The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kisah Anak Berbakti Dari Negeri Seribu Syair
kantor Bahasa Provinsi Jambi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by KANTOR BAHASA PROVINSI JAMBI, 2023-09-25 03:11:52

Kisah Anak Berbakti Dari Negeri Seribu Syair

Kisah Anak Berbakti Dari Negeri Seribu Syair
kantor Bahasa Provinsi Jambi

Keywords: Kantor Bahasa Jambi

41 Sribhoga,” katanya kepada Jang Hansi. Kemudian raja berjalan ke depan, “Wahai para abdi kerajaan dan rakyat Sribhoga. Dengarlah, pada hari ini, aku akan melaksanakan sumpah leluhurku, bahwa siapa yang bisa mencabut keris ini maka ia berhak menjadi raja di Sribhoga, dan pemuda baik serta pintar yang bisa mencabut keris ini, maka ia kuangkat menjadi anakku, putra mahkota Kerajaan Sribhoga,” ujar Raja Sri Culamaniwarman sambil menoleh kepada Jang Hansi.


42 Jang Hansi dan ayahnya terdiam, tak bisa berkata apa apa. Kemudian esoknya diadakan upacara ritual penobatan putra mahkota, Jang Hansi, si pemuda miskin yang taat pada orang tua tadi. Rakyat Sribhoga pun sibuk. Di mana-mana terlihat ibu-ibu memasak, para pemuda dan bapak-bapak terlihat bergotong royong membuat “jambe jambe” untuk acara penobatan putra mahkota Sribhoga. Pada hari puncak penobatan putra mahkota, di alun-alun sudah penuh sesak oleh orang dari pelosok negeri yang ingin melihat siapa putra mahkota. Sementara itu, di ruang besar istana sudah hadir semua para petinggi kerajaan, dan mulailah upaca penobatan putra mahkota. Raja pun mempersilakan Singarapi Putih Tiang Tunggal Negeri 6


43 Mangkubumi untuk memulai upacara penobatan putra mahkota. Di depan keris Malila Manikam Batu, Mangkubumi mulai berkata, “Izinlah kami bakato sacaro adat, tando negeri ado berajo. Pulai batingkat naik meninggalkan ruas dengan bukunyo, manusio batingkat turun meninggalkan adat dengan sekonyo, patah tumbuh ilang bagenti, pusako lamo idak berubah, sebaris bapantang ilang, setitik bapantang lupo, maso dahulu, turunlah ke bukit Siguntang-Guntang.


44 Hiyang Indo Jati nan berayam putih kinantan suci, nan batali emas tigo hasto. Bakalung sengko serunai, berebat tali tigo. Bakokok di gunung Barapi terdengar ke Gunung Ledang. Nyo menjelang ke Luhak Alam Kerinci. Rajo naik jenangpun naik, kluk kati nan bagombak emas bertolak hilir, Tanduk kijang nan bercopang tujuh bertolak mudik, Tombak belang nan berjanggut jenggi tanah kadipan. Di kaki gunung barapi daerah Sakti Alam Kerinci, Memerintah Hiyang Rajo Digunung turunan Hiyang Indo Jati. Nan batiang balai treah jelatang, bapasak gading tunggal. Bertabuh pulut-pulut bergendang sijangat tumo. Umah Gedang batanduk gading suaso. cukup genap sagalo kabesarannyo. Puding lentak berserong rebah Elok diambil si aur cino Runding suntuk bicaro sudah Tando dimulai cerito rajo


45 Sri Maharaja Diraja Yang Dipatuan Pulau Perca, Berpusaka Keris Cindagiring Malila Penikam Batu, bertombak Lembing Tamara tetar segar jantan, Membawa adat tuang Lembago, sepatah dibawa naik setitik disusul turun, Menempuh rantau sakti rimba bertuah, hingga tersarung ke Gunung Merapi Di lepas pandang ke hilir pandang ke mudik, ke tambang Panjaringan ke Langgundi yang bersela ke riak air yang berbalik mudik, ke Tarak Air Hitam ke baruh bento berayun disitu buaya putih daguk, situlah Serangkak yang berdengking anjing yang menyalak, Terus serintik hujan panas ke Sipisungpisung hanyut, lepas ke Taratak Air Hitam sampai ke Teluk Jayapura. Sejak Durian Bujang ditakuk raja, sejak Sialang Berlantak Besi, maka menyerong ka gunung Melintang, di belakang tanah Jawi di muka tanah Mekah. Eeei! Ke hulu ke rimba jati kayu gedang banyak berbuah, takutlah saya tegak berdiri, Sangaji Gedang banyak bertuah ulama banyak yang keramat, dengar lah berpepatah berpantun saya ada sedikit, tinggi bukit sangkar puyuh sembilan anak tangganya, tali


46 kail panjang sajengkal, laut silau diduganya, itulah yang dikatakan keramat pandita ulama. Bukit Kaca Pantai Cermin nampak jauh negeri Bungo, lanjut pemandangan Sembilan Lurah Tanah Jambi, Sembilan Lurah Lurah Air Palembang terus Rejang Bangkahulu, sejak Bandar Sepuluh lalu menyerong ke Minangkabau, orang setali adat setuang lembago dengan Alam Kerinci. Muara Mesumai Teluk Kecimbung, gunung Terasih Patah Tiga selelah kuda berlari, bukit Badenguk Padun Tujuh,….” Setelah selesai membaca teliti adat tadi maka dilantiklah Jang Hansi sebagai putra mahkota kerajaan Sribhoga dengan gelar “Singarapi Putih Tiang Tunggal Negeri”. Rakyat Sribhoga pun sangat bahagia memiliki putra mahkota yang baik budi, arif bijaksana, dan rendah hati. Begitulah perjalanan nasib manusia, tidak bisa ditebak. Baik di depan makhluk, belum tentu baik di hadapan Tuhan; buruk di depan makhluk, belum tentu buruk di depan Tuhan. Itulah hikmah dari Jang Hansi, anak yang sangat berbakti, patuh, dan taat kepada orang tua walaupun orang tuanya lemah, sakit, dan miskin.


47 BIODATA PENULIS M. Ali Surakhman: Lahir di Sungai Penuh, menempuh pendidikan SD, SMP dan SMA di Sungai Penuh tahun 1993 hijrah ke Padang Sumatera Barat, buat melanjutkan studi di Universitas Bung Hatta Padang, di kota Bundo Kanduang ini aktif di Pusat Penelitian Ekonomi Pembanggunan, tahun 1995 memperoleh beasiswa HES Rotterdam (High Economic School), kandidat World Bank Scolarship, sebagai redaktur Harian Majalah Mahasiswa PROKLAMATOR-Universitas Bung Hatta, Padang 1995-1998. Asisten Peneliti “Het Verbond met de Tijger visies op mensenetende dieren in Kerinci” Dr, Jet Bakels Central Non Western Studies (CNWS) Universiteit Leiden-Rijks Universiteit Leiden-The Netherlands 1997- 1999, Asisten Peneliti Prof. Dr. Reimar Schefold, antropology Universiteit Leiden-Rijks Universiteit Leiden-The Netherlands 1997-1998, Ketua Pelaksana Proyek Penelitian dan Pemugaran Arsitechture Traditional Kerinci spon-


48 sor Royal Netherlands of Arts and Sciences dan Universiteit Leiden 1999-2000, Asisten Peneliti untuk “linguistik dan sastra lisan Kerinci” Departemen Antropology, Yale University-USA 2000-2001, Wartawan, Reporter wilayah Jambi. Mingguan Berita MERAPI, Padang 1999 – 2002, Penangungjawab penelitia Perlindungan Konsumen Air Minum pada PDAM- Sumatera Barat dan Jambi.Anne Fransenfond Consumentbond-Belanda 2000-2001, Penanggung Jawab Program Penyelamatan Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat melalui pendekatan Kebudayaan NOVIB-Belanda, FADO-RI Swedia, dan NGO-For The Culture of Kerinci – Indonesia 2002-2003, Staff peneliti “Archeology Project Kerinci On Sumatra” Freiburg University – Germany 2003 – 2004, Penangungjawab program “Pelestaraian Taman Nasional Kerinci Seblat Sebagai Warisan Dunia” The Rufford Foundation – England 2004-2005, Penangungjawab program Strengthening The System of Traditional Knowledge on The Conservation of Lake Kerinci, Ladeh Panjang and Rawa Bento IUCN.NL/SWP Small Grants Program – IUCN The Netherlands 2005-2008, Kontributor Freelands Media Elektronik Allvoice CNN-Allvoice 2008-2009, Freeland research for traditional culture 2010-2011, Chief NGO-For the Culture of Kerinci 1998- , Pamong Budaya Kemendikbud 2012–2013, Penyuluh Budaya Kemendikbud 2014- 2016, peneliti lepas sejarah dan budaya. KARYA : Antologi puisi judul “Rakit Biru” bersama penyair Jambi, diterbit oleh Dewan Kesenian Jambi (1998). Antologi cerpen judul “Dari Tauh sampai Kedondong” ber-


49 sama penulis Jambi, diterbit oleh Dewan Kesenian Jambi (1999). Antologi puisi judul “Tirawang” bersama 6 penyair Kerinci, diterbit oleh Kandepdiknas Kabupaten Kerinci (2000), Buku judul “Informasi Kebudayaan Daerah Kabupaten Kerinci”diterbit oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci (2002), Antologi puisi judul “Tadarus Puisi” bersama penyair Jambi terbitan Dewan Kesenian Jambi (2002), Team penulis buku, “ Het verbond met de Tijger“ bersama, Jet Bakels, dan Dpt. Alimin, buku dalam bahasa Belanda, yang menceritakan hubungan manusia dan harimau di Kerinci. Research School of Asian, African, and Amerindian Studies, Universiteit Leiden, The Netherlands, (2000). “Pelestaraian Taman Nasional Kerinci Seblat Sebagai Warisan Dunia”.The Rufford Foundation – England (2005),dll Strengthening The System of Traditional Knowledge on The Conservation of Lake Kerinci, Ladeh Panjang and Rawa Bento IUCN.NL/SWP Small Grants Program IUCN The Netherlands (2008). Editor buku judul “Sastra Incung Kerinci” diterbit oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci (2003). Team penulis, buku judul “Adat dan Budaya Daerah Kerinci” diterbit oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci (2003). Tim Penulis buku judul “Biografi Mayjen H. A. Thalib 1918- 1973, Pejuang dari Bumi Sakti Alam Kerinci”diterbit oleh Yayasan Citra Budaya Padang (2005). Editor kumpulan 7 Dongeng Kerinci (Cerita Bergambar) diterbit oleh PT. BALAI PUSTAKA Jakarta(2005). Film Dokumenter“Highland Wetlands on top Sumatera” IUCN.NL/SWP Small Grants


Click to View FlipBook Version