ZOOLOGI VERTEBRATA REPTILIA Oleh: Ernanda Putri Kabaryati :2213041011 Kelas: IIA Pendidikan Biologi Dosen Pengampu: Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. JURUSAN BIOLOGI DAN PERIKANAN KELAUTAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2023
1. Definisi Reptilia Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptil merupakan hewan yang sepanjang hidupnya bernapas dengan paru-paru. Reptilia merupakan kelompok Amniota yang dicirikan oleh adanya sisik epidermal, tetapi tidak mempunyai bulu, tidak berambut dan tidak mempunyai kelenjar air susu. Reptilia ialah hewan vertebrata berdarah dingin (Poikilothermic) yang dapat menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan sekitarnya. 2. Ciri-ciri Reptilia 1. Bernapas dengan paru-paru. 2. Hewan bertulang belakang. 3. Tubuhnya ditutupi kulit kering bertanduk (tidak licin), biasanya di lengkapi sisik,kuku dan kelenjar. 4. Bergerak menggunakan perut (melata), beberapa bergerak menggunakan kaki dan beberapa tidak. 5. Poikilotermis ( berdarah dingin) suhu badan berubah mengikuti suhu disekitarnya. 6. Alat pencernaan yang di miliki reptil lengkap. 7. Jantung terdiri dari empat ruang belum terpisah sempurna, dua serambi dan ventrikel yang sebagian saling terpisah, satu pasang berkas aorta, sel darah merah oval bikonkaf dengan inti. 8. Reptil dapat bertahan hidup dalam waktu yang cukup lama. Seperti penyu dan kura-kura dapat bertahan hidup selama 20 hingga 100 tahun. 9. Habitat di darat dan di air. 10. Tubuh terdiri dari kepala, leher, badan, dan ekor. 3. Klasifikasi Reptilia Kelas reptilia dibagi menjadi 4 ordo sebagai berikut. 1. Ordo Squamata (Reptil Bersisik) a. Subordo Sauria (Lizard) Ciri-ciri: • umumnya kecil, kecuali biawak dan komodo, • mulutnya dilapisi zat tanduk, umumnya memunyai kaki, • rahangnya kaku, dan memunyai kelopak mata. Subordo sauria terdiri dari 17 famili sebagai berikut. 1) Famili Agamidae 2) Famili Chamaeleonidae 3) Famili Iguanidae 4) Famili Gekkonidae 5) Famill Pygopodidae (Kadal dengan Kaki Bersisik) 6) Famili Anguidae (Alligator) 7) Famili Helodermatidae (Kadal Bermanik- manik) 8) Famili Lanthanotidae (Kadal 'tidak Bertelinga')
9) Famili Varanidae 10) Famili Xenosauridae 11) Famill Cordylidae 12) Famili Dibamidae 13) Famili Lacertidae 14) Famili Scincidae 15) Famili Teiidae 16) Famili Gymnophthalmidae 17) Famili Xantusiidae b. Subordo Serpentes (Ular) Ciri-ciri: • tidak memunyai tulang dada, • tulang rusuknya banyak, tidak memunyai kaki, • rahang dapat terbuka lebar, • tidak memunyai kelopak mata, tidak memunyai telinga bagian luar, dan lidahnya bercabang. Subordo serpentes terdiri dari 10 famili sebagai berikut. 1) Famili Anomalepidae 2) Famili Typhlopidae 3) Famili Leptotyphlopidae 4) Famili Aniliidae 5) Famili Uropeltidae 6) Famili Xenopeltidae 7) Famili Boidae 8) Famili Acrochordidae 9) Famili Colubridae 10) Famili Elapidae c. Subordo Amphisbaenians Ciri umum subordo ini adalah tubuhnya Panjang dan langsing, serta kulitnya bersegmen melingkar seperti cincin. Subordo amphisbaenians terdiri dari 4 famili 1) Famili Trogonophidae 2) Famili Bipepidae 3) Famili Rhineuridae 4) Famili Amphisbaenidae 2. Ordo Rhynchocephalia Ciri-ciri: • tidak memunyai telinga bagian luar, • memunyai kait di bagian punggung seperti perpanjangan dari tulang rusuk,
• terdapat lekukan di sekeliling bola matanya, dan pejantannya tidak memunyai penis. Ordo ini hanya ada di New Zealand, dan hanya ada 2 spesies, yaitu Sphenodon guntheri dan S. Punctatus. 3. Ordo Testudinata (Kura-kura dan Penyu) Ciri-ciri: • bentuk tubuhnya bulat, • perisainya melekat pada tulang punggung dan tulang rusuk, • bernapas dengan kloaka, dan • yang hidup di air laut memunyai kaki pipih, sedangkan yang hidup di air tawar kakinya berjari dan berkuku. Ordo testudinata terdiri dari 13 famili sebagai berikut. 1) Famili Chelidae (Penyu Berleher Ular) 2) Famili Pelomedusidae 3) Famili Chelydridae (Kura-kura Pemangsa) 4) Famili Cheloniidae (Penyu Laut) 5) Famili Dermochelydae (Kura-kura Bertempurung Keras) 6) Famili Trionychidae (Kura-kura Bertempurung Lunak) 7) Famili Carettochelyidae (Kura-kura Papua) 8) Famili Kinosternidae 9) Famili Dermatemydidae 10) Famili Emydidae (Kura-kura Kolam) 11) Famili Testudinidae (Kura-kura Darat) 12) Famili Bataguridae 13) Famili Platysternidae 4. Ordo Crocodila (Buaya) Ciri-ciri: • bentuk tubuhnya seperti lacertilia, tetapi ukurannya lebih besar, dan • kulitnya tebal terdiri dari zat tanduk dan di bawahnya terdapat tulang. Ordo Crocodila terdiri dari 3 famili sebagai berikut. 1) Famili Gavialidae 2) Famili Crocodilidae 3) Famili Alligatoridae 4. Anatomi Reptilia 1. Anatomi kadal (Mabouya multifasdata kxm) sebagai contoh respresentatif kelas Reptilia
• Esophagus merupakan saluran pencernaan yang membawa makanan dan cairan dari tenggorokan ke lambung. • Trakea adalah organ pernapasan yang berfungsi menjadi penghubung dalam sistem pernapasan kadal. Yakni membawa agar udara masuk ke paru-paru saat benapas. • Heart atau jantung merupakan pompa berotot, yang berfungsi sebagai alat pemompa darah. Jantung terdiri atas 4 ruangan , yaitu 2 atrium (serambi) dan 2 ventrikel (bilik). • Liver atau hati merupakan kelenjar pencernaan yang terletak pada cekungan lambung dan usus yang berpembuluh ke intestium. • Small intestine adalah bagian dari saluran pencernaan yang memanjang di antara lambung dan usus besar yang berfungsi untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi. • Bladder adalah bagian dari sistem saluran kencing yang berfungsi untuk menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh. • Rectum atau usus besar merupakan muara dari ileum dan berakhir sebagai kloaka, yang berfungsi sebagai termpat perhentian terakhir feses sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus. • Cloaka adalah lubang posterior yang terdiri dari tiga kompartemen dan mengumpulkan ekskresi saluran pencernaan, saluran kemih, dan saluran genital. • Ureter adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih kelingkungan luar tubuh. • Kidney atau ginjal merupakan organ eksresi utama yang berfungsi menyerap atau menyaring sisa-sisa metabolisme yang terdapat dalam darah. • Oviduct adalah saluran telur yang dimiliki kadal betina sebagai tempat penetasan telur. • Ovary atau ovarium yaitu menghasilkan sel telur atau ovum melalui proses oogenesis dan memproduksi hormone. • Stomach atau lambung merupakan tempat penampungan makanan dan percernaan makanan berupa saluran pencernaan yang membesar di belakang esophagus. • Spinal cord atau sumsum tulang belakang adalah pengatur utama regenerasi ekor.
• Brain atau otak merupakan pusat perilaku inderawi dan naluriah yang memiliki tugas mengatur kebutuhan mendasar seperti bertahan hidup, berkembang biak, dan perawatan diri. 2. Sistem Organ Kadal (Mabouya multifasdata kxm) 1. Sistem Pencernaan Makanan (Systema Digestorium) Sistem pencernaan pada kadal dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu: tractus digestivus, dan giandula digestoria. a. Tractus digestivus Saluran pencernaan pada kadal, mulai dari bagian anterior ke posterior dapat dirunut sebagai berikut: celah mulut (rima oris), dibatasi oleh rahang atas (maxilla) dan rahang bawah (mandibula) yang masing-masing mempunyai deretan gigi (denies) berbentuk kerucut. Gigi ini bertipe pleurodont, artinya menempel pada sisi samping gusi (gingiva), sedikit melengkung ke arah medial rongga mulut (cavum oris). Pada dasar rongga mulut terdapat lidah (lingua), melekat pada tulang lidah (os hyoideum), dengan pangkal berada di sebelah caudal cavum oris. Ujung lidah bersifat bifida (bercabang dua). Ke arah caudal dari cavum oris terdapat tekak (pharynx), selanjutnya kerongkongan (oesophagus), lambung (ventriculus) berupa pelebaran oesophagus yang silindris dan berdinding musculer tebal, usus halus (intestinum tenue), usus besar (intestinum cmssurn) yang berfungsi sebagai rectum, caecum amal pendek, terdapat pada batas antara intestinum tenue dan intestinum crassum, dan berakhir pada cloaca. b. Glandula digestoria Kelenjar pencernaan pada kadal ada 2 macam, yaitu: 1). hati (hepar), terdiri dari 2 lobi, sinister dan dexter dan berwarna coklat kemerahan. Sekresi/ekskresi dari hepar ini ditampung dalam satu kantong yang disebut vesica felea, yang terletak pada tepi caudl lobus dexter hepatis.
2). Pancreas, terletak antara ventriculus dan duodenum, bentuk pipih kekuningan. Seluruh organ dari sistem pencernaan ini digantung oleh jaringan-jaringan yang merupakan derivat dari peritoneum, antara lain: mesogastrium, adalah penggantung ventriculus, mesenterium, penggantung intestinum tenue, mesorectum, penggantung rectum atau intestinum crassum, omentum gastrohepaticum, yang membentang antara bagian dorsal hepar dan ventriculus, dan omentum duodenohepaticum yang membentang antara duodenum dan hepar. 2. Sistem Peredaran Darah (Systema Cardiovosculare) Sistem Peredaran Darah (Systema Cardiovasculare) Sistem peredaran darahnya dibina oleh organ-organ seperti: 1. Cor, terletak medial di bagian cranioventral rongga thorax (di dorsal mesosternum dan episternum. Ventricle dexter dan sinister dipisahkan oleh septum ventriculomm. Dindingnya berotot tebal sehingga warnanya menjadi merah muda Septum ventriculomm ini tidak sempurna, sehingga darah yang berada di kedua bagian ventricle sebagian masih tercampur. Pada Crocodilia septum tersebut telah sempurna, tetapi pada basis arcus aortae sinister dan dexter terdapat hubungan melalui suatu lubang kecil yang disebut foramen Panizzoe. Antara atrium dan ventricle masing-masing dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrioventriailorum yang dilengkapi oleh lubang yang disebut apertura atriov entri cut oris dan klepnya yang disebut volvulo atriov entri cut oris Antara atrium dexter dan sinister dipisahkan oleh septum atriorunu. Vascularisasi alat-alat pencernaan dilakukan oleh arteria coeliaco- mesenterica yang merupakan cabang arcus aortae sinister. Seandainya foramen Panizzae tidak ada maka septum ventriculorum sudah menyekat kedua ruang ventricle dengan sempurna Akibatnya, darah veneous yang berasal dari ventricle dexter masuk ke arcus aortae sinister terus ke arteria coeliacomesenterica, yang menuju ke alat- alat pencernaan. 2. Vasa (Pembuluh Dorah). Ada beberapa pembuluh darah utama yang keluar dari dan yang masuk ke jantung (cor). Pembuluh-pembuluh darah utama yang keluar dari jantung antara lain: a. Yang keluar dari ventricle dexter, adalah:
• arcus aortae sinister, yang membelok ke kiri dorsal, • arteria pulmonalis, yang kemudian bercabang dua masing- masing ke pulmo. b. Yang keluar dari ventricle sinister, adalah: • arcus aortae dexter, yang membelok ke kanan dorsal. Arcus ini bercabang ke anterior membentuk arteria carotis communis, yang bercabang lagi menjadi 2, yaitu arteria carotis communis dexter dan sinister. Pembuluh-pembuluh darah utama yang masuk ke jantung antara lain: a. Yang masuk ke atrium dextrum, adalah venae-venae besar yang sebelum masuk ke dalam jantung terlebih dahulu melalui sinus venosus, yaitu: • vena cava superior dextra • vena cava superior sinistra • vena cava inferior, yang berasal dari tubuh bagian caudal setelah menerima darah dari vena hepatica. b. Yang masuk ke atrium sinistrum, adalah: • vena pulmonalis, yang membawa darah arteriel berasal dari pulmo Pada Mabouya hanya ada system portae hepatica. 3. Sistem Pernapasan (system Resoiration) Sistem pernapasan pada kadal berupa tractus yang bagian-bagiannya adalah sebagai berikut: • rima glottidis, berupa sebuah celah yang terletak di belakang lingua menuju ke ruang larynx.
• larynx, dindingnya dibentuk oleh beberapa buah tulang rawan (pada Lacerta ditemukan adanya sepasang cartilago arytenoidea dan sebuah cartilago cricoidea). • trachea, merupakan ianjutan dari larynx, terletak di sebelah ventral dari columna vertebralis, panjang dan dindingnya tersusun atas cincin-cincin tulang rawan yang disebut annulus trachealis. Di daerah thorax, trachea bercabang menjadi 2 buah bronchus yang pendek, yaitu bronchus sinistrum dan bronchus dextrum. Tempat percabangannya disebut bifurcatio tracheae. Selanjutnya bronchus masuk dan bercabang-cabang di dalam pulmo. Pulmonya ada sepasang, sinister dan dexter, fusiform. Struktur dalamnya seperti rumah tawon. 4. Sistem Ekskresi dan Reproduksi (System Urogenetalis) Systema urogenetalis dibangun oleh: organa uropoetica, dan organa genetalia a. Organa Uropoetica Organa ini tersusun oleh bagian-bagian, antara lain; • ren, yang jumlahnya sepasang, berwarna merah kecoklatan, masing-masing terdiri dari 2 lobi, yaitu: lobus anterior dan lobus posterior. • ureter, jumlahnya juga sepasang, keluar dari sisi ventral agak medial dari ren. Pada kadal jantan, sebelum bermuara ke cloaca, ureter bersatu dulu dengan vas deferens; tapi pada yang betina ureter bermuara langsung ke cloaca. • vesica urinaria, berupa kantong tipis, yang merupakan tonjolan dinding ventral cloaca. b. Organa Genetalia. 1. Organa Genetalia Feminina, terdiri dari bagian-bagian: • ovarium, jumlahnya sepasang, berbentuk ovoid dengan permukaan luarnya yang berbenjol-benjol, terletak tepat di ventral columna vertebralis, sedikit agak di caudal pertengahan badan. • oviduct, merupakan saluran yang terletak di lateral ovarium, dimulai dari sebelah cranial dengan pelebaran sebagai corong disebut ostium abdominale. 2. Organa Genetalia Masculina, terdiri dari bagian-bagian: • testes, berbentuk oval, kecil, berwarna keputihan dan jumlahnya sepasang. • epididymis, berupa saluran yang rumit berkelok-kelok, dekat sebelah lateral dari pada testes. • vas deferens, merupakan lanjutan dari epididymis ke caudal, bersatu dulu dengan meter untuk kemudian bermuara ke dalam cloaca. • hemipenis, merupakan alat copulatio yang jumlahnya ada sepasang, kiri dan kanan, Hemipenis merupakan tonjolan dinding cloaca. 3. Alat-alat Penggantung Organa Genetalia.
Semua organ yang termasuk ke dalam organa genetalis diikat atau digantung oleh jaringan yang semuanya merupakan derivat dari peritoneum coelom, yaitu: a. mesovarium, merupakan jaringan yang menggantung ovarium b. mesorchium, adalah penghgantung testis c. ligamentum latum, adalah penggantung oviduct. 5. Sistem Saraf (Systema Nervirum) Systema nervorum pada kadal terdiri dari sistem saraf pusat (systema nervorum centrale) yang tersusun oleh otak (cerebrum) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis), sistem saraf tepi (systema nervorum periphericum) yang tersusun oleh nervus cranialis dan nervus spinalis, serta sistem saraf otonom (systema nervorum autonome). Otaknya berada di dalam cranium dan bersama-sama dengan medulla spinalis dibungkus oleh selaput duramater di sebelah luar dan piamater di sebelah dalam. Nervi cranialisnya yang berjumlah 12 pasang, dan pasangan- pasangan nervi spinalisnya berfungsi memberikan inervasi kepada daerah perifer tubuh. Mengenai pasangan-pasangan nervi cranialis dan nervorum periphericum, lihat kembali pokok bahasan amphibia. 5. Morfologi Kadal (Mabouya multifasdata kxm) Keterangan Morfologi A. Caput B. Truncus C. Caudal D. Brachium
E. Antebrachium F. Manus G. Femur H. Crus I. Digiti J. Squama Kadal (Mabouya multifasciata) termasuk. hewan vertebrata yang termasuk kedalam class reptilia (ordo squamata), yaitu sekelompok vertebrata yang mampu menyesuaikan diri di tempat yang kering di tanah.Kulitnya kering karena tidak memiliki kelenjar mukus. Kadal umumnya berkulit mengkilap dan mempunyai warna kuning kehijauan hingga coklat. Kadal mempunyai lapisan luar yang menanduk dari kulit mengelupas secara berkala. Berdasarkan struktur luar (morfologi) terlihat bahwa tubuh Kadal (Mabouya multifasciata) terbagi atas caput (kepala), truncus (badan), dan cauda (ekor). • Caput (kepala) dari kadal memiliki bentuk piramida meruncing ke arah posterior lateral dan memipih dalam arah dorsal ventral.Pada bagian capit dapat dijumpai beberapa organ ,antara lain cavum oris ,Nares externa (lubang hidung luar),organon visus (mata), Tympanum/porus acusticus externa (lubang telinga luar), kemudian dilanjut dengan cervix (collum). • Tubuh (truncus), bentuknya memanjang dan covex arah dorso-lateral dan datar pada bagian ventral. Terletak disebelah cranio lateral kiri dan kanan yang terdiri atas lengan atas(bradtium), lengan bawah (ante bradtium), telapak tangan (Manus),dan 5 buah digiti yang bercakar ( falcula). Kemudian Pasangan extremitas caudalis terletak disebelah caudo -lateral truncus yaitu terdiri dari paha ( femur), dan tungkai ( crus) • Cauda, berbentuk silindris dan panjangnya hampir mencapai 2x panjang tubuh + kepala pada bagian pangkal tebal, semakin ke ujung semakin meruncing. • Squama atau biasa disebut dengan sisik yang terdapat di seluruh permukaan tubuh mulai dari capit hingga caudal. 6. Habitat Pada umumnya reptil dapat ditemukan pada daerah tropis dan subtropis kecuali daerah Kutub.Reptil dapat dijumpai di perairan tawar seperti sungai, rawa, danau, lahan basah, hingga di daerah air payau (terestrial maupun akuatik). Kadal ini biasanya ditemukan di pinggiran hutan, kebun, ladang/tegalan, persawahan, serta di permukiman penduduk. Kadal kebun menghabiskan sebagian besar waktunya di tanah. Biasanya kadal ini menyukai celah-celah dan tebing yang berbatu sebagai tempat tinggal dan untuk mencari mangsanya.
7. Fakta Unik • Komodo betina dapat bereproduksi secara aseksual melalui proses yang disebut partenogenesis. Jika tidak ada jantan, komodo betina masih bisa bertelur. • bunglon dapat mengubah warna kulitnya sesuai dengan apapun yang mereka sentuh secara ajaib. Kemampuan hewan yang seperti ini disebut mimikri. • Kadal memiliki kemampuan meregenerasi tulang rawan dan membuat otot baru pada ekornya yang putus. • Lidah ular yang bercabang berfungsi untuk mengidentifikasi aroma dan bau. • Buaya termasuk hewan yang paling setia kepada pasangannya. 8. Peranan Bagi Kehidupan 1. Peranan positif • Berperan penting dalam banyak rantai makanan • Kulit reptil dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan • Membasmi hama tanaman di kebun dan sawah • Dimanfaatkan untuk dikonsumsi 2. Peranan Negatif • Beberapa jenis ular berbisa dapat membahayakan manusia dan hewan peliharaan jika mereka merasa terancam dan menggigit untuk membela diri. • Beberapa jenis kadal air dapat menyebar penyakit atau parasit pada manusia dan hewan lainnya. Kesimpulan Reptil merupakan hewan yang sepanjang hidupnya bernapas dengan paru-paru. Daftar Pustaka PGS, A., et al. (2016). Ensiklopedia IPA: Mengenal Anatomi Hewan. Dery (Ed.). Bandung: Kubu Buku. ISBN 978-602-61357-3-5. Citrawati, D.M., Artawan, I.K., & Dewi, N.P.S.R. (2021). Zoologi Vertebrata. Depok: PT RajaGrafindo Persada. Sukiya dan Wibowo Yuni.2005.Biologi vertebrata.Surabaya : Universitas Negeri Malang. forestation.fkt.ugm.ac.id. (2022). “Fakta Reptil Ajaib Dari Indonesia”. Dikutip dari https://forestation.fkt.ugm.ac.id/2022/03/13/fakta-reptil-ajaib-dari-indonesia/. Diakses pada 26 April 2023.
wanaswara.com. (2021). “Mimikri Pada Bunglon”. Dikutip dari https://wanaswara.com/mimikripada-bunglon/. Diakses pada 26 April 2023. mongabay.co.id. (2012). “Tahukah Anda? Ekor Kadal Yang Baru Ternyata Berbeda Dengan Aslinya”. Dikutip pada https://www.mongabay.co.id/2012/10/11/tahukah-anda-ekor-kadal-yangbaru-ternyata-berbeda-dengan-aslinya/. Diakses pada 26 April 2023 awalilmu.com. (2015). “Fakta-Fakta Dunia Reptil Yang Menakjubkan”. Dikutip pada https://www.awalilmu.com/2015/08/fakta-fakta-dunia-reptil-yang.html. Diakses pada 26 April 2023. Astuti, Lilis Sri. 2007. Klasifikasi Hewan. Jakarta Selatan: PT Kawan Pustaka.