Penulis
Cipto Pribadi, S.Kep, Ners
PENDIDIKAN PROFESI GURU
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2021
DAFTAR ISI
1. HALAMAN JUDUL ........................................................................................... 1
2. DAFTAR ISI ...................................................................................................... 2
3. PENDAHULUAAN............................................................................................. 3
a. Deskripsi Materi ............................................................................................. 3
b. Petunjuk Belajar .............................................................................................. 3
4. INTI ..................................................................................................................... 5
a. Tujuan Pembelajaran ....................................................................................... 5
b. Pokok Materi .................................................................................................. 5
c. Uraian Materi .................................................................................................. 5
1) Defenisi alat kesehatan .............................................................................. 6
2) Fungsi alat kesehatan ................................................................................. 6
3) Jenis alat kesehatan dan kegunaannya ........................................................ 6
d. Forum Diskusi ................................................................................................ 22
5. PENUTUP ........................................................................................................... 23
a. Rangkuman ..................................................................................................... 23
b. Tes Formatif.................................................................................................... 23
c. Kunci Jawaban Tes Formatif ........................................................................... 27
6. DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 28
2
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI MATERI
Peralatan kesehatan memegang peranan penting dalam menyelenggarakan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat, oleh sebab itu Rumah sakit harus memastikan bahwa
perangkat medis mereka aman, akurat, handal, dan dapat bekerja secara optimal yaitu dengan
melakukan inspeksi dan pemeliharaan (Jamshidi et al., 2014).
Peralatan medis merupakan investasi yang besar di dalam fasilitas pelayanan
kesehatan, peralatan medis memerlukan perhatian berkala untuk memastikan agar tetap
beroperasi dengan baik dan aman (WHO, 2011). oleh sebab itu penting bagi fasilitas
pelayanan kesehatan memiliki program pemeliharaan terencana untuk menjaga peralatan
medis agar aman, bermutu dan layak pakai.
Pemeliharaan peralatan medis yang baik dan terfokus serta dijalankan secara
terencana, terorganisir, dan teraktualisasi secara sistematis sesuai dengan prosedur yang
dibuat oleh rumah sakit maupun standar kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, dapat
mengurangi resiko terhambatnya pelayanan di rumah sakit akibat ketidaksiapan sarana dan
prasarana yang dipergunakan.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2006 bahwa lebih dari
60 % peralatan kesehatan di negara berkembang tidak berfungsi atau tidak dapat
dipergunakan secara optimal (Perry and 2 Malkin, 2011). Di beberapa negara tersebut
kurang dari separuh peralatan yang ada tidak digunakan secara rutin, Karena lemahnya
pengoperasian dan kurangnya kemampuan pemeliharaan serta tidak tersedianya biaya
pemeliharaan (yang seharusnya di sediakan sekurangnya 1 % dari nilai investasi peralatan
tersebut), optimalnya biaya pemeliharaan adalah 7 - 8 % dari biaya peralatan. Kurang
baiknya pemeliharaan peralatan medik sering kali berakibat pada pendeknya masa pakai
peralatan tersebut, dan berdampak pada meningkatnya tambahan biaya yang diperlukan
3
untuk pemeliharaan mencapai 20%-40%. Berkurangnya inventaris peralatan yang dapat
digunakan meningkatkan biaya pelayanan hingga 60%-80% (Sheina et al., 2012).
B. PETUNJUK BELAJAR
a. Kegiatan pembelajaran ini diselenggarakan dengan rincian kegiatan terdiri dari:
praktik, video, diskusi, dan pengerjaan soal.
b. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai andamemahami
secara tuntas, untuk apa, dan bagaimana.
c. Pahami garis besar materi-materi yang akan dipelajari atau dibahas secaraseksama
apa yang akan dicapai.
d. Upayakan untuk dapat membaca sumber-sumber lain yang relevan untuk
menambah wawasan anda menjadikan perbandingan jika pembahasan dalam modul
ini masih dianggap kurang.
e. Mantapkan pemahaman anda dengan latihan dalam modul dan melaluikegiatan
diskusi.
4
INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1) Melalui kegiatan mengamati video, media tayang power point serta diskusi dan
presentasi tentang pengenalan alat kesehatan, peserta didik dapat menyimpulkan
defenisi alat kesehatan.
2) Melalui kegiatan mengamati video, media tayang power point serta diskusi dan
presentasi tentang pengenalan alat kesehatan, peserta didik dapat menyimpulkan
fungsi alat kesehatan dengan baik.
3) Melalui kegiatan mengamati video, media tayang power point serta diskusi dan
presentasi tentang pengenalan alat kesehatan, peserta didik dapat menyeleksi jenis
alat kesehatan dan kegunaannya
4) Melalui kegiatan problem based learning tentang pengendalian infeksi yang ada
disekitar, peserta didik diharapkan mampu berkomunikasi, berkolaborasi, berfikir
kritis dan berkreasi (4C), sekaligus memiliki sikap religiusitas, mengembangkan
sikap jujur, peduli dan bertanggung jawab (PPK)
B. POKOK MATERI
Menguasai teori dan aplikasi materi pengendalian infeksi yang mencakup: (1)
Defenisi Alat Kesehatan, (2) Fungsi Alat Kesehatan, (3) Jenis alat kesehatan dan
kegunaannya.
C. URAIAN MATERI
Salam sejahtera buat semuanya, semoga kita senantiasa diberi kemudahan dalam
pemahaman setiap yang di pelajari. Aamiin. Apakah kalian pernah mendengar tentang
perlatan kesehatan? Apa saja jenis dan kegunaannya? Yuk, kita bersama sama mempelajari
5
hal tersebut.
Pada uraian ini, modul akan menjelaskan tentang pengendalian infeksi, sehingga
setelah mempelajari peserta didik menerapkan penggunaan alat alat kesehatan sesuai dengan
fungsinya. Untuk mengikuti meteri tentang pengenalan alat kesehatan perlu mengetahui
beberapa tahapan belajar meliputi (1) Defenisi alat kesehatan, (2) Fungsi Alat Kesehatan,
(3) kategori jenis alat kesehatan dan kegunaannya.
Amati video alat kesehatan, 2021:
https://www.youtube.com/watch?v=dP9PyBeYwZw
AMATI KASUS DIBAWAH INI!
Andi adalah seorang asisten perawat. Andi baru 7 hari diterima di CSSD
RSUD. H. Adam Malik Medan. Andi diminta melakukan menyeleksi
perlalatan kesehatan berdasarkan jenis dan kegunaanya.
1. Defenisi alat kesehatan
Alat kesehatan adalah instrument, aparatus, mesin, implant yang mengandung obat,
yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosa, menyembuhkan dan meringankan penyakit,
merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia dan atau untuk membentuk
struktur dan memperbaiki fungsi tubuh (UU RI NO. 36 Tahun 2009).
Alat kesehatan yang dimaksud digunakan dalam tubuh melalui prosedur operasi
maupun dipergunakan diluar tubuh. Alat kesehatan yang digunakan diluar tubuh merupakan
manfaat tambahan atau dikenal dengan kata suplemen dengan pembatasan atau limitasi baik
harga mau jenisnya.
2. Fungsi alat kesehatan
Selain dua defenisi tadi mari kita mengenal defenisi alat kesehatan menurut Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor: 1190/MENKES/PER/VIII/2010, alat kesehatan adalah barang,
insturment, apparat atau alat termasuk tiap komponen, bagian atau perlengkapannya yang
6
diproduksi, dijual atau dimaksud untuk digunakan dalam 4 hal antara lain:
a. Untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan, diagnosa, penyembuhan, peringanan atau
pencegah penyakit, kelainan keadaan tubuh atau gejalanya pada manusia.
b. Untuk pemulihan, perbaikan atau perubahan fungsi tubuh atau struktur tubuh manusia.
c. Untuk diagnosa kehamilan pada manusia, pemeliharaan selama hamil dan setelah
melahirkan termasuk pemeliharaan bayi.
d. Alat kesehatan juga berfungsi untuk mencegah kehamilan pada manusia dan yang tidak
termasuk golongan obat
3. Jenis alat kesehatan dan kegunaanya
a. Alat balut
Perban
Perban atau pembalut elastis terutama yang bekualitas tinggi berfungsi untuk fiksasi
atau perawatan pada kasus kseleo, bisa juga untuk letih otot dan pelebaran pembuluh
darah, selain itu perban elastis ini dapat digunakan pada kasus cidera kecelakaan
maupun cidera akibat olah raga seperti patah tulang, salah urat atau terkilir, dengan
pembalut elastis ini efek-efek cidera yang dialami pasien dapat berkurang rasa
sakitnya karena kita tidak diperkenan bergerak dengan bebas pada saat cidera
sehingga perban ini dapat memfiksasi dengan baik.
Plester
Plester berguna untuk merekatkan perban ataupun kain kasa yang menutupi luka agar
tidak longgar saat dipakai.
Kasa
Kasa berbentuk kain yang jarang-jarang seperti jaring kawat yang berfungsi sebagai
penutup luka, fungsi kasa ini sebagai penutup luka agar tidak terkontaminasi dengan
kotoran lain dan juga bisa sebagai alat untuk perawatan luka, kasa juga bisa berisi
7
obat misalnya seperti supratule yang merupakan kasa steril yang berisi obat jenis
soframycin kemudian ada yang bernama baktigres yang merupakan kasa steril yang
berisi obat berjenis chlorhexadine dalam paravine ada juga kasa steril yang bernama
aktivesoft berisi obat yang bernama carecole
Gambar 10. Perban, Plester dan Kasa
b. Alat perawatan pasien
Decubitus Bed
Adalah kasur berisi udara yang dilengkapi air flow regulation/pengatur aliran udara
dan digunakan untuk pasien Bedrest atau tirah baring lama yang berfungsi sebagai
pencegahan terjadinya dekubitus/luka tekan akibat tidur yang terlalu lama.
Gambar 11. Decubitus Bed
WWZ
Warm Water Zack disebut juga sebagai Hot Bottle istilah di Indonesia disebut buli-
buli panas alat ini berfungsi untuk kompres panas yang bertujuan untuk
memperlancar sirkulasi darah, mengurangi nyeri dan merangsang persitaltik usus,
indikasi pada kasus spasmo otot/otot yang tegang, hipotermi dan juga kasus
8
desminorhea/nyeri haid.
Gambar 12. WWZ
Ice Bag
Digunakan sebagai kompres dingin gunanya untuk mengurangi nyeri dan bengkak
pada luka yang mengalami peradangan
Gambar 13. Ice Bag
Skin Traction Kit
Berfungsi untuk mempertahankan posisi mencegah mobilisasi persendian yang
terluka atau inflamasi atau fraktur, mempercepat proses penyatuan bagian yang
fraktur atau patah tulang dan dilengkapi dengan eleastic bandage dan tali.
9
Gambar 14. Skin Traction
Kruk
Merupakan alat yang berfungsi untuk penyangga tubuh pasien dengan gangguan
cidera ektremitas bawah atau setelah post operasi pada ekstremitas bawah
Gambar 15. Kruk, Tripod, Walker
Air Cushion
Berfungsi sebagai tempat duduk pada penderita ambeyen atau wasir yang terbuat dari
karet
Gambar 16. Air Cushion
10
Pressure Garments
Alat ini semacam pakaian yang bersifat menekan kulit tubuh pasien berfungsi untuk
3 hal yaitu mencegah dan mengobati bekas luka yang menonjol keluar atau
hipertropikscaring pada bagian dada dan perut. Yang kedua fungsinya adalah untuk
rehabilitasi lutut dan rehabilitasi siku pasca pembedahan atau istilahnya atrofed.
Yang ketiga untuk mengencangkan perut dan pinggul atau istilahnya tubicrip.
Gambar 17. Pressure Garments
Spalk
Berfungsi unutk mencegah pergerakan tulang yang patah
Gambar 18. Spalk
Kursi Roda
Alat kesehatan yang satu ini tidak asing bagi kalian, ini merupakan alat bantu yang
digunakan oleh seseorang yang mengalami kesulitan berjalan akibat kondisi penyakit
akibat cidera maupun kecacatan.
11
Gambar 19. Kursi Roda
c. Alat tindakan medis
Penutup Kepala berfungsi untuk mencegah terjatuhnya mikroorganisme yang ada
dirambut dan kulit kepala petugas terhadap alat-alat maupun daerah yang steril dan
juga melindungi dari percikan bahan-bahan yang terkontaminasi misalnya darah,
kemudian ada Handscoon atau sarung tangan berfungsi untuk melindungi tangan
yang kontak dengan darah, secret, cairan tubuh maupun luka pasien, Masker
berfungsi untuk mencegah petugas terkena percikan darah maupun cairan tubuh
maupun kontak droplet dari mulut dan hidung dari pasien maupun sebaliknya saat
bicara maupun batuk atau bersin, Skort/Apron digunakan untuk mencegah
terjadinya percikan darah dan cairan tubuh lainnya yang dapat mencemari baju
petugas kesehatan.
Gambar 20. Penutup Kepala, Handscoon, Masker, Skort/Apron
12
Ballon Catheter (Foley Catheter) berfungsi untuk pengeluaran urin melalui sistem
tertutup terbebas dari udara dan polusi sekitarnya biasanya dihubungkan dengan
suatu urinometer dan suatu urine bag untuk keperluan pemeriksaan klinis, selain itu
balon kateter atau foley kateter juga digunakan pada kondisi pasien koma, pasien pre
operasi atau sebelum operasi ataupun pada pasien lansia yang mengalami
inkotinensia urin/mengompol, Urine Bag berfungsi untuk menampung urin yang
dihubungkan dengan balon kateter atau foley kateter ini, Suction Catheter/Mucus
Extractor berfungsi untuk menyedot lendir dari trakea bayi yang baru lahir, hal ini
bertujuan untuk mengeluarkan atau menyedot cairan amnionik yang ada pada bayi
tersebut selain itu mucus extractor ini juga bisa digunakan pada pasien dengan kasus
trakeostomi
Gambar 21. Foley Catheter, Urin Bag, Mucus Extractor
Intra Vena Catheter ini dimasukkan ke pembuluh darah vena yang berfungsi
sebagai vena tambahan atau perpanjangan vena untuk pengobatan IV jangka panjang
yang lebih dari 48 jam, Wing Needle adalah adalah jarum yang digunakan untuk
pengambilan darah secara vakum, ini juga berfungsi sebagai perpanjangan vena
untuk pemberian cairan infus atau obat intravena. Infus Set atau transet atau selang
infus berfungsi untuk jalan masuk cairan terutama cairan infus kemudian ini, Blood
13
Tranfusion set sebagai alat bantu saluran masuk maupun keluar darah misalnya
untuk tranfusi darah maupun untuk hemodialisa atau cuci darah. Adapun perbedaan
blood tranfusion set dengan infus set adalah blood tranfusion set memiliki jaring di
tabung drip sedang kan infus set tidak ada.
Gambar 22. IV Catheter, Wing Needle, Infus Set, Blood Tranfusion Set
Feeding Tube atau Naso Gastric Tube (NGT) berfungsi untuk memasukkan cairan
makanan melalui mulut atau hidung. Stomach Tube berfungsi untuk mencuci perut
atau kumbah lambung, memberiakan obat-oabatan dan atau mengambil getah
lambung, kemudian ada Rectal Tube yang berfungsi untuk mengeluarkan gas-gas
dari usus dan untuk membersihkan rektum.
Gambar 23. Feeding Tube, Stomach Tube, Rectal Tube.
14
Gliserin Syringe/Glyserin berfungsi untuk menyemprotkan lesmen melalui anus,
lesmen ini merupakan cairan yang digunakan agar pencernaan pasien bersih dari
fases dan cairan yang digunakan biasanya adalah gliserin atau bisa juga
menggunakan larutan sabun yang memiliki pH normal. Kemudian Spuit
Spuit/Syringe alat yang berfungsi untuk menyuntikkan dan menghisap cairan atau
gas. Injection Needle atau istilah lainnya jarum hipodermik/jarum suntik yang
berguna sebagai alat suntik memasukkan zat ke dalam tubuh, jarum ini juga dapat
digunakan untuk mengambil sampel cairan dari dalam tubuh berupa darah.
Gambar 24. Spuit/Syringe, Injection Needle, Gliserin Syringe/Glyserin Spuit.
Curette ini berfungsi untuk membersihkan rahim pada pasien abortus atau
keguguran. Lanset berfungsi untuk mengambil darah dengan cara menusuk ujung
jari pasien menggunakan lancet ini, biasanya pada pemeriksaan gula darah nantinya
lancet ini akan dimasukkan kedalam pen. Set Manicure dan Pedicure untuk
perawatan kuku tangan dan kuku kaki pasien, Torniquet berfungsi untuk
membendung aliran darah pasien supaya venanya tampak pada tindakan pemasangan
infus selain itu torniquet juga berfungsi untuk menghentikan pendarahan pada luka
terbuka
15
Gambar 25. Curette, Set Manicure, Pedicure, Lanset, Torniquet,
Face Mask dan nasal kanule berfungsi untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien,
Oxygen Tube adalah selang berfungsi untuk mengalirkan oksigen pasien ,
Nebulizer berfungsi untuk merubah obat yang berbentuk cair kedalam partikel yang
lebih kecil yang disebut aerosol, bentuk aerosol ini sangat bermanfaat apabila
dikumpulkan dalam organ paru dan efek obat ini adalah untuk mengembalikan fungsi
pernafasan pasien, mensegah spasme bronkus.
Gambar 26. Face Mask, Oxygen Tube, Nebulizer
Waskom Trolley berfungsi untuk tempat air saat memandikan pasien, mencuci
rambut pasien. Nierbeken/Bengkok berfungsi untuk menampung instrument, dan
vomiting pasien atau sekret pasien, bengkok juga berfungsi sebagai tempat sampah
saat melakukan tindakan. Korentang berfungsi untuk memegang atau mengambil
alat steril agar terjaga kondisi sterilnya.
16
Gambar 27. Waskom Trolley, Nierbeken/Bengkok, Korentang
Instrument Tray atau paratus berfungsi untuk menyimpan alat-alat keperawatan
terutama alat perawatan yang sudah steril, Pot Sputum berfungsi untuk menampung
sputum atau dahak pasien kemudian Kom multi fungsi baik yang bertutup ataupun
tidak bertutup untuk meletakkan kasa bersih, cairan desinfektan dan lain-lain.
Brancad berfungsi untuk memindahkan pasien dari satu ruangan ke ruangan yang
lain. Trolley Instrument berfungsi untuk meletakkan atau membawa peralatan
medis. Mattress berserta Bednya berfungsi sebagai tempat istirahat pasien dan
mengatur posisi nya saat istirahat, dapat mengatur posisi pasien seperti posisi semi
fowler, fowler dan lain-lain.
Gambar 28. Instrument Tray, Kom, Brancad, Trolley, Instrument,
Mattress/Bed
17
d. Alat diagnosa penyakit
Reflek Hammer berfungsi untuk memeriksa kemampuan reflek bagian tertentu
contohnya: pada bagian lutut. Tongue Depressor atau Tongue Spatel berfungsi
untuk menekan lidah agar dapat memeriksa atau melihat kelainan pada tenggorokkan
misalnya kasus amandel ataupun faringitis. Laringeal Mirror berfungsi untuk
memeriksan keadaan mulut dan tenggorokan biasanya dipakai untuk melihat
kesehatan gigi.
Gambar 29. Reflek Hammer Tongue Depressor Laringeal Mirror
Clinical Thermometer ada yang menggunakan air raksa dan ada yang sudah digital,
ada juga termometer digital atau thermo gun dengan sinar infra merah yang saat ini
menjadi kebutuhan pengukuran suhu tubuh tanpa kontak langsung. Stethoscope
Binaural/Binokuler berguna untuk mendengar bunyi organ tubuh seperti jantung
dan paru-paru, Sphygmomanometer berfungsi untuk mengukur tekanan darah
terdapat 3 jenis sphygmomanometer diantaranya digital, air raksa dan manset
(aneroid/jarum).
Gambar 30. Clinical Thermometer, Stethoscope Binaural/Binokuler,
Sphygmomanometer
18
Spekulum Nasal berfungsi memeriksa rongga telinga, Spekulum Telinga berfungsi
memeriksa rongga telinga, Spekulum Rektum berfungsi untuk memeriksa lubang
anus atau rektal, Spekulum Vagina berfungsi untuk memeriksa vagina biasanya
digunakan ketika pemasangan alat KB melalui vagina., Timbangan untuk mengukur
berat badan dan Pengukur Tinggi Badan, Penlight berfungsi membantu
penerangan saat pemeriksaan fisik pasien biasanya pupil
Gambar 31. Spekulum Nasal, Spekulum Telinga, Spekulum Rektum,
Spekulum Vagina. Penglight, Timbangan dan Pengukur Tinggi Badan
e. Alat bedah
Bisturi berfungsi untuk pembedahan semacam piasu kecil dan bisturi perlu
dipasangkan di Scalpel Handle, scapel handle berfungsi sebagai pegangan pisau
operasi. Klem berfungsi untuk menjepit atau memegang dan menekan suatu benda,
Peritonium Forceps berfungsi untuk menjepit jaringan selaput perut
19
Gambar 32. Bisturi, Scalpel Handle, Klem, Peritonium Forceps
Gunting ada banyak jenisnya mari kita bahas satu persatu, gunting berfungsi unutk
memotong, Bandage Scissors berfungsi untuk memotong perban atau kain kasa,
Surgical Scissors digunakan saat pembedahan, Dissecting Scissors berfungsi untuk
memotong jaringan tubuh pasien, Needle Holders berfungsi menjepit jarum
jahit/nald hecting serta menjahit luka terbuka seperti akibat kecelakaan atau
pembedahan, Hecht Naald terdapat dua jenis yang pertama jika ujungnya bulat itu
untuk menjahit otot. Yang kedua jika ujungnya berbentuk segitiga untuk menjahit
ulit. Suture berfungsi untuk hecting luka, suture itu benang untuk menjahit luka,
suture terbagi 2 yang pertama dapat diabsorbsi/diserap oleh jaringan tubuh istilahnya
catgut, yang kedua benang tidak dapat diabsorbsi oleh tubuh sehingga harus diangkat
jahitan.
Gambar 33. Gunting Bandage Scissors, Surgical Scissors, Dissecting Scissors,
Needle Holders, Hecht Naald dan Suture
Disecting Forceps berfungsi untuk menjepit atau memegang benda maupun jaringan
lunak, jenisnya antara lain. Pinset Anatomis berfungsi menjepit luka agar luka tidak
20
terbuka. Pinset Chiruggis berfungsi untuk menjepit jaringan luka, Tromol berfungsi
untuk menyimpan kain kasa steril
Gambar 34. Forceps Tromol
D. FORUM DISKUSI
Dikerjakan dalam kelompok yang beranggotakan 7 perserta didik
1) Membentuk kelompok, mengamati video serta mengumpulkan informasi tentang
defenisi alat kesehatan, fungsi alat kesehatan dan jenis alat kesehatan dan
kegunaanya
2) Menyajikan informasi hasil diskusi melalui presentasi dan mengumpulkan hasil.
21
PENUTUP
A. Rangkuman
1. Alat kesehatan adalah instrument, aparatus, mesin, implant yang mengandung obat,
yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosa, menyembuhkan dan meringankan
penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia dan atau
unutk membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh (UU RI NO. 36 Tahun
2009).
2. Fungsi alat kesehatan : Untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan, diagnosa,
penyembuhan, peringanan atau pencegah penyakit, kelainan keadaan tubuh atau
gejalanya pada manusia. Untuk pemulihan, perbaikan atau perubahan fungsi tubuh
atau struktur tubuh manusia. Untuk diagnosa kehamilan pada manusia, pemeliharaan
selama hamil dan setelah melahirkan termasuk pemeliharaan bayi. Alat kesehatan
juga berfungsi untuk mencegah kehamilan pada manusia dan yang tidak termasuk
golongan obat.
3. Jenis alat kesehatan dan kegunaanya, diantaranya Alat balut, Alat perawatan pasien,
Alat tindakan medis, Alat diagnosa penyakit, Alat bedah.
B. Tes Formatif
1. Alat kesehatan untuk mengurangi nyeri dan bengkak pada luka yang mengalami
peradangan tidak lebih dari 2 hari disebut?
a) Warm water zack
b) Nipple Shield
c) Ice Bag
d) Air Cushion
2. Ny. H masuk ke RS dengan keluhan sesak nafas. Setelah dilakukan pemeriksaan
22
didapatkan hasil respiraty rate 28 kali per menit, ada penggunaan otot bantu nafas,
wheezing. Selanjutnya akan dilakukan tindakan pemasangan oksigen sebesar 8 liter
per menit dan pemberian obat dalan bentuk aerosol. Sebagai asisten perawat mana
berikut ini yang tidak perlu anda siapkan?
a) Face mask
b) Nasal kanul
c) Tabung oksigen
d) Nebuilizer
3. Perhatikan gambar berikut!
Fungsi dari alat perlindungan diri ini adalah untuk mencegah?
a) Masuknya droplet udara
b) Jatuhnya mikroorganisme rambut
c) Dekubitus
d) Kotornya baju petugas
4. Perhatikan Gambar Berikut!
Alat diatas, nama dan fungsinya adalah?
a) Scalpel – Pegangan Bisturi
b) Bandage Scissors – memotong verban
23
c) Surgical Scissors – gunting bedah
d) Needle Holders – menjepit jarum
5. Berikut ini yang bukan termasuk defenisi alat kesehatan menurut UU RI No. 36
Tahun 2009 adalah?
a) Alat kesehatan instrument, aparatus, mesin, implant yang mengandung obat.
b) Usaha mencegah kehamilan pada manusia tidak termasuk golongan obat.
c) Mencegah, mendiagnosa, menyembuhkan dan meringankan penyakit.
d) Merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia.
6. Seorang pasien korban kecelakaan lalu lintas datang ke IGD dalam keadaan luka
dipagian punggung kaki kanan. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil
pasien mengalamai luka terbuka hingga bagian muskulus. Makasa sebagai asisten
perawat, anda perlu menyiapakan jarum jahit jenis?
a. Hecht naald ujung segitiga
b. Hecht naald ujung segi empat
c. Hecht naald ujung bulat
d. Suture
7. Perhatikan Gambar Berikut!
Alat diatas, nama dan fungsinya adalah?
a. Suction Catheter – menyedot lendir
b. Feeding Tube – memasukkan cairan makanan
24
c. Rectal Tube – mengeluarkan gas-gas usus
d. Urin bag – menampung urin
8. Tn. A masuk rumah sakit dengan keluhan demam dan buang air besar 8 kali per hari.
Maka sebagai asisten perawat, anda sebaiknya menghindari pemakaian thermometer
jenis?
a. Oral
b. Axilla
c. Timfani
d. Rectal
9. Perhatikan Gambar Berikut!
Alat diatas, nama dan fungsinya adalah?
a. Spuit/syringe unutk menyuntik
b. Curette untuk membersihkan rahim
c. Glyserin spuit untuk menyemperotkan lavement
d. Rectum speculum untuk memeriksan lubang anus
10. Perhatikan Gambar Berikut!
Alat diatas, nama dan fungsinya adalah?
25
a. Reflek hammer-pemeriksaan reflek
b. Laringeal miror-memeriksan keadaan dalam mulut
c. Tongue spatel-menekan lidah
d. Penlight alat bantu penerangan
C. KUNCI JAWABAN
1) C
2) B
3) A
4) D
5) D
6) C
7) A
8) D
9) C
10) C
26
DAFTAR PUSTAKA
Laily, Dayang (2018). Keterampilan Dasar Tindakan Keperawatan, Jakarta: Inmedia
Potter, Pattricia (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan
Praktik, Volume 1. Jakarta: EGC
Potter, Pattricia (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan
Praktik, Volume 2. Jakarta: EGC
Nursing Digital Lab di unggah pada 9 Sepetember 2017. Judul: Pengenalan Alat
Instrumen Keperawatan. Di link: https://www.youtube.com/watch?v=-
r9XFWBVOys di unduh pada 10 agutus 2021
Maria, Dita diunggah pada 25 Juli 2020. Judul: Alat Kesehatan E-Learning KDTK XI
SMK Kesehatan. Di link:
https://www.youtube.com/watch?v=UK5h5GzqVLY&t=833s di unduh pada
tanggal 11 Agustus 2021
27