MODUL IPS EKONOMI FASE E 51 V. Latihan Soal 1. Apakah yang dimaksud dengan TP, MP dan AP? 2. Tuliskan bentuk matematika produk marginal dan produk rata-rata! 3. Apakah yang dimaksud the law of diminishing margnal return? 4. Sebutkan tahapan dari the law of diminishing margnal return?
MODUL IPS EKONOMI FASE E 52 Pembelajaran 15 Biaya Produksi I. Capaian Pembelajaran Memahami konsep keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk table dan kurva. II. Landasan Tauhid Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orangorang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apa-bila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah Ayat 282) III. Tujuan Pembelajaran 10.15 Setelah kegiatan pembelajaran 15 ini diharap peserta didik mampu mengetahui konsep biaya produksi dengan baik. IV. Uraian Materi Secara sederhana, biaya produksi adalah seluruh biaya yang harus dikeluarkan perusahaan atau bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa. Biaya ini mencakup semua hal yang dikeluarkan dari awal sampai barang siap dijual ke konsumen atau pasar. Dari definisi tersebut, terlihat dalam satu proses produksi akan banyak sekali komponen biaya yang harus diperhitungkan. Agar lebih mudah untuk mengukur biaya yang beragam tersebut kita dapat mengelompokkannya menjadi seperti berikut: A. Fixed Cost (FC) Fixed cost adalah biaya yang harus ada dalam produksi, tidak terpengaruh oleh besar kecilnya kuantitas barang dan jasa yang diproduksi. Fixed cost Harus tetap dikeluarkan walaupun sedang tidak melakukan produksi. Misalnya sewa gedung, gaji karyawan, hutang dan lain sebagainya.
MODUL IPS EKONOMI FASE E 53 B. Variable Cost (VC) Variable cost adalah biaya-biaya yang dikeluarkan sesuai dengan besarnya kuantitas. makin besarnya kuantitas, maka semakin besar juga variable cost -nya. Misalnya Bahan baku untuk memproduksi output, bahan bakar dan lain sebagainya C. Total Cost (TC) Total cost adalah biaya keseluruhan yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang dan jasa. Biaya ini didapatkan dari menjumlahkan fixed cost dengan variabel cost. Jika dilihat secara matematis sebagai berikut: TC = FC + VC Agar lebih memahami tentang FC, VC dan TC maka perhatikan table dan kurva berikut. D. Marginal Cost (MC) Biaya Marginal adalah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit tambahan output. Dalam matematis MC bisa dilihat sebagai berikut: = − − Peraga 12 Table FC, VC dan TC Peraga 13 Kurva FC, VC dan TC Kuantitas (Q) FC VC TC 0 Rp 550.000 Rp - Rp 550.000 1 Rp 550.000 Rp 300.000 Rp 850.000 2 Rp 550.000 Rp 550.000 Rp 1.100.000 3 Rp 550.000 Rp 750.000 Rp 1.300.000 4 Rp 550.000 Rp 1.050.000 Rp 1.600.000 5 Rp 550.000 Rp 1.550.000 Rp 2.100.000 6 Rp 550.000 Rp 2.250.000 Rp 2.800.000 7 Rp 550.000 Rp 3.150.000 Rp 3.700.000 8 Rp 550.000 Rp 4.250.000 Rp 4.800.000 9 Rp 550.000 Rp 5.550.000 Rp 6.100.000 10 Rp 550.000 Rp 7.050.000 Rp 7.600.000 Rp- Rp500.000 Rp1.000.000 Rp1.500.000 Rp2.000.000 Rp2.500.000 0 1 2 3 4 5 6 FC VC TC
MODUL IPS EKONOMI FASE E 54 E. Average Fixed Cost (AFC) Biaya tetap yang dibutuhkan untuk satuan hasil produksi. Jika ditulis dalam bentuk matematis sebagai berikut: = F. Average Variable Cost (AVC) Biaya variabel untuk tiap unit yang dihasilkan. Secara matematis average variable cost dapat ditulis sebagai berikut. = G. Average Cost (AC) Jika dibandingkan dengan pendapatan rata rata perusahaan, anda akan mengetahui apakah perusahaan tersebut mengalami keuntungan atau sebaliknya. average cost adalah jumlah biaya produksi per unit yang dihasilkan dari biaya tersebut. Adapun besaran biaya rata-rata ini dihitung dengan cara membagi semua total biaya dengan jumlah biaya produksi. Jika dilihat dalam matematis sebagai berikut: = Untuk memahami MC, AFC, AVC dan AC perhatikanlah tabel dan kurva berikut: Kuantitas (Q) FC V C TC MC AFC AVC AC 0 Rp 550.000 Rp - Rp 550.000 Rp - Rp - Rp - Rp - 1 Rp 550.000 Rp 300.000 Rp 850.000 Rp 300.000 Rp 550.000 Rp 300.000 Rp 850.000 2 Rp 550.000 Rp 550.000 Rp 1.100.000 Rp 250.000 Rp 275.000 Rp 275.000 Rp 550.000 3 Rp 550.000 Rp 750.000 Rp 1.300.000 Rp 200.000 Rp 183.333 Rp 250.000 Rp 433.333 4 Rp 550.000 Rp 1.050.000 Rp 1.600.000 Rp 300.000 Rp 137.500 Rp 262.500 Rp 400.000 5 Rp 550.000 Rp 1.550.000 Rp 2.100.000 Rp 500.000 Rp 110.000 Rp 310.000 Rp 420.000 6 Rp 550.000 Rp 2.250.000 Rp 2.800.000 Rp 700.000 Rp 91.667 Rp 375.000 Rp 466.667 7 Rp 550.000 Rp 3.150.000 Rp 3.700.000 Rp 900.000 Rp 78.571 Rp 450.000 Rp 528.571 8 Rp 550.000 Rp 4.250.000 Rp 4.800.000 Rp 1.100.000 Rp 68.750 Rp 531.250 Rp 600.000 9 Rp 550.000 Rp 5.550.000 Rp 6.100.000 Rp 1.300.000 Rp 61.111 Rp 616.667 Rp 677.778 10 Rp 550.000 Rp 7.050.000 Rp 7.600.000 Rp 1.500.000 Rp 55.000 Rp 705.000 Rp 760.000 Rp1.600.000 Rp- Rp200.000 Rp400.000 Rp600.000 Rp800.000 Rp1.000.000 Rp1.200.000 Rp1.400.000 Rp1.600.000 0 2 4 6 8 10 12 MC AFC AVC AC Peraga 14 Table MC, AFC, AVC & AC Peraga 15 Kurva MC, AFC, AVC & AC
MODUL IPS EKONOMI FASE E 55 V. Latihan Soal 1. Seluruh biaya yang harus dikeluarkan perusahaan atau bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa disebut …. A. harga permintaan B. biaya produksi C. biaya overhead D. biaya langsung E. biaya tetap 2. Biaya sewa gedung, biaya administrasi, dan pajak perusahaan termasuk kategori biaya …. A. fixed cost B. variable cost C. total cost D. marginal cost E. average fixed cost 3. Biaya yang besarnya bergantung pada berlangsung tidaknya proses produksi pada suatu perusahaan disebut … A. fixed cost B. variable cost C. total cost D. marginal cost E. average fixed cost 4. Berikut ini hal-hal yang dianggap benar berkaitan dengan biaya produksi, kecuali …. A. Kurva average fixed cost (AFC) berbentuk horizontal B. Kurva marginal cost (MC) memotong kurva average cost (AC) di titik minimum. C. Kurva variable cost (VC) naik dari kiri bawah ke kanan atas dimulai dari titik origin. D. Kurva avarage cost (AC) berada di atas kurva average variabel cost (AVC) E. AC = AFC + AVC 5. Suatu perusahaan memproduksi 7 unit output dengan avarage total cost sebesar Rp15.000,00. Agar mampu berproduksi perusahaan harus mengeluarkan fixed cost sebesar Rp35.000,00. Maka, besarnya avarage variabel cost adalah …. A. Rp5.000,00 B. Rp10.000,00 C. Rp15.000,00 D. Rp20.000,00 E. Rp25.000,00
MODUL IPS EKONOMI FASE E 56 Pembelajaran 16 Distribusi I. Capaian Pembelajaran Memahami konsep keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk table dan kurva. II. Landasan Tauhid Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Yaitu) orangorang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. (QS. Al-Mutaffifin Ayat 1-3) III. Tujuan Pembelajaran 10.16 Setelah kegiatan pembelajaran 16 ini diharap peserta didik mampu menguraikan konsep distribusi sebagai kegiatan ekonomi dengan baik. IV. Uraian Materi A. Pengertian Distribusi Distribusi adalah kegiatan Yang dilakukan oleh orang atau Iembaga untuk menyampaikan barang atau jasa dari produsen ke tangan konsumen Yang membutuhkan. Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. Tugas utama kegiatan distribusi adalah membeli barang-barang dari produsen untuk kemudian dijual kepada konsumen. Selain membeli dan menjual, masih ada kegiatan lain yang dilakukan. B. Cakupan Distribusi Cakupan dalam arti luas kegiatan distribusi mencakup kegiatan berikut. 1) Pembelian merupakan kegiatan membeli barang dari produsen. 2) Pemilahan dan pengelompokan barang merupakan kegiatan memilah dan mengelompokkan barang yang dibeli sesuai bentuk, ukuran, dan mutu barang. 3) Pembungkusan dan pengepakan merupakan kegiatan membungkus dan mengepak barang yang sudah dipilah dan dikelompokkan. Tujuan kegiatan ini agar barang tidak cepat rusak, mudah diangkut, dan menarik perhatian konsumen untuk membeli barang tersebut. 4) Penggudangan merupakan kegiatan menyimpan sementara, barang yang dibeli tetapi belum bisa langsung dijual di dalam gudang. Penyimpanan barang di gudang terkadang dilakukan sambil menunggu harga meningkat. 5) Pengangkatan dan pengangkutan merupakan kegiatan memindahkan barang dari lokasi pembelian ke gudang, kemudian dari gudang ke pabrik, ke toko, atau ke lokasi konsumen. C. Pihak-Pihak dalam Distribusi Supaya kegiatan distribusi lancar, diperlukan berbagai pihak. Pihak distribusi merupakan orang, badan, atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan distribusi. Pihak distribusi disebut badan atau lembaga perantara. Berikut adalah orang atau badan yang terlibat dalam kegiatan distribusi. 1) Agen merupakan perantara yang melakukan pembelian dan penjualan dengan perjanjian. Agen pembelian adalah agen yang khusus melakukan perjanjian pembelian. Adapun agen penjualan adalah agen yang khusus melakukan perjanjian penjualan. 2) Makelar merupakan perantara yang menjual atau membeli barang atas nama orang lain. Makelar mempertemukan penjual dan pembeli untuk melaksanakan transaksi
MODUL IPS EKONOMI FASE E 57 jual beli. Makelar mendapatkan kurtase (imbalan yang berupa uang atau barang) atas jasanya tersebut. 3) Komisioner merupakan perantara pemasaran seperti makelar yang menguasai atau memiliki barangnya. Komisioner tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli saja, tetapi juga bisa membeli atau menjual barang atas nama sendiri. Komisioner mendapat imbalan berupa komisi. 4) Importir merupakan badan atau perusahaan yang membeli barang-barang dari luar negeri untuk dijual di dalam negeri. 5) Eksportir merupakan badan atau perusahaan yang menjual barang-barang yang dihasilkan oleh produsen dalam negeri ke luar negeri. 6) Pedagang besar (grosir) merupakan pedagang yang membeli dan menjual barang dalam jumlah besar. Umumnya, pedagang besar tidak menjual langsung barangnya kepada konsumen, tetapi melalui pedagang eceran. 7) Pedagang eceran merupakan pedagang yang membeli barang dari produsen atau pedagang besar, kemudian menjual barang tersebut kepada konsumen. D. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Distribusi Perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan distribusi agar menunjang kelancaran distribusi produk. Hal ini penting karena memengaruhi keberhasilan dan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Faktor-faktor yang memengaruhi distribusi, meliputi hal-hal berikut. 1) Produk. Produk berkaitan dengan objek fisik yang dihasilkan perusahaan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain nilai barang, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, dan keluasan lini produk. 2) Pasar. Saluran distribusi dipengaruhi pola pembelian konsumen. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antara lain jumlah pembeli, letak geografis, jumlah pesanan dan kebiasaan dalam pembelian. 3) Produsen. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dari segi produsen, antara lain pendanaan, pengalaman dan kemampuan dalam distribusi, pengawasan saluran, dan pelayanan yang diberikan. 4) Perantara. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain pelayanan perantara, keuangan perantara, sikap perantara terhadap kebijakan produsen, volume penjualan, dan ongkos penyaluran barang. E. Mata Rantai Distribusi Untuk mengetahui bagaimana barang-barang dari produsen bisa disalurkan atau disebarluaskan kepada konsumen, perlu diketahui mata rantai distribusi yang digunakan. Mata rantai distribusi adalah cara yang ditempuh atau digunakan untuk menyalurkan barang-barang dari tangan produsen ke tangan konsumen. Mata rantai distribusi kita bedakan atas sangat panjang, panjang, agak panjang, agak pendek, pendek, dan sangat pendek/langsung. 1) Mata Rantai Sangat Panjang Pada mata rantai ini, perusahaan atau produsen menyampaikan barangnya kepada konsumen akhir melalui banyak sekali distributor atau penyalur. Misalnya, untuk memasarkan barang-barang ke seluruh Indonesia, perusahaan dapat menempatkan agen tunggal untuk seluruh Indonesia, agen untuk setiap provinsi, subagen untuk setiap kota, grosir, dan akhirnya ke pengecer.
MODUL IPS EKONOMI FASE E 58 2) Mata Rantai Panjang Pada mata rantai ini, perusahaan menyalurkan barangbarang melalui perantara, tetapi tidak sepanjang saluran distribusi yang sangat panjang. Misalnya, produsen mempergunakan agen untuk provinsi, subagen untuk setiap kota, grosir, dan akhirnya ke pengecer. 3) Mata Rantai Saluran Distribusi Agak Pendek Pada mata rantai ini, penggunaan saluran distribusi lebih sedikit, meskipun terdapat perantara. Saluran distribusi ini umumnya menggunakan dua tingkat, yaitu grosir (Wholesaler) dan pengecer. 4) Mata Rantai Saluran Distribusi Pendek Pada mata rantai ini, perusahaan hanya menggunakan satu perantara, yaitu pengecer. 5) Mata Rantai Saluran Distribusi Sangat Pendek/Langsung Pada mata rantai ini, perusahaan menjual barangnya langsung pada konsumen akhir. Konsumen akhir dapat berupa perorangan maupun perusahaan-perusahaan yang menggunakan barang-barang tersebut secara langsung atau diolah lagi. V. Latihan Soal 1. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut. 1) Penjualan 2) Pembelian 3) Menetapkan cara pembayaran 4) Pembelian dan pengelompokan barang 5) Pengadaan Pernyataan yang termasuk bagian distribusi ditunjuk oleh nomor …. A. (1), (2), dan (3) B. (1), (2), dan (4) C. (1), (3), dan (5) D. (2), (4), dan (5) E. (3), (4), dan (5) Distribusi Sangat Pendek Produsen Konsumen Akhir Distribusi Pendek Produsen Pengecer Konsumen Akhir Distribusi Agak Pendek Produsen Grosir Pengecer Konsumen Akhir Distribusi Panjang Produsen Agen Subagen Grosir Pengecer Konsumen Akhir Distribusi Sangat Panjang Produsen Agen Tunggal Agen Subagen Grosir Pengecer Konsumen Akhir Peraga 16 Mata Rantai Saluran Distribusi
MODUL IPS EKONOMI FASE E 59 Untuk menjawab nomor 2, maka perhatikan gamber berikut! 2. Berdasarkan infografik tersebut, tentukan pernyataan berikut benar atau salah dengan memberi tanda centang ()! No Pernyataan benar salah 1. Proses pendistribusian vaksin menggunakan sistem monitoring logistik manual, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi hingga rumah sakit. 2. Pemerintah tidak langsung mendistribusikan vaksin covid-19 ke rumah sakit di daerah-daerah. 3. Alokasi vaksin untuk Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota bisa dilihat di sistem SIMILE. 4. Mata rantai saluran distribusi vaksin covid 19 dari pusat ke rumah sakit sangat panjang 5. Dinas Kesehatan Kota bisa mendapatkan vaksin covid 19 langsung dari Biofarma.
MODUL IPS EKONOMI FASE E 60 Pembelajaran 17 Konsumsi I. Capaian Pembelajaran Memahami konsep keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk table dan kurva. II. Landasan Tauhid Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah Ayat 215) III. Tujuan Pembelajaran 10.17 Setelah kegiatan pembelajaran 17 ini diharap peserta didik mampu mengetahui konsep konsumsi dengan baik. IV. Uraian Materi A. Pengertian Konsumsi Konsumsi adalah kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Orang yang menjalankan kegiatan konsumsi disebut sebagai konsumen. Konsumen adalah pemakai barang dan atau jasa. Mereka memakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Dalam ilmu ekonomi, konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan suatu faedah (barang dan jasa) dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Konsumsi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia dengan menggunakan serta mengurangi daya guna dari suatu barang maupun jasa yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta kepunahan manusia baik secara perlahan atau sekaligus. Pada masyarakat yang masih tradisional, umumnya kegiatan konsumsi adalah untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan pada masyarakat modern, kegiatan konsumsi mereka bukan hanya untuk mempertahankan hidup, tapi juga untuk kesenangan dan harga diri. B. Ciri-ciri Benda Konsumsi 1) Barang konsumsi harus merupakan barang ekonomi yang diperoleh dengan pengorbanan. Sebagai contoh, makanan, minuman, dan pakaian diperoleh dengan melakukan transaksi ekonomi di pasar. Oksigen atau sinar matahari yang manfaatnya dirasakan setiap hari tentu saja bukan barang konsumsi karena keduanya bukan merupakan barang ekonomi. 2) Barang konsumsi dapat memenuhi kebutuhan hidup. Contoh, moda transportasi seperti motor yang digunakan untuk bepergian dari rumah ke tempat kerja termasuk ke dalam barang konsumsi. 3) Barang konsumsi memiliki manfaat, nilai dan volume yang jika digunakan akan habis sekaligus atau habisnya secara berangsur-angsur. Habis atau tidaknya suatu barang saat dikonsumsi dapat dibedakan menjadi barang yang dapat habis dalam sekali
MODUL IPS EKONOMI FASE E 61 pemakaian, misalnya seperti: minuman dan makanan. Lalu barang yang dipakai berulang-ulang dan semakin lama semakin habis atau akan rusak. Misalnya seperti celana, baju, sepatu, ember, tv dan lain-lain. Atas dasar habis tidaknya suatu benda pada saat dikonsumsi, benda konsumsi dapat dibedakan menjadi berikut: 1) Benda yang habis dalam sekali pakai. Contohnya: makanan, minuman, dan obat-obatan. 2) Benda pemakaian yang berulang-ulang atau pemakainnya dalam waktu relatif lama. Contohnya: pakaian, sepatu, tas, laptop, dan lain sebagainya. C. Funsi Konsumsi ➢ Menghabiskan atau Mengurangi nilai Guna Suatu Barang Sekaligus Hal-hal yang termasuk ke dalam klasifikasi mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa secara sekaligus adalah barang-barang yang habis pakai atau tidak barang-barang yang tidak dapat bertahan lama. ➢ Mengurangi Nilai Guna Suatu Barang dan Jasa Secara Bertahap Hal-hal yang termasuk ke dalam klasifikasi mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa secara bertahap adalah misalnya penggunaan barang yang tidak habis dalam jangka waktu singkat. ➢ Pemenuhan Kebutuhan Jasmani dan Rohani Hal ini dikarenakan dengan memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani kita, beban yang ada di tubuh serta pikiran kita akan lebih diringankan. ➢ Mendukung Aktivitas Produksi Keinginan manusia untuk mengkonsumsi produk barang dan jasa tertentu dapat mendorong terjadinya aktivitas produksi. Kedua aktivitas ini akan saling menguntungkan seluruh pihak yang terlibat, yakni pihak yang memproduksi dan menginginkan keuntungan serta pihak yang mengkonsumsi dan menginginkan kepuasan. ➢ Membantu Menyesuaikan Rumusan Tarif Upah Minimum untuk Pekerja Aktivitas konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat digunakan pemerintah sebagai tolok ukur untuk menyesuaikan rumusan tarif upah minimum. Selain itu, aktivitas ini juga bisa dijadikan acuan penentuan tarif pajak serta rasio anggaran belanja negara. ➢ Sebagai Titik Awal dan Akhir Kegiatan Ekonomi Perilaku konsumsi masyarakat juga menempati posisi penting dalam kegiatan ekonomi karena berperan sebagai titik awal sekaligus titik akhir kegiatan tersebut. Seseorang yang menginginkan ponsel baru, misalnya, akan membeli ponsel tersebut dan memulai suatu transaksi dalam kegiatan ekonomi. Setelah ponsel dimiliki dan keinginannya terpenuhi, kegiatan ekonomi pun otomatis berakhir pada titik itu. D. Faktor-Faktor Konsumsi 1) Faktor Ekonomi ❖ Pendapatan pendapatan adalah hal yang paling mempengaruhi. Karena semakin besar pendapatan yang diterima oleh seseorang, maka akan semakin besar pula daya belinya. Namun, sebaliknya jika pendapatan seseorang semakin kecil, maka akan semakin kecil juga kemampuan membeli atau menggunakan jasanya. ❖ Harga barang dan jasa Harga barang akan memiliki pengaruh terhadap besar kecilnya konsumsi seseorang. Apabila harga barang meningkat, biasanya mereka akan memperkecil
MODUL IPS EKONOMI FASE E 62 konsumsinya. Namun, apabila harga sedang turun sudah pastinya mereka akan mengoptimalkannya dengan memperbesar konsumsinya. ❖ Ketersediaan barang dan jasa Saat konsumen memiliki uang untuk membeli, tetapi barang atau jasa tidak tersedia membuat konsumen tidak jadi untuk mengonsumsi barang tersebut. 2) Faktor Nonekonomi ❖ Jumlah Keluarga Keluarga yang jumlah anggotanya lebih besar akan membuat tingkat konsumsinya semakin besar, begitu juga sebaliknya. Tapi juga jumlah keluarga dapat memotivasi para pekerja untuk lebih giat lagi dalam mencari nafkah. Maka dari itu pendapatan dapat bertambah melalui jumlah keluarga. ❖ Tingkat Pendidikan Pendidikan sangat mempengaruhi pola pikir seseorang dalam melakukan kegiatan konsumsi. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, umumnya tingkat konsumsinya juga akan semakin tinggi, begitu juga sebaliknya. ❖ Tempat Tinggal Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi konsumsi seseorang. Kebutuhan orang yang beriklim dingin berbeda dengan kebutuhan orang yang tinggal di iklim yang panas. ❖ Lingkungan sosial, budaya, agama dan adat istiadat Kebiasaan dan adat istiadat di suatu daerah juga mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakatnya. Contohnya disetiap daerah memiliki ragam makanan yang berbeda beda. V. Latihan Soal 1. Kegiatan konsumsi dilakukan oleh masyarakat memiliki tujuan tertentu. Tujuan dari kegiatan konsumsi adalah …. A. Mengurangi nilai guna barang/jasa B. Menghabiskan barang/jasa C. Memperoleh kepuasan D. Memanfaatkan hasil produksi E. Mendapatkan keuntungan 2. Suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan suatu faedah (barang dan jasa) dalam rangka memenuhi kebutuhannya .... A. Konsumsi B. Distribusi C. Produksi D. Pemasaran E. Ekspor 3. Kegiatan-kegiatan berikut ini yang bukan dikategorikan sebagai kegiatan konsumsi adalah .... A. Seorang siswa memakai sepeda ke sekolah B. Petani menggunakan traktor untuk mengolah tanah C. Ibu rumah tangga menggunakan kompor gas untuk memasak D. Para pemilik sepeda motor menggunakan premium sebagai bahan bakar E. Para karyawan sebuah perusahaan memakai pakaian seragam 4. Peran konsumen dalam perekonomian yaitu .... A. Memproduksi barang dan jasa B. Mencari barang dan jasa C. Mendistribusikan barang dan jasa D. Menggunakan barang dan jasa E. Mengkonsumsi barang dan jasa 5. Faktor yang memengaruhi konsumsi adalah .... A. Pendapatan B. Teknologi C. Biaya produksi D. Masalah ekonomi E. Pengangguran
MODUL IPS EKONOMI FASE E 63 Pembelajaran 18 Teori Prilaku Konsumen I. Capaian Pembelajaran Memahami konsep keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk table dan kurva. II. Landasan Tauhid Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah Ayat 168) III. Tujuan Pembelajaran 10.18 Setelah kegiatan pembelajaran 18 ini diharap peserta didik mampu mengetahui konsep teori prilaku konsumen dengan baik. IV. Uraian Materi Untuk memenuhi kebutuhan, maka kita harus menetapkan pilihan-pilihan yang ada. ada begitu banyak pilihan yang harus kita tetapkan. Misalnya Apakah akan belajar atau bermain game online? Makan roti atau makan kue? Pergi keluar beristirahat atau tidur di kelas? kita harus selalu memenuhi kebutuhan kita yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang ada sangat terbatas. Penjelasan di paragraf sebelumnya itu adalah dasar dari perilaku konsumen. Pada dasarnya konsumen ingin selalu berusaha mencapai utilitasnya secara maksimal dari pemakaian benda yang dikonsumsinya. Utilitas (utility) adalah derajat seberapa besar suatu barang atau jasa dapat memenuhi kebutuhan seseorang. Jadi utilitas (utility) itu menjadi tolak ukur kepuasan yang diterima dari penggunaan konsumsi barang atau jasa. Misalnya, kalian puas dengan sebungkus nasi goreng, atau kalian merasa terhibur oleh penampilan teman-teman kalian di porseni, dan kalian bangga terhadap barang yang kalian punya. Ada beberapa kata di situ seperti puas, terhibur atau bangga semua kata itu termasuk dalam utilitas (utility). Jadi kata lain dari utilitas (utility) adalah kepuasan. Dan juga utilitas (utility) biasanya disebut juga dengan nilai guna. A. Pendekatan Kardinal Pendekatan kardinal disebut juga sebagai pendekatan marginal utility. Pendekatan kardinal dalam analisa konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur atau di kuantifikasi dengan satuan tertentu seperti uang, jumlah atau buah. Konsumen yang rasional akan berusaha memaksimalkan kepuasannya dengan pendapatan yang dimiliki. Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi, maka semakin besar juga tingkat kepuasannya. Hermann Heinrick Gossen (1810- 1858) adalah salah satu pakar ekonomi yang memiliki gagasan mengenai konsep nilai guna yang berkaitan dengan kepuasan konsumen. Ia juga melakukan penelitian mengenai nilai guna total (total utility) dan nilai guna marginal (Marginal Utility). Dalam penelitiannya Herman Heinrich Gossen memiliki hasil yaitu hukum Gossen I dan hukum Gossen II.
MODUL IPS EKONOMI FASE E 64 1) Hukum Gossen I Hukum Gossen I menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan atas suatu jenis barang secara terus-menerus akan menurunkan tingkat kepuasannya. Hukum Gossen I juga dikenal sebagai Hukum kegunaan marginal yang menurun atau hukum penurunan kepuasan marginal atau the law of deminishing marginal utility. Pada dasarnya konsumen selalu membuat pilihan yang memberi mereka kepuasan yang paling besar. maka mereka selalu berusaha memaksimalkan nilai guna dan kepuasannya. namun berdasarkan penjelasan sebelumnya bahwa menurut Hermann Heinrich Gossen, apabila mengonsumsi satu barang secara terus-menerus mula-mula kenikmatan tersebut sangat tinggi, tetapi semakin banyak kita mengkonsumsi satu barang tersebut maka kenikmatan itu bisa menurun bahkan sampai menjadi titik jenuh. Hermann Heinrich Gossen mengatakan jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, tapi makin lama kenikmatan tersebut makin menurun sampai akhirnya mencapai batas jenuh. Kita ambil contoh ketika kalian beristirahat, di kantin ada penjual yang menjual gorengan. Kalian membeli gorengan tersebut ketika pertama kali memakan gorengan tersebut rasa gorengan itu sangat enak. Kemudian gorengan yang kedua, makin terasa enak. Gorengan yang ketiga, masih terasa enak Meskipun tidak seenak yang pertama dan yang kedua karena kalian sudah terbiasa dengan rasanya, ketika kalian menambah gorengan lagi maka gorengan tersebut masih terasa enak tetapi sudah sulit menelannya karena sudah kenyang. Dan kemudian kalian menambah lagi satu gorengan, dan kalian sudah mulai bosan dengan rasanya dan gorengan itu sudah mulai tidak menarik lagi menurut kalian kemudian kalian tidak mau menambah gorengan lagi. Untuk peragaannya bisa dilihat di tabel dan kurva berikut. 2) Hukum Gossen II Hukum Gossen II menyebutkan bahwa manusia akan berusaha untuk memenuhi berbagai macam kebutuhannya sampai pada tingkat intensitas yang sama. Hukum ini juga -20 0 20 40 60 80 100 120 0 2 4 6 8 Utility Quantity Total Utility Marginal Utility Konsumsi Gorengan Total Utility Marginal Utility 0 0 0 1 40 40 2 70 30 3 90 20 4 100 10 5 100 0 6 90 -10 Peraga 18 Table TU dan MU Peraga 19 Kurva TU dan MU
MODUL IPS EKONOMI FASE E 65 dikenal dengan istilah nilai guna yang sama, atau hukum kepuasan harmoni, atau hukum perata nilai batas, atau pemenuhan secara horizontal. Saat mempunyai uang sebesar Rp100.000, kalian akan cenderung menghabiskan uang untuk berbagai kebutuhan. Misalnya, seorang pelajar membelanjakan uang untuk jajan, membeli buku tulis, buku bacaan, alat tulis. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang melakukan pemenuhan kebutuhan akan memperhatikan berbagai macam kebutuhan lainnya, dan berusaha mencapai kepuasan yang mendekati sama dari berbagai macam pemenuhan kebutuhan tersebut. B. Pendekatan Ordinal Pendekatan ini menyatakan bahwa utility tidak dapat dihitung, melainkan hanya dapat dibandingkan. Jadi, menurut teori ini yang berlaku adalah apakah seorang konsumen lebih menyukai kombinasi barang tertentu daripada kombinasi barang lainnya. Pendekatan ini lebih memberikan penekanan pada preferensi dengan membuat peringkat atau urutan – urutan kombinasi barang yang dikonsumsi.” Sebagian besar ekonom menolak pendekatan kardinal karena di pendekatan kardinal hanya membahas tentang konsumsi yang sederhana seperti, es atau kopi. Tetapi di pendekatan ordinal bisa memberikan preferensi, yaitu barang A lebih saya sukai dibandingkan barang B. Itulah yang dimaksud dalam membuat peringkat atau urutan kombinasi barang yang dikonsumsi. Untuk menganalisis pendekatan ordinal maka dibutuhkan kurva indiferensi. Kurva indiferensi ini pertama kali dilakukan oleh ekonom Inggris, Francis Ysidro Edgeworth, pada tahun 1881. Kemudian dikembangkan oleh ekonom Italia, Vilfredo Pareto, Pada tahun 1906. Kemudian dipopulerkan lagi oleh ekonom Inggris, Roy George Douglas Allen dan John Richards Hicks. Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjuk berbagai titik kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan yang sama. Sekarang kita akan memberikan contoh pada pendekatan ordinal menggunakan kurva indiferensi. Diketahui Pak Arif memiliki sejumlah uang. Berikut kombinasi barang yang dapat dibeli Pak Arif. Peraga 20 Table Pendekatan Ordinal 0 2 4 6 8 10 12 0 5 10 15 Indiferensi Peraga 21 Kurva Pendekatan Ordinal Kombinasi Bolpoin Kertas A 10 2 B 8 3 C 4 6 D 2 9 E 1 12
MODUL IPS EKONOMI FASE E 66 Kurva indiferensi mempunyai karakteristik atau ciri umum sebagai berikut. 1) Kurva indiferensi memiliki kemiringan yang negatif (negatively-slopped). Hal ini karena jika jumlah suatu barang dikurangi, jumlah barang yang lain harus ditambah agar diperoleh kepuasan yang sama. 2) Kurva inferensi tidak saling berpotongan. Perpotongan antara dua kurva indiferensi tidak mungkin terjadi 3) Cembung terhadap titik nol. V. Latihan Soal 1. Pertambahan kepuasan yang dinikmati dan setiap tambahan barang atau jasa dikonsumsi disebut nilai …. A. total utility B. guna yang sama C. tukar D. marginal utility E. pakai 2. Tolak ukur kepuasan yang diterima dari penggunaan konsumsi barang atau jasa adalah …. A. indeferansi B. guna yang sama C. tukar D. pakai E. utility 3. Pendekatan analisa konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur atau di kuantifikasi dengan satuan tertentu seperti uang, jumlah atau buah adalah A. pendekatan gossen B. pendekatan gossen II C. pendekatan indeferensi D. pendekatan kardinal E. pendekatan ordinal 4. Peneliti yang mengatakan jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, tapi makin lama kenikmatan tersebut makin menurun sampai akhirnya mencapai batas jenuh adalah …. A. Roy George Douglas Allen B. Hermann Heinrich Gossen C. John Richards Hicks D. Vilfredo Pareto E. Francis Ysidro Edgeworth 5. Untuk menganalisa pendekatan ordinal maka dibutuhkan kurva …. A. isoquan B. indefernsi C. makro D. mikro E. total utility
MODUL IPS EKONOMI FASE E 67 Pembelajaran 19 Pelaku Ekonomi I. Capaian Pembelajaran Memahami konsep keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk table dan kurva. II. Landasan Tauhid Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan. (QS. At-Talaq Ayat 7) III. Tujuan Pembelajaran 10.19 Setelah kegiatan pembelajaran 19 ini diharap peserta didik mampu mengetahui pelaku ekonomi dengan benar. IV. Uraian Materi Pelaku Ekonomi adalah seorang individu, kelompok, atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan perekonomian baikkonsumsi, distribusi, maupun produksi. Pelaku ekonomi terdiri atas rumah tangga (konsumen), perusahaan (produsen), pemerintah, dan masyarakat luar negeri. A. Rumah Tangga Keluarga atau Konsumen (RKT) Rumah Tangga keluarga merupakan pelaku ekonomi yang memiliki ruang lingkup terkecil. Anggota Pelaku ekonomi ini biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Adapula individu yang bukan anggota langsung dari keluarga tersebut namun tetap dianggap anggota rumah tangga keluarga dan terlibat dalam kegiatan ekonomi keluarganya, misalnya nenek, kakek, saudara, atau pembantu. Dalam rumah tangga mereka memiliki lahan dan penyedia tenaga kerja. Mereka juga dapat menjadi pengusaha, Pemilik, pemegang saham, dan mitra perusahaan. Rumah tangga keluarga memiliki peran dalam ekonomi. Pertama adalah sebagai konsumen. Kedua Berperan sebagai penyedia jasa faktor produksi.Salah satunya adalah tenaga kerja, tenaga kerja dalam rumah tangga keluarga dapat diperdayakan oleh perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri untuk menghasilkan barang dan jasa. Selain tenaga kerja, rumah tangga juga memiliki faktor produksi lain, seperti tanah dan modal. dari faktor-faktor tersebut, maka rumah tangga keluarga memperoleh pendapatan seperti gaji atau upah. B. Rumah Tangga Produsen (RTP) Rumah tangga produsen biasa juga disebut dengan perusahaan. Perusahaan adalah suatu badan usaha yang menjalankan suatu kegiatan untuk menghasilkan produk barang/jasa dengan tujuan utama memperoleh keuntungan. Perusahaan sering dikaitkan dengan rumah tangga. Namun terdapat perbedaan yang sangat besar antara perusahan dan rumah tangga, yaitu dari segi tujuannya. Tujuan Utama dari Rumah Tanga Keluarga adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan tujuan utama dari perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan. C. Pemerintah Pemerintah adalah lembaga kepemerintahan yang bertugas untuk memantau kegiatan ekonomi yang berjalan. Pemerintah bertugas sebagai pemantau hal ini agar
MODUL IPS EKONOMI FASE E 68 terciptanya kondisi yang baik untuk berusaha, misalnya dengan menjaga stabilitas hargaharga dan memberlakukan peraturan yang mendorong iklim berusaha. Pemerintah dapat juga melakukan konsumsi. Pemerintah melakukan konsumsi itu dengan cara memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di rumah tangga keluarga, kemudian memanfaatkan barang dan jasa dari perusahaan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Peran pemerintah yang lain adalah sebagai distribusi, tujuan daripada distribusi ini agar tidak ada kesenjangan yang jauh antara orang yang kaya dan orang yang miskin. salah satu contoh peran pemerintah sebagai distribusi adalah menerapkan sistem pajak yang dapat membantu orang yang miskin. Pemerintah mendapatkan penghasilan dari pajak yang dibayarkan oleh rumah tangga produsen rumah dan tangga keluarga. Dari hasil itu pemerintah dapat membelanjakan pendapatannya seperti membayar gaji pegawai negeri dan TNI. Ada juga untuk pemeliharaan bangunan fasilitas umum seperti jalan raya atau jembatan. D. Masyarakat Luar Negeri Masyarakat luar negeri memiliki peran dalam ekonomi di kegiatan ekspor dan impor. Hal ini menunjukkan bahwa negara-negara asing juga mempengaruhi usaha rumah tangga keluarga dan pemerintah. tidak dipungkiri bahwa rumah tangga keluarga tidak secara langsung terlibat dalam perdagangan internasional Dan perusahaan menjual barang dan jasa melintasi perbatasan internasional. Kita belum dapat membuat sendiri seluruh barang yang kita butuhkan seperti, smartphone, laptop, mobil, motor, bahkan makanan-makanan yang kita makan pada saat ini. Maka dari itu dibutuhkanlah produk-produk dari luar negeri yang kita bisa temui di mall, supermarket atau toko-toko yang lain. V. Latihan Soal 1. Peran ekonomi disajikan sebagai berikut. 1) Menyediakan barang-barang ekspor 2) Menyediakan fasilitas untuk ekspor impor 3) Mengadakan proteksi terhadap industri dalam negeri 4) Mengimpor barang sesuai kebutuhan 5) Menjaga stabilitas harga melalui kebijakan moneter Dari pernyataan tersebut yang merupakan peran pemerintah adalah nomor …. A. (1), (2), dan (3) B. (1), (4), dan (2) C. (2), (3), dan (5) D. (3), (4), dan (5) E. (4), (5), dan (2) 2. Perusahaan tahu membeli kedelai untuk membuat tahu. Hal tersebut merupakan kegiatan ekonomi …. A. konsumsi B. pemasaran C. produksi D. distribusi E. impor 3. Menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan/atau jasa merupakan kegiatan utama pelaku ekonomi …. A. masyarakat luar negeri (MLN)
MODUL IPS EKONOMI FASE E 69 B. lembaga C. rumah tangga produsen (RTP) D. rumah tangga konsumen (RTK) E. rumah tangga pemerintah / negara (RTN) 4. Pak Hamdan Bowo membeli pakaian untuk digunakan sendiri. Pak Bowo disebut sebagai . . . . A. agen B. grosir C. pengecer D. konsumen E. pengekspor 5. Penerimaan yang diterima RTK adalah …. A. sewa, upah, dan laba B. pajak, gaji, honor dan hadiah C. sewa, investasi dan konsumsi D. laba, dividen, honor dan bonus E. investasi, laba, dan isentif
MODUL IPS EKONOMI FASE E 70 Pembelajaran 20 Interaksi Pelaku Ekonomi I. Capaian Pembelajaran Memahami konsep keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk table dan kurva. II. Landasan Tauhid Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridhaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. (QS. Al-Maidah Ayat 2) III. Tujuan Pembelajaran 10.20 Setelah kegiatan pembelajaran 20 ini diharap peserta didik mampu membandingkan para pelaku ekonomi dengan benar. IV. Uraian Materi A. Model Diagram Sederhana (Dua Sektor) Rumah tangga keluarga jika ingin memerlukan barang atau jasa dapat bertemu dengan rumah tangga produsen Atau perusahaan. kemudian rumah tangga keluarga akan membayar barang dan jasa yang telah diperoleh. untuk membuat barang dan jasa perusahaan membutuhkan faktor produksi dari rumah tangga Dapat berupa tenaga kerja ataupun lahan. lalu perusahaan akan memberikan pembayaran untuk sumber daya tersebut dapat berupa sewa, upah, gaji ataupun honorarium. Agar lebih memahami dapat dilihat model diagram dua sektor berikut. Rumah Tangga Keluarga (RTK) Perusahaan (RTP) Pembayaran untuk barang dan jasa Barang dan jasa Sumber daya Pembayaran untuk sumber daya Peraga 22 Diagram Dua Sektor
MODUL IPS EKONOMI FASE E 71 B. Model Diagram Tiga Sektor Pada diagram 3 sektor pelaku ekonomi adalah rumah tangga keluarga, perusahaan, dan pemerintah. Pemerintah sebagai produsen juga dapat menghasilkan bahan bakar, gas, listrik, dan air. Sementara pemerintah sebagai konsumen adalah pemerintah dapat menggunakan tenaga kerja, seperti pegawai negeri, dan akan diberikan upah. Perusahaan menghasilkan barang dan jasa yang digunakan oleh pemerintah, kemudian pemerintah membayar barang dan jasa tersebut. Kemudian rumah tangga keluarga menghasilkan tenaga kerja yang akan bekerja di pemerintah baik itu menjadi pegawai negeri sipil, TNI, atau Polisi. Kemudian pemerintah membayar sumber daya atau tenaga kerja tersebut dengan honorarium, upah, atau gaji. Bahkan, juga diberi berupa insentif ataupun bonus. Kemudian dari sumber daya serta barang dan jasa pemerintah memberikan fasilitas ke rumah tangga keluarga dan perusahaan agar usaha dan kehidupannya dapat terfasilitasi dengan baik. Timbal baliknya rumah tangga keluarga dan perusahaan membayar pajak ke pemerintah. Agar lebih mudah memahami penjelasan di atas maka lihatlah peraga pada nomor 23 berikut. C. Model Diagram Empat Sektor Pemerintah dan perusahaan membutuhkan sumber daya manusia atau tenaga kerja dari rumah tangga keluarga. Seperti yang sudah dijelaskan di sebelumnya pembayaran itu bisa melalui upah, gaji, atau honorarium.ini adalah penghasilan dari rumah tangga. Penghasilan ini dibelanjakan untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Beberapa pendapatan rumah tangga juga digunakan untuk membayar pajak pemerintah. Dan perusahaan juga membayar pajak ke pemerintah. Kemudian pajak itu digunakan untuk membiayai pengeluaran dari pemerintah, dan sebagiannya disimpan di lembaga keuangan. Dana yang disimpan ini dipinjamkan oleh bank kepada perusahaan guna sebagai investasi. Barang dan jasa Rumah Tangga Fasilitas Keluarga (RTK) Perusahaan (RTP) Pembayaran untuk barang dan jasa Barang dan jasa Sumber daya Pembayaran untuk sumber daya Pajak Pembayaran sumber daya Sumber daya Pemerintah Pajak Fasilitas Pembayaran barang dan jasa Peraga 23 Diagram Tiga Sektor
MODUL IPS EKONOMI FASE E 72 V. Latihan Soal 1. Pelaku kegiatan ekonomi masyarakat terbagi dalam rumah tangga .... A. pemakai, penghasil, penyalur dan impor B. pemakai, penghasil, penyalur, dan ekspor C. produsen, konsumen, pengecer, dan pengusaha D. produsen, konsumen, pemerintah, dan luar negeri E. produksi, konsumsi, penyalur, dan luar negeri 2. Penerimaan yang diterima RTK yaitu .... A. sewa, upah, bunga modal dan laba B. pajak, gaji, honor dan hadiah C. upah, laba, sewa, dan honor D. sewa, investasi dan konsumsi E. laba, dividen, honor dan bonus 3. Peran masyarakat luar negeri dapat ditemui pada sistem perekonomian .... A. dua sektor B. tiga sektor C. empat sektor D. lima sektor E. enam sektor 4. Pak Joko memiliki lahan seluas lima hektar. Lahan tersebut disewa oleh sebuah perusahaan makanan untuk ditanami jagung. Atas penyediaan lahan tersebut, Pak Joko akan memperoleh balas jasa berupa .... A. bunga modal B. sewa C. gaji D. upah E. laba 5. Dalam perekonomian dua sektor, pelaku ekonomi terdiri atas .... A. RTK & RTN B. RTK & RTP C. RTP & RTLN D. RTP & RTN E. RTN & RTLN Barang dan jasa Rumah Tangga Fasilitas Keluarga (RTK) Perusahaan (RTP) Pembayaran untuk barang dan jasa Barang dan jasa Sumber daya Pembayaran untuk sumber daya Pajak Pembayaran sumber daya Sumber daya Pemerintah Pajak Fasilitas Pembayaran barang dan jasa Masyarakat Luar Negeri ⃪Ekspor Impor→ Pembayaran Ekspor Impor Peraga 24 Diagram Empat Sektor
MODUL IPS EKONOMI FASE E 73 REFLEKSI Melalui pembahasan pada BAB ini, Kalian tentunya paham kegiatan, ekonomi. Kalian juga paham konsep produksi, distribusi, dan konsumsi. Terkait hal itu, refleksikanlah pemahaman Kalian dengan mengisi mindmap berikut. Produksi adalah: ……………………………………………………… Faktor produksi terdiri atas: ……………………………………………………… ……………………………………………………… ……………………………………………………… ……………………………………………………… Distribusi adalah: ……………………………………………………… Faktor-faktor yang memeranguhi distribusi: 1. ………………………………………………................ 2. ………………………………………………................ 3. ………………………………………………................ 4. ………………………………………………................ Mata rantai distribusi dibedakan atas: 1. ………………………………………………................ 2. ………………………………………………................ 3. ………………………………………………................ 4. ………………………………………………................ 5. ………………………………………………................ Konsumsi adalah: ……………………………………………………… Faktor yang mempengaruhi konsumsi: 1. Faktor ………………. yang terdiri atas: a. ……………………………………………… b. ……………………………………………… c. ……………………………………………… 2. Faktor ………………. yang terdiri atas: a. ……………………………………………… b. ……………………………………………… c. ……………………………………………… d. ……………………………………………… Distribusi Produksi Konsumsi Kegiatan Ekonomi
MODUL IPS EKONOMI FASE E 74 DAFTAR ISI Admin. (2023). Teori Perilaku Produsen: Konsep, Faktor, dan Analisis. https://annur.ac.id/blog/teori-perilaku-produsen-konsep-faktor-dan-analisis.html. Diakses pada 23 Agusutus 2023 pada pukul 19.27. Amalia, Euis. (2010). Teori Mikroekonomi: Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional. Jakarta: Kencana. Asmarani, Cucu Risa. (2020). Konsep Ilmu Ekonomi Ekonomi Kelas X. Karawang: Direktorat SMA Asmarani, Cucu Risa. (2020). Masalah Ekonomi Dalam Sistem Ekonomi Ekonomi Kelas X. Karawang: Direktorat SMA Damayanti, Maharani Lutfia. (2020). Teori Ekonomi. Sidoarjo: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Fakultas Sains dan Teknologi. Effendi, Rustam. (2003). Produksi dalam Islam. Yogyakarta: Magistra Insania Press bersama MSI UII. Ismawanto. (2009). Ekonomi 1: Untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Maleha, Nova Yanti. (2016). Studi Pemikiran Ibn Khaldun Tentang Ekonomi Islam. Palembang: Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah Indo Global Mandiri (STEBIS) Nursasi, Cita. (2020). Biaya Peluang dan Skala Prioritas Ekonomi Kelas X. https://www.youtu be.com/watch?v=-CGIkO4kS3s. diakses pada 09 Agustus 2023 pukul 20.53. Oktafiana, Sari. (2021). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan Ramadhani, Niko. (2020). 8 Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi. https://www.akseleran. co.id/blog/faktor-yang-mempengaruhi-konsumsi/. Diakses pada tanggal 29 Agustus 2023 Pukul 10.34. Rosyda. Pengertian Konsumsi: Fungsi, Ciri dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. https://www.gramedia.com/literasi/pengertiankonsumsi/#Pengertian_Konsu msi. Dakses pada tanggal 29 Agustus 2023 Pukul 9.43. Sofya, Harahap. (2008). Teori Akuntansi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Utami, Silmi Nurul. (2021). Apa itu The Law of Diminishing Marginal Return?. https://www.kompas.com/skola/read/2021/10/13/110000969/apa-itu-thelaw-of-diminishing-marginal-return-?page=all. Diakses pada tanggal 24 Agustus 2023 pada pukul 16.24. Wakidah, Anisa. (2021). Teori Perilaku Konsumen: Bunyi Hukum Gossen 1 dan 2 serta Contohnya. https://tirto.id/teori-perilaku-konsumen-bunyi-hukum-gossen-1- dan-2-serta-contohnya-glZg. Diakses pada tanggal 31 Agustus 2023 pukul 19.36. Wibowo, Danti. (2021). Skala Prioritas: Pengertian, Faktor yang Memengaruhi, dan Cara Menyusunnya. https://www.jojonomic.com/blog/skala-prioritas/. Diakses pada tanggal 09 Agustus 2023 Pukul 21.23
MODUL IPS EKONOMI FASE E 75 Wikipedia. (2022). Tangan Tak Terlihat, https://id.wikipedia.org/wiki/Tangan_tak_terlihat. diakses pada 25 Juli 2023 Pukul 9.41. Wikipedia. (2023). Ekonomi, https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi, diakses pada 25 Juli 2023 Pukul 10.31. Wikipedia. (2023). Ibnu Khaldun. https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ibnu_Khaldu n&veaction=edit. diakses pada 25 Juli 2023 Pukul 9.17. Wikipedia. (2023). Konsumsi. https://id.wikipedia.org/wiki/Konsumsi. Dikases pada tanggal 29 Agustus 2023 Pukul 9.24. Yudhistira. (2022). Perbedaan Barang dan Jasa Beserta Contohnya. https://www.bhinneka.com/blog/perbedaan-barang-dan-jasa/. Diakses pada 16 Agustus 2023 Pukul 20.37.