The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E Book ini menceritakan mengenai kisah seekor Rusa yang serakah. Di ceritakan seekor Rusa yang tidak mau berbagi makanan kepada teman-temannya. Suatu ketika ada kejadian yang membuat Rusa itu tersadar akan apa yang telah dilakukannya itu tidak baik dan akhirnya meminta maaf kepada teman-temannya.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by valentinawiji, 2023-01-01 09:03:28

Kisah Rusa yang Serakah

E Book ini menceritakan mengenai kisah seekor Rusa yang serakah. Di ceritakan seekor Rusa yang tidak mau berbagi makanan kepada teman-temannya. Suatu ketika ada kejadian yang membuat Rusa itu tersadar akan apa yang telah dilakukannya itu tidak baik dan akhirnya meminta maaf kepada teman-temannya.

Keywords: #ebook,#fabel

Kisah Rusa yang Serakah

Pada suatu ketika di sebuah hutan kecil, ada seekor Rusa yang amat serakah dan
suka mengejek binatang yang lain. Rusa tersebut sedang duduk bersantai di bawah pohon
mangga dan ingin menghabiskan waktu siangnya dengan menikmati angin yang sepoi-
sepoi sambil bersantai. Tetapi tak lama kemudian, Si Rusa pun mulai merasa lapar.
Akhirnya Rusa memutuskan untuk mencari makanan di sekitar hutan tersebut. Hutan
kecil yang berada di pinggiran desa tersebut menjadi tempat tinggal untuk sekelompok
binatang. Beberapa binatang lain pun tidak ada yang suka pada Rusa tersebut karena
sifatnya yang serakah terutama dalam hal makanan.

Rusa yang sudah merasa kelaparan itu lalu memutuskan untuk mencari beberapa
makanan di sekitar tempat tersebut. Tak jauh dari tempat awal dimana Si Rusa duduk
bersantai, Rusa tersebut menemukan buah mangga yang sudah jatuh dari pohonnya.
Tetapi, beberapa buah mangga tersebut sudah busuk dan tidak layak di makan. Rusa
meninggalkan buah mangga itu dan mencari makanan di tempat yang lain.

Sampailah Rusa di seberang sungai yang terdapat banyak pohon buah-buahan
disitu. Tak lama kemudian, datanglah seekor Buaya yang sedang kelaparan juga. Rusa
merasa takut dan bersiap untuk bersembunyi karena takut menjadi mangsa Buaya. Tetapi,
Si Buaya sudah terlanjur melihat Si Rusa dan berkata “Hei Rusa, kamu mau lari kemana?”
kata Buaya sambil berteriak. Si Rusa ketakutan dan tidak menjawabnya karena Buaya
tersebut merupakan salah satu Buaya yang suka memangsa binatang ketika sedang
kelaparan, terutama Rusa.

Setelah bersembunyi, Si Rusa melanjutkan perjalanannya untuk mencari makanan
karena sudah semakin kelaparan. Kebetulan di sekitar tempat itu ada pohon pisang yang
di jaga oleh seekor Monyet.

“Hai Rusa, kamu sedang apa disini? Apa ada yang bisa aku bantu?” kata Monyet
sembari turun dari pohon dan menghampiri Si Rusa.

“Emm…aku sangat kelaparan,” jawab Si Rusa lirih.
“Kalau begitu ambilah pisang itu secukupnya yang sudah aku panen itu,” jawab
Monyet dengan menunjuk pisang di keranjang.

Dengan rasa senang dan gembira Si Rusa langsung mengambil pisang yang ada
di keranjang. Tanpa mengucapkan terima kasih pada Si Monyet, rusa pun begegas pergi
dengan membawa beberapa pisang.

“Huhh…akhirnya aku bisa mendapatkan makanan dengan mudah,” kata Rusa.
“Sebaiknya jika sudah diberi sesuatu, hendaknya kamu berterima kasih
kepadanya,” jawab Tupai menasihati Si Rusa.
“Eumm…enak dan manis sekali pisang ini. Aku jadi ingin lagi yang lebih
banyak,” ucap rusa tanpa merespon ucapan Tupai.
“Jika kamu ingin sesuatu cobalah untuk menanamnya sendiri,” jawab upai.
“Sebaiknya kamu diam saja, yang di beri makanan itu aku. Lagi pula aku juga
sudah sangat kelaparan,” jawab Si Rusa dengan nada yang sedikit membentak.

Tupai hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil bersabar. Tetapi, Si Tupai
sebenarnya sudah mengetahui rencana apa yang sudah di buat oleh Rusa untuk
mendapatkan pisang milik Si Monyet tadi.

“Aku sudah tau rencanamu untuk mencuri pisang milik monyet kan?” kata Tupai
sambil bersantai di pohon.

“Eh tidak, jangan sembarangan ya kalau ngomong,” kata Tusa.
“Sebaiknya aku segera pergi dari sini dan menjauh dari Tupai yang sok tahu,”
ucap Rusa dengan nada lirih.
Kemudian Rusa berlari begitu saja meninggalkan Tupai yang sedang bersantai di
atas pohon. Tupai yang sedang bersantai tersebut sedikit menahan tawa dengan tingkah
rusa yang begitu lucu.

Dalam perjalanan menjauh dari Si Tupai, Rusa bertemu dengan beberapa Kura-
Kura yang sedang bermain di pinggir sungai sambil memakan daun rerumputan. Dan
akhirnya Rusa menghampiri Kura-Kura tersebut.

“Wah enak sekali ya makanannya,” ucap Rusa spontan.
“Eh rusa, iya nih enak sekali daunnya dan sangat segar karena barusan aku petik,”
jawab Kura-Kura.

Rusa terdiam sebentar memikirkan sesuatu yang akan dilakukannya kepada Kura-
Kura. Si Rusa ingin mengajak Kura-Kura untuk berlomba mengambil makanan di
seberang sungai. Sungai yang berada di seberang jalan itu sangat terkenal dengan
banyaknya Buaya yang galak dan suka memangsa binatang lain. Rusa memang banyak
di ketahui banyak binatang lainnya di hutan tersebut dengan sifatnya yang serakah dan
banyak memiliki hal jahat. Sehingga Kura-Kura juga sudah paham dengan hal tersebut
dan siap siaga jika ada sesuatu yang terjadi.

Rusa berkata kepada salah satu Kura-Kura yang sedang makan “Emm…Kura-
Kura apakah kamu sudah selesai makan?”.

“Belum Rusa, memang kenapa?” jawab Kura-Kura.
“Aku ingin mengajakmu mengambil makanan di seberang sungai ini,” ucap Rusa.
“Memangnya di seberang sungai ini ada makanan?” jawab Kura-Kura dengan
sedikit heran karena setaunya, di seberang sungai itu tidak ada apa-apa dan hanya hutan
kosong saja.
“Di sana sangat banyak makanan segar, jadi aku mengajakmu untuk kesana,” kata
Rusa dengan nada merayu.
“Baiklah kalau begitu aku juga akan mengajak teman-temanku juga,” jawab Kura-
Kura yang sedikit curiga dengan sikap Rusa saat itu.
“Kita kesananya sambil lari ya hehe,” ucap Rusa sambil tertawa mengejek.
“Maksudmu bagaimana Rusa?” jawab Kura-Kura.
“Biar ada sedikit keseruan jadi kita lomba lari kesana,” kata Rusa masih dengan
bercandaan.

Kura-Kura hanya terdiam dan tidak tahu apa yang di maksud Rusa mengajak
lomba lari sedangkan Kura-Kura pasti akan kalah. Kura-kura berlari pun akan tetap kalah
dengan Rusa yang hanya berjalan saja. Akhirnya Kura-Kura mengajak teman-temannya
untuk berkumpul terlebih dahulu.

Kura-Kura berkata pada Rusa “Aku meminta waktu untuk berdiskusi dengan
teman-temanku dulu, apakah boleh?”.

“Tentu boleh, jangan lupa atur cara agar bisa mengalahkanku hahahaaa…” jawab
Rusa dengan tawanya yang sangat keras.

Akhirnya Kura-Kura mau untuk berlomba lari mengambil makanan di seberang
sungai itu dan walaupun sangat yakin mereka akan kalah dari Si Rusa.

“Bagaimana Kura-Kura, mau apa tidak?” sela Rusa ketika Kura-Kura sedang
berdiskusi dengan temannya.

“Baiklah tidak apa-apa rusa, kita mau,” jawab salah satu Kura-Kura.
“Oke kalau begitu, jika aku menang semua makanan itu jadi milikku. Jika aku
kalah kalian boleh ambil semuanya,” kata Rusa menambahi.
“Emm…oke tidak apa-apa, kita menganggap ini hanya untuk seru-seruan saja,”
jawab Kura-Kura untuk mencairkan suasana.

Dengan percaya diri Rusa membuat garis awal untuk memulai dan Kura-Kura berbaris
rapi. Tak begitu lama, Rusa akhirnya memulai dengan hitungan.

“Ayo mulai dari hitungan 1…2…3…Larii!!!” ucap Rusa dengan begitu cepatnya.
“Ayoo…semangat teman-teman kita bisa!!” kata Kura-Kura saling
menyemangati satu sama lain.
“Sudahlah jangan hanya ngomong saja, sebaiknya kalian fokus berlari
ahahahaa…” jawab Rusa sambil berlari kencang dan menengok pada Kura-Kura.
“Kalian pasti bisa,” ucap Rusa sedikit menyemangati Kura-Kura.

Tak begitu lama Rusa berlari dan sudah merasa jauh dari Kura-Kura. Sampailah
Rusa di dekat seberang sungai, tetapi Rusa bingung bagaimana ia bisa menyebrangi
sungai sedangkan disitu tidak ada jembatan. Rusa memutuskan untuk menunggu Kura-
Kura agar membantunya menyebrangi sungai.

Di tepi sungai tersebut terkadang banyak Buaya yang sedang bersantai di pinggir
sungai. Buaya tersebut biasanya mencari mangsa untuk di makan. Sambil menunggu
Kura-Kura sampai, Rusa memakan pisang sisa pemberian Monyet tadi. Rusa akhirnya
kekenyangan dan tertidur dengan pulasnya.

Beberapa saat kemudian, Kura-Kura bersama dengan rombongannya sampai dan
menjumpai Si Rusa sedang tertidur pulas. Kura-Kura bergegas membangunkan Rusa.

“Rusaa…ayo bangunn!” ucap Kura-Kura dengan nada cukup keras.
“Rusaa…Rusaa…bangunn!!” tambah Kura-Kura.
“Eehmm…ada apa ini ramai sekali?” kata Rusa dengan setengah sadar.

“Ayoo bangunn, mengapa kamu tidur disini? apakah kamu tidak ingin
melanjutkan ke seberang sungai?” tanya Kura-Kura kepada Rusa.

“Oyaa…aku hanya tertidur sebentar karna lelah,” jawab Rusa.
“Baiklah, ayo kita lanjutkan masih menunggu apa lagi sekarang,” kata Kura-Kura
kepada Rusa.
“Jadi tidak ada jembatan untuk menyebrang kesana, apakah kalian mau
membantuku?” kata Rusa meminta tolong.
“Bagaimana caranya kita membantumu Rusa?” tanya Kura-Kura.

Sementara Kura-Kura dan Rusa berpikir bagaimana caranya, akhirnya Rusa
menemukan cara untuk menyebrangi sungai itu. Dengan Kura-Kura berbaris di sungai itu
dan Rusa akan menyebrangi sungai tersebut dengan menginjak punggung Kura-Kura
sebagai alas.

“Bagaimana jika kalian berbaris di sungai itu dan aku melewatinya melalui
punggung kalian?” kata Rusa dengan menunjuk tepi sungai.

“Baiklah, tetapi jika ada Buaya bagaimana?” tanya Kura-Kura balik.
“Tenang saja aku bisa berlari dengan cepat,” jawab Rusa.
“Oke…ayo teman-teman kita berbaris dan tetap berhati-hati yaa,” ucap salah satu
Kura-Kura pada teman-temannya.

Saat Kura-Kura sudah berbaris dengan rapi dan tidak lama Rusa segera
menyebrangi. Dan akhirnya Rusa berhasil menyebrangi sungai tersebut dan sampai di
tempat yang terdapat banyak pohon buah-buahan.

“Yey…akhirnya sampai juga di sini,” ucap Rusa dengan gembira.
“Hei Rusa, bantulah kami juga untuk naik ke situ,” kata Kura-Kua pada Rusa yang
sudah di atas.
“Maaf ya Kura-Kura aku yang menang jadi makanan ini semua menjadi miliku,”
jawab Rusa dengan raut wajah yang masih bergembira.
“Tolong kami sebentar Rusa,” ucap Kura-Kura yang kesulitan untuk naik.
“Ehmm…maaf Kura-Kura aku sepertinya harus cepat mengambil makanan
sebelum malam tiba,” Kata Rusa dengan meninggalkan Kura-Kura yang masih di Sungai.

Raut wajah gembira Rusa setelah sampai di seberang sungai dan mendapatkan
banyak makanan, rupanya ada Buaya yang sedang tidur di tepi sungai. Rusa bernyanyi
kegirangan sehingga membangunkan Buaya dari tidurnya.

“Suara siapa itu?” kata buaya yang terbangun dari tidurnya.
“Sungguh senang, amat senang, nanana…” ucap Rusa dengan nada bernyanyi.
“Ternyata kamu disini Rusa, setelah tadi bersembunyi,” kata Buaya.
“Ehh Buaya, maaf jika suaraku membuatmu terbangun karena aku sedang
bergembira,” kata Rusa pada Buaya dengan sedikit rasa ketakutan.
“Karena apa kamu bergembira dan tidak merasa takut padaku?” tanya Buaya.
“Aku mendapatkan banyak makanan di sebelah tepi sungai ini,” jawab Rusa.
“Waww…berbagilah padaku, maka aku tidak akan memakanmu hahahaa…” kata
Buaya dengan sedikit tawaran untuk Rusa.
“Baiklah tawaran yang bagus, jadi aku akan berbagi makanan itu padamu,” kata
Rusa yang menerima tawaran Buaya untuk membagi makanannya.
“Jika begitu bawa aku ke tempat itu,” kata Buaya.

Akhirnya Rusa dan Buaya berjalan bersama menuju tempat itu. Dengan Rusa
yang menjadi pemimpin jalan, sehingga berjalan di depan sebagai penunjuk jalan. Di
tengah perjalanan, Rusa menyuruh Buaya untuk berhenti terlebih dahulu. Supaya Rusa
bisa sampai di tujuan dan menyimpan makanan itu sebelum Buaya mengetahui.

“Buaya, sebaiknya kamu berhenti di sini dulu,” kata Rusa pada Buaya.
“Kenapa harus berhenti disini, apakah sudah sampai?” jawab Buaya.
“Belum sampai, tapi sebaiknya aku kesana terlebih dulu supaya bisa tau
bagaimana kondisi disana,” kata Rusa dengan sedikit gugup dan takut.
“Oke jika begitu, jangan lupa untuk kembali lagi,” jawab Buaya sembari duduk
di bawah pohon.
“Tunggu ya Buaya, aku akan cepat Kembali,” ucap Rusa dan meninggalkan
Buaya sendirian.

Sesampainya di tempat tujuan, Rusa mendapati banyak makanan buah-buahan
yang sangat melimpah. Rusa bergerak cepat untuk memasukan makanan itu ke dalam
kantong yang telah Rusa sediakan sebelumnya. Setelah selesai memasukan semua

makanan itu, Rusa segera menyembunyikan kantong tersebut dan Kembali menemui
Buaya. Saat Rusa menemui Buaya, Buaya sangat senang karena dia piker akan pesta
dengan makanan yang banyak dan bisa makan sepuasnya.

“Buaya, aku sudah kembali,” kata Rusa kepada Buaya dari kejauhan.
“Kamu sangat lama, ayo cepat bawa aku kesana,” jawab Buaya.
“Baiklah ayoo Buaya,” ucap Rusa.

Buaya terkejut melihat tempat itu dimana memang banyak makanan tetapi sudah
agak berkurang. Tetapi Buaya tidak mengetahui jika Rusa sebelumnya sudah
menyembunyikan beberapa kantong makanan tersebut karena di situ juga masih ada
beberapa makanan yang tersisa. Akhirnya Buaya dan Rusa makan dengan puas dan begitu
kenyang. Kemudian, mereka beristirahat sebentar sebelum pulang. Rusa memutuskan
untuk membawa satu apel yang dibawanya dengan di gigit karena kantongnya sudah
penuh dan merasa kenyang.

Setelah sudah lama beristirahat, Rusa mengajak Buaya untuk pulang sebelum hari
mulai malam dan semakin gelap. Dengan mulut Rusa yang di penuhi dengan satu apel
besar, Rusa melewati sungai tadi. Tidak sengaja dia sebelum ingin melewati sungai
tersebut. Si rusa melihat bayangan binatang yang membawa makanan di mulutnya di air
sungai itu. Rusa merasa ingin mengambil juga makanan tersebut dari binatang itu.

Akhirnya Rusa membuka mulutnya dan mengarahkannya ke air sungai dimana
bayangan itu muncul. Tetapi, ternyata apel yang ia gigit jatuh ke dalam sungai dan
bayangan itu memudar hilang karena gelombang akibat apel yang jatuh ke air. Rusa
akhirnya tersadar bahwa bayangan binatang yang membawa makanan di mulut tadi
adalah dirinya sendiri.

Rusa sedih karena apel besar yang dia bawa tadi terjatuh di sungai. Kemudian ada
seekor ikan yang membawa kembali apel tersebut ke atas permukaan.

“Jangan sedih Rusa, aku bawakan apelmu yang terjatuh tadi,” ucap Ikan yang tiba-
tiba muncul untuk membantu dan menghibur Rusa yang sedang sedih.

“Hai Ikan, terima kasih kamu sudah membantu aku,” kata Rusa dengan nada yang
sedih dan lirih.

“Sudah jangan bersedih lagi, ambillah apel ini lagi,” jawab Ikan.

“Apel itu untuk kamu saja Ikan, aku sudah sangat kenyang. Hari ini sudah makan
banyak,” kata Rusa.

“Baiklah kalau begitu, terima kasih Rusa kebetulan hari ini aku juga belum
makan,” jawab Ikan dengan gembira.

Dengan perkataan Ikan yang bilang belum makan dan sangat kelaparan. Rusa
menjadi berpikir bahwa apa yang ia lakukan selama ini salah. Selalu merasa kekurangan
dan ingin lebih banyak lagi, itu adalah sifat yang serakah. Akhirnya Rusa memutuskan
untuk mengambil beberapa kantong makanan yang ia sembunyikan tadi dan
membagikannya pada binatang yang lain.

Tak lama kemudian, sekelompok binatang seperti Monyet, Tupai, Kura-Kura,
Buaya, dan masih banyak lagi. Mereka semua berdatangan di tepi sungai tersebut karena
mendapat kabar dari para Burung untuk berkumpul di situ untuk mendapatkan beberapa
makanan dari Rusa. Rusa meminta maaf kepada teman-temannya atas apa yang telah ia
lakukan selama ini, terutama sikap Rusa yang menyakiti hati teman-temannya. Akhirnya
semua makan makanan tersebut bersama-sama di tepi sungai dengan bercanda ria. Semua
binatang di hutan kecil tersebut hidup bahagia dan saling berbagi.

- Tamat -


Click to View FlipBook Version