PROLOG
Pasti kita sering merutuk ketika hidup sedang menertawakan kita dengan memberi
banyak cobaannya. Kegagalan demi kegagalan datang silih berganti seakan kita pantas
mendapatkannya. Pada saat-saat seperti itu, kita pasti merasa seperti orang paling
menderita sedunia. Tapi benarkah begitu adanya?
Ibarat roda yang berputar, hidup tidak akan selamanya memberi kita kesulitan. Hari
baik pasti akan kembali datang nantinya. Dan setiap kegagalan yang pernah kita alami
pasti akan menjadi cerita yang dapat kita bagi. Kelak ketika hari itu tiba, percayalah, kita
bisa menertawakan semuanya.
Jadi apabila kesulitan masih menjadi teman perjalananmu hari ini, nikmatilah
keberadaannya. Besok, kita tertawakan bersama.
01
PERTAMA
“DERAIAN RINDU UNTUKMU”
Bertahun - tahun sudah berlalu,
Bayangmu tetap ada walau ragamu telah tiada.
Rasamu kepadaku tetap sama; dari awal kau bertemu denganku bahkan sampai Tuhan
kembali mengambilmu, kau tetap mencintai putri kecilmu.
Aku adalah seseorang yang kau puji setiap harinya bahkan ketika aku menangis karna tak
dibelikan mainan baru, kau hanya berkata "Lihat, bagaimana putriku tetap terlihat cantik
bahkan saat ia merajuk" dan aku kembali tersenyum hanya karna perkataanmu.
Kau mengusahakan segala cara agar aku tetap tertawa, kau mengajakku bermain
meskipun lelahmu tak dapat terhindarkan, kau juga membacakanku sebuah cerita saat aku
tak bisa terlelap padahal kantukmu sudah tak bisa kau bendung.
Kau tak memarahiku dengan keras saat aku melakukan kesalahan, kau menasehatiku
dengan begitu lembut agar tak membuatku bersedih. Kau selalu berusaha terlihat hebat
dihadapanku, dan ku akui bahwa kau telah menjadi figur terhebat untuk diriku.
Ayah,
Terima kasih karena telah menjadi sosok terhebat dalam hidupku sekaligus kehilangan
paling menyakitkan yang pernah ada.
02
KEDUA
“AKU PERNAH MENYAKITINYA TANPA IA TAHU”
Aku pernah dengan sengaja mengabaikan pesannya hingga larut malam, lalu dengan
mudah ku katakan bahwa pada hari itu kesibukanku tak dapat ku tinggali, kemudian ia
hanya tersenyum sambil berkata "yasudah, tak apa. Kehidupanmu bukan hanya
tentangku"
Aku pernah berbohong padanya, mengatakan dengan lantang bahwa aku sangat
merindukannya padahal nyatanya hatiku biasa saja saat ia tak ada.
Aku pernah menolak ajakannya ketika ia ingin bertemu, dengan alasan bahwa aku sudah
mempunyai janji dengan temanku namun ia tak mempermasalahkan hal itu.
Aku pernah berkata bahwa aku tak ingin kehilangannya namun jauh didalam hatiku, aku
ingin melepaskannya.
Aku pernah terlihat cemburu saat ia dekat dengan wanita lain, ku kira ia akan
memarahiku namun ia berkata "cemburumu adalah salah satu tanda bahwa kau
mencintaiku, dan aku tak akan memarahimu karna kau memang berhak untuk itu"
Dan salah satu hal yang paling fatal adalah aku berpura - pura mencintainya, ketika ia
mencintaiku dengan utuh tanpa berniat untuk meninggalkan.
Ya benar, aku pernah menjadi seseorang yang paling jahat untuk dirinya tanpa ia tahu.
03
KETIGA
“UNTUK TUAN SI PENCINTA KOPI”
Yah, hari ini aku akan memulai lembaran baru dengan usia yang baru. Aku akan tetap
menjadi pribadi yang hebat bagi jiwa - jiwa yang membutuhkan pundakku. Dan tak lupa,
aku berterima kasih pada ayah yang hebat, begitu juga aku akan berterimakasih pada
semesta, karna tanpanya aku bukan apa - apa.
Yah, semoga bahagia selalu menyertai dalam kehidupanmu di sana, Dan tak lupa, terima
kasih karena telah menetap untuk waktu yang lama, merawatku, mengajariku apa arti
sebuah kasih sayang.
Selamat tinggal lembaran lama, hari ini aku Aruna akan memulai lembaran baru dengan
segala cerita yang akan datang!
Tetapi aku tidak akan melupakan lembaran yang lama, aku akan menyimpannya di
sebuah tempat yang cukup rahasia, hanya aku dan ayah yang tau, terima kasih lagi ya
yah… karena telah melengkapi cerita ku yang dulunya sangat rusak, aku rasa aku tidak
ingin membahasnya.
Karena ayah tau sendiri kan, lembaran itu cukup tidak menarik untuk aku bahas di
lembaran baru ini, aneh rasanya kalau aku harus menceritakanya di lembaran ku yang
belum aku tau kedepanya kan seperti apa.
Untuk saat ini, aku ingin menikmati lembaran baru ku ini, smeoga di lembaran baru ku
ini… aku menemukan orang yang membuat lembaran baru ku ini menjadi lebih berarti
lagi untuk di kenang.
04
KEEMPAT
“DARIKU UNTUK DIRIKU”
Rasanya sudah lama kita tak berbicara berdua, aku merindukannya. Semenjak orang lain
hadir antara kau dan aku, kau seperti sudah tak peduli akan aku. Kau terlalu sibuk
mementingkan keadaannya, hingga lupa bahwa akupun perlu diperhatikan.
Kau menangisinya sepanjang malam dengan dalih kepergiannya yang tak bisa kau terima,
padahal ada aku yang bisa menjadi alasanmu untuk tetap berbahagia. Kira - kira kapan
terakhir kali kau berterima kasih kepadaku? Mungkin sudah lama, benarkan?
Kau lupa bahwa aku sudah mencoba bertahan sejauh ini, menahan rasa sakit yang tak
seharusnya ku lakukan tapi demi dirimu aku melakukannya. Saat kau merasa terluka,
akupun sama. Bahkan saat hatimu dibuatnya mati, akupun merasakannya.
Kau dan aku adalah satu yang terhubung pada garis yang sama. Saat kau mati, akupun
mati. Maka kumohon, setidaknya berhenti menyakiti dirimu sendiri hanya karenanya.
Lihatlah, aku selalu ada dalam setiap jatuhmu.
Mari berdiri,
Kembalilah mencintaiku seperti sebelum mengenalnya, sampai kau merasa bahwa aku
pantas untuk selalu dicintai. Hargailah keberadaanku bahkan dalam sekecil apapun
usahaku, hargailah aku.
Percayalah,
Aku akan tetap ada, walaupun dunia tak berpihak padamu. Maka cintailah aku, sebelum
kau mengenal dunia baru.
05
KELIMA
“SATU, BULAN TUJUH”
Kemarin,
Aku kembali membuka memori lama tentang kau dan aku. Membaca pesan singkat yang
kau kirimkan dahulu, namun tak seperti tahun - tahun sebelumnya;tak ada air mata ketika
mengingatmu, lagi. Kurasa aku memang sudah benar - benar melepasmu, entah soal raga
maupun rasa.
Yang awalnya ku kira akan berakhir dengan sesak, nyatanya tidak sama sekali. Hanya
ada seutas senyum kecil ketika aku kembali membacanya dan benar ternyata, bahwa
mengikhlaskan adalah hal paling ampuh untuk menyembuhkan luka lalu.
Untukmu masa lalu,
Kau tetaplah baik pada masamu terdahulu, kau tidaklah buruk. Mungkin saja ceritamu
dan aku memang tak ditakdirkan bahagia. Dan mungkin, semesta memang sengaja
mempersatukanku denganmu hanya untuk menuliskan cerita sementara.
06
KEENAM
“RINDU”
Singkat saja, aku merindukan seseorang yang bahkan senyum dan genggaman nya belum
pernah kunikmati.
Kala rindu ku semakin menjadi-jadi, yang dapat ku lakukan hanyalah berhalusinasi.
Entah apa yang terjadi jikalau aku berlari sendiri—tanpa rasamu yang sudah mati.
Seandainya aku bisa mengulang waktu, tak ku biarkan rindu ini berdiri. Memenjarai
rindu dalam sebuah ruang sendiri. Aku masih tak mempercayai, bagaimana dirimu
dengan mudah membawa bertumpuk - tumpuk puing perihal rindu.
Dan andai saja kau tahu, bahwa sampai detik ini aku masih menjadikanmu objek terindah
dalam setiap balutan rinduku.
Rindu ini terlalu liar
Rasa di dada berpadu
Meski aku tahu, rindu ini hanya aku.
Detak jantung kita tak seirama
Itulah alasan kita tak sekata.
07
KETUJUH
“BAHAGIA”
Aku pernah dibuatnya bahagia dengan hal sederhana yang ia lakukan, ia mengajakku
berkeliling ibukota sembari mencari jajanan kaki lima yang ia dan aku sukai.
Lalu kemudian, diperjalanan ia bertanya padaku "bagaimana rasanya jatuh cinta?"
mungkin bagi sebagian orang ini adalah pertanyaan mudah tapi tidak denganku.
Faktanya, hatinya belum sama sekali menerima hadirku disisinya;hatinya tetap mati.
Aku tersenyum kecil saat ia melontarkan pertanyaan tadi, lalu kemudian dengan perlahan
aku menceritakan padanya tentang bagaimana rasanya jatuh pada seseorang dan tentunya,
aku membayangkan tentangnya ketika aku menjelaskannya.
Rasanya tak begitu melegakan, aku berharap ia tahu dengan jelas bahwa yang ku
ceritakan ini perihalnya, namun kurasa ia sama sekali tak tahu.
Entah ia memang tak tahu atau ia memang sengaja berpura - pura, karena aku tak bisa
menemukan celah sedikitpun pada tatap matanya;ia handal menutupi perihal rasanya dan
juga tentang apa yang ia pikirkan.
Sesekali aku memberinya tanda bahwa ada seseorang yang sedang menantinya untuk
kembali menata hati;yaitu aku dengan segala rasaku untuknya.
Hasilnya sama saja, hatinya tetap mati dan ia kembali menyendiri, lagi.
08
KEDELAPAN
“AKU HARUS APA BIAR BISA MILIKI KAMU?”
Setelah beberapa kali patah, pada akhirnya aku memilih untuk menikam mati hati agar
tak jatuh lagi. Aku memilih untuk berhenti bermain dengan rasa dan hati. Bukan aku tak
ingin berbahagia dengan rasa, hanya saja akhir kisahku yang buruk memaksaku untuk
berhenti tentang hal yang berkaitan dengan cinta.
Dan bukannya aku terlalu pengecut perihal rasa, namun kau pasti mengerti bahwa tak
semua patah bisa dengan mudah pulih. Aku hanya ingin kembali menghargai diriku
sendiri, sebab beberapa yang hadir sebagai masa laluku sama sekali tak pernah
menghargai adanya aku dihidupnya.
Maka dari itu, jikalau kedatanganmu hanya untuk menaruh hati lalu kemudian
mengambilnya lagi, lebih baik tak usah. Sebab jikalau kau melakukannya, akan timbul
kembali memar seperti yang pernah diberikan seseorang sebelummu;masa laluku.
Dan apabila itu terjadi, aku akan mengingatmu sebagai salah satu dari sekian banyak
penghancur hati karena dengan tega mengambil banyak hati lalu membuangnya lagi.
09
KESEMBILAN
“YANG MENCINTAIMU”
Dia bukanlah pria romantis, berbicara banyak kata manis demi membuat saya
tersenyum—tidak, dia tidak seperti itu. Dia tak mau berbicara banyak, bahkan ketika
dengan sayapun dia tak banyak bicara. Namun yang saya tahu, ketika dia berbicara
bahwa dia sangat amat menyayangi saya, saya melihat kesungguhan di tatap matanya.
Dia tak memberikan saya barang - barang yang mahal—tidak sama sekali. Dia
menyisihkan sebagian pendapatannya sebagai tabungan untuk membuat saya menjadi
miliknya selamanya kelak. Ya benar, dia ingin mengikat saya dalam sebuah akad.
Dia tak membelikan saya bunga atau memberikan boneka lucu sebagai hadiah saat hari
jadi saya dengannya—dia tidak akan melakukannya. Karena baginya, mengajak saya
berkeliling kota di malam hari dengan sepeda motornya dan sedikit obrolan ringan
tentang bagaimana saya dengannya nanti sudah membuat saya bahagia.
Dia tak menjanjikan banyak hal untuk membuat saya percaya, namun yang saya tahu
bahwa ia sangat amat berusaha menjadi sebaik - baiknya laki - laki bagi saya.
Dan satu hal yang pasti,
Saya mencintainya dalam segala hal tentangnya.
10
KESEPULUH
“DALAM SETIAP DOAKU ADA KAMU”
Aku adalah salah satu orang yang pernah bercerita kepada Tuhan tentang satu nama
hambanya, yang membuatku jatuh dalam sebuah rasa.
Dengan lantang ku sebut selalu namanya dalam doa dan tak lupa mengucap syukur pada
Tuhan atas pertemuanku dengannya.
Dia memberiku warna baru, yang bahkan belum pernah terbayangkan olehku. Aku
mengira bahwa ia adalah salah satu orang yang hanya akan berjalan melewatiku begitu
saja, nyatanya ia menetap untuk beberapa waktu yang lama.
Ibarat sebuah tempat, aku adalah pemilik rumah sederhana yang terletak jauhnya dari
keramaian tapi entah mengapa, ia berhasil menemukan tempatku.
Ia membantuku membangun kepingan - kepingan yang sudah hancur bahkan hilang entah
kemana. Ia kembali menghadirkan senyum yang sudah tersembunyi sejak lama.
Aku tak menyangkal,
bahwa aku mencintainya—
karna ia berbeda.
11