46 Aktivitas 1: Pada aktivitas 1, siswa akan menyelidiki pengaruh luas dan bentuk kanopi pada kinerja parasut. Siswa akan mendesain sebuah parasut dengan luas yang berbeda namun dengan panjang tali suspensi yang sama. Dari kegiatan ini diharapkan siswa dapat membuat kesimpulan bahwa luas kanopi mempengaruhi kinerja parasut; semakin luas area kanopi, semakin lama waktu yang diperlukan parasut untuk mendarat di tanah. Aktivitas 2: Kegiatan kemudian dilanjutkan untuk mengetahui pengaruh panjang tali suspensi pada parasut yang akan didesain oleh siswa. Siswa akan mendesain sebuah parasut dengan luas yang sama namun dengan panjang tali suspensi yang berbeda-beda. Dari kegiatan ini diharapkan siswa mampu menyimpulkan bahwa dimensi parasut dan panjang tali suspensi mempengaruhi kinerja parasut. Semakin luas parasut maka akan semakin baik dalam menghambat udara sehingga parasut dapat bertahan lebih lama di udara. Begitu pula dengan tali suspensi; semakin panjang tali, parasut akan melayang semakin lama. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah luas kanopi parasut dan panjang tali suspensi haruslah proporsional. Aktivitas 3: Sebelum aktivitas dimulai, guru menunjukkan beban yang akan digunakan dalam percobaan, yaitu telur. Beban ini melambangkan bantuan yang akan
47 dibawa ke daerah bencana yang terisolasi. Setiap parasut akan membawa satu telur. Suatu parasut dianggap berhasil jika bisa mendaratkan telur dari ketinggian ke atas permukaan tanah tanpa memecahkan telur tersebut atau hanya dengan keretakan minimal. Untuk memasangkan telur ke parasut, telur dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kantong plastik, kemudian kantong plastik diikatkan ke tali suspensi. Dengan bimbingan guru, siswa mendesain tiga buah parasut berbeda. Siswa bebas untuk menentukan bentuk kanopi, ukuran kanopi dan tali suspensi yang paling sesuai, namun masih dalam batasan yang sudah disebutkan, yaitu bentuk kanopi haruslah segi empat dan hanya menggunakan empat tali suspensi. Di dalam kelompoknya, siswa mendiskusikan dan menentukan bentuk segi empat apa yang akan mereka pilih yang akan menghasilkan parasut yang ideal.Setelah menentukan bentuk dan ukuran parasut yang diinginkan, siswa juga menentukan luas permukaan kanopi desain mereka. Siswa terlebih dahulu menggambar desainnya pada lembar kerja yang sudah disiapkan lengkap dengan ukuran masing-masing bagiannya. Setelah membuat desain dan prototipe parasutnya, siswa secara bergantian menguji coba parasut yang sudah dibuat masing-masing kelompok dengan menjatuhkannya pada ketinggian yang sudah ditentukan dan mencatat waktunya. Selanjutnya siswa memilih satu desain yang terbaik dari ketiga desain yang sudah mereka buat tersebut dan memperbaiki bagian tertentu sesuai dengan apa yang sudah mereka diskusikan. Asesmen Terdiri dari beberapa deskriptor penilaiana yakni sebagai berikut peserta didik mampu; 1. membuat sketsa produk. 2. menggunakan konsep matematika, teknologi, dan sains untuk menyelesaikan masalah 3. mengkonstruksi produk dengan cekatan dan terampil dengan alat yang tepat. 4. mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan desain mereka. 5. memperbaki produknya sesuai kekuatan dan kelemahan yang diamati. Resources yang Dibutuhkan • Plastik lembaran atau kertas minyak • Benang kasur • Gunting • Selotip • Penggaris • Stopwatch
48 • Telur • Klip Binder Integrasi CT dalam proyek STEM (Baek et al., 2021) Abstraksi: Mengidentifikasi desain parasut ideal untuk menentukan konsep luas dan keliling segi empat Algoritma:langkah-langkah pembuatan parasut Aktivitas 1. • Mengidentifikasi desain parasut ideal untuk menentukan konsep luas dan keliling segi empat • menyelidiki pengaruh luas dan bentuk kanopi pada kinerja parasut • mendesain sebuah parasut dengan luas yang berbeda namun dengan panjang tali suspensi yang sama • membuat kesimpulan bahwa luas kanopi mempengaruhi kinerja parasut Aktivitas 2 • mengetahui pengaruh panjang tali suspensi pada parasut yang akan didesain • mendesain sebuah parasut dengan luas yang sama namun dengan panjang tali suspensi yang berbeda-beda • menyimpulkan bahwa dimensi parasut dan panjang tali suspensi mempengaruhi kinerja parasut Aktivitas 3 Telur merupakan beban yang melambangkan bantuan yang akan dibawa ke daerah bencana yang terisolasi. • memasangkan telur ke parasut, telur dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kantong plastik, kemudian kantong plastik diikatkan ke tali suspense • mendesain tiga buah parasut berbeda dengan memberi kebebasan untuk menentukan bentuk kanopi, ukuran kanopi dan tali suspensi yang paling sesuai (masih dalam batasan yang sudah disebutkan, yaitu bentuk kanopi haruslah segi empat dan hanya menggunakan empat tali suspense) • mendiskusikan dan menentukan bentuk segi empat apa yang akan mereka pilih yang akan menghasilkan parasut yang ideal. • menentukan luas permukaan kanopi dari desain mereka • menggambar desainnya pada lembar kerja yang sudah disiapkan lengkap dengan ukuran masing-masing bagiannya. • Setelah membuat desain dan prototipe parasutnya, siswa secara bergantian menguji coba parasut yang sudah dibuat masing-masing kelompok dengan menjatuhkannya pada ketinggian yang sudah ditentukan dan mencatat waktunya. • memilih satu desain yang terbaik dari ketiga desain yang sudah mereka buat tersebut dan memperbaiki bagian tertentu sesuai dengan apa yang sudah mereka diskusikan. Komunikasi: Mempresentasikan hasil pembuatan parasut dengan bahan bahan yang ada
49 Conditional Logic: Penggunaan logika dalam bentuk IF-ELSE (jika-maka) untuk mengidentifikasi jenis atau ciri parasut tertentu yang cocok Pengumpulan Data: Mengumpulkan data hasil uji coba rancangan parasut, sehingga menemukan rancangan parasut yang ideal Struktur Data, Analisis dan Representasi Data: Menggunakan data hasil pengujian untuk menyimpulkan ciri-ciri parasut Dekomposisi: Menganalisis masalah untuk memecahkannya menjadi bagian yang lebih kecil. Permasalahan sulitnya menyampaikan bantuan ke daerah yang terdampak bencana dan terisolasi dari daerah sekitar. Salah satu dampak dari bencana yang terjadi adalah ketika suatu daerah akhirnya terisolasi dan menjadi sulit dijangkau akibat rusaknya akses ke daerah tersebut. Hal ini menyulitkan petugas untuk mengevakuasi korban dan membawa bantuan ke daerah tersebut. Guru menyajikan beberpa pertanyaan untuk menguraikan masalah; • Bagaimana biasanya bantuan disalurkan ke daerah bencana? • Apa yang dapat dilakukan untuk membawa bantuan ke daerah bencana yang terisolasi? Pengenalan Pola: Membuat parasut dengan menggunakan desain segi empat Pemodelan dan Simulasi: Model parasut yang sudah berhasil dibuat diuji untuk mengetahui beban telur dapat mendarat dengan aman (kaitannya dengan permasalahan nyata yakni bantuan makanan dan obat-obatan ke daerah bencana yang terisolir mendarat dengan aman) C. Perbedaan Proyek STEM sebelum dan sesudah Diintegrasikan dengan CT Perbedaannya terletak pada penentuan pengambilan keputusan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Ketika hanya menggunakan STEM saja dalam pembelajaran maka peserta didik akan langsung menggunakan solusi yang mungkin belum efektif atau berpikir penyelesaian yang terlalu rumit dalam menghadapi masalah. Sedangkan, dengan adanya pengintegrasian CT, melatih peserta didik untuk mengurai suatu permasalahan tersebut ke dalam bagian-bagian kecil dan dari situ dapat mengenali pola yang sederhana yang pada akhirnya dapat menarik kesimpulan untuk menentukan penyelesaian yang ideal.
50 T4.6 ELABORASI PEMAHAMAN Laporan Hasil Presentasi “Catatan-catatan yang perlu dilakukan perbaikan” Nomor Kelompok 1 Anggota Kelompok Adelia Devi Windasari (202310631011114) Ihak Silvia (202310631011026) Leny Anggraini Wijaya (202310631011126) Shentia Liyuwana Defi (202310631011116) Fitria Setyowati (202310631011107) Nama Proyek Parasut untuk Daerah Bencana yang Terisolasi Catatan-catatan Perbaikan yang Perlu Dilakukan Berdasarkan Masukan Dari Dosen dan Kelompok Lain Terdapat beberapa catatan yang perlu diperbaiki dari hasil ruang kolaborasi yang telah kelompok kami selesaikan. Beberapa catatan tersebut diantaranya; • Menambahkan gambar pendukung pada setiap aktivitas lembar kerja • Menambahkan tujuan pada bagian deskripsi singkat • Mencoba untuk memikirkan terkait identifikasi pada bagian Algoritma • Merevisi bagian-bagian yang masih terlihat umum (belum spesifik terkait proyek) T4.7 KONEKSI ANTAR MATERI • Kesimpulan Anda tentang bagaimana CT dapat diintegrasikan ke dalam proyek STEM! Keterampilan dasar yang ditekankan dalam CT sangat penting untuk pembelajaran STEM karena hubungannya dengan proses disiplin STEM dalam pemodelan, penalaran, dan pemecahan masalah. Pendekatan Pembelajaran STEM juga memberikan konteks alami untuk pembelajaran CT. Pendekatan PBL juga konsisten dengan praktik terbaik pembelajaran STEM seperti memberikan siswa kesempatan yang otentik (yaitu berpartisipasi dalam sains “nyata”), berbasis inkuiri, relevan bagi mereka sebagai pembelajar, dan bersifat suportif dan kolaboratif. PBL dapat memandu desain dan pengembangan lingkungan pembelajaran dan kurikulum yang produktif dalam hal penyampaian konten dan mendorong pengembangan CT pada siswa sekolah dasar melalui interaksi sosial, perancah guru, dan aktivitas langsung dalam pembelajaran STEM. Dengan merancang lingkungan inkuiri di mana CT diintegrasikan dengan berbagai topik STEM, guru cenderung tidak merasa bahwa mereka menyia-nyiakan waktu atau materi dari mata pelajaran lain, dan sebaliknya mereka membantu memperkuat pembelajaran siswa secara komprehensif. Oleh karena itu, lingkungan pembelajaran STEM+CT terintegrasi yang dipandu oleh inkuiri PBL, yang mengharuskan siswa untuk belajar, mengeksplorasi, dan
51 menerapkan lebih dari satu disiplin ilmu untuk memecahkan masalah, akan produktif untuk mengintegrasikan CT. Lebih lanjut, pengintegrasian CT ke dalam STEM lebih efektif dan efisien dilaksanakan ketika sepulang sekolah, siswa memiliki waktu untuk terlibat dalam proyek kompleks yang lebih cocok untuk mengembangkan CT dibandingkan di lingkungan formal. Program sepulang sekolah sangat cocok untuk mengintegrasikan CT dalam pembelajaran STEM, memungkinkan siswa dan guru bekerja sebagai mitra sehingga semua orang belajar secara kolaboratif. Pengaturan setelah jam sekolah juga memberikan kebebasan kepada guru untuk bereksperimen dan tidak khawatir waktu kelas akan terbuang. • Tantangan-tantangan mungkin akan dihadapi ketika mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM! Terdapat beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi ketika mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM, yakni sebagai berikut. 1. Keterbatasan pengetahuan Guru. Beberapa guru STEM mungkin tidak memiliki pengetahuan yang cukup terkait konsep dan prinsip CT. 2. Kurikulum yang terpisah. Adanya kurikulum STEM dan CT yang terpisah membuat sulit mengintegrasikan konsep CT ke dalam kurikulum STEM. 3. Kesulitan mengukur kemajuan. Mengukur kemajuan dalam pemahaman CT bisa menjadi sulit karena itu sering kali bersifat konseptual dan tidak selalu dapat diukur dengan ujian tradisional. 4. Kesulitan membekali siswa dengan pemecahan masalah. Dalam membekali siswa dengan pemecahan masalah dan kegiatan pembelajaran yang relevan sering kali mengakibatkan kurikulum ketinggalan jaman yang gagal membekali tenaga kerja dengan keterampilan yang diinginkan. • Tambahkan juga solusi apa yang dapat Anda usulkan untuk mengatasi tantangantantangan tersebut. Solusi untuk mengatasi setiap tantangan-tantangan tersebut diantaranya 1. Pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang CT dan cara mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran STEM. 2. Merancang kurikulum yang terintegrasi atau menyesuaikan kurikulum STEM dengan elemen CT, sehingga siswa dapat melihat keterkaitan antara kedua konsep tersebut.
52 3. Mengembangkan metode penilaian yang kreatif, seperti proyek berbasis keterampilan, portofolio, atau penugasan yang memungkinkan siswa menunjukkan pemahaman mereka secara praktis. 4. Mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan siswa memecahkan masalah nyata dan mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam konteks praktis. 5. Memfasilitasi proyek-proyek kolaboratif dengan perusahaan atau organisasi lokal. 6. Memberdayakan siswa untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran mereka sendiri dengan mendorong eksplorasi mandiri, riset, dan pengembangan keterampilan diri. 7. Mengembangkan program pembelajaran sepanjang hayat untuk mendukung pembaruan keterampilan siswa setelah mereka meninggalkan sekolah.
53 T4.8 AKSI NYATA HASIL REFLEKSI 1. Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam proyek STEM? Pengalaman yang di dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam proyek STEM ini dapat diantaranya; • membantu dan meringankan kendala yang pendidik alami dalam menerapkan STEM dalam pembelajaran matematika. • Integrasi CT ini melebur ke dalam aktivitas yang dirancang ke dalam proyek STEM. sehingga sebagai pendidik dapat mengidentifikasi aktivitas yang dilakukan melalui aktivitas tersebut. • meningkatkan cara berpikir kritis, logis dari pendidik dan juga peserta didik dalam menjalankan proyek STEM 2. Bagaimana perasaan Anda pada saat mengerjakan modul ini? • Sangat penuh tantangan dan pengalaman menarik • Melatih berpikir logis dan kritis 3. Jelaskan bagaimana rencana Anda dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yang Anda ajar kelak. Rencana untuk mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yakni mempersipkan semua alat dan bahan yang telah direncanakan dan peserta didik duduk sesuai kelompoknya masing-masing dengan diberikan LKPD, guru mengajak peserta didik untuk membuat proyek parasut dengan langkah-langkah berpikir CT yang telah diintegrasikan ke dalam LKPD. Pengintegrasian CT ke dalam proyek STEM yang disajikan dalam bentuk LKPD adalah sebagai berikut. • Pada tahap Dekomposisi: Menganalisis masalah yang ada untuk memecahkannya menjadi bagian yang lebih kecil. Pada kasus ini, permasalahan sulitnya menyampaikan bantuan ke daerah yang terdampak bencana dan terisolasi dari daerah sekitar. Salah satu dampak dari bencana yang terjadi adalah ketika suatu daerah akhirnya terisolasi dan menjadi sulit dijangkau akibat rusaknya akses ke daerah tersebut. Hal ini menyulitkan petugas untuk mengevakuasi korban dan membawa bantuan ke daerah tersebut. Guru menyajikan beberapa pertanyaan untuk menguraikan masalah; Bagaimana biasanya bantuan disalurkan ke daerah bencana?
54 Apa yang dapat dilakukan untuk membawa bantuan ke daerah bencana yang terisolasi? Dari pertanyaan tersebut, setiap kelompok kecil mendiskusikan jawaban masingmasing dari mereka. • Pada tahap Pengenalan Pola: setiap masalah pasti ada pola atau kesamaannya, nah pola ini membantu kita untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi saat ini Dari jawaban masing-masing individu dari setiap kelompok memiliki kesamaan atau irisan untuk mendapatkan dominansi jawaban. Kesamaan jawaban yang mungkin muncul untuk menyelesaikan masalah yang muncul adalah dengan “Membuat parasut dengan menggunakan desain segi empat” untuk menyampaikan bantuan ke daerah yang terdampak bencana dan terisolasi yang menyebabkan rusaknya akses ke daerah tersebut. • Pada tahap Abstraksi: fokus pada detail tertentu saat hendak menyelesaikan masalah Mengidentifikasi desain parasut ideal untuk menentukan konsep luas dan keliling segi empat • Pada tahap Algoritma: langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan menyajikan beberpa aktivitas kepada peserta didik Aktivitas 1. Mengidentifikasi desain parasut ideal untuk menentukan konsep luas dan keliling segi empat menyelidiki pengaruh luas dan bentuk kanopi pada kinerja parasut mendesain sebuah parasut dengan luas yang berbeda namun dengan panjang tali suspensi yang sama membuat kesimpulan bahwa luas kanopi mempengaruhi kinerja parasut Aktivitas 2 mengetahui pengaruh panjang tali suspensi pada parasut yang akan didesain mendesain sebuah parasut dengan luas yang sama namun dengan panjang tali suspensi yang berbeda-beda menyimpulkan bahwa dimensi parasut dan panjang tali suspensi mempengaruhi kinerja parasut Aktivitas 3
55 Telur merupakan beban yang melambangkan bantuan yang akan dibawa ke daerah bencana yang terisolasi. memasangkan telur ke parasut, telur dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kantong plastik, kemudian kantong plastik diikatkan ke tali suspense mendesain tiga buah parasut berbeda dengan memberi kebebasan untuk menentukan bentuk kanopi, ukuran kanopi dan tali suspensi yang paling sesuai (masih dalam batasan yang sudah disebutkan, yaitu bentuk kanopi haruslah segi empat dan hanya menggunakan empat tali suspense) mendiskusikan dan menentukan bentuk segi empat apa yang akan mereka pilih yang akan menghasilkan parasut yang ideal. menentukan luas permukaan kanopi dari desain mereka menggambar desainnya pada lembar kerja yang sudah disiapkan lengkap dengan ukuran masing-masing bagiannya. Setelah membuat desain dan prototipe parasutnya, siswa secara bergantian menguji coba parasut yang sudah dibuat masing-masing kelompok dengan menjatuhkannya pada ketinggian yang sudah ditentukan dan mencatat waktunya. memilih satu desain yang terbaik dari ketiga desain yang sudah mereka buat tersebut dan memperbaiki bagian tertentu sesuai dengan apa yang sudah mereka diskusikan.
TOPIK 5 Integrasi CT dalam Mata Pelajaran
56 TOPIK 5. INTEGRASI CT DALAM MATA PELAJARAN T5.1 PENGANTAR Durasi : 3 Pertemuan Pada topik ini, merancang integrasi CT dan mengimplementasikannya dalam satu atau beberapa topik sebuah mata pelajaran yang dipilih oleh peserta sesuai jenjang dan bidang yang akan diajarkan atau diminatinya. T5.2 MULAI DARI DIRI Untuk guru SMP/SMA: Menurut Anda, apakah CT dapat diintegrasikan pada mata pelajaran yang akan Anda ampu? Jelaskan alasan dari jawaban Anda! Your Answer: Mata pelajaran yang saya ampu adalah matematika lanjut. CT dapat diintegrasikan pada mata pelajaran tesebut. Karena notabene jika dibandingkan dengan matematika wajib, matematika lanjut ini memiliki tingkat keabstrakan yang lebih. Mengaitkan beberapa konten pada mata pelajaran matematika lanjut dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari sedikit sulit dan membutuhkan literasi dan numerasi yang baik disini serta kemampuan Computatioal Thinking. Kemampuan Computatioal Thinking ini dapat membantu peserta didik dalam menemukan langkah dan solusi permasalahan yang mereka hadapi.
57 T5.3 EKSPLORASI KONSEP HASIL ANALISIS MAKALAH TERKAIT CT Intisari makalah “Bringing computational thinking to K-12: what is Involved and what is the role of the computer science education community” (Barr & Stephenson, 2011). 1. Berfokus pada contoh implementasi konsep CT dan keterampilannya yang diimplementasikan pada berbagai bidang meliputi Ilmu Komputer, Matematika, Sains, Studi Sosial, Bahasa dan Seni. 2. Implementasi pada makalah berfokus pada proyek multifase yang ditujukan untuk mengembangkan definisi operasional pemikiran komputasi untuk K-12 bersama dengan sumber daya yang sesuai untuk kebijakan dan perubahan kurikulum. 3. Implementasi dan integrasi CT didalam berbagai disiplin ilmu didasarkan pada berbagai bidang keilmuan yang mengarahkan, mengorientasikan dan mengajarkan keterampilan pemecahan masalah, berpikir logis, dan berpikir secara algoritma. 4. Cara mengimplementasika CT secara konkret di kelas yang diwujudkan melalui keterlibatan aktif peserta didik dalam memecahkan suatu masalah menggunakan konsep CT seperti abstraksi, dekomposisi, dan menggunakan bahasa CT seperti input, output, data. Kaitan inti makalah dengan mata pelajaran Matematika yaitu pengintegrasian dan implementasi CT dalam pembelajaran Matematika. CT dalam matematika sering digunakan dalam proses penyelesaian soal yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Berikut konsep CT dalam matematika. 1. Konsep CT pengumpulan data diimplementasikan dengan kegiatan mencari data atau mengumpulkan informasi maupun fakta-fakta yang ada. 2. Konsep CT analisis data diimplementasikan dengan proses pengolahan data atau informasi yang telah didapatkan. 3. Konsep CT representasi data dan analisis data diimplementasikan dengan menyajikan data dalam bentuk notasi, tabel, symbol, gambar, grafik, diagram maupun persamaan dalam matematika. 4. Konsep CT abstraksi data diimplementasikan dengan proses untuk memperoleh sebuah konsep, ide, atau objek dalam matematika. 5. Konsep CT Analisis dan validasi model diimplementasikan dalam proses penetapan atau keyakinan bahwa data maupun model yang didapat telah tepat dan sesuai dalam matematika. 6. Konsep CT Otomatisasi mengacu pada langkah untuk melakukan perhitungan atau memecahkan masalah dalam matematika secara otomatis. 7. Konsep CT Pengujian dan verifikasi melibatkan proses untuk memastikan kebenaran dari pernyataan matematika atau hasil dari perhitungan berdasarkan aksioma atau teorema yang ada. 8. Konsep CT Algoritma dan prosedur memuat langkah-langkah atau urutan dalam menyelesaikan sebuah permasalahan matematika yang ada. 9. Konsep CT Dekomposisi persoalan diimplementasikan dalam penyederhanaan pemahaman atau pendekatan yang digunakan dalam proses pemecahan masalah dari kompleks menjadi lebih sederhana. 10.Konsep CT Struktur control mengacu pada cara menentukan teori atau perhitungan sesuai kondisi atau keputusan tertentu untuk memecahkan masalah. 11.Konsep CT Paralesasi diimplementasikan dalam proses pemecahan masalah yang ada dengan melakukan langkah atau perhitungan berdasarkan pada teori yang sesuai. 12.Konsep CT Simulasi melibatkan penggunaan model matematis atau representasi matematika untuk membantu memahami dan menganalisis suatu data yang kompleks atau sulit diukur secara langsung.
58 T5.4 RUANG KOLABORASI HASIL DISKUSI “MODIFIKASI MATERI AJAR DENGAN MENGINTEGRASIKAN CT” NIM/nama anggota 1: NIM/nama anggota 2: NIM/nama anggota 3: NIM/nama anggota 4: NIM/nama anggota 5: Adelia Devi Windasari / 202310631011114 Ihak Silvia / 202310631011026 Leny Anggraini Wijaya / 202310631011126 Shentia Liyuwana Defi / 202310631011116 Fitria Setyowati / 202310631011107 Mata pelajaran: Matematika Materi ajar: Deret Geometri Tujuan pembelajaran: ✓ Peserta didik dapat menganalisis jumlah sukui ke-n dari deret geometri ✓ Peserta didik dapiat menganalisis permasalahan kontekstual daliam kehidupian sehari-hari yang berikaitan dengan konsep deret geometri Deskripsi penyampaian materi sebelum integrasi CT Guru memberikan pengenalan materi deret geometri dengan mengaitkan kehiduan sehari-hari dengan berbantuan video pembelajaran. Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi dalam memahami konsep deret geometri. Deskripsi penyampaian materi setelah integrasi CT Dalam penerapan fondasi CT pada fase pengumpulan data, guru meminta peserta didik dapat menemukan konsep deret geometri melalui percobaan melipat dengan 2 kali kegiatan. Pada fase analisis data, peserta didik dapat mengingat lebih lama materi deret geometri dengan cara melakukan kegiatan ke 2 di LKPD yaitu menghitung jumlah kemunculan hasil lipatan kertas dan menganalisis hasil datanya agar dapat menjawab soal yang telah disediakan. Fase selanjutnya adalah representasi data dan analisis data, guru menyiapkan lembar kertas asturo yang akan digunakan peserta didik sebagai penyimpanan dan hasil pecobaan. Pada fase absraksi, peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi dan menyederhanakan pola peningkatan rasio antara suku-suku berturut-turut dalam deret geometri yang terbentuk dari hasil percobaan. Fondasi selanjutnya adalah algoritma, guru meminta peserta didik mengikuti langkah-langkah dalam menyusun konsep deret geometri berdasarkan percobaan yang ada di LKPD. Fase dekomposisi, peserta didik melakukan urutan hasil operasi dari percobaan yang dilakukan pada fase algoritma. Fase terakhir dalam fondasi CT adalah pengenalan pola, peserta didik dapat mengenali pola dari rasio hasil tiap lipatan dalam suatuu barisan yang diperoleh dari percobaan di atas. Fase-fase tersebut dapat membuat peserta didik dapat mempelajari materi deret geometri dengan cara melipat-lipat kertas. Selain itu, guru juga mendorong peserta didik untuk lebih mengeksplor pengetahuan dan informasi melalui media lainnya.
59 Penjelasan konsep CT yang diintegrasikan pada materi ajar Dalam mengintegrasi CT, guru mampu menerapkan 4 pondasinya. Pada abstraksi peserta didik melakukan identifikasi dan menyederhanakan pola peningkatan rasio antara suku-suku berturutturut dalam deret geometri. Kemudian pada algoritma peserta didik melakukan langkah-langkah dalam menyusun konsep deret geometri berdasarkan percobaan. Pada dekomposisi, peserta didik melakuan kegiatan ke 2 di LKPD. Pada pondasi ke empat peserta didik dapat mengenali pola atau konsep deret geometri setelah melakukan percobaan. T5.5 DEMONSTRASI KONTEKSTUAL Lembar Evaluasi Kelompok Presentasi NIM / Nama anggota Kelompok yang presentasi: Adelia Devi Windasari / 202310631011114 Ihak Silvia / 202310631011026 Leny Anggraini Wijaya / 202310631011126 Shentia Liyuwana Defi / 202310631011116 Fitria Setyowati / 202310631011107 NIM / Nama anggota Kelompok yang memberikan evaluasi: - Mata pelajaran: Matematika Materi ajar: Deret Geometri Ide baru yang didapatkan terkait integrasi CT di dalam mata pelajaran: 1. Dengan hand on activity peserta didik dapat memiliki pengalaman belajar yang optimal sehingga dapat memahami materi deret geometri secara optimal 2. Dengan memanfaatkan aplikasi matematika yang interaktif dapat membantu peserta didik menjelajahi konsep-konsep matematika secara visual dan eksploratif 3. Dengan menggunakan teknologi pembelajaran yang adaptif yang dapat menyesuaikan konten pembelajaran matematika yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman peserta didik Evaluasi/saran untuk kelompok yang sedang presentasi: 1. Diperhatikan kembali proyek matematika yang diintegrasikan ke CT agar dapat menentukan bagian mana yang termasuk dalam fondasi CT 2. Proyek CT yang dibahas belum mengintegrasikan STEM 3. Proyek CT yang dibahas hanya untuk memperkuat konsep deret matematika, bukan yang menuntun peserta didik untuk berpikir komputasional T5.6 ELABORASI PEMAHAMAN Pertanyaan-pertanyaan tentang mengintegrasikan CT ke dalam materi ajar yang masih belum dipahami. • Dalam proses belajar matematika guru akan mengintegrasikan CT. CT memiliki 4 fondasi atau elemen yang terdiri dari deskomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan logaritma. Apakah pengintegrasian CT dalam proses belajar dapat memasukkan elemen/fondasi yang ada secara bertahap?
60 T5.7 KONEKSI ANTAR MATERI LKM “Menelaah Unsur CT pada Suatu Materi Ajar” NIM/nama anggota 1: NIM/nama anggota 2: NIM/nama anggota 3: NIM/nama anggota 4: NIM/nama anggota 5: Adelia Devi Windasari / 202310631011114 Ihak Silvia / 202310631011026 Leny Anggraini Wijaya / 202310631011126 Shentia Liyuwana Defi / 202310631011116 Fitria Setyowati / 202310631011107 Kesimpulan mengenai integrasi CT ke dalam mata pelajaran: Pengintegrasian CT dalam mata pelajaran yaitu mampu meningkatkan kemampuan keterampilan berpikir kritis, kreatif dan logis peserta didik secara signifikan karena dalam penyelesaian masalah peserta didik tidak hanya berfokus pada hasilnya saja, tetapi juga harus memikirkan solusi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi menggunakan fondasi CT yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstrak, dan algoritma agar menemukan solusi dari permasalahan tersebut secara efektif, efisien, dan optimal sesuai dengan mata pelajaran tersebut. Strategi untuk mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran: Cara pengintegrasian CT ke dalam mata pelajaran adalah bagaimana pendidik harus memahami terlebih dahulu konsep CT itu sendiri. Kemudian pendidik harus merefleksikan yang telah dipelajari, setelahitu menggali lebih jauh materi agar dapat mengajak peserta didik menerapkan konsep CT. Penerapan CT dapat menggunakan 4 dasar pondasinya yaitu dekomposisi, abstraksi, algoritma, dan pengenalan pola. Pada pelajaran matematika, guru mampu mengintegrasikan CT secara bertahap dengan memberikan permasalahan berupa soal open- ended. Soal open-ended akan memberikan kesempatan peserta didik untuk mengeksplorasi prosedur yang digunakan sehingga menemukan prosedur yang efektif dalam menyelesaikan masalah.
61 T5.8 AKSI NYATA HASIL REFLEKSI Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam mata pelajaran yang Anda ampu? Apakah ada kendala yang Anda hadapi? Jawaban: Pengalaman yang saya dapatkan selama mengintegasikan CT ke dalam mata pelajaran yang saya ampu diantaranya; 1) dapat melatih saya berpikir kritis dan kreatif untuk menemukan prosedur paling efektif dalam menyelesaikan masalah, 2) dapat saling bertukar pikiran dengan peserta didik karena prosedur yang digunakan peserta didik tidak terpikirkan sebelumnya oleh saya sebagai guru. Dalam mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran yang saya ampu, saya memiliki kendala yakni saya kesulitan untuk menempatkan elemen/fondasi CT ke dalam tahapan pembelajaran peserta didik dengan tepat. Lebih lanjut, perasaan saya ketika mengerjakan modul ajar yang mengintegrasikan CT di dalamnya sangat menantang karena menuntut saya berpikir segala kemungkinan prosedur penyelesaian yang digunakan oleh peserta didik untuk menemukan prosesdur paling efektif untuk permasalahan yang dihadapi. Selain itu, membuat saya tertantang untuk terus belajar mengintegrasikan CT ke dalam tahapan pembelajaran dengan tepat agar dapat membantu peserta didik menemukan prosedur yang efektif dalam menemukan solusi dari permasalahan.
62 MODUL AJAR SEBELUM INTEGRASI CT INFORMASI UMUM PERANGKAT AJAR 1. Nama Penulis : Kelompok PPL SMAN 7 Malang 2. Instansi : SMA Negeri 7 Malang Tahun : 2023/2024 3. Jenjang Sekolah : SMA 4. Kelas X 5. Alokasi Waktu : 6 X 45 menit (2 pertemuan) TUJUAN PEMBELAJARAN • Fase E • Elemen : Bilangan • Capaian Pembelajaran Di akhir fase E, peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat bilangan berpangkat (termasuk bilangan pangkat pecahan). Mereka dapat menerapkan barisan dan deret aritmetika dan geometri, termasuk masalah yang terkait bunga tunggal dan bunga majemuk. • Tujuan Pembelajaran: ✓ Peserta didik dapat menganalisis jumlah sukui ke-n dari deret geometri ✓ Peserta didik dapiat menganalisis permasalahan kontekstual daliam kehidupian sehari-hari yang berikaitan dengan konsep deret geometri • Alur Tujuan Pembelajaran: ✓ Peserta didik mampu menentukan jumlah suku ke-n dari deret geometri ✓ Peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang terkat denganderet geometri • Konsep Utama: deret geometri KOMPETENSI AWAL Sebelum pembelajaran, peserta didik belum bisa menganalisis dan menentukan deret geometri yang disajikan dalam bentuk soal non-rutin dan kontekstual. Sedangkan setelah pembelajaran peserta didik mampu menganalisis dan menentukan terkait deret geometri yang disajikan dalam bentuk soal non-rutin dan kontekstual. PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (mengajak peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran dan bersyukur setelah selesai pembelajaran) dan berakhlak mulia (menumbuhkan sifat jujur dan bertanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan tugas).
63 2. Bergotong royong (Menumbuhkan rasa kekompakan dan bekerja sama peserta didikdalam berkolaborasi Ketika berdiskusi dengan teman kelompok) 3. Bernalar kritis (Menumbuhkan sifat bernalar kritis peserta didik dalam menyampaikan pendapat Ketika berdiskusi maupun dalam waktu pembelajaran klasikal) 4. Kreatif (Menghasilkan karya yang orisinil dan bermakna yang dapat mengembangkan gagasan atau ide peserta didik) SARANA DAN PRASARANA 1. LKPD 2. Bahan Ajar 3. Video Pembelajaran TARGET PESERTA DIDIK Target peserta didik regular: peserta didik dengan kemampuan materi prasyarat deret geometri Target pembelajaran diferensiasi: Peserta didik dengan masing-masing kelompok diberikan permasalahan berbeda-bedayaitu dapat menganalisis dan menentukan terkait deret geometri MODEL PEMBELAJARAN: Problem Based Learning (PBL) METODE PEMBELAJARAN 1. Tanya-jawab 2. Diskusi kelompok 3. Presentasi hasil diskusi MODA PEMBELAJARAN : Luring KOMPONEN INTI PEMAHAMAN BERMAKNA Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan memperoleh manfaat terkait: Menganalisis dan menentukan deret geometri PERTANYAAN PEMANTIK 1. Informasi apa yang bisa kita dapatkan dari jumlah suku ke-n jika memiliki beda ataujarak yang sama? 2. Apa yang kalian ketahui tentang deret geometri?
64 URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1: Pada pertemuan pertama, kegiatan yang dilaksanakan mengacu pada sintaks Problem Based Learning (PBL), yaitu: Sintak 1 : Mengorientasikan siswa pada masalah Sintak 2 : Mengorganisasikan kerja siswa Sintak 3 : Melakukan penyelidikan atau penelusuran untuk menjawab permasalahanSintak 4 : Menyusun hasil karya dan mempresentassikannya Sintak 5 : Melakukan evaluasi dan refleksi proses dan hasil penyelesaian masalah Kegiatan Awal (15 menit) 1. Guru memberi salam, menyapa peserta didik dan meminta peserta didik untuk berdoa sebelum pembelajaran dimulai (Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) 2. Guru menanyakan kabar peserta didik dan mengecek kehadiran peserta didik. 3. Apersepsi: Guru memberikan pengantar mengenai materi. Guru memberikanpenggunaan deret geometri dalam kehidupan sehari-hari. 4. Motivasi: • Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang kebermanfaatan materi deret geomeriyang akan dipelajari berdasarkan apersepsi yang telah diberikan. • Selain kebermanfaatan materi deret aritmatika, guru juga memberikan motivasitentang disiplin ilmu matematika. 5. Pemberian acuan: • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang deret geometri • Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, yaitu berdiskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan deret geometri. 6. Penyiapan sikap dan mental siswa: Guru meminta peserta didik untuk menyiapkan alat tulis dan bahan ajar yang sudah dibagikan sebelumnya. Peserta didik diminta untuk mempersiapkan diri agar dapat fokus mengikuti kegiatan pembelajaran.
65 Kegiatan inti (65 menit) 1. Mengorientasikan siswa pada masalah a. Sebelumnya, guru menampilkan video pembelajaran terkait deret geometri b. Peserta didik diminta memperhatikan dan mengikuti alur dalam video yang ditampilkan. c. Peserta didik diberikan pertanyaan pemantik melalui permasalahan yangdilampirkan pada LKPD untuk membangkitkan kreatifitas peserta didik terkait persoalan deret geometri. d. Peserta didik diharapkan dapat memberikan beberapa alternatif jawaban terkait pertanyaan yang diajukan (Komunikasi-4C) 2. Mengorganisasikan kerja siswa a. Guru membagi peserta didik menjadi 7-8 kelompok secara heterogen berdasarkanhasil observasi guru b. Guru memberikan soal LKPD yang sudah disediakan. c. Guru memberikan persoalan berbeda pada setiap 2 kelompok 3. Melakukan penyelidikan atau penelusuran untuk menjawab permasalahan a. Peserta didik mendiskusikan permasalahan yang ada di LKPD b. Guru mengamati diskusi peserta didik dan memberi bimbingan jika ada yang dibingungkan peserta didik terkait LKPD c. Pada kegiatan diskusi pserta didik melakukan kegiatan 1, kegiatan ini memintapeserta didik untuk membuat karya sebuah tempelan kertas yang telah dilipat dan digunting. Kegiatan Akhir (10 menit) Guru mengakhiri kegiatan dengan doa penutup dan mengingatkan untuk mempelajari materi selanjunya. Urutan Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke 2 Pada pertemuan kedua, melanjutkan kegiatan pertemuan sebelumnya, yang dilaksanakanmengacu pada sintaks Problem Based Learning (PBL), yaitu: Sintak 4 : Menyusun hasil karya dan mempresentassikannya Sintak 5 : Melakukan evaluasi dan refleksi proses dan hasil penyelesaian masalah
66 Kegiatan Awal (15 menit) 1. Guru memberi salam, menyapa peserta didik dan meminta peserta didik untuk berdoa sebelum pembelajaran dimulai (Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) 2. Guru menanyakan kabar peserta didik dan mengecek kehadiran peserta didik. 3. Apersepsi: Guru memberikan pengantar mengenai materi. Guru memberikanpenggunaan deret geometri dalam kehidupan sehari-hari. 4. Motivasi: • Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang kebermanfaatan materi deretgeometri yang akan dipelajari berdasarkan apersepsi yang telah diberikan. • Selain kebermanfaatan materi deret geometri, guru juga memberikan motivasi tentang disiplin ilmu matematika. 5. Pemberian acuan: • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang deret geometri • Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, yaitu berdiskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan deret geometri. 6. Penyiapan sikap dan mental siswa: Guru meminta peserta didik untuk menyiapkan alat tulis dan bahan ajar yang sudahdibagikan sebelumnya. Peserta didik diminta untuk mempersiapkan diri agar dapat fokus mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan inti (65 menit) 1. Menyusun hasil karya dan mempresentassikannya a. Peserta didik melanjutkan pengerjaan LKPD pada kegiatan ke 2. Pada kegiatan ke-2 peserta mengisi atau menjaab persoalan di LKPD b. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi yang telah didapatkan. Peserta didik lainnya memperhatikan temannya dan memberikan taggapan. c. Guru memberikan apresiasi 2. Melakukan evaluasi dan refleksi proses dan hasil penyelesaian masalah a. Guru memberikan kesimpulan dalam materi b. Peserta didik diminta memperhatikan guru dalam menyimpulkan materi yangtelah dipelajari. c. Peserta didik diberi waktu bertanya 10 menit d. Guru memberikan materi singkat tentang materi yang akan dipelajari padapertemuan selanjutnya.
67 Kegiatan Akhir (10 menit) Guru mengakhiri kegiatan dengan doa penutup dan mengingatkan untuk mempelajari materi selanjutnya. REFLEKSI PENDIDIK 1. Bagaimana kesesuaian model pembelajaran dengan materi yang diajarkan? 2. Bagaimana respon peserta didik terhadap LKPD untuk menyusun konsep deretgeometri 3. Apakah peserta didik telah mencapai penguasaan sesuai tujuan pembelajaran? LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Bahan ajar 2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD perlu disiapkan guru dengan menyesuaikan pada permasalahan yang dipelajari dan diselesaikan melalui model PBL) BAHAN BACAAN PENDIDIK Bahan bacaan pendidik dapat diakses pada link berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1S2ksw6hwzuxvhm7AEnBHixotsaezcGT/view?usp=drive_link, atau menggunakan QR Code berikut: Selain itu, ada bahan ajar juga: https://docs.google.com/document/d/1MoE1VxGXOuyatj_1tXOnKlvz15mSwfSH/edit?us p=drive_link&ouid=117466431511082764407&rtpof=true&sd=true, atau menggunakan QR Code berikut: BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK Bahan bacaan peserta didik dapat diakses pada link berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1b_E9kk2t3rfDgbynigq053ohjOEEuKbP/view?usp=driv e_link, atau menggunakan QR Code berikut:
68 MODUL AJAR SETELAH INTEGRASI CT INFORMASIUMUM PERANGKAT AJAR 1. Nama Penulis : Kelompok PPL SMAN 7 Malang 2. Instansi : SMA Negeri 7 Malang Tahun : 2023/2024 3. Jenjang Sekolah : SMA 4. Kelas X 5. Alokasi Waktu : 6 X 45 menit (2 pertemuan) TUJUAN PEMBELAJARAN • Fase E • Elemen : Bilangan • Capaian Pembelajaran Di akhir fase E, peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat bilangan berpangkat (termasuk bilangan pangkat pecahan). Mereka dapat menerapkan barisan dan deret aritmetika dan geometri, termasuk masalah yang terkait bunga tunggal dan bunga majemuk. • Tujuan Pembelajaran: ✓ Peserta didik dapat menganalisis jumlah sukui ke-n dari deret geometri ✓ Peserta didik dapiat menganalisis permasalahan kontekstual daliam kehidupian sehari-hari yang berikaitan dengan konsep deret geometri • Alur Tujuan Pembelajaran: ✓ Peserta didik mampu menentukan jumlah suku ke-n dari deret geometri ✓ Peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual yang terkat denganderet geometri • Konsep Utama: deret geometri KOMPETENSI AWAL Sebelum pembelajaran, peserta didik belum bisa menganalisis dan menentukan deret geometri yang disajikan dalam bentuk soal non-rutin dan kontekstual. Sedangkan setelah pembelajaran peserta didik mampu menganalisis dan menentukan terkait deret geometri yang disajikan dalam bentuk soal non-rutin dan kontekstual. PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (mengajak peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran dan bersyukur setelah selesai pembelajaran) danberakhlak mulia (menumbuhkan sifat jujur dan bertanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan tugas).
69 2. Bergotong royong (Menumbuhkan rasa kekompakan dan bekerja sama peserta didikdalam berkolaborasi Ketika berdiskusi dengan teman kelompok) 3. Bernalar kritis (Menumbuhkan sifat bernalar kritis peserta didik dalammenyampaikan pendapat Ketika berdiskusi maupun dalam waktu pembelajaran klasikal) 4. Kreatif (Menghasilkan karya yang orisinil dan bermakna yang dapat mengembangkan gagasan atau ide peserta didik) SARANA DAN PRASARANA 1. LKPD 2. Bahan Ajar 3. Video Pembelajaran TARGET PESERTA DIDIK Target peserta didik regular: Peserta didik dengan kemampuan materi prasyarat deretgeometriTarget pembelajaran diferensiasi: Peserta didik dengan masing-masing kelompok diberikan permasalahan berbeda-beda yaitu dapat menganalisis dan menentukan terkait deret geometri MODEL PEMBELAJARAN: Problem Based Learning (PBL) METODE PEMBELAJARAN 1. Tanya-jawab 2. Diskusi kelompok 3. Presentasi hasil diskusi MODA PEMBELAJARAN : Luring KOMPONEN INTI PEMAHAMAN BERMAKNA Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan memperoleh manfaat terkait: Menganalisis dan menentukan deret geometri PERTANYAAN PEMANTIK 1. Informasi apa yang bisa kita dapatkan dari jumlah suku ke-n jika memiliki beda ataujarak yang sama? 2. Apa yang kalian ketahui tentang deret geometri?
70 URUTANKEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1: Pada pertemuan pertama, kegiatan yang dilaksanakan mengacu pada sintaks Problem Based Learning (PBL), yaitu: Sintak 1 : Mengorientasikan siswa pada masalahSintak 2 : Mengorganisasikan kerja siswa Sintak 3 : Melakukan penyelidikan atau penelusuran untuk menjawab permasalahanSintak 4 : Menyusun hasil karya dan mempresentassikannya Sintak 5 : Melakukan evaluasi dan refleksi proses dan hasil penyelesaian masalah Kegiatan Awal (15 menit) 1. Guru memberi salam, menyapa peserta didik dan meminta peserta didik untuk berdoa sebelum pembelajaran dimulai (Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) 2. Guru menanyakan kabar peserta didik dan mengecek kehadiran peserta didik 3. Apersepsi: Guru memberikan pengantar mengenai materi. Guru memberikan penggunaan deret geometri dalam kehidupan sehari-hari. 4. Motivasi: • Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang kebermanfaatan materi deret geometri yang akan dipelajari berdasarkan apersepsi yang telah diberikan. • Selain kebermanfaatan materi deret aritmatika, guru juga memberikan motivasi tentang disiplin ilmu matematika. 5. Pemberian acuan: • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang deret geometri • Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, yaitu berdiskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan deret geometri. 6. Penyiapan sikap dan mental siswa: Guru meminta peserta didik untuk menyiapkan alat tulis dan bahan ajar yang sudah dibagikan sebelumnya. Peserta didik diminta untuk mempersiapkan diri agar dapat fokusmengikuti kegiatan pembelajaran.
71 Kegiatan inti (65 menit) 1. Mengorientasikan siswa pada masalah a. Sebelumnya, guru menampilkan video pembelajaran terkait deret geometri b. Peserta didik diminta memperhatikan dan mengikuti alur dalam video yang ditampilkan. c. Peserta didik diberikan pertanyaan pemantik melalui permasalahan yang dilampirkan pada LKPD untuk membangkitkan kreatifitas peserta didik terkaitpersoalan deret geometri. d. Peserta didik diharapkan dapat memberikan beberapa alternatif jawaban terkait pertanyaan yang diajukan (Komunikasi-4C) 2. Mengorganisasikan kerja siswa a. Guru membagi peserta didik menjadi 7-8 kelompok secara heterogen berdasarkanhasil observasi guru b. Guru memberikan soal LKPD yang sudah disediakan. c. Guru memberikan persoalan berbeda pada setiap 2 kelompok 3. Melakukan penyelidikan atau penelusuran untuk menjawab permasalahan a. Peserta didik mendiskusikan permasalahan yang ada di LKPD b. Guru mengamati diskusi peserta didik dan memberi bimbingan jika ada yang dibingungkan peserta didik terkait LKPD c. Peserta didik melakukan kegiatan percobaan melipat kertas untuk menemukan konsep dari suatu deret geometri (Pengumpulan Data) d. Peserta didik menghitung jumlah kemunculan hasil lipatan kertas yang dilakukan dan menganalisis hasil datanya (Analisis Data) e. Peserta didik menggunakan lembar kertas asturo sebagai penyimpanan data hasil percobaan (Representasi Data dan Analisis Data) f. Peserta didik mengidentifikasi dan menyederhanakan pola peningkatan rasio antara suku-suku berturut-turut dalam deret geometri (Abstraksi) g. Peserta didik menerapkan langkah-langkah dalam menyusun konsep deret geometri dengan berbagai percobaan (Algoritma) h. Peserta didik melakukan urutan hasil operasi dari percobaan algoritma di atas (Dekomposisi) i. Peserta didik melakukan kegiatan pengenalan pola dari rasio hasil tiap lipatan dalam suatu barisan yang diperoleh dari percobaan diatas (Pengenalan Pola) Kegiatan Akhir (10 menit) Guru mengakhiri kegiatan dengan doa penutup dan mengingatkan untuk mempelajari materi selanjunya.
72 Urutan Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke 2 Pada pertemuan kedua, melanjutkan kegiatan pertemuan sebelumnya, yang dilaksanakan mengacu pada sintaks Problem Based Learning (PBL), yaitu: Sintak 4 : Menyusun hasil karya dan mempresentassikannya Sintak 5 : Melakukan evaluasi dan refleksi proses dan hasil penyelesaian masalah Kegiatan Awal (15 menit) 1. Guru memberi salam, menyapa peserta didik dan meminta peserta didik untuk berdoa sebelum pembelajaran dimulai (Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) 2. Guru menanyakan kabar peserta didik dan mengecek kehadiran peserta didik. 3. Apersepsi: Guru memberikan pengantar mengenai materi. Guru memberikanpenggunaanderet geometri dalam kehidupan sehari-hari. 4. Motivasi: • Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang kebermanfaatan materi deret geometri yang akan dipelajari berdasarkan apersepsi yang telah diberikan. • Selain kebermanfaatan materi deret geometri, guru juga memberikan motivasi tentang disiplin ilmu matematika. 5. Pemberian acuan: • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang deret geometri • Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, yaitu berdiskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan deret geometri. 6. Penyiapan sikap dan mental siswa: Guru meminta peserta didik untuk menyiapkan alat tulis dan bahan ajar yang sudah dibagikan sebelumnya. Peserta didik diminta untuk mempersiapkan diri agar dapat fokus mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan inti (65 menit) 1. Menyusun hasil karya dan mempresentassikannya a. Peserta didik melanjutkan pengerjaan LKPD pada kegiatan ke 2. Pada kegiatan ke-2 peserta mengisi atau menjaab persoalan di LKPD b. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi yang telah didapatkan. Peserta didik lainnya memperhatikan temannya dan memberikan taggapan. c. Guru memberikan apresiasi 2. Melakukan evaluasi dan refleksi proses dan hasil penyelesaian masalah a. Guru memberikan kesimpulan dalam materi b. Peserta didik diminta memperhatikan guru dalam menyimpulkan materi yangtelah dipelajari. c. Peserta didik diberi waktu bertanya 10 menit d. Guru memberikan materi singkat tentang materi yang akan dipelajari padapertemuan selanjutnya. Kegiatan Akhir (10 menit) Guru mengakhiri kegiatan dengan doa penutup dan mengingatkan untuk mempelajari materi selanjutnya.
73 REFLEKSI PENDIDIK 1. Bagaimana kesesuaian model pembelajaran dengan materi yang diajarkan? 2. Bagaimana respon peserta didik terhadap LKPD untuk menyusun konsep deret geometri 3. Apakah peserta didik telah mencapai penguasaan sesuai tujuan pembelajaran? LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Bahan ajar 2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD perlu disiapkan guru dengan menyesuaikan pada permasalahan yang dipelajari dan diselesaikan melalui model PBL) BAHAN BACAAN PENDIDIK Bahan bacaan pendidik dapat diakses pada link berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1S2ksw6hwzuxvhm7AEnBHixotsaezcGT/view?usp=drive_link, atau menggunakan QR Code berikut: Selain itu, ada bahan ajar juga: https://docs.google.com/document/d/1MoE1VxGXOuyatj_1tXOnKlvz15mSwfSH/edit?us p=drive_link&ouid=117466431511082764407&rtpof=true&sd=true, atau menggunakan QR Code berikut: BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK Bahan bacaan peserta didik dapat diakses pada link berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1b_E9kk2t3rfDgbynigq053ohjOEEuKbP/view?usp=driv e_link, atau menggunakan QR Code berikut:
74 POST-RESTRUKTURISASI PORTOFOLIO No Pertanyaan Reflektif Jawaban 1. Fondasi CT apa sajakah yang Anda gunakan dalam restrukturisasi portofolio Anda? Jelaskan pada bagian mana saja fondasi CT tersebut dimanfaatkan! Fondasi CT yang saya gunakan adalah dekomposisi, pengenalan pola. • Dekomposisi saya gunakan pada tahap menguraikan sub topik dari suatu topik • Pengenalan pola saya gunakan pada tahap menguraikan topik-topik berikutnya 2. Secara struktur, apakah portofolio Anda sudah terdekomposisi dengan baik? Portofolio yang telah saya susun telah terdekomposisi dengan baik 3. Apakah setiap bagian dari portofolio Anda telah terabstraksi dengan baik? Untuk setiap bagian portofolio yang telah saya susun terabstraksi dengan baik 4. Apakah secara keseluruhan portofolio Anda telah terabstraksi dengan baik? Untuk secara keseluruhan portofolio yang telah saya susun terabstraksi dengan baik 5. Apakah kalimat, gambar atau sajian lainnya diuraikan secara runut, jelas, sistematis dalam bahasa yang mudah dipahami pembacanya? Menurut saya, kalimat, gambar atau sajian lainnya yang saya uraikan sudah runut, jelas, sistematis dalam bahasa yang mudah dipahami pembacanya. 6. Apakah Anda merasa puas dengan portofolio Anda? Jelaskan alasan dari jawaban Anda! Saya telah merasa puas terhadap portofolio yang saya susun karena menunjukkan 80% capaian pembelajaran yang telah ditetapkan di awal tercapai. 7 Hal baru apa saja yang Anda peroleh dari penyusunan portofolio ini? Dalam penyusunan portofolio dapat mengintegrasikan cara berpikir CT sehingga dapat menyusunnya dengan lebih terstruktur. 8. Mengacu ke mata pelajaran yang akan Anda, ampu, apa rencana tindakan nyata saya dalam penerapan CT dalam mata pelajaran yang saya ampu ? Mengintegrasikan CT ke dalam proses pembelajaran matematika dengan memikirkan segala kemungkinan prosedur penyelesaian yang digunakan oleh peserta didik untuk menemukan prosesdur paling efektif untuk permasalahan yang dihadapi. Selain itu, mengintegrasikan CT ke dalam tahapan pembelajaran dengan tepat secara bertahap agar dapat membantu peserta didik menemukan prosedur yang efektif dalam menemukan solusi dari permasalahan.