ANTROPOLOGI X
KONSEP DASAR
ANTROPOLOGI
M ARIYAN, S.PD
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-
Nya Bahan Ajar Antropologi untuk SMA/MA Kelas X dapat diselesaikan.
Hasil pendidikan yang bermutu adalah siswa yang sehat, mandiri, berbudaya, berakhlak
mulia, beretos kerja, berpengetahuan, dan menguasai teknologi, serta cinta tanah air.
Merupakan hal yang penting bagi siswa mampu menemukan, minimal satu wilayah
kemampuan dari berbagai jenis kecerdasan yang ada. Faktor pendukung seperti buku ajar sebagai
salah satu indikator penting dalam pendidikan perlu diprioritaskan demi tercapainya hasil belajar
yang optimal.
Melalui bahan ajar Antropologi untuk SMA/MA Kelas X ini diharapkan output dari
pendidikan nasional mempunyai keunggulan yang kompetitif serta memiliki kecakapan hidup dan
sosial. Terimakasih kepada Ibu Septina Galih Pudyastuti, S.Pd., M.Si selaku dosen pengampu mata
kuliah Telaah Kurikulum Pembelajaran yang telah membimbing dalam penyelesaian bahan ajar
Antropologi ini.
Akhirnya segala kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan bahan ajar ini akan kami
terima dengan hati terbuka. Semoga bahan ajar ini bermanfaat.
Surakarta, Juni 2021
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL........................................................................................ Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR......................................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................................................... iii
TINJAUAN MATA PELAJARAN........................................................................................................................ 1
A. Deskripsi Singkat Mata Pelajaran Antropologi.................................................................................. 1
B. Kegunaaan/ Manfaat Mata Pelajaran Antropologi........................................................................... 1
C. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Antropologi ............................................................................ 2
D. Susunan Urutan Bahan Ajar .............................................................................................................. 3
E. Petunjuk Bagi Siswa .......................................................................................................................... 4
BAB 1............................................................................................................................................................. 5
Konsep Dasar, Peran Fungsi, dan Keterampilan Antropologi Dalam Mengkaji Kesamaan dan
Keberagaman Budaya, Agama, Religi/Kepercayaan, Tradisi dan Bahasa ..................................................... 5
A. Kompetensi Dasar dan Indikator ...................................................................................................... 5
B. Deskripsi Singkat ............................................................................................................................... 6
C. Materi................................................................................................................................................ 6
D. Daftar Bacaan Tambahan................................................................................................................ 20
E. Pertanyaan Kunci ............................................................................................................................ 22
F. Soal.................................................................................................................................................. 24
G. Tugas ............................................................................................................................................... 25
Bab 2 ........................................................................................................................................................... 26
Budaya, Perwujudan, Unsur, Isi atau Substansi Budaya, dan Nilai Budaya................................................ 26
BAB 3........................................................................................................................................................... 27
Internalisasi nilai-nilai budaya dalam Pembentukan Kepribadian dan Karakter........................................ 27
BAB 4........................................................................................................................................................... 28
Perilaku Menyimpang dan Sub Kebudayaan Menyimpang ........................................................................ 28
BAB 5........................................................................................................................................................... 29
Budaya Lokal, Budaya Nasional, Budaya Asing, Hubungan Antar Budaya di era Globalisasi ..................... 29
Daftar Pustaka............................................................................................................................................. 30
iii
Kunci Jawaban Pertanyaan Kunci ............................................................................................................... 31
Senarai ........................................................................................................................................................ 39
iv
TINJAUAN MATA PELAJARAN
A. Deskripsi Singkat Mata Pelajaran Antropologi
Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari
segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. kata Antropologi berasal dari
bahasa Yunani yaitu Anthropos yang artinya manusia, dan logos yang artinya ilmu. Jika
diartikan secara singkat, Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia.
Antropologi sendiri, di dunia pendidikan merupakan bagian/cabang dari ilmu sosial.
Dalam fokus cabang ilmu sosial ini, segala sesuatu yang berhubungan dengan budaya
manusia dari seluruh penjuru dunia dipelajari secara mendalam. Adapun yang
membedakan Antropologi dengan disiplin ilmu lain yang juga membahas tentang manusia,
adalah fokus kajiannya. Antropologi, secara khusus, mengkaji manusia dari sudut
keanekawarnaannya, baik dari segi warna fisik (tubuh), perilaku, maupun cara berpikirnya.
Cabang ilmu Antropologi terlahir akibat tingginya minat bangsa Eropa dalam hal
perbedaan ciri fisik, budaya, perilaku, hingga adat istiadat yang berlaku di suatu daerah
dengan yang berlaku di daerah lainnya. Berbekal rasa ingin tahu yang tinggi, akhirnya
terciptalah sebuah cabang ilmu sosial baru yang terfokus pada dunia sejarah perkembangan
manusia.
B. Kegunaaan/ Manfaat Mata Pelajaran Antropologi
➢ Mengetahui pola perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat secara
universal maupun pola perilaku manusia pada tiap-tiap masyarakat (suku bangsa).
➢ Mengetahui kedudukan dan peran yang harus dilakukan sesuai dengan harapan
warga masyarakat dari kedudukan yang sedang disandang
➢ Memperluas wawasan tentang pergaulan umat manusia di seluruh dunia yang
mempunyai kekhususan-kekhususan sesuai dengan karakteristik daerahnya
sehingga menimbulkan toleransi yang tinggi.
1
➢ Mengetahui berbagai macam problem dalam masyarakat, memiliki kepekaan
terhadap kondisi-kondisi dalam masyarakat, serta mampu mengambil inisiatif
pemecahan masalah.
➢ Antropologi membuat manusia bisa memahami manusia lannya, baik sebagai
individu atau pun anggota dalam kelompok masyarakat
➢ Dengan mempelajari antrolopogi, orang dapat memahami kdudukan manusia
dalam masyarakat dan mendapatkan pengetahuan baru mengenai dunia atau budaya
lain yang mungkin belum terungkap sebelumnya
➢ Memahami beragam norma, tradisi, keyakinan, hingga nilai-nilai pada masyarakat
tertentu yang mereka anut.
➢ Antropologi dapat menjadikan seseorang lebh kritis, tanggap, dan rasional saat
bertemu dengan gejala sosial masyarakat yang cukup kompleks.
➢ Antrolopogi menyusun etnografi-etnografi yang memungkinkan terjadinya
penciptaan teori berkenaan dengan asal-usul kepercayaan, keluarga, perkawinan,
perilaku bernegara, dan lainnya.
C. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Antropologi
➢ Mengidentifikasi berbagai budaya lokal, budaya asing, dan hubungan di antara
keduanya, serta dampak dari hubungan tersebut.
➢ Menunjukkan sikap toleran dan empati terhadap keberagaman budaya yang ada di
masyarakat setempat dalam kaitannya dengan budaya nasional
➢ Menganalisis proses dinamika budaya dalam kaitannya dengan integrasi nasional
➢ Memahami peran bahasa dan dialek dalam perkembangan budaya Indonesia, serta
menunjukkan sikap peduli terhadap bahasa dan dialek
➢ Menganalisis keragaman dan perkembangan seni dalam budaya Indonesia (Seni
Rupa, Sastra dan Pertunjukan).
➢ Memahami keragaman agama/religi/kepercayaan di Indonesia serta dampaknya
dalam perilaku penganutnya.
2
➢ Memahami peran dan penerapan IPTEK, serta pengaruhnya terhadap
perkembangan budaya Indonesia.
D. Susunan Urutan Bahan Ajar
Di kelas XI, siswa akan mempelajari 5 bab pokok bahasan, diantaranya yaitu:
1. Bab 1 Konsep dasar, peran fungsi, dan keterampilan Antropologi dalam
mengkaji Kesamaan dan keberagaman budaya, agama, religi/kepercayaan, tradisi, dan
Bahasa
2. Bab 2 Budaya, perwujudan, unsur, Isi atau substansi Budaya, dan nilai Budaya
3. Bab 3 Internalisasi nilai-nilai budaya dalam pembentukkan kepribadian dan karakter
4. Bab 4 Perilaku menyimpang dan sub kebudayaan menyimpang
5. Bab 5 Budaya lokal, budaya nasional, budaya asing, hubungan antar budaya di era
globalisasi
Di kelas X kita akan disuguhkan oleh beberapa Bab yang harus dikuasai oleh siswa.
Nah sebelum melangkah jauh, kita harus mengenal terlebih dahulu ap aitu Antropologi
sebagai dasar pengetahuan pada mata pelajaran Antropologi ini.
Antropologi merupakan suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari
segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Setelah mengenal konsep
dasar dari Antroplogi, maka kita akan melangkah pada bab selanjutnya yaitu mengenai
budaya,unsur, isi atau substansi budaya, dan nilai budaya. Budaya merupakan salah
satu objek dari Antropologi selain manusia. Apalagi Indonesia dengan
keanekaragaman budaya perlu untuk dikaji dengan konsep dasar Antropologi. Dalam
sebuah kebudayaan tidak terlepas dari proses internalisasi nilai-nilai yang terkandung
dalam suatu budaya. Setelah mempelajari mengenai budaya, maka kita akan belajar
mengenai internalisasi nilai-nilai budaya dalam hal pembentukan karakter dan
kepribadian. Dengan adanya proses internalisasi tersebut, nantinya individu dapat
menilai tindakan yang dilakukan apakah menyimpang dari nilai budaya atau tidak
sehingga dapat menjadi norma dalam masyarakat. Tentunya budaya yang ada di
3
Indonesia seiring dengan perkembangan zaman akan mengalami pergeseran. Oleh
karena itu dengan adanya globalisasi saat ini memiliki keterkaitan dengan budaya.
E. Petunjuk Bagi Siswa
1. Siswa membaca materi terlebih dahulu mengenai Bab Konsep Dasar, Peran Funsi, dan
Keterampilan Antropologi dalam Mengkaji Kesamaan dan Keberagaman Budaya,
Agama, Religi/Kepercayaan, Tradisi, dan Bahasa.
2. Siswa mendengarkan penjelasan materi dari guru
3. Siswa bertanya mengenai penjelasan materi dari guru
4. Siswa berdiskusi bersama mengenai suatu permasalahan yang kemudian dianalisis
dengan menggunakan konsep antropologi.
5. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok
6. Siswa menjawab soal yang tersedia pada bahan ajar ini
7. Siswa mengerjakan tugas yang sudah tersedia pada bahan ajar ini
4
BAB 1
Konsep Dasar, Peran Fungsi, dan Keterampilan
Antropologi Dalam Mengkaji Kesamaan dan
Keberagaman Budaya, Agama, Religi/Kepercayaan,
Tradisi dan Bahasa
A. Kompetensi Dasar dan Indikator
KD 3.1 Memahami Antropologi sebagai ilmu yang mempelajari keanekaragaman dan
kesamaan manusia Indonesia dan cara hidupnya secara holistik dalam rangka membangun
sikap toleran, empati, dan saling menghargai sehingga tercipta kerukunan nasional.
Indikator
1. Mendefinisikan konsep antropologi
2. Mendeskripsikan sejarah kelahiran antropologi
3. Menjelaskan ranah kajian antropologi
4. Menjelaskan manfaat antropologi
5. Menjelaskan paradigma antropologi
6. Menganalisis contoh penerapan antropologi
7. Menjelaskan posisi antropologi dalam ilmu sosial
8. Menjelaskan peranan antropologi dalam memahami keberagaman masyarakat
Indonesia
KD 4.1 Membaca berbagai literatur dan mendiskusikan hasil bacaan tentang ilmu
Antropologi sebagai ilmu yang mempelajari keanekaragaman dan kesamaan manusia
5
Indonesia dan cara hidupnya secara holistik dalam rangka membangun sikap toleran,
empati, dan saling menghargai sehingga tercipta kerukunan nasional.
Indikator
1. Mengadakan diskusi tentang konsep, peran dan fungsi antropologi dalam kehidupan
2. Mengadakan pengamatan di lapangan tentang fenomena budaya yang terjadi dalam
kehidupan
3. Melakukan investigasi untuk membuktikan penerapan ilmu antropologi dalam
kehidupan.
B. Deskripsi Singkat
Manusia, adalah makhluk dengan beragam ide mengenai dirinya. Ia adalah
makhluk sosial, makhluk ciptaan sekaligus mencipta, makhluk berakal budi, juga makhluk
dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Manusia berusaha memahami apa yang ada di luar
dirinya, dan di saat yang sama berusaha memahami dirinya sendiri. Dalam rentang ruang
dan waktu, manusia terus menerus memunculkan pertanyaan-pertanyaan dan sebaliknya
berusaha menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Salah satu cara
manusia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai dirinya dan hakikat
kehidupannya adalah melalui ilmu Antropologi. Hakikat dasar manusia yang menjadi
perspektif atau sudut pandang ilmu antropologi adalah manusia dan segala
keberagamannya. Keberagaman bersumber dari perbedaan, dan perbedaan adalah sesuatu
yang ada di sekitar kita. Pada intinya, antropologi adalah studi mengenai manusia dan
kompleksitasnya. Hal ini dapat dipahami karena secara etimologis antropologi berasal dari
dua kata, “Anthropos” yang berarti manusia dan “Logos” yang berarti ilmu. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa ilmu antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia, baik
keragaman fisiknya, maupun kebudayaan yang dihasilkannya.
C. Materi
6
Peta Konsep
Konsep Dasar Antropologi
Hakikat Pendekatan
Definisi
Cabang
Ilmu
Sejarah Ruang Lingkup Manfaat
1. Konsep Dasar
A. Pengertian Antropologi
Antropologi secara etimologis berasal dari kata Yunani, yaitu anthropos yang
berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Jadi antropologi adalah ilmu yang
mempelajari manusia. Namun demikian, antropologi bukan satu-satunya ilmu yang
mempelajari manusia, karena pada kenyataannya banyak sekali ilmu yang menjadikan
manusia sebagai kajiannya. Misalnya, biologi dan psikologi juga mempelajari manusia.
Dalam buku Pengantar Ilmu Antropologi menyebutkan bahwa antropologi merupakan
ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari warna, bentuk fisik, maupun kebudayaan
yang dihasilkan.
7
(sumber gambar dari internet)
Pengertian Antropologi menurut para ahli, diantaranya yaitu :
a. William A. Haviland mendefinisikan antropologi sebagai studi tentang umat
manusia, yakni suatu studi yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat
tentang manusia dan perilakunya untuk memperoleh pengertian yang lengkap
tentang keanekaragaman manusia. Jadi Haviland memandang antropologi
merupakan ilmu yang mencoba merumuskan hukum yang bersifat general (umum)
tentang manusia dan perilakunya.
b. Clifford Geertz (dalam Saeffudin, 2003: 295-296), yang memandang objek kajian
antropologi adalah symbol yang terdapat kebudayaa manusia. Jadi menurut Geertz,
antropologi seharusnya bergeser dari ilmu ekplanatif menjadi ilmu yang
berorientasi pada studi untuk menemukan makna yang terdapat dalam kebudayaan
manusia.
c. Frank Robert Vivelo mendefinisikan antropologi sebagai ilmu mengenai manusia,
yang menelaah baik secara budaya, biologi, meliputi asalusulnya, evolusi maupun
keberadaannya pada masa sekarang (Vivelo, 1978:4).
8
d. Simon Coleman dan Helen Watson mendefinisikan antropologi sebagai” kajian
tentang manusia dan masyarakat, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati,
yang sedang berkembang maupun yang sudah punah” (Coleman & Watson,
1992:8). Dari ke-tiga ahli yang terakhir tersebut, memandang bahwa antropologi
mempunyai sifat unik yaitu menggabungkan aspek biologi maupun aspek sosial-
budaya manusia.
e. Alfred L. Kroeber melihat bahwa antropologi adalah ilmu yang paling humanis dan
humaniora yang paling ilmiah. Antropologi menggunakan metode penyelidikan
ilmiah dan prinsip-prinsip analisis ilmiah dan penalaran serta merangkul dimensi
artistic, ekspresif, dan simbolik perilaku manusia. Semua antropolog berusaha
untuk mendapatkan apresiasi yang lebiuh luas dan pemahaman tentang apa artinya
menjadi “manusia” (Kun Maryati. 2013:17).
f. Bapak Antropologi Indonesia, Koentjaraningrat menyatakan, bahwa antropologi
adalah ilmu yang mempelajari: 1) masalah terjadinya dan perkembangan manusia
sebagai mahluk social, 2) masalah sejarah terjadinya aneka warna mahluk manusia
dipandang dari sudut cirri-ciri tubuhnya, 3) masalah penyebaran dan terjadinya
aneka warna bahasa yang diucapkan manusia di seluruh dunia, 4) masalah
perkembangan, penyebaran, dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia di
seluruh dunia, 5) masalah dasar-dasar dan aneka warna kebudayaan manusia dalam
kehidupan masyarakat dan suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi.
Berdasarkan semua pengertian di atas, dapat dipahami bahwa antropologi adalah
ilmu yang mempelajari manusia dari segi keragaman fisik serta kebudayaan (cara
berperilaku, tradisi-tradisi, dan nilai-nilai) yang dihasilkan. Antropologi mempelajari
seluk beluk yang terjadi dalam kehidupan manusia sejak dahulu hingga sekarang,
sebagai fenomena yang terjadi di tengah kehidupan kebudayaanmasyarakat dewasa ini.
9
B. Sejarah Antropologi
Ilmu antropologi muncul dan mulai berkembang sejak abad ke-15. Secara umum,
perkembangan antropologi dibagi menjadi empat tahap atau fase:
1. Fase pertama (Sebelum 1800)
Perkembangan ilmu antropologi dimulai sejak abad ke-15-16. Pada saat itu
bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba menjelajahi dunia, mulai
Afrika, Amerika, Asia, hingga Australia. Dalam penjelajahannya, mereka
banyak menemukan hal-hal baru dan suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-
kisah pengalaman mereka catat pada buku harian ataupun jurnal perjalanan.
Catatan harian yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut berisi
berbagai pengetahuan berupa deskripsi tentang adat istiadat, susunan
masyarakat, dan ciri-ciri fisik dari beragam suku bangsa baik di Afrika, Asia,
Oseania (yaitu kepulauan Lautan teduh) maupun suku bangsa Indian, penduduk
pribumi Amerika. Bahan-bahan yang berisi deskripsi suku-suku asing tersebut
selanjutnya dikenal dengan bahan etnografi atau deskripsi tentang bangsa-
bangsa. Akan tetapi, deskripsi tersebut sering kali tidak jelas/kabur, tidak teliti,
dan hanya memperhatikan hal-hal yang tampak aneh bagi mereka. Ketika bahan
etnografi itu mulai menarik perhatian para pelajar di Eropa, menimbulkan tiga
macam sikap yang bertentangan terhadap bangsa-bangsa di Afrika, Asia,
Oseania, dan orang-orang Indian di Amerika tadi. Adapun sikap-sikap tersebut
adalah ada yang berpadangan bahwa suku-suku bangsa dalam catatan tersebut
bukan manusia sebenarnya; ada yang menganggap suku-suku bangsa tersebut
sebagai contoh masyarakat yang masih murni; dan ada yang tertarik dengan
adat istiadat yang dianggap aneh tersebut dan mulai mengumpulkan benda-
benda kebudayaan dari suku-suku tersebut, kemudian dikumpulkan menjadi stu
untuk diperlihatkan pada umum, dengan demikian muncullah museum-museum
pertama tentang kebudayaan di luar Eropa.
2. Fase kedua ( pertengahan abad ke-19)
Pada fase ini, timbul integrasi yang sungguh-sungguh baru. Bahanbahan
etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara
10
berpikir evolusi masyarakat pada saat itu, yaitu evolusi yang sangat lambat
dalam jangka waktu beribu-ribu tahun lamanya, dari tingkat-tingkat yang
rendah sampai pada tingkat-tingkat yang tinggi (seperti masyarakat dan
kebudayaan Eropa). Berdasarkan cara berpikir tersebut, maka semua bangsa di
dunia dapat digolongkan menurut berbagai tingkat evolusi itu. Kemudian
timbul pula karangan hasil penelitian tentang sejarah penyebaran kebudayaan-
kebudayaan bangsa di muka bumi ini.
Pada fase ini, antropologi bertujuan akademis, yaitu mempelajari
masyarakat dan kebudayaan primitif untuk memperoleh pemahaman tentang
tingkatan sejarah penyebaran kebudayaan manusia.
3. Fase ketiga (Permulaan abad ke-20)
Pada permulaan abad ke-20, negara-negara di Eropa mulai membangun
koloni-koloni di benua lain. Namun dalam usahanya membangun koloni
tersebut, mereka menghadapi kendala-kendala, mulai dari serangan suku
bangsa asli, berbagai pemberontakan, cuaca yang tidak cocok dan kendala lain.
Untuk mencari kelemahan suku asli tersebut, mereka mulai mempelajari bahan-
bahan etnografi suku-suku bangsa di luar Eropa. Pada saat inilah ilmu
antropologi menjadi ilmu praktis yang bertujuan untuk mempelajari masyarakat
dan kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa, untuk kepentingan mereka.
4. Fase keempat (Sesudah kira-kira 1930)
Pada fase ini, antropologi mengalami perkembangan yang pesat. Pengaruh
perang dunia ke-2 telah membawa perubahan pada kehidupan manusia dan
negara-negara di dunia, antara lain munculnya semangat nasionalis dari bangsa-
bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajah. Proses
perubahan bangsa-bangsa yang terjajah menyebabkan perhatian ilmu
antropologi tidak lagi ditujukan pada penduduk pedesaan di luar Eropa, tetapi
juga kepada suku bangsa di daerah pedalaman Eropa.
Jadi pada fase ini pokok tujuan dan ruang lingkup antropologi tidak lagi
ditujukan pada suku-suku bangsa di luar Eropa, tetapi pada manusia di daerah
11
pedesaan pada umumnya. Dengan demikian, antropologi mempunyai tujuan
baru, yaitu mencapai pengertian tentang manusia pada umumnya dengan
mempelajari keragaman bentuk fisik, masyarakat, dan kebudayaannya. Ilmu
antropologi bersifat akademis sekaligus praktis (Kuntjaraningrat, 2002:26).
Selain itu pada fase ini bahan pengetahuan yang diteliti semakin bertambah dan
metode ilmiahnya semakin tajam.
C. Ruang Lingkup, Objek, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat Antropologi
Ruang lingkup antropologi amatlah luas, karena mencakup sisi kehidupan dan
kebudayaan manusia yang kompleks. Antropologi dapat bersentuhan dengan bidang ilmu
lain seperti sosiologi, geografi, psikologi, biologi, dan ilmu kemanusiaan lainnya.
Objek kajian ilmu antropologi adalah manusia dalam kedudukannya sebagai
individu, masyarakat, suku bangsa, kebudayaan dan perilakunya.
(sumber gambar dari internet)
Fungsi antropologi secara garis besar dinyatakan bahwa fungsi antropologi adalah
untuk mengembangkan pengetahuan tentang manusia baik secara fisik (biologis) maupun
secara sosio-kultural.
Sementara tujuan antropologi mengacu pendapat Koentjaraningrat (2009:5)
adalah sesuai dengan tahap perkembangan antropologi yang keempat, yaitu antropologi
memiliki dua tujuan. Pertama, tujuan akademis yakni berusaha mencapai pengertian
12
tentang makhluk manusia pada umumnya dengan mempelajari berbagai bentuk fisiknya,
masyarakat dan kebudayaannya. Kedua, tujuan praktis yakni mempelajari manusia di
berbagai masyarakat suku bangsa di dunia guna membangun masyarakat itu sendiri.
Sedangkan manfaat antropologi sangat terkait dengan tujuan yang terdapat dalam
antropologi. Secara terperinci, manfaat mempelajari antropologi antara lain:
a. Dapat mengetahui pola perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat
secara universal maupun pola perilaku manusia pada tiap-tiap masyarakat (suku
bangsa)
b. Dapat mengetahui kedudukan dan peran yang harus dilakukan sesuai dengan
harapan warga masyarakat dari kedudukan yang sedang disandang.
c. Dapat memperluas wawasan tentang pergaulan umat manusia di seluruh dunia
yang mempunyai kekhususan-kekhususan sesuai dengan karakteristik
daerahnya sehingga menimbulkan toleransi yang tinggi.
d. Dapat mengetahui berbagai macam problem dalam masyarakat, memiliki
kepekaan terhadap kondisi-kondisi dalam masyarakat, serta mampu mengambil
inisiatif pemecahan masalah.
e. Memahami norma-norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh
masyarakat tertentu.
f. Lebih tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala sosial masyarakat yang
makin kompleks.
g. Menyusun etnografi-etnografi yang memungkinkan penciptaan teori-teori
tentang asal-usul kepercayaan, keluarga, perkawinan, perilaku bernegara, dan
sebagainya.
h. Untuk dapat lebih memahami konsep dari antropologi itu sendiri sehingga
masyarakat dapat lebih bijak dalam menerapkannya di aspek kehidupan sosial.
D. Cabang Ilmu Antropologi
Antropologi membagi keilmuannya dalam beberapa cabang. Ada yang membagi
dalam empat cabang besar, yaitu antropologi biologi, arkeologi, antropologi linguistik dan
antropologi budaya pembagian seperti ini adalah pembagian yang banyak dilakukan di
13
benua Amerika Utara juga Kanada (Barnad. 2004:4). Ada juga yang membagi dalam dua
cabang besar yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya (lihat Hoebel. 1976:7).
Koentjaraningrat (2009:22) memberikan bagan pembagian cabang-cabang ilmu dalam
antropologi sebagai berikut:
❖ Antropologi biologi
Menelaah biologi manusia, khususnya yang berkaitan dengan
antropologi dan dikonsepsikan secara luas – suatu ilmu tentang manusia.
Kadang-kadang subdisiplin ini disebut juga dengan istilah lama, yaitu
antropologi fisik, yang cenderung mencerminkan minat dalam anatomi
komparatif. Perbandingan anatomi itu meliputi khususnya hubungan antara
spesies manusia dan primat yang lebih tinggi (seperti simpanse dengan
gorilla) dan hubungan antara manusia dengan nenek moyangnya (seperti
Homo erectus dengan Australopithecus africanus). Pembandingan anatomis
‘ras-ras’ kini semakin berkurang digantikan oleh kemajuan yang cepat di
bidang genetika manusia. Genetika bersama dengan aspek-aspek
demografi, ilmu forensik.
a. Paleo – antropologi adalah ilmu bagian yang meneliti asal-
usul atau terjadinya dan evolusi manusia dengan
mempergunakan sisa-sisa tubuh yang telah membatu (fosil-
fosil manusia).
b. Antropologi fisik adalah bagian dari ilmu antropologi yang
mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah
terjadinya beragam manusia dipandang dari sudut ciri-ciri
tubuhnya.
❖ Antropologi budaya adalah cabang antropologi yang berfokus pada
penelitian variasi kebudayaan di antara kelompok manusia. Antropologi
budaya mengumpulkan data mengenai dampak proses ekonomi dan politik
global terhadap realitas budaya local.
a. Prehistori mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran
semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal
huruf.
14
b. Etnolinguistik atau antropologi linguistik adalah bagian dari
kajian mengenai bahasa, khususnya yang terkait dengan
keragaman.Jadi kajian antropologi linguisti oebih kecil
dibandingkan dengan kajian ilmu linguistik secara keseluruhan.
c. Etnologi adalah ilmu bagian yang mencoba mencapai pengertian
tentang asas-asas manusia, dengan mempelajari
kebudayaankebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak
mungkin suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi pada
masa sekarang ini.
d. Etnopsikologi adalah ilmu baru dalam antropologi, sekitar tahun
20-an (Koentjaraningrat, 2009:15-16). Ilmu bagian ini melakukan
penelitian-penelitian antropologi yang dalam analisisnya banyak
menggunakan konsep psikologi. Etnopsikologi inin berkembang di
Amerika Serikat dan Inggris. Penelitian-penelitian seperti ini
dimulai karena timbulnya perhatian terhadap tiga macam masalah,
yaitu: (a) Kepribadian bangsa, (b) Peranan individu dalam proses
perubahan adat-istiadat; dan (c) Masalah nilai universal dari konsep-
konsep psikologi.Sekitar tahun 1920 ada beberapa ahli antropologi
berhasrat mendiskripsikan kepribadian bangsa dengan lebih cermat,
juga mempersoalkan cara ilmiah kebenaran tentang konsep
‘kepribadian bangsa’. Untuk mempelajari masalah itu, seorang ahli
antropologi tentu perlu mengetahui banyak tentang ilmu psikologi
serta konsep dan teori yang dikembangkan di dalamnya.Masalah
peranan individu dalam proses perubahan adat istiadat dipelajari
ketika muncul kesadaran bahwa adanya tindakan perilaku individu
yang menyimpang dari adat istiadat merupakan pangkal dari proses
perubahan kebudayaan. Tindakan yang menyimpang dari tindakan
umum inilah yang menyebabkan para ahli antropologi menaruh
perhatian terhadap konsep-konsep dan teori-teori psikologi.Melalui
ilmu psikologilah seluk beluk kelakuan dan tindakan invidu itu
dapat dipelajari dan dipahami.
15
e. Antropologi spesialisasi adalah cabang-cabang dalam antropologi
yang berkembang karena adanya perubahan-perubahan dalam
masyarakat yang menuntut oendekatan antropologi.
✓ Antropologi ekonomi adaah bagian ilmiah yang coba
menuturkan tingkah laku ekonomi manusia dalam lingkup
histori, geografis serta budaya.
✓ Antopologi politik menyuguhkan adaptasi kebudayaan dan
metode pendekatan tingkah laku dalam mengantisipasi dan
memberikan rumusan jalan ke luar terhadap masalah-
masalah disintegrasi bangsa dan kesenjangan komunikasi
gerakan arus bawah dengan elite politik sebagai alternatif
kebijakan negara.
✓ Antropologi kependudukan mempelajari cara-cara untuk
mengatasi masalah-masalah kependudukan. Beberapa
kendala yang menghambat kelancaran program
kependudukan adalah disebabkan oleh latar belakang dan
kondisi sosisl budaya masyarakat.
✓ Antropologi kesehatan mendiskripsikan system medis
naturalistic maupun personalistik untuk mengetahui
konsepsi dan sikap penduduk tentang kesehatan, sakit,
dukun dan obat-obat tradisional.
✓ Antropologi Pendidikan
✓ Antropologi perkotaan adalah pendekatan-pendekatan
antropologi mengenai masalah perkotaan. Yang dimaksud
dengan masalahmasalah perkotaan adalah muncul dan
berkembang dalam kehidupan kota dan menjadi cirri-ciri
dari hakekat kota itu sendiri.
f. Antropologi terapan merupakan cabang antropologi yang
mengkhususkan diri pada perubahan kebudayaan yang
direncanakan. Tujuan kerja antropologi terapan adalah untuk
memperkenalkan suatu perubahan tertertu pada cara hidup suatu
16
masyarakat tertentu – pada umumnya berupa makanan baru, sistem
sanitasi, program kesehatan atau proses pertanian. Antropologi
terapan tergantung pada pengetahuan seorang ahli antropologi
mengenai hukum-hukum yang menguasahi aneka ragam
kebudayaan dan perubahan kebudayaan (Ihromi. 1984:122).
E. Ruang Lingkup Antropologi
Studi kebudayaan menjadi penting dalam ilmu antropologi, dan dilakukan
menggunakan 3 pendekatan khusus:
1) Pendekatan Holistik
Kebudayaan dipandang secara utuh (holistik). Pendekatan ini digunakan
oleh para pakar antropologi apabila mereka sedang mempelajari kebudayaan
suatu masyarakat. Kebudayaan di pandang sebagai suatu keutuhan, setiap unsur
di dalamnya mungkin dipahami dalam keadaan terpisah dari keutuhan tersebut.
2) Pendekatan Komparatif
Pendekatan komparatif juga merupakan pendekatan yang unik dalam
antropologi, yaiutu membandingkan antara dua kebudayaan dalam rentang
wilayah ataupun waktu terrtentu. Misalnya, untuk mempelajari kebudayaan
masyarakat yang belum mengenal baca-tulis (pra-aksara).
3) Pendekatan Historis
Pendekatan ini mengunakan perspektif dasar sejarah peradaban..
Pendekatan ini lazim digunakan para ilmuwan antropologi yang tertarik
pertama-tama pada asal-usul historis dari unsur-unsur kebudayaan, dan setelah
itu tertarik pada unsur-unsur kebudayaan yang unik dan khusus.
2. Konsep Antropologi
a. Kebudayaan
Istilah culture (kebudayaan) berasal dari Bahasa latin, yakni cultura dari kata dasar
colere yang berarti tumbuh atau berkembang. Namun, secara umum pengertian
17
kebudayaan memfokuskan kepada kumpulan pengetahuan yang secara sosial
diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Makna tersebut kontras dengan
pengertian kebudayaan yang sehari-hari, dimana hanya menunjuk kepada bagian-
bagian tertentu warisan sosial, yakni tradisi sopan santun dan kesenian.
b. Adat Kelompok Etnik
Adat Kelompok Etnik merupakan kondisi mengenai adat atau tradisi yang dimiliki serta
dikembangkan bahkan oleh berbagai etnik tertentu yang tinggal di dunia. Misalnya,
masyarakat jawa Ketika akan melaksanakan pernikahan harus memenuhi syarat yang
diinginkan para sesepuh atau masyarakat jawa dahulu.
c. Etnosentrisme
Merupakan tindakan yang dilakukan dari berbagai kelompok tertentu yang lebih
cenderung mengangungkan kebudayaannya sendiri daripada kebbudayaan suku bangsa
lainnya. Misalnya, orang yang berasal dari jawa menganggap kebudayaannya lebih
baik dibandingkan dengan kebudayaan masyarakat lainnya.
d. Relativisme Kebudayaan (Cultural Relativism)
Adalah sebuah pemikiran yang menolak kritik tertentu terhadap kebudayaan yang
berguna dalam menentukan suatu rasa, pola perilaku, nilai dan norma yang telah
disepakati bersama dalam masyarakat. Misalnya, seseorang yang menyukai music pop
tidak boleh memandang rendah music dangdut karena lagu-lagunya yang jaman dahulu
dan dikenal genre yang hanya untuk proletar saja.
e. Emik, Etik, Holistik
Emik merupakan sudut pandang dalam etnografi yang mencoba menjelaskan fenomena
tertentu dalam masyarakat dengan perspektif dari masyarakat itu sendiri. Begitupula
dengan etik, dimana etik disini berusaha untuk menjelaskan suatu fenomena yang
terjadi dalam masyarakat dengan sudut pandang dari peneliti.
f. Bhineka Tunggal Ika
Merupakan semboyan dari suku bangsa Indonesia, yang bertujuan agar masyarakat
ingat bahwa mereka harus saling Bersatu walaupun adanya perbedaan suku, ras, agama,
yang tersebar dinegara Indonesia ini. Sehingga diharapkan masyarakt Indonesia tidak
menimbulkan suatu pertengkaran dan konflik antar daerah.
g. Kerukunan Nasional
18
Suatu kondisi sosial Ketika semua manusia dalam suatu negara tertentu, misalnya
Indonesia dapat hudup rukun secara bersama tanpa mengurangi hak dan kewajiban
dasar kepada negara.
h. Unsur Kebudayaan
Satuan terkecil dalam suatu kebudayaan disebut unsur kebudayaan atau ”trait”.
Unsurunsur kebudayaan mungkin terdiri dari pola tingkah laku atau artefak. Tiap
kebudayaan mungkin terdiri dari gabungan antara unsur-unsur yang dipinjam dari
masyarakat lain dan yang ditemukan sendiri oleh masyarakat yang bersangkutan.
i. Kompleks Kebudayaan
Seperangkat unsur kebudayaan yang mempunyai keterkaitan fungsional satu dengan
lainnya disebut kompleks kebudayaan. Sistem perkawinan pada masyarakat Indonesia
adalah sebuah contoh kompleks kebudayaan.
j. Enkultrasi
Adalah proses dimana individu belajar untuk berperan serta dalam
kebudayaan masyarakatnya sendiri.
k. Daerah Kebudayaan (culture area)
Adalah suatu wilayah geografis yang penduduknya berbagi (sharing) unsur-unsur dan
kompleks-kompleks kebudayaan tertentu yang sama.
l. Difusi Kebudayaan
Adalah proses tersebarnya unsur-unsur kebudayaan dari suatu daerah kebudayaan ke
daerah kebudayaan lain.
m. Akulturasi
Adalah pertukaran unsur-unsur kebudayaan yang terjadi selama dua kebudayaan yang
berbeda saling kontak secara terus –menerus dalam waktu yang panjang.
3. Teori Dalam Antropologi
• Teori Evolusi Deterministrik
Adalah teori tertua dan dikembangkan oleh 2 tokoh pertama dalam
antropologi, ialah Edward Burnet Tylor (1832-1917) dan Lewis henry Morgan
(1818-1889). Teori ini berangkat dari anggapan bahwa ada suatu hukum (aturan)
19
universal yang mengendalikan perkembangan semua kebudayaan manusia.
Menurut teori ini setiap kebudayaan mengalami evolusi melalui jalur dan fase-fase
yang sudah pasti.
• Teori Partikularisme
Pada awal abad ke-20 berakhirlah kejayaan teori evolusionisme dan
berkembanglah pemikiran yang menentang teori tersebut. Pemikiran baru tersebut
dipelopori oleh Franz Boas (1858-1942) yang kemudian disebut teori
partikularisme historik. Boas tidak setuju dengan teori evolusi dalam hal asumsi
tentang adanya hukum universal yang menguasai kebudayaan manusia. Ia
menunjukkan betapa sangat kompleksnya variasi kebudayaan, dan percaya bahwa
terlalu prematur merumuskan teori yang universal.
• Teori Fungsionalisme
Teori ini dikembangkan oleh Bronislaw Malinowski (1884-1942) yang
selama Perang Dunia II mengisolir diri bersama penduduk asli pulau Trobrian
untuk mempelajari cara hidup mereka dengan jalan melakukan observasi
berperanserta (participant observation). Ia mengajukan teori fungsionalisme, yang
berasumsi bahwa semua unsur kebudayaan merupakan bagian-bagian yang
berguna bagi masyarakat di mana unsur-unsur tersebut terdapat. Dengan kata lain,
pandangan fungsional atas kebudayaan menekankan bahwa setiap pola tingkah-
laku, setiap kepercayaan dan sikap yang merupakan bagian dari kebudayaan suatu
masyarakat, memerankan fungsi dasar di dalam kebudayaan yang bersangkutan.
D. Daftar Bacaan Tambahan
Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai materi konflik,
kekerasan dan upaya penyelesaiannya, teman-teman dapat mengakses sumber bacaan dan
sumber video pembelajaran pada link berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=l25zhOpL0cI
https://www.youtube.com/watch?v=YlisiP-Gj-k
https://www.youtube.com/watch?v=gl_5N1v_TUM
20
http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197210242001121
-BAGJA_WALUYA/PIS/Konsep_dasar_Antropologi.pdf
https://dosenpsikologi.com/antropologi#:~:text=Antropologi%20merupakan%20s
uatu%20cabang%20ilmu,mengenai%20budaya%20masyarakat%20suatu%20etnis
.&text=Secara%20harfiah%2C%20antropologi%20dapat%20didefinisikan,adalah
%20manusia%2C%20kebudayaan%20serta%20perilakunya.
https://www.academia.edu/9557130/BAB_I_PENGERTIAN_DAN_KONSEP_D
ASAR_ANTROPOLOGI
21
E. Pertanyaan Kunci
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan tepat dan jelas !!!
Soal pilihan ganda
1. Secara etimologis Antropologi berasal dari kata Yunani, yaitu Anthropos yang
berarti……
a. Budaya
b. Manusia
c. Masyarakat
d. Ilmu
e. Alam
2. Secara etimologis Antropologi berasal dari kata Yunani, yaitu Anthropos dan logos,
logos artinya….
a. Manusia
b. Budaya
c. Alam
d. Ilmu
e. Masyarakat
3. “Objek kajian antropologi adalah symbol yang terdapat kebudayaan manusia.
Antropologi seharusnya bergeser dari ilmu ekplanatif menjadi ilmu yang berorientasi
pada studi untuk menemukan makna yang terdapat dalam kebudayaan manusia”.
Ungkapan tersebut dikemukakan oleh….
a. William A. Haviland
b. Frank Robert Vivelo
c. Clifford Geertz
d. Alferd L. Kroeber
e. Koentjaraningrat
4. Ilmu Antropologi muncul dan mulai berkembang sejak abad…
a. Ke 13
b. Ke 14
c. Ke 15
22
d. Ke 16
e. Ke 17
5. Ilmu yang mempelajari manusia adalah…
a. Sosiologi
b. Biologi
c. Geografi
d. Sejarah
e. Antropologi
Soal uraian
1. Jelaskan pengertian Antropologi menurut Koentjaraningrat?
2. Jelaskan sejarah perkembangan ilmu Antropologi?
3. Sebutkan dan jelaskan manfaat Antropologi?
4. Sebutkan dan jelaskan pendekatan dalam ilmu Antropologi?
5. Sebutkan dan jelaskan cabang ilmu Antropologi?
23
F. Soal
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan tepat !!!!
Bacalah Artikel di bawah ini !!!
FENOMENA KECANDUAN BUDAYA KOREA
Dalam kehidupan sehari-hari remaja yang sudah kecanduan budaya korea biasanya udah mulai
menggunakan bahasa korea misalnya eonni, oppa, serta hyung. Cara berpakaian juga mengikuti
gaya fashion ala korea walaupunbanyak diantara para remaja yang kurang cocok
menggunakannyabahkan terlihat lucu. Bukan hanya itu para remaja juga banyak bermimpi yang
ingin pergi ke korea dan mancicipi makanannya. Rupanya budaya korea tidak hanya
mempengaruhi gaya hidup remaja, tetapi juga mempengaruhi dunia entertainment indonesia.
sekarang ini banyak sekali artis dan aktor indonesia mengikuti gaya fashion ala korea bahkan
meniru gaya girlband dan boybandnya. Karena hal tersebut remaja yang suka mengikuti
entertainment indonesia tanpa di dasari juga mulai mengikuti budaya korea. Banyak remaja yang
kecanduan budaya korea karena mereka hanya melihat pada fisik para artis dan aktor korea yang
sangat rupawan yang membuat hati remaja bergetar, tanpa melihat budaya dan gaya hidup warga
korea terutama korea selatan. Jika kita melihat lebih lanjut tentang budaya dan gaya hidup warga
korea banyak sekali di temukan sisi negatifnya. Banyak sekali warga Negara korea yang
melakukan operasi plastik agar terlihat rupawan. Di korea hadiah lotre operasi plastik bisa
mengalahkan hadiah liburan ke hawai dan banyak warga Negara korea yang menganggap operasi
plastik merupakan hadiah ulang tahun terindah.
Sumber:
https://www.kompasiana.com/yolan_dari/54f93c22a3331112678b4bff/fenomenakecanduan-
budaya-korea
Identifikasi dan jelaskanlah cabang serta pendekatan antropologi yang tepat untuk
mengkaji fenomena sosial dalam artikel di atas!
24
G. Tugas
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan tepat dan jelas !!!
Pada tugas kali ini, kita akan belajar menerapkan konsep dasar antropologi dalam fenomena
sosial budaya yang ada di masyarakat. Lakukanlah literasi baik digital ataupun buku mengenai
kisah populer yang sudah kita kenal, yaitu kisah “Tarzan”. Kamu dapat menyaksikan film atau
sinopsisnya melalui situs Youtube. Apabila terkendala akses, kamu dapat membaca kisahnya
melalui artikel atau sumber-sumber lain yang tersedia. Alokasikanlah waktu khusus untuk
menyaksikan atau membaca kisah “Tarzan”. Ingat, mulailah belajar menggunakan perspektif atau
sudut pandang ilmu antropologi Ketika melakukannya ya! Setelah itu, identifikasilah cabang dan
pendekatan ilmu antropologi yang sesuai dengan kisah “Tarzan” melalui Lembar analisis berikut
ini:
Deskripsi singkat
Cabang Antropologi yang Pendekatan Antropologi Penjelasan
sesuai yang sesuai
25
Bab 2
Budaya, Perwujudan, Unsur, Isi atau
Substansi Budaya, dan Nilai Budaya
26
BAB 3
Internalisasi nilai-nilai budaya
dalam Pembentukan Kepribadian
dan Karakter
27
BAB 4
Perilaku Menyimpang dan Sub
Kebudayaan Menyimpang
28
BAB 5
Budaya Lokal, Budaya Nasional, Budaya
Asing, Hubungan Antar Budaya di era
Globalisasi
29
Daftar Pustaka
Yudha Kusniyanto, Yanuarita Nur Hanifa, Candra Ari Wiyanto. (2020). Modul Pembelajaran SMA
Antropologi. Jakarta: DIREKTORAT SMA.
Indrijati Soerjasih, Usman Effendi, Sri Endah Kinasih. (2016). Modul Guru Pembelajar. In Mata Pelajaran
Antropologi SMA. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-antropologi-dan-jenis-antropologi/
https://tirto.id/definisi-antropologi-dan-konsep-konsep-dasarnya-gakF
https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/15/133613469/antropologi-definisi-obyek-
fungsi-tujuan-dan-
manfaatnya?page=all#:~:text=Terkait%20tujuan%20ilmu%20antropologi%20maka,tiap
%20masyarakat%20(suku%20bangsa).
https://tirto.id/mengenal-tujuan-dan-manfaat-ilmu-antropologi-gayk
http://blog.unnes.ac.id/imamalfarizi96/2017/11/12/rangkuman-materi-antropologi-kelas-x-
sma-konsep-konsep-dasar-antropologi/
http://blog.unnes.ac.id/sekararumngarasati/2015/12/15/materi-pembelajaran-antropologi-
kelas-x-semester-1-konsep-dasar-peran-fungsi-dan-keterampilan-antropologi-dalam-
mengkaji-kesamaan-dan-keberagaman-budaya-agama-religikepercayaan-trad/
30
Kunci Jawaban Pertanyaan Kunci
Soal pilihan ganda
1. B
2. D
3. C
4. C
5. E
Soal Uraian
1. Antropologi adalah ilmu yang mempelajari: 1) masalah terjadinya dan perkembangan
manusia sebagai mahluk social, 2) masalah sejarah terjadinya aneka warna mahluk
manusia dipandang dari sudut cirri-ciri tubuhnya, 3) masalah penyebaran dan terjadinya
aneka warna bahasa yang diucapkan manusia di seluruh dunia, 4) masalah perkembangan,
penyebaran, dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia di seluruh dunia, 5) masalah
dasar-dasar dan aneka warna kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dan suku
bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi.
2.
A. Fase pertama (Sebelum 1800)
Perkembangan ilmu antropologi dimulai sejak abad ke-15-16. Pada saat itu bangsa-bangsa di
Eropa mulai berlomba-lomba menjelajahi dunia, mulai Afrika, Amerika, Asia, hingga Australia.
Dalam penjelajahannya, mereka banyak menemukan hal-hal baru dan suku-suku yang asing bagi
mereka. Kisah-kisah pengalaman mereka catat pada buku harian ataupun jurnal perjalanan.
Catatan harian yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut berisi berbagai pengetahuan
berupa deskripsi tentang adat istiadat, susunan masyarakat, dan ciri-ciri fisik dari beragam suku
bangsa baik di Afrika, Asia, Oseania (yaitu kepulauan Lautan teduh) maupun suku bangsa Indian,
penduduk pribumi Amerika. Bahan-bahan yang berisi deskripsi suku-suku asing tersebut
selanjutnya dikenal dengan bahan etnografi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa. Akan tetapi,
deskripsi tersebut sering kali tidak jelas/kabur, tidak teliti, dan hanya memperhatikan hal-hal yang
31
tampak aneh bagi mereka. Ketika bahan etnografi itu mulai menarik perhatian para pelajar di
Eropa, menimbulkan tiga macam sikap yang bertentangan terhadap bangsa-bangsa di Afrika, Asia,
Oseania, dan orang-orang Indian di Amerika tadi. Adapun sikap-sikap tersebut adalah ada yang
berpadangan bahwa suku-suku bangsa dalam catatan tersebut bukan manusia sebenarnya; ada yang
menganggap suku-suku bangsa tersebut sebagai contoh masyarakat yang masih murni; dan ada
yang tertarik dengan adat istiadat yang dianggap aneh tersebut dan mulai mengumpulkan benda-
benda kebudayaan dari suku-suku tersebut, kemudian dikumpulkan menjadi stu untuk
diperlihatkan pada umum, dengan demikian muncullah museum-museum pertama tentang
kebudayaan di luar Eropa.
B. Fase kedua ( pertengahan abad ke-19)
Pada fase ini, timbul integrasi yang sungguh-sungguh baru. Bahanbahan etnografi tersebut
telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat
itu, yaitu evolusi yang sangat lambat dalam jangka waktu beribu-ribu tahun lamanya, dari tingkat-
tingkat yang rendah sampai pada tingkat-tingkat yang tinggi (seperti masyarakat dan kebudayaan
Eropa). Berdasarkan cara berpikir tersebut, maka semua bangsa di dunia dapat digolongkan
menurut berbagai tingkat evolusi itu. Kemudian timbul pula karangan hasil penelitian tentang
sejarah penyebaran kebudayaan-kebudayaan bangsa di muka bumi ini.
Pada fase ini, antropologi bertujuan akademis, yaitu mempelajari masyarakat dan kebudayaan
primitif untuk memperoleh pemahaman tentang tingkatan sejarah penyebaran kebudayaan
manusia.
C. Fase ketiga (Permulaan abad ke-20)
Pada permulaan abad ke-20, negara-negara di Eropa mulai membangun koloni-koloni di benua
lain. Namun dalam usahanya membangun koloni tersebut, mereka menghadapi kendala-kendala,
mulai dari serangan suku bangsa asli, berbagai pemberontakan, cuaca yang tidak cocok dan
kendala lain. Untuk mencari kelemahan suku asli tersebut, mereka mulai mempelajari bahan-bahan
etnografi suku-suku bangsa di luar Eropa. Pada saat inilah ilmu antropologi menjadi ilmu praktis
32
yang bertujuan untuk mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa,
untuk kepentingan mereka.
D. Fase keempat (Sesudah kira-kira 1930)
Pada fase ini, antropologi mengalami perkembangan yang pesat. Pengaruh perang dunia ke-2
telah membawa perubahan pada kehidupan manusia dan negara-negara di dunia, antara lain
munculnya semangat nasionalis dari bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu
penjajah. Proses perubahan bangsa-bangsa yang terjajah menyebabkan perhatian ilmu antropologi
tidak lagi ditujukan pada penduduk pedesaan di luar Eropa, tetapi juga kepada suku bangsa di
daerah pedalaman Eropa.
Jadi pada fase ini pokok tujuan dan ruang lingkup antropologi tidak lagi ditujukan pada suku-
suku bangsa di luar Eropa, tetapi pada manusia di daerah pedesaan pada umumnya. Dengan
demikian, antropologi mempunyai tujuan baru, yaitu mencapai pengertian tentang manusia pada
umumnya dengan mempelajari keragaman bentuk fisik, masyarakat, dan kebudayaannya. Ilmu
antropologi bersifat akademis sekaligus praktis (Kuntjaraningrat, 2002:26). Selain itu pada fase ini
bahan pengetahuan yang diteliti semakin bertambah dan metode ilmiahnya semakin tajam.
3. Manfaat Antropologi
a. Dapat mengetahui pola perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat
secara universal maupun pola perilaku manusia pada tiap-tiap masyarakat (suku
bangsa)
b. Dapat mengetahui kedudukan dan peran yang harus dilakukan sesuai dengan
harapan warga masyarakat dari kedudukan yang sedang disandang.
c. Dapat memperluas wawasan tentang pergaulan umat manusia di seluruh dunia
yang mempunyai kekhususan-kekhususan sesuai dengan karakteristik
daerahnya sehingga menimbulkan toleransi yang tinggi.
d. Dapat mengetahui berbagai macam problem dalam masyarakat, memiliki
kepekaan terhadap kondisi-kondisi dalam masyarakat, serta mampu mengambil
inisiatif pemecahan masalah.
33
e. Memahami norma-norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh
masyarakat tertentu.
f. Lebih tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala sosial masyarakat yang
makin kompleks.
g. Menyusun etnografi-etnografi yang memungkinkan penciptaan teori-teori
tentang asal-usul kepercayaan, keluarga, perkawinan, perilaku bernegara, dan
sebagainya.
h. Untuk dapat lebih memahami konsep dari antropologi itu sendiri sehingga
masyarakat dapat lebih bijak dalam menerapkannya di aspek kehidupan sosial.
4. Pendekatan Antrpologi
a. Pendekatan Holistik
Kebudayaan dipandang secara utuh (holistik). Pendekatan ini digunakan
oleh para pakar antropologi apabila mereka sedang mempelajari kebudayaan
suatu masyarakat. Kebudayaan di pandang sebagai suatu keutuhan, setiap unsur
di dalamnya mungkin dipahami dalam keadaan terpisah dari keutuhan tersebut.
b. Pendekatan Komparatif
Pendekatan komparatif juga merupakan pendekatan yang unik dalam
antropologi, yaiutu membandingkan antara dua kebudayaan dalam rentang
wilayah ataupun waktu terrtentu. Misalnya, untuk mempelajari kebudayaan
masyarakat yang belum mengenal baca-tulis (pra-aksara).
c. Pendekatan Historis
Pendekatan ini mengunakan perspektif dasar sejarah peradaban..
Pendekatan ini lazim digunakan para ilmuwan antropologi yang tertarik
pertama-tama pada asal-usul historis dari unsur-unsur kebudayaan, dan setelah
itu tertarik pada unsur-unsur kebudayaan yang unik dan khusus.
5. Cabang Ilmu Antropologi
❖ Antropologi biologi
34
Menelaah biologi manusia, khususnya yang berkaitan dengan
antropologi dan dikonsepsikan secara luas – suatu ilmu tentang manusia.
Kadang-kadang subdisiplin ini disebut juga dengan istilah lama, yaitu
antropologi fisik, yang cenderung mencerminkan minat dalam anatomi
komparatif. Perbandingan anatomi itu meliputi khususnya hubungan antara
spesies manusia dan primat yang lebih tinggi (seperti simpanse dengan
gorilla) dan hubungan antara manusia dengan nenek moyangnya (seperti
Homo erectus dengan Australopithecus africanus). Pembandingan anatomis
‘ras-ras’ kini semakin berkurang digantikan oleh kemajuan yang cepat di
bidang genetika manusia. Genetika bersama dengan aspek-aspek
demografi, ilmu forensik.
c. Paleo – antropologi adalah ilmu bagian yang meneliti asal-
usul atau terjadinya dan evolusi manusia dengan
mempergunakan sisa-sisa tubuh yang telah membatu (fosil-
fosil manusia).
d. Antropologi fisik adalah bagian dari ilmu antropologi yang
mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah
terjadinya beragam manusia dipandang dari sudut ciri-ciri
tubuhnya.
❖ Antropologi budaya adalah cabang antropologi yang berfokus pada
penelitian variasi kebudayaan di antara kelompok manusia. Antropologi
budaya mengumpulkan data mengenai dampak proses ekonomi dan politik
global terhadap realitas budaya local.
a. Prehistori mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran
semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal
huruf.
b. Etnolinguistik atau antropologi linguistik adalah bagian dari
kajian mengenai bahasa, khususnya yang terkait dengan
keragaman.Jadi kajian antropologi linguisti oebih kecil
dibandingkan dengan kajian ilmu linguistik secara keseluruhan.
35
c. Etnologi adalah ilmu bagian yang mencoba mencapai pengertian
tentang asas-asas manusia, dengan mempelajari
kebudayaankebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak
mungkin suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi pada
masa sekarang ini.
d. Etnopsikologi adalah ilmu baru dalam antropologi, sekitar tahun
20-an (Koentjaraningrat, 2009:15-16). Ilmu bagian ini melakukan
penelitian-penelitian antropologi yang dalam analisisnya banyak
menggunakan konsep psikologi. Etnopsikologi inin berkembang di
Amerika Serikat dan Inggris. Penelitian-penelitian seperti ini
dimulai karena timbulnya perhatian terhadap tiga macam masalah,
yaitu: (a) Kepribadian bangsa, (b) Peranan individu dalam proses
perubahan adat-istiadat; dan (c) Masalah nilai universal dari konsep-
konsep psikologi.Sekitar tahun 1920 ada beberapa ahli antropologi
berhasrat mendiskripsikan kepribadian bangsa dengan lebih cermat,
juga mempersoalkan cara ilmiah kebenaran tentang konsep
‘kepribadian bangsa’. Untuk mempelajari masalah itu, seorang ahli
antropologi tentu perlu mengetahui banyak tentang ilmu psikologi
serta konsep dan teori yang dikembangkan di dalamnya.Masalah
peranan individu dalam proses perubahan adat istiadat dipelajari
ketika muncul kesadaran bahwa adanya tindakan perilaku individu
yang menyimpang dari adat istiadat merupakan pangkal dari proses
perubahan kebudayaan. Tindakan yang menyimpang dari tindakan
umum inilah yang menyebabkan para ahli antropologi menaruh
perhatian terhadap konsep-konsep dan teori-teori psikologi.Melalui
ilmu psikologilah seluk beluk kelakuan dan tindakan invidu itu
dapat dipelajari dan dipahami.
e. Antropologi spesialisasi adalah cabang-cabang dalam antropologi
yang berkembang karena adanya perubahan-perubahan dalam
masyarakat yang menuntut oendekatan antropologi.
36
✓ Antropologi ekonomi adaah bagian ilmiah yang coba
menuturkan tingkah laku ekonomi manusia dalam lingkup
histori, geografis serta budaya.
✓ Antopologi politik menyuguhkan adaptasi kebudayaan dan
metode pendekatan tingkah laku dalam mengantisipasi dan
memberikan rumusan jalan ke luar terhadap masalah-
masalah disintegrasi bangsa dan kesenjangan komunikasi
gerakan arus bawah dengan elite politik sebagai alternatif
kebijakan negara.
✓ Antropologi kependudukan mempelajari cara-cara untuk
mengatasi masalah-masalah kependudukan. Beberapa
kendala yang menghambat kelancaran program
kependudukan adalah disebabkan oleh latar belakang dan
kondisi sosisl budaya masyarakat.
✓ Antropologi kesehatan mendiskripsikan system medis
naturalistic maupun personalistik untuk mengetahui
konsepsi dan sikap penduduk tentang kesehatan, sakit,
dukun dan obat-obat tradisional.
✓ Antropologi Pendidikan
✓ Antropologi perkotaan adalah pendekatan-pendekatan
antropologi mengenai masalah perkotaan. Yang dimaksud
dengan masalahmasalah perkotaan adalah muncul dan
berkembang dalam kehidupan kota dan menjadi cirri-ciri
dari hakekat kota itu sendiri.
f. Antropologi terapan merupakan cabang antropologi yang
mengkhususkan diri pada perubahan kebudayaan yang
direncanakan. Tujuan kerja antropologi terapan adalah untuk
memperkenalkan suatu perubahan tertertu pada cara hidup suatu
masyarakat tertentu – pada umumnya berupa makanan baru, sistem
sanitasi, program kesehatan atau proses pertanian. Antropologi
terapan tergantung pada pengetahuan seorang ahli antropologi
37
mengenai hukum-hukum yang menguasahi aneka ragam
kebudayaan dan perubahan kebudayaan (Ihromi. 1984:122).
38
Senarai
39