The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Praktikum Akuntansi Perusahaan Manufaktur Kelas XII Smt 2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Mamase Suiman, 2023-09-02 01:29:07

MODUL MANUFAKTUR

Praktikum Akuntansi Perusahaan Manufaktur Kelas XII Smt 2

Keywords: manufaktur,papjdm,papjdm 12,papjdm xii,modul papjdm

Laporan Neraca B. Inti 1. Capaian Pembelajaran (CP) Siswa menguasai teori tentang unsur-unsur laporan neraca dan dapat mengaplikasikan penyusunan laporan keuangan neraca pada perusahaan manufaktur. 2. Sub Capaian Pembelajaran a. Siswa dapat mengananilsa unsur-unsur laporan neraca pada perusahaan manufaktur; b. Siswa dapat menyusun laporan neraca pada perusahaan manufaktur. 3. Pokok-Pokok Materi a. Definisi dan unsur-unsur laporan neraca pada perusahaan manufaktur; b. Penyusunan laporan neraca pada perusahaan manufaktur. 4. Uraian Materi Kegiatan operasional perusahaan yang terjadi pada perusahaan, akan membuat perusahaan mengalami perubahan posisi keuangan baik meningkat maupun sebaliknya, yang berdampak pada perubahan posisi keuangan perusahaan. Baik pada pos harta maupun utang dan modal perusahaan, yang mana dapat di buat setiap akhir periode akuntansi yakni pada 31 Desember tahun berjalan. Gambar 1.1 Perusahaan Manufaktur 47


Laporan Neraca a. Definisi dan Unsur-Unsur Laporan Neraca Telah kamu ketahui diawal, jika neraca atau laporan posisi keuangan adalah laporan keuangan yang menggambarkan asset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan. Dari pengertian tersebut dapat diketahui jika unsur-unsur neraca atau laporan posisi keuangan terdiri dari tiga unsur, yaitu aset (harta), liabilitas (hutang), dan ekuitas (modal) perusahaan. 1. Asset Asset adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang biasanya dinyatakan dalam satuan uang. Asset dikelompokan menjadi tiga, yaitu asset lancar, asset tetap dan asset tak berwujud. Akun-akun yang dikelompokan kedalam asset lancar antara lain, kas, piutang, persediaan barang jadi, persediaan bahan baku, persediaan bahan penolong, dan perlengkapan. Akun-akun yang dikelompokan kedalam asset tetap adalah peralatan kantor, peralatan pabrik, gedung kantor, gedung pabrik, tanah dan kendaraan. Akun-akun yang dikelompokan kedalam asset tak berwujud antara lain hak cipta, hak patent, dan goodwill. 2. Liabilitas Liabilitas atau kewajiban adalah utang yang harus dibayar oleh perusahaan dengan uang atau jasa pada suatu saat tertentu dimasa yang akan datang. Liabilitas dilaporkan dalam neraca menurut waktu pelunasannya. Liabilitas yang pertama dilaporkan adalah liabilitas jangka pendek, seperti utang usaha, utang gaji, dan wesel jangka pendek. Setelah liabilitas jangka pendek akan dilaporkan liabilitas jangka panjang, seperti utang hipotek dan utang wesel jangka panjang. 3. Ekuitas Ekuitas atau modal adalah hak residual atas asset perusahaan. Besarnya hak pemilik sama dengan asset bersih perusahaan, yaitu selisih antara asset dan liabilitas. Ekuitas yang dilaporkan di dalam neraca adalah ekuitas akhir yang di dapatkan perusahaan. 48


Laporan Neraca Berikut cara untuk menghitung ekuitas akhir Contoh 1. Diketahui pada akhir periode akuntansi PT. NOBITA memiliki data keuangan sebagai berikut : Modal awal Rp. 246.789.000 Laba Rp. 18.960.000 Prive Rp. 3.500.000 Hitunglah ekuitas akhir PT. NOBITA Modal awal Rp. 246.789.000 Laba Rp. 18.960.000 Prive Rp. 3.500.000 - Penambah Modal Rp. 15.460.000 + Ekuitas akhir 31 des Rp. 262.249.000 Contoh 2 Diketahui pada akhir periode akuntansi PT. SIZUKA memiliki data keuangan sebagai berikut : Modal awal Rp. 217.890.000 Rugi Rp. 1.345.000 Prive Rp. 2.000.000 Hitunglah ekuitas akhir PT. NOBITA 5 Nama Perusahaan Laporan Perubahan Modal Untuk periode yang berakhir ..... Modal Awal Rp. xxx Laba/Rugi perusahaan Rp. xxx Prive/dividen Rp. xxx +/- Penambah/pengurang ekuitas Rp. xxx +/- Ekuitas akhir Rp. xxx 49


Laporan Neraca Modal awal Rp. 217.890.000 Rugi Rp. 1.345.000 Prive Rp. 2.000.000 + Pengurang Modal Rp. 3.345.000 + Ekuitas akhir 31 des Rp. 214.545.000 Contoh 3 Perhatikan data keuangan PT. HATORI berikut : Ekuitas akhir Rp. 785.400.000 Penjualan Rp. 123.780.000 Potongan penjualan Rp. 540.000 Harga pokok barang jadi Rp. 56.790.000 Persediaan awal barang jadi Rp. 3.540.000 Persediaan akhir barang jadi Rp. 3.800.000 Prive Rp. 5.000.000 Beban sewa kantor Rp. 2.500.000 Beban depresiasi peralatan kantor Rp. 625.000 Beban perlengkapan Rp. 1.110.000 Beban gaji karyawan pemasaran & adm Rp. 12.000.000 Berdasarkan data diatas, hitunglah besarnya ekuitas awal PT. HATORI Penyelesaian : Laba PT. HATORI Penjualan Rp. 123.780.000 Potongan penjualan Rp. 540.000 - Penjualan bersih Rp. 123.240.000 Harga pokok barang jadi Rp. 56.790.000 Persediaan awal barang jadi Rp. 3.540.000 + Barang tersedia untuk dijual Rp. 60.330.000 Persediaan akhir barang jadi Rp. 3.800.000 - Harga pokok penjualan Rp. 56.530.000 – Laba Kotor RP. 66.710.000 Beban Usaha : Beban sewa kantor Rp. 2.500.000 Beban depresiasi peralatan kantor Rp. 625.000 Beban perlengkapan Rp. 1.110.000 Beban gaji karyawan pemasaran & adm Rp. 12.000.000 + 50


Laporan Neraca Rp. 16.235.000 - Laba Bersih Rp. 50.475.000 Ekuitas Awal : Ekuitas Akhir Rp. 785.400.000 Prive Rp. 5.000.000 + Rp. 790.400.000 Laba Rp. 50.475.000 - Ekuitas awal Rp. 739.925.000 Hasil Pemahaman/ bagaimana pendapatmu : ........................................ ................................................................................................................. ................................................................................................................. ................................................................................................................. Apa Alasannya : ...................................................................................... ................................................................................................................. ................................................................................................................. ................................................................................................................. b. Penyusunan Laporan Posisi Keuangan/Neraca Pada sub capaian a diatas, kamu telah mempelajari tentang definisi dan unsur laporan neraca, sekarang kita akan mempelajari penyusunan laporan neraca, urutan pertama yang akan dilaporkan dalam neraca adalah aset. Asset yang pertama dilaporkan adalah asset lancar, asset tetap, dan yang terakhir adalah asset tak berwujud. Urutan kedua setelah asset adalah liabilitas, liabilitas diurutkan dari liabilitas jangka pendek kemudian liabilitas jangka panjang. Urutan yang terakhir adalah ekuitas atau modal akhir. Untuk lenih jelasnya perhatikan format neraca atau laporan posisi keuangan berikut : 51


Laporan Neraca NAMA PERUSAHAAN LAPORAN POSISI KEUANGAN Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2019 Asset Liabilitas Asset Lancar Liabilitas Jangka Pendek Kas xxx hutang usaha xxx Piutang xxx hutang gaji xxx + Persediaan barang jadi xxx Total Liabilitas jangka pendek xxx Persediaan barang dalam proses xxx Persediaan bahan baku xxx Liabilitas jangka panjang Persediaan bahan penolong xxx hutang hipotek xxx + Perlengkapan xxx Total Liabilitas xxx Total asset Lancar xxx + Asset Tetap Ekuitas Tanah xxx Modal xxx Gedung xxx Saldo Laba xxx + Akum. Penys Gedung (xxx) Total Ekuitas xxx Peralatan pabrik xxx Akum. Penys Peralt Pabrik (xxx) + Total Asset Tetap xxx + Total Asset xxx Total Liabilitas dan Ekuitas xxx Dalam IFRS tidsk diatur mengenai urutan akun yang harus disajikan pada laporan posisi keuangan. Berikut ini contoh laporan posisi keuangan PT. Sizuka (data keuangan tersedia). Namun sebelum menyusun laporan posisi keuangan, kalian harus menghitung terlebih dahulu laba yang didapatkan (laba akhir periode). 52


Laporan Neraca PT. SIZUKA LAPORAN POSISI KEUANGAN Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2019 Asset Liabilitas Asset Lancar Liabilitas Jangka Pendek Kas Rp 104.500.000 hutang usaha Rp 46.500.000 Piutang Rp 32.000.000 hutang gaji Rp - + Persediaan barang jadi Rp 4.250.000 Total Liabilitas jangka pendek Rp 46.500.000 Persediaan barang dalam proses Rp 9.825.000 Persediaan bahan baku Rp 2.000.000 Liabilitas jangka panjang Persediaan bahan penolong Rp 175.000 hutang bank Rp 150.000.000 + Perlengkapan Rp 2.650.000 + Total Liabilitas Rp 196.500.000 Total asset Lancar Rp 155.400.000 Asset Tetap Ekuitas Tanah Rp 250.000.000 Modal Rp 445.250.000 Gedung Rp 360.000.000 Saldo Laba Rp 37.900.000 + Akum. Penys Gedung -Rp 122.000.000 Total Ekuitas Rp 483.150.000 Peralatan pabrik Rp 120.000.000 Akum. Penys Peralt Pabrik -Rp 83.750.000 + Total Asset Tetap Rp 524.250.000 Total Asset Rp 679.650.000 Total Liabilitas dan Ekuitas Rp 679.650.000 Dalam neraca dapat diketahui beberapa hal berikut : 1) Penambahan atau pengurangan aset; 2) Penambahan atau pengurangan liabilitas; 3) Penambahan atau pengurangan modal. Perubahan posisi keuangan perusahaan terlihat setelah menyusun laporan neraca pada pos ekuitas, akuitas akhir yang diperoleh setelah perusahaan melakukan operasi usahanya selama satu tahun akuntansi akan mengalami perubahan ekuitas tergantung pada laba/rugi perusahaan. 5. Tugas Ekuitas dapat digunakan untuk mengetahui maju mundurnya kondisi perusahaan. Jika jumlah ekuitas awal lebih kecil daripada ekuitas akhir maka perusahaan mengalami kemajuan, jika ekuitas awal lebih besar daripada ekuitas akhir maka perusahaan mengalami kemunduran. Ekuitas akhir diketahui dengan menambah atau mengurangi ekuitas awal dengan laba/rugi yang didapatkan perusahaan pada periode tertentu. 53


Laporan Neraca Hasil Pemahaman : ..................................................................................... ..................................................................................................................... 6. Forum Diskusi Perhatikan uraian berikut: CV. Andalusia pada akhir periode akuntansi memiliki data keuangan sebagai berikut : Tabel Data Keuangan CV. Andalusia Nama Akun Saldo Kas Rp. 450.000.000 Persediaan barang Jadi Rp. 2.460.000 persediaan barang dalam proses Rp 3.950.000 persediaan bahan baku Rp 1.050.000 Piutang Rp 15.800.000 Peralatan Pabrik Rp 100.000.000 Perlengkapan Kantor Rp 3.125.000 Akum. Penys Peralatan Pabrik Rp 1.200.000 Gedung Pabrik Rp 400.000.000 Tanah Rp 300.000.000 Akum. Penys Gedung Pabrik Rp 2.000.000 Beban Asuransi Gedung Pabrik Rp 400.000 Beban Penys Peralatan Pabrik Rp 1.200.000 Beban Penys Gedung Pabrik Rp 2.000.000 Beban Perlengkapan Kantor Rp 2.650.000 Beban Gaji Karyawan Pemasaran Rp 15.000.000 Beban Gaji Pemasaran Administrasi Rp 10.000.000 Beban Listrik,Air, dan Telepon Rp 790.000 Harga Pokok Penjualan Rp 46.890.000 Utang Usaha Rp 16.750.000 Utang Hipotik Rp 125.000.000 Modal Rp 1.001.465.000 Penjualan Rp 95.850.000 Retur Penjualan Rp 2.600.000 Potongan Penjualan Rp 1.500.000 Diskusikanlah bersama kelompokmu, cara menyusun laporan posisi keuangan atau neraca CV. Andalusia berdasarkan data diatas, berdasarkan hasil diskusi yang telah kamu lakukan, susunlah laporan posisi keuangan CV. Andalusia ! 54


Laporan Neraca Bersama Kelompokmu, diskusikan! Bagaimana Pendapatmu ? ......................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... Berikan Alasanmu ! .................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... C. Penutup 1. Rangkuman Neraca atau laporan posisi keuangan adalah laporan keuangan yang menggambarkan asset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan. Dari pengertian tersebut dapat diketahui jika unsur-unsur neraca atau laporan posisi keuangan terdiri dari tiga unsur, yaitu aset (harta), liabilitas (hutang), dan ekuitas (modal) perusahaan. Unsur – unsur laporan posisi keuangan : a. Aset/ harta; b. Liabilitas/hutang; c. Ekuitas/modal 55


Laporan Neraca 2. Tes Formatif Pilihlah Jawaban dibawah ini yang paling tepat, pada pilihan jawaban A,B,C,D, atau E ! 1. Laporan keuangan yang menggambarkan aset, liabilitas, dan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan adalah.... A. Laporan laba rugi B. Laporan perubahan modal C. Laporan posisi keuangan D. Laporan arus kas E. Catatan atas laporan keuangan 2. Riska colection adalah perusahaan yang kegiatan utamanya memproduksi tas wanita. Pada akhir periode akuntansi, diketahui Riska colection memiliki modal awal sebesar RP. 245.650.000, laba Rp. 29.300.000. dan prive sebesar Rp. 2.000.000,. berdasarkan data tersebut, modal akhir yang Riska colection adalah .... A. Rp. 217.950.000, B. Rp. 241.650.000, C. Rp. 270.950.000, D. Rp. 272.950.000, E. Rp. 275.950.000, MODUL AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR Laporan posisi keuangan / neraca Definisi & Unsur Menyusun Laporan Posisi Keuangan 56


Laporan Neraca 3. PT. Setia Abadi memproduksi produknya berdasarkan pesanan. Harga pokok pesanan yang telah jadi pada bulan juni 2019 sebesar Rp. 67.890.000,- sedangkan hasil penjualannya sebesar Rp. 123.670.000,- beban administrasi dan umum yang dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp. 15.430.000,- modal awal perusahaan sebesar Rp. 543.210.000,- . berdasarkan data tersebut, besarnya ekuitas akhir PT. Setia Abadi adalah ... A. Rp. 581.560.000,- B. Rp. 582.560.000,- C. Rp. 583.560.000,- D. Rp. 584.560.000,- E. Rp. 585.560.000,- 4. Perhatikan akun-akun berikut : 1) Persediaan barang jadi ; 2) Penjualan; 3) Piutang; 4) Pembelian bahan baku; 5) Persediaan barang dalam proses. Akun-akun yang masuk kedalam laporan posisi keuangan ditunjukan oleh nomor ... A. 1, 2, dan 3 B. 2, 3, dan 4 C. 3, 4, dan 5 D. 1, 3, dan 5 E. 2, 4, dan 5 5. Diketahui data keuangan PT. Pesonamu pada akhir periode akuntansi sebagai berikut : Kas Rp. 432.000.000,- Peralatan Pabrik Rp. 120.000.000,- Perlengkapan Rp. 5.460.000,- Akum. Penys Gedung Pabrik Rp. 2.000.000,- Akum. Penys Peralatan pabrik Rp. 1.200.000,- Tanah Rp. 350.000.000,- Gedung Pabrik Rp. 400.000.000,- Modal Rp. 543.210.000,- Penjualan Rp. 115.000.000,- Harga Pokok Penjualan Rp. 54.960.000,- Beban Usaha Rp. 16.430.000,- Utang Usaha Rp. 21.000.000,- 57


Laporan Neraca Utang Bank Rp. 200.000.000,- Persediaan Barang Jadi Rp. 5.320.000,- Persediaan Barang Dalam Proses Rp. 4.600.000,- Besarnya aset tetap PT. Pesonamu yang dilaporkan kedalam neraca adalah ... A. Rp. 866.800.000,- B. Rp. 868.000.000,- C. Rp. 866.000.000,- D. Rp. 870.000.000,- E. Rp. 880.000.000,- 6. Berdasarkan soal nomor 5 di atas, besarnya total ekuitas PT. Pesonamu adalah .... A. Rp. 585.820.000,- B. Rp. 586.820.000,- C. Rp. 587.820.000,- D. Rp. 588.820.000,- E. Rp. 589.820.000,- 7. Perhatikan data keuangan CV. Anugerah berikut ini: Modal Rp. 827.250.000,- Utang Usaha Rp. 16.000.000,- Persedian bahan baku Rp. 2.700.000,- Piutang Rp. 17.900.000,- Persediaan barang jadi Rp. 6.900.000,- Persediaan barang dalam proses Rp. 5.200.000,- Kas Rp. 423.000.000,- Peralatan Pabrik Rp. 80.000.000,- Gedung Rp. 300.000.000,- Tanah Rp. 250.000.000,- Akum. Penys gedung Rp. 3.000.000,- Akum. Penys Peralatan pabrik Rp. 4.000.000,- Utang bank Rp. 200.000.000,- Saldo laba Rp. 35.450.000,- Besarnya aset lancar CV. Anugerah yang tertulis dalam laporan posisi keuangan adalah ... A. Rp. 455.700.000,- B. Rp. 535.700.000,- C. Rp. 785.700.000,- D. Rp. 1.005.700.000,- E. Rp. 1.078.700.000,- 58


Laporan Neraca 8. Perhatikan laporan posisi keuangan PT. Indah Rasa berikut ini. Besarnya modal PT. Indah Rasa di atas adalah .... A. Rp. 366.320.000,- B. Rp. 367.230.000,- C. Rp. 368.320.000,- D. Rp. 370.320.000,- E. Rp. 378.230.000,- Asset Liabilitas Asset Lancar Liabilitas Jangka Pendek Kas Rp 356.900.000 hutang usaha Rp 16.340.000 Piutang Rp 5.600.000 hutang gaji Rp - + Persediaan barang jadi Rp 4.780.000 Total Liabilitas jangka pendek Rp 16.340.000 Persediaan barang dalam proses Rp 2.760.000 Persediaan bahan baku Rp 1.520.000 Liabilitas jangka panjang Persediaan bahan penolong Rp - hutang bank Rp 175.000.000 + Perlengkapan Rp - + Total Liabilitas Rp 191.340.000 Total asset Lancar Rp 371.560.000 Asset Tetap Ekuitas Kendaraan Rp 150.000.000 Modal Rp. ................ Akum. Penys Kendaraan -Rp 15.000.000 Saldo Laba Rp 38.900.000 + Peralatan pabrik Rp 100.000.000 Total Ekuitas Rp. 407.220.000 Akum. Penys Peralt Pabrik -Rp 8.000.000 Total Asset Tetap Rp 227.000.000 Total Asset Rp 598.560.000 Total Liabilitas dan Ekuitas Rp 598.560.000 PT. INDAH RASA LAPORAN POSISI KEUANGAN Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2019 59


Jurnal Penutup MODUL AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR KD. 3.34 Mengevaluasi Transaksi Penutupan 4.34 Menyusun Transaksi Penutupan Nama Penulis : Suiman, S.Pd. SMK TEKNOMEDIKA PLUS AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA 2019 60


Jurnal Penutup A. Pendahuluan 1. Deskripsi Singkat Dengan selesainya penyusunan laporan keuangan, maka tujuan penyelenggaraan akuntansi yang utama telah tercapai. Walaupun demikian, proses akuntansi belumlah selesai. Hal ini dikarenakan, adanya tahapan yang harus dikerjakan, hingga akun-akun siap digunakan untuk pencatatan periode selanjutnya. Akun terdiri atas dua, yaitu akun nominal dan akun riil. Akun nominal adalah akun-akun yang dilaporkan dalam laporan laba rugi, sedangkan akun riil adalah akun-akun yang dilaporkan dalam neraca atau laporan posisi keuangan. Pada akhir periode setelah penyusunan laporan keuangan, akun nominal harus dinolkan agar siap digunakan untuk pencatatan periode selanjutnya. Untuk membuat akun nominal menjadi nol, kamu dapat membuat jurnal penutup. Selain jurnal penutup, pada awal periode selanjutnya kamu dapat membuat jurnal pembalik. Jurnal pembalik dapat digunakan untuk menyesuaikan kembali, akun-akun sementara yang muncul pada saat penyusunan jurnal penyesuaian. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pencatatan ganda. Supaya pemahamanmu mengenai jurnal penutup dan pembalik lebih dalam lagi, pelajarilah uraian materi berikut. 2. Relevansi Siswa dapat mempelajari uraian materi yang dijabarkan pada modul ini. Siswa diharapkan dapat berfokus pada contoh dan aplikasi menyusun jurnal penutup. Setelah mempelajari materi, siswa dapat menguji pemahaman mereka dengan mengerjakan tes dan tugas yang tersedia. 3. Petunjuk Belajar Untuk membantu anda dalam mempelajari modul ini, ikutilah beberapa petunjuk belajar berikut ini : a. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai anda benar-benar memahami secara tuntas tentang apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari isi modul; 61


Jurnal Penutup b. Bacalah sepintas bagian demi bagian lalu temukan kata-kata kunci dari kata-kata yang anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci tersebut dalam kamus; c. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan siswa lain atau dengan tutor anda dalam kegiatan tutorial online; d. Untuk memperluas wawasan, baca, dan pelajari sumber-sumber lain yang relevan. Anda dapat menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet; e. Mantapkan pemahaman anda dengan mengerjakan latihan dalam modul dan melalui kegiatan diskusi dengan siswa lainnya atau teman sejawat; f. Jangan dilewatkan untuk mencoba menjawab soal-soal yang telah disediakan pada setiap akhir kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah anda sudah memahami dengan benar kandungan modul ini. B. Inti 1. Capaian Pembelajaran (CP) Siswa menguasai pencatatan jurnal penutup dan pembalik dengan benar 2. Sub Capaian Pembelajaran a. Siswa dapat menyusun jurnal penutup dan pembalik 3. Pokok-Pokok Materi a. Jurnal Penutup pada perusahaan manufaktur b. Jurnal pembalik pada perusahaan manufaktur. 4. Uraian Materi a. Jurnal Penutup Menurut Haryono Jusuf (2012:291) jurnal penutup memiliki tujuan untuk menutup semua akun nominal/sementara. Kata menutup berati mengakhiri atau mengurangi saldo akun sehingga menjadi nol. Dengan demikian pada periode berikutnya semua akun nominal atau sementara akan dimulai dengan saldo nol. Dengan cara ini juga akan dapat dikisahkan saldo akun-akun nominal untuk periode ini dengan saldo akun- akun nominal pada periode berikutnya. Dalam perusahaan manufaktur, akun-akun nominal terdiri atas, penjualan, retur penjualan, potongan penjualan , pendapatan lain-lain, 62


Jurnal Penutup harga pokok penjualan dan beban usaha. Akun-akun tersebut harus ditutup dengan jurnal penutup sebagai berikut: 1. Menutp penjualan, retur penjualan, dan potongan penjualan dengan akun ikhtisar laba rugi Penjualan xxx Retur penjualan xxx Potongan penjualan xxx Ikhtisar laba rugi xxx 2. Menutp harga pokok penjualan Ikhtisar laba rugi xxx Harga pokok penjualan xxx 3. Menutup beban usaha Ikhtisar laba rugi xxx Beban usaha xxx 4. Menutup laba bersih ke saldo laba Ikhtisar laba rugi xxx Saldi laba xxx Selain menutup penjualan, retur penjualan, potongan penjualan, harga pokok penjualan dan beban usaha, perusahaan manufaktur yang menggunakan tarif pembebanan biaya overhead pabrik juga harus menutp akun biaya overhead pabrik dibebankan, biaya overhead pabrik sesungguhnya, dan menutup selisih biaya overhead pabrik ke rekening harga pokok penjualan. Untuk lebih jelasnya perhatikan jurnal penutup berikut: 1. Menutup biaya overhead pabrik dibebankan Biaya overhead pabrik dibebankan xxx Biaya overhead pabrik sesungguhnya xxx 2. Menutup biaya overhead pabrik sesungguhnya a. Selisih rugi Selisih biaya overhead pabrik xxx Biaya overhead pabrik sesungguhnya b. Selisih laba Biaya overhead pabrik sesungguhnya xxx Selisih biaya overhead pabrik xxx 3. Menutup selisih biaya overhead pabrik keharga pokok penjualan a. Selisih rugi Harga pokok penjualan xxx Selisih biaya overhead pabrik xxx b. Selisih laba 63


Jurnal Penutup Selisih biaya overhead pabrik xxx Harga pokok penjualan xxx b. Jurnal Pembalik 1. Pendapatan yang masih harus diterima Pendapatan bunga xxx Piutang xxx 2. Beban dibayar dimuka yang diakui sebagai beban Beban sewa xxx Sewa kantor xxx 3. Beban yang masih harus dibayar Utang gaji xxx Beban gaji xxx 4. Penghasilan diterima dimuka yang diakui sebagai pendapatan Sewa diterima dimuka xxx Pendapatan sewa xxx 5. Tugas Analisa akun yang perlu dibalik pada jurnal penyesuaian Hasil Analisa : ..................................................................................... ..................................................................................................................... 6. Forum Diskusi Perhatikan uraian berikut: Pada akhir periode akuntansi diketahui besarnya pendapatan bunga yang harus diterima oleh PT. Abadi sebesar Rp. 1.300.000,00. Buatlah jurnal penyesuaian dan jurnal pembalik untuk pendapatan bungan Jurnal penyesuaian pendapatan bunga Piutang Rp. 1.300.000 Pendapatan bunga Rp. 1.300.000 Jurnal pembalik Pendapatan bunga Rp. 1.300.000 Piutang Rp. 1.300.000 Bagaimana pendapatmu : …………………………………………….. ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… Apa Alasanya: ……………………………………………………….. ……………………………………………………………………….. 64


Jurnal Penutup C. Penutup 1. Rangkuman jurnal penutup memiliki tujuan untuk menutup semua akun nominal/sementara Jurnal pembalik dapat digunakan untuk menyesuaikan kembali, akun-akun sementara yang muncul pada saat penyusunan jurnal penyesuaian 65


Jurnal Penutup DAFTAR PUSTAKA Bustami, Bastian dan Nurlela.2007.Akuntansi Biaya Teori dan Aplikasi.Edisi 5.Yogyakarta: Graha Ilmu. Harti Dwi. 2011. Modul Akuntansi 3A, Erlangga : Jakarta 66


Click to View FlipBook Version