JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
Modul 3.3
Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
KHURIN'IN
CGP ANGKATAN 5
KABUPATEN MOJOKERTO
Perkenalkan...
Fasilitator
Kemyl Kamalya
Latupono
CGP Angkatan 5
Khurin'in
Pengajar Praktik
Nurkhasanah
Ratna Juwita
1 2
REFLEKSI DWI
FACTS FEELINGS
MINGGUAN
MODEL 4F 4
3
FUTURE
Yang dikembangkan oleh
Dr. Roger Greenaway
FINDINGS
Peristiwa (FATCS)
Ketika murid menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran
sendiri, maka sebenarnya mereka memiliki suara (voice), pilihan
(choice), dan kepemilikan (ownership).
Selain itu modul ini mempelajari mengenai karakteristik
lingkungan yang mendukung pengelolaan program yang
berdampak pada murid yakni:
1.Lingkungan yang menyediakan kesempatan untuk murid
menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang
positif, hingga berkemampuan dan berkeinginan untuk
memberikan pengaruh positif kepada kehidupan yang lain
dan sekelilingnya.
2.Lingkungan yang mengembangkan keterampilan
berinteraksi sosial secara positif, arif dan bijaksana
Peristiwa (FATCS)
Pembelajaran pada model ini dimulai dengan membaca
pendahuluan, materi dengan diawali surat dari instruktur
dan beberapa poin.
Pendahuluan sebelum masuk pada alur MERDEKA (mulai dari
diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, demonstrasi
kontekstual, elaborasi pemahaman, koneksi antar materi dan
aksi nyata) Setelah melakukan refleksi Mandiri pada alur mulai
dari diri dengan menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan
pematik terkait pengalaman Sebelumnya. Saya melanjutkan
pembelajaran model ini dengan berdiskusi pada alur eksplorasi
konsep bersama rekan-rekan CGP mengenai beberapa
pemanfaatan aset yang ada di sekolah titik selanjutnya (pada alur
ruang kolaborasi) oleh Bapak fasilitator.
Peristiwa (FATCS)
Kelompok kami dibagi menjadi tiga kelompok
kami berdiskusi terkait Salah satu program kegiatan yang
mendeskripsikan studi agency yang kemudian mempresentasikan
pada hari berikutnya. Kemudian di alur demonstrasi kontekstual
saya membuat sebuah alur BAGJA mengenai rancangan
program kegiatan yang berdampak positif pada murid. Selanjutnya
pada alur elaborasi pemahaman bersama instruktur saya bersama
rekan-rekan CGP mendapatkan tambahan pemahaman terkait
modul 3.3 dan kemudian semua pemahaman yang saya dapatkan
saya tuangkan pada alur koneksi antar materi dengan membuat
presentasi terkait pemahaman saya dan keterkaitannya dengan
modul-modul sebelumnya yang telah dipelajari. Dan untuk aksi
nyata saya memulai implementasikan alur BAGJA.
02 FEELING (PERASAAN)
Perasaan saya setelah mempelajari modul 3.3 tentang
Pengelolaan program yang berdampak positif pada murid adalah
sangat gembira dan bahagia karena saya dapat menyelesaikan
tugas modul 3.3 dengan baik.
Modul ini adalah tahapan akhir di modul 3 yaitu modul 3.3
pengelolaan program yang berdampak positif pada murid.
Terima kasih sekali lagi kepada Bapak Lalu Awaluddin selaku
Fasilitator dan Bapak Suntoro selaku Pengajar Praktik.
dan Pengajar Praktik yang terus memotivasi dan membimbing
dalam mengerjakan semua tugas mulai dari modul 1.1 hingga
modul 3.3 ini. Selain itu, pada modul ini membuat saya sadar
ternyata murid sangat harus diberi kesempatan untuk
mengembangkan minat bakat dan potensinya dalam mengelola
pembelajarannya sendiri hingga tumbuh kepemimpinan murid.
02 FEELING (PERASAAN)
Pengelolaan program atau kegiatan sekolah agar berdampak positif
pada murid dapat diraih dengan rencana pelaksanaan, dan evaluasi
yang matang bersama seluruh aset yang dimiliki sekolah dengan
memberdayakan penuh dan aktif seluruh anggota komunitas sekolah
untuk menumbuhkembangkan kepemimpinan murid sesuai dengan
minat, bakat, dan potensinya dan dilihat dari suara, pilihan, dan
kepemilikannya serta dipandang dari sudut 7 karakteristik
lingkungan. Untuk menunjang program tersebut diperlukan
pembelajaran yang berdiferensiasi sosial emosional, juga coaching
yang diiringi peningkatan nilai dan program guru penggerak agar
satu tujuan dengan visi sekolah dengan menerapkan budaya
positif.
03 FINDING (PEMBELAJARAN)
Pada modul 3.3 ini saya mempelajari tentang materi pengelolaan program
yang berdampak positif pada murid. Model ini menggambarkan
bagaimana kepemimpinan murid dapat dibangun dengan memberikan
ruang dan kesempatan kepada murid untuk bersuara, memilih, dan
mempunyai rasa kepemilikan. Ruang dan kesempatan ini Tentu juga harus
dengan dukungan semua pihak yang ada di dalam ekosistem sekolah tidak
terkecualiketerlibatanorangtuadankomunitaslain.Selainkonseptentang
bagaimana kepemimpinan murid, modul ini pun memberikan
keterampilan untuk dapat merancang program/ kegiatan intrakurikuler,
kokurikuler dan ekstrakurikuler yang menjadi wadah murid dalam
menunjukkansikapkepemimpinannya.
FUTURE (PENERAPAN)
Setelah mempelajari modul 3.3 ini tentang pengelolaan program
yang berdampak positif pada murid.
Saya akan berusaha seoptimal mungkin untuk merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi segala kegiatan di sekolah melalui
tahapan BAGJA untuk menumbuhkembangkan kepemimpinan
murid, dan tentu saja saya tidak sendiri melainkan harus
berkolaborasi dengan seluruh anggota komunitas yang ada di
sekolah seperti rekan sejawat, kepala sekolah, orang tua, komite
sekolah, serta melibatkan pengawas sekolah.
SALAM & BAHAGIA