The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Nur puspita dewi
X Mplb 4
Membuat Biografi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dewinurpuspita75, 2021-11-22 10:35:32

Biografi Jenderal Sudirman

Nur puspita dewi
X Mplb 4
Membuat Biografi

Keywords: 070606

Biography of
Jenderal Soedirman

Nur Puspita Dewi, X Mplb 4

Kata Pengantar
Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, akhirnya penulis dapat
menyelesaikan E-book Biography Jenderal Soedirman sebagai buku
biografi untuk semua kalangan. Semoga E-book ini dapat menjadi
sumber pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua. Penulis juga
menyadari bahwa penyusunan E-book ini masih jauh dari kata
sempurna. Dengan demikian, kritik, saran, dan masukkan yang
membangun akan sangat membantu penulis di kemudian hari.

Depok, November 2021

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar....................................................................... v
Judul...................................................................................... vi
Dartar isi............................................................................... vii

Profil Jenderal Soedirman....................................................... 1
Masa Kecil Jenderal Soedirman................................................ 2
Organisasi Jenderal Soedirman.................................................... 3
Perjuangan Jenderal Soedirman................................................... 4
Wafatnya Jenderal Soedirman........................................................ 5

Biodata Penulis............................................................................... 6

PROFIL JENDERAL SOEDIRMAN

Bernama asli Raden Soedirman lahir di Purbalingga, Jawa Tengah pada
24 Januari 1916 dari orangtua bernama Karsid Kartawiraji dan Siyem,
memiliki seorang saudara bernama Muhammad Samingan. Istrinya
bernama Alfiah dan memiliki 7 orang anak. Tempat kelahirannya
tepatnya berada di Bodas Karangjati, Rembang. Ia tidak dibesarkan
oleh orang tua kandung nya melainkan diadopsi oleh pamannya yang
seorang camat bernama Raden Cokrosunaryo, agar mendapatkan
kahidupan yang lebih mapan.

MASA KECIL JENDERAL SOEDIRMAN

Ia memang mendapatkan pendidikan layak sejak kecil dimulai pada
usia 7 tahun di HIS (Hollandsch Indlandsche School) pada tahun ke-7
pindah bersekolah ke Taman Siswa. Pada tahun berikutnya ia pindah
ke Sekolah Wirotomo karena pemerintah Belanda menganggap Taman
Siswa Ilegal. Ia adalah anak yang taat beribadah dan belajar mengenai
agama islam dari Raden Muhammad Kholil hingga mendapatkan
julukan Haji karena sering berceramah.

Pamannya wafat pada tahun 1934 dan hal itu menjadi pukulanberat
karena keluarganya menjadi jatuh miskin setelahnya, namun ia
dibolehkan untuk tetap bersekolah tanpa bayaran di Wirotomo. Ketika
remaja ia ikut mendirikan organisasi Islam bernama Hizbul Wathan
milik organisasi Muhammadiyah dan setelah lulus memimpin cabang
Cilacap. Sejak muda Sudirman memang sudah tampak memiliki bakat
kepemimpinan. Masyarakat segan dan hormat kepadanya. Setelah lulus
ia kemudian belajar kembali di Kweekschool yaitu sekolah khusus
calon guru Muhammadiyah, tetapi masalah biaya membuatnya
berhenti. Kemudian ia kembali ke Cilacap dan menjadi guru di Sekolah
Muhammadiyah, bertemu dengan Alfiah dan menikah, tinggal di
rumah mertuanya yang merupakan pengusaha batik kaya bernama
Raden Sosroatmodjo.

ORGANISASI JENDERAL SOEDIRMAN

Jenderal Soedirman mencatat bahwa selama mengajar ia juga tetap
aktif untuk merorganisasi di organisasi pemuda Muhammadiyah.
Setelah masa penjajahan Jepang di Indonesia pada 1942, kegiatannya
mengajar dibatasi bahkan sekolahnya diubah menjadi pos militer oleh
Jepang. Ia berunding dengan Jepang dan akhirnya tetap diperbolehkan
mengajar dengan perlengkapan yang terbatas. Di tahun 1944 ia
menjabat sebagai ketua dewan keresidenan bentukan Jepang, dan
menjadi awal mulanya memasuki dunia militer setelah diminta
bergabung dengan PETA dan menempuh pendidikan di Bogor.
Perjuangan Soedirman juga tidak kalah dengan riwayat biografi Bung
Tomo dan biografi W. R. Soepratman yang berujung di masa yang
berdekatan.

Setelah tamat pendidikan PETA, ia langsung menjadi komandan
batalyon kroya. Ketika proklamasi kemerdekaan, Sudirman bertemu
dengan Soekarno Hatta dan diberi tugas untuk mengawasi proses
penyerahan diri para tentara Jepang di Banyumas setelah mendirikan
divisi lokal dari Badan keamanan Rakyat. Pasukannya kemudian
dijadikan bagian dari Divisi V oleh Oerip Soemohardjo, panglima
sementara. Sudirman menjadi panglima Divisi V/Banyumas
berpangkat kolonel setelah terbentuknya TKR (Tentara Keamanan
Rakyat) atau BKR. Kemudian melalui konferensi TKR pada tanggal 2
November 1945, Sudirman terpilih menjadi Panglima Besar
TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selama
menunggu pelantikan sebagai panglima, ia memerintahkan agar
dilakukan serangan kepada pasukan Inggris dan Belanda di Ambarawa,
yang membuat rakyat semakin kuat mendukung Sudirman. Pada
tanggal 18 Desember 1945 Sudirman di berikan pangkat Jenderal dan
dilantik oleh Presiden.

MASA PERJUANGAN JENDERAL
SOEDIRMAN DALAM KEMERDEKAAN
INDONESIA

Biografi Jenderal Soedirman juga mencakup ketika dirinya menjadi
saksi dari berbagai upaya diplomatik Indonesia yang gagal dengan
tentara Belanda yang ingin kembali menjajah. Kegagalan pertama
adalah Perjanjian Linggarjati dimana Sudirman ikut menyusunnya,

dan juga sejarah Perjanjian Renville yang menyebabkan Indonesia
harus mengembalikan wilayah yang di ambil pada Agresi Militer
belanda l kepada Belanda, dan Indonesia harus menarik 35 ribu
tentaranya dan Perundingan Roem Roijen. Begitu juga adanya upaya
– upaya pemberontakan dari dalam negeri terutama dari peristiwa
G30SPKI di Madiun pada tahun 1948.

Sudirman mengatakan kepada Soekarno untuk melanjutkan perang
gerilya karena tidak percaya Belanda akan memenuhi janjinya, namun
Soekarno menolak. Sudirman terpukul dan menganggap hal itu turut
menyumbang andil pada penyakit tuberkulosis (TBC) yang
dideritanya, mengakibatkan paru-paru kanannya dikempeskan karena
infeksi pada November 1948. Ketika itu Sudirman yang juga terpukul
karena kematian Oerip pada tahun 1948 sempat mengamcam
mengundurkan diri, namun Soekarno juga mengancam untuk
melakukan hal sama sehingga Sudirman menyadari bahwa
pengunduran dirinya akan membawa ketidak stabilan bagi perjuangan.

Beberapa hari setalah Sudirman keluar dari rumah sakit, tepatnya pada
19 Desember 1948, Brlanda melakukan Agresi Militer belanda 2.
Sudirman bersama sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya
mengarah ke Selaran dan memulai gerilya selama tujuh bulan dalam
keadaan sakit parah, ditandu dan kekurangan fasilitas medis. Meraka
kabur dari kejaran pasukan Belanda dan mendirikan markas sementara
di Sobo, dekat Gunung Lawu. Ia memimpin kegiatan militer di Pulau
Jawa dari sini termasuk mengomandadoi Serangan Umum 1 maret
1949 di Yogyakarta, dipimpin oleh Lektol Soeharto. Kondisi fisiknya
yang terus menurun akhirnya memaksa Jenderal Sudirman untuk
mundur dari medan perang dan tidak bisa memimpin pasukannya
secara langsung.

WAFATNYA JENDERAL SOEDIRMAN

Penyakitnya semakin parah namun semangatnya untuk sembuh tidak
berkurang. Beliau terus kontrol kesehatan secara rutin ke Rumah Sakit.
Panti Rapih Yogyakarta, pada masa ketika pengakuan akan kedaulatan
Indonesia sedang dirundingkan dengan Belanda. Pada tanggal 27
Desember 1949, Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia
melalui Republik Indonesia Serikat (RIS). Pada waktu Sudirman
sedang dirawat di sanatorium Pakem dan pindah ke Magelang pada
Desember tahun 1949. Kurang lebih satu bilan setelah kedaulatan
Indonesia di akui Belanda, Jenderal Sudirman wafat pada tanggal 29
Januari 1950. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki
Yogyakarta dengan diiringi konvoi empat buah tank dan 80 buah
kendaraan bermotor, dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela
Kemerdekaan. Ketahui juga cerita para pahlawan lainnya dalam
biografi Pangeran Diponegoro, biografi Ki Hajar Dewantara, dan
biografi Ahmad Yani.

Ribuan raktay berkumpul hingga sepanjang dua kolometer mengiringi
prosesi pemakamannya dan mengibarkan berdera setengah tiang pada
hari kematiannya. Taktik geriliyanya kemudian ditetapkan sebagai
esprit de corps untuk tentara Indonesia, dam rute perang geriliya
sepanjang 100 kilometer yang dulu ditempuh Jenderal Sudirman harus
di jalani oleh para taruna Indonesia sebelum lulus dari akademi militer.
Wajahnya juga kerap ditampilkan pada uang kertas rupiah yanitu pada
tahun 1968, dan namanya juga kerap di abadikan sebagai nama jalan,

universitas, museum, dan juga monumen. Ia di tetapkan sebagai
Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 10 Desember 1964.
Sudirman di anugerahi gelar sebagai Jenderal Besar Anumerta pada
tahun 1997 dengan bintang lima, di mana pangkat tersebut hanya di
miliki oleh tiga orang di Indonesia hingga sekarang.

BIODATA PENULIS

NAMA : NUR PUSPITA DEWI
KELAS : X MPLB 4


Click to View FlipBook Version