Ilmu Pengetahuan Alam
e-booklet
Besaran
dan
Satuan
Kelompok 7
Untuk SD
E-Booklet Besaran dan Satuan
Kelas/Semester : 01/3
Oleh Kelompok 7
1. Aprilia Amini 3062056033
2. Dewi Sahara 3062056054
3. Rizka Syari'ah 3062056056
4. Wayan Loh Gita Sari 3062056070
Aplikasi Pengembang :
Can
va
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
STKIP PGRI Banjarmasin
2021
Kata Pengantar
Bismillahirrahmaanirrahiim
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas
berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami sebagai penyusun
dapat menyelesaikan tugas e-booklet Besaran dan Satuan ini. Pada
mata kuliah Kajian IPA SD II tepat pada waktunya.
Dalam pembuatan tugas ini mendapat bantuan dan dorongan dari
berbagai pihak, untuk itu tidak lupa penyusun mengucapkan
terima kasih yang sebesar besarnya kepada :
1. Ibu Ria Mayasari, M. Pd. selaku dosen mata kuliah Kajian IPA
SD II yang membimbing dan yang telah memberikan ilmunya
kepada kami.
2. Orang tua yang telah memberikan dorongan baik material
maupun spiritual.
3. Teman-teman yang telah memberikan saran dan kritiknya
dalam penyusunan e-booklet Besaran dan Satuan ini.
4. Serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusun tugas
ini.
Kami sebagai penyusun menyadari bahwa e-booklet Besaran dan
Satuan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak terdapat
kekurangan. Hal ini dikarenakan terbatasnya pengetahuan dan
kemampuan kami sebagai penyusun. Demikian, kami telah
berusaha dengan kemampuan yang ada dan yang kami miliki
untuk dapat menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya.
Penyusun berharap semoga e-booklet Besaran dan Satuan ini
dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan bagi semua pihak
yang membacanya.
Pengantar Isi Buku
Kita akan Kita akan
menyebutkan mencari tahu
berbagai satuan
pengertian
besaran besaran
dalam fisika.
dalam fisika.
Kita akan Kita akan mencari
mencari tahu tahu hasil
berbagai alat
ukur besaran pengukuran besaran
dalam fisika. dalam fisika dengan
menggunakan alat
ukur.
Selamat belajar teman-teman!
Besaran
1
Besaran
BESARAN = besaran
(quantity) adalah suatu yang
dapat diukur atau dinyatakan
dengan angka
Besaran Pokok Besaran Turunan
Besaran yang satuan- Besaran turunan adalah
satuannya telah besaran yang satuannya
ditentukan sebelumnya. diturunkan dari besaran
Penggunaan pokok. Diturunkan
besaran-besaran pokok artinya dijabarkan atau
dalam fisika telah diperoleh dari
disepakati secara penggabungan dengan
Internasional dan cara perkalian dan atau
diberlakukan di semua pembagian.
negara.
2
Besaran
Dalam sistem Internasional, besaran pokok terbagi menjadi 7 macam,
yakni:
1) Besaran Panjang, satuannya Meter (m)
2) Besaran Massa, satuannya Kilogram (Kg)
3) Besaran Waktu, satuannya Sekon (S)
4) Besaran Arus Listrik, satuannya Ampere (A)
5) Besaran Suhu, satuannya Kelvin (K)
6) Besaran Intensitas Cahaya, satuannya Candela (cd)
7) Besaran Jumlah Zat, satuannya Mole (mol)
3
Satuan
4
Satuan
Satuan atau unit digunakan untuk memastikan kebenaran
pengukuran atau sebagai nilai standar bagi pembanding alat ukur,
takar, timbang dan perlengkapannya untuk melindungi kepentingan
umum. Digunakan dalam berbagai disiplin ilmu untuk
mendefinisikan berbagai pengukuran, rumus dan data.
Satuan Baku Satuan Tidak Baku
Satuan Baku atau satuan Satuan tidak baku adalah
satuan yang dipakai secara
internasional adalah satuan lokal di daerah tertentu.
Satuan tidak baku seperti :
yang telah dikenal atau Jengkal, depa, hasta, gayung,
dan lain-lain.
ditetapkan secara
Internasional.
Satuan Internasional seperti ;
Meter, Kilogram, Sekon,
Ampere, dan lain-lain.
5
Pengukuran
6
Pengukuran
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas,
biasanya terhadap suatu standar atau satuan ukur. Pengukuran juga
dapat diartikan sebagai pemberian angka terhadap suatu atribut atau
karakteristik tertentu yang dimiliki oleh seseorang, hal, atau objek
tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas dan disepakati.
Pengukuran dapat dilakukan pada apapun yang dibayangkan, tetapi
dengan tingkat kompleksitas yang berbeda. Misalnya untuk mengukur
tinggi, maka seseorang dapat mengukur dengan mudah karena objek
yang diukur merupakan objek kasatmata dengan satuan yang sudah
disepakati secara internasional. Namun hal ini akan berbeda jika objek
yang diukur lebih abstrak seperti kecerdasan, kematangan, kejujuran,
kepribadian, dan lain sebagainya sehingga untuk melakukan
pengukuran diperlukan keterampilan dan keahlian tertentu.
7
Alat Ukur Besaran Pokok
Alat ukur besaran pokok terdiri dari mistar, rol meter, jangka sorong,
mikrometer sekrup, neraca atau timbangan, stopwatch, termometer,
amperemeter, dan luxmeter. Berikut ini akan kita bahas satu per satu:
1. Mistar
Mistar adalah alat ukur besaran pokok panjang (l). Alat ini
berbentuk plat panjang yang terbuat dari kayu, plastik (mika), atau
besi, kemudian dilengkapi dengan garis-garis skala pengukuran.
Skala pada mistar dibagi menjadi dua, yaitu skala utama dan skala
nonius (terkecil). Skala utama pada mistar dinyatakan dalam satuan
cm, sedangkan skala noniusnya dalam satuan mm. Tetapi,
kebanyakan mistar yang beredar saat ini dilengkapi dengan skala
tambahan dalam satuan inci. Skala terkecil mistar adalah 1 ml,
artinya panjang minimal yang bisa diukur oleh mistar adalah 1 ml
dengan ketelitian pengukuran setengah dari skala terkecilnya, yaitu
0,5 mm atau 0,05 cm.
Cara Kerja Mistar
Berikut ini adalah tata cara menggunakan mistar:
Dekatkan mistar dengan benda yang akan diukur
Pastikan tanda nol mistar sejajar dengan salah satu ujung benda.
Sekarang, perhatikan ujung yang satunya, baca angka terakhir pada
mistar yang sejajar dengan ujung tersebut, maka di dapatlah panjang
benda.
8
2. Rol Meter (Meteran)
Rol meter adalah alat ukur besaran pokok panjang dengan jarak
pengukuran yang lebih panjang dari mistar. Meteran kecil biasanya
mempunyai ukuran panjang 3 m dan 5 m. Sedangkan meteran panjang
yang biasanya dalam bentuk roll terdapat dalam ukuran 10 m, 20 m, 30
m, 50 m dan 100 m. Rol meter memiliki skala ukur yang sama dengan
mistar, yaitu skala utama dan skala terkecil. Satuan pada skala utama
meteran adalah sentimeter (cm) dan satuan pada skala terkecil adalah
milimeter (mm). Tingkat ketelitian meteran adalah 0,1 cm atau 1 mm.
Ada juga rol meter yang dilengkapi dengan skala inci pada sisi atas.
Jarak antara angka 0 dan 1 pada skala inci meteran lebih besar dari
satuan sentimeter, yaitu 1 inci panjangnya sama dengan 2,54 cm.
Cara Kerja Meteran
Berikut ini adalah cara menggunakan meteran yang baik dan benar:
Untuk mendapatkan hasil akurat, sebaiknya dilakukan dengan 2
orang
Orang pertama memegang ujung skala nol meteran, posisikan tepat
pada titik awal benda yang ingin diukur.
Orang kedua menarik pita meteran sampai ke titik akhir benda,
posisikan dengan benar.
Pastikan pita meteran benar-benar lurus, tidak ada bagian yang
bengkok atau miring.
Baca dan catat hasil pengukuran
9
3. Jangka Sorong
Jangka sorong (vernier caliper) adalah alat ukur besaran pokok panjang
(l). Alat ini berfungsi untuk mengukur panjang diameter dalam,
diameter luar, dan kedalaman benda.
Bagian-bagian utama jangka sorong yang melakukan pengukuran
tersebut adalah rahang atas, rahang bawah, dan tungkai belakang.
Skala pada jangka sorong terdiri dari skala utama dan skala nonius.
Skala utama terletak pada batang utama jangka sorong, dinyatakan
dalam satuan cm. Sementara, skala noniusnya terletak pada rahang
geser dinyatakan dalam satuan mm.
Skala terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm, artinya panjang minimal
yang bisa diukur oleh alat ini adalah 0,1 mm dengan ketelitian setengah
dari skala terkecilnya, yaitu 0,05 mm atau 0,005 cm.
10
Cara Menggunakan Jangka Sorong
1. Mengukur Diameter Luar
Geserlah rahang bawah geser jangka sorong ke kanan sehingga
benda yang diukur dapat masuk diantara kedua rahang (antara
rahang geser dan rahang tetap)
Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang.
Geserlah rahang geser ke kiri sedemikian sehingga benda yang akan
diukur terjepit oleh kedua rahang.
Putar sekrup pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi.
Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius.
2. Mengukur Diameter Dalam
Sesuaikan lebar rahang atas dengan menggeser rahang geser ke kiri
atau ke kanan agar bisa dimasukkan ke dalam rongga benda yang
akan diukur.
Masukkan rahang atas ke dalam rongga benda.
Geserlah rahang geser ke kanan sedemikian sampai menyentuh sisi
dalam benda ukur.
Putar sekrup pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi.
Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius.
3. Mengukur Kedalaman Benda
Sesuaikan panjang pendek tungkai ukur kedalaman dengan
menggeser rahang geser ke atas atau ke bawah.
Masukkan tungkai ukur kedalaman ke dalam lubang/rongga benda
yang akan diukur.
Atur kembali panjang pendek tungkai sampai dirasa pas sambil
mengatur posisi vertikal jangka sorong, pastikan berdiri tegak, tidak
miring.
Putar sekrup pengunci agar tungkai tidak bergerak lagi.
Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius.
11
4. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup adalah alat ukur besaran pokok panjang (l). Alat ini
berfungsi untuk mengukur panjang ketebalan benda-benda berbentuk
plat atau lembaran tipis, seperti seng, kertas, atau kawat. Bagian-bagian
utama pada mikrometer sekrup yaitu rahang putar, skala utama, skala
putar, dan silinder bergerigi. Skala utama mikrometer sekrup terletak
pada silinder lingkaran dalam, dinyatakan dalam satuan mm.
Sementara, skala noniusnya terletak pada rahang geser dinyatakan juga
dalam satuan mm. Skala terkecil mikrometer sekrup adalah 0,01 mm,
artinya panjang minimal benda yang bisa diukur oleh alat ini adalah
0,01 mm dengan ketelitian setengah dari skala terkecilnya, yaitu 0,005
mm atau 0,0005 cm.
Cara Kerja Mikroskop Sekrup
Berikut ini adalah cara kerja dari mikrometer sekrup:
Jepit benda yang akan diukur dengan selubung ulir dan kunci.
Perhatikan garis skala utama yang terdekat dengan tepi selubung
luar.
Perhatikan garis pada pada skala putar yang lurus dengan garis
horizontal skala utama.
Panjang benda yang diukur adalah hasil penjumlahan nilai skala
utama dan skala putar.
12
5.Neraca atau Timbangan
Neraca atau timbangan adalah alat ukur besaran pokok massa (m).
Neraca terdiri dari beberapa jenis antara lain, neraca dua lengan, neraca
langkah, neraca O'hauss, dan neraca elektronik. Pasa umumnya, neraca
terdiri dari bagian utama berupa mangkuk/wadah tempat meletakkan
benda yang akan diukur serta bagian skala pengukuran. Ketelitian
neraca ditentukan oleh jenis neraca yang digunakan. Misalnya, neraca
O'hauss memiliki ketelitian 0,01 g, neraca digital ketelitian 0,001 g, dan
neraca sama lengan dengan ketelitian 1 mg atau 0,001 g.
Cara Kerja Neraca atau Timbangan
Cara kerja neraca berbeda-beda disesuai oleh jenis neraca yang
digunakan. Sebagai contoh Neraca elektronik, benda yang akan diukur
diletakkan di atasnya dan secara otomatis neraca akan menampilkan
angka yang menyatakan massa benda.
13
6. Stopwatch
Stopwatch adalah alat ukur besaran pokok waktu (t). Alat ini dapat
diaktifkan dan dimatikan. Stopwatch diaktifkan ketika memulai
pengukuran dan pada akhir pengukuran bisa dihentikan. Ada dua jenis
stopwatch, yaitu stopwatch jarum dan stopwatch digital. Stopwatch
jarum memiliki ketelitian 0,1 s, sedangkan stopwatch digital memiliki
ketelitian hingga 0,01 s.
Cara Kerja Stopwatch
Pada stopwatch terdapat 1 tombol yang digunakan untuk memulai,
menghentikan, dan mereset stopwatch. Tombol tersebut berada di atas
stopwatch.
Jika stopwatch sudah di posisi 0, maka tombol ditekan 1 kali tandanya
memulai, jika ditekan lagi maka tandanya berhenti, dan jika ditekan lagi
maka akan mereset.
14
7. Termometer
Termometer adalah alat ukur besaran pokok suhu (T). Alat ini
memanfaatkan sifat pemuaian dan penyusutan benda akibat adanya
perubahan suhu. Termomenter terdiri dari beberapa jenis, antara lain
termometer zat cair, termometer logam (pyrometer), termometer
udara, termometer listrik, dan termometer elektronik. Sementara,
berdasarkan skalanya, ada empat jenis termometer yaitu termometer
Celcius, termometer Reamur, termometer Fahrenheit, dan termometer
Kelvin.
Cara Kerja Termometer
Adapun cara menggunakan termometer adalah:
Letakkan bagian ujung termometer pada benda yang akan diukur.
Bacalah skala pada termometer yang digunakan.
15
8. Amperemeter
Amperemeter adalah alat ukur besaran pokok kuat arus listrik (I) yang
melewati rangkaian listrik. Pemakaian alat ukur ini disisipkan ke dalam
rangkaian sehingga terhubung seri dengan komponen yang akan
dihitung kuat arusnya. Bagian-bagian amperemeter terdiri dari skala,
setup pengatur, dan kutub positif-negatif.
Cara Kerja Amperemeter
Berikut ini cara menggunakan amperemeter:
Hubungkan kaki-kai penyentuh amperemeter dengan kutub-kutub
yang benar. Kaki penyentuh negatif dihubungkan dengan kutub
negatif sumber arus, sedangkan kaki penyentuh positif dihubungkan
dengan kutub positif sumber arus.
Gunakan batas ukur amperemeter yang sesuai atau lebih tinggi dari
rangkaian. Misalnya, untuk mengukur kuat arus 75 mA digunakan
dengan batas ukur 100 mA.
16
9. Luxmeter (Light Meter)
Luxmeter adalah alat ukur besaran pokok intensitas cahaya. Satuan
ukuran luxmeter adalah lux. Luxmeter juga disebut digital light meter.
Luxmeter dilengkapi sensor cahaya yang sangat peka terhadap
perubahan jumlah cahaya yang diterima.
Cara Kerja Luxmeter
Sistem kerja dari alat luxmeter menggunakan sensor cahaya. Alat ini
cukup diletakkan di atas meja atau juga bisa dipegang setinggi 75 cm
dari atas permukaan tanah.
Layar penunjuk dari luxmeter akan menunjukkan angka yang
merupakan nilai dari intensitas cahaya tempat yang diukur.
17
Gambar Alat-alat Ukur
Ini namanya
"Mistar"
Kalau yang ini
"Meteran"
18
Gambar Alat-alat Ukur
Ini namanya
"Jangka
Sorong"
Kalau yang ini
"Mikrometer
Sekrup"
19
Gambar Alat-alat Ukur
Ini namanya
"Neraca atau
Timbangan"
Kalau yang ini
"Stopwatch"
20
Gambar Alat-alat Ukur
Ini namanya
"Termometer"
Kalau ini
"Amperemeter"
Dan yang ini
"Luxmeter"
21
Data Diri Penulis :
Nama
: Aprilia Amini
NPM : 3062056033
Kelas/Semester : 01/3
Tempat, tanggal lahir : Banjarmasin,
7 April 2002
Alamat : Handil Bakti, Kecamatan
Alalak
Riwayat Pendidikan :
1. SDN Tanipah 2 (2008-2014)
2. SMPN 1 Mandastana (2014-2017)
3. SMAN 1 Mandastana (2017-2020)
apriljournal7 Aprillia Amini 085780980417
22