BAB VI APRESIASI SENI OLEH: YUSNIAR SURYANDARI, S.PD
PENDAHULUAN Ketika dihadapkan dengan sebuah karya seni, orang cenderung hanya melihat sekilas dan beralih ke karya lainnya tanpa berpikir secara mendalam ataupun berusaha mengapresiasi seni dengan cara yang tepat. Padahal, apresiasi seni merupakan bagian yang harusnya tak terlewatkan, terutama karena seniman pantas untuk mendapatkan sebuah apresiasi. Setiap orang dapat memberikan apresiasi terhadap seni dengan cara yang sederhana.
Apresiasi seni adalah proses penilaian atau penghargaan terhadap sebuah karya seni yang dilakukan oleh penonton atau penikmat karya seni (Rondhi, 2017, p.13). Proses apresiasi seni diharapkan dapat dilakukan oleh siapapun yang menikmati suatu seni, terlepas dari latar belakang pendidikannya. A. PENGERTIAN APRESIASI SENI
Mendapatkan pengalaman estetis, yaitu penikmatan seni yang terarah, sadar, dan bertujuan akan menghasilkan pengalaman tersebut. 1. Menjadikan masyarakat atau siswa 'melek seni' sehingga dapat menerima seni sebagaimana mestinya. 2. Memperkenalkan siswa terhadap seni dan mampu memahami nilai-nilai serta aturan dalam kehidupan budayanya. 3. Mengalami suatu kepuasan penginderaan dan akan memperoleh pengalaman melalui imajinasinya. 4. B. TUJUAN APRESIASI SENI
1. Mengurangi Level Stres Riset menunjukkan bahwa menghabiskan jam makan siang dengan eksplorasi seni selama 35 menit dapat menurunkan kadar stres. 2. Mengembangkan Empati Survei menyatakan bahwa sikap toleransi sosial dan empati terhadap sejarah yang dimiliki seseorang dapat meningkat setelah mengunjungi museum seni. 3. Mengembangkan Rasa Cinta Neurobiologis Semir Zeki menemukan bahwa otak menghasilkan dopamin, yaitu zat bahagia lebih banyak, ketika seseorang melihat karya seni. 4. Memperkuat Kemampuan Berpikir Kritis Anak muda yang mengunjungi museum seni telah mengembangkan 9-18% kemampuan berpikir kritis. C. MANFAAT APRESIASI SENI
Meningkatkan dan memupuk rasa cinta seseorang terhadap bangsa sendiri sekaligus terhadap sesama manusia. 1. Penikmatan, penilaian, empati, dan hiburan yang berkaitan erat dengan kesehatan mental. 2. 3.Mempertahankan kebudayaan Indonesia. D. FUNGSI APRESIASI SENI
1. Tingkat Empatik Pada tingkat apresiasi seni ini, hal yang terlibat adalah pikiran dan perasaan. Tingkat apresiasi empatik sama dengan mengapresiasi seni yang menyentuh pikiran dan perasaan. 2. Tingkat Estetis Tingkat estetis berarti penilaian terhadap keindahan seni. Yang diapresiasi adalah keindahan sebuah seni, terlepas dari perasaan yang diberikannya. 3. Tingkat Apresiasi Kritik Dalam tingkat apresiasi kritik, seseorang memberikan klarifikasi, deskripsi, analisis, dan evaluasi terhadap seni yang dipertunjukkan untuk meraih kesimpulan. E. TINGKATAN APRESIASI SENI
Apresiasi terhadap karya seni tidak dapat dianggap sebagai apresiasi bila dilakukan secara asal. Ada sejumlah langkah yang perlu diterapkan dalam mengapresiasi karya seni, yaitu mengapresiasi dari segi bentuk atau wujud karya seni, mengapresiasi teknik yang digunakan, dan mengapresiasi fungsi serta maknanya. Ketiga aspek itu diperlukan dalam mengapresiasi karya seni karena tanpa penerapan teknik, bentuk nyata, dan makna yang ditentukan pembuat karya, sebuah seni tidak akan memiliki wujud tertentu. F. LANGKAH MENGAPRESIASI KARYA SENI
Mempelajari sebuah seni setiap hari secara bertahap. Mencoba pembuatan projek seni. Mengikuti sebuah kelas seni. Menulis berbagai jenis karya seni yang diketahui secara pribadi. Mengunjungi sebuah museum seni. Mengamati seni dari berbagai perspektif atau sudut. Menganalisis sebuah karya seni yang ditemukan, mulai dari pembuatnya, tempat tinggalnya, hingga bagaimana karya tersebut berhubungan dengan waktu pembuatan sang seniman. Memikirkan kembali bagaimana perasaan diri ketika mengamati sebuah seni. Mewawancarai seseorang dengan pemikiran yang berbeda. Menerima segala bentuk seni meski tidak semua dapat dimengerti. G. CONTOH APRESIASI SENI
THANK YOU VERY MUCH!