GBT KRISTUS HIDUP
WARTA JEMAAT
TIDAK PERLU
KUATIR
AKAN APAPUN ITU
Edisi
9 - 15 Januari 2023
•RENUNGAN Senin, 9 Januari 2023
Bacaan Alkitab Kejadian 18 - 20
Hidup dengan kecemasan terasa seperti hidup dalam
pelarian kecuali Anda melarikan diri dari kehidupan
Anda sendiri.
Panik mengendap di dada saat Anda bersusah payah mencoba
menyelamatkan diri ke tempat yang aman yang sepertinya jauh
dari jangkauan. Kekuatiran berputar di kepala dalam kecepatan
yang membuat sulit untuk bernafas, dan rasa takut meluap,
membuat tidak mampu memutuskan dan ragu terhadap diri
sendiri.
Terdengar akrab? Ada tekanan yang terus menerus untuk tidak
menutup diri kita email yang tidak pernah berhenti,
pemberitahuan yang menumpuk di selular kita, dan jangan
lupakan juga perangkap perbandingan yang dibawa oleh media
sosial. Jadi, bagaiman kita bisa hidup dengan itu semua, saat
kita sadar bahwa sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil untuk
hidup tanpa kekuatiran?
Terlalu sering kita merasa tertekan oleh rasa bersalah karena
kita pikir orang Kristen tidak seharusnya merasa seperti ini.
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Senin, 9 Januari 2023
Namun bagaimana jika kita bisa berhenti berlari dari sesuatu
dan mulai berlari kepada seseorang? Kita bisa. Anda bisa. Janji
bahwa kita bisa hidup tanpa kuatir akan suatu hal tidak
didasarkan kepada apa yang bisa kita hasilkan tetapi
berdasarkan kehadiran Tuhan.
Periksa apa yang dikatakan di Filipi 4:6-7: Janganlah hendaknya
kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam
segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan
permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang
melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu
dalam Kristus Yesus.
Sendirian, kita tidak punya harapan saat berperang melawan
kecemasan. Tetapi dengan Tuhan? Kita punya akses kepada
hadirat-Nya, yang menawarkan damai yang bahkan tidak bisa
kita pahami. Apa yang lebih baik dari janji itu? Ini adalah proses
berkelanjutan. Dalam setiap situasi. Tiap kali kita mulai merasa
cemas, kita bisa datang kepada Tuhan untuk damai-Nya karena
damai adalah hasil dari kehadiran Tuhan.
Kecemasan seringkali tidak akan hilang secara instan. Waktu
demi waktu, proses berkelanjutan dalam mencari hadirat-Nya.
Selama beberapa hari ke depan, kita akan berbagi cerita tentang
orang-orang biasa yang berperang dengan kecemasan dan apa
yang mereka pelajari dalam perjalanan nya.
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Selasa, 10 Januari 2023
Bacaan Alkitab Kejadian 21 - 23
B agaimana jika kecemasan bisa membawa Anda lebih
dekat kepada Yesus? Jordan menghabiskan waktu
satu tahun penuh berdoa
untuk menghilangkan rasa cemasnya sampai akhirnya ia
temukan sesuatu yang jauh lebih dalam hubungan yang lebih
kuat bersama Yesus. Mungkin Anda bisa terhubung dengan
kisahnya: “Saya pikir saya akan mati.”
Itulah tepatnya yang saya pikirkan pada banyak malam tanpa
tidur tahun lalu. Saya coba untuk tertidur, hanya untuk
terbangun dalam ketakutan tanpa alasan tertentu. Dada terasa
sesak. Saya merasa seperti tersedak, dan saya tidak bisa
bernapas saat itu. Siklus itu akan terulang, dan akhirnya saya
pasrah tidur di sofa supaya saya berhenti membangunkan istri
saya.
Suatu hari, saya pergi ke dokter dan menjelaskan gejala yang
saya alami—dada yang sakit, kesulitan untuk tidur, dan
serangan panik. Setelah beberapa tes selama beberapa kali
kunjungan, dokter mendiagnosa saya dengan kecemasan. Boleh
saya berkata jujur? Hal itu membuat saya merasa gagal sebagai
seorang Kristen. Bukankah saya telah berdoa menentang ini
dengan cara yang benar?
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Selasa, 10 Januari 2023
Saya tidak seharusnya berurusan dengan ini, Saya berpikir
dalam diri sendiri, Saya seharusnya memiliki damai dan bukan
kuatir—itu yang Yesus katakan untuk saya lakukan!
Tetapi dosa membuat dorongan dan karunia-karunia ini
berbahaya. Ini menggoda kita untuk berpikir bahwa kita dapat
menemukan hati kita dengan mengetahui segalanya. Ini seperti
"Kalau saja aku bisa memahami ini atau itu, maka aku akan
mengamankan" jalan kehidupan. Tapi itu tidak pernah berhasil.
Di saat yang paling cemerlang, Anda masih tetap menjadi misteri
di dalam hidup Anda; bahkan terkadang misteri yang
menyakitkan. Kita semua menghadapi hal-hal yang tampaknya
tidak masuk akal dan tampaknya tidak bertujuan baik. Jadi
ketenangan tidak pernah ditemukan di dalam pencarian untuk
memahami semuanya. Tidak, ketenangan ditemukan di dalam
percaya akan Dia yang memahami segalanya dan mengatur
segalanya untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan kita.
Setelah mengikuti instruksi dokter dan mulai minum obat dalam
dosis kecil, saya terus berdoa agar kecemasan itu pergi. Saya
tidak mau lagi berurusan dengan hal ini. Dalam 2 Korintus 12,
terjemahan NIV, Paulus menjelaskan “duri dalam daging.”
Sementara kita tidak pernah mengetahui dengan pasti apa "duri"
nya Paulus, kecemasan pasti bisa dirasakan satu dari banyak
orang, termasuk saya. Paulus berkata bahwa ia memohon
kepada Tuhan tiga kali untuk mengambilnya, tapi sebaliknya,
Yesus berkata kepadanya, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,
sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Untuk kalangan sendiri
(penekanan ditambahkan)
•RENUNGAN Selasa, 10 Januari 2023
Kasih karunia Yesus cukup, bagaimanapun keadaannya. Saat
saya mulai berdoa untuk kesembuhan, saya mulai mendekat
kepada Yesus. Seperti Paulus, Tuhan tidak mengambil “duri”
saya. Namun, saya temukan diri saya lebih bersemangat
membaca Firman-Nya, dan saya berdoa lebih banyak
dibandingkan sebelumnya.
Saya pikir apa yang saya butuhkan adalah kesembuhan atas
kecemasan saya. Pada kenyataannya, saya lebih membutuhkan
Yesus. Sekarang, saya tidak mengatakan jika saya sudah lebih
dekat dengan Yesus saya tidak akan merasa cemas lagi. Saya
juga tidak akan berhenti berdoa agar kecemasan itu pergi. Saya
terus berdoa untuk dibebaskan dari duri ini sama seperti yang
Paulus lakukan.
Namun sesuatu yang jauh lebih baik terjadi atas saya lebih
daripada sembuh secara instan dari kecemasan: Saya
mengembangkan pemahaman lebih dalam akan Tuhan dan
hubungan yang lebih kaya bersama Dia. Dari pada sekedar
berdoa untuk rasa damai, saya temukan diri saya lebih dekat
dengan Raja Damai. Saat saya mulai kuatir tentang masa depan,
saya ingatkan diri saya bahwa Dialah Alfa dan Omega yang awal
dan yang akhir, yang pertama dan yang terakhir.
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Rabu, 11 Januari 2023
Bacaan Alkitab Kejadian 24 - 26
A pakah damai benar-benar dimungkinkan hari ini?
Cheri melanjutkan pencarian 11 tahun lalu untuk
mencari tahu. Berikut apa yang ia temukan sepanjang
pencarian: Saya mengingatnya dengan jelas. Hari di saat saya
memutuskan bahwa saya tidak bisa lagi hidup seperti ini. Di
sinilah saya, pengikut Kristus yang penuh pengabdian, merespon
kehidupan seperti kebanyakan orang. Saya hidup dalam
ketakutan dan kekuatiran, meskipun saya tahu seharusnya tidak
demikian! Dengan konsisten saya membaca Firman Tuhan untuk
tidak takut dan tidak kuatir akan apapun juga. Tapi hal itu
terdengar mustahil!
Tuhan berkata banyak tentang takut di dalam Alkitab dan
penawarnya: damai. Dalam satu contoh, Yesus dan pengikut-Nya
sedang di atas kapal menyeberangi Laut Galilea ketika badai
besar menerpa untuk menenggelamkan mereka. Mereka semua
berjuang untuk dapat bertahan, dan apa yang sedang Yesus
lakukan? Ia sedang tertidur! Tepat di tengah badai.
Para murid berkata, ““Guru, Engkau tidak perduli kalau kita
binasa?” Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata
kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan
danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka:
“Mengapa kamu begitu takut? MeUnngtaupak kkaamlauntgidaakn pseerncadyiari?”
Markus 4:40 TB
•RENUNGAN Rabu, 11 Januari 2023
Hal itu cukup menyimpulkan pembicaraan antara saya dengan
Tuhan. Saya bisa merasakan Ia bertanya mengapa saya takut,
dan saya menjawab, Bukankah sudah jelas? Lihatlah situasiku!
Siapa yang tidak akan takut atau tidak menjadi kuatir?
Dalam pencarian saya akan kedamaian, beberapa hal menjadi
sejelas kristal.
1.Keadaan saya menentukan tingkat kedamaian yang saya
miliki. Bila situasi kehidupan berjalan baik, di situlah saya
merasa damai. Jika badai mengelilingi saya, saya tertekan,
cemas, dan lelah sepanjang waktu—kelelahan yang berasal
dari emosi saya. Saya seperti para murid di tengah badai.
Saya takut akan badai, luka, dan bingung karena saya pikir
Tuhan tidak peduli. Tapi Yesus membawa saya ke poin saya
yang berikutnya.
2.Yesus mencoba untuk mengajar saya bahwa kedamaian itu
sesuatu yang mungkin, tidak peduli badai. Apakah Anda juga
terhubung dengan pertempuran ini? Tidak mudah, bukan?
Saya masih terus bergumul untuk bisa memahami bagaimana
Yesus bisa mengharapkan saya untuk bisa mengalami damai
saat di tengah badai, bertanya-tanya apakah Dia sungguh
peduli, ketika saya menyadari titik terobosan saya yang
berikutnya.
3.Badai saya menunjukkan tingkat keyakinan saya. Damai bukan
berarti segala sesuatu dalam hidup Anda berjalan dengan
baik. Artinya tetap ada dalam kedamaian saat badai
mengguncang hidup Anda. Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Rabu, 11 Januari 2023
Saya belum belajar untuk mempercayai Tuhan dan
menemukan damai bahkan dalam badai tersebut. Sudahkah
Anda menyadarinya?
Jelas sekali saya punya ruang untuk bertumbuh. Tetapi saya
belajar bahwa jalan menuju kedamaian ditemukan melalui
percaya dan menetapkan pikiran kita pada Dia yang tidak pernah
diresahkan oleh badai. Hal ini tidak terjadi dalam semalam, tapi
sedikit demi sedikit, lebih banyak kedamaian dan ketenangan
meremajakan kembali jiwaku yang lelah dan lemah.
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Kamis, 12 Januari 2023
Bacaan Alkitab Kejadian 27 - 29
Y esus menemui kita di tengah kecemasan, bahkan
ketika kita tidak merasakan Dia pada awalnya.
Chelsea pertama kali mengalami kecemasan setelah
lulus dari perguruan tinggi. Inilah kisahn tentang bagaimana
Allah membawanya keluar dari kegelapan dan ke dalam
kedamaian-Nya.
Perasaan takut, kuatir dan depresi sangatlah nyata. Saya hampir
tidak bisa makan karena mual setiap hari. Saya tidur lebih dari 12
jam setiap malam, namun setiap pagi itu adalah perjuangan untuk
membuat saya bangun dari tempat tidur. Saya begitu sibuk
dengan pikiran saya sendiri sehingga hampir setiap hari saya tidak
berbicara. Saya mencari bantuan dari keluarga saya, dokter,
penasihat, pendeta, dan teman-teman, tetapi hari-hari kelam saya
sepertinya tidak pernah berakhir.
Kita semua mengalami hari-hari yang gelap. Dan hari-hari gelap
itu bisa berlangsung berminggu-minggu. Atau berbulan-bulan.
Atau bertahun-tahun. Tetapi jika Anda mengetahui kisah Jumat
Agung, pada hari Yesus memberikan hidup-Nya untuk Anda, Anda
tahu ada kabar baik, teman-teman. Jumat gelap, tapi hari Minggu
akan datang!
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Kamis, 12 Januari 2023
Kita memiliki harapan dalam kegelapan, dan harapan kita
mempunyai nama. Namanya adalah Yesus. Pada hari tergelap
saya, hari Jumat di bulan Juli, saya akhirnya mendekat kepada-
Nya sama seperti Dia sudah mendekati saya. Saya berdoa:
Yesus, bantu aku menolak kebohongan musuh.
Yesus, bantu aku mengatasi hatiku yang gelisah.
Yesus, bantu aku percaya bahwa Engkau memegang kendali.
Yesus, bantu aku percaya bahwaRoh yang membangkitkan-Mu
dari kematian berdiam di dalam diriku.
Dan dua hari kemudian, pada hari Minggu, saya bangun tanpa
beban depresi dan tanpa perasaan cemas. Untuk pertama
kalinya dalam waktu yang begitu lama, saya bisa merasakan
kedamaian-Nya. Dan saya mengalami penyembuhan ajaib yang
hanya bisa dijelaskan oleh kebaikan Tuhan.
Selama masa-masa kelam saya, Yesus memberi saya harapan.
Bahkan ketika saya tidak bisa merasakan Dia, Dia ada di sana.
Setiap hari saat saya merasa jauh dari-Nya, Dia menarik saya
lebih dekat kepada-Nya. Saya tidak tahu apakah Anda akan
mengalami kesembuhan yang ajaib dan tiba-tiba seperti saya.
Tetapi saya tahu pasti bahwa Allah menyertai Anda dalam
kesakitan. Yesus memahami penderitaan manusia. Dan Dia peduli.
Dia sangat peduli sampai Dia meninggalkan Surga dan mati bagi
kita untuk mengakhiri kegelapan kita sekali untuk selamanya.
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Jumat, 13 Januari 2023
Bacaan Alkitab Kejadian 30 - 32
A pakah Anda pernah merasa bersalah karena menjadi
orang Kristen yang tidak “tidak kuatir akan apapun”?
Apakah merasa kuatir membuat Anda lebih kuatir lagi
karena Anda merasa Anda tidak seharusnya merasakannya? Lori
juga merasakan hal yang sama sampai dia menemukan sesuatu
yang merubah semuanya.
Pernikahan saya berantakan. Saya memikul semua tanggung
jawab sendirian dari membesarkan tiga anak, dua di antaranya
adalah remaja (Tuhan, tolong aku!). Bekerja, memasak,
membersihkan, memperbaiki, membiayai, mendukung,
mencintai, menyediakan semua tanggung jawab saya.
Kekhawatiran saya menjadi berlebihan dan saya tidak tahu harus
melakukan apa.
Saya mencoba melakukan semua yang dapat saya pikirkan:
konseling, meditasi, pengobatan, musik, olahraga, membaca
Alkitab, apapun! Tidak ada yang dapat menghilangkan rasa kuatir
tersebut. Jangan salah paham, melakukan semua hal-hal itu
sangat membantu. Saya belajar menggunakan semua yang saya
butuhkan untuk memusatkan diri saya pada Kristus lagi. Tetapi
saya masih bergumul. Melihat ke belakang, 1 hal yang saya sadar
saya tidak lakukan adalah "tidak mencoba"
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Jumat, 13 Januari 2023
Jika Anda baca di Alkitab, Anda akan menemukan banyak ayat
tentang kekhawatiran. Saya tahu karena saya sedang mencari
formula ajaib untuk membantu saya menaklukkannya sekali
untuk selamanya. Dalam pencarian saya, saya menemukan
sesuatu yang tidak terduga. Dibutuhkan perhatian Anda untuk
melihatnya, tetapi dalam ayat-ayat ini ada petunjuk yang jelas
dari Bapa kita untuk tidak melakukan apa pun. Ya, serius tidak
melakukan apa pun.
Dalam Matius 11:28 TB, Yesus berkata, "Datanglah kepada-Ku
kamu semua yang lelah dan mempunyai beban berat. Aku akan
membuat supaya kamu boleh tenang." Dia yang melakukan
sesuatu, bukan kita. Kita hanya perlu datang kepada-Nya. Dalam
Yohanes 14:27 TB, Dia berkata, "Damai sejahtera Kutinggalkan
bagimu. Damai sejahtera-Ku sendiri Kuberikan kepadamu …"
Apakah Anda melihat temanya? Dia memberikan damai kepada
kita. Dia memberikan kepada kita rasa tenang. Kita tidak
melakukan apa-apa.
Lagi di Matius 6:25-34 TB, perikop yang terkenal ini memberi
tahu kita untuk tidak kuatir, karena Allah bahkan "mendandani
rumput di ladang," jadi berapa banyak lagi yang akan Dia urus
untuk kita? Kita disuruh untuk "carilah dahulu Kerajaan Allah …
maka semuanya itu akan diberikan" kepada kita. Itu benar
apakah Anda mengerti itu? Diberikan!
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Jumat, 13 Januari 2023
Tuhan adalah pemberi. Dia memiliki jawaban, dan Dia
mendukung kita. Beberapa hal yang tidak dapat kita lakukan
sendiri, tetapi begitulah rancangan Dia. Bagi kita untuk
membutuhkan Dia.
Semua hal yang saya khawatirkan berjalan dengan baik, dengan
satu atau lain cara. Sampai pada akhirnya saya bisa menarik
napas, beristirahat, benar-benar datang kepada Yesus, diam,
melepaskan semua detail, memberi tahu Tuhan bahwa saya
benar-benar percaya kepada-Nya dan kemudian belajar untuk
tidak melakukan apa pun akhirnya saya menemukan kedamaian.
Pada akhirnya, doa-doa saya menjadi kurang tentang situasi
saya dan lebih banyak tentang kepercayaan saya kepada-Nya.
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Sabtu, 14 Januari 2023
Bacaan Alkitab Kejadian 33 - 35
B Bagaimana jika Anda bisa memuji Tuhan bahkan di
tengah kesakitan? Brian mengalami kecemasan yang
juga menyebabkan beberapa gejala fisik.
Tapi melalui pengalaman yang ia alami, ia temukan bahwa ia
masih memiliki banyak hal untuk disyukuri. Berikut ceritanya:
Pertama kali saya berurusan dengan kecemasan akut dan
kepanikan beberapa tahun yang lalu ketika tinggal di negara asing
selama tahap kehidupan yang menantang. Sementara mencoba
untuk mempelajari bahasa yang baru, memulai usaha, menjadi
terang Kristus dimana hampir tidak ada gereja, dan sebagai orang
tua anak kembar berusia satu tahun, seolah-olah saya sedang
turun ke lembah yang gelap secara bertahap.
Selama beberapa bulan, saya menderita sakit di bagian dada,
sakit kepala dan penyakit lainnya yang merupakan pengantar atas
rasa takut dan kuatir tidak seperti yang pernah saya alami.
Sampai titik ini dalam hidup saya, saya tidak pernah benar-benar
berjuang atas rasa kuatir, dan jika saya mau jujur, saya bahkan
membanggakan diri sebagai seorang yang berani mengambil
resiko. Tetapi segera saya mulai memikirkan skenario terburuk
yakin sesuatu yang serius terjadi dengan saya atau bahwa
sesuatu yang buruk akan terjadi pada keluarga saya.
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Sabtu, 14 Januari 2023
Orang-orang bertanya apakah kecemasan saya berdasarkan
keadaan, kondisi fisik, atau kerohanian. Setelah
mempertimbangkan sedikit, saya cukup yakin bahwa jawabannya
adalah "ya." Saya percaya bahwa seringkali ada banyak hal yang
berperan. Stres memiliki cara untuk mendidihkan sesuatu ke titik
di mana bahkan orang-orang dengan toleransi tertinggi pun
rentan terhadap kekuatan yang dibangun.
Juga, seperti keterbatasan fisik atau penyakit lainnya, beberapa
dari kita mengalami saat-saat ketika bahan kimia tubuh kita tidak
seimbang. Sebagai tambahan, musuh rohani kita terlihat seperti
pencari kesempatan saat menyerang, memukul di area kelemahan
kita.
Dalam tantangan Paulus yang terkenal untuk tidak kuatir terhadap
apapun juga dalam Filipi 4:6-7, ia meminta kita bukan hanya
untuk berdoa saja melainkan juga untuk bersyukur. Konteks
perintah dari Paulus bukan di saat kemenangan atau setelah
menerima terobosan mukjizat. Pada kenyataan nya, Paulus sendiri
sedang menghadapi situasi yang cukup buruk. Ia menulis kepada
jemaat Filipi dari dalam penjara dan sedang menghadapi masa
depan yang tidak menentu. Namun, suratnya mencerminkan
sukacita mendalam dan sikap sukacita.
Untuk kalangan sendiri
•RENUNGAN Sabtu, 14 Januari 2023
Jadi di tengah rasa sakit, kita pun bisa menaikkan pujian. Saya
tidak percaya Paulus sedang meminta kita untuk mengucap
syukur tanpa ketulusan. Saya pikir Paulus sedang menantang
kita untuk bersyukur di mana rasa terima kasih sepertinya sudah
tidak ada, bahkan di tengah pergumulan apapun yang sedang
kita alami.
Saya temukan bahwa saya tidak pernah tidak punya hal yang
perlu dirayakan. Bahkan di saat ujian paling sulit yang sedang
saya hadapi, selalu ada hal yang perlu saya syukuri. Merenungkan
itu dan mengucapkan syukur kepada-Nya membantu mengubah
perspektif saya dan mengkalibrasi ulang pikiran saya.
Pikiran negatif atau stres yang berlebihan dapat menciptakan
perasaan tentang malapetaka yang akan datang. Namun ketika
menyatakan rasa terima kasih saya kepada Tuhan sebagai
tindakan disiplin yang dipaksakan, saya sering mengalami beban
itu mulai terangkat.
Itu tidak berarti ada rumus tipuan untuk kehidupan yang bebas
dari kecemasan. Tetapi prinsip memuji Tuhan bahkan saat melalui
rasa sakit adalah jalan menuju kehadiran-Nya yang memberi
hidup, yang memberi kita kedamaian.
Untuk kalangan sendiri
JADWAL YANG BERTUGAS
JADWAL PELAYANAN DOA PUASA
KAMIS Penyembahan : Ibu Ria
Renungan : Bpk Paul
12
JANUARI
2023
JADWAL PELAYANAN IBADAH PEMUDA
SABTU Worship Leader : Sdr Putra
14 Singer : Sdr Ernest
JANUARI
2023
JADWAL PELAYANAN IBADAH RAYA
MINGGU Worship Leader : Ibu Bunga
15 Singer : Ibu Anis, Sdri Moniq, Ibu Kristiani
JANUARI LCD : Sdr Putra
2023
Usher : Sdri Ezra, Sdr Aldo, Sdri Ida
Untuk kalangan sendiri
JADWAL IBADAH SEPEKAN
RABU Ibadah Lansia
11 Pukul 17.30 WIB
JANUARI Ibadah Doa Puasa
2023
Pukul 18.30 WIB
KAMIS
Ibadah Kaum Wanita
12
Pukul 18.00 WIB
JANUARI
2023 Ibadah Pemuda
JUMAT Pukul 19.00 WIB
13 Ibadah Raya Umum
JANUARI Sesi 1 : 06.00 WIB
2023 Sesi 2 : 07.30 WIB
SABTU
14
JANUARI
2023
MINGGU
15
JANUARI
2023
Untuk kalangan sendiri
Kami atas nama GBT Kristus Hidup Mengucapkan
"Selamat Ulang Tahun" bagi Bapak, Ibu dan
Saudara/Jemaat yang berulang tahun pada tanggal
9 - 15 Januari 2023
Bpk Joko Josephine
12 Januari 12 Januari
Surya
13 Januari
POKOK DOA
Mohon senantiasa dibawa dalam doa :
1. Bagi Bangsa Indonesia Bagi Kota Surabaya
2. Bagi Gereja-gereja di Indonesia
3. Bagi Pendeta, Penginjil, Sekolah Alkitab di Indonesia
4. Bagi Gereja GBT Kristus Hidup Bagi Gembala, Para Penatua,
Pelayan-pelayan Tuhan dan Jemaat GBT Kristus Hidup
Tetapi tidak mengapa, sebab
bagaimanapun juga, Kristus
diberitakan, baik dengan
maksud palsu maupun
dengan jujur. Tentang hal itu
aku bersukacita. Dan aku
akan tetap bersukacita
Filipi 1 : 18
GBT KRISTUS HIDUP
JL. SAMBIARUM LOR 49-53, SURABAYA
https://linktr.ee/gbt.ktistushidup