontribusi atau keaktifan peserta didik
pada saat mengikuti pembelajaran; dan
6. Memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi untuk meningkatkan
kegiatan pembelajaran sains
http://journalfai.unisla.ac.id/index.php/at-
thulab/article/view/204
Penggunaan metode pembelajaran Inquiry
Learning efektif digunakan pada hasil
belajar dan keterampilan proses IPA materi
Energi dan kegunaannya. (Khoiriyah I, dkk.
2019)
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JE
AR/article/view/19448
Model Project Based Learning mampu
membantu siswa dalam meningkatkan
motivasi dan hasil belajar pada mata
pelajaran IPA. (Elizabet E. dkk. 2019)
http://journal.mahesacenter.org/index.php/j
onas/article/view/99/pdf
E-LKPD dapat digunakan guru sebagai
bahan ajar elektronik yang mendukung
kegiatan pembelajaran berbasis proyek
sehingga pembelaajran lebih efektif selama
proses pembelajaran daring. penerapan E-
LKPD berbasis PjBL pada materi sistem
pernapasan pada manusia dapat
meningkatkan motivasi dan hasil belajar
siswa. (Wahyuni, R. dkk.2021)
WAWANCARA GURU
Berdasarkan hasil wawancara yang
dilakukan dengan guru di UPT SDN 53
Gresik, diperoleh solusi sebagai berikut:
1. Sebaiknya guru menerapkan model
pembelajaran yang inovatif.
2. Guru menggunakan media yang
menarik dalam pembelajaran salah
satunya media TIK.
3. Siswa diajak berdiskusi dalam
pembelajaran sehingga siswa merasa
dilibatkan dalam proses pembelajaran.
4. Sering mengikuti kegiatan pelatihan
atau KKG untuk mengembangkan
pengetahuan tentang model
pembelajaran inovatif yang bisa
diterapkan pada pembelajaran.
WAWANCARA PAKAR
Berdasarkan hasil wawancara dengan
Pengawas Wilayah Gugus 02 Kecamatan
Cerme diperoleh solusi permasalahan
sebagai berikut :
1. Melakukan pembelajaran menggunakan
model-model yang variatif dan menarik
2. Meminimalkan menggunakan strategi
ceramah
3. Memperbanyak memanfaatkan media
konvensional dan media digital dalam
pembelajaran
2. Guru tidak • Minimnya LITERATUR Berdasarkan
menggunaka kemampua https://journal.unpas.ac.id/index.php/biosfer hasil eksplorasi
n perangkat alternatif solusi
teknologi n guru /article/view/370 diperoleh
informasi Menurut Aryanti Fitri, dkk. 2017, penerapan analisis
dan dalam PBL berbantuan TIK dapat meningkatkan alternatif solusi
komunikasi pemanfaa motivasi belajar siswa yang dilakukan sebagai berikut:
dalam tan secara berkelompok sehingga dapat
pembelajaran meningkatkan sikap bekerja sama, karena • Menggunakan
teknologi adanya interaksi sosial antar anggota teknologi
sehari-hari informasi dan
dan tetap • Merasa komunikasi
tidak
praktis
menggunaka ketika kelompok untuk mencapai kesuksesan dalam
n strategi mengguna kelompoknya dalam menyelesaikan masalah pembelajaran
ceramah kan media
materi energi TIK https://ojs.unm.ac.id/jppsd/article/view/334 • Mengkolabora
dan 71/15937 sikan media
Musrifah, dkk. (2022) Poses pembelajaran TIK dengan
perubahanny dengan penggunaan media quizizz model
a (kelas IV) mempunyai daya tarik, menarik perhatian, pembelajaran
dan menyenangkan sehingga dapat inovatif PBL
menambah rasa antusias siswa.
• Mengkolabora
https://jurnal.iain- sikan media
bone.ac.id/index.php/ekspose/article/view/3 TIK video
71 pembelajaran
A Nursyam (2019) dengan media
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kartu
menunjukkan bahwa melalui media transformasi
pembelajarn pembelajaran berbasis energi
teknologi informasi dapat meningkatkan
minat belajar siswa
https://jurnalkwangsan.kemdikbud.go.id/in
dex.php/jurnalkwangsan/article/view/121/p
df
Penerapan model-model pembelajaran
yang mengintegrasikan TIK di
dalamnya memberikan kesaksian bahwa
dengan TIK, kualitas pembelajaran
semakin meningkat. (Koesnandar, A.
2020)
https://www.researchgate.net/profile/Endang-Sri-
Budi-
Herawati/publication/340682201_Pengaruh_Model_
Pembelajaran_Contextual_Teaching_And_Learning
_CTL_Menggunakan_Media_Kartu_Terhadap_Min
at_Belajar_IPA_Kelas_IV_SD/links/5e98f3f145851
50839e388de/Pengaruh-Model-Pembelajaran-
Contextual-Teaching-And-Learning-CTL-
Menggunakan-Media-Kartu-Terhadap-Minat-
Belajar-IPA-Kelas-IV-SD.pdf
Terdapat pengaruh signifikan model
pembelajaran Contextual Teaching and
Learning (CTL) menggunakan media kartu
terhadap minat belajar IPA siswa (Adim, M,
dkk. 2020)
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JE
T/article/view/25099/15189
Model discovery learningberbantuan media
animasi dapat meningkatkan hasil belajar
karena kolaboarsi model ini menyebabkan
proses pembelajaran lebih menarik,
menyenangkan, lebih meningkatkan rasa
ingin tahu siswa dan tentunya hal ini
secara tidak langsung akan membuat proses
pembelajaran itu lebih aktif. (I Gede Darma
Putra, dkk. 2020)
WAWANCARA GURU
Berdasarkan hasil wawancara yang
dilakukan dengan guru di UPT SDN 53
Gresik, diperoleh solusi sebagai berikut:
1. Sebaiknya peralatan TIK digunakan
dalam pembelajaran supaya tidak rusak
dan pembelajaran lebih bervariasi
2. Guru harus memperkaya pengetahuan
dan keterampilan untuk menggunakan
berbagai media berbasis teknologi
dalam pembelajaran
WAWANCARA PAKAR
Berdasarkan hasil wawancara dengan
Pengawas Wilayah Gugus 02 Kecamatan
Cerme diperoleh solusi permasalahan
sebagai berikut :
1. Guru harus terus mengembangkan
kompetensi di bidang teknologi
2. Memperbanyak memanfaatkan TIK
dalam pembelajaran
3. Mengkolaborasikan media TIK dengan
model pembelajaran yang menarik
3. Motivasi • Metode LITERATUR Berdasarkan
belajar siswa guru yang https://journal.unrika.ac.id/ hasil eksplorasi
rendah monoton index.php/journalcahaya alternatif solusi
dalam dan tidak pendidikan/article/view/ 1993/1494 diperoleh
menggun Model pembelajaran Problem Based analisis
memahami Learning dapat meningkatkan hasil belajar alternatif solusi
konsep akan siswa pada pembelajaran PKn. Pada sebagai berikut:
Pancasila, model umumnya melalui pembelajaran dengan
lambang, dan pembelaj • Menggunakan
penerapanny aran model
a dalam inovatif telah di terapkan model pembelajaran pembelajaran
kehidupan • Media Problem Based Learning dapat mencegah inovatif PBL
sehari-hari pembelaj terjadinya kebosanan para siswa dan bisa • Menggunakan
aran yang membangkitkan minat siswa untukbelajar media puzzle
(kelas I)
kurang aktif dan respon dari siswa sangat positif dan pancasila dan
menarik bersemangat untuk belajar, dengan demikian
dapat dikatakan ada peningkatan hasil penggunaan
bagi belajar siswa. (Tego Prasetyo, 2019) media audio
peserta visual supaya
didik http://eprints.uad.ac.id lebih menarik
terutama perhatian siswa
pada Dalam PTK S Setyawati, dkk. (2019) • Reward atau
kelas 1 Menyatakan bahwa pembelajaran dengan apresiasi untuk
menerapkan model PBL mampu siswa dalam
meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pembelajaran
siswa kelas II SDN Tawang 01.
https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/ins
ania/article/view/4221
Penggunaan media audiovisual menjadi
pilihan yang dianggap efektif dan mampu
menumbuhkan motivasi belajar. Media
audiovisual merupakan media yang
melibatkan indra penglihatan dan
pendengaran sekaligus dalam arti mampu
menampilkan gambar dan suara, contoh dari
media audiovisual; video, film, televisi, dll
(Salsabila U, dkk. 2020)
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/han
dle/11617/11202
Penggunaan media puzzle Pancasila dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas IA di
SDN Rambutan 03 Pagi. (Hastuti W, 2019)
Menurut Deni Kurnia (2020) di
https://www.abufadli.com/2020/02/9-cara-
memotivasi-siswa-dan-meningkatkan-
minat-belajar.html
Solusi yang dapat diambil dari rendahnya
motivasi belajar siswa adalah:
1. Bersikap hangat di kelas
2. Berdiskusi dengan siswa
3. Belajar otentik
4. Gunakan pembelajaran inovatif seperti
pembelajaran berbasis proyek
5. Memberikan apresiasi
WAWANCARA GURU
Berdasarkan hasil wawancara yang
dilakukan dengan guru di UPT SDN 53
Gresik, diperoleh solusi sebagai berikut:
1. Guru harus sering memberi stimulus
positif yang memotivasi siswa
2. Memberi reward dalam pembelajaran
3. Guru harus menggunakan model-model
pembelajaran yang menarik bagi siswa
dalam belajar
4. Guru harus bisa mengkolaborasikan
media konvensional dengan media
berbasis teknologi sehingga menjadi
media yang inovatif.
WAWANCARA PAKAR
Berdasarkan hasil wawancara dengan
Pengawas Wilayah Gugus 02 Kecamatan
Cerme diperoleh solusi permasalahan
sebagai berikut :
1. Melakukan pembelajaran menggunakan
model-model yang variatif dan menarik
2. Meminimalkan menggunakan strategi
ceramah
3. Memperbanyak memanfaatkan media
konvensional dan media digital dalam
pembelajaran
4. Literasi siswa • Kurangnya LITERATUR Berdasarkan
yang rendah minat dan https://jurnalilmiahcitrabakti.ac.id/jil/index. hasil eksplorasi
dalam proses alternatif solusi
pembelajaran motivasi php/jil/article/view/580/264 diperoleh
materi peserta Menurut Suparya, I, dkk (2022), solusi analisis
Pancasila, didik saat rendahnya literasi dalam pembelajaran alternatif solusi
lambang, dan pembelajar adalah: sebagai berikut:
an. a) gerakan literasi sekolah,
penerapanny • Metode b) memberikan dana bantuan operasional • Menggunakan
a dalam media digital
guru yang sekolah,
kehidupan dalam
tidak c) transformasi kepemimpinan sekolah,
sehari-hari meningkatkan
menarik d) meningkatkan kompetensi guru,
(kelas 1) literasi siswa
bagi e) memperbaiki kurikulum,
• Memberikan
f) memperbaiki buku ajar,
peserta inovasi dalam
didik g)mengadakan asesmen kompetensi pembelajaran
minimum, seperti
h) penggunaan platform digital. menggunakan
model
http://www.jipp.unram.ac.id/index.php/jipp pembelajaran
/article/view/206
PjBL dengan
(Nurcholis, R. dan Istiningsih, G., 2021) proyek
Solusi rendahnya literasi siswa dalam membuat pohon
pembelajaran yaitu :
kebaikan
1.Dukungan dari pihak keluarga Pancasila
merupakan salah satu pihak yang • Menggunakan
menjadikan semangat siswa dalam media digital
mempelajari literasi baca dan tulis terdekat siswa
2.Dukungan dari pihak guru dan dalam
sekolah merupakan konsep yang sangat pemberian
kuat untuk pemberian motivasi dengan tugas literasi
reward ketika siswa mampu • Reward atau
menyelesaikan tantangan yang telah apresiasi untuk
dihadapi. Guru harus mengetahui siswa dalam
perbedaan karakter kecerdasan siswa pembelajaran
sehingga mampu memberikan inovasi
dalam pembelajaran yang diberikan.
3.Motivasi dalam diri siswa merupakan
konsep terkuat dalam melaksanakan
sebuah tujuan.
http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/artic
le/view/11508/5439
Penerapan project based learning berbasis
literasi dapat meningkatkan aktivitas dan
hasil belajar tematik. (Izati S, dkk. 2018)
https://ejournal.uin-
suka.ac.id/tarbiyah/JPM/article/view/1891/
1398
Metode cooperative learning dengan model
picture and picturedapat meningkatkan
pemahaman materi nilai-nilai Pancasila
(Aiman U, 2018)
WAWANCARA GURU
Berdasarkan hasil wawancara yang
dilakukan dengan guru di UPT SDN 53
Gresik, diperoleh solusi sebagai berikut:
1. Guru menggunakan model pembelajaran
yang lebih menarik dalam meningkatkan
literasi siswa.
2. Guru mengoptimalkan pembelajaran
berbasis TIK.
3. Guru membiasakan kepada siswa untuk
mencari literasi atau bahan berbasis TIK
dengan memberikan tugas sekolah
melalui media elektronik misal dengan
membuat konten tik tok yang berisi
pembelajaran atau melakukan kegiatan
literasi dengan media lainnya
4. Membiasakan kepada siswa untuk
mencari literasi atau bahan
pembelajaran memalui internet.
WAWANCARA PAKAR
Berdasarkan hasil wawancara dengan
Pengawas Wilayah Gugus 02 Kecamatan
Cerme diperoleh solusi permasalahan
sebagai berikut :
1. Melakukan pembelajaran literasi dengan
model pembelajaran yang lebih inovatif
2. Mengajak siswa melakukan literasi tidak
dengan buku namun dengan gadget yang
sekarang menjadi perangkat terdekat
siswa
3. Guru sebaiknya memberi teladan yang
baik dengan menggunakan waktu
luangnya untuk membaca.
4. Menyediakan fasilitas membaca yang
nyaman untuk siswa di sekolah.
DOKUMENTASI WAWANCARA GURU DAN PAKAR
Wawancara dengan Ibu Desi Anggraeni, S. Pd. Pengalaman mengajar 12 tahun di semua
jenjang kelas di SD. Pernah mengajar di SDN Hendrosari dan sekarang mengajar di UPT
SDN 53 Gresik. Merupakan peserta PPG Dalam Jabatan Unej kategori 1 dan guru berprestasi
Kecamatan Cerme Tahun 2021.
Wawancara dengan Ibu Sulis Muzaeni, M. Pd. Pengawas Wilayah Kecamatan Cerme.
Pengalaman mengajar 23 tahun. Pengalaman menjadi pengawas 7 tahun.