The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini berisi tentang materi Bentuk-Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fransiska.mulyani2896, 2024-05-16 13:14:53

Bentuk-Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional

E-book ini berisi tentang materi Bentuk-Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional

Keywords: Bentuk-Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional

Bentuk-Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional FRANSISKA MULYANI SUCIPTO, S.PD


1 Beberapa negara tergabung dalam sebuah lembaga atau badan karena ingin mencapai tujuan yang sama. Kerjasama ekonomi internasional terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu kerjasama ekonomi bilateral, regional, multilateral, antar regional, dan sub-regional. Berikut penjelasannya : 1. Kerjasama Ekonomi Bilateral. Kerjasama ekonomi bilateral adalah bentuk kerjasama ekonomi yang terjadi antara dua negara. Dua negara ini saling membantu terutama dalam bidang ekonomi antara negara yang satu dengan negara yang lain. Bentuk kerjasama ekonomi internasional secara bilateral lebih sering dilakukan seperti pertukaran kedutaan besar dan kunjungan antarnegara. Contoh Kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia, Indonesia dengan Inggris, Indonesia dengan Amerika, dan sebagainya. 2. Kerjasama Ekonomi Regional. Kerjasama ekonomi regional adalah kerja sama ekonomi diantara beberapa negara yang berada di kawasan/ daerah tertentu, yang bertujuan menjamin kepentingan ekonomi negara-negara satu kawasan. Beberapa negara yang berada di kawasan atau wilayah tertentu ini memiliki tujuan yang sama dalam bidang ekonomi sehingga mereka saling membantu satu sama lain. Contohnya ASEAN, UNI EROPA, EFTA, APEC, AFTA dan sebagainya. 3. Kerjasama Ekonomi Multilateral. Kerjasama ekonomi multilateral adalah kerjasama ekonomi antara beberapa negara, dimana yang tergabung dalam kerjasama itu saling membantu dibidang ekonomi. Bentuk kerjasama ini tidak dibatasi satu wilayah tertentu jadi negara yang berada di luar kawasan pun dapat bergabung dalam badan yang berbentuk kerjasama multilateral ini. Dengan kata lain, bentuk kerjasama ekonomi ini tidak terikat oleh wilayah atau kawasan tertentu. Misalnya WTO, IMF, dan sebagainya. 4. Kerjasama Ekonomi Antar Regional (Internasional). Kerjasama ekonomi antar regional adalah bentuk kerjasama yang dilakukan antara dua atau lebih lembaga-lembaga ekonomi regional. Contohnya kerjasama ASEAN dengan MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa), Uni Eropa dan ASEAN, dan lainnya. 5. Kerjasama Ekonomi Sub-Regional. Kerjasama Ekonomi Sub-Regional adalah kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara dalam sub kawasan tertentu. Misalnya


2 kerja sama tiga negara Belgia, Belanda, dan Luksemburg yang dikenal dengan Benelux. Di kawasan Asia Tenggara juga terjalin kerja sama antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yakni kerja sama pertumbuhan ekonomi Growth Triangle (IMT-GT). Selain kelima kategori diatas terdapat juga bentuk kerjasama sektoral. Kerja sama sektoral adalah kerja sama yang menyangkut sektor/ bidang tertentu, misalnya dalam bentuk ICA (International Commodity Agreement). Tujuannya adalah untuk meningkatkan harga eskpor dan pendapatan. Ada tiga tipe “International Commodity Agreement”, yaitu : 1. Tipe buffer stocks, yaitu ICA yang bertujuan membeli komoditi untuk menambah stok sewaktu harganya jatuh di bawah harga minimum yang disepakati. Selanjutnya stok akan dijual ke pasar pada waktu harga komoditi itu lebih tinggi dan harga maksimum yang disepakati. Contoh kerja sama dalam bentuk buffer stocks agreement ini antara lain : a. International Tin Agreement (1956). b. International Cocoa Agreement. c. International Rubber Agreement. 2. Tipe export controls, yaitu ICA yang bertujuan mengatur jumlah komoditi yang boleh diekspor oleh masing-masing negara anggota, agar stabilitas harga komoditi yang bersangkutan tetap terjaga. Contoh kerja sama dalam bentuk export controls agreement ini antara lain : a. International Sugar Agreement (1954). b. International Coffee Agreement (1962, 1993). c. OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). 3. Tipe purchase contracts, yaitu persetujuan multilateral dalam jangka panjang antara negara produsen dan konsumen dengan suatu ketentuan tertentu. Ketentuannya adalah negaranegara konsumen atau importir setuju atau bersedia untuk membeli sejumlah komoditi tertentu dengan harga minimum yang telah ditetapkan. Sebaliknya, negara produsen atau eksportir setuju atau bersedia menjual sejumlah komoditi tertentu dengan harga maksimum yang telah ditetapkan. Dengan tipe purchase contracts ini dapat dihindari kerugian yang


3 ditimbulkan tipe buffer stocks dan export controls. Contoh kerja sama dalam bentuk purchase contracts agreement adalah International Wheat Agreement (1949). Referensi : . (n.d.). Modul Belajar Mandiri: Pembelajaran 3 (Ekonomi Internasional). Calon Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Cahyono, Yoyok., Nuryani, Anum., Simangunsong, Ria Rasalia., Andhani, Destian., Akbar, Mada Faisal. (2021). Ekonomi Internasional. Sumatera Barat: Insan Cendekia Mandiri. Manisih, Susiana., Kesuma, Ameliasari Tauresia., Firmansyah, Herlan, Subiyanto. (2020). Modul Pembelajaran Ekonomi: Ekonomi Internasional. Jakarta: Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah. Mulyati, Sri Nur. (2020). Kerjasama Ekonomi Internasional: Ekonomi Kelas XI. Jakarta: Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN. Winata, Rani., Kharunnisa, Rifa., Putra, Alfyando Dwi., Iswara, Abdul Fajar., Noviarita, Heni. (2023). Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Transaksi dan Kerjasama Ekonomi. Business and Entrepreneurship Journal (BEJ), 14-18.


Click to View FlipBook Version