The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dinamika kependudukan di Indonesia mata pelajaran geografi kelas 11 oleh Putri Galuh Edeulweis

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Putri Galuh Edeulweis, 2024-01-21 02:32:23

Dinamika Kependudukan di Indonesia untuk Perencanaan Pembangunan

Dinamika kependudukan di Indonesia mata pelajaran geografi kelas 11 oleh Putri Galuh Edeulweis

Keywords: Dinamika kependudukan di Indonesia mata pelajaran geografi kelas 11 oleh Putri Galuh Edeulweis

DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN Putri Galuh Edeulweis XI.4


1. Jelaskan yang dimaksud dengan dinamika penduduk dan sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya dinamika penduduk khususnya dinamika penduduk di Indonesia! Dinamika Penduduk adalah kondisi disaat struktur penduduk, jumlah dan persebarannya mengalami perubahan akibat terjadinya proses demografi yaitu kelahiran, kematian dan perpindahan. Dinamika penduduk dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu : Kelahiran (natalitas), Kematian (mortalitas), dan Migrasi (perpindahan).


MACAM-MACAM MIGRASI • Emigrasi • Imigrasi • Remigrasi (Repatriasi) Migrasi Internasional • Transmigrasi • Urbanisasi • Ruralisai Migrasi Nasional


2. Jelaskan yang dimaksud dengan dan buat rumus untuk menghitungnya serta berikan contoh soalnya minimal 2 kecuali point c dan d! a. Pertumbuhan Penduduk Alami merupakan cara paling sederhana dalam penentuan pengamatan dinamika kependudukan. Contoh : Pada tahun 2020, penduduk di wilayah C berjumlah 1.200.000 orang, jumlah kelahiran setahun yaitu 60.000 orang dan jumlah kematian yaitu 30.000 orang. Hitunglah pertumbuhan penduduk alami di wilayah tersebut! Jawab: Pa=L-M Pa=60.000-30.000 Pa=30.000 jiwa Jadi pertumbuhan penduduk alami wilayah C 30.000 : 1.200.000 x 100 = 2,5%


b. Pertumbuhan Penduduk Total adalah suatu pertambahan penduduk yang tidak hanya merupakan selisih kelahiran dan kematian, namun juga memperhatikan migrasi penduduk. Contoh : Pada kecamatan A di tahun 2003 jumlah penduduknya 30.000 jiwa. Sampai pada 2004 terdapat jumlah kelahiran 1.500 bayi, sedangkan jumlah kematian penduduknya sebanyak 700 jiwa. Terdapat 50 jiwa imigrasi dan emigrasi sebanyak 25 jiwa. Berapa jumlah penduduk total pada tahun 2004 dan presentasenya? Jawab: Pt=(L-M)+(I-E) Pt=(1.500-700)+(50-25) Pt=800+25=825 jiwa 825 : 30.000 x 100 = 2,75%


Merupakan salah satu komponen pertumbahan penduduk yang bersifat menambah jumlah penduduk. Adalah kemampuan menghasilkan keturunan yang dikaitkan dengan kesuburan wanita atau disebut juga fekunditas. c. Natalitas (kelahiran) d. Fertilitas


e. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran pada tahun tertentu per 1000 penduduk pada pertengahan tahun yang sama. Contoh : Di suatu daerah, diketahui bahwa jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2020 adalah 7.240.000 jiwa. Diketahui pula jumlah kelahirannya adalah 965.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran kasarnya! Jawab: CBR=B/P x 1000 CBR=965.000/7.240.000 x 1000 CBR=133 Jadi CBR wilayah tersebut sebesar 133 bayi/1000 wanita. Di kecamatan B, diketahui bahwa jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2010 adalah 5.120.000 jiwa. Diketahui pula jumlah kelahirannya adalah 825.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran kasarnya! Jawab: CBR=B/P x 1000 CBR=825.000/5.120.000 x 1000 CBR=162 Jadi CBR wilayah tersebut sebesar 162 bayi/1000 wanita.


f. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR) adalah angka yang menunjukkan besarnya kematianyang terjadi dalam satu tahun untuk 1000 penduduk. Contoh : Dalam suatu wilayah diketahui bahwa jumlah penduduk pada pertengahan tahun adalah 7.241.500 jiwa, sedangkan jumlah kematiannya adalah 659.000. Hitunglah angka kematian kasarnya! Jawab: CDR=D/P x 1000 CDR=659.000/7.241.500 x 1000 CDR=91 Jadi pada wilayah tersebut dalam setahun terdapat kematian sebesar 91/1000 orang. Dalam suatu wilayah diketahui bahwa jumlah penduduk pada pertengahan tahun adalah 5.140.000 jiwa, sedangkan jumlah kematiannya adalah 780.000. Hitunglah angka kematian kasarnya! Jawab: CDR=D/P x 1000 CDR=780.000/5.140.000 x 1000 CDR=151 Jadi pada wilayah tersebut dalam setahun terdapat kematian sebesar 151/1000 orang.


g. Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR) adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 Wanita pada usia reproduksi atau melahirkan yaitu pada kelompok usia 15-45 tahun. Contoh : Berdasarkan data demografi di kabupaten X pada tahun 2017 memiliki penduduk Wanita pada rentan usia 15-45 sebesar 300.000 jiwa. Jumlah kelahiran yang terjadi di kabupaten X pada tahun tersebut sebesar 12.000 kelahiran. Berapakah Angka Kelahiran Umum di kabupaten X pada tahun 2017? Jawab: GFR=(B/W15-45) x 1000 GFR=12.000/300.000 x 1000 GFR=40 Jadi Angka Kelahiran Umum di kabupaten X pada tahun 2017 adalah 40, yang artinya terdapat jumlah kelahiran sebesar 40 kelahiran dalam setiap 1000 penduduk wanita pada rentang usia 15-45 tahun. Berdasarkan data demografi di kabupaten Y pada tahun 2020 memiliki penduduk Wanita pada rentan usia 15-45 sebesar 500.000 jiwa. Jumlah kelahiran yang terjadi di kabupaten Y pada tahun tersebut sebesar 15.000 kelahiran. Berapakah Angka Kelahiran Umum di kabupaten X pada tahun 2020? Jawab: GFR=(B/W15-45) x 1000 GFR=15.000/500.000 x 1000 GFR=30 Jadi Angka Kelahiran Umum di kabupaten Y pada tahun 2020 adalah 30, yang artinya terdapat jumlah kelahiran sebesar 30 kelahiran dalam setiap 1000 penduduk wanita pada rentang usia 15-45 tahun.


h. Angka Kelahiran Spesifik (Age Spesifik Birth Rate/ASBR) adalah angka yang menunjukkan besar jumlah kelahiran bayi dalam setiap 1000 wanita kelompok umur tertentu. Contoh : Berdasarkan data demografi di kabupaten X pada tahun 2017 memiliki penduduk Wanita pada rentan usia 20-24 sebesar 50.000 jiwa. Jumlah kelahiran yang terjadi di kabupaten X pada tahun tersebut sebesar 2.000 kelahiran. Berapakah Angka Kelahiran Spesifik pada wanita kelompok umur 20- 24 tahun di kabupaten X pada tahun 2017? Jawab: ASBR20-24=(B20-24/P20-24) x 1000 ASBR20-24=(2.000/50.000) x 1000 ASBR20-24=40 Jadi Angka Kelahiran Spesifik Kelompok Umur 20-24 di kabupaten X pada tahun 2017 adalah 40, yang artinya terdapat 40 jumlah kelahiran pada setiap penduduk wanita kelompok usia 20-24 tahun. Berdasarkan data demografi di kabupaten Y pada tahun 2020 memiliki penduduk Wanita pada rentan usia 20-24 sebesar 75.000 jiwa. Jumlah kelahiran yang terjadi di kabupaten Y pada tahun tersebut sebesar 6.000 kelahiran. Berapakah Angka Kelahiran Spesifik pada wanita kelompok umur 20-24 tahun di kabupaten Y pada tahun 2020? Jawab: ASBR20-24=(B20-24/P20-24) x 1000 ASBR20-24=(6.000/75.000) x 1000 ASBR20-24=80 Jadi Angka Kelahiran Spesifik Kelompok Umur 20-24 di kabupaten Y pada tahun 2020 adalah 80, yang artinya terdapat 80 jumlah kelahiran pada setiap penduduk wanita kelompok usia 20-24 tahun.


3. Kelahiran merupakan faktor dinamika penduduk yang menambah jumlah penduduk. Khusus bangsa Indonesia sampai sekarang masalah yang terbesar di hadapi oleh pemerintah adalah dimana angka kelahiran yang sangat tinggi terjadi setiap tahunnya. Berdasarkan fakta tersebut faktor apa sajakah yang menyebabkan atau mendukung kelahiran yang cukup tinggi dan bagaimana upaya pemerintah untuk menekan atau menghambat tinggi angka kelahiran di Indonesia serta apa dampak yang terjadi akibat kelahiran yang cukup tinggi serta persaingan apa yang terjadi akibat dampak yang dimunculkan oleh tingkat kelahiran yang tinggi dan apa upaya atau langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi persaingan yang muncul tersebut!


Faktor yang mendukung kelahiran yang cukup tinggi Faktor Sosial Budaya -Anggapan banyak anak banyak rezeki -Pernikahan usia muda -Kurangnya informasi tentang keluarga berencana -Adanya harapan untuk memiliki keturunan yang banyak -Keinginan untuk memiliki anak berjenis kelamin tertentu Faktor Ekonomi -Harapan bahwa anak akan menjadi sumber pendapatan di masa depan -Anak dapat membantu dalam usaha keluarga atau memberikan perlindungan di masa tua, terutama dalam situasi dimana ada ketidakpastian ekonomi Faktor Kesehatan -Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi di beberapa daerah -Kualitas kesehatan yang tinggi


Upaya pemerintah untuk menekan atau menghambat tinggi angka kelahiran di Indonesia. ● Program Keluarga Berencana (KB) : Menyediakan informasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, Meningkatkan kesadaran akan manfaat KB, Memberikan insentif kepada keluarga yang mengikuti program KB. ● Peningkatan Kualitas Pendidikan : Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan, Memberikan kesempatan Pendidikan yang sama bagi Perempuan dan laki-laki. ● Peningkatan Pemberdayaan Perempuan : Meningkatkan akses terhadap lapangan pekerjaan bagi perempuan, Meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan. ● Peningkatan Layanan Kesehatan : Meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan ibu dan anak.


Dampak yang terjadi akibat kelahiran yang cukup tinggi 01 Meningkatnya pengangguran 02 Meningkatnya kemiskinan 03 Menurunnya kualitas pendidikan 04 Menurunnya kualitas kesehatan 05 Meningkatnya kriminalitas 06 Terjadinya kerusakan hutan dan alih fungsi lahan


Persaingan yang muncul akibat dampak yang dimunculkan oleh tingkat kelahiran yang tinggi • Pangan • Air • Tempat tinggal • Lapangan pekerjaan Persaingan untuk mendapatkan sumber daya • Pendidikan • Kesehatan • Lapangan pekerjaan • Kesejahteraan sosial Persaingan untuk mendapatkan akses ke layanan publik


Upaya atau langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi persaingan yang muncul tersebut! Langkah yang diambil pemerintah untuk mengatasi persaingan akibat meningkatnya angka kelahiran adalah dengan fokus pada pembangunan keterampilan dan peningkatan pendidikan, program Keluarga Berencana (KB), program-program pengembangan ekonomi dan pelatihan keterampilan.


You!!! Thank


Click to View FlipBook Version