The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KELOMPOK 5_MODUL 6 - KB 1 & 2 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (1)-dikonversi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fauziaisnani, 2021-05-03 01:42:12

KELOMPOK 5_MODUL 6 - KB 1 & 2 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (1)-dikonversi

KELOMPOK 5_MODUL 6 - KB 1 & 2 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (1)-dikonversi

Kurikulum satuan Pendidikan

Landasan dan Prinsip Proses Pengembangan KTSP
Pengembangan KTSP
• Dasar Pengembangan KTSP
01 • Pengertian KTSP 02 • Prosedur Pengembangan KTSP
• Pengembangan Silabus
• Landasan/rasional KTSP • Pihak yang terlibat dalam

• Prinsip Pengembangan KTSP pengembangan KTSP

01 Landasan dan Prinsip
Pengembangan KTSP

KOMPETENSI 1

Pengertian KTSP

● Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Bab 1 Pasal 1
Butir 15, Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan
dilaksanakan di masing – masing satuan pendidikan (kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh sekolah)

● Kepmendiknas No. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang standar
isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendiknas No.23 Tahun 2006 tentang Standar
Kompetensi BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) bahwa setiap sekolah akan memiliki kurikulum yang
berbeda satu sama lain. Hal ini akan berimplikasi terhadap beragamnya kualitas proses dan hasil belajar di
sekolah yang mengacu pada SNP sehingga pencapaian tujuan pendidikan nasional akan terjamin. SNP
memuat kriteria minimal tentang komponen pendidikan untuk mengembangkan pendidikan secara optimal
diantaranya yaitu standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan
prasarana, pengelolaan, pembiayaan serta penilaian pendidik.

Landasan atau rasional KTSP

● Menurut Bolstad (2004) pengembangan kurikulum berbasis sekolah menyediakan mekanisme bagi sekolah
untuk:

1. Memenuhi kebutuhan dan minat siswa secara lebih baik;
2. Mengaitkan belajat di sekolah ke dalam pengetahuan dan sumber lokal;
3. Peka terhadap ide – ide dan teknologi baru dalam pendidikan;
4. Mengambil keuntungan dari kesempatan yang disebabkan oleh struktur kurikulum dan asesmen baru.

● Menurut Bolstad (2004) ada beberapa manfaat yang diperoleh dari pengembangan kurikulum oleh sekolah
yaitu :

1. Pengembangan kurikulum berbasis sekolah merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah pendidikan,
khususnya yang berkaitan dengan relevansi pendidikan.

2. Melalui pengembangan kurikulum secara desentrasi (oleh sekolah), kurikulum sekolah akan cukup luwes untuk
merespon kebutuhan belajar masing – masing siswa tentang kebutuhan dan minat pendidikan para siswa dan
masyarakat

● Penerapan desentralisasi (oleh sekolah) pengelolaan pendidikan juga didukung oleh kebijakan pendidikan
yaitu penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

● Menurut Hardiyanto (2004), Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah model pengelolaan pendidikan yang
menjadikan sekolah sebagai poros pengambil keputusan. Dalam penerapan MBS sekolah mendapatkan
pendelegasian kewenangan, kepercayaan dan kemandirian untuk mengelola dan mengembangkan segala
sumber daya pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta mempertanggung jawabkan
hasilnya kepada orang tua siswa, pemerintah dan masyarakat.

● Menurut Myers & Stonehill (Hadiyanto, 2004) terdapat 5 ciri dari MBS yaitu KEMANDIRIAN, KEMITRAAN,
PARTISIPASI, KETERBUKAAN, dan AKUNTABILITAS. Melalui KTSP sekolah dapat berupaya mengembangkan
program kurikuler dan ekstrakulikuler yang sesuai dengan tuntutan peningkatan kualitas lulusan yang unggul
(tuntutan nasional dan global) dan sesuai dengan kebutuhan daerah (lokal).

● Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa GURU SD/MI harus memiliki
kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki
kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, diantaranya yaitu KOMPETENSI PEDAGOGIK,
KOMPETENSI KEPRIBADIAN, PROFESIONAL dan SOSIAL.

Prinsip – Prinsip Pengembangan KTSP

• Menurut Sukmadinata (2005) terdapat 5 prinsip dalam pengembangan kurikulum yaitu
1. PRINSIP RELEVANSI
2. PRINSIP FLEKSIBILTAS
3. PRINSIP KONSTINUITAS
4. PRINSIP PRAKTIS
5. PRINSIP EFEKTIVITAS

• Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat (3), kurikulum disusun
sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan
memperhatikan :

1. Peningkatan iman dan taqwa;
2. Peningkatan akhlak mulia
3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;
4. Keragaman potensi daerah dan lingkungan
5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
6. Tuntutan dunia kerja
7. Perkembangan IPTEK dan seni
8. Agama
9. Dinamika perkembangan sosial
10. Persatuan nasional dan nilai kebangsaan

• Dengan memperhatikan aturan dari UU No. 20 Tahun 2003, BSNP mengemukakan 7 prinsip yang harus
diperhatikan dalam pengembangan kurikulum yaitu :

1. BERPUSAT PADA POTENSI, PERKEMBANGAN, KEBUTUHAN & KEPENTINGAN PESERTA DIDIK &
LINGKUNGANNYA

2. BERAGAM & TERPADU

3. TANGGAP TERHADAP PERKEMBANGAN IPTEK & SENI

4. RELEVAN DENGAN KEBUTUHAN KEHIDUPAN

5. MENYELURUH & BERKESINAMBUNGAN

6. BELAJAR SEPANJANG HAYAT

7. SEIMBANG ANTARA KEPENTINGAN NASIONAL & KEPENTINGAN DAERAH

02 Proses
Pengembangan KTSP

KOMPETENSI 2

Dasar Pengembangan KTSP

● Dasar panduan umum pengembangan KTSP harus mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi
Lulusan (SKL)

● Hal ini disesuaikan dengan amanat, diantaranya:
1. UU Republik Indonesia No. 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No, 1. Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
3. Kepmendiknas No. 22 Th 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
4. Keputusan Menteri No. 23 Th 2006 tentang standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan

Menengah.

Prosedur Pengembangan KTSP

● Secara garis besar pengembangan KTSP sama dengan pengembangan jenis kurikulum lainnya.
● Kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan kurikulum adalah

(1) penyiapan dan penyusunan,
(2) reviu dan revisi,
(3) finalisasi,
(4) pemantapan dan penilaian.

Langkah yang harus dilakukan dalam pengembangan KTSP yaitu
1. Analisis konteks.
2. Menelaah Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi.
3. Mengembangkan Kompetensi untuk Program muatan lokal dan pengembangan diri.
4. Memilih serta mengorganisasikan pengalaman belajar dan materi.
5. Menetapkan pendekatan dan prosedur asessmen.

Pengembangan Silabus

● Menurut BSNP (2006), mengenai Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu.

● Komponen-komponen silabus adalah
❖ Standart Kompetensi
❖ Kompetensi Dasar
❖ Materi Pokok/Pelajaran
❖ Kegiatan Pembelajaran
❖ Indikator
❖ Penilaian
❖ Alokasi Waktu
❖ Sumber/Bahan/Alat Belajar.

● Tugas sekolah atau guru adalah mengembangkan keenam komponen lainnya berdasarkan Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar dengan delapan prinsip yaitu ilmiah, relevan, sistematis, konsisten,
memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, serta menyeluruh.

Pengembangan Silabus

● Langkah yang harus dilakukan dalam mengembangkan silabus adalah :
1) Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar
2) Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran
3) Mengembangkan kegiatan pembelajaran
4) Merumuskan indikator pencapaian kompetensi
5) Menentukan jenis penilaian
6) Menentukan alokasi waktu
7) Menentukan sumber belajar

Pihak yang terlibat dalam Pengembangan KTSP

● Pengembangan KTSP melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan dengan pelaksanaannya, antara lain
guru, siswa, orang tua/wali siswa, pakar kurikulum, komite sekolah, dan pihak lain. Hal ini berarti dalam
mengembangkan kurikulum pihak sekolah memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan terlebih dahulu
kegiatan tersebut kepada pihak-pihak yang terkait. Adanya berbagai kebijakan dan acuan, pemahaman akan
kurikulum yang sangat beragam dari pihak-pihak yang terlibat, serta keahlian, waktu, dan energi yang
diperlukan dalam mengembangkan kurikulum, memerlukan persiapan yang baik sebelum kegiatan itu
dilaksanakan.

● Dalam keterlibatan semua pihak akan memberikan dampak positif yaitu
a) Berkembangnya sikap demokratis di sekolah dan adanya upaya untuk memenuhi harapan masyarakat,
b) Meningkatnya peran serta masyarakat dalam perencanaan dan pemantauan pelaksanaannya, dukungan

pembelajaran anak, dukungan fisik, dan pemikiran,
c) Terjalinnya hubungan yang setara dan harmonis antara sekolah dan stakeholders (pihak yang terkait dengan

sekolah)
d) Tumbuhnya rasa tanggung jawab dari masyarakat terhadap kemajuan dan kualitas sekolah.


Click to View FlipBook Version