d. Konsep pemasaran
Manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran perusahaan tergantung
pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Konsep penjualan dengan konsep
pemasaran hamper memiliki kesamaan, namun pada dasarnya kedua konsep ini berbeda.
Perbedaan konsep ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Titik awal Fokus Cara Akhir Konsep
Pabrik penjualan
Produk yang Penjualan Laba melalui
sudah ada dan promosi volume
Konsep
pemasaran
Pasar Kebutuhan Pemasaran Laba melalui
pelanggan terpadu kepuasan
pelanggan
Gambar 7 Perbedaan Konsep Penjualan dan Konsep Pemasaran
e. Konsep pemasaran berwawasan social
Konsep ini mengatakan bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan, dan
minat pasar serta memelihara kepuasan dan memperbaiki kesejahteraan konsumen dan
masyarakat, sehingga dapat bersaing dengan pesaing lainnya. Konsep ini mengajak
perusahaan untuk memperhatikan keadaan social dan etika dala praktik pemasaran. Hal
ini dilakukan untuk menyeimbangkan dan mennyelaraskan 3 faktor yang penting, yaitu:
laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen, dan kepentingan publik.
45 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
FUNGSI MANAJEMEN PEMASARAN
Tujuan pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami kebutuhan konsumen
serta dengan adanya pemasaran diharapkan perusahaan dapat memiliki pelanggan yang loyal.
Loyalitas pelanggan sangat diperlukan oleh perusahaan untuk mengahadapi persaingan.
Sehingga perlu adanya pengelolaan atau manajemen kegiatan pemasaran. Menurut Kotler
(2000), fungsi manajemen dibagi menjadi 3, yaitu: perencanaan pemasaran, implementasi,
dan pengendalian atau evaluasi kegiatan pemasaran.
Perencanaan pemasaran merupakan penentuan segala kegiatan pemasaran sebelum
berjalannya proses operasional perusahaan. Poin-poin penting yang perlu dirumuskan pada
proses perencanaan pemasaran antara lain:
- Tujuan pemasaran
- Sasaran dan isu
- Analisis ancaman dan peluang
- Strategi pemasaran
- Anggaran
- Pengendalian
Perencanaan pemasaran sangat penting dilakukan untuk mengatasi ketidak pastian pada
masa yang akan datang apabila terdapat perubahan-perubahan baik yang berasal dari dalam
perusahaan maupun lingkungan luar perusahaan. Melalui perencanaan, perusahaan juga dapat
terhindar dari penyimpangan tujuan. Sehingga segala kegiatan akan terfokuskan melalui
perencanaan.
Implementasi pemasaran merupakan proses perubahan dari rencana menjadi tindakan
pemasaran. Keberhasilan implementasi pemasaran bergantung pada pengorganisasian,
pengarahan, serta pengkoordinasian kegiatan pemasaran. Pengorganisasian mencakup proses
menciptakan hubungan antara sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan agar
46 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
kegiatan pemasaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan pengorganisasian
meliputi: tugas/pekerjaan, wewenang, tanggung jawab dan pelaporan kerja. Pengorganisasian
ini bertujuan agar seluruh SDM dalam perusahaan dapat bertanggung jawab atas pekerjaan
yang dilakukannya dalam kegiatan pemasaran. Pengarahan berkaitan dengan kegiatan
menggerakan karyawan untuk bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan. Pemimpin akan
menghasilkan sesuatu melalui bawahannya, sedangkan bawahan akan menghasilkan sesuatu
berdasarkan keinginan atasan. Pengarahan dapat diberikan melalui pemberian perintah.
Pemberian perintah harus dilakukan dengan baik dan perlu adanya penjelasan terkait
perintah tersebut, agar tujuan dari adanya pemberian perintah dapat tercapai. Tujuan dari
pemberian perintah antara lain: (1) mengkoordinasi kegiatan bawahan, (2) menjamin
hubungan baik antara pemimpin dengan bawahannya, (3) memberikan pendidikan kepada
bawahannya, dan (4) merealisasikan tujuan perusahaan. Perintah diberikan melalui hubungan
komunikasi dengan bawahan. Komunikasi tersebut dapat berupa pertemuan, mengirim surat,
berbicara langsung atau melalui telepon, pemberian petunjuk, dan pemberian perintah.
Pengkoordinasian dalam pemasaran merupakan segala upaya untuk mengsinkronkan segala
kegiatan pemasaran agar mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Koordinasi perlu
dilakukan agar seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana. Kunci utama dalam kegiatan
koordinasi adalah adanya komunikasi.
Pengendalian dan evaluasi kegiatan pemasaran merupakan usaha menyelamatkan
jalannya perusahaan ke arah tujuan atau cita-cita perusahaan yang telah direncanakan.
Pengendalian digunakan sebagai standar atau alat pengukuran dari perkerjaan yang
dilaksanakan bawahan. Wewenang dan instruksi tersebut harus jelas. Jika terdapat suatu
penyimpangan maka dapat segera dilaporkan. Proses pengendalian berkaitan erat dengan
perencanaan. Pada proses perencanaan ditentukan apa yang ingin dicapai di masa depan,
47 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
kemudian perusahaan membandingkan denga napa yang terjadi saat ini. Apabila terjadi
ketidaksesuaian antara tujuan dengan kondisi saat ini maka perlu dicari tahu mengapa hal
tersebut dapat terjadi. Setelah itu harus mengetahui apa yang harus dilakukan untuk
mengatasi permasalahan tersebut.
Kegiatan manajemen pemasaran memiliki 3 fungsi utama, yaitu: fungsi pertukaran,
fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Fungsi pertukaran merupakan kegiatan dalam mentransfer
kepemilikan akan produk barang atau jasa. Transfer kepemilikan dari produsen ke konsumen
melalui aktivitas penjualan, pembelian, penetapan harga, mengadakan iklan dan promosi.
Penjualan dan pembelian merupakan proses pertukaran antara produk produsen dengan uang
konsumen, sehingga terjadi transfer kepemilikan atas produk dari milik produsen menjadi
milik konsumen. Penetapan harga merupakan salah satu factor yang menjadi penentu
terjadinya transaksi. Jika tidak ada kesepakatan harga antara produsen dengan konsumen
maka tidak akan terjadi transaksi. Apabila transaksi tidak terjadi maka tidak ada proses
transfer kepemilikan. Melalui iklan dan promosi, produsen dapat memperkenalkan produknya.
Tujuan dari adanya iklan dan promosi adalah terjadinya proses jual beli. Fungsi pemasaran
selanjutnya adalah fungsi fisik, dimana fungsi ini berkaitan dengan proses distribusi produk
samapi ke tangan konsumen. Fungsi ini mengalirkan barang dari produsen ke konsumen
melalui kegiatan transportasi, pergudangan, pengolahan, pengemasan, sortasi dan grading.
Selanjutnya fungsi fasilitas adalah kegiatan pemasaran diperlukan adanya pendamping yang
dapat memfasilitasi kegiatan pertukaran dan distribusi pemasaran. Fungsi fasilitas dapat
berupa pembiayaan, informasi pemasaran, penelitian, dan pelayanan.
48 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
JENIS-JENIS STRATEGI PEMASARAN
1. Strategi STP
Strategi STP terdiri dari 3 komponen utama, yaitu: segmentasi, targeting, dan
positioning. Segmentasi pasar adalah strategi pemasaran dengan membagi pasar ke
dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. Pembagian kelompok dapat berdasarkan
geografi, karakteristik atau tingkah laku konsumen, dan kebutuhan konsumen.
Adapun manfaat dari adanya segmentasi pasar, yaitu:
- Karakter konsumen berbeda
Karakteristik konsumen yang beragam akan menyulitkan perusahaan dalam
melayani konsumen. Karaklteristik konsumen dapat dibagi berdasarkan perilaku,
nilai atau persepsi, kebutuhan dan keinginan konsumen. Oleh karena itu konsumen
perlu dipilah-pilah ke dalam kelopok yang lebih kecil.
- Menangkap peluang
Pembagian konsumen ke dalam kelompok yang lebih kecil dapat memudahkan
perusahaan untuk mengetahui situasi dari konsumen, sehingga dapat memberikan
ide baru atau inovasi terkait dalam penciptaan produk. Misalnya seorang pembeli
memiliki persepsi bahwa barang yang mahal memiliki kualitas yang bagus.
Perusahaan menangkap peluang dengan menghasilkan produk dengan kualitas
terbaik agar dapat diterima oleh konsumen.
- Menghindari perusahaan dari pemborosan
Adanya segmentasi pasar akan menghindari perusahaan dari pemborosan akibat
pemasaran produk kepada sasaran yang tidak tepat. Hal ini tentu saja dapat
merugikan bagi perusahaan.
- Sebagai informasi dalam merumuskan strategi pemasaran yang tepat
49 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Dengan memilih segmentasi pasar, perusahaan dapat merumuskan strategi yang
tepat untuk produk yang dijual.
Targeting pasar merupakan pemilihan segmen pasar oleh perusahaan. Perusahaan
dapat memilih satu atau lebih segmen pasar, sesuai dengan keinginan perusahaan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan target pasar, yaitu:
kemampuan perusahaan untuk memenuhi apa yang diinginkan konsumen pada segemn
yang dipilih, keseluruhan biaya yang akan dikeluarkan atau dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan segmen pasar yang dipilih, dan potensi profitabilitas atau
keuntungan yang akan dihasilkan. Adapun jenis-jenis strategi targeting, antara lain:
- Undifferentiated marketing
Pada strategi ini perusahaan tidak melihat segmen pasar, perusahaan
memutuskan untuk melayani seluruh pasar dalam satu produk yang ditawarkan,
contohnya produk coca-cola. Produk ini dihasilkan tanpa memandang kelas social
masyarakat. Seluruh segmen pasar dapat mengkonsumsi produk ini.
- Differentiated marketing
Pada strategi ini perusahaan menwarkan beberapa produk untuk beberapa segmen
pasar. Perusahaan menawarkan produk yang terpisah pada setiap segmen pasar.
Melalui strategi ini peruahaan berharap akan memperoleh volume penjualan yang
lebih tinggi dan memiliki posisi yang kuat pada setiap segmen pasar. Contohnya,
Kentucky fried chicken (KFC) yang menyediakan menu kids meal dan alat-alat
permainan di restorannya untuk kalangan anak-anak. Selain itu KFC juga
menyediakan paket combo yang harganya lebih murah untuk kalangan pelajar,
mahasiswa dan karyawan.
- Concentrated marketing
50 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Strategi ini memfokuskan penjualan produknya hanya pada satu segmen pasar.
Perusahaan menyediakan produk terbaiknya untuk satu segmen tertentu sehingga
dapat menghebat biaya, seperti biaya promosi, distribusi, dan produksi. Hal ini
karena perusahaan memfokuskan pada satu segmen pasar, contohnya Tropicana
slim. Produk ini dihasilkan untuk konsumen yang memiliki Riwayat penyakit
diabetes dan konsumen yang memiliki gaya hidup sehat.
- Micro marketing
Produk yang dihasilkan untuk ditujukan kepada konsumen yang spesifik dari
sebagian kecil dari pasar besar. Pemilihan konsumen secara spesifik didasarkan
pada lokasi, kebutuhan pelanggan, sensifitas harga, dll. Contohnya produk mobil
premium Ferrari, dimana pembeli dari produk ini memiliki kekayaan yang tinggi.
Jumlahnya sangat sedikit dari total keseluruhan pasar.
Positioning merupakan strategi dengan membangun citra produk dibenak
konsumen. Strategi ini digunakan untuk mendapatkan posisi yang lebih unggul dari
pada pesaing yang lain dalam benak konsumen. Membentuk preferensi konsumen ini
dapat memiliki keuntungan bagi perusahaan, yaitu: dapat mempengaruhi konsumen
untuk membeli produk , meningkatkan loyalitas dan brand awareness, serta
mengkomunikasikan nilai produk pada konsumen. Contoh dari strategi positioning,
antara lain:
- Manfaat produk
Strategi ini menawarkan produk yang memilki manfaat tertentu sehingga
konsumen memilih produk tersebut. Contohnya sensodyne merupakan produk
pasta gigi. Secara umum produk ini sama dengan produk pasta gigi lainnya yang
memberikan manfaat untuk membersihkan gigi, namun produk ini menawarkan
51 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
manfaat yang lebih banyak lagi, seperti mengurangi ngilu pada gigi sensitive dan
memutihkan gigi. Hal ini menyebabkan konsumen memilih produk yang memiliki
manfaat lebih banyak.
- Atribut produk
Salah satu factor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam memilih produk
adalah atribut produk. Atribut produk dapat berupa kualitas produk, design
produk, nama brand, kemasan, ukuran, dan fitur produk. Contohnya ponsel merk
iphone lebih banyak digemari oleh kaum remaja hingga dewasa karena brandnya
yang sudah terkenal dan kualitas produknya yang tinggi dibandingkan ponsel merk
lainnya.
- Harga produk
Pertanyaan yang sering muncul ketika konsumen berbelanja adalah “berapa
harganya?”. Harga merupakan nilai tukar suatu produk. Penetapan harga produk
sangatlah penting dan harus berhati-hati. Harga dapat menjadi factor penentu
jumlah permintaan konsumen. Biasanya konsumen akan mencari harga yang paling
murah dari sederet pilihan produk yang sama. Konsumen akan membandingkan
harga produk-produk tersebut. Namun pada segmen pasar tertentu, konsumen
justru tidak melihat harga dari produk tersebut tetapi dari manfaat lainnya.
Sehingga harga tidak lagi menjadi factor penentu permintaan akan produk.
Contohnya tas merk Hermes yang memiliki harga mahal.
- Kualitas produk
Pada strategi ini perusahaan menawarkan produk dengan kualitas yang baik.
Kualitas dapat berupa pelayanan, bahan baku,maupun proses produksinya.
52 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Contohnya tas Eiger yang memiliki bahan tas yang tebal dan kuat, sehingga
banyak konsumen yang memmilih produk tersebut.
2. Strategi Marketing Mix
Marketing mix merupakan strategi perencanaan dan pengaplikasian dari konsep
4P, yaitu: product, price, place, dan promotion. Strategi ini biasa dikenal dengan
bauran pemasaran melalui serangkaian tindakan atau strategi untuk mempromosikan
produknya. Namun seiring berkembangnya pasar yang dinamis, 4P dipandang belum
optimal dalam meningkatkan penjualan, sehingga 4P dikembangkan lagi menjadi 7P,
yaitu:
a. Product
Produk dapat didefinisikan sebagai barang dan jasa yang diciptakan untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk dapat berupa barang atau
jasa. Produk barang merupakan suatu produk yang dapat terlihat wujudnya,
seperti: televisi, motor, makanan, dan minuman. Sedangkan produk jasa
merupakan suatu produk yang tidak telihat wujudnya, contohnya: konsultan,
pengacara, dan guru. Ketika konsumen ingin membeli sebuah produk, maka yang
mereka pertimbangkan adalah fungsi, kegunaan, dan kualitas. Produk merupakan
hasil produksi yang meliputi konsep total. Secara terpadu konsep total
tersebut meliputi: barang, kemasan, merek, label, pelayanan, dan jaminannya
(Malau, 2018). Semakin lengkap komponen atribut dalam produk maka semakin
tinggi peluang untuk konsumen memilih produk tersebut. Contohnya keberadaan
label halal pada produk makanan akan lebih banyak dipilih dari pada produk yang
tidak memiliki label halal. Contoh lainnya keterangan expired pada produk akan
sangat berpengaruh terhadap pembelian produk tersebut. Sehingga semakin
53 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
lengkap atribut produk maka semakin besar peluang konsumen untuk membelinya.
Sebagaimana manusia, produk juga memiliki daur hidup yang bisa saja mati atau
tidak ada pembelinya lagi. Upaya untuk menjaga kestabilan dalam penjualan, maka
perusahaan harus melakukan inovasi terhadap produknya agar tidak mati. Upaya
tersebut dapat berupa, menciptakan produk baru, memperbaiki produk lama,
menambah manfaat produk, mengganti merek dagang dan membuat kemasan
yang unik dengan berbagai ukuran.
b. Price
Harga merupakan sejumlah nilai dalam bentuk uang yang dibayarkan oleh
konsumen untuk membeli sebuah produk. Harga merupakan unsur yang paling
fleksibel diantara unsur lainnya dalam bauran pemasaran, karena dapat diubah
dengan waktu yang cepat. Harga sangat mempengaruhi jumlah penjualan produk.
Sehingga perlu perhitungan yang tepat dalam menetapkan harga produk.
Penetapan harga produk bertujuan untuk memaksimalkan laba, mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar, dan mengatasi persaingan.
Contoh-contoh dari strategi harga, yaitu: diskon, potongan harga khusus,
persyaratan kredit, dan periode pembayaran.
c. Promotion
Keberhasilan suatu pemasaran salah satunya dipengaruhi oleh kegiatan promosi.
Promosi merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran, dimana perusahaan
menyebarkan, mempengaruhi/membujuk, serta mengingatkan agar konsumen
dapat membeli, menerima dan pada akhirnya dapat menciptakan konsumen yang
loyal terhadap produk yang dijual. Menurut Malau, 2018 terdapat berbagai jenis
strategi promosi yang dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini.
54 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Table 3 Berbagai Tujuan Promosi Penjualan.
Jenis promosi Tujuan Keuntungan Kerugian
Kupon Mendorong Mendorong Menunda pembelian
permintaan dukungan
konsumen
Undian Mendorong pengecer Penjualan menurun
pelanggan untuk Mendapatkan
pelanggan dengan setelah undian
membeli lebih menggunakan
banyak produk lebih Mudah disalin
Mencuri penjualan dari
Potongan Meminimalkan sering
harga pemilihan merek masa depan
Efektif Mengurangi nilai produk
Mendorong merangsang
pelanggan untuk permintaan Sedikit control atas
presentasi produk
membeli
Biaya tinggi bagi
Penempatan Menghentikan Pesan positif perusahaan
produk penurunan dalam pengaturan
penjualan
Sampel non komersial
Memperkenalkan
produk baru Risiko rendah
bagi konsumen
Mendemonstrasikan
penggunaan produk
Mendorong
percobaan produk
baru
Promosi dapat dilakukan dengan periklanan, relasi, dan tenaga penjual. Promosi
melalui periklanan dapat menggunakan media cetak, selebara, dan media
elektronika. Semakin berkembangnya teknologi, saat ini promosi banyak dilakukan
pada media social dengan memanfaatkan keberadaan orang-orang yang terkenal
55 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
pada aplikasi media social tersebut. Promosi ini terbukti mampu meningkatkan
penjualan perusahaan.
d. Place
Lokasi/tempat pemasaran juga memiliki peranan yang penting dalam strategi
pemasaran. Lokasi ini berkaitan dengan bagaimana menentukan lokasi sebagai
sasaran pasar yang terbaik dengan mempertimbangkan rata-rata kebutuhan
konsumen, harga yang bisa ditetapkan, dan saluran distribusi. Tempat pemasaran
merupakan saluran distribusi dari produsen ke konsumen, sehingga perlu pemilihan
tempat yang tepat agar dapat terjangkau oleh konsumen dan merupakan lokasi
yang strategis. Saat ini, tempat pemasaran tidak hanya semata-mata berbentuk
bangunan yang terlihat fisiknya, namun sekarang telah berkembang melalui
teknologi digital. Market place merupakan salah satu tempat produsen untuk
menawarkan produknya. Hal ini sangat membantu pengusaha-pengusaha kecil yang
memiliki modal terbatas untuk menyewa Gedung atau membangun tempat
penjualan.
e. Process
Proses merupakan strategi pemasaran melalui pelayanan yang diberikan oleh
perusahaan kepada konsumen. Setiap perusahaan tentunya memiliki cara
tersendiri dalam melayani konsumennya, mulai dari pemesanan, pengantaran,
hingga konsumen mendapatkan produk yang mereka butuhkan. Contohnya,
pelayanan ketika berbelaja di restoran. Pelayanan yang baik akan memberikan
pengaruh terhadap penjualan produk.
f. People
56 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Sumber daya manusia merupakan salah satu factor penting dan penentu dalam
kemajuan perusahaan. SDM tidak hanya dapat memberikan kemajuan terhadap
perusahaan, namun dapat juga menyebabkan kemunduran bagi perusahaan. Oleh
karena itu penting bagi perusahaan untuk memilih karyawan yang tepat. Hal-hal
yang menjadi pertimbangan dalam menentukan karyawan adalah skill/kemampuan,
attitude/sikap/perilaku, dan motivasi. Skill atau kemampuan teknis karyawan
akan membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas dari perushaan.
Attitude berkaitan dengan proses pelayan kepada pelanggan. Apakah karyawan
mampu melayani konsumen dengan baik?. Selain itu attitude yang penting bagi
perusahaan adalah loyalitas karyawan. Karyawan yang memiliki loyalitas tinggi
terhadap perushaannya akan memberika performa terbaik dan berdedikasi
terhadap perusahaan. Kemudian motivasi berkaitan dengan sejauh mana karyawan
menyukai pekerjaan yang dilakukannya.
g. Physical evidence
Tampilan fisik yang dimaksud adalah tampilan dari tempat usaha. Apakah kosnsep
bangunan dari perusahaan tertata dengan rapi dan menarik?. Interior yang unik
dan menarik dapat menarik konsumen untuk singgah ke lokasi penjualan. Bangunan
yang diciptakan harus memberikan efek menyenangkan bagi kosnumen agar mereka
betah mengunjungi tempat usaha.
57 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Tes Refleksi Diri
Jawablah tes refleksi di bawah ini sesuai dengan kemampuan yang anda miliki dengan jujur.
Capaian kemampuan diri Mampu (√) Tidak mampu (×)
Saya dapat menjelaskan pengertian manajemen
pemasaran
Saya dapat menjelaskan fungsi manajemen
pemasaran
Saya dapat menjelaskan strategi STP
Saya dapat menjelaskan strategi Marketing Mix
Keterangan:
Beri tanda (√) jika anda mampu mencapai capaian kemampuan.
Beri tanda (×) jika anda belum mampu mencapai capaian kemampuan.
TUGAS/LATIHAN
Analisis mengenai strategi pemasaran yang digunakan pengusaha pada video di bawah ini.
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=RGsCY4Uy2Zc
58 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
BAB VII
PENYUSUNAN RENCANA BISNIS
Kemampuan akhir yang diharapkan:
Mahasiswa mampu menyusun rencana bisnis.
Indikator capaian:
1. Mampu mejelaskan tujuan dan manfaat rencana bsinis
2. Mampu menjelaskan cara memilih bidang usaha
3. Mampu Menyusun aspek-aspek dalam perencanaan bisnis
TUJUAN DAN MANFAAT RENCANA BISNIS
Tidak sedikit pengusaha kecil di Indonesia yang mengalami kegagalan dalam merintis
sebuah usaha. Hal ini disebabkan karena pengusaha tidak membuat perencanaan bisnis yang
baik. Beberapa kekurangan yang masih ada pada pengusaha kecil di Indonesia, antara lain:
pengusaha tidak meramalkan pasar, tidak melakukan analisis finansial, tidak pernah mencari
peluang, modalnya berasal dari modal pribadi dan bukan dari investor, serta jarangnya
pengusaha menjadikan bisnisnya sebagai hobi atau minat yang dapat menghasilkan
keuntungan.
Perencanaan bisnis merupakan rencana kegiatan yang akan dilakukan sebelum memulai
sebuah usaha. Perencanaan bisnis berisi tentang konsep dasar yang berkaitan dengan
keputusan dan proses pemilihan bisnis. Hal ini lakukan agar perusahaan mampu memberikan
manfaat ekonomis dan social dalam jangka panjang. Perencanaan bisnis mencakup beberapa
aspek, yaitu: aspek finansial, aspek pemasaran, aspek produksi, serta aspek manajemen.
Perencanaan bisnis sangat berguna bagi usaha yang baru merintis. Dokumen ini
digunakan sebagai landasan dalam membangun usaha yang diinginkan. Rencana bisnis akan
59 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
membuat aktivitas bisnis berjalan dengan terarah sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan. Selain untuk usaha yang baru merintis, rencana bisnis juga berguna utnuk
mengembangkan usaha yang sudah ada, serta untuk memilih jenis usaha atau investasi yang
paling menguntungkan. Adapun pihak-pihak yang berkepentingan dengan rencana bisnis ini,
yaitu: pengusaha, investor dan penyandang dana, serta masyarakat umum dan pemerintah.
MEMILIH BIDANG USAHA
Memilih bidang usaha perlu diperhatikan risiko-risiko yang mungkin akan dihadapi
oleh pengusaha. Pengusaha harus mengetahui risiko-risiko dalam usaha yang akan dijalankan.
Pada setiap aspek manajemen terdapat risiko yang dapat ditimbulkan. Jenis-jenis risiko
yang biasanya dihadapi dalam sebuah usaha, antara lain: risiko keuangan, risiko operasional,
risiko pasar, dan risiko permodalan. Risiko bisnis merupakan kemungkinan terjadinya kerugian
atau konsekuensi dari pemilihan suatu bisnis tertentu. Kemungkinan kerugian tersebut
dapat terjadi karena manajemen atau pengelolaan usaha yang kurang baik, strategi bisnis
yang tidak tepat, kelalaian manusia, ketidakpastian ekonomi, ketidakpastian geografis, serta
keputusan yang kurang tepat.
Selain memperhatikan risiko usaha, pengusaha juga perlu memperhatikan beberapa
hal, yaitu: apakah bidang usaha tersebut ada konsumen atau pasarnya, apakah usaha
tersebut senang untuk dijalani oleh pengusaha, dan apakah dalam bidang tersebut pengusaha
telah memiliki keahlian atau sumber daya manusa yang ahli disekitar tempat usaha. Penting
bagi pengusahaa untuk mengetahui keberadaan konsumen yang akan menjadi target
penjualan. Jika produk yang dihasilkan ternyata tidak ada pasarnya, maka pengusaha akan
mengalami kerugian.
Menjalankan usaha yang disenangi akan memberikan pengaruh positif terhadap
perkembangan usaha kedepannya. Pengusaha yang menjadikan hobi sebagai ladang bisnis
60 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
cenderung akan termotivasi untuk melakukan hal yang terbaik bagi usahanya. Pengusaha
akan mencari tahu segala sesuatu yang berkaitan dengan pengembangan usahanya. Sehingga
rencana bisnis yang dibuat akan disusun secara matang dan rinci.
Ketersediaan sumber daya manusia dalam memilih bidang usaha juga sangat perlu
diperhitungkan, karena sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam pelaksanaan
operasional usaha. Jika pengusaha mengalami kesulitan dalam menemukan SDM yang cocok
dalam membantu mereka untuk menjalankan bisnis, maka usaha tersebut akan susah untuk
dilaksanakan. Apabila SDM yang diperlukan ternyata jauh dari lokasi usaha, maka pengusaha
akan mengeluarkan biaya yang lebih besar. Sehingga perlu diketahui ketersediaan SDM sesuai
dengan kebutuhan pada lokasi usaha. Memilih bidang usaha yang menguntungkan dapat
dilakukan dengan estimasi proyeksi, prediksi, dan intuisi. Jika ingin mendapatkan data yang
lebih pasti lagi, pengusaha perlu melakukan studi kelayakan untuk mengetahui apakah usaha
yang akan dijalankan menguntungkan bagi pengusaha saat ini maupun dimasa mendatang.
ASPEK-ASPEK PERENCANAAN BISNIS
Adapun aspek-aspek yang perlu dimasukkan ke dalam sebuah perencanaan bisnis,
dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini.
Table 4 Aspek -aspek Perencanaan Bisnis
Kebutuhan/keinginan Aspek Pemasaran
konsumen Menyangkut hal-hal yang harus terpenuhi dan merupakan
Segmentasi pasar hal yang sangat ingin dinikmati
Memilah pasar ke dalam kelompok-kelompok yang lebih
Target pasar kecil sesuai dengan karakteristik konsumen
Kelompok konsumen yang menjadi tujuan pemasaran
Nilai tambah (rantai nilai) produk
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan
suatu produk
61 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Daur hidup produk Tahapan-tahapan yang menyangkut proses suatu produk
dapat diterima oleh pasar dan dikonsumsi oleh masyarakat
Struktur pasar secara umum
Strategi pemasaran Memilih bentuk pasar yang ingin dimasukki
Saluran distribusi Memilih strategi yang tepat untuk melayani target pasar
Memilih rantai distribusi yang paling menguntungkan bagi
Ukuran pasar pengusaha
Jumlah konsumen potensial yang membeli atau
Pertumbuhan pasar menggunakan produk
Merencanakan perubahan ukuran pasar selama periode
Pangsa pasar waktu tertentu
Persentase volume penjualan perusahaan dibandingkan
Harga produk dengan total penjualan di pasar
Penetapan harga produk yang akan dijual berdasarkan
Lokasi produksi berbagai pertimbangan
Volume produksi
Aspek Produksi dan Operasi
Mesin dan peralatan Memilih lokasi yang digunakan untuk memproduksi produk
Jumlah produk yang dihasilkan pada satu kali proses
Bahan baku dan bahan produksi dalam kurun waktu tertentu
penolong Menentukan kebutuhan akan mesin dan perlatan yang
Skema/alur produksi digunakan dalam proses produksi dan operasi
Layout Menjabarkan bahan baku utama daan penolong untuk
proses produksi
Kepemilikan Menjabarkan tahapan produksi
Menentukan tata letak produksi
Organisasi
Aspek Manajemen
Tim Manajemen Bentuk bisnis dilihat dari pendirinya, sumber modal dan
Karyawan tujuannya
Pola hubungan yang melibatkan orang yang berada dalam
perusahaan
Berbagai kegiatan yang melibatkan tim dalam perusahaan
Memilih orang-orang yang dibutuhkan oleh perusahaan
berdasarkan pengetahuan dan keterampilannya
Aspek Keuangan
62 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Kebutuhan dana Seluruh dana yang dikeluarkan untuk menjalankan
operasional perusahaan, mulai dari persiapan, proses
Sumber dana produksi, hingga pemasaran produk
Penggunaan dana Perolehan dana yang didapat
Proyeksi neraca Menjabarkan kegiatan yang menggunakan dana perusahaan
Prediksi jumlah kekayaan yang akan dimiliki perusahaan
Proyeksi laba/rugi serta kewajibannya terhadap kreditor atau pemegang
Proyeksi aliran kas saham
Prediksi mengenai biaya dan pendapatan perusahaan
Perkiraan uang yang masuk dan keluar selama periode
waktu tertentu
Tes Refleksi Diri
Jawablah tes refleksi di bawah ini sesuai dengan kemampuan yang anda miliki dengan jujur.
Capaian kemampuan diri Mampu (√) Tidak mampu (×)
Saya dapat menjelaskan tujuan dan manfaat
perencanaan bisnis
Saya dapat menjelaskan cara memilih bidang
usaha
Saya dapat menjelaskan aspek-aspek dalam
rencana bisnis
Keterangan:
Beri tanda (√) jika anda mampu mencapai capaian kemampuan.
Beri tanda (×) jika anda belum mampu mencapai capaian kemampuan.
63 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
TUGAS/LATIHAN
Buatlah rencana bisnis mencakup 4 aspek, yaitu: aspek produk dan operasi, aspek pemasaran,
aspek manajemen, dan aspek keuangan.
64 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
BAB VIII
MANAJEMEN RESIKO
Kemampuan akhir yang diharapkan:
Mahasiswa mampu menganalisis manajemen risiko dalam agribisnis
Indikator capaian:
1. Mampu menjelaskan risiko dan ketidakpastian
2. Mampu menjelaskan risiko yang dihadapi manajer agribisnis
3. Mampu menerapkan aktivitas manajemen risiko
RISIKO DAN KETIDAKPASTIAN
Risiko dipandang sebagai ketidakpastian dalam suatu bisnis. Ketidakpastian ini dapat
mengakibatkan kondisi yang tidak menguntungkan bagi perusahaan, termasuk perusahaan
yang bergerak pada bidang agribisnis. Risiko dan ketidakpastian berkaitan erat dengan
perkiraan kemungkinan terjadinya kondisi yang menguntungkan atau merugikan. Peluang
merupakan kemungkinan yang dapat menguntungkan bagi perusahaan. Sedangkan
ketidakpastian akan menimbulkan risiko atau akibat yang dapat merugikan perusahaan.
Agribisnis merupakan bisnis yang bergerak pada bidang pertanian, dimana usahanya sangat
bergantung dengan kondisi alam yang banyak mengandung ketidakpastian. Contoh adanya
ketidakpastian mengenai wabah penyakit tanaman. Risiko yang dapat ditimbulkan dari
ketidakpastian tersebut adalah terjadinya kerusakan tanaman dan tingginya risiko kematian
pada tanaman. Oleh karena itu dalam usaha agribisnis sangat penting dilakukannya
manajemen risiko untuk mengurangi kerugian pada bisnis. Manajemen risiko merupakan
serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan kemungkinan risiko yang dapat
terjadi akibat dari ketidakpastian. Tujuan dilakukannya pengelolaan risiko ini, antara lain:
65 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
a. Melindungi perusahaan dari risiko yang dapat menghambat proses pencapaian tujuan
perusahaan.
b. Sebagai peringatan agar perusahaan berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya.
c. Membantu dalam membuat kerangka kerja dalam sebuah perusahaan
d. Mendorong perusahaan untuk bertindak secara proaktif dalam mengatasi segala risiko
yang mungkin terjadi
e. Menjadikan manajemen risiko sebagai sumber keunggulan perusahaan dengan pesaing
lainnya
RISIKO YANG DIHADAPI MANAJER AGRIBISNIS
Adapun risiko-risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan yang bergerak pada bidang
agribisnis, antara lain:
1. Aspek pasar dan pemasaran
Beberapa kemungkinan risiko yang muncul pada aspek pasar dan pemasaran, yaitu: (a)
risiko harga jual barang, (b) risiko perubahan selera konsumen, (c) risiko pengiriman
atau distribusi barang, (d) risiko persaingan produk, dan (e) risiko produk substitusi.
Risiko ini dapat mengakibatkan turunnya penjualan dan rusaknya citra perusahaan yang
ditandai dengan turunnya pangsa pasar dan kurangnya distribusi barang. Hal ini tentu
berdampak bagi pendapatan dan keuntungan perusahaan. Misalnya saja risiko distribusi
dapat mengakibatkan kerusakan pada produk karena proses distribusi yang melalui
perjalanan cukup panjang dan tidak dipacking dengan baik. Tentunya hal ini berdampak
bagi kualitas produk. Kualitas produk akan menurun yang ditandai dari kerusakan
kemasan, bahkan kerusakan pada produk itu sendiri, sehingga konsumen enggan untuk
membeli produk tersebut.
2. Aspek teknis dan produksi
66 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Kemungkina risiko pada aspek teknis dan produksi, yaitu: (a) risiko bahan baku dan
bahan pembantu, (b) risiko musim, (c) risiko teknis produksi dan teknologi, dan (d)
risiko produk. Contoh risiko teknis produksi dan teknologi adalah terjadinya kerusakan
pada mesih produksi yang dapat menyebabkan terhambatnya proses produksi. Risiko ini
dapat timbul apabila perusahaan tidak mampu menguasai secara teknis mengenai
teknologi yang digunakan dalam usaha.
3. Aspek manajemen dan organisasi
Salah satu contoh risiko pada aspek manajemen dan organisasi adalah risiko tenaga kerja.
Risko ini dapat berupa kecelakaan dalam melakukan pekerjaan, misalnya jatuh dari
ketinggian. Hal ini tidak saja merugikan bagi perusahaan tetapi juga kerugian bagi
karyawan itu sendiri.
4. Aspek social ekonomi
Contoh risiko dari aspek social ekonomi adalah risko kebijakan pemerintah. Apabila terjadi
perubahan kebijakan khususnya menyangkut agribisnis, tentu saja hal ini berdampak pada
para pengusaha pada bidang tersebut. Misalnya pemerintah menetapkan kebijakan harga
BBM meningkat. Hal ini tentu saja berdampak bagi pengusaha agribisnis khususnya pada
biaya produksi dan distribusi produk.
5. Aspek lingkungan
Risiko polusi atau dampak lingkungan merupakan salah satu risiko dari aspek lingkungan.
Lingkungan yang tercemar akan menyebabkan ketidakseimbangan lingkungan, terutama
pada usaha dibidang pertanian. Lingkungan yang tercemar dapat menyebabkan kepunahan
bagi tumbuhan dan binatang.
6. Aspek keuangan
67 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Risiko yang timbul dari aspek keuangan, antara lain: (a) risiko pengelolaan keuangan
perusahaan, (b) risiko bunga, (c) risiko piutang, (d) risiko biaya produksi, dan (e)
risiko mata uang. Risiko bunga merupakan salah satu contoh risko dari aspek keuangan.
Misalnya terjadi kenaikan bunga kredit pinjaman. Hal ini akan menyebabkan perusahaan
takut untuk meminjam modal padahal mereka sangat membutuhkan modal tersebut
untuk kelancaran operasional perusahaan.
AKTIVITAS MANAJEMEN RISIKO
Aktivitas manajemen risiko dibagi menjadi 3 aktivitas, yaitu: (1) identifikasi risiko,
(2) pengukuran risiko, dan (3) penanganan risiko. Aktivitas yang pertama dilakukan adalah
mengidentifikasi kemungkinan terjadinya risiko atau kerugian pada perusahaan.
Mengidentifikasi risiko memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pengelolaan risiko,
karena jika tidak mengidentifikasi semua kemungkinan risiko maka tidak akan dapat
Menyusun strategi untuk mengendalikan risiko tersebut. Ketidaksiapan tersebut akan
merugikan perusahaan. Langkah-langkah dalam mengidentifikasi risiko, antara lain: (1)
membuat daftar risiko yang dapat menimpa usaha bisnis, (2) mengidentifikasi risiko
potensial yang terjadi pada usaha agribisnis, dan metode identifikasi risiko. proses
mengidentifikasi risiko perlu mengumpulkan data mengenai sumber risiko, pemicu risiko, dan
stakeholder. Hal-hal yang dapat diketahui melalui identifikasi risiko (Mulyawan, 2015),
antara lain:
a. Kejadian atau peristiwa yang dapat terjadi dan berdampak terhadap pencapaian sasaran
target
b. Konsekuensi atau dampak terhadap asset organisasi atau stakeholder
c. Pemicu (apa dan mengapa) atau factor-faktor yang menjadi pemicu timbulnya suatu
peristiwa berisiko
68 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
d. Pengendalian atau Langkah-langkah antisipasi dan pencegahan awal yang dapat dilakukan
e. Perkiraan waktu risiko terjadi dan tempat risiko itu dapat terjadi
Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi risiko, antara lain:
menggunakan kuisioner, laporan keuangan, membuat low chart aliran barang, melakukan
inspeksi, dan mengadakan interaksi dengan pihak terkait.
Aktivitas kedua dalam manajemen risiko adalah pengukuran risiko. Pengukuran risiko
dilakukan untuk mengukur dampak yang ditimbulkan dari suatu risiko dengan tepat.
Beberapa parameter yang digunakan untuk proses evaluasi risiko menurut Mulyawan (2015)
dapat dilihat pada tabel 5 di bawah ini.
Table 5 Parameter Probabilitas dan Konsekuensi Risiko
Parameter Probabilitas Risiko
Jarang terjadi Peristiwa ini hanya muncul pada keadaan
yang luar biasa jarang
Agak jarang terjadi Peristiwa ini jarang terjadi
Mungki terjadi Peristiwa ini kadang-kadang terjadi pada
suatu waktu
Sering terjadi Peristiwa ini pernah terjadi dan mungkin
terjadi lagi
Hamper pasti terjadi Peristiwa ini sering muncul pada berbagai
keadaan
Parameter Konsekuensi Risiko
Tidak signifikan Tidak ada yang terluka; kerugian finansial
69 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Kecil Pertolongan pertama; kerugian finansial
medium
Sedang Perlu perawatan medis; kerugian finansial
cukup besar
Besar Cedera parah; kerugian finansial besar
Sangat signifikan Kematian; kerugian finansial sangat besar
Penangan risiko merupakan aktivitas penting dan sangat menentukan dari keseluruhan proses
pada manajemen risiko. Setelah mengetahui dampak risiko yang ditimbulkan maka perlu
dikelola dengan tepat, efektif, dan sesuai dengan kemampuan perusahaan. Penangan risiko
dapat dilakukan memlaui beberapa metode, antara lain:
1. Menghindari risiko
Mengendalikan risiko dengan menghidari orang, kegiatan, barang dll terhadap risiko.
Risiko kerugian terhadap barang tertentu dapat dihindari dengan tidak memiliki barang
tersebut. Contohnya penggunaan teknologi yang berisiko lebih baik dengan menyewa
teknologi tersebut dari pada membeli.
2. Mencegah dan mengendalikan risiko
Pencegahan dan pengendalian risiko dilakukan dengan tujuan menghilangkan segala
kerugian atau mengurangi kerugian seminimal mungkin. Keputusan akan tergantung pada
kelayakan program dari sudut pandang teknis dan produksinya. Contoh pencegahan risiko
perubahan harga jual produk dapat dicegah dengan membuat kontrak masa depan untuk
harga, sedangakan contoh untuk pengendalian risiko apabila tanaman mulai diserang hama
dengan menggunakan obat-obatan.
3. Memisahkan risiko
70 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Pemisahan risiko merupakan penanganan risiko dengan memisahkan penempatan harta
yang kemungkinan berisiko akan mengalami kerugian. Contohnya untuk meminimalisir
kerugian akibat kebakaran sebuah perusahaan transportasi memisahkan beberapa
kendaraannya dengan membedakan tempat penyimpanannya. Jika suatu saat nanti
terjadi kebakaran, maka tidak semua asset kendaraan akan terbakar karena Sebagian
ditempatkan secara terpisah.
4. Menahan risiko
Menahan risiko berarti memikul risiko kemungkinan terjadinya kerugian, dengan cara
menganggapnya sebagai biaya operasi perusahaan atau menyisihkan cadangan untuk
membayar kerugian yang diderita. Contohnya menyiapkan biaya risiko apabila terjadi
pembusukan pada produk saat penyimpanan di gudang.
5. Memindahkan risiko
Asuransi merupakan cara untuk memindahkan risiko. Melalui asuransi perusahaan
memindahkan atau menggeser risiko tertentu yang dipikulnya kepada perusahaan asuransi
dengan membayar premi asuransi dalam jangka waktu tertentu. Contohnya memindahkan
risiko gagal panen usahatani padi dengan menggunakan asuransi usahatani padi (AUTP)
Tes Refleksi Diri
Jawablah tes refleksi di bawah ini sesuai dengan kemampuan yang anda miliki dengan jujur.
Capaian kemampuan diri Mampu (√) Tidak mampu (×)
Saya dapat menjelaskan pengertian risiko
Saya dapat menjelaskan risiko yang dihadapi
pengusaha agribsinis
71 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Saya dapat menjelaskan aktivitas-aktivitas
dalam manajemen risiko
Keterangan:
Beri tanda (√) jika anda mampu mencapai capaian kemampuan.
Beri tanda (×) jika anda belum mampu mencapai capaian kemampuan.
TUGAS/LATIHAN
Analisis mengenai risiko, penyebab risiko, dan cara mengatasi risiko pada video dibawah ini.
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=WE3j_VX69HE&list=PPSV
72 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
BAB IX
MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT)
Kemampuan akhir yang diharapkan:
Mahasiswa mampu menganalisis supply chain management (SCM)/manajemen rantai
pasok.
Indikator capaian:
1. Mampu menjelaskan pengertian SCM
2. Mampu menerapkan aktivitas primer untuk marjin
3. Mampu menerapkan aktivitas pendukung untuk marjin
PENGERTIAN SCM
Perkembangan teknologi yang semakin pesat, menuntut setiap perusahaan untuk
melakukan inovasi dan penyesuaian diri terhadap perubahan. Melalui perkembangan teknologi,
komunikasi, dan informasi, pasar global menghadapi persaingan yang ketat antar perusahaan.
Perusahaan bersaing untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan yang mengalami
perubahan, dan daur hidup produk yang semakin pendek. Kondisi ini mendorong perusahaan
untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang dapat menjaga kelangsungan hidup bisnisnya.
Tidak hanya itu, perkembangan teknologi transportasi juga berkembang pesat, dimana
terbentuknya rantai pasok yang merupakan proses dari perolehan bahan baku hingga
pengiriman ke tangan konsumen. Rantai pasok merupakan sebuah jaringan yang
menghubungkan actor-aktor yang ada di dalamnya, seperti pabrik atau perusahaan, para
penyalur, serta pergudangan dalam proses distribusi bahan baku, persediaan produk setengah
jadi, dan persediaan produk jadi.
73 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Manajemen rantai pasok merupakan serangkaian aktivitas atau kegiatan yang
diperlukan dalam proses merencanakan, mengendalikan, dan menjalankan arus produk.
Pengelolaan ini mencakup proses perolehan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi
produk ke konsumen akhir, dengan metode yang paling efisien. Tujuan manajemen rantai
pasok adalah untuk mencapai biaya yang minimum dengan memberikan pelayanan terbaik.
Scm menyangkut efisiensi logistic dan penciptaan nilai bagi konsumen. Efisiensi logistic
terkait dengan penangan transportasi dan penyimpanan produk pada berbagai tahap produksi
dan distribusi hingga ke konsumen akhir. Aktivitas penciptaan nilai bagi konsumen terkait
dengan aktivitas yang memberikan keuntungan bagi perusahaan secara berkelanjutan dan
kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan. Pada aktivitas SCM, pemasok dan
konsumen berkaitan dalam seluruh aktivitas penambahan nilai sejak penyediaan bahan baku
dari sumber awal.
AKTIVITAS PRIMER UNTUK MARJIN
Aktivitas primer merliputi penciptaan fisik produk, penjualan, perpindahan kepada
pembeli serta bantuan pasca penjualan. Aktivitas ini teridiri dari:
1. Inbound logistic (logistic masukkan)
Logistic masukan menyangkut penerimaan, penyimpanan, dan penyebaran input-input
produksi. Aktivitas ini merupakan aktivitas penanganan bahan baku. Ketersediaan bahan
baku dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu sangat mempengaruhi proses produksi.
Menyimpan persediaan bahan baku memerlukan gudang penyimpanan yang baik agar
bahan baku tetap terjaga kualitasnya. Melalui aktivitas logistic masukan maka perusahaan
dapat mengontrol persediaan bahan baku yang dibutuhkan.
2. Operations (kegiatan operasi)
74 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Kegiatan operasi menyangkut pada permesinan, pengemasan, perakitan serta
pemeliharaan peralatan. Operasi berfungsi untuk melakukan transformasi dari bahan baku
menjadi barang jadi ataupun setengah jadi.
3. Outbound logistics (logistic keluaran)
Logistic keluaran mencakup penyimpanan barang jadi di gudang, pemrosesan pemesanan,
dan pendistribusian produk akhir. Aktivitas ini berkaitan dengan pengeluaran produk dari
dalam gudang untuk kemudian dilakukan pengiriman produk ke konsumen.
4. Marketing dan sales (pemasaran dan penjualan)
Pemasaran dan penjualan mencakup aktivitas memasarkan dan menjual produk,
mengembangkan berbagai iklan, memilih jaringan distribusi yang tepat, serta memilih
dan mengembangkan tenaga penjualan.
5. Servis (pelayanan)
Aktivitas servis bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatan nilai produk melalui
perbaikan, pelatihan, serta penyesuaian.
AKTIVITAS PENDUKUNG UNTUK MARJIN
Aktivitas pendukung merupakan aktivitas yang diperlukan untuk berlangsungnya
aktivitas primer. Aktivitas ini terdiri dari:
1. Pembelian/pengadaan
Aktivitas pengadaan bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan
perusahaan dan dilakukan secara sistematis. Penyediaan tersebut mendasar pada
kebutuhan akan jumlah yang tepat, waktu, kualitas, harga, serta sumber dalam upaya
pemenuhan kebutuhan konsumen. Pengadaan dapat berupa barang dan jasa. Barang
merupakan suatu benda yang berwujud, seperti bahan baku, alat dan mesin, barang
dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu: barang produksi, barang konsumsi, dan
75 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
barang modal. Sedangkan jasa merupakan tindakan yang ditawarkan kepada pihak lain
yang tidak berwujud, seperti jasa konsultasi, jasa kontruksi, dan jasa pemeliharaan.
2. Pengembangan teknologi
Pengembangan teknologi merupakan upaya untuk perbaikan produk dan proses yang
digunakan perusahaan dalam memproduksi produk. Contoh pengembangan teknologi
untuk proses pemasaran produk, dimulai dari pemesanan hingga pengiriman dilakukan
secara online, tidak perlu lagi adanya pertemuan langsung antara produsen dengan
konsumen.
3. Manajemen SDM
Manajemen SDM mencakup kegiatan perekrutan tenaga kerja, pelatihan dan
pengembangan serta pemberian kompensasi kepada seluruh karyawan.
4. Infrastruktur perusahaan
Infrastruktur perusahaan merupakan seluruh fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan
perusahaan, seperti gedung, jalan, jaringan listrik, hukum dan relasi.
SCM UNTUK PETANI
Masalah yang dihadapi petani di Indonesia tidak hanya dari aspek produksi saja,
namun dari aspek pemasaran produknya juga masih mengalami permasalahan. Perkembangan
teknologi dan tuntutan kebutuhan konsumen menjadi salah satu tantangan yang dihadapi
oleh petani. Selain itu beberapa permasalah yang menjadi tantangan petani, yaitu:
ketersediaan input rendah, pengetahuan petani akan teknologi masih rendah, masih
rendahnya wawasan mengenai food losses, serta manajemen logistik. Food losses merupakan
salah satu masalah pada proses pemasaran produk pertanian, dimana produk pertanian
mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke tangan konsumen. Sedangkan konsumen
ingin mengkonsumsi produk yang memiliki kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau.
76 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
SCM sangat berperan penting untuk menjawab permasalahan tersebut, dimana SCM
menyediakan pengelolaan logistik yang baik untuk menciptakan efisiesi biaya dan kualitas
produk tetap terjaga dengan baik.
Menghadapi tantangan yang semakin tinggi, maka petani perlu merubah mindset dan
strategi yang digunakan. Sebagian besar petani hanya berorientasi pada kegiatan produksi
saja. Petani hanya memikirkan bagaimana cara memproduksi usahatani dengan produktivitas
yang tinggi tanpa memahami apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Cara pandang petani
perlu diubah bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen sangat penting dalam menentukan
produk yang akan dijual kepada konsumen. Petani perlu memahami nilai apa yang dicari
oleh para konsumen. Jika petani telah memahami hal tersebut, maka petani dapat
melakukan perencanaan yang baik untuk memproduksi produk yang dibutuhkan oleh
konsumen.
Tes Refleksi Diri
Jawablah tes refleksi di bawah ini sesuai dengan kemampuan yang anda miliki dengan jujur.
Capaian kemampuan diri Mampu (√) Tidak mampu (×)
Saya dapat menjelaskan pengertian manajemen
rantai pasok
Saya dapat menjelaskan aktivitas primer untuk
marjin
Saya dapat menjelaskan aktivitas pendukung
untuk marjin
77 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Saya dapat menjelaskan SCM untuk petani
Keterangan:
Beri tanda (√) jika anda mampu mencapai capaian kemampuan.
Beri tanda (×) jika anda belum mampu mencapai capaian kemampuan.
TUGAS/LATIHAN
Buatlah laporan mengenai analisis manajemen rantai pasok pada perusahaan agribisnis, serta
berikan masukan bagi perbaikan performa perusahaan agribisnis tersebut.
78 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
BAB X
KEMITRAAN DALAM AGRIBISNIS
Kemampuan akhir yang diharapkan:
Mahasiswa mampu menganalisis kemitraan dalam agribisnis
Indikator capaian:
1. Mampu menjelaskan definisi kemitraan
2. Mampu menjelaskan penerapan etika bisnis dalam kemitraan
3. Mampu menganalisis pola kemitraan
DEFINISI KEMITRAAN
Kemitraan dipandang sebagai suatu strategi bisnis yang dapat dilkakukan oleh dua
pihak atau lebih untuk mencapai tujuan bersama, yakni mendapatkan keuntungan bersama-
sama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan dalam jangka waktu
tertentu. Kemitraan dapat dijadikan salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan antara
pengusaha besar, kecil dan koperasi. Petani kecil di Indonesia memiliki banyak keterbatasan
dan kekurangan, antara lain: produksi masih terbatas karena keterbatasan modal dan
penguasaan lahan yang sempit, adopsi teknologi yang kurang, kurangnya kegiatan pasca
panen guna meningkatkan nilai tambah, pendidikan yang rendah, serta usahataninya belum
sepenuhnya berorientasi profit. Kekurangan inilah yang menyebabkan petani di Indonesia
susah untuk berkembang dan akan berdampak pada rendahnya pendapatan petani kecil.
Namun, usaha kecil dan koperasi memiliki keunggulan dalam menghadapi krisis ekonomi.
Usha kecil dan koperasi lebih mampu bertahan terhadap berbagai perubahan kondisi ekonomi
bahkan menjadi tumpuan dalam menggerakkan perekonomian nasional. Oleh karena itu
penting dilakukannya kerjasama antara petani kecil dengan perusahaan besar menggunakan
79 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
sistem kemitraan. Kemitraan dapat menjadi system ekonomi kerakyatan, dimana system
ini memiliki tujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari skala mikro
hingga skala makro.
Melalui system kemitraan akan terjadi tukar menukar hal-hal yang berguna bagi
pertumbuhan antara kedua pihak. Melalui kemitraan akan terjadinya transfer teknologi,
manajemen, modal, serta bahan baku. Transfer-transfer ini dapat meningkatkan nilai
tambah untuk seluruh pihak yang terkait, dan pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi
dan produktivitas usaha.
PENERAPAN ETIKA BISNIS DALAM KEMITRAAN
Pada kegiatan kemitraan tentunya perlu adanya penerapan etika bisnis untuk
menjamin kegiatan Kerjasama berjalan dengan baik. Adapun dasar etika bisnis yang perlu
diterapkan dalam sistem kemitraan, antara lain:
a. Kepercayaan
Modal dasar yang digunakan dalam menjalani kemitraan. Kemitraan antara kedua pihak
atau lebih harus didasi dengan kepercayaan satu dengan yang lain, tidak boleh ada
kecurigaan karena dapat merusak hubungan mitra tersebut.
b. Integritas
Integritas merupakan sikap konsisten antara ucapan dengan perilaku. Salah satu contoh
sikap integritas adalah kejujuran. Dalam menjalankan kemitraan diharapkan tidak ada
pihak yang menutupi kondisi masing-masing, semua pihak harus jujur dan terbuka
terhadap kelemahannya.
c. Adil
Adil adalah sikap yang menunjukkan seimbang pada semua pihak, tidak memihak kepada
salah satu pihak saja.
80 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
d. Komunikasi yang terbuka
Komunikasi yang terbuka diperlukan untuk saling bertukar ide atau gagasan untuk
membangun Kerjasama yang baik.
e. Keinginan pribadi dari pihak yang bermitra
Setiap pihak yang bermitra tentunya memiliki keinginan pribadi, namun hal tersebut
harus memiliki batasan dengan berpegang pada sejauhmana keinginan tersebut dapat
memperkuat keunggulan yang dimilikinya. Sehingga terciptanya sinergi antara pihak yang
bermitra.
f. Keseimbangan antara insentif dan risiko
Pihak yang bermitra harus menikmati keuntungan secara Bersama sesuai dengan risiko
yang dipikulnya.
MANFAAT KEMITRAAN
Kemitraan merupakan upaya bersama-sama untuk memperkuat usaha dalam
menghadapi persaingan. Pihak-pihak yang melakukan kemitraan hendaknya saling mendukung
melalui ikatan Kerjasama. kemitraan menjadi salah satu strategi bisnis yangdilakaukan dengan
prinsip saling membutuhkan, saling memperbesar, serta saling menguntungkan bagi kedua
belah pihak atau lebih. Manfaat dari kemitraan, antara lain:
a. Meningkatkan produktivitas, dimana kegiatan kemitraan ini akan menstransfer teknologi
yang dapat meningkatkan produktivitas usaha
b. Jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Melalui transfer teknologi dan manajemen
usaha yang baik maka akan menghasilkan produk dalam kuantitas dan kualitas yang
diinginkan, serta menjamin adanya stabilitas produksi sehingga hasilnya dapat secara
kontinu tersedia di pasar.
81 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
c. Memperkecil risiko, dimana risiko yang dihadapi oleh usaha kecil dapat digeser kepada
perusahaan agribisnis yang memiliki posisi yang lebih kuat untuk menghadapi risiko.
Contohnya risiko harga, perusahaan besar dapat memperkecil risiko usaha kecil dengan
membeli seluruh produk usaha kecil.
d. Ketahanan ekonomi nasional, UMKM terbukti tangguh dan mampu menghadapi kondisi
krisis ekonomi. Mensinergikan UMKM dengan perusahaan besar akan membuat
perekonomian nasional tumbuh dan semakin Tangguh.
e. Social, dimana kondisi ideal perekonomian suatu negara dapat dicapai dengan keberadaan
dan bergesernya mayoritas asset produksi di level usaha kecil dan menengah
JENIS KEMITRAAN USAHA
Kemitraan memiliki sifat atau kondisi dan tujuan yang berbeda-beda. Kondisi
tersebut menyebabkan adanyan perbedaan pola-pola kemitraan. Adapun jenis-jenis pola
kemitraan yang telah banyak dilakukan, antara lain:
a. Pola inti plasma
Pola kemitraan ini bentuk kerjasama antara perusahaan inti dengan plasma. Perusahaan
inti menyediakan lahan, saprodi, bimbingan teknis, manajemen, menampung, mengolah,
memasarkan dan tetap memproduksi kebutuhan perusahaan. Sedangkan plasma bertugas
untuk memenuhi kebutuhan perusahaan sesuai dengan syarat yang telah disepakati.
Kemitraan ini memberikan keuntungan secara timbal bailk antara pengusaha besar dengan
usaha kecil.
b. Pola sub kontrak
Pola kemitraan sub kontrak merupakan pola Kerjasama antara perusahaan mitra dengan
kelompok mitra usaha. Kelompok mitra usaha memproduksi kebutuhan yang diperlukan
oleh perusahaan mitra sebagai input dari proses produksinya. Pola kemitraan ini
82 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
menimbulkan transfer teknologi, modal, keterampilan, dan pemasaran. Kedua pihak
membuat kotrak kemitraan berisi tentang volume prduksi, harga, serta waktu.
Tes Refleksi Diri
Jawablah tes refleksi di bawah ini sesuai dengan kemampuan yang anda miliki dengan jujur.
Capaian kemampuan diri Mampu (√) Tidak mampu (×)
Saya dapat menjelaskan definisi kemitraan
Saya dapat menjelaskan penerapan etika bisnis
dalam kemitraan
Saya dapat menjelaskan manfaat kemitraan
Saya dapat menjelaskan jenis-jenis pola
kemitraan
Keterangan:
Beri tanda (√) jika anda mampu mencapai capaian kemampuan.
Beri tanda (×) jika anda belum mampu mencapai capaian kemampuan.
TUGAS/LATIHAN
Analisis mengenai kemitraan PT Bimandiri dengan petani, jelaskan mengenai keuntungan dan
kelemahanan dari kemitraan tersebut dari masing-masing pihak yang bekerjasama. Artikel
terkait dapat dilihat pada link berikut: https://sith.itb.ac.id/2018/05/28/belajar-seluk-
beluk-dunia-pasca-panen-dari-pt-bimandiri-agro-sedaya/
83 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
84 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
BAB XI
PENGENDALIAN DALAM AGRIBISNIS
Kemampuan akhir yang diharapkan:
Mahasiswa mampu menganalisis pengendalian dalam agribisnis.
Indikator capaian:
1. Mampu menjelaskan tujuan dan pentingnya pengendalian dalam agribisnis
2. Mampu memahami langkah-langkah pengendalian
3. Mampu menganalisis pendalian usaha agribisnis pada sebuah kasus
TUJUAN DAN PENTINGNYA PENGENDALIAN
Pengendalian dalam agribisnis digunakan sebagai alat yang dirancang bagi para manajer
agribisnis untuk memantau dan memperkirakan hal-hal yang dicapai dengan kendala biaya
dan pendapatan. Pada bentuk yang paling sederhana, pengendalian digunakan sebagai sarana
untuk memeriksa kesesuaian sasaran dan waktu antara rencana dengan pelaksanaan yang
sudah berjalan. Selain itu pengendalian digunakan untuk mengambil langkah korektif dalam
menyelesaikan permasalah yang terjadi sehingga perusahaan akan tetap berada pada jalannya
untuk mencapai tujuan.
Kegiatan pengendalian memiliki tujuan antara lain: (a) mengkonsolidasikan wewenang
dan mengkoordinasikan pelaksana tugas, (b) memperkirakan kecenderungan dan hasil, (c)
menyajikan informasi untuk perencanaan dan penyesuaian sasaran di masa yang akan datang,
serta (d) menyajikan informasi mengenai pengalaman di masa lalu. Melihat tujuannya yang
sangat penting bagi perusahaan, maka proses pengendalian harus direncanakan dan
dilaksanakan dengan baik.
85 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
LANGKAH-LANGKAH PENGENDALIAN
Program dasar pengendalian melibatkan tiga langkah, yaitu:
1. Penetapan tujuan atau standar prestasi terlebih dahulu
Hal pertama dan utama yang harus dilakukan adalah penetapan tujuan perusahaan. Jika
tujuan telah ditetapkan maka perusahaan lebih mudah merumuskan tindakan-tindakan
selanjutnya untuk mencapai tujuan tersebut. Setelah menetapkan tujuan maka perlu
dilakukan penetapan standar prestasi. Standar prestasi merupakan ukuran yang
digunakan untuk mengukur hasil kerja karyawan pada periode waktu tertentu. Upaya
perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan menetapkan standar prestasi yang
harus dicapai setiap karyawan.
2. Pengukuran prestasi terhadap tujuan dan standar yang telah ditetapkan melalui
system pengumpulan informasi
Pengukuran prestasi dilakukan dengan berlandaskan dengan standar prestasi. Konsep
utama dalam pengukuran prestasi adalah efisiensi dan efektivitas. Pengukuran dilakukan
dengan mengukur kemampuan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan benar
dan tepat waktu. Hasil pengukuran prestasi ini merupakan informasi-informasi penting
yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi kinerja karyawan, serta menjawab apakah
pekerjaan karyawan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan.
3. Pelaksanaan tindakan perbaikan terhadap penyimpangan dari sasaran dan standar
Melalui informasi hasil pengukuran prestasi kerja, perusahaan dapat mengetahui masalah
atau penyimpangan yang terjadi. Sehingga perusahaan dapat mengambil Langkah korektif
untuk menyelesaikan masalah tersebut. Langkah ini diambil untuk memperbaiki
penyimpangan yang terjadi agar pelaksanaan Kembali berjalan sesuai tujuan dan
kedepannya tidak ada terjadi permasalahan yang sama.
86 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
JENIS PROGRAM PENGENDALIAN
Program pengendalian dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Teknik kualitatif dalam pengembangan agribisnis
a. Teknik Konsensus
Teknik ini dilakukan dengan metode musyawarah dalam pengambilan keputusan.
Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan informasi-informasi yang diperlukan
dalam kegiatan pengendalian. Informasi tersebut digunakan sebagai landasan dalam
pengambilan keputusan bersama.
b. Menggunakan pengalaman pimpinan
Melalui pengalaman, pemimpin atau manajer agribisnis mengalami hal-hal yang pernah
terjadi dimasa lalu pada bisnisnya. Terkait masalah-masalah yang terjadi, pengalaman
ini dijadikan landasan untuk merumuskan program pengendalian untuk bisnisnya.
c. Teknik logika
Gabungan dari kenyataan, induksi, dedikasi, informasi, dan data
d. Teknik skenario
Teknik seknario digunakan dengan merumuskan kemungkinan-kemungkinan yang akan
terjadi di masa mendatang. Kemudian merumuskan cara pengendalian dari
kemungkinan yang terjadi.
2. Anggaran bervariasi menurut kebutuhan organisasi
Anggaran menunjukan pengeluaran dan penerimanaan/laba yang direncanakan diwaktu
yang akan datang. Melalui laporan-laporan alokasi sumber daya keungan, disisihkan untuk
melaksanakan kegiatan selama periode waktu tertentu. Anggaran dapat berupa anggaran
operasional dan anggaran finansial.
87 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
Tes Refleksi Diri
Jawablah tes refleksi di bawah ini sesuai dengan kemampuan yang anda miliki dengan jujur.
Capaian kemampuan diri Mampu (√) Tidak mampu (×)
Saya dapat menjelaskan tujuan dan pentingnya
pengendalian
Saya dapat menjelaskan Langkah-langkah
pengendalian
Saya dapat menjelaskan jenis program
pengendalian
Keterangan:
Beri tanda (√) jika anda mampu mencapai capaian kemampuan.
Beri tanda (×) jika anda belum mampu mencapai capaian kemampuan.
TUGAS/LATIHAN
1. Mengapa perusahaan agribisnis perlu melakukaan pengendalian?
2. Jelaskan menganai Langkah-langkah pengendalian dalam agribisnis?
3. Analisis mengenai pengendalian pada salah satu usaha dalam bidang agribisnis.
88 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S
DAFTAR PUSTAKA
Downey, W. David dan Steven P. E. 2000. Manajemen Agribisnis. Erlangga. Jakarta.
Krisnamurthi, B., Rahmat P. dan Frans BMD. 2010. Refleksi Agribisnis. IPB Press. Bogor.
Malau, Harman. 2018. Manajemen Pemasaran (Teori dan Aplikasi Pemasaran Era Tradisional
Sampai Era Modernisasi Global. Alfabeta. Bandung.
Mulyawan, Setia. 2015. Manajemen Risiko. CV. Pustaka Setia. Bandung.
Saragih, B. 2010. Suara dari Bogor : Membangun Opini Sistem Agribisnis. IPB Press.
Bogor.
Siagian. 2009. Pengantar Manajemen Agribisnis. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. PT. Rajagrafindo Persada. Jakarta.
Suryani, P dan Elfi R. 2014. Manajemen Agribisnis. Aswaja Pressindo. Yogyakarta.
Susilowati, Dwi dan Sugiarto. 2019. Manajemen Agribisnis (Penerapan Pada Komoditi Padi
Organik). PT. Cita Intrans Selaras. Malang.
Yuniarta, Gede Adi dan I Gusti Ayu Puernamawati. 2021. Ekonomi Mikro Suatu Pengantar.
PT. Rajagrafindo Persada. Depok.
89 | M O D U L M A N A J E M E N A G R I B I S N I S