The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by novidaud11, 2021-04-01 00:36:02

RESUME MATERI ASFIKSIA & APGAR SKOR

RESUME MATERI ASFIKSIA & APGAR SKOR

RESUME MATERI
KETERAMPILAN KLINIK PRAKTIK KEBIDANAN
DOSEN PENGAMPUH : SITI CHOIRUL DWI ASTUTI, M. Tr. Keb

“ASFIKSIA & APGAR SKOR”

NAMA : NOPI FUJIASTUTY R. DAUD

PRODI : D-III KEBIDANAN

JURUSAN : KEBIDANAN

POLTEKKES KEMENKES GORONTALO
TAHUN AJARAN 2021

RESUME MATERI ASFIKSIA

A. Pengertian Asfiksia
Asfiksia adalah keadaan bayi tidak bernafas secara spontan dan teratur

segera setelah lahir (JNPK-KR.2017). Asfiksia neonoratum merupakan suatu
kejadian kegawadaruratan yang berupa kegagalan bernafas secara spontan
segera setelah lahir dan sangat berarti dan sangat beresiko untuk terjadinya
kematian dimana keadaan janin tidak spontan bernafas dan teratur sehingga
dapat menurunkan oksigen dan makin meningkatkan karbondioksida yang
menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan berlanjut.

Beberapa definisi asfiksia menurut para ahli:
1. Menurut IDAI, asfiksia neonatorum adalah kegagalan nafas secara

spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir yang
ditandai dengan hipoksemia , hiperkarbia , dan asidosis (Maryunani dan
Eka, 2013)
2. Asfiksia adalah kondisi kekurangan oksigen pada pernafasan yang
bersifat mengancam jiwa (Kurniasih, dkk., 2017)
3. Menurut WHO, asfiksia neonatorum adalah kegagalan bernafas secaara
spontan dan teratur segera setelah lahir.
4. Menurut Manuaba (1998), asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi
yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat
menurunkan oksigen (O2) dan meningkatkan karbon dioksida (CO2)
yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut.

B. Faktor Penyebab Asfiksia
1. Faktor ibu

Faktor ibu diantaranya adalah adanya hipoksia pada ibu, usia ibu, gravid,
lebih dari 4, hipertensi, serta penyakit yang pembuluh darah yang
mengganggu pertukaran dan pengangkutan oksigen.
2. Faktor persalinan
Faktor persalinan seperti partus lama atau partus dengan tindakan.
3. Faktor bayi
Faktor janin yaitu premature, Gemali, BBLR, kelainan kongengital, air
ketuban bercampur mekonium, kelainan tali pusat seperti lilitan tali pusat
atau kompresi tali pusat antara janin dan jalan lahir.
4. Faktor plasenta
Faktor Plasenta diantaranya adalah solusio plasenta, plasenta previa.
C. Klasifikasi
asfiksia dapat diklasifikasikan berdasarkan nilai APGAR (metode
sederhana untuk secara cepat menilai kondisi kesehatan bayi baru lahir sesaat
setelah kelahiran), yaitu:
1. Asfiksia berat dengan nilai APGAR 0-3.
2. Asfiksia ringan sedang dengan nilai APGAR 4-6.
3. Bayi normal atau sedikit asfiksia dengan nilai APGAR 7-9.
4. Bayi normal dengan nilai APGAR 10 (Ghai, 2010 dalam Anik Maryunani
dan Eka Puspita, 2013).
5. Nilai APGAR
D. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan secara umum pada bayi baru lahir dengan asfiksia menurut
yaitu: pengawasan suhu, membersihkan jalan nafas, kepala bayi harus posisi
lebih rendah sehingga memudahkan keluarnya lender, rangsangan untuk
menimbulkan pernafasan rangsangan nyeri pada bayi dapat ditimbulkan
dengan memukulkedua telapak kaki bayi, menekan tendon Achilles atau
memberikan suntikan vitamin K. Hal ini berfungsi memperbaiki ventilasi.

RESUME PERTANYAAN

1. Penanya : Nadila Anggraini Hassu

Pertanyaan : Tadi kan pemateri telah menyebutkan faktor penyebab
Asfiksia, salah satunya faktor Plasenta. Pada faktor
Penjawab plasenta terbagi menjadi 2, yakni Solusio Plasenta dan
Jawaban Plasenta Previa. Nah pertanyaan saya, apa yang maksud
dengan Solusio Plasenta dan Plasenta Previa?
2. Penanya : Nadila M. Bakahi
Petanyaan : Abruptio plasenta atau solusio plasenta adalah komplikasi
Penjawab kehamilan di mana plasenta terlepas dari dinding rahim
Jawaban bagian dalam sebelum proses persalinan. Lepasnya
plasenta ini dapat menyebabkan pasokan nutrisi dan
oksigen pada bayi dapat menurun atau terhambat.
Sementara Plasenta Previa adalah dimana posisi plasenta
tidak bergerak dari bawah rahim hingga mendekati waktu
persalinan.
: Anisa Fajri Ibrahim
: Bagaimana pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
untuk bayi yang asfiksia?
: Falniyanti Hamzah
: Pemeriksaan fisik pada bayi yang mengalami asfiksia
yaitu dengan mengecek berbagai kondisi, diantaranya:

a) Bayi bernapas atau menangis
b) Denyut jantung kurang dari 100 kali setiap menit
c) Warna kulit
d) Tonus otot menurun
e) Terdapat cairan ketuban ibu bercampur mekonium atau

sisa mekonium pada tubuh bayi
f) Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Pemeriksaan penunjang didapatkan dari laboratorium, yaitu
hasil analisis gas darah tali pusat menunjukkan hasil asidosis
pada darah tali pusat jika:

3. Penanya a) PaO2 <50 mm H2O
Petanyaan b) PaCO2 > 55 mm H2
Penjawab c) pH < 7,30
Jawaban
: Ria Kamelia Olii
4. Penanya : apakah perkembangan bayi yang terkena asfiksia ringan
Petanyaan akan terganggu?
Penjawab : Sri Zein Hunggialo
Jawaban :Asfiksia yang terjadi pada saat kelahiran dapat
menyebabkan gangguan baik segera setelah kelahiran atau
pada jangka waktu yang lebih lama setelah kelahiran.
Gangguan yang dapat terjadi selama perkembangan bayi,
jika pada saat kelahiran mengalami asfiksia, antara lain :
a) Cerebral palsy
b) Epilepsi
c) Gangguan kejang lainnya
d) Kebutaan
e) Gangguan penglihatan
f) Gangguan kognitif
g) Gangguan perkembangan lainnya.
Konsultasikan dan periksakan anak Anda ke dokter untuk
dilakukan pendeteksian secara dini dengan stadiumnya
sehingga bisa mendapatkan penanganan yang lebih cepat
dan tepat.
: Fitriyani T. Gue
: Tadi pemateri sudah menjelaskan bahwa salah satu
penatalaksanaan asfiksia yaitu membersihkan jalan nafas,
nah apa yang perlu diperhatikan dalam membersihkan
jalan nafas?
: Fauzia Caesaria Usulu
:Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membersihkan
jalan nafas:

5. Penanya a) Membersihkan jalan nafas sesuai keperluan aspirasi
Petanyaan mekonium saat proses persalinan dapat menyebabkan
pneumonia aspirasi.
Penjawab
b) salah satu pendekatan obstetric yang digunakan guna
mencegah aspirasi adalah dengan melakukan pengisapan
mekonium sebelum lahirnya bahu (intrapartum
suctioning).

c) Bila terdapat mekonium dalam cairan amnion dan bayi
tampak Lemas (bayi mengalami depresi pernapasan, tonus
otot kurang, dan frekuensi jantung kurang dari 100
kali/menit), segera dilakukan pengisapan trakea sebelum
timbul pernapasan untuk mencegah sindrom aspirasi
mekonium.

d) Pengisapan trakea meliputi langkah-langkah pemasangan
laringoskop dan selang endotrakeal ke dalam trakea,
kemudian dengan kateter penghisap dilakukan
pembersihan daerah mulut, faring, dan trakea sampai
glotis.

e) Pengisapan dibatasi dalam 5 detik dan kedalaman tidak
lebih dari 5 cm dari bibir bayi.

f) Pengisapan paring dilakukan dengan hati-hati karena dapat
menyebabkan spasme laring trauma pada jaringan lunak,
bradycardia, dan tertundanya pernapasan spontan.

g) Bila terdapat mekonium dalam cairan amnion tetapi baik
terlihat bugar, pembersihan sekret dari jalan nafas
dilakukan seperti bayi tanpa mekonium.
: Rosalinda talalu
: Apa saja gejala penyakit asfiksia pada bayi baru lahir?
Dan apakah gejala yang timbul pada bayi yang terkena
asfiksia umumnya sama atau berbeda tolong jelaskan !
: Farida

Jawaban : Gejala asfiksia pada bayi baru lahir bisa berbeda-beda

antara satu dan lainnya. Bahkan kadang, gejala dari kondisi

ini bisa langsung muncul, tapi bisa juga tidak terdeteksi

sesaat setelah bayi dilahirkan. Salah satu tanda yang

biasanya muncul yakni denyut jantung bayi yang terlalu

tinggi atau rendah. Secara umumnya, berikut berbagai

gejala asfiksia perinatal sebelum bayi dilahirkan
berdasarkan UCSF Benioff Children’s Hospital:

a) Denyut atau irama jantung yang tidak normal.

b) Peningkatan kadar asam di dalam aliran darah bayi.

Setelah dilahirkan, gejala penyakit asfiksia neonatorum atau pada

bayi baru lahir adalah berikut:

a) Kulit tampak pucat atau berwarna agak kebiruan.

b) Susah bernapas, hingga menyebabkan bayi bernapas dengan

cepat atau terengah-engah, dan menggunakan perut.

c) Detak jantung agak melambat.

d) Otot melemah.

e) Bayi terlihat lemas.

f) Pertumbuhan terhambat.

g) Ada mekonium (feses pertama bayi) di cairan ketuban, kulit,

kuku, atau tali pusar.

Selain itu, klasifikasi gejala asfiksia neonatorum dapat dibedakan

juga menjadi ringan atau sedang dan berat. *Klasifikasi gejala

asfiksia ringan atau sedang* Berbagai gejala asifiksia neonatorum

kategori ringan atau sedang pada bayi baru lahir adalah berikut:

a) Kekuatan otot lemah atau tonus otot buruk.

b) Mudah marah dan rewel.

c) Rasa kantuk ekstrem. Susah makan dan menyusu karena tidak

mampu mengisap puting susu ibu.

Klasifikasi gejala asfiksia berat Sementara berbagai gejala
asifiksia neonatorum kategori ringan atau sedang pada bayi baru
lahir adalah sebagai berikut:
a) Tubuh bayi kejang.
b) Kulit dan bibir bayi berwarna biru
c) Susah bernapas.
Lama waktu bayi tidak mendapatkan persediaan oksigen yang
cukup dapat memengaruhi ringan dan berat gejala asfiksia
neonatorum yang dialalami. Artinya, semakin lama bayi tidak
memperoleh jumlah oksigen yang cukup, akan semakin besar pula
kemungkinan gejala asfiksia muncul. Dalam beberapa kasus,
klasifikasi gejala asfiksia yang berat pada bayi baru lahir dapat
menyebabkan kerusakan pada berbagai organ. Kerusakan tersebut
meliputi organ jantung, otak, ginjal, dan paru-paru bayi.

RESUME MATERI APGAR SCORE

A. Pengertian Apgar Skor
Skor Apgar merupakan metode yang digunakan untuk menilai bayi baru

lahir. Menurut prawioharjo (2009) nilai APGAR adalah suatu metode
sederhana yang di gunakan untuk menilai keadaan umum bayi sesaat setelah
kelahiran.

Penilaian ini perlu untuk mengetahui apakah bayi menderita asfiksia atau
tidak, yang di nilai adalah frekuensi jantung ( heart rate ), usaha nafas
(respiratory effort), tonus otot (muscle tone), warna kulit (colour) dan reaksi
terhadap rangsangan ( respon to stimuli ) yaitu dengan memasukan kateter ke
lubang hidung setelah jalan nafas di bersihkan.
B. Manfaat Pemeriksaan Apgar Skor

Penilaian ini membantu dokter untuk menentukan apakah bayi dalam
kondisi baik atau justru membutuhkan pertolongan medis.Jika bayi Anda
mendapatkan skor rendah setelah dilakukan penilaian, artinya bayi Anda
membutuhkan perawatan khusus. Sedangkan jika bayi Anda mendapatkan skor
tinggi, artinya bayi Anda dalam kondisi baik sehingga tidak memerlukan
perawatan medis tertentu
C. Kriteria Apgar Skor

Nilai (skor) APGAR tidak digunakan sebagai dasar keputusan untuk
tindakan resusitasi. Penilaian harus dilakukan segera, sehingga keputusan
resusitasi tidak didasarkan penilaian APGAR, tetapi skor APGAR tetap
dipakai untuk menilai kemajuan kondisi BBL.

Penilaian APGAR 5 menit pertama dilakukan saat kala III persalinan
dengan menempatkan bayi baru lahir di atas perut pasien dan ditutupi dengan
selimut atau handuk kering yang hangat. Selanjutnya hasil pengamatan BBL.
Berdasarkan criteria di atas dituliskan dalam tabel APGAR skor seperti di
bawah ini.
1. Tes segera/awal yang di lakukan pada 1 menit dan 5 pertama setelah

kelahirann

2. 1 menit menilai seberapa bagus bayi mengahadapi kelahiran

3. 5 menit melihat adaptasi k bayi dengan lingkungan baru. Rantingnya

berdasarkan total score 1 sampai 10, 10 berarti bayi pling sehat

Aspek Penilaian 1 menit 5 menit
pertama pertama

A= Appeareance/warna kulit

P= Pulse (denyut nadi/menit)

G= Grimace/tonus otot

A= Activity/gerak bayi

R= Respiratory/pernapasan bayi

Jumlah skor

Hasil dijumlahkan ke bawah untuk mencantumkan penatalaksanaan BBL
dengan tepat, hasil penilaian pada 5 menit pertama merupakan patokan dalam
penentuan penanganan segera setelah lahir. Penanganan BBL berdasarkan
APGAR skor

Nilai APGAR lima Penanganan
menit pertama

0-3 Tempatkan ditempat hangat dengan lampu sebagai
sumber penghangat.

- Pemberian oksigen
- Resusitasi
- Stimulasi
- Rujuk

4-6 Tempatkan dalam tempat yang hangat

- Pemberian oksigen
- Stimulasi taktil
7-10 Dilakukan penatalaksanaan sesuai dengan bayi
normal

D. Interpretasi Apgar Skor
1. Skor APGAR dihitung dengan menjumlahkan skor setiap komponen.
Beberapa hal yang perlu diketahui saat melakukan perhitungan skor
APGAR adalah:
a) Skor terbaik adalah 10, namun skor 7, 8 dan 9 adalah normal dan bayi
dapat dikatakan sehat
b) Skor 10 sangat jarang didapat karena sebagian besar bayi yang baru
lahir akan kehilangan 1 poin dari komponen warna kulit
c) Sebagian besar bayi yang baru lahir akan mempunyai warna kulit
kebiruan pada tangan dan kaki[4]
2. Skor APGAR yang rendah biasanya disebabkan oleh:
a) Proses kelahiran yang sulit
b) Sectio caesarea
c) Cairan pada saluran pernapasan bayi
3. Bayi dengan Skor APGAR yang rendah mungkin membutuhkan:
a) Oksigen dan pembersihan saluran napas. Pembersihan saluran napas
dapat dilakukan dengan menggunakan bulb syringe. Penyedotan
dilakukan melalui mulut terlebih dahulu, kemudian melalui hidung.
Urutan ini bertujuan mencegah bayi menghirup cairan sekresi
b) Stimulasi fisik untuk membantu mendapatkan detak jantung yang
normal

RESUME PERTANYAAN

1. Penanya : Nadila M. Bakahi
Pertanyaan : Bagaimana cara membaca nilai Apgar Skor?
Penjawab : Alda Salatun
Jawaban : Semakin tinggi hasil Apgar skor yang didapat, maka
kondisi bayi semakin baik. Namun, sangat sedikit bayi
2. Penanya yang mendapatkan skor 10 (skor tertinggi) karena sebagian
Pertanyaan besar tangan dan kaki bayi yang baru lahir masih kebiruan
Penjawab sampai tubuhnya cukup hangat. Bila bayi mendapat skor di
Jawaban atas 7, menunjukkan bahwa bayi memiliki kondisi yang
cukup sehat dan baik. Sementara, bila skornya 4-6 maka
kondisi bayi tidak cukup baik dan perlu mendapat
perawatan. Sedangkan, jika skornya 0-3 maka kondisi bayi
sangat mengkhawatirkan sehingga perlu segera mendapat
bantuan medis, seperti halnya bantuan pernapasan.
Terdapat beberapa bayi yang lebih berpotensi memiliki
skor Apgar rendah, yaitu bayi yang lahir dari kehamilan
berisiko tinggi, bayi prematur, bayi yang dilahirkan dengan
operasi caesar, dan bayi yang proses persalinannya sulit.
Jika bayi Anda memiliki Apgar skor yang rendah, maka
dokter akan menjelaskan kondisi bayi Anda dan perawatan
apa yang mungkin dilakukan.
: Sri Nanda Ali
:Apakah penilaian apgar skore termasuk dalam
pemeriksaan pada bayi ketika kondisi kritis setelah
melahirkan
: Ingka Prastika Niati
: Ya, karena akan dilakukan penilaian Apgar score kembali
pada menit ke-10, menit ke-15, dan menit ke-20 untuk
memantau perkembangan kondisi bayi. Kondisi kritis bayi

3. Penanya bisa dilihat dari hasil total penilaian Apgar score yang
Pertanyaan rendah, yaitu 0-3. Rendahnya nilai ini juga dikaitkan
Penjawab dengan meningkatnya risiko kematian bayi, cacat otak, dan
Jawaban epilepsi pada bayi di kemudian hari, terutama jika Apgar
score tidak mengalami perbaikan pada 20 menit pertama
4. Penanya sejak dilahirkan. Jika Anda melahirkan di rumah sakit atau
di tempat praktek bidan, maka tes Apgar biasanya akan
dilakukan oleh dokter atau bidan pada saat bayi lahir. Bila
Anda merasa bingung, tidak ada salahnya untuk
menanyakan langsung pada dokter kandungan atau dokter
anak agar Anda mendapatkan penjelasan yang lebih
lengkap terkait nilai Apgar Si Kecil yang baru lahir.
: Sri Wahyuni Hasan
: Bagaimana bila bayi memiliki apgar skore rendah
: Sri Intan Suleman
: Banyak bayi dengan Apgar skor rendah justru sangat
sehat dan baik-baik saja setelah menyesuaikan diri dengan
kehidupan di luar rahim. Bila dokter khawatir dengan
Apgar skor bayi, ia akan memberi tahu Ibu dan
menjelaskan bagaimana kondisi bayi, apa yang mungkin
menjadi penyebabnya, dan perawatan yang perlu
diberikan. Apgar skor tidak dirancang untuk memprediksi
kondisi kesehatan jangka panjang bayi, perilakunya,
intelegensinya, maupun kepribadiannya. Apgar skor
digunakan untuk membantu dokter mengetahui kondisi
fisik bayi secara keseluruhan agar bisa dengan cepat
memutuskan apakah bayi membutuhkan perawatan medis
darurat. Setelah beberapa lama menyesuaikan dengan
lingkungan yang baru dan menerima perawatan medis yang
dibutuhkan, kebanyakan bayi akan baik-baik saja.
: Jean Puluhulawa

Pertanyaan : Bagaimana cara menentukan kebutuhan resusitasi pada
bayi yang baru lahir?
Penjawab : Nadila Anggraini Hassu
Jawaban : Untuk menentukan kebutuhan resusitasi pada bayi yang
baru lahir, digunakan Neonatal Resuscitation Algorithm.
Persiapan dimulai dari sebelum bayi lahir yakni dengan
menilai risiko perinatal. Komponen dari Neonatal
Resuscitation Algorithm adalah:
a) Apakah kehamilan aterm?
b) Apakah bayi memiliki tonus otot yang baik?
c) Apakah bayi bernapas atau menangis?

Tiga komponen ini dinilai dalam 30 detik pertama
kelahiran bayi. Jika bayi butuh resusitasi, skor APGAR
kemudian digunakan untuk menilai respons bayi terhadap
resusitasi. Pedoman dari Neonatal Resuscitation Program
menyatakan bahwa jika skor APGAR berjumlah di bawah
7 setelah menit ke-5, penilaian dengan skor APGAR perlu
diulang setiap 5 menit sampai menit ke-20. Skor APGAR
yang menetap di angka 0 setelah menit ke-10 dapat
menjadi pertimbangan untuk melanjutkan atau
menghentikan resusitasi. Sangat sedikit bayi dengan skor
APGAR 0 setelah menit ke-10 dapat bertahan hidup tanpa
kelainan neurologis. Pedoman resusitasi neonatus dari
American Heart Association tahun 2015 menyatakan jika
dapat dikonfirmasi bahwa tidak ada denyut jantung setelah
paling tidak 10 menit, resusitasi dapat dihentikan.


Click to View FlipBook Version