The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by azki 2812, 2023-01-28 07:59:22

Tulisan Manajemen

Jurnal Ilmiah Manajemen

TULISAN MANAJEMEN UNIVERSITAS CENDEKIA MITRA INDONESIA AHMAD ZULFIKRI 22121011


KATA PENGANTAR Kami percaya bahwa tidak ada waktu yang lebih memberikan penghargaan- atau lebih menantang- dari pada menjadi manajer. Penghargaan itu berasal dari mengetahui bahwa manajer yang efektif dan efesien dapat membuat perbedaan yang nyata dalam dunia kita. Manajer membuat perbedaan dengan mempengaruhi perkembangan produk dan jasa baru. Mereka membuat perbedaan dengan mendukung perkembangan pribadi dari orang-orang yang bekerja untuk mereka. Dan, semakin hari semakin banyak manajer yang membuat perbedaan dengan rekonsiliasi aktivitas organisasi dengan pemikiran ekologi, sosial, dan politik di seluruh dunia.tantangan datang dari globalisasi ekonomi, yang menyajikan perubahan kaleidoskop tekanan kompetitif dan peluang yang terus menerus berubah. Perhatikan beberapa kata. Tembok berlindir bukan, dan bukan perusahan A. S dan eropa yang mendirikan negara yang dulunya termasuk negara komunis, terus bertambah. Lebih lanjut, organisasi seperti masyarakat eropa dan berbagai perjanjian seperti perjanjian perdagangan bebas amerika utara (NAFTA) mengarah perdagangan dan aliansi politik baru. Sementara perusahaan A. S dan perusahaan asing bersaing memrebutkan pelnaggan yang sama, mereka mempunyai kesepakatan yang sam untuk membentuk usaha patungan dalam riset dan produksi. Buku manajemen dipublikasikan dalam edisi pertamanya pada tahun 1978. Sejak saat itu, buku ini menerima kehormatan sebagai buku yang paling luas dipakai dan selalu menjadi buku paling laris di bidang prinsip-prinsip manajemen. Buku ini berhasil bukan hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di seluruh dunia, dalam edisi bahasa inggris disamping dalam edisi terjemahan bahasa Portugal, Spanyol, Pulandia, Indinesia, dan Malaysia. Dalam buku ini kami mencoba menyampaikan setiap pandangan positif yang kami miliki mengenai pekerjaan manajer. Kami percaya pekerjaan seorang manajer adalah salah satu karier yang paling menarik, menantang, dan memberi penghargaan yang dapat dimiliki oleh seorang manusia. Semua orang dapat memberikan kontribusi yang besar pada masyarakat sebagai anggota organisasi yang dikelola bukan hanya bisnis tetapi juga universitas, rumah sakit, pusat penelitian, kantor pemerintah, dan organisasi lain. Organisasi seperti itu menghimpun bakat dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan. Semuanya ini menonjol satu hal yang akan kami jadikan tema sentral dari buku ini: manajemen adalah segala sesuatu yang menyangkut bekerja dalam dan melalui hubungan manusia. Buku baru Edisi Keenam yang diperbarui ini telah melawati tangan kemampuan tinggi William Seabright dari William Seabright and Associates dan George Abe part opener dan pendesain sampul. Bantuan riset diberikan oleh Jason Boulettem, Douglas Krikman, Kim Dyer, Lay Bolen, Law Matthew Bacchetta. G. Lindsay Perkins, Sunil Kakodker. Kami ingin memberikan penghargaan khusus kepada Tara Radin, yang mengawasi riset untuk edisi ini.


BAB I PERENCANAAN Pada tanggal 6 oktober 1993. Michel Jordan yang berusia 30 tahun, bintang bola basket Chicago Bulls yang sanggup melompat amat tinggi, mengundurkan diri dari National BasketballAssociation (NBA). Digugah oleh kematian ayahnya yang tidak diduga-duga, dia memutuskan untuk mengakhiri untuk sementara, paling sedikit keriernya sebagai pemain bola basket profesional. 1. Penetapan Tujuan Penetapan tujuan adalah proses memutuskan apa yang ingin Anda capai. Biasanya melibatkan pengembangan rencana tindakan, dengan tujuan yang lebih kecil dipecah menjadi langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti, untuk memandu Anda mencapai tujuan itu. Tujuan anda harus SMART: specific, measurable, attainable, relevant dan time-bound atau spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Tujuan yang spesifik dengan langkahlangkah memberi Anda arah yang tepat. Sasaran Anda juga harus mencakup tanggal dan jumlah yang tepat sehingga Anda tahu apakah dan kapan Anda berhasil. Kerja sama dengan Jordan bertepatan dengan strategi spesialis utama dari Nike, yang termasuk memfokuskan produk seperti sepatu basket. Apa yang dibawa oleh Jordan ke Nike adalah cotra. Walaupun Jordan masih orang baru dengan Chicago Bulls, dia sudan membina namanya sendiri, di bola basket perguruan tinggi dengan University of North Carolina maupun lewat kemenangan tim bola basket Olimpiade tahun 1984 di Los Angeles. Itulah yang menjadi gantungan Nike. Mengenai sukses juru bicara, Louis Stern, profesor pemasaran di J.J. Kellog Graduate School of Management di Northwestem, telah berkata, “ini bukan seperti kalau juru bicara iklan baru muncul.... Hal itu karena orang-orang ini demikian penting dalam kehidupan kita akibat liputan media, dan citra mereka tampaknya memancar jauh melewati keberadaan mereka sekedar sebagai manusia. Setelah mengadakan persetujuan dengan Nike, Jordan terus naik menjadi salah seorang figur olahragawan yang paling terkenal sepanjang masa, baik sebagai atlit maupun sebagai sebagai bintang penganjur suatu produk. Sepatu basket model “Air Jordan” adalah produk yang tidak dapat dihindarkan lagi dihubungkan dengan seorang bintang. Bersama dengan Jordan, Nike mampu memperkenalkan dan melaksanakan salah satu strategi pemasaran yang paling sukses. Semua orang di Nike mengkonsentrasikan usaha mereka pada sasaran tunggal: Air Jordan “Kami mengarahkan semua senjata kami ke arah yang sama. Menembakkan bersamasama produk, atlit, TV dan iklan cetak. Gambar di tempat penjualan” kenang Ron Parham, direktur Nike untuk hubungan investor. “Setiap sumber daya pemasaran koprasi di selaraskan dan diatur waktunya agar bersamaan dan mendukung introduksi Air Jordan.” James A.F. Stoner, R Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr. ,2020


2. Proses Perencanaan Sejak akhir abad ke-19, biasanya manajemen didefinisikan dalam empat fungsi spesifik dari manajer, yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan. walaupun Kerangka kerja ini masih terus diteliti pada umumnya masih diterima jadi kita dapat mengatakan bahwa manajemen merupakan proses membuat perencanaan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan. Berbagai usaha dari anggota organisasi dan menggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran. Proses adalah cara sistematik yang sudah ditetapkan dalam melakukan kegiatan kita merujuk pada manajemen sebagai suatu proses untuk menekankan bahwa semua manajer tidak peduli bakat atau keterampilan tertentu mereka terlibat dalam aktivitas yang saling terkait untuk mencapai sasaran yang mereka inginkan. Dalam bagian akhir sub bab ini secara singkat kita akan menguraikan ke empat aktivitas manajemen yang utama tersebut dan bagaimana semuanya itu melibatkan hubungan dan waktu. James A.F. Stoner, R Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr. ,2020 3. Perencanaan Strategik Perencanaan adalah suatu jenis pembuatan keputusan untuk masa depan yang spesifik yang dikehendaki oleh manajer bagi organisasi. Mereka kami membahas perencanaan dalam Bab 1 sebagai yang pertama dari empat kegiatan utama dalam proses manajemen perencanaan, Perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Kita dapat membayangkan perencanaan sebagai lokomotif yang mengelola kereta yang terdiri dari aktivitas mengorganisasikan memimpin dan mengendalikan, atau kita dapat menggambarkan perencanaan sebagai akar tunggang dari pohon yang besar dan rimbun dari situ tumbuh cabangcabang yaitu pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Perencanaan demikian penting bagi manajer. Perencanaan bukan peristiwa Tunggal, dengan awal dan akhir yang jelas. Perencanaan adalah proses berkesinambungan yang mencerminkan dan menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar setiap organisasi. Kita dapat melihat hal ini dalam kasus Federal Express, yang memasuki tahun 1980-an dengan menghadapi Bukan hanya persaingan yang sengit dan harapan pelanggan yang semakin tinggi, tetapi juga perubahan teknologi. Manajer Federal Express harus mengevaluasi ulang rencana dan sasaran pada masa depan. Mereka harus memperhatikan hubungan dengan pelanggan kunci, dengan pesaing seperti UPS dan jasa Pos. Serta dengan pesaing pasar potensial seperti MCI, Semua dilakukan pada waktu yang sama. Memutuskan tindakan dan reaksi terhadap tindakan perusahaan lain merupakan tantangan perencanaan berkelanjutan untuk para manajer ini.


Dalam bab ini, kita akan memperhatikan secara lebih mendalam hal perencanaan dan cara membuat rencana pada berbagai tingkat dalam organisasi. Anda akan belajar bahwa salah satu hasil yang paling penting dari proses perencanaan adalah strategi untuk organisasi. Anda akan belajar mengenai manajemen strategis, terutama jenis perencanaan yang telah muncul Selama beberapa dekade. Manajemen strategis adalah praktek yang terus berlangsung untuk menetapkan program sasaran organisasi dalam arti luas dan cara untuk mencapainya. James A.F. Stoner, R Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr. ,2020 4. Implemestasi Strategi Sukses sega, sebagian besar, dapat dilacak sampai pada keterampilan manajernya pada implementasi strategi. Mereka membuat rencana untuk menentang Nintendo dan melaksanakan keputusan manajerial yang perlu untuk dipraktekkan. Pembuatan keputusan manajer Puncak yang didesentralisasikan dan menarik orang yang tepat membuat tantangan sega berhasil. Walaupun bidang implementasi strategi masih demikian baru sehingga tidak ada konsensus mengenai dimensinya, mahasiswa dan manajer menyetujui ide sentral, yang kita diskusikan dalam bab ini. Pertama, implementasi strategi yang berhasil, sebagian, tergantung pada struktur organisasi. Walaupun kita akan meninjau struktur (bagian dari organisasi) secara rinci dalam Bab 12, disini kami akan meninjau penelitian klasik dari Alfred Charles dan para pengikutnya dalam melacak hubungan antara Strategi dan struktur. Kedua, strategi harus dilembagakan atau dimasukkan ke dalam sistem nilai norma dan peran yang akan membantu pembentuk tingkah laku karyawan membuat hal itu lebih mudah untuk mencapai sasaran strategis. Di sini kami akan mempelajari peran yang dimainkan manajer dalam melembagakan strategi. Ketiga, strategi harus dapat dilaksanakan atau diterjemahkan menjadi kebijakan prosedur dan peraturan tertentu yang akan menjadi pedoman pembuatan rencana dan membuat keputusan oleh manajer dan karyawan. Kami juga akan meninjau prosedur untuk menetapkan tujuan jangka pendek dan memberi imbal jasa Prestasi Kerja yang efektif. James A.F. Stoner, R Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr. ,2020


5. Manajemen Pengambilan Keputusan Manajemen adalah kebiasaan yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus membentuk organisasi formal dan seni. Membuat keputusan merupakan pusat melakukan hal itu. Pembuatan keputusan mengidentifikasi dan memilih serangkaian tindakan untuk menghadapi masalah tertentu atau mengambil keuntungan dari suatu kesempatan adalah bagian penting dari pekerjaan setiap manajer. Kita semua membuat keputusan, tentu saja apa yang membedakan praktek manajemen adalah perhatian khusus sistematik yang diberikan manajer pada pembuatan keputusan, membuat keputusan adalah spesialissasi Philip Knight sebagai CEO di Nike. Dalam bab ini, kita akan menguraikan proses tradisional tentang pembuatan keputusan faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan keputusan dan memberi kesulitan, yang dapat timbul dalam memilih rangkaian tindakan organisasi. Kita akan mengakhiri dengan tinjauan dua pendekatan pembuatan keputusan yang baru muncul teori siasat dan teori kekacauan. Seorang manajer. Tentu saja tidak membuat keputusan terpisah, kalau dia sedang membuat keputusan-keputusan yang lain dibuat oleh orang lain baik didalam maupun diluar organisasi, di bisnis lain, Kantor Pemerintah, dan organisasi sosial. Ketika manajer memproyeksikan konsekuensi yang mungkin terjadi dari keputusan mereka sendiri mereka harus waspada bahwa keputusan orang lain mungkin bertentangan atau berinteraksi dengan keputusan mereka. Pembuatan keputusan secara singkat adalah proses yang dilakukan manajer dalam hubungan dengan pembuat keputusan yang lain. Misalnya Knight dan rekan-rekannya di Nike. Membuat keputusan pada waktu yang sama dengan Michael Jordan (seorang Usahawan dengan hak sendiri), membuat keputusan bisnisnya sendiri. Fenomena ini ditonjolkan dalam pendekatan yang baru muncul yang dikenal sebagai teori siasat dan teori kekacauan yang didiskusikan dalam manajemen 2000 dan sesudahnya pada akhir bab ini. James A.F. Stoner, R Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr. ,2020 6. Alat – alat Perencanaan Sasaran Memberikan Arah Tanpa sasaran individu dan organisasinya, cenderung tidak menentu bereaksi terhadap perubahan lingkungan tanpa alasan yang jelas mengenai apa yang sebenarnya mereka inginkan dengan menetapkan sasaran orang dan organisasi yang mendukung motivasi mereka, dan memperoleh sumber inspirasi yang membantu mereka mengatasi hambatan yang tidak terelakan akan mereka hadapi.


Sasaran Memfokuskan Usaha Kita Setiap orang dan setiap Organisasi mempunyai keterbatasan sumberdaya, dan sejumlah besar cara memanfaatkan sumberdaya tadi dalam memilih sasaran tunggal atau sejumlah sasaran yang saling berkaitan. Kita menetapkan prioritas dan memberikan komitmen mengenai cara kita akan menggunakan sumber daya yang langka, hal ini terutama penting bagi organisasi tempat manajer harus mengkoordinasikan tindakan banyak orang. Sasaran Menjadi Pedoman Rencana Dan Keputusan Kita Apakah anda ingin menjadi juara catur? atau juara senam?. Jawaban dari pertanyaan seperti itu akan membentuk rencana jangka pendek dan jangka panjang. Serta membantu anda membuat banyak keputusan penting, orang dalam organisasi menghadapi keputusan serupa yang dijelaskan dengan mengajukan pertanyaan. Apa sasaran kita? Apakah tindakan ini akan mendekatkan kita ke arah sasaran organisasi atau justru menjauhkan. Sasaran Membantu Kita Mengevaluasi Kemajuan Yang Kita Capai Pernyataan yang dikemukakan dengan jelas sasaran yang dapat diukur pada tanggal tertentu, menjadi standar prestasi yang membuat individu dan manajer dapat mengevaluasi kemajuan mereka. Jadi sasaran merupakan bagian penting dan pengendalian proses yang memastikan, bahwa tindakan yang diambil sesuai dengan sasaran dan rencana yang dibuat untuk mencapai sasaran tadi. Bila kita menjumpai bahwa kita telah menyimpang dari jalur atau bila kita menghadapi hambatan yang belum diperhitungkan kita dapat mengambil tindakan korektif dengan memodifikasi rencana kita. James A.F. Stoner, R Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr. ,2020


BAB II PENGORGANISASIAN 1.2 Desain Organisasi Dan Struktur Organisasi Sebuah organisasi adalah pola hubungan banyak hubungan yang saling terjalin secara simultan yang menjadi jalan bagi orang, dengan pengarahan dari manajer, untuk mencapai sasaran bersama. Sasaran ini merupakan hasil dari proses pembuatan keputusan yang kami perkenalkan kepada anda sebagai perencanaan (Bagian III). Sasaran yang di kembangkan oleh manajer lewat perencanaan biasanya ambisius, jangkauannya jauh, dan bagian akhirnya bersifat terbuka. Manajer ingin memastikan bahwa organisasi mereka dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama. Anggota sebuah organisasi memerlukan kerangka kerja yang stabil dan dapat dipahami, yang menjadi landasan mereka bekerja sama ke arah sasaran organisasi. Proses manajerial dari pengorganisasian termasuk pembuatan keputusan mengenai penciptaan kerangka kerja semacam ini sehingga organisasi tersebut dapat bertahan dari keadaan yang baik pada masa kini hingga masa depan. Di Hewlett-Packard, Lewis Platt harus memutuskan mengenai pola hubungan kerja yang memungkinkan karyawan Hewlett-Packard untuk memanfaatkan apa yang mereka miliki dan apa yang mereka pelajari dalam pekerjaan mereka pada masa lampau. Platt tidak mulai dari nol. Dia memasuki rencana organisasi yang sudah ada. Orang sudah terbiasa untuk saling berhubungan dengan suatu cara. Jadi tantangan organisasi Platt adalah membangun dasar ini ketika dia mengembangkan struktur yang akan membawa HP ke masa depan. Manajer harus memperhitungkan dua macam faktor ketika mereka mengorganisasikan. Pertama, mereka harus membuat garis besar sasaran organisasi, rencana strategis mereka untuk mencapai sasaran ini (Bab 10), dan kemampuan dalam organisasi mereka untuk melaksanakan rencana strategis (Bab 11), Tugas perencanaan ini mengisi agenda Platt sejak hari pertamanya menjadi direktuk utama di HP. James A.F. Stoner, R Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr. ,2003


3. Koordinasi dan Jangkauan Organisasi Pengertian Koordinasi Menurut beberapa ahli pengertian koordinasi adalah sebagai berikut : Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan Koordinasi adalah kegiatan mengarahkan, mengintegrasikan dan mengkoordinasikan unsure-unsur manajemen (6 M) dan pekerjaan-pekerjaan para bawahan dalam mencapai tujuan organisasi. E.F.L. Breach Koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok kepada masing-masing dan menjaga agar kegiatans itu dilaksanakan dengan keseluruhan yang semestinya diantara para anggota itu sendiri. G.R. Terry Koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan. Definisi G. R. Terry ini berarti bahwa koordinasi adalah pernyataan usaha dan meliputi cirri-ciri sebagai berikut: 1. Jumlah usaha, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif 2. Waktu yang tepat dari usaha-usaha ini 3. Pengarahan usaha-usaha ini Dr. Awaluddin Djamin, M.P.A Koordinasi adalah suatu usaha kerja sama antara badan, instansi, unit dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu sedemikian rupa, sehingga terdapat saling mengisi, saling membantu dan saling melengkapi. Manajer yang sukses adalah yang dapat melakukan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi (KIS) dengan baik. Charles Worth Koordinasi adalah integrasi dari beberapa bagian ke dalam lubang teratur untuk mencapai tujuan. The Liang Gie Rangkaian aktivitas menghubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan orang-orang dan pekerjaannya sehingga semuanya berlangsung secara tertib dan seirama menuju kearah tercapainya tujuan tanpa terjadi kekacauan, percekcokan, kekembaran kerja atau kekosongan kerja.


Oteng Sutisna Merumuskan koordinasi ialah mempersatukan sumbangan sumbangan dari orang-orang, bahan, dan sumber-sumber lain ke arah tercapainya maksud yang ditetapkan. Purwanto Koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang, materiil, pikiran-pikiran, teknikteknik, dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan. Mc. Farland (Handayaningrat, 1985:89) Koordinasi adalah suatu proses di mana pimpinan mengembangkan pola usaha kelompok secara teratur di antara bawahannya dan menjamin kesatuan tindakan di dalam mencapai tujuan bersama. Handoko (2003:195) Mendefinisikan koordinasi (coordination) sebagai proses pengintegrasian tujuantujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Jadi dapat disimpulkan pengertian koordinasi adalah penyatuan, integrasi, sinkronisasi upaya anggota kelompok sehingga memberikan kesatuan tindakan dalam mengejar tujuan bersama. Masalah-Masalah dalam Pencapaian Koordinasi yang Efektif. Masalah-masalah ini terjadi karena adanya pembagian tugas, maka timbullah perbedaan dalam kegiatan pekerjaan. Perbedaan kegiatan tersebut dapat berpengaruh terhadap organisasi sehingga dapat menimbulkan masalah koordinasi. Perbedaan sikap dan perilaku individu - individu menimbulkan masalah koordinasi, antara lain : a. Adanya perbedaan dalam orientasi terhadap sasaran/ tujuan tertentu. b. Adanya perbedaan dalam orientasi waktu. c. Adanya perbedaan dalam orientasi antar pribadi d. Adanya perbedaan dalam formalitas struktur organisasi e. Adanya perbedaan jarak geografis. f. Adanya perbedaan antar manusia karena faktor social, budaya, pandangan hidup serta latar belakang pendidikan. g. Adanya perbedaan dalam ambisi. Aprilia Kharen Eka Rahmawati, 2017


Jangkauan Organisasi Strategi Organisasi Strategi organisasi berperan untuk mengidentifikasi berbagai pendekatan umum yang dipakai organisasi untuk mencapai tujuan. Sehingga organisasi dalam mencapai tujuannya ada dua cara yaitu melalui pengelolaan yang lebih baik atas apa yang sedang dikerjakan sekarang dan melalui penemuan hal-hal yang baru (Gibson dkk. 1996). Konsep lain menjelaskan bahwa strategi organisasi merupakan suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai sasarannya melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan (Salusu, 2003). Strategi organisasi merupakan pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama atau kebijakan organisasi dengan rangkaian tindakan dalam sebuah pernyataan yang saling mengikat yang berkaitan dengan prinsip-prinsip umum untuk mencapai misi organisasi (Wibisono, dalam Lynch, 2006). Strategi organisasi terbagi menjadi dua jenis yaitu strategi inovasi dan strategi peningkatan kualitas. Strategi inovasi ditinjau dari aspek koordinasi antar unit kerja, pengembangan keahlian kerja, penyusunan pengembangan karier, pemberian insentif kerja, dan penetapan standar kerja. Selanjutnya strategi peningkatan kualitas ditinjau dari aspek penjabaran deskripsi kerja, partisipasi dalam pengambilan keputusan, penilaian pekerjaan, keseragaman perlakuan, dan pelatihan dan pengembangan kualitas (Simamora, 2001). Dengan demikian strategi organisasi memiliki peran sangat penting dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi dengan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif yang dapat dilakukan dengan dua cara atau model yaitu strategi inovasi dan strategi peningkatan kualitas. http://repository.umy.ac.id, 2016 Strategi Jangkauan Organisasi Pengertian Strategi Jangkauan Organisasi Strategi Jangkauan adalah penetapan ruang lingkup pasar yang akan dilayani oleh organisasi: ragam atau jenis konsumen, cakupan geografisnya, dan jenis produk aatau jasa yaang akan ditawarkan. Ada organisasi yang sengaja memilih fokus jangkauan yang terbaatas, misalnya hanya untuk kategori konsumen, wilayah, atau produk dan jasa tertentu, ada pula yang mengembangkan jangkauan seluas-luasnya dnegan tujuan mengusai pangsa pasar. Dialograkyat, 2021


4. Wewenang, delegasi dan desentralisasi Wewenang (Authority). Wewenang adalah hak melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukanatau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Ada dua pandangan yang saling berlawanan mengenai sumber wewenang yaitu : Teori Formal (Pandangan klasik) : wewenang adalah dianugrahkan . Wewenang adakarena seseorang tersebut diberi, dilimpahi atau diwarisi hal tersebut. Pandangan inimenganggap bahwa wewenang berasal dari tingkat masyarakat yang sangat tinggi dankemudian secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat. Pendangan klasik inimenelusuri sumber tertinggi dari wewenang ke atas sampai sumber terakhir, di manauntuk organisasi perusahaan adalah pemilik atau pemegang saham Teori Penerimaan (acceptance theory of authority) : berpendapat bahwa wewenangseseorang timbul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok atau individu kepada siapawewenang tersebut dijalankan. Pandangan ini menyatakan kunci dasar wewenang olehyang dipengaruhi (influencee) bukan yang mempengaruhi (influencer). Jadi, wewenangtergantung pada penerima (receiver), yang memutuskan untuk menerima atau menolak. Kekuasaan. Menurut Sukanto R & T Hani Handoko Kekuasaan adalah kemampuan untukmempengaruhi individu, kelompok, keputusan atau kejadian.Meskipun kekuasaan danwewenang sering ditemui bersama,tetapi keduanya berbeda.Bila wewenang adalah hak untukmelakukan sesuatu ,kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hak tersebut Menurut Amitai Etzioni ”Seorang pemimpin dapat mempengaruhi prilaku adalah hasil dari kekuasaan posisi (kedudukan atau jabatan) atau kekuasaan pribadi atau kombinasi darikeduanya. Kekuasaan posisi (position Power) yaitu kekuasaan posisi akan semakin besar bila atasantelah mempercayai individu itu dan akan didapatkan dari wewenang formal suatuorganisasi. Besarnya kekuasaan itu tergantung seberapa besar wewenang didelegasikankepada individu yang menduduki posisi tersebut.Kekuasaan posisi akan semakin besar bila atasan telah mempercayai individu . Kekuasaan Pribadi (Personal Power) didapatkan dari para pengikut dan didasarkan atasseberapa besar para pengikut mengagumi, respek dan merasa terikat pada seorang pemimpin. Sumber-Sumber Kekuasaan Manajerial Kekuasaan balas jasa (Reward Power) berasal dari jumlah balas jasa positif (Uang, perlindungan, perkembangan karier dll) yang diberikan kepada pihak penerima untukmelakukan perintah atau persyaratan lainnya.


Kekuasaan paksaan (coercive power) berdasarkan dari perkiraan yang dirasakan orang bahwa hukuman(dipecat, ditegur dll) akan diterima bila mereka tidak melaksanakan perintah pimpinan. Kekuasaan sah (Legitimate power) berkembang dari nilai-nilai intern yangmengemukakan bahwa seorang pemimpin mempunyai hak sah untuk mempengaruhi bawahan. Kekuasaan pengendalian informasi (control of information power) berasal dari pengetahuan dimana orang lain tidak mempunyainya dan digunakan dengan pemberianatau penahanan informasi yang dibutuhkan. Kekuasaan panutan (Referent power) identifikasi orang-orang dengan seorang pimpinandan menjadikan pimpinan itu sebagai panutan atau simbol. Faktor-faktornya adalahkarisma pribadi, keberanian, simpatik dll. Kekuasaan ahli (expert power) hasil dari keahlian atau ilmu pengetahuan seorang pemimpin dalam bidangnya, dimana pemimpin tersebut ingin mempengaruhi orang lain. Delegasi Wewenang Delegasi adalah pelimpahan dan tanggung jawab formal kepada orang lain untukmelakukan tugas tertentu. Jadi delegasi wewenang adalah Proses dimana para manajermengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya. Empat kegiatan terjadi ketika delegasi dilakukan yaitu : Pendelegasi menetapkan dan memberitahukan tujuan dan tugas kepada bawahannya. Pendelegasi melimpahkan wewenang yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau tugas. Penerimaan delegasi, baik implicit atau eksplisit menimbulkan kewajiban atautanggungjawab. Pendelegasi menerima pertanggungjawaban bawahan untuk hasil-hasil yang dicapai. Alasan-Alasan Pendelegasian Pendelegasian memungkinkan manajer untuk mencapai hasil yang lebih baik dari padamereka menangani sendiri. Delegasi dari atasan kepada bawahan adalah proses yang diperlukan agar organisasidapat berfungsi lebih efisien. Delegasi memungkinkan manajer untuk memusatkan tenaganya untuk tugas-tugas prioritas yang lebih penting. Delegasi memungkinkan bawahan untuk berkembang dan dapat digunakan alat untuk belajar dari kesalahan.


Delegasi dibutuhkan karena manajer tidak selalu mempunyai semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan dan tidak selalu memahami masalah yang lebih terperinci. Pedoman Klasik untuk Delegasi Efektif Prinsip scalarMenyatakan harus ada garis otoritas yang jelas yang mengubungkan tingkat paling tinggidengan tingkat paling bawah. Garis otoritas yang jelas ini memudahkan kepadaorganisasi untuk mengetahui: a. Kepada siapa dia dapat mendelegasikan b. Siapa yang dapat melimpahkan wewenang kepadanya c. Kepada siapa dia bertanggung jawab Prinsip kesatuan perintah (unity of command)Prinsip ini menyatakan bahwa setiap bawahan di organisasi seharusnya melapor hanyakepada seorang atasan. Dengan prinsip ini maka membuat setiap organ yang diberi tugasakan lebih mudah untuk memberi pertanggungjawaban atas tugasnya. Tangung jawab, wewenang dan akuntabilitas Desentralisasi Desentralisasi adalah penyebaran atau pelimpahan secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan ketingkatan-tingkatan organisasi yang lebih rendah. Faktor pentinglainnya yang menentukan efektifitas organisasi adalah derajat sentralisasi atau desentralisasiwewenang. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Derajat Desentralisasi Penentuan derajat desentralisasisangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : Filsafat manajemen » Banyak manjer puncak yang sangat otokratik dan menginginkan pengawasan pusat yang kuat. Ini dapat mempengaruhi kesediaan manajemen untukmendelegasikan wewenangnya. Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi » Organisasi tidak mungkin efisien bilasemua wewenang pembuatan keputusan ada pada satu atau beberapa manajer puncaksaja. Tingkat pertumbuhan yang semakin cepat akan memaksa manajemen meningkatkandelegasi wewenangnya. Strategi dan lingkungan organisasi » Strategi organisasi akan mempengaruhi tipe pasar,lingkungan teknologi dan persaingan yang harus dihadapinya. Faktor ini selanjutnya akanmempengaruhi derajat desentralisasi. Penyebaran geografis organisasi » Pada umunya, semakin menyebar satuansatuanorganisasi secara geografis, organisasi akan cenderung melakukan desentralisasi karena pembuatan keputusan akan lebih sesuai dengan kondisi lokal masing-masing.


Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif » Organisasi yang kekurangan peralatan- peralatan efektif untuk melakukan pengawasan satuan-satuan tingkat bawah akancenderung melakukan sentralisasi bila manajemen tidak dapat dengan mudah memonitor pelaksanaan kerja bawahannya. UPN ”VETERAN” JAWA TIMUR SURABAYA, 2015 5. Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia (human resources management) adalah rangkaian aktivitas organisasi yang diarahkan untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja yang efektif. Manajer memiliki peran besar dalam mengarahkan orang-orang yang berada di organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan, termasuk memikirkan bagaimana memiliki manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang mampu bekerja secara efektif dan efisien.Memang sudah menjadi tujuan umum bagian MSDM untuk mampu memberikan kepuasan kerja yang maksimal kepada pihak manajemen perusahaan yang lebih jauh mampu membawa pengaruh pada nilai perusahaan (company value) baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Agar pengertian MSDM ini lebih jelas, di bawah ini dirumuskan dan dikutip definisi yang dikemukakan oleh para ahli :menurut Marwansyah (2014:3- 4) berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai pendayagunaan sumber daya manusia di dalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan hubungan industrial. Selain itu menurut Edy Sutrisno (2016:6) Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah: “Kegiatan perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharaan, serta penggunaan SDM untuk mencapai tujuan baik secara individu maupun organisasi.” Menurut Hasibuan (2016 : 10) manajemen sumber daya manusia adalah “ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efesien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat”. Sedangkan menurut Kasmir (2016:25), menyatakan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah: “Proses pengelolaan manusia, melalui perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan, pemberian kompensasi, karier, keselamatan dan kesehatan serta menjaga hubungan industrial sampai pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan perusahaan dan peningkatan kesejahteraan stakeholder.”


Menurut Bintoro dan Daryanto (2017 : 15)menyatakan bahwa “Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal”. Sedangkan menurut Sedarmayanti (2017:3-4) MSDM adalah suatu pendekatan dalam mengelola masalah manusia berdasarkan tiga prinsip dasar, yaitu: 1. Sumber daya manusia adalah harta/aset paling berharga dan penting yang dimiliki organisasi/perusahaan karena keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh unsur manusia. 2. Keberhasilan sangat mungkin dicapai, jika kebijakan prosedur dan peraturan yang berkaitan manusia dari perusahaan saling berhubungan dan menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. 3. Budaya dan nilai organisasi perusahaan serta perilaku manajerial yang berasal dari budaya tersebut akan memberi pengaruh besar terhadap pencapaian hasil terbaik. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia mulai dari perencanaan hingga pemberhentian sumber daya manusia yang bertujuan untuk membantu dalam pencapaian tujuan organisasi. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Veithzal Rivai (2015:8) tujuan dari Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah sebagai berikut : Menentukan kualitas dan kuntitas karyawan yang akan mengisi semua jabatan dalam perusahaan. Menjamin tersedianya tenaga kerja masa kini maupun masa depan, sehingga setiap pekerjaan ada yang mengerjakannya. Menghindari terjadinya mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Mempermudah koordinasi, integrasi, dan sinkronasi (KIS) sehingga produktivitas kerja meningkat. Menghindari kekurangan dan kelebihan karyawan. Menjadi pedoman dalam menetapkan program penarikan, seleksi, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan. Menjadi pedoman dalam melaksanakan mutasi (vertikal atau horizontal). Menjadi dasar dalam penilaian karyawan. Menurut Edwin B.filippo dan Malayu S.P Hasibuan (2016:21) fungsi manajemen sumber daya manusia adalah sebagai berikut :


A. Fungsi manajerial Perencanaan (planning) Perencanaan adalah proses penentuan tujuan dan pedoman pelaksanaan dengan memilih yang terbaik dari alternatif-alternatif yang ada. Perencanaan dalam proses manajemen sumber daya manusia adalah rekrutmen tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Perencanaan dalam proses perekrutan karyawan sangat penting untuk menganalisis jabatan yang perlu diisi dan jumlah karyawan yang dibutuhkan. Pengorganisasian (organizing) Pengorganisasian diartikan suatu proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan berbagai aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan menempatkan karyawan sesuai dengan bidang keahlian dan menyediakan alat-alat yang diperlukan oleh karyawan dalam menunjang pekerjaan. Penggerakan Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi pergerakan justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Penggerakan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Pengawasan (controlling) Pengawasan adalah proses pengaturan berbagai faktor dalam perusahaan agar sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana. Pengawasan dapat diartikan sebagai proses monitoring kegiatan-kegiatan, tujuannya untuk menentukan harapan-harapan yang akan dicapai dan dilakukan perbaikanperbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Harapan - harapan yang dimaksud adalah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan untuk dicapai dan program-program yang telah direncanakan untuk dilakukan dalam periode tertentu. Tujuan utama dari pengawasan ialah mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan. Dengan dilakukannya pengawasan secara menyeluruh akan mempermudah bagi suatu instansi dalam menganalisis kendala-kendala yang timbul dalam manajemen. Sehingga, solusi dari permasalahan yang muncul akan bisa diambil secara bijak.


Motivasi (Motivating) Motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang.Motivasi termasuk faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu.Motivasi juga dapat diartikan pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.Pada dasarnya perusahaan bukan saja mengharapkan karyawan yang mampu, cakap, dan terampil, tetapi yang terpenting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal.Motivasi penting karena dengan motivasi ini diharapkan setiap individu karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai kinerja yang tinggi. Evaluasi (evaluating) Evaluasi atau disebut juga pengendalian merupakan kegiatan system pelaporan yang serasi dengan struktur pelaporan keseluruhan, mengembangkan standar perilaku, mengukur hasil berdasarkan kualitas yang diinginkan dalam kaitannya dengan tujuan, melakukan tindakan koreksi, dan memberikan ganjaran.Dengan evaluasi yang dilakukan perusahaan dapat mengukur tingkat keberhasilan suatu organisasi. BPSDM Hukum dan HAM Tahun 2019, Arisman 6. Manajemen Perubahan dan inovasi Pengertian Manajemen Perubahan Pengertian manajemen perubahan adalah wujud pendekatan melalui suatu proses untuk mengubah individu, tim, dan organisasi menuju kondisi masa depan yang lebih baik. Manajemen perubahan (change management) sering dikaitkan dengan manajemen sumber daya manusia karena yang menjadi objek utama perubahan adalah sumber daya manusia. Change management dalam suatu organisasi umumnya dilakukan dengan perubahan kebijakan yang sederhana hingga kebijakan yang kompleks dan berpengaruh terhadap perubahan organisasi. Sebagai makhluk yang dinamis, manusia tidak bisa berdiam diri dengan kondisi lingkungan yang terus bergerak, sehingga perubahan diperlukan untuk mengarahkan pergerakan manusia ke arah yang diinginkan demi mencapai tujuan organisasi.


Manajemen Perubahan ini bertujuan untuk merencanakan dan menerapkan strategi perubahan, mengendalikan perubahan serta membantu orang untuk beradaptasi terhadap perubahan. Dan tentunya, Perubahan yang dimaksud disini adalah perubahan untuk bergerak maju ke depan dengan berbagai inovasi dan perbaruan proses untuk mencapai efisiensi operasional organisasinya. Untuk lebih jelas mengenai Manajemen Perubahan ini, berikut ini adalah beberapa definisi dan pengertian manajemen perubahan menurut para ahli berikut ini : Pengertian Manajemen Perubahan menurut Bennet P. Lientz dan Kathryn P. Rea (Lientz, et al., 2004), Manajemen perubahan adalah pendekatan untuk merencanakan, mendesain, mengimplementasikan, mengelola, mengukur dan mempertahankan perubahan di dalam pekerjaan dan bisnis proses. Pengertian Manajemen Perubahan menurut Kotter (2011), Manajemen perubahan adalah suatu pendekatan untuk mengubah individu, tim, dan organisasi kepada kondisi masa depan yang diinginkan. Pengertian Manajemen Perubahan menurut Wibowo (2011 :193), Manajemen perubahan adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses perubahan tersebut. Pengertian Manajemen Perubahan menurut Sangkala (1999), Manajemen Perubahan adalah teknik yang digunakan untuk menciptakan dan mendukung perubahan dalam suatu organisasi. Pengertian Manajemen Perubahan menurut Karen Coffman dan Katie Lutes (2007), Manajemen Perubahan adalah sebuah pendekatan terstruktur untuk membantu organisasi dan orang-orang untuk transisi secara perlahan tapi pasti dari keadaan sekarang menuju ke keadaan yang diinginkan. Pengertian Manajemen Perubahan menurut Holger Nauheimer (2007), Manajemen Perubahan dapat digambarkan sebagai proses, alat dan teknik untuk mengatur proses perubahan pada sisi orang untuk mencapai hasil yang diperlukan dan untuk merealisasikan perubahan secara efektif melalui agen perubahan, tim dan sistem yang lebih luas. Dari berbagai definisi dan pengertian mengenai manajemen perubahan ini, dapat disimpulkan manajemen perubahan adalah suatu proses yang sistematis dengan menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan organisasi untuk bergeser dari kondisi sekarang menuju kondisi yang diinginkan, yaitu menuju ke arah kinerja yang lebih baik dan untuk mengelola individu yang akan terkena dampak dari proses perubahan tersebut.


Tujuan Manajemen Perubahan Setidaknya ada tiga tujuan manajemen perubahan yang menjadi dasar dari perubahan di dalam organisasi, diantaranya adalah: 1. Untuk mempertahankan kerberlangsungan hidup organisasi, baik itu jangkan pendek maupun jangka panjang. 2. Untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal (tuntutan masyarakat akan pelayanan public yang prima, perubahan teknologi dan peralatan, kebijakan baru dan lainnya), 3. Untuk memperbaiki efektivitas organisasi agar dapat berdaya saing global. Upaya ini termasuk perbaikan efektivitas pegawai, perbaikan sistem dan struktur organisasi, dan implementasi strategi organisasi. Agen perubahan Agen perubahan adalah individu/kelompok yang terlibat dalam merencanakan perubahan dan mengimplementasikannya. Dalam sebuah proses perubahan, para agen perubahan ini berperan sebagai role model. Biasanya agen perubahan adalah mereka yang “dapat” dijadikan contoh, baik dalam prestasi kerjanya dan dalam perilakunya. Agen perubahan terdiri dari pimpinan organisasi (sebuah keharusan) dan pegawai-pegawai yang “dipilih” berdasarkan kriteria tertentu, sesuai dengan tuntutan peran agen perubahan. Adapun peran agen perubahan adalah sebagai berikut: a. Katalis adalah peran untuk meyakinkan pegawai yang ada di masingmasing Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah tentang pentingnya perubahan menuju kondisi yang lebih baik (tujuan yang direncanakan). b. Pemberi Solusi adalah peran sebagai pemberi alternatif solusi kepada pegawai Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang mengalami kendala dalam proses berjalannya perubahan menuju tujuan akhir. c. Mediator adalah peran untuk membantu melancarkan proses perubahan, terutama menyelesaikan masalah yang muncul di dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan membina hubungan antara pihak-pihak yang ada di dalam dan pihak di luar Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah terkait dalam proses perubahan. BPSDM Hukum dan HAM Tahun 2019, Arisman


Pengertian Inovasi Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah adaatau yang sudah dikenal sebelumnya. orang atau wirausahawan yang slalu berinovasi, maka ia sapat dikatakan sebagai seorang wirausahwan yang inovatif. Seseorang yang inovatif akan selalu berupaya melakukan perbaikan, menyajikan sesuatu yang baru/unik yang berbeda dengan yang sudah ada. inovatif juga merupakan sikap penting bagi yang hendaknya dimiliki oleh seorang wirausahawan. wirausahawan yang slalu melakukan inovasi dalam ushanya. maka keuntungan dan kesuksesan akan ia dapat. inovatif merupakan implikasi dari karakteristik wirausahawan yang mampu membawa perubahan pada lingkungan sekitarnya. inovatif secara tidak langsung menjadi sifat pembeda antara wirausahawan dengan orang biasa, maupun pengusaha. seorang wirausahawan akan selalu memikirkan untuk melakukan sesuatu yang berbeda, tidak seperti yang dipikirkan dan dilakukan oleh kebanyakan orang. kreatif dan inovatif adalah suatu kemampuan untuk memindahkan sumber daya yang kurang produktif menjadi sumber daya yang produktif sehingga memberikan nilai ekonomis. baik langsung maupun tidak langsung seorang wirausahawan adalah orang yangmampu membawa perubahan pada lingkunganya. disisi lain ia juga orang yang sanggup menerima perubahan yang terjadi dan menyikapi perubahan tersebut dengan positif. ia juga berani mengambil resiko berhasil ataupun gagal di setiap jalan yang ia ambil. wirausahawan mampu bertahan pada kondisi perekonomian yang sulit dan serba kalut. karena disaat semua resah, ia memiliki kreasi dan inovasi untuk memindahkan sumber daya yang kurang produktif menjadi sumber daya yang produktif sehingga memberikan nilai ekonomis. Berdasarkan pengertian tersebut, Robbins lebih memfokuskan pada tiga hal utama yaitu : 1. Gagasan baru yaitu suatu olah pikir dalam mengamati suatu fenomena yang sedang terjadi, termasuk dalam bidang pendidikan, gagasan baru ini dapat berupa penemuan dari suatu gagasan pemikiran, Ide, sistem sampai pada kemungkinan gagasan yang mengkristal. 2. Produk dan jasa yaitu hasil langkah lanjutan dari adanya gagasan baru yang ditindak lanjuti dengan berbagai aktivitas, kajian, penelitian dan percobaan sehingga melahirkan konsep yang lebih konkret dalam bentuk produk dan jasa yang siap dikembangkan dan dimplementasikan termasuk hasil inovasi dibidang pendidikan. 3. Upaya perbaikan yaitu usaha sistematis untuk melakukan penyempurnaan dan melakukan perbaikan (improvement) yang terus menerus sehingga buah inovasi itu dapat dirasakan manfaatnya.


Pengertian Inovasi menurut para ahli : Pengertian Inovasi menurut Everett M. Rogers Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Pengertian Inovasi menurut Stephen Robbins Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa. Pengertian Inovasi menurut Van de Ven, Andrew H Inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru oleh orang dimana dalam jangka waktu tertentu melakukan transaksi-transaksi dengan orang lain dalam suatu tatanan organisasi. Pengertian Inovasi menurut Kuniyoshi Urabe Inovasi bukan merupakan kegiatan satu kali pukul (one time phenomenon),melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi banyak proses pengambilan keputusan di dan oleh organisasi dari mulai penemuan gagasan sampai implementasinya di pasar. Pengertian Inovasi menurut UU No. 18 tahun 2002 Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi. Everett M. Rogers (1983) Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Stephen Robbins (1994) Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.


Inovasi mempunyai 4 (empat) ciri yaitu : 1. Memiliki kekhasan / khusus artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan. 2. Memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki kadar Orsinalitas dan kebaruan. 3. Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti bahwa suatu inovasi dilakukan melalui suatu proses yang yang tidak tergesa-gesa, namun keginovasi dipersiapkan secara matang dengan program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu. 4. Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan, program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah yang ingin dicapai, termasuk arah dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG, 2013 7. Manajemen Konflik dan Kreatifitas Pengertian Manajemen Konflik Manajemen konflik adalah sebuah tindakan yang dilakukan pihak ketiga terhadap dua belah pihak yang terlibat konflik, secara rasional dan seimbang, dengan tujuan untuk mengendalikan situasi melalui komunikasi maupun metode lainnya. Terjadinya sebuah konflik adalah hal yang umum, baik dalam urusan bisnis terlebih di dalam kehidupan manusia. Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat sering kali memicu konflik, terlebih jika dalam perubahan ada unsur pemaksaan bagi masyarakat untuk beradaptasi. Manajemen Konflik Menurut Para Ahli Ada banyak pandangan mengenai definisi manajemen konflik, beberapa diantaranya adalah seperti yang dijelaskan beberapa ahli dibawah ini : Minery Minery menjelaskan bahwa manajemen konflik adalah suatu tindakan rasional yang dilakukan berulang-ulang atau konsisten sampai mengalami penyempurnaan dan mencapai model yang layak dan ideal.


Howard Ross Howard Ross menjelaskan bahwa manajemen konflik adalah langkah yang diambil pelaku atau pihak ketiga untuk mengarahkan perselisihan ke arah penyelesaian konflik untuk menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, atau mufakat. Tujuan Manajemen Konflik Setelah melihat penjelasan mengenai pengertian manajemen konflik di atas, maka kita juga harus memahami tujuan dari manajemen konflik dalam sebuah organisasi. Beberapa tujuan manajemen konflik antara lain seperti : Mencegah gesekan antar personal dalam sebuah organisasi. Mencegah gesekan antara organisasi yang satu dengan yang lain Membangun rasa saling menghormati antar sesama anggota organisasi. Meningkatkan kinerja maupun kreatifitas agar dapat tercapai visi dan misi organisasi. Manfaat Manajemen Konflik Di bawah ini adalah manfaat manajemen konflik dalam sebuah organisasi, diantaranya : 1. Sebagai Acuan Dalam Mengevaluasi Sistem Sebuah organisasi tidak mungkin mampu atau merasa tidak memerlukan adanya evaluasi mengenai kegiatan dan kinerja jika di dalam organisasi tersebut tidak terjadi konflik. Oleh sebab itulah konflik-konflik yang terjadi di dalam sebuah organisasi justru bisa menjadi radar sekaligus parameter dalam melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi sistem sudah berjalan dengan baik atau perlu perubahan. 2. Sebagai Metode Pengembangan Kompetensi Metode manajemen konflik sangat beragam, dan jika dilakukan dengan baik pastinya dapat meningkatkan dan mengembangkan kompetensi sebuah organisasi, terlebih untuk kompetensi non-teknis. Manajemen konflik yang tepat akan mengimprovisasi kemampuan berorganisasi setiap anggota sekaligus memperkuat kemampuan anggota dalam penanganan konflik internal organisasi.


Strategi Manajemen Konflik Di bawah ini adalah 5 langkah atau tahapan untuk menguasai manajemen konflik dengan kompeten, yaitu : Pengenalan Dalam mengawali manajemen konflik, baiknya pihak ketiga sudah memahami permasalahan dengan baik. Mulai dari pihak yang terlibat konflik hingga kondisi selama konflik tersebut terjadi. Analisa Sesudah memahami permasalah yang terjadi, langkah berikutnya adalah menganalisis penyebab konflik, dan selalu terfokus kepada masalah utama dan menjelaskan pilihan solusi bagi kedua belah pihak. Menyepakati Solusi Setelah pilihan solusi diberikan, sebaiknya menunggu dari kedua belah pihak untuk merembuk dan menentukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak dalam penyelesaian konflik yang terjadi, hingga ditemukan kesepakatan. Pelaksanaan Setelah kesepakatan didapat maka adalah sebuah kewajiban untuk melakukan hal yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Semua pihak yang terlibat harus menerima dan melaksanakan kesepakatan dengan sebaik-baiknya. Evaluasi Evaluasi adalah hal terakhir sekaligus yang terpenting dalam manajemen konflik ini, sebab didalamnya merangkum semua poin diatas. Dalam sebuah evaluasi juga akan dinilai apakah solusi yang disepakati berjalan dengan baik dalam pelaksaannya, atau justru melahirkan konflik yang baru. Maka dari itu, evaluasi adalah salah satu pendekatan alternatif untuk pencegahan atau solusi dari konflik-konflik lain yang mungkin terjadi.


Jenis-Jenis Manajemen Konflik Ada beberapa jenis manajemen konflik yang dilakukan organisasi dalam menentukan solusi yang paling tepat untuk penanganan konflik, diantaranya yaitu : Pencegahan Dalam organisasi maupun dalam perorangan, umumnya akan menghindari terjadinya konflik. Oleh sebab itu segala hal yang berpotensi akan melahirkan konflik akan dijauhi sekaligus membatasi pembahasan hal-hal yang terkesan sensitif. Mengakomodasi Konflik Cara ini memang tidak begitu efektif karena sering kali justru akan melahirkan konflik baru yang menyebabkan harus melakukan evaluasi berkala. Cara ini adalah dengan mengumpulkan pendapat atau pandangan dari banyak pihak yang terlibat konflik, dan memilih solusi yang bersifat mengutamakan kepentingan salah satu pihak yang berkonflik. Merembuk Berbeda dengan cara sebelumnya, metode ini cenderung memperhatikan pendapat atau kepentingan semua pihak, dan mengkompromikan cara penyelesaian konflik yang terbaik bagi kebaikan bersama. Selain untuk mendapatkan solusi terbaik bagi pihak yang berselisih paham, metode ini juga diakui bisa menyelesaikan konflik tanpa menimbulkan konflik yang baru. Diberi Kesempatan Berkompetisi Cara berikutnya cukup unik yaitu penyelesaian konflik dengan mengarahkan kedua pihak yang berselisih dalam sebuah kompetisi yang sehat untuk memenangkan kepentingannya masing-masing. Biasanya hal ini dilakukan jika dalam sebuah organisasi atau perusahaan, ketika ditemukan dua ide atau masukan terbaik, dan pihak ketiga akan memberikan waktu keduanya untuk menunjukkan kompetensinya. Metode ini bukanlah strategi terbaik dalam penyelesaian konflik, selain kurang efektif kadang kala metode ini justru akan membuat ketidakcocokan terhadap kedua belah pihak. Berkolaborasi Kolaborasi disini artinya kepentingan kedua belah pihak yang berkonflik bisa tercapai. Metode penyelesaian konfliknya adalah dengan bekerjasama untuk memperoleh hasil terbaik dengan mensinergikan semua pihak dan memperhatikan kepentingan semua pihak.


Mixtured Type Mixtured type yang dimaksud adalah dengan menggabungkan semua jenis manajemen konflik di atas, sebagai metode penyelesaian masalah yang terjadi dalam organisasi atau perusahaan. Kelemahan dari metode manajemen konflik yang satu ini adalah karena memerlukan banyak sekali waktu maupun tenaga dalam dalam proses penyelesaian konflik. Demikianlan penjelasan singkat mengenai pengertian manajemen konflik, tujuan, manfaat, strategi hingga jenis-jenis manajemen konflik. Semoga ringkasan diatas bermanfaat, dan memberikan informasi yang dibutuhkan pembaca, terlebih mengenai istilah manajemen konflik. Saturadar.com - Portal Informasi Indonesia 2019 Manajemen Kreativitas Pengertian kreativitas adalah mengarah pada proses penciptaan ide atau sesuatu yang baru. Ide yang tercipta dari kreativitas benar-benar original atau berbeda dengan yang lain dan memiliki keunikan tersendiri. Seorang ahli Clarkl Monstakis dalam buku yang ditulis oleh Munandar terbitan tahun 1995, menjelaskan pengertian kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara hubungan diri sendiri, alam, dan orang lain. Pengertian kreativitas pun dapat dimaknai suatu proses pemecahan masalah. Tak hanya kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru, tetapi teknik kreativitas sesungguhnya pasti menggunakan metode baru juga. pengertian kreativitas menurut para ahli lebih dalam dari berbagai sumber, Jumat (27/8/2021). James J. Gallagher (1985) “Creativity is a mental process by which an individual creates new ideas or products, or recombines existing ideas and product, in fashion that is novel to him or her.” Pengertian kreativitas adalah suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan atau produk baru, atau mengombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya akan melekat pada dirinya.


Widayatun Pengertian kreativitas adalah kemampuan memecahkan masalah yang memberikan individu mampu menciptakan ide-ide asli atau adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang. Chaplin (1989) Pengertian kreativitas adalah kemampuan menghasilkan bentuk baru menggunakan metode-metode baru. Clarkl Monstakis (dalam Munandar, 1995) Pengertian kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara hubungan diri sendiri, alam, dan orang lain. James R. Evans Pengertian kreativitas adalah keterampialn menentukan pertalian baru dengan melihat subjek perspektif baru dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep dalam pikiran. Semiawan (1997) Pengertian kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Santrock Pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk memikirkan sesuatu dengan cara baru dan tidak biasa serta mendapatkan solusi-solusi yang unik. Supriadi (1994) Pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada. Csikzentmihalyi (dalam Munandar, 1995) Pengertian kreativitas adalah sebagai produk berkaitan dengan penemuan sesuatu, memproduksi sesuatu yang baru, daripada akumulasi keterampilan atau berlatih pengetahuan dan mempelajari buku. Munandar Pengertian kreativitas adalah kemampuan mengombinasikan. memecah masalah, dan cerminan dari kemampuan operasional anak kreatif.


Ciri-Ciri Kreativitas Menurut Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik (Depdiknas 2004:19) dalam Nurhayati (2011: 10), disebutkan ciri kreativitas adalah sebagai berikut: Menunjukan rasa ingin tahu yang luar biasa. Menciptakan berbagai ragam dan jumlah gagasan guna memecahkan persoalan. Sering mengajukan tanggapan yang unik dan pintar. Berani mengambil risiko. Suka mencoba. Peka terhadap keindahan dan segi estetika dari lingkungan. Kemudian, menurut Conny R. Semiawan (2009:136) ciri-ciri kreativitas adalah: Berani mengambil resiko. Memainkan peran yang positif berfikir kreatif. Merumuskan dan mendefinisikan masalah. Tumbuh kembang mengatasi masalah. Toleransi terhadap masalah ganda (ambigutiy). Menghargai sesama dan lingkungan sekitar. Sedangkan menurut Utami Munandar (2009:10) ciri-ciri kreativitas sendiri bisa dibedakan jadi dua yaitu ciri kognitif (aptitude) dan ciri non-kognitif (non-aptitude). Ciri kognitif (aptitude) sendiri terdiri dari orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran dan elaboratif. Sedangkan ciri nonkognitif meliputi motivasi, kepribadian, dan sikap kreatif. Cara Melatih Kreativitas Fokus Fokus memang menjadi kunci utama untuk dipraktekkan agar mencapai hasil yang optimal. Fokus di sini maksudnya ialah fokus dalam hal mempelajari ilmu baru, pengetahuan, maupun informasi terbaru terkait dengan kreativitas yang dimiliki. Misalkan teknik baru membuat sketsa wajah, menggambar dengan bahan pewarna baru, dan lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan karya yang menakjubkan. Mau Terus Belajar dan Berani Menunjukkan Karya Orisinil Dibutuhkan semangat, kerja keras, mengamati sekeliling untuk bahan referensi, mencoba menuliskan ide-ide baru yang Anda temukan, agar kreativitas terus menyala. Dari hari ke hari harus mau belajar untuk mengasah kemampuan. Mencari ilmu dari berbagai sumber, kemudian mengembangkannya dalam sebuah karya. Sebuah karya cemerlang akan lahir dari proses belajar yang tekun. Setelahnya Anda bisa menunjukkan kepada dunia karya orisinil Anda yang patut dibanggakan.


Pajang Mainan di atas Meja Kerja Banyak perusahaan desain kreatif mendorong karyawan untuk menaruh mainan di meja kerja karyawannya. Mulai dari mainan seperti lego, gundam, kertas origami, dan robot-robot. Pemandangan yang menyenangkan seperti mainan tersebut dapat merileksasi pikiran kita dibanding melihat tumpukan berkas dokumen. Bukan tidak mungkin ide-ide cemerlang bermunculan setiap waktu. Mencoba Menulis Fiksi secara Cepat (flash fiction) Flash fiction merupakan bentuk tulisan yang terdiri dari potongan-potongan cerita yang sangat pendek. Ada banyak komunitas flash fiction online dimana anggotanya menulis cerita dalam 100 kata. Tidak ada salahnya Anda mulai berlatih menulis cerita pendek dari sekarang. Pasalnya, menulis itu mampu meningkatkan daya ingat dan melatih memori otak. Masih ingat kapan Anda terakhir menulis di kertas atau buku? Dengan menulis pada Collins Notebook, Anda bisa menjadi semakin semangat menulis karena notebook ini bisa dibawa kemana pun Anda pergi. Tampilannya yang elegan membuat Anda ingin terus menulis di berbagai suasana. Doodling/Sketching Suni Brown, penulis The Doodle Revolution, mencatat bahwa beberapa orang sukses seperti Henry Ford dan Steve Jobs sering dan senang melakukan coretan tangan untuk menuangkan ide dan konsep pada penemuan baru mereka. Mencoret-coret juga bisa meningkatkan daya ingat dan mengaktifkan jalur syaraf yang mengarah pada kreativitas tanpa batas. Laudia Tysara 27 Agu 2021,


BAB III MEMIMPIN 1. Motivasi Pengertian Motivasi Menurut Fahmi, (2012:143) mengatakan bahwa motivasi adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan. Motivasi adalah sebagai dorongan mental yang menggerakkan perilaku manusia atas dasar kebutuhan. Dalam motivasi, terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu. (Basrowi, 2014:65) Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. (Sutrisno,2010:109) Motivasi adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhankebutuhan yang diinginkan. (Fahmi,2012:143). Menurut Sutrisno, (2009 :121-122)mengatakan bahwa setiap teori motivasi berusaha untuk menguraikan apa sebenarnya manusia dan manusia dapat menjadi seperti apa. Dengan alasan ini, bisa dikatakan bahwa sebuah teori motivasi mempunyai isi dalam bentuk pandangan tertentu mengenai manusia. Isi teori motivasi membantu kita memahami keterlibatan dinamis tempat organisasi beroperasi dengan menggambarkan manajer dan karyawan saling terlibat dalam organisasi setiap hari. Teori motivasi ini juga membantu manajer dan karyawan untuk memecahkan permasalahan yang ada di organisasi. Tidak ada organisasi yang dapat berhasil tanpa tingkat komitmen dan usaha tertentu dari para anggotanya. Karena alasan itu, para manajer dan pakar manajemen selalu merumuskan teori-teori tentang motivasi. Teori motivasi dikelompokkan dua aspek, yaitu teori kepuasan dan motivasi proses. 1. Teori Kepuasan Teori kepuasan mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkannya bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Teori ini memusatkan perhatian pada faktorfaktor diri orang yang menguatkan, mengarhakan, mendukung, dan menghentikan perilakunya. Teori ini mencoba menjawab pertanyaan kebutuhan apa yang memuaskan dan mendorong semangat bekerja seseorang.


Di bawah merupakan siklus yang menunjukkan bahwa kebutuhan dan pendorong itu adalah keinginan memenuhi kepuasan material maupun nonmaterial yang diperolehnya dari hasil pekerjaannya. Jika kebutuhan dan kepuasannya semakin terpenuhi, semangat bekerjanya pun akan semakin baik pula. Jadi, pada dasarnya teori ini mengemukakan bahwa seseorang akan bertindak untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasannya. Semakin tinggin standar kebutuhan dan kepuasan yang diinginkan, semakin giat orang itu bekerja. Tinggi atau rendahnya tingkat kebutuhan dan kepuasan yang ingin dicapai seseorang mencerminkan semangat bekerja orang tersebut. Abraham H. Maslow dengan Teori Hierarki Teori motivasi yang dikembangkan oleh Maslow (dalam Sutrisno, 2009) mengemukakan bahwa kebutuhan manusia itu dapat diklasifikasikan ke dalam lima hierarkhi kebutuhan, sebagai berikut: 1. Kebutuhan fisiologis (Physiological 2. Kebutuhan Rasa Aman (Safety) 3. Kebutuhan Hubungan Sosial (Affiliation) 4. Kebutuhan Pengakuan (Esteem) 5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization) Teori Motivasi Proses Menurut Sutrisno, (2009 :140-144) mengatakan bahwa teori proses ini berlawanan dengan teori-teori kebutuhan seperti yang diuraikan di atas. Teoriteori proses memusatkan perhatiannya pada bagaimana motivasi terjadi. Dengan kata lain, teori proses pada dasarnya berusaha menjawab pertanyaan bagaimana menguatkan, mengarahkan, memelihara, dan menghentikan perilaku individu agar setiap individu bekerja giat sesuai dengan keinginan manager. Bila diperhatikan secara mendalam, teori ini merupakan proses sebab dan akibat bagaimana seseorang bekerja serta hasil apa yang telah diperolehnya. Jika bekerja baik saat ini, akan diperoleh hasil yang baik untuk hari besok. Jadi, hasil yang dicapai tercermin dalam bagaimana proses kegiatan yang dilakukan seseorang, hasil hari ini merupakan kegiatan hari kemarin. Ada tiga teori motivasi proses yang lazim dikenal, antara lain: 1. Teori Harapan (Expectancy Theory) 2. Teori keadilan (Equity Theory) 3. Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory)


Bentuk – Bentuk Motivasi Bagi setiap individu sebenarnya memiliki motivasi yang mampu menjadi spirit dalam memacu dan menumbuhkan semangat kerja dalam bekerja. Spirit yang dimiliki oleh seseorang tersebut dapat bersumber dari dirinya maupun dari luar, dimana kedua bentuk tersebut akan lebih baik jika dua-duanya bersama-sama ikut menjadi pendorong motivasi seseorang. Menurut Fahmi (2012:143), motivasi muncul dalam dua bentuk dasar, yaitu: 1. Motivasi Ekstrinsik ( motivasi dari luar ) Yaitu motivasi muncul dari luar diri seseorang, kemudian selanjutnya mendorong orang tersebut untuk membangun dan menumbuhkan semangat motivasi pada diri orang tersebut untuk merubah seluruh sikap yang dimiliki olehnya saat ini ke arah yang lebih baik. 2. Motivasi Intrinsik ( motivasi dari dalam) Yaitu motivasi yang muncul dan tumbuh serta berkembang dalam diri orang tersebut, yang selanjutnya kemudian mempengaruhi dia dalam melakukan sesuatu secara bernilai dan berarti. Motivasi ini menghasilkan integritas dari tujuan-tujuan, baik tujuan organisasi maupun tujuan individu dimana keduanya dapat terpuaskan. https://repository.uir.ac.id 2. Kepemimpinan Definisi Kepemimpinan Menurut arti secara harfiah, pimpin berarti bimbing. Memimpin berarti membimbing atau menuntun. Pemimpin merupakan orang yang memimpin ataupun seorang yang menggunakan wewenang serta mengarahkan bawahannya guna mengerjakan pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi. Seperti manajemen, Kepemimpinan (leadership) telah didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda oleh berbagai orang yang berbeda pula. Beberapa definisi Kepemimpinan menurut para ahli yaitu : Menurut Stoner, (1996 : 161) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok. Menurut Wahjosumidjo (1999: 79) bahwa seorang pemimpin memiliki kecerdasan, pertanggung jawaban, sehat dan memiliki sifat sifat antara lain Dewasa, keleluasaan hubungan sosial, motivasi diri dan dorongan prestasi serta sikap hubungan kerja kemanusiaan. Sebaliknya dalam realitas sosial modern, juga dikenal pemimpin karismatik, terutama dalam lingkungan sosial dan politik.


Menurut Tead;Terry;Hoyt didalam Kartono,2003. Definisi kepemimpinan menurutnya adalah sebuah kegiatan ataupun sebuah seni untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja sama yang didasarkan kepada kemampuan yang dimiliki oleh orang itu guna membimbing orang lain didalam usaha mencapai berbagai tujuan yang ingin dicapai oleh kelompok. Menurut Salusu (1988,80) bahwa Kepemimpinan ditafsirkan sebagai kekuatan yang menyeleksi mimpimimpi seseorang dan kemudiannya menetapkan tujuan hidup seseorang. Kepemimpinan dalam pandangannya berarti sesuatu daya yang mampu menggerakkan seseorang dari dalam dirinya dan mengarahkan seseorang kepada sukses pencapaian misi (organisasi). Pendekatan-Pendekatan Studi Kepemimpinan Pendekatan pertama memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat (traits) yang tampak. Pendekatan kedua bermaksud mengidentifikasi perilaku-perilaku (behaviors) pribadi dengan kepemimpinan efektif. Kedua pendekatan ini mempunyai aggapan bahwa seorang individu yang memiliki sifat-sifat tertentu atau memperagakan perilakuperilaku tertentu, akan muncul sebagai pemimpin dalam situasi kelompok apapun dimana ia berada. Pemikiran dan penelitian sekarang mendasarkan pada pendekatan ketiga, yaitu pandangan situasional tentang kepemimpinan. Pandangan ini menganggap bahwa kondisi yang menentukan efektifitas kepemimpinan bervariasi dengan situasi tugas-tugas yang dilakukan. Seperti hal ini yang dilakukan oleh Kepala Kamar Mesin (KKM) untuk mengakomodir para anggota awak dikamar mesin. http://repository.unimar-amni.ac.id 3. Komunikasi Secara umum, komunikasi verbal efektif ketika semua pihak yang terlibat dapat mengikuti dan memahami apa yang dikatakan. Para ahli sepakat bahwa komunikasi adalah bagaimana Anwar Arifin menggambarkannya. Menurutnya, komunikasi digital adalah aktivitas sosial yang erat kaitannya dengan apa yang dilakukan orang dan penuh dengan pesan dan pola perilaku. Skinner juga mengatakan bahwa komunikasi digital adalah tindakan verbal atau simbolik yang dilakukan dengan tujuan untuk menyelesaikan sesuatu. Forsdale menyatakan bahwa gagasan komunikasi digital adalah semacam proses mengembangkan, memelihara, dan mengubah sesuatu dengan tujuan untuk memastikan bahwa sinyal yang telah ditransmisikan sesuai dengan norma.


Diungkapkan oleh Gode, dalam pernyataan terakhirnya, bahwa komunikasi digital adalah kegiatan yang melibatkan membuat sesuatu dan kemudian menampilkannya kepada orang lain. Untuk informasi tambahan, kita akan mengeksplorasi tujuan dan fungsi komunikasi. Silahkan simak pembahasan berikut ini. Berikut ini adalah definisi komunikasi digital yang telah dijelaskan oleh para ahli yang berbeda: Everett M. Rogers Menurut Everett Rogers, itu adalah tindakan menyampaikan ide-ide dari satu sumber ke satu atau lebih penerima dengan tujuan memodifikasi perilaku. James A. F. Stoner Komunikasi menurut James A.F. Stoner adalah suatu proses dimana seseorang mencoba mengirimkan pesan kepada orang lain untuk menawarkan pengetahuan dan informasi. H. A. W. Widjaya Individu dan kelompok dikatakan berkomunikasi ketika mereka melakukan kontak fisik satu sama lain, menurut definisi komunikasi Widjaya. Kenneth E. Anderson Anderson mengatakan bahwa ide komunikasi adalah serangkaian langkah dinamis yang selalu berubah untuk mentransfer niat. Lexicographer Ini adalah upaya untuk menawarkan dan mencapai kesatuan, kata Lexicographer. Begitulah komunikasi. Tujuan yang ingin dicapai oleh kedua belah pihak akan terwujud jika mereka berkomunikasi dan memiliki pemahaman yang harmonis tentang informasi yang diberikan satu sama lain. Aristoteles Aristoteles mendefinisikan komunikasi sebagai bisnis yang berfungsi sebagai alat bagi orang-orang untuk mengambil bagian dalam demokrasi. John B. Hoben Hoben Mengatakan bahwa ide komunikasi adalah proses berbagi pikiran, ide, dan gagasan yang diucapkan.


Redi Panuju Menurut Redi Panuju, gagasan komunikasi adalah aliran sistem alami dan kinerja antara bagian-bagian organisasi yang mengeluarkan harmoni. Murphy dan Mendelson Murphy dan Mendelson mengatakan bahwa komunikasi adalah upaya yang dilakukan untuk menjaga dan membangun hubungan dengan orang lain. Rogers dan D. Lawrence Kincaid Menurut Rogers dan D. Lawrence Kincaid, konsep komunikasi adalah suatu tahap ketika dua atau lebih individu saling berbagi informasi, yang pada intinya akan mengembangkan saling pengertian yang mendalam. Claude Shannon dan Warren Weaver Menurut Shannon dan Weaver, gagasan komunikasi adalah semacam hubungan manusia di mana keduanya memiliki ikatan dan mempengaruhi satu sama lain, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Ekspresi wajah, teknologi, dan seni lukis berperan dalam komunikasi. Raymond S. Ross Raymond S. Ross mengatakan bahwa komunikasi adalah proses menyaring, mengklasifikasikan, dan menyampaikan simbol-simbol yang berbeda dengan cara yang memudahkan pendengar untuk memunculkan makna dan tanggapan yang sama dengan komunikator. William Albig Komunikasi, Menurut William Albig, adalah urutan proses di mana kata-kata yang mengandung makna diteruskan dari satu orang atau lebih ke orang lain. 14. William I. Gordon Komunikasi, dalam kata-kata William I. Gordon, adalah jalan dua arah yang melibatkan pertukaran pikiran dan perasaan. M. Djen Amar Menurut Djen Amar, Konsep komunikasi adalah keterampilan mengkomunikasikan gagasan dan informasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain. William F. Glueck Menurut William F. Glueck, Pengertian komunikasi dapat dibedakan menjadi dua macam, antara lain: Pertukaran informasi dan transmisi pengetahuan di antara dua orang atau lebih dalam kelompok kecil dikenal sebagai komunikasi antarpribadi (interpersonal communication).


Tujuan Komunikasi Digital Selanjutnya, kamu perlu memahami tujuan komunikasi setelah mempelajari apa yang dimaksud dengan komunikasi. Singkatnya, tujuan komunikasi adalah untuk mengembangkan pemahaman antara kedua belah pihak. Namun, masih banyak alasan komunikasi yang perlu kamu ketahui. Akibatnya, pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas. Kesalahpahaman dapat dihindari dengan menggunakan definisi yang diberikan di atas saat mendiskusikan komunikasi. Untuk dapat memahami maksud dari perkataan orang lain. Sehingga konsep, ide, dan pendapat pribadi dapat diterima oleh orang lain, terutama pada pertemuan-pertemuan tertentu. Memotivasi orang untuk mencapai sesuatu. Misalnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sosialisasi dan lain sebagainya. Fungsi Komunikasi Digital Selain tujuan, fungsi komunikasi juga dapat membawa keuntungan yang luar biasa bagi kamu. Berikut ini adalah beberapa contoh fungsi komunikasi. Untuk Mengirimkan Informasi Sebagai sarana untuk menyebarkan ide-ide seseorang kepada khalayak yang lebih besar, sebagai semacam keterlibatan dengan individu lain. Untuk memperbesar pemahaman seseorang tentang suatu subjek. Akibatnya, informasi akan dikirim dari satu pihak ke pihak lain melalui media komunikasi. Pengisi waktu luang Contoh komunikasi semacam ini antara lain percakapan telepon, obrolan teks, dan panggilan video melalui media sosial. Sebagai sarana untuk meyakinkan dan mempengaruhi orang. Persuasi biasa terjadi dalam komunikasi semacam ini. Untuk menghilangkan stres atau meringankan suasana hati. Dalam suatu pertemuan, misalnya ketika terjadi perselisihan atau pertengkaran. Misalnya, ketika kamu bosan, maka teleponlah teman yang jauh untuk mengobrol santai. Untuk selalu bisa bergaul dengan orang lain. Sebagai benteng diri agar tidak terkucil dalam masyarakat. Menyelidiki keadaan yang ada. Ubah pikiran dan tindakan kamu. Mengawasi dan melakukan kontrol atas suatu kegiatan. Sebagai insentif bagi orang lain. Membuat pilihan yang benar. Lovata Andrean, 2023


4. Sistem Karier Pengertian sistem karier Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, pembinaan Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. Yang dimaksud sistem karier adalah suatu sistem kepegawaian, dimana untuk pengangkatan didasarkan atas kecakapan yang bersangkutan, sedang dalam pengembangannya lebih lanjut, masa kerja, pengalaman, kesetian, pengabdian, dan syarat-syarat objektif lainnya juga turut menentukan. Keuntungan sistem karier adalah bahwa masa kerja, kesetian dan pengabdian kepada Negara, Pemerintah dan tugas kewajibannya, mendapat penghargaan yang selayaknya. Selain dari itu, dalam sistem karier seseorang dapat naik pangkat dan jabatan berdasarkan masa kerja, sudah tentu dengan memperhatikan kecakapan, prestasi kerja dan kesetiaan. Teori sistem karier menurut para ahli Menurut Handoko (2012:121) mengenai sistem karier yang dilaksanakan oleh suatu organisasi, maka harus dimulai dari konsep dasar mengenai karier itu sendiri. Ada beberapa kosep karier yang dapat diajukan dalam hal ini yaitu: Karier sebagai suatu urutan promosi atau pemindahan (transfer) lateran ke jabatanjabatan yang lebih menuntut tanggung jawab atau ke lokasi-lokasi yang lebih baik dalam atau menyilang hirarki hubungan kerja selama kehidupan kerja seseorang. Karier sebagai penunjuk pekerjaan-pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas jalur karier Karier sebagai sejarah pekerjaan seseorang, atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerja. Handoko (2000:132) menjelaskan bahwa ada empat komponen dalam pelaksanaan sistem karier, yaitu: perencanaan karier, jalur-jalur karier, sasaran-sasaran karier, dan pengembangan karier. Perencanaan Karier Perencanaan karier adalah proses melalui mana seseorang memilih sasaran karier dan jalur ke sasaran tersebut. Dengan demikian perencanaan karier merupakan salah satu kegiatan yang penting didalam suatu pelaksanaan sistem karier sebab perencanaan merupakan suatu dasar dan pedoman bagi pelaksanaan sistem karier. Perencanaan karier dalam rangka pembinaan Pegawai bertitik tolak dari asumsi dasar seseorang mulai bekerja setelah penempatan dalam suatu organisasi tersebut selama masa aktifnya sehingga ia memasuki usia pensiun. Berarti Pegawai ingin meniti karier dalam organisasi. Pada dasarnya proses perencanaan karier yang ada dapat memungkinkan para Pegawai untuk mengidentifikasi sasaran karier dan jalur-jalur karier menuju ke sasaran-sasaran tersebut, dan diharapkan melalui


kegiatan-kegiatan tersebut dapat meningkatkan dan mengembangkan sasaran karier Pegawai. Perencanaan karier tidak hanya menguntungkan bagi Pegawai perseorangan tetapi juga menguntungkan bagi organisasi, maka dari itu perlu diperhatikan tentang perencanaan karier bagi para Pegawai antara lain melalui analisa jabatan. Di bawah ini beberapa definisi dan teori para ahli yang menjelaskan tentang analisa jabatan Analisa jabatan menurut Hasibuan (2001:28) adalah menganalisis dan merencanakan pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan mengapa pekerjaan itu harus dikerjakan. Sedangkan menurut Moekijat (1999:14) analisa jabatan adalah suatu prosedur, melalui mana fakta-fakta yang berhubungan dengan masing-masing jabatan diperoleh atau dikumpulkan dan dicatatkan secara sistematis. Analisa jabatan itu sendiri terdiri dari: a. Deskripsi jabatan Menurut Handoko (2000:48) deskripsi jabatan adalah informasi yang tertulis yang menguraikan tugas dan tanggung jawab, kondisi pekerjaan, hubungan pekerjaan dan aspekaspek pekerjaan pada suatu jabatan tertentu dalam organisasi. Dengan demikian diharapkan setiap Pegawai yang menjabat suatu jabatan akan mengetahui batas-batas dari tugas-tugas, tanggung jawab, wewenang dan sebagainya yang telah diberikan kepadanya. Hal ini mencegah kemungkinan timbulnya kesimpangsiuran dan rangkapnya suatu pekerjaan antara jabatan satu dengan yang lain. b. Spesifikasi Jabatan Menurut Hasibuan (2001:34) spesifikasi jabatan adalah uraian persyaratan kualitas minimum orang yang bisa diterima agar dapat menjalankan satu jabatan dengan baik dan kompeten. Manajemen Sumber Daya Manusia tentang Sistem Karier Dalam Pembinaan Pegawai Pada Organisasi Menurut Para Ahli Selanjutnya Wursanto (2000:43) menyebutkan istilah spesifikasi jabatan disebut juga persyaratan jabatan (Job Requitment). Spesifikasi jabatan adalah suatu keterangan tentang syarat-syarat minimum yang diperlukan untuk dapat menyelesaikan suatu jabatan dengan baik. Adapun syarat-syarat pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam hal menjalankan suatu jabatan dan dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara diatur dalam Peraturan Pemerintah No.100 Tahun 2000 antara lain sebagai berikut: Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil Serendah-rendahnya menduduki pengkat 1 (satu) tingkat dibawah jenjang pangkat yang telah ditentukan Memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang telah ditentukan Semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.


Memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan Sehat jasmani dan rohani Disamping persyaratan tersebut diatas beberapa hal yang masih perlu diperhatikan dalam persyaratan pengangkatan Pegawai dalam menduduki suatu jabatan antara lain: Faktor senioritas dalam kepangkatan Usia Pendidikan Pengalaman. Jalur-jalur karier Menurut Handoko (2000:123) jalur karier adalah pola pekerjaan-pekerjaan berurutan yang membentuk karier seseorang. Jalur karier terdiri dari: a. Promosi Menurut Wursanto (2000:68) promosi berarti kemajuan, maju kedepan, pemberi status dan penghargaanyang lebih tinggi. Lalu syarat-syarat promosi adalah: Promosi hendaknya dilakukan atas dasar kecakapan. Promosi hendaknya diselenggarakan menurut program promosi yang telah dibuat dan sesuai dengan kebijaksanaan promosi dari urusan kepegawaian Promosi hendaknya dilaksanakan atas dasar metode-metode penilaian yang objektif Promosi hendaknya dilakukan atas dasar alasan-alasan yang tepat Semua informasi yang berhubungan dengan peaksanaan. Dalam menajemen kepegawaian yang efektif tidak mungkin tanpa adanya sistem promosi yang baik. Selain itu promosi juga sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka pembinaan Pegawai agar lebih maju dan lebih mengembangkan kariernya. b. Mutasi Menurut Sastrohadiwiryo (2002:247), mutasi adalah kegiatan ketenagakerjaan yang berhubungan dengan proses pemindahan fungsi, tanggung jawab, dan status ketenagakerjaan tenaga kerja ke situasi tertentu dengan tujuan agar tenaga kerja yang bersangkutan memperoleh kepuasan kerja yang mendalam dan dapat memberikan prestasi kerja yang semaksimal mungkin kepada organisasi. Demikian pula menurut Siswanto (2002:211) bahwa mutasi adalah kegiatan ketenagakerjaan yang berhubungan dengan proses pemindahan fungsi, tanggung jawab dan status ketenagakerjaan ke situasi tertentu dengan tujuan agar tenaga kerja yang bersangkutan memperoleh kepuasan kerja yang dapat meningkatkan produktivitas dan dapat memberi prestasi yang semaksimal mungkin kepada organisasi.


Lalu menurut Nitisemito (1991:118) mutasi adalah kegiatan dari pemimpin perusahaan untuk memindahkan karyawan dari suatu pekerjaan lain yang diangggap setingkat atau sejajar. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa mutasi adalah suatu perubahan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan yang lain yang dianggap sama untuk memperoleh kepuasan kerja agar memberikan prestasi kerja yang baik dari sebelumnya. Sasaran-sasaran karier Menurut Handoko (2000:123) mengemukakan sasaran karier adalah posisi waktu yang akan datang dimana seseorang berjuang untuk mencapai sebagai bagian dari kariernya. Dari pengertian yang handoko katakan maka seorang Pegawai mempunyai pendapat bahwa kemungkinan untuk meniti suatu karier dalam suatu organisasi akan disertai oleh suatu pandangan yang mengambarkan sampai sejauh mana kebutuhan dan kepentingan pribadinya akan terpenuhi. Untuk dapat meningkatkan semangat dan gairah kerja para Pegawai serta sasaran karier yang diinginkan tercapai, maka dapat dilakukan dengan memberikan gaji yang cukup, memperhatikan kebutuhan-kebutuhan rohani dan memberikan kesempatan pada para Pegawai untuk lebih maju dalam berkarier. Sasaran karier yang ingin dicapai dalam arti tingkat kedudukan atau jabatan tertinggi apa yang mungkin dicapai apabila ia mampu bekerja secara produktif, loyal kepada organisasi, menunjukkan perilaku yang fungsional serta mampu tumbuh dan berkembang. Dalam melaksanakan sasaran karier perlu diperhatikan syarat untuk memperolehnya. Walaupun syarat itu terpenuhi ada beberapa hal yang memungkinkan menjadi hambatan yaitu seperti tidak tersedianya lowongan pada jabatan tersebut karena masih ditempati. Ase Satria, 2016 5. Dinamika Kelompok Memahami pengertian apa itu dinamika secara etimologi adalah berasal bahasa Yunani dari kata “dynamics” yang bermakna kekuatan, melansir dari jurnal yang diterbitkan Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apa itu dinamika adalah gerak dari dalam, tenaga yang menggerakkan, dan semangat. Lalu apa itu dinamika kelompok? Ahli dalam bidang ini, Slamet Santoso mengungkap apa itu dinamika kelompok adalah sebagai tingkah laku warga yang secara langsung dapat memengaruhi warga yang lain secara timbal balik. Bila disederhanakan, apa itu dinamika adalah wujud kedinamisan atau keteraturan yang jelas dalam hubungan secara psikologis. Apa itu dinamika kelompok dipaparkan oleh Floyd D.Ruch dalam Gunarsa (2008), sebagai analisa dari relasi-relasi kelompok sosial, berdasarkan prinsip bahwa tingkah laku dalam kelompok itu adalah hasil dari interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi sosial.


Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Para Ahli Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Benyamin B. Wolman, Dictionary of Behavioral Science Apa itu dinamika kelompok adalah studi tentang hubungan sebab akibat yang ada di dalam kelompok, tentang perkembangan hubungan sebab akibat yang terjadi di dalam kelompok, tentang teknik-teknik untuk mengubah hubungan interpersonal dan attitude di dalam kelompok. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Hornby, A.S (1973: 441) Apa itu dinamika kelompok adalah sejumlah orang atau benda yang berkumpul atau ditempatkan secara bersama-sama atau secara alamiah berkumpul. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Shertzer dan Stone (1981) Apa itu dinamika kelompok adalah kekuatan-kekuatan yang berinteraksi dalam kelompok pada waktu kelompok melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuannya. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Webster (1989: 425) Apa itu dinamika kelompok adalah sejumlah orang atau benda yang bergabung secara erat dan menganggap dirinya sebagai suatu kesatuan. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Floyd D.Ruch (dalam Gunarsa, 2008) Apa itu dinamika kelompok adalah analisa dari relasi-relasi kelompok sosial, berdasarkan prinsip bahwa tingkah laku dalam kelompok itu adalah hasil dari interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi sosial. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Santoso (2009) Apa itu dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Jacobs, Harvill, dan Manson (1994) Apa itu dinamika kelompok adalah kekuatan yang saling mempengaruhi hubungan timbal balik kelompok dengan interaksi yang terjadi antara anggota kelompok dengan pemimpin yang diberi pengaruh kuat pada perkembangan kelompok.


Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Benyamin B. Wolman (dalam Rusmana) Apa itu dinamika kelompok adalah studi tentang hubungan sebab akibat yang ada di dalam kelompok, tentang perkembangan hubungan sebab akibat yang terjadi di dalam kelompok, tentang teknik-teknik untuk mengubah hubungan interpersonal dan attitude di dalam kelompok. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Jacobs, Harvill, dan Manson (dalam Rusmana) Apa itu dinamika kelompok adalah kekuatan yang saling mempengaruhi hubungan timbal balik kelompok dengan interaksi yang terjadi antara anggota kelompok dengan pemimpin yang diberi pengaruh kuat pada perkembangan kelompok. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Johnson (2012) Apa itu dinamika kelompok adalah suatu lingkup pengetahuan sosial yang lebih berkosentrasi pada pengetahuan tentang hakekat kehidupan berkelompok. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Slamet Santosa (2004: 5) Apa itu dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain; antar anggota kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama-sama. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Sherif (1962) Apa itu dinamika kelompok adalah unit sosial yang terdiri dari sejumlah individu yang mempunyai hubungan saling ketergantungan satu sama lain sesuai dengan status dan perannya secara tertulis atau tidak mereka telah mengadakan norma yang mengatur tingkah laku anggota kelompoknya. Pengertian Dinamika Kelompok Menurut Suardi (1998) Apa itu dinamika kelompok adalah suatu Istilah yang digunakan untuk menghubungkan kekuatan-kekuatan aspek pekerjaan kelompok. Pada dasarnya, Dinamika Kelompok mengacu pada kekuatan Interaksional dalam kelompok yang ditata dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan para anggota. Laudia Tysara, 2021


BAB IV MENGENDALIKAN 1. Proses Pengendalian Pengertian Pengendalian Pada dasarnya rencana dan pelaksanaan merupakan satu kesatuan tindakan, walaupun hal ini jarang terjadi. Pengandalian diperlukan untuk melihat sejauh mana hasil yang telah tercapai, apakah telah sesuai dengan rencana atau malah terjadi kesenjangan akibat adanya penyimpanganpenyimpangan. Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian pengendalian ada beberapa menurut para ahli: Menurut Harold Koontz and cyrill O’donell dalam buku Nanang Fattah (2007:175) menjelaskan bahwa : “controlling is the measuring and correcting of activities of subordinates to assure that events conform to plants. Atau pengendalian adalah berhubungan dengan pembanding kejadian-kejadian dengan rencana-rencana dan melakukan tindakan-tindakan koreksi yang perlu terhadap kejadian-kejadian yang menyimpang dari rencanarencana”. Sedangkan menurut Sondang P. Siagian masih dalam buku Nanang Fattah (2007:176) Menjelaskan bahwa : “Pengendalian adalah proses pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan”. Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pengendalian merupakan salah satu dari fungsi manajemen yang tujuannya untuk memberikan arahan agar pelaksanaan rencana dapat sesuai dengan yang telah ditentukan, Kegiatan pengendalian dimaksudkan untuk mencegah penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan. Langkah-langkah Proses Pengendalian Langkah – langkah proses pengendalian menurut Supriyono (2000:10) adalah sebagai berikut: 1. menentukan objek-objek yang akan diawasi. 2. menetapkan standar sebagai alat ukur pengawasan atau yang menggambarkan pekerjaan yang dikehendaki. 3. menentukan prosedur, waktu dan teknik yang digunakan.


4. membandingkan antara hasil kerja dengan standar untuk mengetahui apakah ada perbedaan. 5. melakukan tindakan-tindakan perbaikan (korektif) terhadap suatu penyimpangan. Cara-cara pengendalian yang baik Menurut Supriyono (2000 : 16) cara - cara pengendalian yang baik adalah sebagai berikut : 1. Pengendalian harus mendukung sifat atau kebutuhan dari kegiatan. 2. Pengendalian harus segera melaporkan setiap penyimpangan. 3. Pengendalian harus berorientasi jauh kedepan 4. Pengendalian harus akurat dan objektif 5. Pengendalian harus fleksibel 6. Pengendalian harus serasi dengan pola organisasi 7. Pengendalian harus ekonomis 8. Pengendalian harus mudah dimengerti 9. Pengendalian harus diikuti dengan tindakan koreksi https://elib.unikom.ac.id 2. Pengendalian Efektif Pengendalian dapat berjalan dengan efektif. Karakteristik menurut Supriyono (2000 : 13) adalah sebagai berikut : Akurat, yaitu setiap data dari sistem pengendalian harus akurat sebab jika tidak maka akan mengakibatkan organisasi tidak tepat dalam mengambil keputusan untuk mengkoreksi suatu penyimpangan. Tepat waktu, yaitu informasi segera dikumpulkan, diarahkan dan segera pula dievaluasi jika hendak diambil tindakan yang tepat pada waktunya untuk perbaikan. Objektif dan komprehensif yaitu sistem pengendalian harus dapat dipahami dan dianggap objektif oleh individu yang menggunakannya. Dipusatkan pada titik pengendalian strategis, yaitu sistem pengendalian sebaiknya dipusatkan pada daerah yang paling banyak kemungkinan akan terjadinya penyimpangan. Ekonomis, yaitu biaya untuk implementasikan sistem pengendalian sebaiknya lebih kecil daripada keuntungan yang diperoleh dari sistem tersebut. Fleksibel, dimaksudkan untuk lebih mudah bertindak dalam mengatasi perubahan yang kurang menguntungkan atau memanfaatkan kesempatan-kesempatan baru. Dapat diterima oleh berbagai pihak. Sistem pengendalian dapat menghasilkan prestasi kerja yang tinggi diantara para anggota organisasi dengan membangkitkan perasaan bahwa mereka memiliki tanggung jawab dan kesempatan untuk mencapai tujuan.


Dapat dikoordinasikan dengan arus pekerjaan organisasi. Hal ini disebabkan oleh : a. Setiap langkah dalam proses pekerjaan dapat mempengaruhi keberhasilan kegagalan seluruh operasi. b. Informasi pengendalian harus sampai kepada semua orang yang perlu menerimanya. https://elib.unikom.ac.id 3. Teknik dan Model Pengendalian Menetapkan Standar (Establishing Standards) Yang dimaksud dengan Standar disini adalah sasaran atau target yang harus dicapai dalam menjalankan fungsi manajemen. Standar ini akan digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja dari suatu unit kerja, departemen ataupun organisasi secara keseluruhan. Standar dapat juga disebut sebagai kriteria untuk menilai kinerja organisasi atau unit kerja dari organisasi tersebut. Pada umumnya, Standar dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu Tangible dan Intangible. Tangible (terukur atau nyata) Tangible adalah standar yang dapat diukur dan nyata. Biasanya disebut juga dengan Standar yang terukur (Measurable Standards). Standar Terukur yang ditentukan oleh Manajemen dapat berupa Standar waktu yang harus dicapai (Time), standar biaya (Cost), standar penjualan (Sales), standar pangsa pasar (Market Share), standar produktivitas (Productivity) hingga laba yang harus dicapai (Profit). Intangible (Tidak Terukur atau tidak berwujud) Intangible adalah standar yang tidak dapat diukur secara moneter ataupun angka. Standar Intangible ini lebih sulit diukur jika dibandingkan dengan standar tangible. Contohnya Standar Intangible seperti sikap dan tingkah laku seorang karyawan, penyimpangan pekerjaan seorang karyawan, kreativitas karyawan ataupun kesetiaan pelanggan. Mengukur Kinerja (Performance Measurement) Dalam fungsi Pengendalian Manajemen adalah mengukur kinerja. Manajemen akan dapat lebih mudah mengukur kinerja apabila unit/satuan ataupun kriteria kinerja telah ditentukan sebelumnya. Pada dasarnya, Pengukuran kinerja harus berada pada unit atau satuan yang sama dengan kriteria yang telah ditentukan. Unit/satuan atau tolak ukur harus terdefinisi dengan baik dan seragam sepanjang proses pengukuran atau penilaian ini. Misalnya, jika kita menentukan standar produktivitas adalah dalam bentuk satuan persentasi (%), kita harus tetap menggunakan persentasi (%) untuk mengukurnya dan tidak boleh menggunakan satuan lain seperti biaya (Rupiah) untuk mengukurnya. Membandingkan kinerja aktual dengan Standar yang ditentukan (Comparison of actual and standard performance) Membandingkan kinerja aktual dengan standar yang ditentukan merupakan langkah yang sangat penting. Langkah penetapan standar dan langkah pengukuran kinerja pada dasarnya adalah langkah persiapan, sedangkan langkah perbandingan ini merupakan langkah aktif yang harus dikerjakan oleh manajemen. Penyimpangan dapat didefinisikan sebagai kesenjangan antara kinerja aktual dengan target atau standar yang ditetapkan. Seorang Manajer harus


mengetahui dua hal dalam langkah ini, yaitu bentuk penyimpangan yang terjadi dan penyebab terjadinya penyimpangan. Manajer juga harus mengetahui dan membedakan yang mana merupakan penyimpangan minor (kecil) yang dapat diabaikan terlebih dahulu dan yang mana merupakan penyimpangan utama yang harus segera mengambil tindakan yang serius. Sebagai contoh, jika biaya alat-alat tulis terjadi kenaikan dari target 5% menjadi aktual 8% maka penyimpangan tersebut dapat dikategorikan sebagai penyimpangan minor (kecil). Namun disisi lain, jika tingkat cacat produksi bulanan meningkatkan terus menerus maka dapat dikategorikan sebagai penyimpangan besar yang harus segera diambil tindakan perbaikannya. Setelah mengetahui penyimpangan yang terjadi, seorang manajer harus segera mencari penyebab terjadinya penyimpangan tersebut. Mengambil tindakan koreksi/perbaikan (Taking Corrective Action) Begitu penyimpangan dan penyebab penyimpangan diketahui, tahap selanjutnya adalah mengambil tindakan perbaikan. Jika penyimpangan yang terjadi merupakan penyimpangan kecil yang masih dapat diterima maka tidak perlu melakukan tindakan korektif. Namun jika penyimpangan yang terjadi adalah penyimpangan besar yang telah melampai batas yang dapat diterima maka harus segera mengambil tindakan perbaikan dan mengambil tindakan-tindakan pencegahan supaya tidak terjadi lagi dikemudian hari. Contohnya, target tingkat kecacatan (reject rate) produk di produksi yang dapat diterima adalah 2%, namun pada aktualnya tingkat kecacatan produk di produksi adalah 5%. Tingkat kecacatan tersebut telah melampaui batas yang dapat diterima sehingga diperlukan penyelidikan terhadap penyimpangan tersebut. Setelah diselidiki, ternyata yang menyebabkan tingginya tingkat kecacatan produk ini adalah adanya pengaturan mesin yang salah. Dengan diketahuinya penyebab terjadinya penyimpangan tersebut, maka kita harus mengambil tindakan perbaikan yaitu mengatur kembali mesin tersebut ke pengaturan yang benar dan memberikan indikasi di mesin supaya tidak terjadi pengaturan yang salah lagi di kemudian hari. Penetapan tujuan (goal setting), pengukuran (measuring), membandingkan kinerja actual dengan standar kinerja (comparing actual permfomance against standard) dan tindakan manajerial (managerial action). Penetapan tujuan diawali dengan adanya penetapan terlebih dahulu berbagai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, strategi untuk mencapai tujuan tersebut sampai penentuan anggaran yang menunjukan rencana alokasi masing-masing sumber daya organisasi perusahaan dalam menunjang pencapaian tujuan. Pengukuran merupakan penetapan satuan numeric terhadap suau objek yang di ukur. Aktifitas pengukuran menyangkut 2 hal : 1. Pengukuran berkaitan dengan apa yang di ukur. 2. Pengukuran berkaitan dengan bagaimana pengukuran dilakukan. Membandingkan merupakan proses membandingkan kinerja actual dengan starndard kinerja dan berbagai tujuan yang telah ditetapkan tujuan maupun standard ditetapkan pada tahap perencanaan (planning).


Tindakan managerial langkah terakhir dari proses pengendalian adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja yang dicapai organisasi secara keseluruan maupun pencapaian kinerja individu. http://vini.stiemj.ac.id 4. Pengendalian Finansial (Keuangan) Pengertian Pengendalian Keuangan Pribadi Bagian dari pengendalian keuangan pribadi adalah pemenuhan kebutuhan yang bisa digunakan untuk jangka panjang dan benar-benar digunakan tidak hanya memenuhi keingan dari diri sendiri tanpa memikirkan kegunaan dan masanya. Menurut Parmitasari (2018) pentingnya pengendalian keuangan terdapat dalam fungsinya yaitu sebagai pendorong dalam usaha untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan keuangan dan mencapai kepuasan dalam kehidupan individu. Menurut Ernawatiningsih (2018) Pengendalian keuangan merupakan salah satu cara dalam pengelolaan dana yang dimiliki dan dalam pengendaliannya disertai dengan rasa tanggung jawab, dengan pengendalian keuangan yang baik individu tidak akan terjebak pada perilaku yang mempunyai keinginan yang tak terbatas. Perilaku pengendalian keuangan pribadi mahasiswa merupakan suatu cara atau sikap dalam mengendalikan uang yang dimiliki. Uang tersebut dikelola secara tepat dan efisien agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari (Yusri, 2018). Menurut Parrotta & Johnson (1998) pengendalian keuangan pribadi merupakan proses perencanaan, implementasi serta evaluasi keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga. Menurut Fadilla (2016) keuangan pribadi adalah hasil dari konsep-konsep keuangan untuk pengambilan keputusan keuangan pada tinggat individu. Menurut Warsono (2010) dalam pengendalian keuangan ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam pengendalian keuangan pribadi, yaitu : Penggunaan Dana Pengalokasian dana harus berdasarkan prioritas. Kebutuhan yang diperlukan merupakan dasar dari skala prioritas yang digunakan, namun harus memperhatikan presentase jadi dana tidak habis hanya digunakan untuk keperluan sehari-hari saja. Penentuan Sumber Daya Seseorang harus mampu menentukan dan mengetahui sumber dana yang diperoleh baik dari orang tua, donatur, gaji maupun beasiswa. Seseorang juga mampu menentukan sumber dananya sendiri dengan mencari sumber dana alternatif untuk sumber pemasukan keuangan untuk dikelola.


Manajemen Resiko Seseorang harus memperhatikan kejadiankejadian yang diluar dugaan, maka seseorang harus memiliki proteksi yang baik untuk mengantisipasi kejadian yang tak terduga salah satu caranya yaitu dengan mengikuti asuransi. Kejadian-kejadian yang tak terduga tersebut seperti sakit, kecelakaan, kebutuhan yang mendesak dan yang lainnya. Manajemen resiko itu sendiri adalah pengendalian terhadap kemungkinan-kemungkinan resiko yang akan terjadi. Perencanaan Masa Depan Perencanaan masa depan sangat penting untuk dipersiapkan sedini mungkin, karena dengan perencanaan yang matang seseorang dapat menganalisa kebutuhan yang akan datang dan mempersiapkannya dalam pemenuhannya. Berdasarkan definisi yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa pengendalian keuangan pribadi merupakan cara untuk mengatur serta serta mengendalikan pemasukan dan pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan tersebut bukan hanya untuk dikonsumsi saat ini namun juga perlu dipersiapkan untuk kebutuhan masa depan dengan menyiapkan asuransi dan pengendalian keuangan pribadi yang baik dan benar. Indikator Dalam Pengendalian Keuangan Pribadi Menurut Yusri (2018) indikator dalam pengendalian keuangan pribadi mahasiswa, yaitu: Membelanjakan uang seperlunya Seseorang sering kali serakah jika mempunyai uang yang banyak, namun hal tersebut sangat buruk dalam pengendalian keuangan. Seseorang bisa membelajakan uangnya dengan membeli barang sesuai kebutuhannya. Merencanakan keuangan untuk di masa depan Rencanakan keuangan unruk masa depan secara sistematis. Dengan merencanakan keuangan untuk masa depan seseorang bisa mengendalikan keuangannya dan dapat mengurangi resiko di masa depan yang tidak diinginkan. Menabung Menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk masa depan atau untuk kebutuhan yang mendadak. Dengan menabung seseorang bisa mengelola serta mengendalikan keuangannya dengan sebaik mungkin tidak dihamburkan untuk keinginan yang kurang penting. Menyisihkan uang untuk keperluan pribadi Membagi pendapatan dengan keperluan pribadi dan keperluan sehari-hari lainnya. Dengan menyisihkan uang untuk keperluan pribadi seseorang tidak akan kebingungan apabila keperluan pribadinya datang.


Menyediakan anggaran Seseorang perlu menyediakan anggaran terlebih dahulu sebelum menggunakan uangnya. Dengan memberikan anggaran pada setiap keperluannya maka tidak akan menimbulkan pembengkakan pada pengeluaran. http://eprints.umpo.ac.id, 2015 5. Manajemen Operasi Pengertian Manajemen Operasional. Menurut Herjanto (2008) manajemen operasional adalah suatu proses yang berkesinambungan dan efektif dalam menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan. Menurut Heizer dan Rander (2009:4) menyatakan bahwa manajemen operasional ialah sebuah serangkaian kegiatan yang menghasilkan sebuah nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah suatu input menjadi output. Menurut Stevenson (2009:4) menyatakan bahwa manajemen operasional ialah sebuah sistem manajemen atau serangkaian proses dalam suatu pembuatan produk atau penyediaan jasa. Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen operasional yaitu pengelolaan penggunaan semua faktor produksi yang ada menjadi berbagai macam produk barang atau jasa. Tujuan Manajemen Operasional 1. Efficiency (meningkatkan efisiensi) Untuk meningkatkan efisiensi dalam perusahaan yaitu dengan memaksimalkan output barang dan jasa dengan input sumberdaya minimal. 2. Productivity (meningkatkan efektivitas) Untuk meningkatkan efektivitas dalam perusahaan dengan memproduksi barang dan jasa yang tepat dalam memenuhi kebutuhan konsumen. 3. Economy (mengurangi biaya) Untuk mengurangi biaya dalam kegiatan perusahaan yaitu dengan meminimalkan biaya produksi barang dan jasa yang akan dibuat. 4. Quality (meningkatkan kualitas) Untuk meningkatkan kualitas didalam perusahaan dengan memastikan bahwa barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan standard an kualitas yang ditentukan.


Click to View FlipBook Version