JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 1.1
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.2 Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut? Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini? Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini? Saya menggunakan model 4F yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. Beliau adalah ahli pendidik dan fasilitator. Model yang di kembangkan oleh beliau adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4.
1.Fact (Peristiwa) 2. Feeling (Perasaan) 3. Findings (Pembelajaran) 4. Future (Penerapan)
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pembukaan secara daring, dan calon guru penggerak dibimbing untuk pengenalan LMS pada Simpkb masing-masing. kemudian pada tanggal 16-18 agustus 2023 CGP mengerjakan Pretes awal pada paket modul 1.1. Tentang filosofi pembelajaran Ki Hajar Dewantara, Belajar mandiri mulai dari diri, eksplorasi konsep sampai dengan forum diskusi yang di dampingi oleh fasilitator dan Pengajar Praktik. kemudian pada tanggal 27 Agustus diadakan lokakarya Orientasi secara daring dari pukul 08.00- 16.00. Dengan bimbingan ibu Juwariyem, Ibu Fitri dan Bapak Imam selaku Pengajar Praktik, Lokakarya Orientasi ini sangat menyenangkan dan merupakan pengalaman baru bagi saya dalam pembelajaran Calon Guru Penggerak menuju tahap-tahap berikutnya.
Dua Pekan sudah mulai tanggal 21 Agustus 2023 saya menjalani rutinitas sebagai calon guru penggerak di angkatan 9, Hingga sampai modul yang sedang berjalan yaitu modul 1.2 mulai tanggal 1 Septemmber 2023 sudah mulai menyelesaikan LMS mandiri mulai dari diri, dan eksplorasi kosep tentang pemahaman nilai-nilai dan peran guru penggerak.
Feeling ( Perasaan) Dua Pekan sudah saya mengikuti beberapa kegiatan Calon guru penggerak , yang saya rasakan di awal mengikuti kegiatan pendidikan adalah perasaan yang campur aduk antara senang dan bangga karena bisa mengikuti kegiatan pendidikan calon guru penggerak dan diberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kompetensi diri dan ikut berperan dalam perubahan pendidikan.Selain itu juga ada perasaan takut dan ragu tidak bisa mengikuti kegiatan pendidikan ini dengan baik karena benturan kegiatan sekolah, Terkadang juga muncul rasa minder karena melihat kecakapan teman-teman yang lain yang mayoritas hebathebat. Tetapi saya punya semangat untuk belajar dan berkembang sehingga percaya diri dengan bekal yang kuat untuk dapat menyelesaikan program guru penggerak dengan baik.Dalam kegiatan yang sudah berlangsung selama ini banyak ilmu yang saya dapatkan , mulai dari bagaimana menjadi pendidik yang seharusnya, bagaimana pendidik harus menghamba kepada anak,merancang strategi dan metode pembelajaran dalam mewujudkan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara.
Mendidik siswa sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, dengan tetap menjaga sosio kultural budaya yang ada di sekitarnya. Dalam serangkai kegiatan yang ada di LMS menyadarkan saya bahwa saya masih sangat jauh dari konsep dasar tentang pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara. Dengan mempelajari modul ini saya sangat berharap bisa merubah pendidikan di sekolah menuju trnsformasi pendidikan yang sesaui dengan zaman dan berlandasan jati diri bangsa.Namun saat ini saya mulai perlahan menerapkan konsep dasar Ki Hajar dewantara dalam Pembelajaran di kelas.Adapun ide yang ada dibenak saya adalah menerpakan pembelajaran yang inovatif , yang menyenangkan dan menrik minat siswa untuk belajar, agar pembelajaran tidak membosankan
Dari pembelajaran modul 1.1 tentang implementasi filososi pemikiran Ki Hajar Dewantara, saya berusaha untuk memahami dan mengimplementasikan secara maksimal, sehingga saya dapat menerapkan bahwa pentingnya peran pendidik. Saya berusaha menjadi guru yang di senangi dan dirindukan oleh siswa dengan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan dan berpihak pada siswa. Ki Hajar Dewantara menekankan agar pendidikan selalu memperhatikan kodrat alam, kodrat zaman,, kemanusiaan, kebudayaan, dan kebangsaan.Seperti Pemikiran Ki Hajar Dewantara ( KHD-2009) tentang pendidikan dan pengajaran “Pendidikan dan Pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya. ” itu artinya bahwa pendidikan itu merupakan suatu usaha yang berfokus pada proses pembentukan mental dan karakter suatu bangsa sesuai dengan lingkungannya.
artinya bahwa setiap siswa itu mempunyai bakat dan potensinya masingmasing. Wajib bagi pendidik melakukan assesmen diagnostik awal untuk mengetahui kebutuhan , profil, gaya belajar, metode belajar yang sesuai dengan kondisi siswa, sehingga kita sebagai pendidik dapat merancang pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan siswa yang lebih dikenal dengan istilah “ Berhamba pada siswa” . Selain itu proses pendidikan dan pembelajaran harus menerapkan budi pekerti yang luhur atau akhlak mulia dengan cara mengintegrasikan setiap proses dengan pencapaian Profil Pelajar Pancasila Yaitu Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinekaan Global, Gotong royong, mandiri, baernalar kritis dan kreatif.
Pembelajaran modul 1.1 saya termotivasi untuk berusaha melakukan yang terbaik dalam proses pendidikan yang seiring dan selaras dengan konsep dasar pemikiran filosofi Ki Hajar Dewantara, salah satunya seperti mengubah model dan metode pembelajaran yang dulu saya memberikan batas-batasan dalam tugas, kini siswa bisa menyelesaikannya sesuai kreatifitas masing-masing akan tetapi tetap sesuai dengan materi. Mengubah cara pandang terhadap siswa yang dulu hanya berorientasi pada nilai sekarang menjadi berorientasi pada proses. Melaksanakan pembelajaran yang berinovatif, dengan kolaborasi, mandiri dan menyenangkan sehingga yang dulu pembelajaran hanya berpusat pada guru, sekarang pembelajaran berpusat pada siswa.
Terima Kasih