LAPORAN BEST PRACTICE MODEL PEMBELAJARAN
DISCOVERY LEARNING PADA
TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN
DI SMPN 6 DEPOK
Disusun oleh:
Ria Nita Hastuti, S.Pd.
UPTD SMPN 6 DEPOK
KOTA DEPOK
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
LEMBAR PENGESAHAN
Disusunoleh : Ria Nita Hastuti, S.Pd.
NUPTK : 9460771672130013
Jabatan : Guru Bahasa Indonesia
Unit Kerja : UPTD SMP Negeri 6 Depok
Alamat Instansi : Jl. Mandor Samin No. 62, Kel. Kalibaru, Kec. Cilodong
Kota Depok
BIOGRAFI PENULIS
Nama : Ria Nita Hastuti, S.Pd.
NUPTK : 9460771672130013
Jabatan : Guru Bahasa Indonesia
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : S1 (Sarjana Pendidikan)
Asal Sekolah : UPTD SMPN 6 Depok
Tempat Tanggal Lahir : Bogor, 28 November 1993
Alamat : Jl. RTM Gg. Swadaya 1 Rt.04 Rw.10 No.87, Tugu,
Cimanggis, Depok
Alamat email : [email protected]
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikumWarohmatullahiWabarakatuh
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya atas izin dan
karunia-Nya LAPORAN BEST PRACTICE MODEL PEMBELAJARAN
DISCOVERY LEARNING PADA TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN
DAN TEKS CERITA PENDEK DI UPTD SMPN 11 DEPOK. ini dapat
diselesaikan. Diharapkan melalui pedoman ini program pembelajaran di kelas bisa
lebih maksimal dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
Dalam penyusunan Best Practice ini, penulis banyak menerima bantuan dan
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih
kepada yang terhormat:
1. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok
2. Kepala UPTD SMPN 11 Kota Depok yang telah memberi izin, kesempatan dan
kepercayaan penulis untuk mengadakan penelitian ini seluas-luasnya.
3. GI (Guru Inti) PKP tahap 2 Ibu Hj. Sri Margawati, M.Pd. yang telah memberikan
ilmunya untuk belajar menyusun Best Practice dan memberikan pembekalan
untuk penulis dalam mengembangan inovasi pembelajaran.
4. Kepala Sekolah UPTD SMPN 6 DEPOK Bapak Sumarno, M.Pd. yang telah
memeberi kesempatan dan memberi bantuan selama PKP tahap 2 berlangsung.
5. Rekan guru Bahasa Indonesia di UPTD SMPN 6 DEPOK yang telah memberi
bantuan selama proses penyusunan Best Practice ini.
6. Rekan sesama GS (Guru Sasaran) PKP tahap 2 Bahasa Indonesia yang telah
membantu menyusun Best Practice ini.
Penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh smepurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan karya ini.
Wassalamu’alaikumWarohmatulahiWabarokatuh.
Depok, Januari 2019
Penyusun
DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL...........................................................................................
HALAMAN PENGESAHAN .........................................................................
BIODATA PENULIS......................................................................................
KATA PENGANTAR.....................................................................................
DAFTAR ISI...................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................
BAB I PENDAHULUAN................................................................................
A. Latar Belakang Masalah.......................................................................
B. Jenis Kegiatan......................................................................................
C. Manfaat Kegiatan.................................................................................
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN ..........................................................
A. Tujuan dan Sasaran ..............................................................................
B. Bahan/Materi Kegiatan ........................................................................
C. Metode/Cara Melaksanakan Kegiatan ..................................................
D. Alat/Instrumen ....................................................................................
E. Waktu dan Tenpat Kegiatan .................................................................
BAB III HASIL KEGIATAN ..........................................................................
BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI ................................................
A. Simpulan..............................................................................................
B. Rekomendasi .......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................
LAMPIRAN....................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN
Tugas IN-1
LK.1 PengembanganPembelajaran ..................................................................
LK 2 Pendalaman Materi.................................................................................
Tugas IN-2
LK.3 Format desain pembelajaran sesuaipembagian KD .................................
LK.4 Penilaian HOTS sesuaipembagian KD....................................................
Tugas ON-1
LK.5 RPP sesuai pembagian KD .....................................................................
LK.3 Format desain pembelajaran ...................................................................
LK.4 Penilaian HOTS Laporan Hasil percobaan .............................................
Tugas IN- 3
LK.6 Reviu RPP sesuai pembagian KD ...........................................................
LK.4d Reviu Penilaian HOTS sesuai pembagian KD.......................................
Tugas ON-2
Lembar_Observasi_Praktik_Pembelajaran_ Laporan Hasil percobaan ............
LK.7 Jurnal Pratek Pembelajaran Laporan Hasil Percobaan ............................
LK.5 RPP Cerita Pendek .................................................................................
Jurnal Belajar OJL ON 2 .................................................................................
Tugas IN- 4
Tugas I ............................................................................................................
ON- 3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 57 menyatakan bahwa evaluasi dilakukan dalam rangka
pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas
penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Evaluasi
dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan pada jalur
formal dan nonformal untuk semua jenjang, satuan, dan jenis pendidikan.
Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan
selama ini, penulis menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis meyakini
bahwa buku tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan
oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata, dalam praktiknya,
penulis mengalami beberapa kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai
dengan latar belakang siswa. Selain itu, penulis masih berfokus pada penguasaan
pengetahuan kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian
proses berpikir siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan
C3 (aplikasi).
Penulis pernah melakukan pembelajaran dengan mengedepankan
keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) namun, dirasa tidak semua materi
bisa digunakan pembelajaran HOTS sehingga kesulitan untuk penulis
menerapkan pembelajaran HOTS tersebut dan mengedepankan pembelajaran
abad 21 dirasakan kesulitan jika harus semua kompetensi dasar menggunakan
metode atau keterampilan tersebut.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa diperoleh informasi
bahwa (a) siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru
dengan cara ceramah, (b) selain ceramah, metode yang selalu dilakukan guru
adalah penugasan. Sebagian siswa mengaku jenuh dengan tugas-tugas yang
hanya bersifat teoritis, dan hanya menyalin dari buku teks.
Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, siswa harus dibekali
keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu
model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam
implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran (Discovery learning).
Menurut Hosnan (2014:282): “discovery learning adalah suatu model untuk
mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki
sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan.
Melalui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar berpikir analisis dan mencoba
memecahkan sendiri masalah yang dihadapi”
Dalam mengaplikasikan model pembelajaran Discovery Learning, guru
berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa
untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing
dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Kondisi seperti ini
ingin mengubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student
oriented.
Setelah melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan
model discovery learning, penulis menemukan bahwa proses dan hasil belajar
siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Ketika
model discovery learning ini diterapkan pada kelas XI ternyata proses dan hasil
belalajar siswa sama baiknya. Praktik pembelajaran discovery learning yang
berhasil baik ini penulis simpulkan sebagai sebuah Best Practice (praktik baik)
pembelajaran berorientasi HOTS dengan model discovery learning.
B. Jenis Kegiatan
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan praktik ini adalah kegiatan
pembelajaran Bahasa Indonesia unit 1 Teks Laporan Hasil Percobaan.
C. Manfaat Kegiatan
Adapun manfaat Program PKP Berbasis Zonasi adalah sebagai berikut:
1) Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan
hingga penilaiannya;
2) Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat
meningkatkan kompetensinya;
3) Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi
akademik;
4) Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi
akademik dan manajerial.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Tujuan dan Sasaran
Tujuan penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik baik
penulis dalam menerapkan pembelajaran berorientasi penggunaan aspek HOTS,
5M, 4 Dimensi Pengetahuan dan Kecapakan Abad 21 di dalam RPP.
Sasaran Program PKP Berbasis Zonasi adalah siswa SMPN 6 khususnya
kelas XI sebanyak 35 orang.
B. Bahan/Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam praktik baik pembelajaran ini adalah
pembelajaran Bahasa Indonesia unit 1 Teks Laporan Hasil Percobaan.
Unit pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan Kompetensi Dasar unit 1 Teks
Laporan Hasil Percobaan adalah:
3.1 Menentukan informasi dari laporan percobaan yang dibaca dan didengar (percobaan
sederhana untuk mendeteksi zat berbahaya pada makanan, adanya vitamin pada
makanan,
dll)
4.1 Menyimpulkan tujuan, bahan/ alat, langkah, dan hasil dalam laporan percobaan yang
didengar dan/atau dibaca
C. Metode / Cara melaksanakan Kegiatan
Cara yang digunakan dalam pelaksanaan praktik baik ini adalah
menggunakan model pembelajaran discovery learning.
Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan praktik baik yang telah
dilakukan penulis.
1. Pemetaan KD
Pemetaan KD dilakukan untuk merancang pembelajaran yang digunakan di
kelas IX. Berdasarkan hasil telaah KD yang ada penulis menggunakan
model discovery learning dengan metode diskusi dan tanya jawab.
2. Analisis Target Kompetensi
Indikator pencapaian target kompetensinya sebagai berikut:
Unit 1 (Teks Laporan Hasil Percobaan)
3.1. Menentukan informasi dari Indikator Penunjang
laporan percobaan yang dibaca 3.1.1
dan didengar (percobaan Menentukan informasi dari laporan
sederhana untuk mendeteksi zat percobaan yang dibaca dan didengar
berbahaya pada makanan, adanya (percobaan sederhana untuk
vitamin pada makanan, dll) mendeteksi zat berbahaya pada
makanan, adanya vitamin pada
4.1 Menyimpulkan tujuan, bahan/ makanan, dll
alat, langkah, dan hasil dalam Indikator Kunci
laporan percobaan yang didengar 3.1.3 Mengidentifikasi informasi dari
dan/atau dibaca laporan percobaan yang dibaca dan
didengar (percobaan sederhana
untuk mendeteksi zat berbahaya
pada makanan, adanya vitamin pada
makanan, dll
Indikator Pengayaan
3.1.4 Menyimpulkan informasi dari
laporan percobaan yang dibaca dan
didengar (percobaan sederhana
untuk mendeteksi zat berbahaya
pada makanan, adanya vitamin pada
makanan, dll)
4.1.1 Merancang tujuan, bahan/
alat, langkah, dan hasil dalam
laporan percobaan yang didengar
dan/atau dibaca
4.1.2 Menyimpulkan tujuan, bahan/
alat, langkah, dan hasil dalam
laporan percobaan yang didengar
dan/atau dibaca
3. Pemilihan Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang dipilih adalah discovery learning .
4. Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Model Pembelajaran
5. Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan
pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan sintak discovery learning.
6. Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran yang dikembangkan
berdasarkan model Discovery Learning:
D. Media dan Instrumen
Media pembelajaran yang digunakan adalah;
a. Media cetak : Teks Hasil Percobaan dan Teks Cerita Pendek
dalam Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XI
Edisi Revisi 2018.
b. Media komputer : PPT, soft copy materi
Instrumen : Pengamatan saat kegiatan berlangsung
a. Penilaian sikap : Unjuk Kerja
b. Penilaian Keterampilan : Tes tertulis
c. Penilaian Pengetahuan
E. Waktu dan Tempat Kegiatan
Praktik baik ini dilaksanakan pada tanggal 26 November sampai 14 Desember tahun 2019
bertempat di IN (UPTD SMPN 11 Depok) dan ON (UPTD SMPN 6 Depok )
BAB III
HASIL KEGIATAN
A. Hasil Kegiatan
Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik baik ini diuraikan sebagai berikut.
1. Proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan dengan menerapkan
model pembelajaran discovery learning berlangsung aktif. Siswa menjadi
lebih aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan pertanyaan
pada guru maupun temannya. Aktifitas pembelajaran yang dirancang sesuai
sintak discovery learning megharuskan siswa aktif selama proses
pembelajaran.
2. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan dengan menerapkan model
pembelajaran discovery learning meningkatkan kemampuan siswa dalam
melakukan transfer knowledge.
3. Setelah kegiatan pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya memahami teori
materi tersebut, tetapi bagaimana mengamalkan dalam kegiatan sehari – hari
yang berhubungan dengan materi dan manfaatnya dalam kehidupan nyata.
Pemahaman ini menjadi dasar siswa dalam mempelajari materi Bahasa
Indonesia tentang:
Pemahaman mengenai Teks Hasil Percobaan untuk kelas IX.
Pemahaman tentang Teks Cerita Pendek untuk kelas IX.
4. Penerapan model pembelajaran discovery learning meningkatkan
kemampuan siswa untuk berpikir kritis.
5. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan
menanggapi topik yang dibahas dalam pembelajaran.
6. Dalam pembelajaran sebelumnya yang dilakukan penulis tanpa berorientasi
HOTS suasana kelas cenderung sepi dan serius. Siswa cenderung bekerja
sendiri-sendiri untuk berlomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru.
Fokus guru adalah bagaimana siswa dapat menyelesikan soal yang disajikan;
kurang peduli pada proses berpikir siswa. Tak hanya itu, materi pembelajaran
yang selama ini selalu disajikan dengan pola eduktif (diawali dengan ceramah
teori tentang materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasa),
membuat siswa cenderung menghapalkan teori. Pengetahuan yang diperoleh
siswa adalah apa yang diajarkan oleh guru.
7. Berbeda kondisinya dengan praktik baik pembelajaran Bahasa Indonesia
berorientasi HOTS dengan menerapkan discovery learning ini. Dalam
pembelajaran ini pemahaman benar-benar dibangun oleh siswa melalui
pengamatan dan diskusi yang meuntut kemampuan siswa untuk berpikir
kritis.
8. Penerapan model pembelajaran discovery learning juga meningkatkan
kemampuan siswa dalam memecahkan masalah (problem solving). Discovery
learning yang diterapkan dengan menyajikan teks tulis dan video berisi
permasalahan kontekstual mampu mendorong siswa merumuskan pemecahan
masalah.
9. Sebelum menerapkan discovery learning, penulis melaksanakan pembelajaran
sesuai dengan buku guru dan buku siswa. Meskipun permasalahan yang
disajikan dalam buku teks kadang kala kurang sesuai dengan kehidupan
sehari-hari siswa, tetap saja penulis gunakan. Jenis teks yang digunakan juga
hanya pada teks tulis dari buku teks.
10. Dengan menerapkan discovery learning, siswa tak hanya belajar dari teks
tulis, tetapi juga dari video serta diberi kesempatan terbuka untuk mencari
data, materi dari sumber lainnya.
B. Masalah yang Dihadapi
Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa
belajar dengan model discovery learning. Dengan tujuan untuk mendapat nilai
ulangan yang baik guru selalu mengguakan metode ceramah, siswa pun
merasa lebih percaya diri menghadapi ulangan (penilaian) setelah mendapat
penjelasan guru melalui ceramah. Masalah lainnya adalah guru tidak
mempunyai kompetensi yang memadai untuk membuat video pembelajaran.
Padahal selain sebagai media pembelajaran,. Video juga merupakan bentuk
teks audiovisual yang juga harus disajikan sesuai dengan rumusan KD.
Dalam kegiatan ini banyak menggunakan teknologi komputer dan jaringan
internet terutama dalam upload LK. Keterbatasan pengetahuan tentang
teknologi menghambat penyerapan pengetahuan dari program ini, Jaringan
webside yang lambat membuat pengiriman LK terhambat dan menyulitkan
peserta. Masalah yang dihadapi siswa belum terbiasa siswa belajar dengan
penggunaan aspek HOTS, 5M, 4 Dimensi Pengetahuan dan Kecapakan Abad
21. Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu
mengguakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri
menghadapi ulangan (penilaian) setelah mendapat penjelasan guru melalui
ceramah.
C. Cara Mengatasi Masalah
Agar siswa yakin bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia
dengan discovery learning dapat membantu mereka lebih menguasai materi
pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana,
mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat
tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Pemahaman dan kesadaran akan
pentingnya HOTS akan membuat siswa termotivasi untuk mengikuti
pembelajaran. Selain itu, kesadaran bahwa belajar bukan sekadar menghafal
teori dan konsep akan membuat siswa mau belajar dengan HOTS.
Kekurang mampuan guru membuat video pembelajaran dapat diatasi
dengan mengunduh video sesuai dengan KD yang akan dibelajarkan baik dari
youtube maupun dari Rumah Belajar. Dengan demikian, selain menerapkan
kegiatan literasi baca, siswa juga dapat meningkatkan literasi digitalnya.
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery learning layak
dijadikan praktik baik pembeljaran berorientasi HOTS karena dapat
meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan,
berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
2. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara
sistematis dan cermat, pembelajaran tematik dengan model pembelajaran
PBL yang dilaksanakan tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga
mengintegrasikan PPK, literasi, 5M, 4 Dimensi Pengetahuan dan
Kecapakan Abad 21.
B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil pembelajaran dalam program PKP berikut disampaikan
rekomendasi yang relevan:
1. Guru diharapkan memahami KD yang akan diajarkan dan selanjutnya
dapat membuat target KD dan Indikator.
2. Guru diharapkan menggunaan aspek HOTS, 5M, 4 Dimensi Pengetahuan
dan Kecapakan Abad 21 di dalam RPP.
3. Guru seharusnya mampu menciptakan pembelajaran HOTS.
4. Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi
dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar
dengan cara ini akan membantu siswa menguasai materi secara lebih
mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).
5. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut
melaksanakan pembelajaran menggunaan aspek HOTS, 5M, 4 Dimensi
Pengetahuan dan Kecapakan Abad 21. Dukungan positif sekolah, seperti
penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan kesempatan bagi
penulis utuk menerapkan praktik baik ini untuk menambah wawasan guru
DAFTAR PUSTAKA
1. Titik Harsiati. 2016. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/M.Ts.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Hlm 43-79
2. Titik Harsiati. 2016. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/M.Ts.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,Kemdikbud. Hlm. 47-60
3. Setiawati dkk. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
(PKB)Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi
Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skills. Jakarta. Direktorat
Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan Kementerian Pendidikandan Kebudayaan
4. Ariyana dkk. 2019. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Jakarta. Direktorat Jenderal Guru dan
Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Pertemuan Materi Durasi Media a) Pese
Diklat Keb
In-1 4 JP 1. Buku bero
1) Kebijakan 2. pegangan pend
In-2 PKP modul Bahasa pem
3 JP 1. Indonesia
2) PPK dan GLN 2. Bahan b) Gur
berorientasi Presentasi/
HOTS PPT a) Pese
Ana
3) Pengenalan Buku Pem
kelas pegangan HOT
pendamping modul Bahasa
online Indonesia b) Pese
Bahan unit
4) Pengembangan Presentasi/ Pem
pembelajaran PPT HOT
HOTS
c) Mem
1) Analisis unit d) Men
pembelajaran
mas
2) Desain
Pembelajaran
3) Penyusunan
soal HOTS
In-3 1) Tinjauan 2 JP 1. Buku a) Pese
desain pegangan Tinj
KegiatanPembelajaran Sumber ProdukPeserta
Belajar LK Tagihan
erta menyimak paparan tentang;
bijakan PKP, PPK dan GLN Guru Inti
orientasi HOTS, Pengenalan kelas
damping online, dan Pengembangan
mbelajaran HOTS.
ru PKP dan guru inti bertanya jawab
erta menyimak paparan tentang; Guru Inti
alisis unit pembelajaran, Desain
mbelajaran dan Penyusunan soal
TS.
erta PKP berlatih mmebuat; Analisis
t pembelajaran, Desain
mbelajaran dan Penyusunan soal
TS.
mpersentasikan.
ngambil kesimpulan dari setiap
sukan dan memperbaikinya.
erta menyimak paparan tentang; Guru Inti
jauan desain pembelajaran dan
pembelajaran modul Bahasa peni
dan penilaian
HOTS Indonesia b) Pese
2) Perbaikan
hasil tinjauan 2. Bahan dan
pembelajaran
dan penilaian Presentasi/ c) Pese
HOTS
1) Refleksi PPT d) Sem
peraktik
pembelajaran mem
dan penilaian
di sekolah pem
2) Desain
In-4 pembelajaran 2 JP 1. Buku a) Gur
In-5 dan penilaian pegangan pene
On-1 Berorientasi modul pem
ke-2 Bahasa
1) Laporan Best Indonesia b) Men
Practice hada
2. Bahan bers
1) RPP Unit 1 Presentasi/ pese
2) Desain Unit 2 PPT
c) Mem
peni
1 JP 1. Buku a) Pese
pegangan peny
modul
Bahasa b) Mem
Indonesia
a) Gur
2. Bahan Uni
Presentasi/
PPT
2 JP 1. Buku
pegangan
ilaian HOTS.
erta membuat desain pembelajaran
penilaian HOTS.
erta PKP menampilkan karyanya.
mua peserta dan guru inti
mperbaiki hasil tinjauan
mbelajaran dan penilaian HOTS.
ru inti bertanya kepada peserta PKP Guru Inti
emuan atau kesulitan apa ketika
mbelajaran dan penilaian di sekolah.
ncari pemecahan masalah yang di
api ketika guru di sekolah secara
sama-sama antara guru inti dan
erta yang lain.
mbuat Desain pembelajaran dan
ilaian Berorientasi ke-2.
erta menyimak paparan tentang Guru Inti
yusunan Laporan Best Practice.
mbuat Laporan Best Practice.
ru menyiapkan dan membuat RPP Pengawas
it 1penggunaan aspek HOTS, 5M, 4 /
modul Dim
Bahasa Aba
Indonesia b) Gur
2. RPP Unit 1 c) Gur
3. Desain Unit tinja
2 Des
On-2 1) Peraktik Unit 1 2 JP 1. Buku guru a) Gur
On-3
2) RPP Unit 2 dan siswa HOT
Bahasa dan
Indonesia pem
2. RPP Unit 2 b) Gur
3. Cerpen Uni
Dim
Aba
1) Peraktik Unit 2 3 JP 1. Buku a) Gur
HOT
2) Penyusunan pegangan dan
pem
laporan Best modul
b) Gur
Practice Bahasa Prac
3) OJL1, 2, dan Indonesia
3. 2. Buku
pegangan
modul
Bahasa
Indonesia
3. Infokus/
Video
mensi Pengetahuan dan Kecapakan KepalaSek
ad 21 di dalam RPP. olah
ru membuat Desain Unit 2
ru memperbaiki kekurangan hasil Pengawas
auan pembuatan RPP Unit 1 dan /
sain Unit 2
ru menerapkan penggunaan aspek KepalaSek
TS, 5M, 4 Dimensi Pengetahuan olah
Kecapakan Abad 21 di dalam
mbelajaran Unit 1.
ru menyiapkan dan membuat RPP
it 2 penggunaan aspek HOTS, 5M, 4
mensi Pengetahuan dan Kecapakan
ad 21 di dalam RPP.
ru menerapkan penggunaan aspek Pengawas
TS, 5M, 4 Dimensi Pengetahuan /
Kecapakan Abad 21 di dalam KepalaSek
mbelajaran Unit 1. olah
ru menyusunan laporan Best
ctice, OJL 1, 2, dan 3