The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rinawidayati53, 2021-09-27 00:21:10

MODUL PKWU PENGOLAHAN KD 3.3

MODULPKWU KD 3.3

MODUL PKWU

KELAS XI SEMESTER 1
T.A. 2020/2021

SMA NEGERI 1 PAKEM
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAH RAGA
BALAI PENDIDIKAN MENENGAH KABUPATEN SLEMAN

TP 2020/2021

1

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Modul PKWU SMA kelas XI semester Gasal
dengan lancar.

Modul ini kami susun dalam rangka pengembangan profesionalisme guru, terutama yang berkaitan
dengan proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Pakem kabupaten Sleman.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan modul ini masih jauh dari sempurna. Hal ini mengingat
keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis sebagai manusia biasa. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, sehingga dapat menjadikan modul ini lebih
baik.

Dalam penulisan modul ini, penulis banyak mendapatkan bantuan, petunjuk, serta bimbingan dari
berbagai pihak, karena itu tidaklah berlebihan jika penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Kristya Mintarja, S.Pd, M.Ed.St. selaku Kepala SMA Negeri 1 Pakem yang telah memberikan

motivasi dan kesempatan penulis untuk menyelesaikan modul PKWU ini.
2. Rekan-rekan guru dan semua pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung

dalam penulisan Modul PKWU ini.

Akhirnya penulis berharap agar modul PKWU untuk SMA ini dapat berguna bagi guru maupun siswa
dalam pembelajaran.

Penyusun

TP 2020/2021

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................... ii
Daftar Isi .................................................................................................................... iii
Glosarium .................................................................................................................. iv
I. PENDAHULUAN

A. Deskripsi......................................................................................................... 1
B. Prasyarat ........................................................................................................ 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul.......................................................................... 1
D. Kompetensi Dasar .......................................................................................... 2
II. PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar ............................................................................................ 3
B. Kegiatan Belajar ............................................................................................ 3

1. Kegiatan Pembelajaran 1 ........................................................................ 3
2. Kegiatan Pembelajaran 2......................................................................... 7
3. Kegiatan Pembelajaran 3......................................................................... 11
4. Kegiatan Pembelajaran 4......................................................................... 19
5. Kegiatan Pembelajaran 5......................................................................... 25
C. Rangkuman ................................................................................................... 28
D. Tes Formatif .................................................................................................. 28
E. Kunci Jawaban .............................................................................................. 32
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ..................................................................... 32
III. PENUTUP ........................................................................................................... 33
Daftar Pustaka ........................................................................................................... 34

TP 2020/2021

iii

GLOSARIUM

Bahan Nabati : Bahan-bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan

Bahan hewani: Bahan-bahan yang berasal dari hewan

Baking : Memanaskan dengan udara panas dan kering disekelilingnya,
biasanya di dalam oven.

Blanching : Memasak dengan cara mencelupkan makanan dalam air
mendidih/minyak panas dalam waktu pendek (sebentar).

Boiling : Memasak dengan cara pencelupan seluruh bahan dalam
air/kaldu mendidih yaitu pada suhu 100 °C sampai matang.

Braising : Memasak dengan sedikit air dan tertutup rapat

Deep Frying : Menggoreng dalam minyak

Lemak : Sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas
unsur- unsur karbon, hidrogen, dan oksigen

Menumis : Memasak dengan sedikit air

Mengukus : Memasak bahan dengan menggunakan uap panas.

Poaching : Memasak dalam cairan dengan suhu antara 71-82 °C

Protein : Senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomerasam amino yang
dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.

Simmering : Memasak dengan mendidihkan perlahan-lahan

Shallow Frying : Menggoreng dengan wajan dangkal.

Vitamin : Sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang
memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang
tidak dapat dihasilkan oleh tubuh

TP 2020/2021

iv

I. PENDAHULUAN

A. Deskripsi
Modul PKWU ini merupakan media pembelajaran untuk peserta didik kelas XI IPS dan
MIPA semester gasal. Untuk membantu Peserta didik dalam memenuhi pembelajaran,
Modul ini di organisasikan menjadi 5 Kegiatan Belajar sebagai berikut:
KB 1: Kandungan, manfaat dan karakteristik bahan makanan khas daerah
KB 2: Macam-macam makanan khas daerah
KB 3: Teknik dan alat pengolahan/pengawetan
KB 4: Tahapan proses pengolahan/pengawetan
KB 5: Teknik pengemasan dan penyajian

B. Prasyarat
Sebelum kalian mempelajari modul ini kalian harus menyelesaikan materi prakarya dan
kewirausahaan pada KD 3.2 tentang Break Event Point.

C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Setiap kegiatan belajar dalam modul ini mempunyai kaitan dengan kegiatan belajar
lainnya, oleh karena itu Anda harus benar-benar memahami materi pelajaran yang
terdapat pada setiap kegiatan belajar sebelum melanjutkan ke kegiatan belajar
berikutnya.
2. Ikuti rencana belajar siswa yang ada pada setiap kegiatan pembelajaran sebagai
panduan jadwal Anda dalam mempelajari modul ini.
3. Bacalah, pahami, dan ikuti petunjuk yang terdapat pada tujuan kegiatan belajar,
uraian materi, dan rangkuman dengan baik dan seksama.
4. Supaya lebih memahami materi yang disampaikan, Anda dipersilakan bertanya
pada guru atau mencari/membaca materi pendukung dari sumber/media lain yang
kredibel.
5. Kerjakan tugas-tugas yang diberikan dalam setiap kegiatan pembelajaran, Anda
dapat berdiskusi dengan teman-teman Anda dan meminta review dari guru
mengenai hasil pekerjaan yang telah Anda kerjakan.
6. Jika Anda merasa belum menguasai materi yang diberikan ulangi lagi mempelajari
materi pada setiap kegiatan pembelajaran.
7. Kerjakan tes formatif dengan baik menurut jadwal yang diberikan oleh guru.

TP 2020/2021 1

D. Kompetensi Dasar Kompetensi Keterampilan Alokasi
Waktu
No Kompetensi Pengetahuan
4.3. pengolahan, pengemasan, dan 8 x pert
1 3.3. Menganalsis sistem pengawetan makanan khas asli
pengolahan makanan khas daerah (orisinil) dari bahan
asli daerah (orisinil) dari pangan nabati dan hewani
bahan pangan nabati dan berdasarkan konsep berkarya
hewani berdasarkan daya dengan pendekatan budaya
dukung yang dimiliki oleh setempat dan lainnya oleh
daerah setempat daerah setempat

TP 2020/2021 2

II. PEMBELAJARAN

A. Rencana Belajar Siswa
Kompetensi dasar 3.3 terdiri dari 8 kali kegiatan pembelajaran dan setiap kegiatan
pembelajaran terdiri dari 2 jam pelajaran dengan rincian sebagai berikut.

Kompetensi Dasar Materi Waktu

3.3. Menganalsis sistem pengolahan • Kandungan, manfaat dan Pert ke-1

makanan khas asli daerah karakteristik bahan Pert ke-2
Pert ke-3
(orisinil) dari bahan pangan nabati makanan khas daerah Pert ke-4
Pert ke-5-8
dan hewani berdasarkan daya • Macam-macam makanan

dukung yang dimiliki oleh daerah khas daerah
setempat • Teknik dan alat
4.3. pengolahan, pengemasan, dan
pengawetan makanan khas asli pengolahan/pengawetan
daerah (orisinil) dari bahan a) Tahapan proses
pangan nabati dan hewani
berdasarkan konsep berkarya pengolahan/pengawetan
dengan pendekatan budaya b) Teknik penyajian dan

pengemasan

setempat dan lainnya oleh daerah

setempat

B. Kegiatan Belajar

1. Kegiatan Pembelajaran 1
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
setelah membaca dan mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat:
1) menguraikan kandungan, manfaat dan karakteristik bahan makanan khas
asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani
2) menumbuhkan rasa ingin tahu, kerjasama, dan bertanggungjawab dalam
menyampaikan pendapat.

TP 2020/2021 3

b. Uraian Materi
KANDUNGAN, MANFAAT DAN KARAKTERISTIK BAHAN MAKANAN
KHAS DAERAH

Kembangkan berfikir kritis dan kreatif Anda dengan memikirkan dan
menjawab pertanyaan berikut! “bagaimana jenis dan karakteristik
makanan daerah yang baik? “

Mari lakukan kegiatan literasi tentang jenis dan karakteristik bahan makanan
khas daerah

Makanan khas daerah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang
beragam, sesuai dengan bahan baku, bahan tambahan, dan teknik
pengolahan yang digunakan. Bahan utama produk makanan khas daerah
adalah bahan nabati/hewani, kandungan nutrisi utamanya adalah karbohidrat,
protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen
tersebut berbeda-beda pada masing-masing bahan, tergantung pada
susunan, kekerasan, tekstur, cita rasa, dan warna.

Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia, umumnya
terdapat pada bahan pangan golongan serelalia seperti; beras, gandum, dan
umbi-umbian. Contoh makanan khas daerah yang mengandung karbohidrat
adalah nasi liwet, nasi jamblang, getuk, dan lain-lain.

Protein memiliki fungsi utama sebagai zat pembangun. Umumnya
terdapat pada hasil hewani seperti; daging, ikan, telur, susu, dan hasil nabati
seperti kacang- kacangan dan hasil olahannya. Contoh makanan khas daerah
yang banyak mengandung protein adalah telur asin, ayam betutu, bebek
songkem, ayam lodho, dan lain sebagainya.

Lemak merupakan sumber tenaga kedua setelah karbohidrat dan
dapat melarutkan vitamin A, D, E, dan K. Lemak dibedakan menjadi lemak
yang dapat dilihat dan lemak yang tidak dapat dilihat. Lemak yang dapat dilihat
seperti mentega, margarin, minyak goreng. Sedangkan minyak yang tidak
dapat dilihat sepert lemak dari kacang tanah, lemak kemiri, kuning telur, susu.
Contoh makanan khas daerah yang banyak mengandung lemak adalah;
rendang daging, bika ambon, karena pada proses pembuatannya
menggunakan santan kental.

TP 2020/2021 4

Vitamin berfungsi untuk kelancaran metabolisme, menjadi daya tahan 5
dan kekebalan tubuh. Sumber vitamin dan mineral yang terdapat pada hasil
hewani seperti; daging, susu, telur, dan sumber vitamin dari hasil nabati seperti
sayur-sayuran dan buah- buahan. Contoh makanan khas daerah yang
mengandung vitamin adalah karedok, gado-gado, keripik pisang, keripik
sanjai, dan lain sebagainya.

Perbedaan budaya dan bahan pangan yang tersedia membuat
pengolahan produk makanan khas berbeda di setiap daerah sehingga
menghasilkan aneka jenis produk makanan yang beranekaragam dengan
karakter yang berbeda pula. Masakan khas daerah memiliki ciri khas dan
karakter tertentu, seperti:
a) Masakan dari Jawa Barat

Jawa Barat merupakan daerah pegunungan yang banyak menghasilkan
berbagai jenis sayur mayur. Masyarakat Jawa Barat lebih suka makan
sayur- mayur muda yang masih mentah secara langsung dalam bentuk
lalap mentah yang disantap bersama sambal. Olahan sayuran yang masih
mentah disebut karedok. Sedangkan yang matang disebut gado-gado.
Banyaknya masakan yang terbuat dari ikan, dibuat pepes.
b) Masakan Jawa Tengah
Masyarakat Jawa Tengah banyak menggunakan bawang putih sebagai
bumbu dominan dan lebih menyukai rasa manis dibandingkan rasa yang
lain. Di daerah ini banyak ditemukan masakan bersantan. Contoh makanan
khas dari Jawa Tengah adalah gudeg.
c) Masakan Jawa Timur
Masakan olahan masyarakat Jawa Timur banyak menggunakan terasi dan
petis sebagai pemberi rasa pada masakan. Dengan rasa yang sedikit
pedas, masakan Jawa Timur banyak dimatangkan dengan cara direbus,
digoreng, dipepes, dan dibakar. Contoh makanan khas dari Jawa Timur
adalah rujak cingur, tahu tek, dan lain-lain
d) Masakan Sumatera
Masakan olahan daerah Sumatra menggunakan banyak bumbu. Sumatra
Barat menggunakan banyak cabai hingga rasanya relatif pedas dan santan
kental. Daerah Sumatera Selatan sangat suka masakan yang asam
rasanya. Olahan makanannya banyak dimatangkan dengan cara direbus,
dibakar, dan digoreng dengan waktu memasak yang relatif lama. Masakan
dari sayur- mayur tidak banyak jumlahnya. Kalau pun ada jenis sayurnya
tidak bervariasi. Sayur yang sering dipakai antara lain daun singkong,

TP 2020/2021

kacang panjang, buncis, dan nangka muda. Contoh makanan khas dari
Sumatera adalah rendang, mpe-mpe, tempoyak, keripik sanjai, dan lain-
lain.
e) Masakan Sulawesi
Masakan olahan daerah Sulawesi banyak menggunakan ikan dengan rasa
asam pedas. Contoh makanan khas Sulawasi adalah bubur jagung,
kaledo, palumara, uvempoi, uta kelo, dan lain sebagainya.
c. Aktivitas Pembelajaran 1
Observasi dan Studi Pustaka
Amati lingkunganmu!
Pada pertemuan sebelumnya kalian sudah menentukan produk makanan khas
daerah yang ingin kalian buat.
1. Apa saja kandungan yang terdapat pada makanan khas daerah ingin kalian
buat?
2. Apa saja manfaat yang terdapat dalam kandungan tersebut?
3. Catatlah pada LK 1 dibawah ini.

d. Lembar Kerja
Lembar Kerja 1 (LK 1)
Nama :.............................................................
Kelas :.............................................................
Produk :……………………………………………
Kandungan dan manfaat

No Kandungan Manfaat
1. 2)
2.
3.
4.
5.

Dst

TP 2020/2021 6

2. Kegiatan Pembelajaran 2
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
setelah membaca dan mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat:
1) menganalisis macam-macam makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan
pangan nabati dan hewani
2) menumbuhkan rasa ingin tahu, kerjasama, dan bertanggungjawab dalam
menyampaikan pendapat.

b. Uraian Materi
MACAM-MACAM MAKANAN KHAS DAERAH
Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya yang memiliki
34 provinsi dan masing-masing dari setiap provinsi tentu saja memiliki
kekhasannya sendiri. Salah satu yang menjadi kekayaan provinsi adalah
kulinernya. Makanan memang selalu bisa menjadi daya tarik yang dimiliki oleh
provinsi di Indonesia.
Berikut adalah beberapa contoh macam-macam makanan khas di Indonesia:
1) Provinsi Aceh
Mie Aceh
Makanan ini memang sangat terkenal
bukan hanya di tengah masyarakat
aceh saja melainkan juga dikenal oleh
masyarakat luar aceh karena
citarasanya sangat istimewa.
Perbedaan mie aceh dengan mie di
daerah lain adalah mie aceh memiliki
tekstur yang lebih tebal dan biasanya disajikan dengan daging dan
disiram sop sejenis kari yang pedas dan gurih. Rasa makanan ini
memang sangat kaya rempah sehingga terasa begitu nikmat.

TP 2020/2021 7

2) Provinsi Sumatera utara
Bika Ambon
Bika ambon merupakan kue yang
banyak di jual di berbagai wilayah di
Indonesia karena memang banyak
digemari masyarakat indonesia.
Rasa bika ambon biasanya rasa
durian, keju, dan yang lainnya. Selain
itu teksturnya juga sangat manis dan
lembut sehingga akan membuat siapa saja ketagihan dengan makanan
satu ini.

3) Provinsi Sumatera barat
Rendang Padang
Makanan ini memang sangat terkenal
karena bukan hanya karena asal
daerahnya saja namun memang rendang
merupakan salah satu makanan terlezat di
dunia versi cnn internasional. Anda bisa
menemukan makanan ini di rumah makan
khas padang atau di tempat lainnya yang
memang menyediakan menu khas padang. Rendang terbuat dari daging
sapi yang dimasak dengan bumbu rempah yang banyak sehingga rasanya
sangat lezat dan kuat.

4) Provinsi Jambi
Gulai Ikan Patin

Gulai ini dimasak dengan daging durian
yang telah difermentasi atau sering
disebut dengan tempoyak. Saat ini gulai
ikan patin sudah lebih banyak dimasak
dengan menggunakan santan kelapa
karena baunya tidak menyengat seperti
jika menggunakan tempoyak.

TP 2020/2021 8

5) Provinsi Jawa Barat Walaupun tidak terlalu nikmat
Serabi banget, tapi jika di kasih bumbu-
bumbu yang rahasia tentu akan
6) Provinsi Jawa Tengah menjadi lebih enak. Serabi sendiri
Lunpia terbuat dari tepung beras dan kuah
cair manis.

Makanan ini sendiri terkenal di jawa
tengah tempatnya kota semarang,
makanan ini rasanya cukup enak,
terbuat dari rebung, daging udang
dan telur.

7) Provinsi Jawa Timur
Rujak Cingur

Rujak cingur merupakan makanan
tradisional yang sudah lama terkenal
di kota surabaya. Memiliki rasa sedap
kurang lebih mirip pecel namun agak
lebih nikmat rujak cingur. Sensasi
rasa yang dihasilkan terasa lembut
dilidah dan kental.

TP 2020/2021 9

8) Provinsi Bali
Ayam betutu

Makanan khas bali ini memang lebih
menggugah selera makan. Rasa
pedas manis dan sedap tentu menjadi
ciri khas tersendiri bagi pecinta kuliner
di seluruh indonesia.

9) Provinsi Nusa Tenggara Timur
Catemak Jagung

Memiliki rasa asin sedap dan tidak
terlalu manis. Berbahan dasar
jagung, kacang hijau, kemangi, dan
berbagai bumbu lainnya untuk
menambah rasa yang lebih enak.

10) Provinsi Sulawesi Selatan
Sup Konro

Makanan sup iga sapi khas Indonesia
memang menjadi menu makan yang
cukup terfavorite karena memiliki rasa
yang enak dan nagih di lidah. Sup iga
sapi ini lebih nikmat di sajikan dengan
ketupat dan juga sambel.

TP 2020/2021 10

c. Aktivitas Pembelajaran 2
1) Setelah kalian membaca beberapa contoh macam-macam makanan khas
daerah diatas, silahkan cari 5 contoh disertai gambar dan penjelasan
macam-macam makanan khas daerah di Indonesia selain yang telah
disebutkan diatas.
2) Catat hasil jawaban kalian pada tabel di LK. 2

d. Lembar Kerja

Lembar Kerja 2 (LK 2)

Nama :.............................................................

No Absen :…………………………………………..

Kelas :.............................................................

No Nama makanan & Daerah asal penjelasan
gambar

1.
2.
3.
4.
5.

3. Kegiatan Pembelajaran 3

a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
setelah membaca dan mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat:
1) menganalisis teknik dan alat pengolahan/pengawetan makanan khas asli
daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani
2) menumbuhkan rasa ingin tahu, kerjasama, dan bertanggungjawab dalam
menyampaikan pendapat

TP 2020/2021 11

b. Uraian Materi
TEKNIK DAN ALAT PENGOLAHAN/PENGAWETAN MAKANAN KHAS
DAERAH

Merebus dan membakar makanan merupakan teknik-teknik
pengolahan yang pertama dikenal. Kemajuan dibidang industri pembuatan alat
memasak mengembangkan teknik-teknik mengolah makanan. Dengan
menguasai teknik mengolah makanan, kita dapat menciptakan bermacam-
macam resep masakan yang lezat. Pada hakekatnya memasak adalah suatu
proses pemananasan bahan makanan. Guna pemanasan tersebut adalah
untuk meningkatkan rasa, memudahkan pencernaan, memperbaiki tekstur,
meningkatkan penampilan dan mematikan kuman. Dengan menguasai teknik
memasak, kita dapat memilih cara memasak yang sesuai dengan bahan
makanan yang akan dimasak sehingga memperoleh hasil yang diharapkan.

Perambatan panas dari suatu sumber panas ke dalam makanan yang
dimasak dapat melalui tiga cara yaitu:
1) Konduksi yaitu perambatan panas melalui benda perantara yang saling

bersentuhan dengan bahan makanan yang akan dimasak. Misalnya
merebus sayuran, dimana air dan bahan makanan saling menyatu;
2) Konveksi yaitu perambatan panas melalui benda perantara dimana panas
dari benda perantara tersebut ikut berpindah. Misalnya menggunakan
oven, terjadi sirkulasi uap panas;
3) Radiasi yaitu perambatan panas melalui pancaran panas langsung dari
sumber panas ke bahan makanan yang dimasak. Panas langsung ke
bagian dalam bahan makanan kemudian menyebar ke seluruh bagian
makanan. Misalnya memanaskan makanan dingin dari lemari es. Dengan
menggunakan oven microwave makanan tersebut akan cepat panas pada
bagian luar maupun dalam.

Dalam mengolah makanan ada tiga teknik pengolahan untuk membuat
makanan khas daerah yaitu :

TP 2020/2021 12

1) Teknik memasak basah

a) Merebus

Merebus (boiling) adalah memasak bahan

makanan di dalam cairan (air, susu atau

kaldu) mendidih (kurang lebih 100°c)

sehingga gelembung udara pecah di

permukaan cairan. Contoh masakan

demikian adalah urap sayuran, kentang rebus, dan lain-lain.

Teknik merebus dibagi menjadi dua yaitu:
▪ Simmering

adalah merebus bahan

makanan sampai titik didih

(kurang lebih 100°c) kemudian

api dikecilkan (kurang dari

100°c), proses merebus masih

terus berlangsung. Contoh

adalah membuat kaldu (stock). Teknik ini di Indonesia dikenal

dengan menyemur.

▪ Poaching

ialah merebus bahan makan

di dalam air yang sedikit

dengan api kecil, temperature

kurang dari 100°c. Proses

poaching terjadi perlahan

lahan dan sesuai untuk bahan

makanan yang mudah

dimasak dengan tekstur yang lembut, misalnya telur, ikan, buah

buahan.

b) Menyetup

Menyetup (stewing) ialah

memasak bahan makanan di

dalam cairan (air, kaldu atau

saus) dalam jumlah yang

hampir sama dengan bahan

yang dimasak. Proses

menyetup terjadi perlahan

lahan agar bahan makanan

TP 2020/2021 13

dapat lunak. Daging yang dimasak dengan cara ini biasanya dipotong
agak kecil. Contoh masakan ini adalah opor ayam, gulai kambing, dan
lain-lain. Menyetup juga dapat dilakukan pada buah buahan, dengan
menggunakan air gula dan kadang kadang diberi aroma dari cengkeh
atau kayu manis.
c) Braising

Braising adalah metode memasak bahan
makanan dengan menggunakan sedikit
air atau kaldu. Braising cocok untuk
memasak bahan makanan yang agak
keras dan diiris tipis tipis untuk
melembutkan serat seratnya. Bahan
makanan yang dapat dimasak secara braising antara lain daging sapi,
ayam atau itik dan juga sayur sayuran. Contoh masakan braising
antara lain, ayam goreng kecap.
d) Mengukus

Mengukus (steaming) ialah
memasak bahan makanan dengan
uap air mendidih. Alat yang
digunakan ialah risopan, dandang
dengan kukusan, langseng dan
soblungan atau klakat. Cara ini
lebih baik daripada merebus.
Contoh masakan ini adalah nasi
kukus dan pudding kukus (steamed pudding).
e) Mentim
Mentim (au bain marie) ialah memasak bahan makanan dengan
menggunakan panci tim atau dua panci, yang satu lebih kecil sehingga
dapat dimasukkan kedalam panci yang lain. Cara ini memerlukan
waktu lama. Contoh masakan ini adalah nasi tim dan pudding roti.
f) Memblansir
Memblansir (blanching) ialah merebus sebentar bahan makanan dalam
air mendidih, dengan maksud untuk mengurangi rasa dan bau,
misalnya lobak, rebung, dan tulang untuk kaldu. Bahan makanan yang
akan diawetkan perlu diblansir supaya warnanya tetap baik, misalnya
cabe merah.

TP 2020/2021 14

2) Teknik memasak kering
a) Memanggang
Memanggang ialah memasak bahan makanan di atas api terbuka. Api
tersebut diletakkan dibawah bahan makanan yang dimasak, sehingga
menimbulkan aroma yang sedap. Api tidak boleh terlalu besar agar
bahan makanan tidak hangus. Bahan makanan yang dipanggang
biasanya dalam bentuk kecil. Ada 2 macam cara memanggang yaitu
griddling atau pan broiling dan roasting.
• Griddling atau pan broiling
Griddling ialah memanggang di
atas sebuah griddle yaitu
lempengan besi rata yang
diletakkan di atas perapian.
Pan broiling ialah memanggang
diatas sebuah wajan dadar.

• Roasting

Roasting ialah metode

memasak dengan cara

memanggang bahan

makanan di dalam oven.

b) Mengepan atau mengoven
Mengepan atau mengoven
(baking) ialah memasak bahan
makanan didalam oven dengan
panas dari segala jurusan.
Mengepan lebih tepat untuk
memasak adonan roti dan kue.
Contoh masakan ini adalah

macam macam roti dan macam macam kue.

TP 2020/2021 15

c) Menyangan atau mengoseng

ialah memasak bahan makanan
tanpa minyak. Selain membuat
masak bahan makanan, juga
membuat aroma yang sedap.

3) Teknik memasak dengan minyak
a) Menumis
Menumis (saute) ialah
memasak bahan makanan
dengan minyak atau lemak
sedikit sambil diaduk. Bahan
makanan yang ditumis
adalah bahan makanan
dengan tekstur lembut.
Contoh masakan ini adalah tumis kangkung.

b) Menggoreng
Menggoreng (frying) ialah memasak bahan makanan di dalam minyak.
Ada 2 macam menggoreng, yaitu menggoreng didalam minyak sedikit
(pan frying/shallow frying) dan menggoreng didalam minyak banyak
(deep frying). Sebagai contoh menggoreng di dalam minyak sedikit
adalah menggoreng ayam, ikan, tahu, tempe. Adapun contoh
menggoreng di dalam minyak banyak adalah menggoreng kentang,
kerupuk, dan sejenisnya.

Gambar deep frying Gambar shallow frying

TP 2020/2021 16

Apabila bahan makanan yang akan digoreng diberi lapisan, maka ada 3
cara yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut.
• Cara Perancis

Bahan makanan yang akan digoreng dilapisi lebih dahulu dengan
tepung kering. Contoh masakan ini adalah ikan goreng.
• Cara Inggris
Bahan makanan yang akan digoreng dilapisi lebih dahulu dengan
tepung panir atau tepung roti (bread crumb), disebut juga memanir.
Memanir dapat dikerjakan satu kali maupun dua kali. Memanir satu kali
ialah apabila bahan makanan dicelupkan kedalam telur kemudian
digulingkan kedalam tepung panir. Memanir dua kali ialah bahan
makanan digulingkan kedalam tepung
terigu atau tepung panir, dicelupkan kedalam telur kemudian
digulingkan kembali kedalam tepung panir. Contoh masakan ini adalah
kroket.
• Cara Orly
Bahan makanan yang akan digoreng dicelupkan terlebih dahulu
kedalam adonan yang dibuat dari tepung, telur, dan cairan. Adonan ini
disebut frying batter. Contoh masakan ini adalah pisang goreng.

TP 2020/2021 17

Selain metode memasak yang telah diterangkan di atas, ada
beberapa istilah yang dipergunakan dalam pengolahan makanan
yaitu:
a) Memfilir

Memfilir (filleting) ialah menghilangkan tulang atau duri pada daging
ayam atau ikan.
b) Meladir
Melardir (larding) ialah menjahitkan pita-pita lemak pada permukaan
daging yang tidak berlemak sebelum daging tersebut dipanggang
supaya tidak menjadi kering.
c) Membardir
Membardir (barding) ialah membukus daging atau unggas yang tidak
berlemak dengan lapisan lemak yang tipis sebelum dimasak agar tidak
menjadi kering.
d) Menggelasir
Menggelasir (glazing) ialah memberi lapisan mengkilap pada makanan.
Sayuran digelasi dengan cara merebus dengan air gula, kue digelasir
dengan campuran gula halus dengan putih telur atau dengan agar-
agar. Sedangkan ikan, ayam, dan daging digelasir dengan gelatin atau
agar-agar.
e) Mengentalkan
Mengentalkan (thickening) ialah menambah bahan pengental pada
masakan yang cair sehingga menjadi masakan yang kental. Bahan
pengental yang dapat digunakan ialah macam-macam tepung, macam-
macam zat pati, telur, gelatin dan agar-agar. Gelatin adalah sejenis
tepung yang dibuat dari tulang sapi.
f) Menjernihkan
Bila kita membuat sirop atau kaldu seringkali keruh. Untuk
menjernihkan (clarifying) tidak cukup dengan saringan, tetapi harus
menggunakan bahan penjernih, yaitu putih telur untuk membuat kue
perlu dikocok lebih dahulu agar kue dapat mengembang.
g) Memarinasi
Memarinasi (marinating) ialah merendam bahan makanan di dalam
cairan berbumbu agar bahan makanan tersebut lebih enak dan tidak
lekas basi.

TP 2020/2021 18

h) Mengisi
Yang dimaksud dengan mengisi (stuffing) disini adalah mengisi bahan
makanan dengan daging, ayam atau ikan yang dicincang dan dicampur
tepung panir, nasi atau macaroni, dan bumbu bumbu.

i) Memanir
Memanir (coating) ialah memberi lapisan kulit pada makanan dengan
menggunakan telur dan tepung panir, kemudian digoreng.

c. Aktivitas 3
1) Carilah 5 contoh makanan khas daerah yang pernah kalian nikmati dan
ceritakan teknik memasak yang digunakan.
2) Catat hasil jawaban kalian pada tabel di LK. 3

d. Lembar Kerja

Lembar Kerja 3 (LK 3)

Nama :.............................................................

No Absen :…………………………………………..

Kelas :.............................................................

No Nama makanan& asal daerah Teknik memasak yang digunakan
1
2
3
4
5

4. Kegiatan Belajar 4

a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
setelah membaca dan mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat:
1) menganalisis tahapan proses pengolahan/pengawetan makanan khas asli
daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani
2) menumbuhkan rasa ingin tahu, kerjasama, dan bertanggungjawab dalam
menyampaikan pendapat

TP 2020/2021 19

b. Uraian Materi
TAHAPAN PROSES PENGOLAHAN/PENGAWETAN MAKANAN KHAS
DAERAH

Contoh teknik pengolahan makanan, di bawah ini disajikan teknik
pembuatan makanan khas daerah dari Sumarta Barat yakni rendang. Rendang
merupakan salah satu contoh makanan khas daerah Sumatera yang banyak
digemari oleh konsumen lokal, maupun mancanegara.

Berikut ini adalah bahan-bahan, alat, dan proses pembuatan rendang.
1) Bahan yang digunakan pada pembuatan rendang

Sebelum melakukan pembuatan rendang, diperlukan langkah untuk
menentukan atau memilih bahan yang akan digunakan. Bahan utama yang
digunakan dalam pembuatan rendang adalah daging. Daging merupakan
produk pangan yang berasal dari hewan. Pembuatan rendang umumnya
menggunakan daging sapi bagian bahu.

Kualitas daging dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik pada waktu
hewan masih hidup maupun setelah dipotong. Faktor penentu kualitas
daging pada waktu hewan hidup adalah cara pemeliharaan yang meliputi:
pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan, dan perawatan kesehatan.
Kualitas daging juga dipengaruhi oleh pengeluaran darah pada waktu hewan
dipotong dan kontaminasi sesudah hewan dipotong.

Kriteria yang dipakai sebagai pedoman untuk menentukan kualitas
daging yang layak konsumsi adalah seperti berikut.
a) Keempukan daging ditentukan oleh kandungan jaringan ikat. Makin tua

usia hewan, susunan jaringan ikat makin banyak sehingga daging yang
dihasilkan makin liat.
b) Kandungan lemak adalah lemak yang terdapat di antara serabut otot.
Lemak berfungsi sebagai pembungkus otot dan mempertahankan
keutuhan daging pada waktu dipanaskan. Lemak berpengaruh terhadap
cita rasa.
c) Daging berkualitas baik mempunyai rasa gurih dan aroma yang sedap.
d) Kelembaban: secara normal, daging mempunyai permukaaan yang
relatif kering sehingga dapat menahan pertumbuhan mikroorganisme
dari luar. Dengan demikian, kelembaban memengaruhi daya simpan
daging tersebut.

TP 2020/2021 20

Kriteria daging yang tidak baik, bau dan rasa tidak normal akan segera
tercium sesudah hewan dipotong. Hal tersebut dapat disebabkan oleh
adanya kelainan sebagai berikut.
a) Hewan sakit terutama yang menderita radang bersifat akut pada organ

dalam yang akan menghasilkan daging berbau seperti mentega tengik.
b) Hewan dalam pengobatan terutama dengan pengobatan antibiotik akan

menghasilkan daging yang berbau obat-obatan.
c) Warna daging tidak normal, tidak selalu membahayakan kesehatan,

namun akan mengurangi selera konsumen.
d) Konsistensi daging tidak normal yang ditandai kekenyalan daging

rendah, dapat mengindikasikan daging tidak sehat.
e) Daging busuk, pembusukan dapat terjadi karena penanganan yang

kurang baik pada waktu pendinginan sehingga aktivitas bakteri
pembusuk meningkat, sehingga terjadi proses pemecahan protein oleh
enzim-enzim dalam daging yang menghasilkan amoniak dan asam sulfat.

Bahan tambahan dalam pembuatan rendang antara lain sebagai
berikut.
a) Kelapa, terdiri atas kelapa parut, santan kental, dan santan encer.

Kelapa yang digunakan kelapa tua dan segar.
b) Bumbu, terdiri atas bawang merah, bawang putih, cabai merah,

ketumbar, kemiri, jahe, garam, gula pasir, sereh, lengkuas, dan daun
kunyit. Bumbu- bumbu ini berguna untuk pengental, penambah cita rasa
dan aroma.

Adapun syarat terpenting dalam memilih bahan tambahan yaitu:
berkualitas dan segar.

TP 2020/2021 21

2) Alat - Alat Pembuatan Makanan Khas Daerah

Sumber: reluctantgourmet.com

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan rendang adalah seperti
berikut.
a) Pisau, untuk memotong
b) Talenan, sebagai atas untuk memotong
c) Parutan, untuk memarut kelapa
d) Ulekan/ blender, untuk menghaluskan bumbu
e) Kompor, untuk memasak bahan
f) Penggorengan, sebagai wadah untuk memasak
g) Gelas ukur, digunakan untuk mengukur volume santan
3) Proses Pembuatan Rendang

Berikut merupakan proses pembuatan rendang: 22
a) Persiapkan alat dan bahan.
b) Pilih daging yang bertekstur dan berserat halus.
c) Potong melawan serat dengan tebal 2 cm.

TP 2020/2021

d) Masukkan bumbu dan daging ke dalam santan cair. Masak sambil diaduk
sampai empuk dan kuah kental.

e) Santan kental dituang. Masak di atas api kecil sambil diaduk sampai
meresap dan berminyak.

f) Rendang siap disajikan dan dikemas

4) Keselamatan Kesehatan Kerja pada Saat Proses Pembuatan Rendang
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada dunia usaha dan dunia

industri harus diperhatikan dengan saksama oleh semua tenaga kerja dalam
lingkup kerjanya. Pelaksanaan K3 merupakan salah satu bentuk upaya untuk
menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari pencemaran
lingkungan sehingga dapat mengurangi kecelakaan dalam kerja dan dapat
meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga keamanan kerja
di dapur antara lain peralatan listrik harus dalam kondisi baik. Letaknya tidak
dekat dengan air, penerangan ruangan cukup, dan lantai tidak licin.

Menghindari bahaya kerja di dapur, kita harus memperhatikan hal-hal
berikut.
a) Upayakan semua pisau tajam. Pisau yang tajam lebih aman dan tidak

membutuhkan tenaga untuk menekan dan menghindari meleset pada
waktu memotong.
b) Pakailah talenan pada saat memotong, jangan memakai lapisan meja
metal.
c) Pakailah serbet sebagai alas talenan supaya tidak licin.
d) Pakailah pisau hanya untuk memotong, jangan untuk membuka
kaleng/botol atau lainnya.
e) Jangan mencoba menangkap pisau yang jatuh saat dipakai, hindari
dengan badan ke belakang, biarkan pisau jatuh.
f) Jangan meletakkan pisau di cucian dalam air karena tidak kelihatan,
sedangkan pisaunya tajam.
g) Cucilah pisau setelah dipakai dengan hati-hati, bagian tajam dijauhkan
dari badan.
h) Letakkan pisau di tempat aman selama tidak dipakai.
i) Membawa pisau harus hati-hati, bagian tajam menghadap ke bawah,
jangan mengayunkan tangan.

TP 2020/2021 23

j) Setelah selesai menggunakan alat, bersihkan dan kembalikan ke tempat
semula dengan rapi dan bersih.

Peralatan K3 dalam pembuatan makanan khas daerah:

Celemek Penutup Kepala Sarung tangan

(Sumber: Dokumen Kemdikbud)

c. Aktivitas 4
Observasi/Studi Pustaka
1) Amati penjual makanan khas daerah di wilayahmu, cari infomasi berikut:
a) Apa makanan khas daerahmu yang terbuat dari bahan nabati /hewani?
b) Bahan dan alat apa yang diperlukan dan bagaimana memilih bahan yang
baik untuk membuat makanan daerah tersebut?
2) Catat hasil jawaban kalian pada tabel di LK. 4

d. Lembar Kerja

Lembar Kerja 3 (LK 3)

Nama :.............................................................

No Absen :…………………………………………..

Kelas :.............................................................

Nama makanan Kriteria bahan yang baik
1.
Bahan 2.
1. 3.
2. Alat
3. 1.
2.
3.

TP 2020/2021 24

5. Kegiatan Belajar 5

a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
setelah membaca dan mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat:
1) menganalisis teknik pengemasan makanan khas asli daerah (orisinil) dari
bahan pangan nabati dan hewani
2) menumbuhkan rasa ingin tahu, kerjasama, dan bertanggungjawab dalam
menyampaikan pendapat

b. Uraian Materi
TEKNIK PENYAJIAN DAN PENGEMASAN MAKANAN KHAS DAERAH

1) Jenis Bahan Kemas Olahan Makanan Khas Daerah
Penyajian dan kemasan merupakan tahapan akhir dari sebuah

produksi dan memegang peranan penting dalam usaha pengolahan
makanan. Makanan dengan penampilan menarik akan menggugah selera
karena untuk mengonsumsi, pertama-tama harus pandangan mata yang
bekerja, kemudian diikuti untuk indra penciuman untuk aroma, yang tentunya
panduan bumbu yang memberi indra rasa bekerja menghasilkan rasa nikmat.

Makanan khas daerah pada masa lampau biasanya dikemas dengan
menggunakan kemasan tradisional seperti kendil dari tanah liat, anyaman
daun pisang, daun kelapa, kelobot jagung, dll. Sesuai dengan kemajuan
zaman teknologi dan kebutuhan manusia, produk kemasan pun berkembang
terus-menerus. Saat ini, makanan khas daerah banyak dikemas
menggunakan kertas, plastik, kaca/gelas, aluminium foil, dan ada pula yang
dikombinasikan dengan kemasan tradisional.

TP 2020/2021 25

Perhatikan macam – macam kemasan berikut:

Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang
atau daya tarik pembeli. Oleh karena itu bentuk, warna, dan dekorasi dari
kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya.
Kriteria-kriteria tertentu juga harus diperhatikan dalam pemilihan wadah
penyajian/ kemasan, yaitu antara lain:
a) Bahan kemasan/ wadah penyajian mampu melindungi isinya dari

berbagai resiko dari luar.
b) Bahan kemasan tidak berbau.
c) Bahan kemasan/wadah penyajian memiliki daya tarik terhadap

konsumen.
d) Bahan kemasan/wadah penyajian mudah didapat.
e) Dalam wadah/kemasan disertakan label yang memuat nama produk,

tanggal, nama produsen, berat bersih, komposisi, merk dagang, tanggal
kadaluarsa, efek samping.

2) Teknik Pengemasan Makanan Khas Daerah
Pengemasan pertama yang diketahui adalah menggunakan bahan-

bahan alami yang tersedia pada saat itu diantaranya: keranjang dari alang-
alang, kantong kulit (bola tas), kotak kayu, vas tembikar, keramik amphorae,
tong kayu, tas anyaman, dll.

Ragam kemasan makanan tradisional yang sering dijumpai seperti
kemasan dengan menggunakan daun pisang, kelobot jagung (pelepah daun
jagung), daun kelapa/enau (aren), daun jambu air dan daun jati. Cara
pengemasannyapun dilakukan dengan berbagai macam cara seperti dapat
dilihat dalam tabel berikut ini.

TP 2020/2021 26

Cara mengemas Bahan kemasan Nama Makanan
Menggulung Lontong,
Daun pisang Bacang
Melipat Daunbambu Dodol
Membalut Daun/kelobot jagung Nagasari, tempe
Menganyam Tape
Daun pisang
Daun jambu Lemper, leupeut

Daun pisang Ketupat
Daun kelapa

Daun kelapa

Pengemasan, di atas bertujuan untuk melindungi makanan dari
kerusakan, juga merupakan daya pikat bagi orang agar tergiur
menikmatinya. Pada perkembangannya, manusia mulai memanfaatkan
bahan kemasan yang dibentuk secara khusus untuk keperluan mengemas,
yaitu dengan dibuatnya bahan kemasan dari kaca, kemudian dari perunggu

c. Aktivitas 5
Membuat karya
1) Buatlah salah satu produk makanan khas daerah
2) Laporkan dalam bentuk portofolio dari mulai persiapan hingga pelaksanaan
dalam bentuk foto.

d. Lembar Kerja
Lembar Kerja 3 (LK 3)

Nama :.............................................................
No Absen :…………………………………………..

Kelas :.............................................................

Laporan Pembuatan Karya
• Perencanaan

Identifikasi kebutuhan dan karakteristik bahan)
• Persiapan

mendata bahan dan alat
• Proses pembuatan

Tahapan pembuatan
• Penyajian dan pengemasan

TP 2020/2021 27

C. Rangkuman

Umumnya bahan pangan berasal dari dua sumber yaitu bahan pangan
nabati dan bahan pangan hewani. Bahan makanan nabati adalah bahan
makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti sayur-sayuran, buah-
buahan, umbi-umbian, dan serealia. Bahan makanan hewani adalah makanan
yang berasal dari hewan, seperti telur, ayam, daging, ikan, dan susu.

Manusia mulai memasak makanannya setelah menemukan dan
mengenal kegunaan api. Makanan itu dimasak dalam sebuah lubang yang digali
di tanah. Lubang itu kemudian ditutupi tanah liat. Setelah itu diisi air dan ke dalam
api itu dilemparkan batu-batu panas hingga air mendidih. Air mendidih ini
digunakan untuk merebus sayuran, ikan atau daging. Cara memanggang
makanan di atas bara api dilakukan dengan cara daging atau ikan ditusuk dengan
sepotong kayu dan diletakkan di atas api tersebut.

Merebus dan membakar makanan merupakan teknik-teknik pengolahan
yang pertama dikenal. Kemajuan dibidang industri pembuatan alat memasak
teknik mengolah makanan.

D. Tes Formatif

1. Daerah pegunungan yang dingin dan menghasilkan bahan pangan berupa sayur
mayur, umumnya diolah dengan rasa pedas untuk menghangatkan badan,
pernyataan ini merupakan…
a. Pengertian makanan daerah
b. Kebiasaan masyarakat Indonesia
c. Karakteristik makanan daerah
d. Manfaat makanan daerah
e. Keunggulan makanan khas daerah

2. Bahan utama produk makanan khas daerah adalah bahan… 28
a. Sayur
b. Buah
c. Beras
d. Hewani/nabati
e. Bahan tambahan lain

TP 2020/2021

3. Perbedaan budaya dan bahan pangan yang tersedia membuat pengolahan produk
makanan khas berbeda di setiap daerah sehingga menghasilkan aneka jenis produk
makanan yang berbeda karakter. Makanan khas daerah Indonesia memiliki ciri khas
banyak menggunakan terasi dan petis sebagai pemberi rasa pada masakan adalah
daerah…
a. Masakan Jawa timur
b. Masakan ala Barat
c. Masakan Sumatra Barat
d. Masakan Jawa Barat
e. Masakan Jawa Tengah

4. Bahan seperti daging, telur, kedelai dan kacang hijau kandungan nutrisi utamanya
adalah…
a. Kalium
b. Karbohidrat
c. Protein
d. Lemak
e. Mineral

5. Karbohidrat yang merupakan sumber kalori utama bagi manusia, umumnya
terdapat pada…
a. Ketimun
b. Kentang
c. Terong
d. Tomat
e. Apel

6. Contoh makanan khas daerah yang mengandung karbohidrat adalah…
a. Gudeg
b. Semur
c. Getuk
d. Ayam betutu
e. Karedok

TP 2020/2021 29

7. Contoh makanan khas daerah yang mengandung protein…
a. Gudeg
b. Semur jengkol
c. Getuk
d. Urap
e. Ayam betutu

8. Contoh makanan khas daerah yang banyak mengandung lemak adalah…
a. Gethuk
b. Klepon
c. Serabi
d. Urap
e. Soto medan

9. Beberapa makanan khas daerah yang banyak mengandung lemak yang tinggi
karena menggunakan bahan cair seperti…
a. Air
b. Tuak
c. Susu
d. Gula
e. Santan kental

10. Manusia mulai memasak makanannya setelah menemukan dan mengenal
kegunaan api. Makanan itu dimasak dalam sebuah lubang yang digali di tanah.
Lubang itu kemudian ditutupi tanah liat. Setelah itu diisi air dan ke dalam api itu
dilemparkan batu-batu panas hingga air mendidih. Air mendidih ini digunakan untuk
merebus sayuran, ikan atau daging. Pernyataan diatas merupakan Latar belakang
dari….
a. Sistem pengolahan makanan khas daerah
b. Sistem Penjualan makanan khass daerah
c. Kandungan gizi makanan khas daerah
d. Cara menyimpan bahan makanan
e. Cara membersihkan bahan makanan

TP 2020/2021 30

11. Yang merupakan teknik pengolahan yang pertama di kenal adalah…
a. Memanir dan mengukus
b. Mengukus dan membakar
c. Menumis dan menggoreng
d. Merebus dan membakar
e. Merebus dan menggoreng

12. Menjahit pita lemak pada permukaan daging yang tidak berlemak sebelum daging
di panggang adalah
a. Meladir
b. Memanir
c. Membardir
d. Menggelasir
e. Memarinasi

13. Merendam bahan makanan dengan cairan berbumbu agar lebih enak dan tidak
cepat basi disebut…
a. Meladir
b. Memanir
c. Membardir
d. Menggelasir
e. Memarinasi

14. Pengemasan pertama yang diketahui adalah menggunakan bahan-bahan alami
yang tersedia pada saat itu diantaranya….
a. Kertas
b. Plastik
c. Kantong kulit
d. Kaca/gelas
e. Aluminium foil

15. Contoh makanan khas daerah yang dikemas dengan cara dilipat adalah…. 31
a. Lemper
b. Nagasari
c. Ketupat
d. Dodol
e. Leupeut

TP 2020/2021

E. Kunci jawaban

1B 6C 11 D
2D 7E 12 A
3A 8E 13 E
4C 9E 14 C
5B 10 A 15 B

F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Apakah kegiatan latihan/tugas yang terdapat pada kegiatan pembelajaran sudah
dilakukan? Bagaimana hasilnya? Apakah mudah untuk dilakukan? Jika masih merasa
kurang kompeten, silakan diulangi lagi membaca materi pada kegiatan pembelajaran.
Namun jika sudah mampu melakukan silakan lanjut ke pembelajaran berikutnya.

TP 2020/2021 32

III. PENUTUP

Modul Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas XI KD 3.3. dan 4.3. ini
mempelajari tentang sistem pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil). Mudah-mudahan
kalian bisa mempelajari materi tersebut dengan baik. Supaya kalian lebih memahami dan
menguasai materi sistem pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil), kalian dipersilakan
mempelajari dari sumber-sumber belajar lain yang relevan dan kredibel. Semoga apa yang
disampaikan didalam modul ini dapat bermanfaat.

TP 2020/2021 33

DAFTAR PUSTAKA

Setyowati, I, dkk. (2017). Prakarya dan Kewirausahaan: Buku Guru Edisi Revisi. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

https://makananoleholeh.com/makanan-khas-34-provinsi/

TP 2020/2021 34


Click to View FlipBook Version