MODUL
BAHAN AJAR
Tema 1 : Organ Gerak Hewan dan Manusia
Sub Tema 3 : Lingkungan dan Manfaatnya
Pembelajaran ke-3 (Muatan Pelajaran : PPKN)
Disusun oleh : Kelas
Indah Setiyani (K7119118)
Pendidikan Guru Sekolah Dasar V
Semester 1
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penyusun panjatkan
kehadirat Allah SWT karena modul bahan ajar ini telah selesai
disusun. Modul bahan ajar yang disusun pada kesempatan kali
ini adalah "Modul Bahan Ajar Kelas V Semester 1" dengan :
"Tema 1 (Organ Gerak Hewan dan Manusia)"
"Sub Tema : 3 (Lingkungan dan Manfaatnya)"
"Pembelajaran ke-3"
"Muatan Pelajaran PPKn"
Modul bajan ajar ini disusun agar dapat membantu para siswa
dalam mempelajari dan memahami nilai-nilai pancasila sebagai
satu kesatuanbyang utuh.
Penyusun pun menyadari jika didalam penyusunan modul
bahan ajar ini mempunyai kekurangan dan semoga modul
bahan ajar ini memberikan sebuah manfaat bagi pembaca.
Akhir kata untuk penyempurnaan modul bahan ajar ini, maka
kritik dan saran dari pembaca sangatlah berguna untuk
penyusun kedepannya.
Kebumen, 10 November 2021
Indah Setiyani
K7119118
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................. i
Daftar Isi ....................................... ii
Kompetensi Inti .............................. iii
Kompetensi Dasar .......................... iv
Indikator Pencapaian Kompetensi ... iv
NILAI-NILAI SILA PANCASILA SEBAGAI
SATU KESATUAN YANG UTUH ........ 1
Ayo Mengamati ............................. 2
Ayo Membaca ...............................
• Nilai-nilai Pancasila ................... 3
• Sila Pancasila sebagai Satu Kesatuan
yang Utuh ................................. 10
• Pengambilan Keputusan sesuai
Pancasila .................................. 15
Ayo Berlatih .................................. 14
Ayo Menulis .................................. 16
Rangkuman ................................... 17
Daftar Pustaka .............................. 18
ii
KOMPETENSI INTI
Menerima dan menjalankan ajaran
agama yang dianutnya.
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan
keluarga, teman, dan guru.
Memahami pengetahuan faktual
dengan cara mengamati, mendengar,
melihat, membaca dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah dan di sekolah.
Menyajikan pengetahuan faktual dalam
bahasa yang jelas dan logis, dalam
karya yang estetis, dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan perilaku
anak beriman dan berakhlak mulia.
iii
KOMPETENSI DASAR
3.1 Mengidentifikasi nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari.
4. 1 Menyajikan hasil identifikasi
nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.
INDIKATOR
3.1.1 Mengidentifikasi nilai-nilai sila Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari.
3.1.2 Menganalisis makna Pancasila sebagai satu
kesatuan yang utuh.
3.1.3 Menganalisis contoh perilaku cerminan sila
Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh.
4.1.1 Menyajikan laporan mengenai pengambilan
keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila.
iv
NILAI-NILAI SILA
PANCASILA SEBAGAI
SATU KESATUAN YANG
UTUH
1
AYO MENGAMATI
2
AYO MEMBACA
NILAI - NILAI PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Khikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan
Perwakilan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat
Indonesia.
NILAI - NILAI PANCASILA SILA KE-1
Sila pertama pada pancasila adalah sila
“Ketuhanan Yang Maha Esa” yang
dilambangkan oleh bintang emas berlatar
belakang hitam. Dari lambang tersebut,
bintang emas menggambarkan bahwa
bangsa Indonesia mengakui akan adanya
Tuhann Yang Maha Esa.
Selain itu, cahaya dari sebuah bintang diibaratkan sebagai
sumber cahaya yang menerangi negara Indonesia. Latar
belakang berwarna hitam menggambarkan warna alami,
dengan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa diharapkan
bangsa Indonesia tidak tersesat dalam menjalankan
kehidupan.
3
NILAI - NILAI PANCASILA SILA KE-1
Pada sila pertama yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha
Esa”, nilai-nilai yang terkandung adalah :
- Percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa serta
menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya
sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
- Saling menghormati pemeluk agama lain.
- Memiliki toleransi antar umat beragama.
- Tidak memaksakan kehendak antar umat beragama.
- Tidak mencemooh atau mengejek agama orang lain.
NILAI - NILAI PANCASILA SILA KE-2 4
Asas kemanusiaan pada pancasila dilam-
bangkan oleh rantai emas. Apabila dilihat
lebih dalam lagi, rantai emas pada perisai
memiliki mata rantai yang berbeda. Terdapat
bentuk persegi dan lingkaran yang me-
lambangkan pria dan wanita sebagai rakyat
Indonesia.
Rantai-rantai tersebut terikat tanpa putus yang
menunjukkan akan hubungan rakyat Indonesia yang
akan saling terikat dan saling membantu.
NILAI - NILAI PANCASILA SILA KE-2
Pada sila kedua yang berbunyi "Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab”, nilai-nilai yang terkandung adalah :
- Semua rakyat Indonesia memiliki hak yang sama di
mata hukum, agama, masyarakat dan lainnya.
- Tidak ada perbedaan antara ras satu dengan yang
lainnya antar sesama rakyat Indonesia.
- Sikap tenggang rasa dan saling tolong menolong harus
diutamakan.
- Nilai kemanusiaan antar rakyat Indonesia harus
dijunjung tinggi.
- Saling menghargai pendapat masing-masing.
NILAI - NILAI PANCASILA SILA KE-3
Simbol persatuan terdapat pada lambang
pohon beringin dengan latar belakang putih.
Pohon beringin melambangkan negara
Indonesia sendiri. Pada dasarnya pohon
beringin adalah pohon yang besar dan tinggi
serta memiliki daun yang lebat yang
digunakan untuk berteduh rakyat Indonesia.
5
NILAI - NILAI PANCASILA SILA KE-3
Selain itu, terdapat akar pohon beringin yang diibaratkan
sebagai semua suku di Indonesia. Meskipun terdapat
banyak cabang akar tetapi akar-akar tersebut tetaplah
bersatu untuk membangun pohon beringin agar tetap
berdiri tegak. Meskipun di Indonesia terdapat berbagai suku
dan budaya namun persatuan tetap dijunjung tinggi agar
Indonesia dapat berdiri kokoh sebagai Negara Kesatuan.
Pada sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia”,
nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari
yaitu :
- Menggunakan bahasa persatuan Indonesia antar
daerah.
- Memperjuangkan nama harum bangsa Indonesia.
- Cinta kepada tanah air Indonesia.
- Mengutamakan persatuan dan kesatuan daripada
kepentingan pribadi.
- Berjiwa patriotisme dimanapun berada.
6
NILAI - NILAI PANCASILA SILA KE-4
Kepala banteng pada perisai garuda yang
berwarna hitam putih dengan latar belakang
merah melambangkan simbol kerakyatan
pada sila keempat pancasila. Simbol kepala
banteng melambangkan awal kehidupan
sosial yang dimiliki banteng.
Sama halnya dengan bangsa Indonesia yang hidup rukun
bersosial satu sama lain. Keputusan bersama harus dicapai
dalam bersosial dan mengesampingkan pendapat pribadi.
Pada sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan Yang
Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Perrmusyawaratan Perwakilan”, memiliki nilai-nilai antara
lain :
- Pemimpin bangsa haruslah bijaksana.
- Kekeluargaan harus diutamakan.
- Kedaulatan bangsa ada di tangan rakyat.
- Kebijaksanaan dalam mengambil solusi.
- Keputusan yang diambil harus berdasarkan
musyawarah sampai mencapai kesepakatan bersama.
- Tidak memaksakan kehendak orang lain.
7
NILAI - NILAI PANCASILA SILA KE-5
Sila terakhir dalam pancasila dilambangkan
oleh padi yang berwarna kuning dan kapas
hijau yang berlatar belakang putih. Padi dan
kapas merupakan simbol sumber sandang
dan pangan yang dibutuhkan oleh bangsa
Indonesia.
Tujuan dari bangsa Indonesia adalah menciptakan
kesejahteraan sosial baik sandang maupun pangan tanpa
adanya kesenjangan baik dari segi soaial, ekonomi,
budaya, maupun politik sehingga keadilan dapat
diwujudkan.
Pada sila kelima yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi
Seluruh Rakyat Indonesia”, memuat nilai-nilai sebagai
berikut :
- Perilaku yang adil harus diterapkan baik di bidang
ekonomi, sosial, dan politik.
- Hak dan kewajiban setiap orang harus di hormati.
- Perwujudan keadilan sosial bagi bangsa Indonesia.
- Tujuan rakyat Indonesia yang adil dan makmur.
- Mendukung kemajuan dan perkembangan negara
Indonesia.
8
NILAI - NILAI PANCASILA
Mengutip buku Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi
Negara karangan Eka Periaman Zai, S.H., M. Pd.
(2020), nilai-nilai Pancasila memiliki makna sebagai
berikut:
Sila Ketuhanan merupakan pemaknaan terhadap nilai-
nilai religius yang berkaitan dengan hubungan antara
individu dengan Tuhan.
Sila Kemanusiaan berhubungan dengan aspek
moralitas, keteraturan, dan perwujudan pranata sosial
yang beradab.
Sila Persatuan Indonesia menyiratkan makna
perwujudan kesatuan dan kasih sayang terhadap
segenap suku bangsa dari Sabang hingga Merauke.
Sila Permusyawaratan dan Perwakilan menyiratkan
makna perlunya demokrasi atas dasar konsensus
dalam menyikapi beragam persoalan.
Sila Keadilan Sosial menyiratkan perilaku transparan,
adil, dan merata untuk mewujudkan kesejahteraan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan beragam
etnik.
9
AYO MEMBACA
SILA PANCASILA SEBAGAI
SATU KESATUAN YANG UTUH
Tahukah kamu, meskipun terdiri atas lima sila
namun Pancasila itu merupakan satu kesatuan
yang utuh?
Pancasila diumpamakan sebagai satu paket lengkap yang
menopang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila
merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima
silanya.
10
AYO MEMBACA
Sila kesatu menjiwai sila kedua, menjiwai sila ketiga, keempat,
dan kelima. Sila kedua dijiwai oleh sila kesatu, ketiga, keempat,
dan kelima, dan begitu seterusnya. Kelima sila tidak bisa
dilepas satu dengan yang lainnya. Walaupun masing-masing
sila mempunyai nilai-nilai sendiri tetapi hubungan antarsila
merupakan hubungan yang utuh dan saling terkait.
Setiap sila yang membentuk Pancasila merupakan unsur yang
mutlak yang membentuk kesatuan, bukan unsur pelengkap.
Artinya satu sila menjiwai dan dijiwai oleh sila-sila yang lain.
Sila Pertama menjiwai sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima,
dan demikian seterusnya. Misalnya, meskipun sila Ketuhanan
Yang Maha Esa merupakan sila yang berkaitan dengan Tuhan,
tetapi tidak berarti sila-sila yang lain hanya sebagai pelengkap
saja.
Setiap sila yang membentuk Pancasila juga sebagai satu
kesatuan yang mutlak, tidak dapat ditambah dan dikurangi.
Oleh karena itu, Pancasila tidak dapat diubah menjadi Trisila
atau Ekasila.
11
SUSUNAN PIRAMIDA PANCASILA
Di samping itu, nilai-nilai Pancasila juga mengandung sifat
hirarki Piramida, di mana setiap nilai-nilai berjenjang. Sila yang
paling atas menaungi sila-sila di bawahnya dan sebaliknya,
nilai-nilai di bawahnya dinaungi oleh sila-sila di atasnya.
Sila pertama menaungi sila kedua, tiga, empat, dan lima.
Sila kedua dinaungi oleh sila pertama serta menaungi sila
ketiga, keempat, dan kelima.
Sila ketiga dinaungi oleh sila pertama dan kedua, lalu
menaungi sila keempat dan kelima.
Sila keempat dinaungi oleh sila pertama, kedua, dan ketiga
serta menaungi sila kelima.
Sila kelima dinaungi oleh sila pertama, kedua, ketiga, dan
keempat.
CONTOH ANALISIS PERILAKU YANG MENCERMINKAN
PANCASILA SEBAGAI SATU KESATUAN YANG UTUH
Perilaku : "Pemilihan Ketua Kelas"
Mencerminkan Sila :
Sila ke-4 karena dilakukan secara
bermusyawarah dan menghormati
hasil musyawarah.
Sila ke-5 karena diputuskan secara
adil demi kepentingan bersama.
Sila ke-3 karena demi persatuan dan kesatuan bersama.
Sila ke-2 karena dalam pemilihan kelas selalu
menghormati hak-hak oramg lain untuk menyatakan
pendapatnya.
12
CONTOH
Perilaku : "Membersihkan Rumah"
Mencerminkan Sila :
- Kemanusiaan yang Adil dan
Berasab.
- Persatuan Indonesia.
- Kerakyatan yang Dipimpin eh
Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permisyawaratan Perwakilan.
Perilaku : "Belajar Kelompok"
Mencerminkan Sila :
- Kemanusiaan yang Adil dan
Berasab.
- Persatuan Indonesia.
- Keadilan Sosial bagi Seluruh
Rakyat Indonesia.
Perilaku : "Musyawarah Desa" 13
Mencerminkan Sila :
- Kemanusiaan yang Adil dan Berasab.
- Persatuan Indonesia.
- Kerakyatan yang Dipimpin eh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permisyawaratan
Perwakilan.
AYO BERLATIH
Untuk menambah pemahamanmu bahwa sila-sila dalam
Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan setiap sila
dijiwai dan menjiwai sila yang lain, coba sebutkan contoh-
contoh perilaku berikut mencerminkan sila-sila apa saja. Satu
contoh perilaku bisa mencerminkan satu sila, dua sila, atau
lebih.
Mencerminkan Sila
Perayaan Hari Besar
Keagamaan
Gotong Mencerminkan Sila
Royong Mencerminkan Sila
Musyawarah
Mufakat
Mencerminkan Sila
Menjenguk
Orang Sakit
14
AYO MEMBACA
Pancasila menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia,
maka dari itu perilaku dan sikap masyarakatnya
haruslah mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Salah satu contoh pengambilan keputusan yang sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila adalah pelaksanaan musyawarah
untuk mencapai mufakat. Mufakat adalah kebulatan
pendapat atau suara dari peserta rapat. Lalu bagaimanakah
jika mufakat atau kebulatan pendapat atau suara tidak
tercapai?
Jika terjadi demikian, maka akan dilakukan voting atau
pemungutan suara dan menentukan suara yang terbanyak
adalah sebagai keputusan bersama. Contoh proses
pemungutan suara adalah pemilu, baik pemilihan presiden,
anggota DPR dan DPD, maupun pemilihan kepala daerah atau
Pilkada.
15
AYO MENULIS
Sekarang buatlah laporan mengenai pengambilan keputusan
yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Laporan yang kamu
susun bisa berdasarkan pengalaman pribadi atau kelompok.
LAPORAN MENGENAI PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG
SESUAI DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA
Penyusun :
Hari/Tanggal :
Isi Laporan :
16
RANGKUMAN
Nilai-nilai Pancasila memiliki makna sebagai berikut:
• Sila Ketuhanan merupakan pemaknaan terhadap
nilai-nilai religius yang berkaitan dengan hubungan
antara individu dengan Tuhan.
• Sila Kemanusiaan berhubungan dengan aspek
moralitas, keteraturan, dan perwujudan pranata sosial
yang beradab.
• Sila Persatuan Indonesia menyiratkan makna
perwujudan kesatuan dan kasih sayang terhadap
segenap suku bangsa dari Sabang hingga Merauke.
• Sila Permusyawaratan dan Perwakilan menyiratkan
makna perlunya demokrasi atas dasar konsensus
dalam menyikapi beragam persoalan.
• Sila Keadilan Sosial menyiratkan perilaku
transparan, adil, dan merata untuk mewujudkan
kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
dengan beragam etnik.
Setiap sila yang membentuk Pancasila merupakan
unsur yang mutlakyang membentuk kesatuan, bukan
unsur pelengkap. Artinya satu sila menjiwai dan dijiwai
oleh sila-sila yang lain. Misalnya, meskipun Sila
Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan sila yang
berkaitan dengan Tuhan, tetapi tidak berarti sila-sila
yang lain hanya sebagai pelengkap saja. Setiap sila
yang membentuk Pancasila juga sebagai satu kesatuan
yang mutlak, dapat ditambah dan dikurangi.
17
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku :
Maryanto. 2017. Buku Siswa SD/MI Kelas V Tema 1 Organ
Gerak Hewan dan Manusia, Buku Tematik Terpadu
Kurikulum 2013. Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementrian
Pendididikan dan Kebudayaan.
Maryanto. 2017. Buku Guru SD/MI Kelas V Tema 1 Organ
Gerak Hewan dan Manusia, Buku Tematik Terpadu
Kurikulum 2013. Edisi Revisi 2017. Jakarta : Kementrian
Pendididikan dan Kebudayaan.
Sumber Internet :
Kumparan. 2021. Memahami Arti Pancasila sebagai Satu
Kesatuan Bulat dan Utuh. Diakses pada tanggal 10
November 2021 di :
https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp
/berita-hari-ini/memahami-arti-pancasila-sebagai-satu-
kesatuan-bulat-dan-utuh-1wGBirBbwSx
Sumber Youtube :
1. https://youtu.be/47CDRbVdDAk
2. https://youtu.be/JrhTvewoHLk
18
Pendidikan adalah senjata paling mematikan
di dunia, karena dengan pendidikan, Anda
dapat mengubah dunia”
- Nelson Mandela -