L A P O R A N 1 ANALISIS MATERI BERBASIS MASALAH Wita Maria, S.Pd No. UKG 202000817817 Bidang Studi Pendidikan Pancasila PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU UNIVERSITAS NEGERI MEDAN KOTA MEDAN SEPTEMBER 2023
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-NYA sehingga tugas laporan ini dapat tersusun dengan baik. Laporan ini merupakan tugas laporan 1 topik analisis materi berbasis masalah. Mahasiswa diminta untuk menuliskan laporan tentang kegiatan yang pernah dipelajari dan dilakukan selama melaksanakan Program Pendidikan Guru Penggerak. Tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas program pendidikan profesi guru dalam jabatan bagi mahasiswa lulusan program pendidikan guru penggerak bidang studi Pendidikan Pancasila Universitas Negeri Medan (UNIMED). Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dosen pembimbing Bapak Arief Wahyudi, S.H., M.H yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan laporan ini. 2. Panitia penyelenggara PPG Daljab 2023 Angkatan 2 LPTK Universitas Negeri Medan (UNIMED) 3. Rekan-rekan mahasiswa PPG Daljab Angkatan 2 bidang studi Pendidikan Pancasila Akhir kata penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami mengharap kritik dan saran yang membangun untuk menjadikan laporan ini lebih baik lagi. Semoga laporan ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca dan penulis. Muara Wahau, September 2023 Penulis i
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...................................................................................i DAFTAR ISI.................................................................................................ii RINGKASAN ..............................................................................................iii BAB I. PENDAHULUAN............................................................................ 1 1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1 1.2 Tujuan Kegiatan................................................................................. 2 1.3 Manfaat Kegiatan............................................................................... 3 BAB II. PEMBAHASAN............................................................................. 4 2.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional- Ki Hadjar Dewantara .......... 5 2.2 Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak ............................................... 8 2.3 Visi Guru Penggerak ........................................................................ 12 2.4 Budaya Positif.................................................................................. 14 BAB III. PENUTUP................................................................................... 16 3.1 Refleksi ............................................................................................ 16 3.2 Tindak Lanjut................................................................................... 17 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................iv LAMPIRAN.................................................................................................. v ii
RINGKASAN Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan kegiatan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Kegiatan dalam Program pendidikan guru penggerak dilaksanakan selama 6 bulan meliputi belajar mandiri di LMS, Lokakarya, konferensi, dan pendampingan individu oleh pengajar praktik. Dalam laporan ini penulis akan memberikan pembahasan tentang modul 1 yaitu Paradigma dan Visi Guru Penggerak yang meliputi: Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional- Ki Hadjar Dewantara; Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak; Visi Guru Penggerak; dan Budaya Positif. Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara menjadi titik awal Guru Penggerak menjadi agen perubahan dan pemimpin pembelajaran dalam transformasi pendidikan di sekolah. Seorang Guru penggerak memiliki nilai dan peran yang diharapkan mampu menumbuhkan sekolah dan ekosistem pendidikan agar berpihak pada murid. Nilai-nilai yang perlu diyakini seorang pendidik itu dipengaruhi oleh interaksi antara cara kerja pikiran serta emosi sebagai aspek intrinsik dengan aspek ekstrinsik dalam suatu lingkungan pembelajaran. Dalam Pendidikan Guru Penggerak juga diberikan materi tentang Visi guru Penggerak, betapa pentingnya pendidik memiliki visi, dan mengembangkan visi untuk mewujudkan keberpihakan pada murid-murid sehingga mereka bertumbuh dengan maksimal. Untuk mencapai visi yang kita harapkan diperlukan suatu pondasi yang menguatkan yaitu budaya positif. Budaya positif di sekolah sangatlah penting untuk mengembangkan anak-anak yang memiliki karakter yang kuat, sesuai profil pelajar Pancasila. Pentingnya membangun budaya positif di sekolah sesuai dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yaitu pendidikan yang berpihak pada murid untuk membantu kita mencapai visi guru penggerak. iii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Guru penggerak adalah bagian dari proses reformasi pendidikan kearah perubahan yang lebih baik, dan memiliki peran yang fundamental dan implementasi merdeka belajar. Guru penggerak menjalani program pendidikan selama 6 bulan setelah lulus tahap seleksi. Dalam Pendidikan Guru Penggerak diberikan pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan individu bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Pendidikan Guru Penggerak didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping. Pendidikan Guru Penggerak menerapkan andragogi, pembelajaran berbasis pengalaman, kolaboratif, dan reflektif sebagaimana diilustrasikan pada gambar berikut : Gambar 1. Kerangka Desain Pendidikan Guru Penggerak 1
Dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik tentunya guru senantiasa mengembangkan diri untuk mengikuti paradigma pendidikan terbaru. Melalui pendidikan guru penggerak diharapkan mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan mampu melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai-nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini, mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif. Dalam pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru dalam jabatan tahun 2023, proses pembelajaran untuk mahasiswa PPG lulusan Guru Penggerak berbeda dengan proses pembelajaran mahasiswa PPG regular. Hal tersebut tertuang dalam edaran dari Kemendikbudristek melalui Dirjen GTK nomor 1847/B2/GT.00.08/2022 Tanggal 11 Agustus 2022. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis sebagai mahasiswa PPG lulusan Guru penggerak menuangkan kegiatan yang pernah dipelajari dan dilakukan selama melaksanakan program Guru Penggerak melalui laporan ini, baik materi yang dipelajari maupun kegiatan yang dilakukan dalam pendidikan guru penggerak yang tentunya sangat berkaitan dengan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). 1.2 Tujuan Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan pedagogi guru sehingga dapat menghasilkan profil guru penggerak sebagai berikut: 1. Mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi, dan kolaborasi; 2. Memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik; 3. Merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua; 2
4. Mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi satuan pendidikan yang mengoptimalkan proses belajar peserta didik yang berpihak pada peserta didik dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar satuan pendidikan; dan 5. Berkolaborasi dengan orang tua peserta didik dan komunitas untuk pengembangan satuan pendidikan dan kepemimpinan pembelajaran. 1.3 Manfaat Kegiatan Dalam menjalankan kegiatan Pendidikan Guru Penggerak terdapat manfaat yang dapat diterapkan baik bagi diri calon guru penggerak maupun ekosistem sekolah. Manfaat Pendidikan Guru Penggerak adalah sebagai berikut: 1. Bergeraknya komunitas belajar secara berkelanjutan sebagai tempat diskusi dan simulasi agar guru dapat menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai dengan potensi dan tahap perkembangan peserta didik; 2. Diterapkannya pembelajaran aktif oleh guru lain di lingkungan satuan pendidikannya dan lingkungan sekitar sebagai dampak bergeraknya komunitas guru secara berkelanjutan; 3. Terbangunnya rasa nyaman dan bahagia peserta didik berada di lingkungan satuan pendidikan; 4. Meningkatnya sikap positif peserta didik terhadap proses pembelajaran yang bermuara pada peningkatan hasil belajar; 5. Terwujudnya lingkungan fisik dan budaya satuan pendidikan yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik; dan 6. Terbukanya kesempatan bagi guru penggerak untuk menjadi pemimpin satuan Pendidikan 3
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Program Pendidikan Guru Penggerak Gambar 2. Banner LMS Pendidikan Guru Penggerak Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama 6 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Pendidikan Guru Penggerak (PGP) yang sejatinya mengembangkan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru sebagai bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar melalui pendidikan guru. Gambar 3. Linimasa Perjalanan Pendidikan Guru Penggerak 4
Materi dan kegiatan dalam program Pendidikan Guru Penggerak memiliki keterkaitan dengan substansi mata kuliah analisis berbasis masalah, literasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan yang memiliki tujuan agar guru dapat menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar pendidikan guru memiliki kemampuan literasi teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology literacy), inovasi (innovation), serta keterampilan berbahasa (language skills) yang digunakan untuk mengelola pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dan pembelajaran berbasis proyek (project based learning). 2.2 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional-Ki Hadjar Dewantara Gambar 4. Banner modul 1.1- Refleksi Filosofis Pendidikan NasionalKi Hadjar Dewantara Modul pertama yang dipelajari dalam pendidikan guru penggerak yaitu tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional-Ki Hadjar Dewantara. Modul 1.1 membahas lebih mendalam, dan mendemonstrasikan konsep pemikiran-pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan penerapan pendidikan abad ke-21 pada konteks lokal (nilai-nilai luhur sosial-budaya) di tempat asal; serta bersikap reflektif kritis terhadap pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya terhadap konteks pendidikan di daerah masing-masing. Intisari dari pemikiran KHD yang dipelajari pada modul 1.1 Pendidikan Guru Penggerak adalah pendidikan dan pengajaran, dasar-dasar pendidikan yang menuntun, kodrat alam dan kodrat zaman, dan Budi Pekerti. 5
Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009), “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya.” Gambar 5. Interpretasi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, peran guru hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka namun tetap waspada terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Mengenai Pendidikan dengan perspektif global, KHD mengingatkan bahwa pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal sosial budaya Indonesia, namun dalam melaksanakan 6
pendidikan KHD menegaskan agar guru tetap mendidik anak sesuai dengan sesuai dengan perkembangan zaman. Budi pekerti menjadi landasan dalam mendidik anak. Budi pekerti diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Semboyan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” menjadi pondasi bagi guru untuk mewujudkan pendidikan dan pengajaran yang memerdekakan. Kegiatan yang telah saya lakukan sebagai aksi nyata implementasi Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara adalah melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid menyesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman, belajar nyaman dan menyenangkan, melatih murid berkolaborasi dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Relevansi substansi modul 1.1 tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara dengan substansi mata kuliah PPG yaitu pada pengembangan kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional. 7
2.3 Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak Gambar 5. Banner modul 1.2 Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak Pada modul 1.2 kami mengeksplorasi mengapa dan bagaimana nilai-nilai dan peran seorang Guru Penggerak mampu menumbuhkan sekolah dan ekosistem pendidikan agar berpihak pada murid. Peranan nilai sangat penting dalam kehidupan tingkah laku sehari-hari. Guru Penggerak diharapkan untuk memimpin dan mengelola perubahan. Sebagai pemimpin perubahan, Guru Penggerak diharapkan mulai berlatih dan mengadopsi kebiasaan “berpikir sistem” sebagai pendekatan holistik yang berfokus pada bagaimana bagian-bagian penyusun sebuah ekosistem pendidikan saling terkait dan bagaimana bagian-bagian tersebut dari waktu ke waktu bekerja secara simultan dalam konteks lain atau sistem lain yang lebih besar. Gambar 6. Roda Nilai Guru Penggerak 8
Melalui program Pendidikan Guru Penggerak diharapkan mampu memiliki nilai-nilai guru penggerak sebagai berikut: (1) berpihak pada murid, (2) reflektif, (3) mandiri, (4) kolaboratif, serta (5) inovatif. Kelima nilai tersebut senantiasa diterapkan dalam diri seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran dan agen perubahan demi mencapai merdeka belajar dan terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Selain nilai-nilai Guru Penggerak diharapkan dapat memainkan peran untuk memimpin perubahan dalam ekosistem pendidikannya masing-masing. Terdapat 5 peran guru penggerak seperti tergambar dalam bagan berikut : Gambar 7. Peran Guru Penggerak di lingkup kelas, sekolah, dan lingkungan masyarakat Guru penggerak diharapkan dapat menjalankan 5 peran dalam transformasi pendidikan yaitu ; 1. Pemimpin Pembelajaran Menjadi pemimpin pembelajaran juga berarti menjadi pemimpin yang menaruh perhatian penuh secara sengaja pada komponen pembelajaran, seperti kurikulum (intra, ekstra, dan ko -kurikuler), proses belajar-mengajar, 9
refleksi dan asesmen yang otentik dan efektif, pengembangan guru, pemberdayaan dan pelibatan komunitas yang kesemuanya mendorong terwujudnya wellbeing dalam ekosistem pendidikan di sekolah. 2. Menjadi Coach Bagi Guru Lain Dalam menjalankan peran menjadi coach bagi guru lain, terutama terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran bagi murid di sekolah, Guru Penggerak dapat menemani dan menuntun rekan sejawat. Selain itu Guru Penggerak juga harus memberdayakan dirinya melalui refleksi atas hasil pengalaman pembelajarannya. 3. Pendorong Kolaborasi Guru Penggerak diharapkan mampu mengomunikasikan urgensi dari inisiatif perubahan pada pemangku kepentingan, terutama mereka yang kiranya dapat membawa dampak positif pada murid. 4. Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Student Agency) Guru Penggerak diharapkan mengambil peran untuk mewujudkan kepemimpinan murid. Dalam mewujudkan kepemimpinan murid, Guru Penggerak dapat menggunakan esensi dari Tut Wuri Handayani, sehingga menempatkan murid pada kursi pemegang kendali proses pembelajaran mereka sendiri. Guru Penggerak menuntun murid untuk mencapai merdeka belajar. 5. Penggerak Komunitas Praktisi Guru Penggerak diharapkan dapat mengambil peran untuk menggerakkan komunitas praktisi di sekolah atau wilayahnya agar komunitas praktisi dapat berjalan secara berkesinambungan terkait dengan upaya peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus membuahkan inovasi pembelajaran (cara baru atau cara pandang baru) yang berdampak positif bagi murid. 10
Kegiatan yang telah saya lakukan sebagai implementasi materi nilai nilai dan peran Guru Penggerak adalah melakukan pengembangan diri yang sederhana, konkret, dan rutin. Berbagi dan kolaborasi dengan rekan sejawat, orang tua murid dan stake holder. Substansi materi nilai-nilai dan peran guru penggerak relevan dengan substansi materi perkuliahan PPG analisis materi pembelajaran berbasis masalah, literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang merujuk pada; pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya, pembelajaran sosial emosional, prinsip pembelajaran dan assesmen, serta bahan kajian lainnya. 11
2.4 Visi Guru Penggerak Gambar 8. Banner modul 1.3 Visi Guru Penggerak Pada modul 1.3 kami mempelajari bagaimana merumuskan visi menuju perubahan dan kolaborasi dalam menumbuhkembangkan Profil Pelajar Pancasila pada murid serta mengupayakan pencapaian visi melalui prakarsa perubahan yang positif dan apresiatif. Dalam merumuskan visi dan prakarsa perubahan guru perlu mengenal pendekatan manajemen perubahan disebut dengan Inkuiri Apresiatif (IA) yang pertama dikembangkan oleh David Cooperrider (Cooperrider & Whitney, 2005; Noble & McGrath, 2016). IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik. sekolah kemudian menyelaraskan kekuatan tersebut dengan visi sekolah impian dan visi setiap warga sekolah. 12
Tahapan IA dalam bahasa Indonesia disebut dengan alur BAGJA (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi). Kegiatan yang telah saya lakukan adalah saya merancang visi guru penggerak dan membuat prakarsa perubahan dengan alur BAGJA, selain itu bersama dengan kepala sekolah dan rekan guru melakukan perubahan visi sekolah menjadi visi yang berpihak pada murid. Gambar 9. Ciri-ciri Tahapan BAGJA 13
2.5 Budaya Positif Gambar 10. Banner modul 1.4 Budaya Positif Dalam modul 1.4 tentang Budaya Positif kami memahami pentingnya membangun budaya positif di sekolah sesuai dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yaitu pendidikan yang berpihak pada murid. Budaya positif akan membantu guru mencapai visi. Dalam menciptakan budaya positif, penerapan disiplin positif dipraktikkan untuk menghasilkan murid yang berkarakter, disiplin, santun, jujur, peduli, dan bertanggung jawab. Pada pembelajaran modul budaya positif diberikan materi tentang penerapan disiplin positif di sekolah. Tujuan mulia dari penerapan disiplin positif adalah agar terbentuk murid-murid yang berkarakter, berdisiplin, santun, jujur, peduli, bertanggung jawab, dan merupakan pemelajar sepanjang hayat sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang diharapkan. Penerapan budaya positif di kelas dapat diawali dengan pembentukan keyakinan kelas. Apabila guru dan murid melaksanakan keyakinan kelas dengan penuh kesadaran maka diharapkan akan berpengaruh pada perubahan tingkah laku pada murid. Penerapan budaya positif di sekolah bermuara pada penguatan Profil Pelajar Pancasila yang harus dipegang teguh sebagai nilai kebajikan universal dan menjadi fondasi keyakinan sekolah atau keyakinan kelas yang disepakati oleh seluruh warga sekolah. 14
Kegiatan yang telah saya lakukan sebagai implementasi materi budaya positif adalah penerapan budaya positif di kelas dan Diseminasi Budaya Positif kepada rekan guru. 15
BAB III PENUTUP 2.5 Refleksi Program Pendidikan Guru Penggerak sangat berdampak bagi diri saya sebagai guru. Filosofi Ki Hadjar Dewantara sebagai fondasi awal kita melaksanakan pendidikan yang berpihak pada murid. Saya sebagai Guru Penggerak Angkatan 7 memiliki tanggung jawab untuk melakukan transformasi pendidikan baik di ekosistem sekolah maupun lingkup kelas dengan melaksanakan peran guru penggerak terutama sebagai pemimpin pembelajaran untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Pembelajaran pada Pendidikan Guru Penggerak memiliki keterkaitan dengan Program Pendidikan profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan. Pada mata kuliah pendalaman materi dalam program PPG Daljab bagi mahasiswa lulusan PGP diberikan penugasan untuk membuat laporan tentang kegiatan yang pernah dipelajari dan dilakukan selama melaksanakan Program Pendidikan Guru Penggerak sehingga kami dapat merefleksikan kembali pembelajaran dan kegiatan selama Pendidikan Guru Penggerak guna mencapai tujuan dari PPG. Kegiatan yang pernah dipelajari dan dilakukan selama melaksanakan Program Pendidikan Guru Penggerak menambah wawasan dan menjadi pengalaman berharga untuk diterapkan bagi diri sendiri sebagai guru, terhadap murid serta ekosistem sekolah, demikian juga dengan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) harapannya dapat berdampak pada diri saya sebagai guru untuk memiliki kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar pendidikan guru. 16
2.6 Tindak Lanjut Berdasarkan refleksi yang saya uraikan di atas maka rencana tindak lanjut yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut : 1. Selalu meningkatkan kompetensi diri dengan aktif mengikuti pelatihan atau workshop secara mandiri. 2. Berbagi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat di sekolah dalam melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid untuk wujudkan merdeka belajar dan Profil Pelajar Pancasila 3. Menyebarluaskan Program Pendidikan Guru Penggerak kepada rekan sejawat baik di sekolah maupun rekan guru di sekolah lain. 4. Berkolaborasi dengan kepala sekolah dan rekan guru untuk merancang visi yang berpihak pada murid. 5. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman 6. Membangun Budaya Positif di kelas dan ekosistem sekolah dengan penerapan disiplin positif. 7. Melakukan aksi nyata di sekolah untuk menerapkan materi yang dipelajari pada program Pendidikan Guru Penggerak. 17
DAFTAR PUSTAKA Rafael, Simon Petrus.2022. Modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional-Ki Hadjar Dewantara. Jakarta: Direktorat Jendral GTK Kemendikbudristek Dharma, Aditya.2022. Modul 1.2 Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak. Jakarta: Direktorat Jendral GTK Kemendikbudristek Dharma, Aditya.2022. Modul 1.3 Visi Guru Penggerak. Jakarta: Direktorat Jendral GTK Kemendikbudristek Nurcahyani, Andri dkk.2022. Modul 1.4 Budaya Positif. Jakarta: Direktorat Jendral GTK Kemendikbudristek Kemendikbudristek. 2023. Cari Tahu tentang Pendidikan Guru Penggerak. Diakses pada 24 September 2023. https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/detil-program/ Permendikbudristek. 2022. UU No.26 tentang Pendidikan Guru Penggerak. Jakarta: Kemendikbudristek iv
LAMPIRAN v 1. Pembukaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 2. LMS Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7
3. Pembelajaran Modul LMS PGP
4. Pembelajaran Modul LMS PGP
5. Konferensi dengan Fasilitator dan Instruktur
6. Pendampingan Individu 7. Lokakarya
8. Program yang Berdampak pada Murid 9. Festival Panen Hasil Belajar