The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ardyanacantik18, 2024-04-25 03:12:41

CERPEN "Putri Kesepian"

-

OLEH : Annie.Lukas Putri Yang kesepian


KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah dan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan buku yang berjudul “Putri Yang Kesepian.” Tak lupa penulis menyampaikan terima kasih sebesarbesarnya untuk Ibu Edo Suhaedah,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Sekolah yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama penulis menyelesaikan buku ini. Penulis juga menghaturkan terima kasih untuk rekan sejawat Ibu Dina Yuliana S.Pd yang meluangkan waktu untuk berdiskusi serta memotivasi penulis agar buku ini dapat selesai lebih cepat. Buku “Putri Yang Kesepian” berisi tentang kisah nyata dari seorang anak Perempuan yang telah yatim karena ayahnya sudah meninggal dan ia selalu mendapatkan perundungan disekolah. Buku ini ditujukan bagi siswa, guru dan orangtua agar tidak lagi terjadi perundungan. Penulis berharap buku ini dapat bermanfaat bagi orang tua dan guru agar lebih peka terhadap sikap anak yang jarang berinteraksi sosial. Namun, penulis menyadari buku ini tak lepas dari kekurangan. Oleh karena itu, penulis menyampaikan permohonan maaf serta terbuka untuk kritik dan saran demi perbaikan di masa mendatang. Depok, April 2024 Annie Lukas


1 Terdengar suara sirene ambulans memecah keheningan siang itu, mobil melaju dengan cepat menuju ke sebuah rumah kecil dipinggiran kota. Mobil itu membawa jenazah seorang pria korban tabrakan. Kejadiannya terjadi begitu cepat. Pagi hari pria itu masih terlihat sehat dan ceria sambil memeluk dan mencium anaknya , seakan tak ingin pergi jauh dari anaknya. Anaknya pun memeluk bapaknya dengan erat tak ingin berpisah, tapi karena jam sudah menunjukan pukul 06.00 maka bapaknya bergegas pamit ke kantor, takut telat karena macet di jalan. Ia pamit dengan perasaan sedih sambil menatap wajah anaknya yang sedang berdiri didepan pintu rumah, “Papa pergi ya sayang.” Kata pria itu. “Papa jangan pergi aku masih kangen.” Kata gadis kecil itu sambil berlari memeluk bapaknya.


2 Pria itu memeluk anaknya dan berkata,”Lisa jangan nakal yach, harus nurut apa kata mama yach sayang “. Lisa menangis dan berkata, “gak mau, aku maunya dengan papa aja.” Sambil terisak memohon kepada bapaknya agar jangan pergi. Tapi bapaknya tetap berusaha membujuk Lisa agar tidak menangis lagi. Sampai akhirnya Lisa berhenti menangis dan membiarkan bapaknya pergi ke tempat kerja. ”Selamat jalan papa sayang...” Kata Lisa sedikit terisak “Iya sayang, Lisa hati-hati dirumah yach, anak papa jangan menangis ..” Kata bapaknya. Motor Honda Supra itu melaju dengan pelan menuju ke arah jalan kota, tanpa ada yang tau apa yang akan terjadi. Saat menuju ke kantor tiba-tiba dari arah berlawanan datang mobil dengan


3 kecapatan tinggi menabraknya. Pria itu tak bisa menghindar ia jatuh dan terpental jauh, helemnya pecah dan kepalanya terbentur ditrotoar jalan, semua yang melihat dilokasi kejadian langsung berusaha menolongnya dan membawa ke rumah sakit terdekat tapi nyawanya tidak tertolong lagi karena banyak darah yang keluar dari kepalanya, Polisi tiba di rumah sakit untuk melihat keadaan korban yang sudah meninggal dan mencoba menghubungi keluarga korban. Kebetulan ada hp korban yang diserahkan warga kepada polisi, polisi melihat kontak dan menghubungi istri korban. “Halo, apakah benar ini istri pak Anto..?” Suara Polisi menelpon “Benar pak, saya istri Pak Anto, bapak siapa ?” Terdengar suara mama Lisa sangat


4 cemas karena menerima telepon dari suaminya, tetapi yang menelpon orang lain. “Maaf bu, kami dari kepolisian ingin memberi kabar duka, Pak Anto tadi mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit, harap ibu segera ke rumah sakit sekarang, terima kasih.“ suara Pak Polisi terdengar membuat mama Lisa terkejut dan menangis histeris. Lisa dan mamanya langsung menuju ke rumah sakit. Saat tiba dirumah sakit mereka bertanya tentang korban tabrakan tadi pagi yang bernama pak Anto, perawat mengarahkan mereka ke ruang jenazah, Saat tiba diruang jenazah, Mama Lisa tak kuasa menahan kesedihannya, ia menangis menatap wajah yang penuh dengan luka di kepala, ia merasa tak percaya akan apa yang terjadi. Perasan sedih dan marah menjadi satu


5 seakan tak terima dengan keadaan ini. Sementara disudut tempat pembaringan jenazah, ada seorang anak kecil menatap jenasah yang sedang terbujur kaku, dia adalah Lisa anak kesayangan almarhum. Air matanya menetes tak terbendung lagi melihat jenazah dihadapannya. Wajah yang tadi pagi masih tersenyum kepadanya, kini terbujur kaku tanpa suara dan senyuman lagi. Setelah semua proses untuk lepas jenazah dari rumah sakit selesai, jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka. Tiba di rumah, jenazah langsung diturunkan dan disambut dengan suara tangisan dari beberapa keluarga dan tetangga yang sudah menunggu, banyak orang mulai berdatangan, nampak beberapa orang lelaki sedang memasang tenda dan menata kursi untuk para pelayat Jenazah disemayamkan disebuah ruangan kecil


6 mengahadap kiblat, ada beberapa wanita sedang membuat persiapan kain kafan untuk jenazah. Semua memandang Lisa dengan iba dan berusaha membujuk Lisa untuk memeluk jenazah papanya, tapi Lisa tetap diam berdiri kaku dan berkata “Lisa sayang papa, Lisa tak mau papa pergi tutup kain itu,”, Air matanya menetes di pipi kecilnya tanpa ada suara tangisan. Hanya itu yang keluar dari mulut Lisa, kemudian ia terdiam lagi. Mamanya datang memeluk Lisa dan berkata sambil terisak, “Semua sayang papa, mama juga sayang papa, tapi Allah lebih sayang papa, kalau Lisa sayang papa, Lisa doakan papa ya sayang.” Lisa menganggukan kepalanya tanpa bersuara, hanya air mata yang terus membasahi pipinya. Seorang Wanita paruh baya yaitu nenek Lisa datang menghampiri dan menggenggam tangan lisa sambil mengajaknya menjauh dari jenasah dan memeluk


7 Lisa, “Jangan sedih ya sayang, doakan papa biar masuk surga.” Lisa yang biasanya riang kini diam tanpa ekspresi, wajah kecilnya seperti memendam sesuatu yang sulit untuk ia ungkapkan. Semua pasti akan merasakan hal yang sama apabila kehilangan orang yang paling kita sayang, begitu juga dengan Lisa, gadis kecil yang masih berusia 6 tahun. Proses untuk mengantar jenasah sampai ke pemakaman telah selesai, satu persatu para pelayat mulai Kembali kerumahnya masing- masing, yang tertinggal di pemakaman itu hanya keluarga Lisa, mama Lisa masih menangis melihat tanah yang basah dimana suaminya dikubur, ia sampai lupa memperhatikan Lisa, ia lupa Lisa juga sedang sedih kehilangan seorang papa yang sangat ia sayang, ia lupa Lisa juga butuh dikuatkan hatinya.


8 Perlahan gerimis mulai turun membasahi bumi, Lisa bergandengan tangan dengan neneknya dan semua keluarganya berjalan pulang kerumah tanpa ada yang bicara, semuanya diam hanya sesekali terdengar isak tangis dari mama lisa dan beberapa kerabatnya. Sesampainya dirumah, Lisa kecil duduk disudut ruang kecil sambil menatap wajah foto papa dan dirinya saat sedang ditepi pantai, terlihat mereka berdua sangat gembira menikmati pemandangan. Sekarang entah apa yang ada dalam pikiran Lisa karena ia pandai menyembunyikan kesedihan didepan semua orang, dia hanya diam tanpa suara tangisan dan tanpa bicara apapun. Bahkan saat bibinya datang untuk memberikan makan, Lisa tetap diam tanpa menyentuh makanan itu sedikitpun, Lisa hanya berkata “Kasihan papa, pasti papa lapar disana”


9 semua yang ada diruangan itu, seketika menangis mendengarnya. Mereka terharu melihat Lisa yang masih kecil sudah ditinggalkan papanya untuk selama-lamanya. Mama Lisa pulang dari makam langsung masuk kekamar, terdengar tangisannya membuat iba bagi yang mendengar, ia tak menghampiri Lisa, Ia hanya terus menangis meratapi kepergian suaminya. Lisa kecil yang malang hanya ditemani neneknya terlihat tangan neneknya membelai rambut Lisa yang kini tidur dipangkuannya, Lisa menangissedih sampai ia tertidur. Haripun berlalu begitu cepat, namun kesedihan Lisa belum juga beranjak pergi dari hatinya. Ia seperti kehilangan separuh hidupnya karena ditinggalkan oleh orang yang paling ia sayang. dan yang lebih menyedihkan lagi ibunya seperti hanya


10 memperdulikan hatinya tanpa pernah bertanya perasaan Lisa yang juga merasa kehilangan sosok ayah. Sejak saat itu Lisa hanya berdiam diri dikamar tanpa mau berinteraksi sosial dengan yang lainnya. Suatu sore tetangga rumah Lisa mengadakan hajatan, Lisa diajak mamanya ke rumah tetangganya awalnya Lisa menolak pergi, tapi karena di bujuk oleh mamanya, akhirnya Ia pergi juga. Lisa berjalan menuju rumah pesta bersama mamanya tanpa sedikitpun bicara, Lisa hanya berdiam diri saja, tibalah mereka di rumah tempat hajatan di buat. Lisa bertemu dengan teman-teman yang sebelum kejadian biasa bermain denganya. Ada yang mengajaknya bermain lagi, Lisa berusaha tersenyum dan ikut bermain walaupun hatinya masih berat tapi ia berusaha mengikuti temannya itu, saat lagi bermain


11 tiba-tiba terdengar suara anak laki-laki berteriak “Lisa anak yatim, bapaknya sudah meninggal“. Anak laki-laki tersebut mengejek sambil tertawa. Lisa yang saat itu lagi duduk bersama teman wanitanya, langsung berdiri dan berlari pulang sambil menangis. Mama Lisa yang mengetahui hal tersebut langsung menyusul Lisa kerumah. “Lisa sayang, kamu jangan bersedih ya, walaupun Lisa sudah tidak mempunyai papa lagi, tapi Lisa kan masih punya mama yang sayang sama Lisa..” mamanya memeluk sambil membelai rambut Lisa, Ia berusaha menenangkan hati Lisa yang terluka. Sebenarnya didalam hati mama Lisa juga sangat sedih dan terluka mendengar kata-kata hinaan yang diterima Lisa, tetapi ia berusaha kuat agar Lisa tidak bersedih lagi. Tahun berganti Lisa kecil sekarang sudah beranjak menjadi remaja, namun kesedihan karena


12 kehilangan papanya belum juga hilang, sehingga ia jarang bergaul dan tidak mempunyai teman. Lisa sering berkata kepada mamanya “Mama Lisa tidak usah ke sekolah yach..?” Rengek Lisa “Kenapa kamu tidak mau ke sekolah ? kamu harus kesekolah, ini demi masa depanmu.” Kata mama Lisa dengan suara agak keras “Ma,,,,ini juga demi masa depanku” Suara Lisa terdengar berat seperti ada beban yang ia sembunyikan. Mama Lisa menyiapkan keperluan sekolah Lisa tanpa bertanya kenapa dan apa yang terjadi kepada Lisa sehingga ia sering menolak saat disuruh berangkat kesekolah. Lisa berangkat ke sekolah dengan perasaan sedih dan gelisah, ia takut akan terjadi lagi perundungan yang setiap hari ia terima dari teman-teman dan kakak


13 kelasnya, hal ini sudah lama terjadi tetapi ia tidak mau menceritakan kejadian tersebut kepada guru dan mamanya. Saat memasuki pintu gerbang sekolah, Lisa berjalan cepat agar tidak bertemu mereka. Namun saat ia akan menaiki tangga sekolah, tiba-tiba ia dihadang oleh anak lelaki dan berkata “Hai anak aneh,,, kamu berani datang lagi kesekolah, kamu senang yach dikerjain setiap hari,, hahahaah.” Kata anak lelaki itu Lisa berusaha tidak peduli dan tetap melangkah ke kelasnya, namun anak lelaki itu dan beberapa orang temannya malah mengejar Lisa dan mengambil kayu sambil memukul ke arah samping Lisa, membuat Lisa ketakutan. “Anak aneh,,,kamu hantu ya ? suara anak lelaki itu menghardik Lisa dengan keras. Lisa menatap anak


14 itu dengan tajam tanpa bersuara, hanya air matanya yang menetes membasahi pipi, dalam hatinya ia menjerit karena merasa tidak ada tempatnya untuk mengadu, Ia selalu tertutup dan tidak mau menceritakan apapun yang terjadi, sehingga semakin hari ia semakin merasa tertekan untuk kesekolah. Setiap ke sekolah Lisa selalu membawa bekal karena tidak mau ke kantin sekolah karena takut ketemu anak-anak yang suka membulinya. Bekal yang ia bawa selalu ia bagikan dengan kucing yang sering datang mencari makan di tempat sampah sekolahnya. “Pus.puuusss...” Lisa memanggil kucing yang datang lalu memberikan nasi dan ikanya sebagian. Ia sedikit tersenyum bahagia melihat kucing itu makan dengan lahapnya. Tiba-tiba ia dikejutkan suara anak laki-laki berteriak “Hey anak aneh,, itu temanmu ya, sambil


15 berusaha merebut kucing itu. Lisa hanya diam dan meneteskan air mata karena merasa takut dan khawatir mereka akan menyakitinya dan kucing tersebut seperti yang biasa mereka lakukan selama hampir 3 tahun Lisa sekolah di SMP. “Hey kalian, jangan ganggu Lisa”. Suara seorang anak perempuan bernama Siti terdengar berusaha menghalangi anak-anak yang sedang membulinya “Sudah, biarkan saja mereka, kamu juga pergi. ” Kata Lisa kepada Siti, karena Lisa takut mereka akan menyakiti Siti. “Kamuuu ya, sudah ditolong tapi malah menyuruhnya pergi, dasar anak tidak tau berterima kasih.” Kata anak lelaki itu sambil mendorong kepala Lisa Lisa tertunduk merasakan sakit hati yang luar biasa,


16 karena disekolah ia sering dibuly tapi mamanya selalu memaksakan kehendak untuk Lisa tetap pergi ke sekolah, tanpa pernah mencari tahu keadaan Lisa. Siang itu saat jam pulang sekolah semua anakanak keluar halaman sekolah berjalan pulang. Lisa paling terahir keluar dari kelasnya, ia berjalan perlahan menuju ke tempat mamanya menunggu pulang. Tanpa Lisa ketahui, Siti telah mengadu ke mama Lisa akan apa yang terjadi selama ini kepada Lisa. Mamanya menangis mendengar cerita Siti “Ya Allah, selama ini aku tidak pernah bertanya kenapa Lisa sering murung dan selalu menolak saat di suruh ke sekolah.” Air matanya menetes membayangkan kejadian yang menimpa Lisa. Kasihan kamu nak, gumamnya dalam hati Saat Lisa tiba dihadapan mamanya, ia langsung memeluk Lisa dan berkata


17 “Maafkan mama nak, selama ini kamu menderita, dan mama tidak pernah tahu.” Suaranya terdengar sendu karena merasakan sakit hati dan psikis yang dialami Lisa “Memangnya mama peduli sama saya,selama ini kan mama tidak pernah peduli dengan keadaan saya, walaupun saya selalu menolak ke sekolah mama tetap memaksa “Iya nak, mama minta maaf, mama sayang Lisa, ayo kita masuk ke ruang guru, mama akan laporkan kepada gurumu agar mereka menegur anak-anak itu”. “Jangan ma, nanti mereka akan lebih menyakiti saya, kalau mereka tau saya ke kantor” kata Lisa ketakutan. “Tidak nak, nanti mama akan meminta guru untuk selalu mengawasi Lisa dan mereka. Lisa hanya terdiam, hatinya masih trauma dengan


18 kejadian yang selalu menimpanya setiap hari. Seminggu telah berlalu, dan Lisapun merasa agak sedikit lega karena anak-anak itu tidak lagi mengganggunya, tapi ketakuatan itu selalu saja menghantui Lisa sehingga membuat ia selalu menyendiri dan tidak mau bergabung dengan yang lainnya. Mama Lisa berusaha selalu menghiburnya dan membawa Lisa ke Psikiater karena semakin hari keadaan Lisa semakin buruk, Ia semakin terlihat kurus dan tidak mau keluar dari kamarnya, makanpun hanya sekali sehari, Ia selalu menyendiri. Mamanya merasa sangat menyesal karena selama ini tidak pernah mencari tahu penyebab perubahan sikap Lisa. Setiap hari mama Lisa menghiburnya, ia berusaha menengkan hati Lisa yang selalu gelisah dan selalu mengawasi gerak geriknya, perlahan Lisa mulai bisa


19 tersenyum dan bermain lagi dengan teman-temannya. Semoga ini akan menjadi pembelajaran buat kita semua sebagai orang tua agar lebih peduli terhadap anak, selalu berusaha membuat anak terbuka dengan keadaanya agar tidak ada lagi korban perundungan berikutnya yang mengalami trauma berat seperti Lisa karena merasa tidak ada tempat yang nyaman untuknya bercerita.


BIOGRAFI PENULIS Penulis Bernama lengkap Masriyani Lukas,S.Pd. Tempat lahir Poso, 21 September 198. Ia adalah seorang guru di SD Negeri Tugu 10 Depok Ini adalah karya pertamanya, semoga bermanfaat


Click to View FlipBook Version