The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Haunted House Illustration Minimalist Printable Book Cover

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by MISHBAHUL MUNIR, 2024-02-05 21:22:17

Haunted House Illustration Minimalist Printable Book Cover

Haunted House Illustration Minimalist Printable Book Cover

rumah angker POCONG


Rumah Angker Pada suatu pagi yang sangat cerah Aril,Beni,dan Edo pergi memancing di sungai daerah mereka.Aril,Beni,dan Edo masing masing membawa alat pancing sendiri. ”eh Do nanti jadi ngak main PS jam 8?” tanya Beni. ”emm jadi kayaknya” jawab Edo dengan ragu ragu. ”eh aku ikut dong” saut Aril “Iya nanti,tapi rumahmu kan jauh dengan tempat PS,lagian kamu nanti lewat rumah itu” kata Edo “Ah tidak apa apa,lagian aku kan udah besar ngapain takut,tinggal baca ayat kursi” jawab Aril Jam tepat pukul 11 siang Aril,Beni,dan Edo pun pulang dan membawa ikan masingmasing untuk dimasak.Adzan dzuhur pun berkumandang,Beni dan Edo sholat di suraudekat rumah mereka,dan Aril sholat di dekat rumah nya,karena Aril beda RT dengan Beni dan Edo.Setelah Beni dan Edo selesai sholat,mereka berdua pergi ke rumah Aril,Saat Beni dan Edo perjalana menuju rumah Aril,mereka berdua melewati rumah itu. Dalam hati Beni “ih kenapa harus lewat sini sih” “Aku kok merinding ya,padahal masih siang” dalam hati Edo Setelah melewati rumah itu hati mereka terasa tenang dan melanjutkan perjalanan menuju rumah Aril.Saat sudah sampai rumah Aril,Aril sedang main hp di teras rumahnya. “Oi Aril!!!” teriak Beni dan Edo memanggil Aril “Eh iyaa,kenapa kalian kesini?”tanya Aril “Ayo main engklek” ajak Edo “Dimana?” tanya Aril “Di bawah pohon beringin itu” jawab Beni “Eh Ril tadi kita berdua merinding tau pas lewat rumah itu” “Masa sih siang siang merinding” jawab Aril “Iyaaa!!!”


“Penakut kamu berdua” jawab Aril “Kayak kamu berani aja” Tepat pukul 14.30,Aril,Beni dan,Edo selesai main.Mereka pulang ke rumah masing masing.Adzan Ashar pun berkumandang Beni dan Edo pun Sholat Ashar di surau,sedangkan Aril tidur pulas.Tepat pukul 17.00 Aril bangun,Aril pun langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi.Setelah mandi Aril sholat magrib di rumah,dan setelah Aril sholat Aril pergi ke dapur untuk makan,setelah makan Aril pun main HPsampai adzan isya berkumandang. Setelah adzan Aril tidak sholat melainkan pergi ke rumah Beni.Aril pun lewat rumah itu,saat ia melewati rumah itu Aril tidak merasakan apa yang dirasakan Beni dan Edo tadi siang,Aril melewati rumah itu dengan tenang.Beberapa saat Aril pun sampai rumah Beni “Beeen Beniii!!!” teriak Aril memanggil Beni “Iyaa Rill!!!!” teriak Beni dengan teriak “Ayo ke rumah Edo” ajak Aril “Iya sebentar aku ambil sepeda dulu” jawab Beni Sesampainya di rumah Edo,Aril dan Beni langsung memanggil Edo dengan suara yang agak keras “Doooo Edooooooo!!!!” teriak Aril dan Beni “Ssssstttttt,ada yang lagi meninggal di samping rumah ku,jangan teriak teriak” “Eh iya iya maaf,jadi gak kita main PS?” tanya Aril dengan suara lirih “Iya jadi” jawab Edo “Kalok gitu ayo berangkat” saut Beni. Sesampainya di tempat PS,mereka langsung main PS,sampai tak kenal jam.Tepat pukul 23.00 mereka pulang bersama,saat sudah sampai rumah Edo.Edo pun masuk kedalam rumah.tinggal Aril dan Beni yang masuk rumah,mereka berjalan terus sampai di depan rumahnya Beni “Ril aku pulang dulu yaaa” kata Beni


“Iya” jawab Aril “Emang kamu ga takut pulang sendiri?” tanya Beni “Emmm gak kayaknya” jawab Aril dengan sedikit takut “Yaudah pulang sana keburu jam 12” suruh Beni “Iya iya” “Aku pulang dulu ya” Setelah berpamitan Aril pun pergi dari rumah Beni menuju kerumahnya.Saat Aril sedang perjalanan pulang Aril merasa merinding.Beberapa saat kemudian Aril merinding bukan main saat ia mencium bau amis yang saat menyengat.Aril tidak berani melihat kanan kiri dan belakangnya.Saat ia penasaran dengan bau itu Aril tidak sengaja melihat sosok pocong yang sangat menyeramkan dan saat ia melihat ke depan,di depan sudah ada sosok perempuan berbaju putih yang sangat menyeramkan.Lalu ia mempercepat laju sepedanya hingga Aril tak sadar di depan nya udah teras rumah Aril,Aril langsung masuk kamarnya dan langsung tidur. Keesokan harinya pukul 08.00 Aril langsung pergi kerumah Beni dan Edo.Sesampainya di rumah Beni,Aril langsung mengajak Beni kerumah Edo,dan Aril ingin bicara dengan mereka berdua.Sesampainya dirumah Edo,Aril langsung bercerita apa yang dialaminya tadi malam setelah mengantarkan Beni pulang. “Eh Do,kemarin setelah nganterin Beni pulang aku melewati rumah itu,ada sosok pocong dan kuntilanak” kata Aril “Apa ku bilang rumah itu tu angker,lagian kamu kemarin sok sok an sih” kata Edo “Gimana kalok kita nanti malam pergi kerumah itu?” tanya Beni “Ah ga ah takut aku” jawab Aril “Ah penakut kamu” jawab Edo “Kalok si pocong dan kuntilanak itu muncul lagi gimana?” tanya Aril “Ah gampang itu” jawab Edo “Oke deh” jawab Aril dengan terpaksa


Tepat pukul 22.00 mereka janjian di pos kampling dekat rumah itu.Saat pukul 22.30 mereka mulai memasuki area rumah itu.Saat mereka bertiga sampai di depan pintu rumah itu,mereka membuka pintu dengan perlahan lahan.Disana ada banyak koleksi koleksi foto keluarga.Mereka masuk ruangan satu persatu.Saat bertiga naik kelantai 2 Aril,Beni,dan Edo mencium bau yang sangat amis sekali. “Eh kalian mencium bau amis ngak?” tanya Beni “Iya nih amis banget” jawab Edo dengan menutup hidungnya “Eh kayaknya dari ruangan depan itu” saut Aril dengan menunjuk ruangan itu “Iya kayaknya,coba buka tu pintu” suruh Beni Saat di buka di ruangan itu cuma ada kasur dan kaca.Saat mereka mencari-cari sumber bau amis itu di depan cendela sudah ada sosok cewek berbaju putih.Disitu Aril mematung tak bisa apa apa karena Aril saja yang melihat sosok itu.Setelah sosok itu hilang di susul bau yang sangat amis itu hilang.Pada saat mereka ingin keluar dari rumah itu ada sosok pocong dan kuntilanak berdiri di depan pintu rumah itu. Biodata : Tempat,tanggal,lahir : 17 Maret 2009 Sekolah : SMP 12 Madiun Hobi : Sepak bola dan Sepak takraw Alamat : Jalan Urip Sumoharjo


Click to View FlipBook Version