The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Naurah Zayyan Salsabila X AK 1 (26)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by naurahzayyans, 2020-11-30 09:50:02

SIMKOM - TEKNIK PRESENTASI

Naurah Zayyan Salsabila X AK 1 (26)

MAKALAH REMIDI UH TEKNIK PRESENTASI
TAHUN AJARAN 2020/2021

OLEH
NAURAH ZAYYAN SALSABILA

X AK 1 (26)
SMKN 2 BUDURAN
Jl. Jenggolo 2A Siwalanpanji Telp./Fax. (031) 8964034 Sidoarjo

KATA PENGANTAR

Puji syukut kehadirat Allah SWT. Karena telah memberikan kesempatan kepada
saya untuk menyelesaikan makalah ini. Dan atas rahmat serta hidayah-Nya saya
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Simulasi dan Komunikasi
Digital Remedi UH KD. 5” disusun guna memperbaiki nilai UH yang ada pada
bidang studi Simulasi dan Komunikasi Digital di SMKN 2 Buduran.
Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Indung Amami selaku guru mata pelajaran
Simulasi dan Komunikasi Digital. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah
pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni pembuat.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Dan harapan saya, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca.

Sidoarjo, 30 November 2020
Penyusun

Naurah Zayyan Salsabila

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau
salahsatu bentuk komunikasi. Presentasi merupakan kegiatan pengajuan
suatu topik,pendapat atau informasi kepada orang lain. Berbeda dengan pidato
yang lebih seringdibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi
lebih sering dibawakandalam acara bisnis.Presentasi dilakukan untuk
menyampaikan informasi atau pemikiran-pemikiranbaru mengenai suatu
masalah agar dapat dipahami oleh audiens. Namun tidak semuaorang bisa
melakukan presentasi. Hal ini dikarenakan prosentasi dilakukan banyak
orang. Orang yang menyampaikan presentasi disebut presentator atau
presenter, sedangkan orang yang menghadiri presentasi disebut audiens.

Dalam makalah ini, akan dibahas tentang berbagai hal yang berkaitan
denganbagaimana melakukan presentasi bisnis yang baik, mulai dari
tujuan melakukanpresentasi bisnis, tahap persiapan, penentuan alat bantu
presentasi bisnis, menganalisaaudiens, menganalisa isyarat -isyarat
nonverbal, peninjauan lokasi, bagaimana mengembangkan percaya diri dan
berlatih presentasi bisnis.
1.2. Tujuan

a. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

b. Membantu mempermudah menyusun laporan.

c. Untuk mengetahui cara presentasi yang baik dan benar.

1.3. Manfaat
a. Untuk mempermudah kita mempresentasikan laporan dalam bentuk visual
yang menarik dalam waktu yang singkat.
b. Materi presentasi dapat menjadi lebih mudah dipahami oleh audiensi.

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian

Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau
salah satu bentuk komunikasi. Presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu
topik, pendapat atau informasi kepada orang lain. Berbeda dengan pidato yang
lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering
dibawakan dalam acara bisnis.

2.2. Tahap Presentasi

1. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini seseorang yang akan melakukan presentasi harus
mempersiapkan segala sesuatu yang penting dan hal yang menunjang bagi
kelancaran presentasi. diantaranya :

• Persiapkan materi, jangan memandang remeh materi yang akan kita
sampaikan. meskipun materi yang akan kita sampaikan berupa materi
ringan, buatlah materi semenarik mungkin.

• Buat catatan kecil sebagai pengingat ketika anda presentasi.
• Buatlah Slide presentasi supaya audience lebih memahami apa yang

anda sampaikan.
• Cobalah baca dan pahami materi yang akan anda sampaikan
• Banyaklah membaca di buku dan internet sebagai tambahan wawasan.

Supaya materi tidak monoton.
• Jaga selalu penampilan agar anda semakin percaya diri.

2. Tahap Pelaksanaan

• Berdoa sebelum melakukan presentasi.
• Cek materi yang akan kita sampaikan dan peralatan yang menunjang

lainnya minimal 5 menit sebelum melakukan presentasi.
• Periksa kembali penampilan anda, jangan terlalu mencolok dan

berpenampilan aneh, simple dan elegan.
• Lakukan presentasi dengan santai dan tidak terburu-buru.
• Sampaikan dengan gaya bicara anda sendiri, tidak meniru-meniru gaya

bicara orang lain karena itu bisa membuat rekan kerja atau teman anda
aneh dan kelihatan lucu. tetapi jika dengan meniru gaya bicara orang
lain anda lebih "PD" ha itu tidak masalah.
• Jangan melakukan kesalahan di awal karena itu dapat menurunkan rasa
percaya diri anda.
• Tutup presentasi dengan hal yang berkesan dan tidak bertele-tele.
contoh : tutup presentasi dengan hal yang lucu atau memberi senyuman
manis anda.
3. Tahap Penutup
• Jangan terburu-buru pergi dari tempat presentasi, rapihkan semua hal
yang telah anda sampaikan dan anda bawa. Beri kesan anda adalah
orang yang rapih dalam mengerjakan segala hal.
• Coba untuk menyapa sebagian dari audience anda.
• Jangan lupa salam dan senyum ketika anda meninggalkan ruangan
presentasi.

2.3. Teknik Presentasi

1. Prinsip Motivasi
Ada beberapa cara agar seseorang termotivasi untuk mendengarkan sesuatu
hal, diantaranya dengan menggunakan prinsip 5W1H.
· What, apa yang dibicarakan?
· Who, siapa yang diajak berbicara?
· When, kapan seorang pembicara itu melakukan pembicaraan?
· Where, dimana seorang pembicara melakukan pembicaraan?
· Why, mengapa ia melakukan pembicaraan?
· How, bagaimana ia cara melakukan pembicaraan?

2. Prinsip Perhatian
Pendengar akan memperhatikan pembicara apabila yang dibicarakan itu
bersifat menarik. Dengan kata lain pendengar akan mempunyai minat
mendengarkan apabila pembicara dalam menyampaikan informasinya
melakukan sesuatu hal yang menarik, baik itu bersifat aneh, lucu, sesuai
kebutuhan dan bersifat menegur.

3. Prinsip Kegunaan
Prinsip ini menghendaki pembicara untuk menentukan terlebih dahulu
kegunaan dari uraian ceramah yang akan disampaikan. Hal ini bertujuan agar
pendengar tidak mempunyai rasa penasaran, mengapa seorang pembicara
menyampaikan informasi tersebut kepada pendengar.

4. Prinsip Keindraan
Prinsip ini menghendaki seorang pembicara untuk menggunakan alat yang
berhubungan dengan panca indera dalam melakukan pembicaraan atau
presentasi. Alat peraga berfungsi untuk memperkenalkan topik pembicaraan
dengan dibantu oleh peragaan-peragaan visual lainnya. Hal ini membantu

pembicara dalam mengatakan suatu hal atau kata demi kata. Contoh alat
peraga yang sering digunakan pada waktu presentasi yaitu: OHP (Overhead
Projector), slide, video, tape, grafik, gambar, brosur dan lain-lain.
5. Prinsip Ulangan
Prinsip ini mengharuskan pembicara untuk mengulang kembali materi yang
diutarakan, hal ini supaya pendengar lebih mudah mengingat apa yang
disampaikan. Prinsip ulangan ini biasanya menekankan suatu topik/maksud
yang penting dari isi presentasi. Oleh karena itu, agar informasi yang penting
dari suatu presentasi dapat ditangkap dan mudah dimengerti, hendaknya
seorang pembicara mengungkapkannya secara berulang-ulang
6. Prinsip Pengertian
Ketika mempresentasikan suatu hal, seorang pembicara dalam
menyampaikan informasi perlu menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti oleh para pendengar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam
menangkap informasi yang diberikan kepada para pendengar. Oleh karena
itu, ketika ada pembicaraan yang kurang dimengerti oleh pendengar
hendaknya diperjelas atau diberi pengertian.

2.4. Syarat Presentasi Yang Baik
1. Menguasai materi dan bahasa dengan baik
2. Mempunyai keberanian
3. Memiliki ketenangan sikap
4. Sanggup menampilkan gagasan secara lancar dan teratur
5. Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat terhadap situasi
apapun yang mungkin timbul saat presentasi
6. Mampu memberikan penjelasan tentang suatu pertanyaan
7. Memperlihatkan sikap yang tidak kaku dan tidak canggung

2.5. Jenis Presentasi

1. Presentasi Dadakan (Impromptu)
Pembicaraan impromptu merupakan jenis presentasi yang dilakukan secara
mendadak tanpa persiapan apapun. Dalam hal ini pembicara ditunjuk langsung
untuk menyampaikan informasi kepada para pendengar, tanpa melakukan persiapan
segala sesuatunya, baik itu mengenai tema pembicaraan maupun alat bantu yang
digunakan, sehingga perasaan pembicara akan mengejutkan.
Ada beberapa kelebihan dan kelemahan apabila menggunakan jenis presentasi
dadakan atau impromptu.
Kelebihan:
a. Informasi yang disampaikan sesuai dengan perasaan pembicara yang

sesungguhnya,
b. Kata atau suara yang keluar merupakan hasil spontanitas,
c. Membuat pembicara terus berpikir selama menyampaikan informasi.
Kelemahan:
a. Informasi yang disampaikan tersendat-sendat, karena membutuhkan waktu

untuk berpikir dan mengolah kata,
b. Tidak berurutan/sistematis dalam penyampaiannya, karena secara mendadak

untuk menyampaikan informasi,
c. Terjadi demam panggung, karena belum ada persiapan apapun mengenai apa

yang harus disampaikan.

2. Presentasi Naskah (Manuscript)
Presentasi naskah merupakan jenis presentasi dimana dalam menyampaikan
informasinya, seorang pembicara melakukannya dengan membaca naskah. Tidak

sedikit orang dalam menyampaikan informasi menggunakan naskah berupa teks.
Setiap kata-kata yang keluar merupakan hasil dari sebuah naskah, pembicara
melupakan tugasnya yang utama yaitu melakukan kontak mata dengan pendengar.
Jadi dapat dikatakan pembicara bukan menyampaikan pidato, tetapi membacakan
naskah pidato.
Kelebihan:
a. Penyampaian dilakukan secara berurut/sistematis,
b. Kata yang keluar diungkapkan secara baik dan benar,
c. Tidak terjadi kesalahan dalam penyampaiannya.
Kelemahan:
a. Pendengar akan merasa bosan dalam mendengarkannya,
b. Bagi pendengar tidak termotivasi untuk mendengarkannya,
c. Tidak menarik dalam menyampaikan informasinya,
d. Terlalu sibuk akan membaca naskah sehingga tidak melakukan kontak mata

dengan pendengar seolah-olah acuh tak acuh terhadap pendengar.

3. Presentasi Hafalan (Memoriter)
Jenis presentasi yang dilakukan menghapal dari teks yang telah disediakan. Berbeda
dengan jenis manuscript, memoriter tidak menggunakan naskah dalam
penyampaiannya, pembicara hanya melakukan persiapannya dengan menghafal dari
teks dimana isinya mengenai informasi yang akan disampaikan. Kelebihan dan
kelemahannya hampir sama dengan manuscript. Jenis ini sangat buruk untuk
dilakukan, karena apabila melupakan kata-kata dari naskah maka presentasi yang
dilakukan akan terjadi kegagalan.

4. Presentasi Ekstempore
Jenis Ekstempore merupakan jenis presentasi yang paling baik untuk dilakukan
dibanding jenis lainnya. Pembicara mempersiapkan materi dengan garis besarnya
saja, kemudian pada saat presentasi akan dijabarkan secara mendetail.

Kelebihan:
a. Pembicara dapat menyampaikan informasi secara jelas, karena ada persiapan

sebelumnya,
b. Dapat menyampaikan secara sistematis/berurutan,
c. Kemungkinan besar pembicara dalam menyampaikannya menarik perhatian

pendengar, karena tidak berpedoman kepada naskah ataupun hafalan, tetapi
tidak melenceng dari garis besar materi,
d. Lebih leluasa dalam penyampaiannya,
e. Pembicara dapat melakukan kontak mata dengan pendengar, sehingga akan
terlihat apakah pesan yang disampaikan menarik atau tidak.
Kelemahan:
a. Perlu memiliki wawasan yang cukup mengenai tema yang akan dibicarakan,
b. Membutuhkan waktu yang lama dalam persiapan presentasi,
c. Bagi pemula, sulit untuk dilakukannya karena membutuhkan keahlian dan
pengalaman yang cukup.

BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Ada beberapateknik dalam melakukan presentasi. Tapi sebelum mengetahui teknik
presentasi harus mengetahui pengertian presentasi, tujuan presentasi, yaitu : teknik
membuka presentasi (pembukaan yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri
dan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan presentasi), teknik menarik
perhatian audiens, teknik menyusun struktur presentasi, teknik latihan presentasi,
mengenali audiens presentasi, prinsip motivasi, prinsip perhatian, prinsip
kegunaan, prinsip keindraan, prinsip ulanga, prinsip pengertian.

3.2. Saran

Makalah ini dapat digunakan dengan baik dan dapat menambah wawasan
pembaca.


Click to View FlipBook Version