LAPORAN HASIL PENELITIAN
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ)
DI SLB PELITA NUSA PEKANBARU
TP. 2020/2021
OLEH
ANA OKFIRA, S.Pd
NIY. 19861021.201812.2.017
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah saya sampaikan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang
Maha Esa, yang telah melimpahkan nikmat, taufiq serta hidayah-Nya yang sangat besar
sehingga saya pada akhirnya bisa menyelesaikan Laporan Hasil Penelitian ini tanpa kendala
yang berarti.
Rasa terima kasih juga saya sampaikan kepada ketua yayasan SLB Pelita Nusa Pekanbaru,
kepala sekolah SLB Pelita Nusa Pekanbaru, majelis guru, para orang tua/wal murid, peserta
didik yang saya banggakan serta semua pihak yang turut membantu sehingga Laporan Hasil
Penelitian ini dapat disusun dengan baik.
Semoga Laporan Hasil Penelitian yang telah saya susun ini dapat menjadi bahan refleksi serta
menambah pengetahuan dan pengalaman para pembaca.
Selayaknya kalimat yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna, saya juga
menyadari bahwa Laporan Hasil Penelitian ini juga masih memiliki banyak kekurangan.Maka
dari itu saya mengharapkan saran serta masukan dari para pembaca sekalian demi penyusunan
Laporan Hasil Penelitian yang lebih baik lagi di masa mendatang.
Peneliti
LAPORAN HASIL PENELITIAN
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ)
DI SLB PELITA NUSA PEKANBARU
TP. 2020/2021
Abstract
This research aims to : (1) describe English lesson in distance learning (e-learning); (2) describe
the school’s efforts to optimize English lesson in distance learning (e-learning). This research
uses a qualitative approach with case study method. The research subjects involved were the
principal, teachers, students and parents of grade VII SLB Pelita Nusa Pekanbaru. Research data
collection techniques using observation and interviews. The validity of the research data used
triangulation techniques. Data were analyzed using an interactive model, consisting of data
reduction, data presentation, and drawing conclusions. As a result, English lesson in distance
learning goes according to schedule (once a week). The implementation of learning includes the
planning stage, the implementation stage, and evaluation stage. The conclusions of the research
are ; (1) the implementation of English lesson in distance learning of grade VII Autism and
Mentally Dissabled, SLB Pelita Nusa Pekanbaru has run according to the schedule; (2) efforts in
implementing English lesson in distance learning involve the efforts of the principal, teachers,
students, and parents of students in improving learning optimization.
Keywords : English lesson, e-learning, distance learning, SLB
I. PENDAHULUAN
Revolusi terjadi di seluruh ruang kelas seluruh Indonesia pada Maret 2020. Pada hari
itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, menyiarkan
Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang “Pelaksanaan kebijakan pendidikan Indonesia
dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)”. Resmi setelah surat
edaran itu diumumkan, berangsur sekolah tidak lagi disesaki oleh warga sekolah dari pagi
hingga sore hari seperti biasanya. Sampai dengan batas waktu yang belum dapat
dipastikan, belajar otomatis dilakukan dari rumah atau yang dikenal dengan istilah
“Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ”.Apa yang terjadi kemudian adalah kebingungan.
Indonesia tidak seperti negara tetangganya; Malaysia dan Singapura.Sistem pendidikan
dikedua negara itu sudah memasukkan teknologi komunikasi (internet)-alat penting dalam
pembelajaran jarak jauh-sejak tingkat pendidikan dasar bahkan di tingkat
sebelumnya.Infrastruktur komunikasi telah mapan.Kecakapan pihak sekolah, guru, peserta
didik maupun orang tua/wali sudah mumpuni. Di Indonesia ceritanya lain lagi. Baik pihak
sekolah, guru, peserta didik, maupun orang tua/wali relatif tidak terbiasa menggunakan
teknologi internet dalam pelaksanaan proses pembelajaran (khususnya di daerah-daerah
pinggiran kota).Kendala ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup beratbagi pihak-pihak
yang terlibat di bidang pendidikan untuk memfasilitasi peserta didik agar tetap
mendapatkan akses belajar yang maksimal selama menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh
ini. Tidak terkecuali juga dialami oleh peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah-
sekolah luar biasa yang ada di seluruh Indonesia, khususnya di kota Pekanbaru, Provinsi
Riau.
Realisasi Pembelajaran Jarak Jauh ini di lapangan, ditemukan cukup banyak guru -
sebagai aktor utama dalam mengakomodir pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh - merasa
model pembelajaran ini menambah beban tugas mereka dari biasanya, dengan alasan yang
bermacam-macam.Mulai dari tidak mengetahui aplikasi atau platform belajar yang cocok
untuk diterapkan kepada peserta didiknya, gagap teknologi, sampai kurangya inisiatif
untuk mencari informasi baru karena sudah terlalu nyaman pada pengetahun yang dimilki
oleh guru tersebut selama ini.Padahal, suatu kegiatan dikatakan sebagai pembelajaran
apabila seluruh aspek yang meliputi peserta didik, guru, materi pembelajaran, dan fasilitas
pendukung lainnya dapat bersinergi dengan baik.
Selama pandemi ini, Pembelajaran Jarak Jauh bukan sekedar uji coba. Belajar dari
rumah tidak dilakukan dalam jangka waktu harian belaka. Sampai penelitian ini dilakukan,
Pembelajaran Jarak Jauh di kota Pekanbaru-Riau khususnya, telah dilakukan hampir
setahun lamanya dan kemungkinan akan terus berlanjut sampai batas waktu yang belum
dapat dipastikan, mengingat kasus pandemi Covid-19 ini yang masih belum mereda
sampai penelitian ini dilakukan.
Pembelajaran Jarak Jauh ini memang tidak dapat dielakkan. Setiap sekolah harus tetap
melaksanakan pembelajaran meskipun tanpa melalui tatap muka secara langsung di
kelas,sehingga Pembelajaran Jarak Jauh menjadi salah satu solusi yang sangat mungkin
untuk dilakukan. Melihat fenomena tersebut di atas, maka penelitian ini dilakukan.
Meskipun tema penelitian ini sudah banyak yang melakukannya, namun subjek dan lokasi
penelitian yang berbeda tentu akan membawa hasil dan kesimpulan yang berbeda pula.
Penulis secara khusus mengangkat tema penelitian ini untuk dilaksanakan di instansi
sekolah tempat penulis mengabdi yaitu SLB Pelita Nusa Pekanbaru. Pemilihan bidang
studi Bahasa Inggris sebagai bidang studi yang diteliti karena latar belakang pendidikan
penulis yang seorang guru bidang studi Bahasa Inggris.Di samping itu, bidang studi
Bahasa Inggris merupakan salah satu bidang studi wajib pada jenjang SMPLB di SLB
Pelita Nusa Pekanbaru.
II. METODE PENELITIAN
Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis
studi kasus. Penelitian studi kasus merupakan penelitian yang mendeskripsikan suatu
keadaan sebagaimana adanya. Periode waktu, tempat, konteks, dan fenomena penelitian
berada dalam satu benang merah. Sehingga gambaran dari peristiwa yang diteliti mejadi
fokus, detail, dan komprehensif. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian yaitu
kepala sekolah, guru, peserta didik serta orang tua/wali murid SMPLB kelas VII Autis dan
Tunagrahita, SLB Pelita Nusa Pekanbaru tahun ajaran 2020/2021. Teknik uji validitas data
penelitian menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data penelitian
dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Proses analisis dilakukan dengan
menggunakan model kualitatif dari Miles dan Huberman. Adapaun langkah-langkahnya
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Pelaksanaan Pembelajaran Bidang Studi Bahasa Inggris pada
PembelajaranJarak Jauh (PJJ) di SLB Pelita Nusa Pekanbaru
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SLB Pelita Nusa Pekanbaru telah mulai
dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020, sesuai instruksi Menteri
Pendidikan Indonesia saat itu.Pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021, PJJ masih
berlanjut. Jumlah peserta didik SLB Pelita Nusa Pekanbaru pada Tahun Pelajaran
2020/2021 total ada 34 orang, yang terdiri dari 6 peserta didik perempuan dan 28
peserta didik laki-laki. Jumlah peserta didik untuk jenjang SMPLB ada 4 orang. Jadwal
PJJ dibuat oleh pihak sekolah. Pembelajaran bidang studi Bahasa Inggris hadir 1 kali
dalam seminggu untuk kelas VII ketunaan Autis dan Tuna Grahita. Jadwal pelajaran di
kelas VII (Autis dan Tuna Grahita) dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran kelas VII Autis dan Tuna Grahita SLB Pelita
Nusa Pekanbaru.
Jam Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
08.00-08.45 Tematik Tematik Tematik SO-SI Tematik
WIB PJOK
Bina Diri SBdP Bahasa Pendidikan
09.00-09.45 Inggris Agama dan
WIB /Keterampilan Budi Pekerti
Meskipun secara administratif setiap mata pelajaran memiliki jadwal masing-
masing, tetapi dalam praktiknya waktu pelaksanaan pembelajaran sering berjalan molor
dari waktu yang telah ditetapkan. Misalnya, pada tanggal 22 Oktober 2020 pada hari
Kamis, menurut jadwal pembelajaran bahasa Inggris dimulai pada pukul 09.00 hingga
09.45 WIB, namun pada praktiknya terjadi kemunduran waktu pelaksanaan dikarenakan
tidak semua peserta didik dapat mengikuti pembelajaran daring di waktu tersebut
dengan faktor penyebab yang beraneka ragam, seperti suasana hati peserta didik yang
sedang tidak bagus (bad mood), orang tua yang tidak bisa mendampingi anandanya
belajar secara daring karena ada pekerjaan ( 95 % peserta didik berkebutuhan khusus di
SLB Pelita Nusa Pekanbaru belum mampu menggunakan alat komunikasi berupa Hp
maupun laptop secara mandiri, sehingga harus didampingi oleh orang tua atau ahli
keluarga mereka di rumah), hingga keterbatasan orang tua dalam penguasaan teknologi
dan fasilitas untuk belajar daring (perangkat Hp yang tidak mendukung dan kendala
jaringan internet yang tidak lancar).
Selama penelitian, guru menggunakan berbagai macam aplikasi belajar untuk
melaksanakan PJJ, diantaranya aplikasi Whatsapp, Youtube, serta Zoom
Meeting.Aplikasi Whatsapp dijadikan sebagai ruang kelas virtual. Guru membuat grup
kelas sesuai bidang studi masing-masing. Di grup kelas tersebut guru mengirimkan file
pembelajaran, video pembelajaran dari Youtube, file tugas-tugas, serta tautan Google
Form untuk mengirimkan absensi secara online. Berbeda dengan aplikasi Zoom
Meeting, Whatsapp tidak perlu real time, maksudnya file dan tautan apapun yang
dikirim oleh guru melalui grup Whatsapp dapat diakses oleh peserta didik bersama
orang tua kapanpun mereka mau tanpa ada batas waktu. Selama penelitian ini
dilakukan, dua aplikasi yaitu Whatsapp dan Youtube-lah yang paling sering digunakan,
mengingat cara menggunakannya yang sangat sederhana sehingga memudahkan bagi
peserta didik berkebutuhan khusus dan orang tua di rumah untuk mengaksesnya.
Meskipun konten materi pembelajaran dapat sampai kepada peserta didik di
rumah melalui model pembelajaran daring yang telah disebutkan di atas, namun
interaksi antara peserta didik dan guru dominan berlangsung satu arah.Di pagi hari guru
memberikan materi atau tugas belajar melalui grup kelas Whatsapp, kemudian peserta
didik mengerjakan tugas yang diinstruksikan oleh guru tersebut dengan bimbingan
orang tua di rumah.Nyaris tidak ada pertanyaan dari peserta didik maupun orang tua
mengenai materi belajar yang diberikan oleh guru. Pertanyaan yang dominan biasanya
hanya seputar bagaimana cara mengerjakan tugas serta kapan waktu
pengumpulannya.Tugas yang diberikan diberikan tenggat waktu hingga sore hari,
namun dalam pelaksanaannya banyak peserta didik yang baru mengumpulkan tugasnya
pada malam hari dan bahkan keesokan harinya.
Pelaksanaan PJJ ini juga didominasi oleh kendala penguasaan teknologi yang
digunakan dalam pembelajaran.Baik dari pihak guru maupun dari pihak peserta didik
dan orang tua. Contoh kasus, pada pembelajaran via Zoom Meeting pada 22 Oktober
2020 yang telah disebutkan di atas, banyak peserta didik dan orang tua yang
menanyakan bagaimana cara bergabung dalam aplikasi belajar tersebut, sehingga ketika
proses pembelajaran hendak dimulai, konsentrasi guru terpecah antara memberi
penjelasan materi kepada peserta didik yang sudah bergabung dan juga memberikan
arahan kepada orang tua yang belum bisa ikut bergabung.Selain itu, penguasaan
teknologi oleh guru juga terjadi, seperti tidak bisa menampilkan audiosaat pemutaran
video pembelajaran saat berbagai layar kepada peserta didik di kelas Zoom Meeting,
sehingga materi pembelajaran tidak dapat tersampaikan secara maksimal.
Proses pembelajaran selama PJJ ini dibagi menjadi tiga tahap ; perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi/tindak lanjut. Pada tahap perencanaan, masih hamper sama
prosesnya dengan pembelajaran di hari biasanya sebelum pandemi terjadi (non-PJJ),
sebab pekerjaan guru masih di belakang meja. Pada tahap pelaksanaan tentu akan jauh
berbeda. Sebelumnya guru dan peserta didik dapat berinteraksi secara fisik, namun kini
berganti secara virtual.Proses pembelajaran secara virtual ini menyebabkan proses
interaksi tidak sehangat dan semenyenangkan seperti dulu. Ketiadaan interaksi secara
fisik ini membuat peserta didik maupun guru mengalami kemerosotan motivasi dalam
proses pembelajaran.Pada tahap evaluasi atau tindak lanjut juga ada perbedaan. Untuk
penilaianafektif dan psikomotorik, guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk
melakukan beberapa aktivitas di rumah dengan bukti berupa foto atau video sesuai
dengan tema materi pelajaran bahasa Inggris yang sedang dibahas (contoh : My Daily
Activities), sedangkan untuk penilaian kognitif, guru memberikan tugas melalui file
buku siswa (e-book). Semua jenis tugas ini tidak bisa dipantau oleh guru secara
langsung, sehingga guru tidak bisa menjamin apakah peserta didik benar-benar
mengerjakannya secara mandiri atau dibantu oleh anggota keluarganya di rumah.
b. Upaya Mengoptimalkan Pembelajaran Bidang Studi Bahasa Inggris pada
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SLB Pelita Nusa Pekanbaru
Seperti yang telah diuraikan di atas, dengan adanya kendala-kendala yang terjadi
selama proses pembelajaran bidang studi bahasa Inggris selama PJJ, solusi yang bisa
ditawarkan oleh pihak sekolah kepada orang tua peserta didik adalah melakukan
program home visit, yaitu guru mengunjungi rumah peserta didik yang dianggap sangat
memerlukan bantuan pembelajaran secara tatap muka. Jadwal kunjungan guru diatur
secara bergiliran dan harus mengikuti protokol kesehatan. Jadwal disusun berdasarkan
kesepakatan antara orang tua peserta didik dan guru yang bersangkutan.
Ketika home visit, guru menjelaskan materi yang kurang atau tidak dipahami oleh
peserta didik, kemudian guru mengulang penjelasan materi tersebut hingga peserta didik
benar-benar menguasai. Setelah itu barulah guru dapat melanjutkan materi baru
berikutnya. Program home visit ini disambut antusias oleh para orang tua karena sangat
membantu ananda mereka dalam proses pembelajaran. Karena keterbatasan yang
dimiliki masing-masing orang tua peserta didik di rumah, maka program ini sangat
diharapkan untuk tetap dapat dilanjutkan selama PJJ ini.Selain itu, program ini secara
tidak langsung dapat menjalin keakraban antara guru dengan peserta didik dan orang tua
di rumah.Selama penelitian ini dilakukan, program home visit sudah berlangsung
selama dua kali.
Upaya pengoptimalan proses pembelajaran selama PJJ ini khususnya bidang
studi bahasa Inggris, yaitu dalam hal penguasaan teknologi yang digunakan dalam
proses pembelajaran. Peserta didik, orang tua bahkan guru yang bersangkutan perlu
terus mengasah kemampuannya dalam hal penggunaan teknologi dalam proses
pembelajaran. Kemampuan tersebut diasah sambil dilakukan atau istilahnya learning by
doing (belajar melalui tindakan). Selanjutnya, sambil terus menggunakan aplikasi
teknologi dalam proses pembelajaran diharapkan semua pihak yang terlibat di dalam
proses tersebut menjadi semakin menguasai dan paham bagaimana cara pemanfaatan
aplikasi-aplikasi belajar tersebut.Karena tidak memungkinkan untuk melaksanakan
sosialisasi di sekolah kepada para orang tua dan peserta didik mengenai penggunaan
apliaksi-aplikasi belajar tersebut selama pandemi ini. Karena akan mengundang
keramaian di sekolah.
Selain meminimalisir kendala teknis yang ada, kepala sekolah juga
menginstruksikan kepada para guru agar pemberian materi pembelajaran diupayakan
seringkas dan sesederhana mungkin. Dengan materi yang ringkas, peserta didik
diharapkan lebih mudah memahami materi pembelajaran sehingga menjadi bersemangat
dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Selama PJJ, guru
juga mengupayakan untuk dapat membuat video pembelajaran dari hasil karya sendiri.
Jadi, meski tak bertemu secara langsung dengan peserta didik, diharapkan melalui video
tersebut bisa menumbuhkan motivasi belajar peserta didik di rumah.
Meskipun saat pelaksanaan pengerjaan tugas-tugas yang diberikan oleh guru,
peserta didik masih banyak dibantu oleh anggota keluarganya di rumah, namun
setidaknya peserta didik berkebutuhan khusus ini memiliki agenda kegiatan belajar di
rumah mereka masing-masing.Jadi mereka memiliki aktifitas rutin setiap harinya untuk
meminimalisir kemunduran kemampuan yang sudah dibina selama ini (sebelum
pandemi terjadi).
IV. KESIMPULAN
Hasil penelitian menunjukkan, pembelajaran bidang studi bahasa Inggris dalam PJJ
ini di kelas VII Autis dan Tuna Grahita, SLB Pelita Nusa Pekanbaru, dilakukan secara
daring dan diselingi juga dengan program home visit. Pembelajaran Bahasa Inggris
dilakukan sekali dalam seminggu sesuai jadwal yang telah disepakati dan ditetapkan.
Adpun kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu ; (1) pelaksanaan PJJ di
SLB Pelita Nusa Pekanbaru tealh berjalan dengan jadwal yang telah ditetapkan dengan
mendapat dukungan dari pihak sekolah, guru, peserta didik maupun orang tua; dan (2)
upaya yang dilakukan dari pihak sekolah dalam pelaksanaan PJJ adalah dengan
menyederhanakan cara penyampaian materi pembelajaran dengan tujuan untuk
mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan. Secara teoritis,
PJJ meningkatkan kesadaran peserta didik dan guru dalam melaksanakan
pembelajaran.Tidak seperti pembelajaran regular (non-PJJ), guru dan peserta didik lebih
sering berhadapan dengan buku.Informasi yang tersedia dalam buku pembelajaran sifatnya
terbatas dan seragam.Namun selama PJJ ini, guru, peserta didik dan orang tua tidak bisa
menghindari internet, suatu alat yang memiliki informasi yang melimpah.Hal ini menuntut
guru dan peserta didik untuk dapat berpikir kritis, sehingga informasi yang mereka
kumpulkan relevan dengan materi pembelajaran.
Keterampilan guru dan peserta didik bahkan orang tua dalam penggunaan teknologi
komunikasi juga makin terlatih selama pelaksanaan PJJ ini. Berdasarkan hal tersebut,
maka dapat disimpulkan bahwa implikasi teoritis dari penelitian ini adalah PJJ
meningkatkan daya kritis dan kecakapan guru dan peserta didik dalam pemanfaatan
teknologi, khususnya untuk keperluan pembelajaran.
V. SARAN
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi pihak
sekolah, guru, peserta didik maupun orang tua untuk dapat lebih kreatif, inovatif dan
inisiatif lagi dalam menyikapi kendala-kendala yang terjadi dalam proses pembelajaran
selama masa pandemi yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, demi terpenuhinya
hak anak-anak bangsa ini dalam mendapatkan pendidikan yang layak, meskipun secara PJJ
atau daring. Karena pendidikan menjadi tonggak utama dalam keberhasilan suatu generasi
bangsa. Pihak-pihak yang terlibat seperti yang telah disebutkan di atas dituntut untuk terus
menambah dan mengembangkan wawasannya akan penguasaan teknologi di bidang
pendidikan dengan cara rutin mengikuti webinar yang relevan dengan dunia pendidikan,
rajin menggali informasi dari berbagai sumber, seperti Google, Youtube, Facebook,
Instagram, dan lain sebagainya.Bertukar ide dan pengalaman dengan rekan sejawat juga
dapat memperkaya khasanah pengetahuan para guru untuk bekal ke depannya.
VI. REFERENSI
(1) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2020. Surat Edaran Nomor 4
Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakandalam Masa Darurat Penyebaran Corona
Virus Deseases (Covid-19). Indonesia
(2) R D Adiputri. 2019.Sistem Pendidikan Finlandia : Catatan Pengalaman Seorang Ibu
(Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia)
(3) I Ragil W Atmojo, R Ardiansyah, and D Y Saputri. Implementasi Pembelajaran
Berbasis Science , Technology , Engenering , Art And Mathematich ( STEAM ) untuk
Meningkatkan Kompetensi Paedagogik dan Professional Guru SD Melalui Metode
Lesson Study J. Pendidik. Dasar 8 (2) 119–123
(4) H Mahfud, F P Adi, I R W Atmojo, and R Ardiansyah, 2019. Peningkatan Kompetensi
Evaluasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Pada Guru Sd Di Kota Surakarta J.
Pendidik. Dasar 7 (2) 146–150
(5) A Abdullah. 2017. Pendekatan Dan Model Pembelajaran Yang Mengaktifkan Siswa
Edureligia; J. Pendidik. Agama Islam 1 (2) 45–62
(6) W A F Dewi. 2020. Dampak COVID-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring
di Sekolah Dasar Edukatif J. Ilmu Pendidik 2 (1)55–61
(7) U. Prihatsanti, S Suryanto, and W Hendriani. 2018. Menggunakan Studi Kasus sebagai
Metode Ilmiah dalam Psikologi Bul. Psikol 26 (2) 126
(8) A. Purwanto et al., 2020. Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap
Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar EduPsyCouns J. Educ. Psychol. Couns.
2 (1) 1–12
(9) Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: CV Alfabeta)
(10) N Septantiningtyas. 2018. Pengaruh Pembelajaran Jarak Jauh Dengan Aplikasi
Google Class Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Edureligia; J. Pendidik. Agama Islam
2 (2) 131–135
(11) S Maslakhah. 2019.Penerapan Metode Leraning By Doing sebagai Implemetasi
Filsafat Pragmatisme dalam Mata Kuliah Linguistik Historis Komparatif Diksi 27 (2)
159–167
DOKUMENTASI PELAKSANAAN
PROGRAM BELAJAR HOME VISIT SLB PELITA NUSA PEKANBARU
TP. 2020/2021
Kegiatan pembelajaran Home Visit ke rumah salah seorang siswa SLB Pelita Nusa kelas VII
Autis (M. Khafid Khusnul Fadhillah) oleh Bu Ana Okfira, S.Pd
Kegiatan pembelajaran Home Visit ke rumah salah seorang siswa SLB Pelita Nusa
kelas VII Tuna Grahita (Ratu Zivana) oleh Bu Vinanda Pratiwi, S.Pd