The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ebook Majalah Smart Living Edisi 89 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by riairawati32, 2023-02-24 23:07:13

Majalah Smart Living Edisi 89

Ebook Majalah Smart Living Edisi 89 2021

51 Risiko hamil di usia 40 tahun ke atas Setiap kehamilan memiliki risikonya masingmasing. Tak terkecuali bagi wanita yang hamil di usia 40 tahun ke atas, yang lebih berisiko. Ibu hamil di usia 40 tahun ke atas lebih berisiko terkena penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau penyakit tiroid. Penyakit kronis tersebut meningkatkan risiko keguguran, preeklamsia dan bayi lahir prematur. Ada baiknya sebelum menjalani hamil berkonsultasi dulu ke dokter dan memastikan tubuh dalam kondisi fit. Risiko lainnya adalah tingkat kebugaran ibu hamil berusia 40-an itu umumnya di bawah rata-rata wanita yang hamil di usia 20-30 tahun. Mereka juga cenderung merasakan mudah lelah, nyeri atau rasa tidak nyaman selama kehamilan yang lebih kentara. Namun, risiko ini umumnya tidak terjadi pada ibu hamil di atas usia 40 tahun yang rutin berolahraga dan aktif bergerak. Ibu hamil yang mengandung buah hatinya di usia lanjut juga bisa tetap berolahraga dengan aman. Pilihannya bisa dengan jalan kaki, yoga atau berenang. Karena risiko melahirkan anak down syndrome meningkat, maka setiap ibu hamil disarankan menjalani tes genetik sebelum menjalani program kehamilan atau sebelum hamil. Namun, ibu hamil di usia 40 tahun ke atas lebih direkomendasikan menjalani skrining genetik. Pasalnya, usia ibu saat hamil adalah salah satu faktor risiko down syndrome. Menurut National Down Syndrome Society, wanita berusia 40 tahun memiliki peluang 1 dari 100 melahirkan bayi dengan down syndrome. Angkanya melonjak jadi 1 dari 10 pada usia 49 tahun. Kendati risiko hamil di usia 40 tahun ke atas terbilang kompleks, namun wanita tak perlu pesimistis. Praktisi kesehatan yang berpengalaman, teknologi kesehatan modern, kesiapan fisik serta mental calon ibu yang prima dapat membantu meminimalkan komplikasi dan melahirkan bayi dalam kondisi sehat. Hal yang perlu diperhatikan saat hamil di usia terlambat “Pada kasus hamil di usia lanjut diperlukan skrining dan pemantauan kehamilan yang lebih komprehensif untuk mencegah timbulnya komplikasi kehamilan dan risiko kelainan pada janin,” kata dr. Febriansyah mengingatkan. “Pada kasus primigravida tua ini komplikasi kehamilan adalah meningkatnya risiko hipertensi, preeklampsia (PE), diabetes dan penyakit metabolik meningkat. Disamping itu risiko melahirkan janin dengan cacat bawaan menjadi lebih tinggi,” lanjutnya. Setiap kehamilan membawa risiko keguguran dan risiko itu akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Salah satu risiko kehamilan di usia 40-an yaitu ibu cenderung memiliki kondisi kritis pada saat usia ini dibandingkan jika hamil di usia lebih muda, dengan komplikasi kehamilan dan risiko penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau penyakit tiroid yang mempersulit kehamilan dan berpotensi meningkatkan keguguran, termasuk bayi lahir mati. Untuk memastikan ada tidaknya kelainan kehamilan di usia terlambat tersebut, mulai sejak 10 minggu kehamilan dilakukan pemeriksaan free cell fetal DNA melalui Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) dengan mengambil sampel darah ibu. Pemeriksaan lain adalah dengan invasive prenatal test, berupa Chorionic Villus Sampling (CVS) antara 10-12 minggu kehamilan atau Amnio Centesis (AC) antara 10-20 minggu kehamilan. Masalahnya, prosedur invasif tersebut mempunyai risiko terjadinya abortus (keguguran). SL Edisi 89_tf.indd 51 12/18/21 9:44 AM


52 SL 89 - 2021 “NIPT adalah salah satu metode skrining yang tidak terlalu mencederai ibu atau non invasive untuk mengetahui apakah janin yang dikandung mengalami kelainan genetik, misalnya ada trisomy dan mutasi genetik. Dahulu orang mengambil cairan ketuban pada usia kehamilan diatas 14 minggu, tetapi dengan kemajuan tehnologi untuk mengurangi risiko akibat tindakan amniosintesis itu sekarang sudah bisa dilakukan pemeriksaan materi genetik janin dengan memeriksa darah ibu hamil. NIPT sudah bisa dilakukan lebih dini yaitu usia kehamilan 10 minggu,” kata dr. Febriansyah. Perubahan fisik selama kehamilan Kehamilan di usia 40-an sering kali lebih menantang secara fisik daripada hamil di usia 20-an atau 30-an. Salah satu risiko terbesar bagi kenyamanan dengan kehamilan paruh baya adalah tingkat kebugaran fisik secara keseluruhan. Jika ibu sebelumnya memang sangat aktif dan jarang sakit, maka cenderung mengalami perjalanan kehamilan yang cukup normal secara fisik. Jika ibu hamil sebelumnya tidak suka berolahraga, maka lebih rentan untuk mengalami stres fisik dan ketegangan kehamilan. Meskipun begitu, ibu tetap harus berolahraga saat hamil. Skrining untuk down syndrome Pemeriksaan genetik direkomendasikan untuk wanita hamil di usia berapapun. Namun, di usia 40-an skrining genetik menjadi lebih diutamakan. Ini karena usia ibu adalah salah satu faktor risiko utama down syndrome. Pemeriksaan genetik biasanya ditawarkan saat kunjungan pemeriksaan kehamilan. Jika hasil skrining mengatakan bahwa risiko ibu memiliki anak dengan down syndrome 1:200, maka ini dianggap sebagai hasil “negatif” karena risiko statistik yang jadi patokan adalah 1:100. Sedangkan jika hasilnya 1:80, maka ini dianggap sebagai hasil yang “positif”. Jadi, risiko ibu melahirkan dengan down syndrome lebih tinggi dibanding statistik. Menghadapi persalinan Persalinan berisiko lebih tinggi dan mengakibatkan lebih banyak komplikasi. Jika ini bukan kelahiran bayi pertama, risiko persalinan dan kelahiran prematur lebih kecil dibanding ibu yang melahirkan bayi pertamanya di atas usia 40. Usia dan kondisi mental ibu dapat meningkatkan risiko komplikasi selama persalinan, termasuk induksi persalinan, operasi caesar dan pendarahan. “Sebenarnya proses persalinan baik pada ibu hamil usia muda maupun usia lanjut adalah sama. Yang membedakannya adalah kemampuan dan kualitas kesehatan ibu hamil itu sendiri. Selain berisiko timbulnya preeklamsia pada wanita hamil usia lanjut, juga akan meningkat. Oleh karena itu penting sekali SL Edisi 89_tf.indd 52 12/21/21 10:47 AM


53 untuk memasti kan kondisinya dalam keadaan sehat saat mendekati persalinan,” kata dr. Febriansyah menegaskan. Kesehatan pasca persalinan Hal utama yang dikhawati rkan adalah kesehatan bayi. Meskipun bayi yang dilahirkan di usia 40-an lebih cenderung mengalami komplikasi, namun dengan perawatan yang baik, pengamatan yang awas dan teknologi modern, sebagian besar bayi akan terlahir sehat. Penti ng untuk diingat bahwa peningkatan risiko komplikasi ti dak sama dengan jaminan komplikasi kehamilan di usia 40-an. Dengan perawatan prenatal yang tepat, peluang seorang ibu memiliki bayi yang sehat masih besar. Apapun tantangan yang akan dihadapi, nikmati kehamilan sebanyak mungkin yang bisa terjadi. Tindakan dokter membantu pasiennya “Yang harus dilakukan dokter untuk membantu pasiennya yang hamil di usia lanjut agar berjalan dengan baik adalah memantau dan mengevaluasi kondisi pasien tersebut dengan pemeriksaan darah, USG dan lain-lainnya. Mengatur asupan makanan sehat dengan pola gizi lengkap dan seimbang, sehingga mencukupi kebutuhan nutrisi untuk ibu dan anaknya,” kata dr. Febriansyah. “Pengaturan makanan ibu hamil tersebut adalah dengan cara sering mengganti jenis sumber bahan makanan dan memvariasikan jenis makanannya, sehingga kebutuhan nutrisi akan terpenuhi. Untuk ibu hamil pengaturan makanan dengan kompoisisi asupan protein yang lebih banyak dan mengonsumsi karbohidrat secukupnya sehingga mencapai kenaikan berat badannya yang ideal,” lanjutnya. Menurut dr. Febriansyah, walaupun sebenarnya proses melahirkan para ibu hamil berusia lanjut itu sama saja dengan ibu hamil usia muda, tapi yang membedakannya adalah kondisi kesehatan wanita hamil tersebut. Makin tua usia seseorang, maka daya tahan tubuh dan metabolismenya menjadi menurun. Wanita usia tua akan gampang lelah dan capek, sehingga akan mempengaruhi kemampuannya untuk mengejan saat proses persalinan berlangsung. Selain itu, ada pendapat bahwa bedah caesar dapat membantu proses melahirkan bermasalah (komplikasi) pada ibu hamil berusia lanjut. Namun, menurut dr. Febriansyah bedah caesar, teknik operasi untuk kelahirkan janin melalui dinding perut ibu melahirkan, sebenarnya bagi wanita hamil di usia lanjut bukan indikasi untuk operasi. Indikasi operasi tetap berdasarkan keputusan dokter atau indikasi medis. Tips dokter bagi calon ibu hamil yang berusia 40 tahun ke atas Dr. Febriansyah memberikan ti ps kepada wanita berusia 40 tahun ke atas agar sebelum memutuskan untuk hamil sebaiknya memperti mbangkan kesiapan fi sik dan mentalnya lebih dahulu. Perbaiki kesehatan dari kemungkinan adanya gangguan nutrisi. Minimalisasikan penyakit metabolik untuk memperoleh kehamilan yang sehat. Kontrol kesehatan secara ketat dan lakukan konsultasi serta skrining kehamilan dengan baik ke ahlinya. 3 2 1 SL Edisi 89_tf.indd 53 12/18/21 9:44 AM


54 Sl 89 - 2021 Sehat lansia olahraga amankah bagi lansia? narasumber Dr.Theresia Diah Arini, SpKFR, Dokter spesialis kedokteran fi sik dan rehabilitasi medik pada Siloam Hospitls TB Simatupang, Jakarta Selatan, anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Selatan. beban SL Edisi 89_tf.indd 54 12/18/21 9:44 AM


55 Semakin bertambahnya usia seseorang, kemampuuannya untuk mengangkat benda berbeban berat sehari-hari seperti tas, galon, dan sebagainya menjadi agak sulit untuk dilakukan. Itu wajar saja karena aktivitas mengangkat beban oleh otot lengan sudah melemah di usia lanjut. Karena itu disarankan untuk berolahraga secara teratur bagi segala usia, termasuk lansia (orang berusia lanjut), karena diperlukan untuk meningkatkan kualitas kesehatannya. Bagi para lansia tidak perlu risau, sebenarnya angkat beban adalah jenis olahraga yang aman untuk melatih kekuatan otot bisepnya. Selain untuk kebugaran, dilaporkan olahraga bagi lansia dapat memperlambat penurunan fungsi tubuh sebagai dampak dari proses perubahan menjadi tua. Bahkan, menurut riset terbaru dari Penn State College of Medicine, Amerika Serikat, latihan kekuatan yang banyak disukai orang muda untuk membentuk postur tubuhnya seperti angkat beban, misalnya pun dapat mengurangi risiko kematian dini, terutama pada mereka yang berada di usia senja. “Latihan kekuatan membuat Anda terus aktif dan mandiri, meski pun sudah berusia lanjut,” tutur peneliti Jennifer Kraschnewski, MD seperti dilaporkan Men’s Health. Namun Kraschnewski mengingatkan angkat beban tidak bisa dilakukan begitu saja jika usia seseorang telah mencapai 65 tahun dan sudah lama tidak aktif. “Konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu, terutama dalam hal mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” sarannya. (DetikHealth, 07 April 2016 12:02 WIB). “Olahraga beban tidak hanya berfungsi untuk membentuk otototot tubuh yang kekar dan menampilkan maskulinitas saja, tapi juga untuk mempertahankan keberadaan otot tubuh tersebut ketika usia menjadi tua. Karena itu, olahraga beban penting bagi pra lansia untuk menjaga otot-otot tubuhnya tetap berada pada tempatnya untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari agar bisa aktif dan mandiri”. Dr. Theresia Diah Arini, SpKFR, SL Edisi 89_tf.indd 55 12/18/21 9:44 AM


56 SL 89 - 2021 Manfaat olahraga bagi lansia Bagi orang berusia lanjut penting menjaga otototot tubuhnya agar tetap berada pada tempatnya. Sebab ketika seseorang mengalami proses penuaan dimulai sejak usia 40 satu persen ototnya akan hilang setiap tahun. Hilangnya satu persen otot di dalam tubuh itu artinya sama dengan kehilangan fungsi sebesar tiga persen. Hal mengejutkan ini dikemukakan langsung melalui media sosial Instagram @faithorthopaedicgroup oleh Dr. Henry Suhendra SpOT, seorang dokter ortopedi yang bekerja di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Menurut Ketua Faith Orthopaedi Grup itu untuk memulai langkah awal melakukan olahraga beban khususnya bagi seorang lansia diperlukan perhatian khusus. Tidak diperbolehkan untuk melakukan latihan secara sembarangan. Jika memungkinkan akan lebih baik apabila bergabung dengan wadah kegiatan sejenis. Berdasarkan riset dari Penn State College of Medicine latihan kekuatan seperti angkat beban dapat mengurangi risiko kematian dini, terutama pada mereka yang lanjut usia. Namun, perlu dicatat baik-baik bahwa angkat beban bagi lansia harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebiasaan. Jika seorang lansia telah lama tidak aktif melakukan olahraga, sebaiknya didampingi instruktur olahraga atau mulailah dari benda yang paling ringan dan kemudian tingkatkan bebannya secara bertahap. Berolahraga dengan teratur adalah bagian dari penerapan pola hidup sehat untuk semua usia, termasuk lansia. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control dan Prevention/CDC) menyebutkan bahwa lansia setidaknya melakukan olahraga selama 150 menit dalam seminggu atau 5 kali dengan durasi 30 menit per hari. Masalahnya, banyak lansia yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk atau berbaring. Mereka belum menyadari gaya hidup sedentari (malas bergerak) ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif, sederetan penyakit kronis yang berbahaya. Karena itu, untuk mencegahnya disarankan agar lansia tetap aktif bergerak. Menurut dr. Theresia manfaat olahraga bagi seorang lansia yang sudah mengalami penurunan kekuatan otot dan tulangnya adalah sebagai berikut: n Memberikan rasa bugar dan gembira setelah berolahraga. n Meningkatkan sirkulasi darah. n Melatih otot jantung. n Melatih pernapasan. n Memperkuat otot. n Menjaga kepadatan tulang dan mencegah pengeroposan tulang. n Menjaga lingkup gerak sendi. n Melatih kewaspadaan. n Menjaga fungsi panca-indera dan koordinasi. n Mencegah demensia. n Sebagai sarana sosialisasi. Olahraga beban pun disarankan bagi lansia “Olahraga beban dianjurkan bagi lansia karena fungsinya untuk menjaga massa otot supaya tidak mengecil, karena dengan massa otot tubuh yang tetap terjaga itu akan membantu beraktivitas dengan baik untuk membakar kalori, sehingga kadar gula darah bisa tetap normal,” kata dr. Theresia. “Namun berat beban yang dipilih, lamanya berlatih, jenis gerak dan instensitas latihan harus disesuaikan dengan kondisi fisik. Untuk lansia yang tidak terbiasa berolahraga dengan beban, mulailah dengan menggunakan botol air mineral ukuran 330 mililiter (ml),” lanjutnya. SL Edisi 89_tf.indd 56 12/18/21 9:44 AM


57 Olahraga beban yang dipilih untuk lansia yang aman adalah mengangkat dumbbell dengan beban ringan dan mulai dari setengah sampai satu kilogram, alat ressistance band (alat olahraga terbuat dari karet yang berguna untuk menambahkan beban pada gerakan workout yang dilakukan) atau gerak push up dengan posisi berdiri dan bertumpu pada dinding,” kata dr. Theresia. “Untuk lati han awal pada lansia itu sebaiknya ada instruktur yang mendampingi, terutama bila ia baru memulai lati han setelah mengalami perawatan di rumah sakit atau setelah lama ti dak berolahraga. Disarankan bagi para lansia untuk melakukan olahraga sesuai dengan kondisi fi sik dan kondisi kesehatannya apakah ada penyakit penyerta yang perlu diperhati kan seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, nyeri sendiri dan sebagainya. Hal tersebut harus menjadi perti mbangan untuk menentukan intensitas olahraga yang aman dilakukannya. “Bila saat berolahraga ti dak ada keluhan, intensitas sedang bisa menjadi pilihan. Seperti diketahui, salah satu ukuran intensitas olahraga adalah denyut nadi. Intensitas sedang diukur dari 50 – 70% dari faktor 220 dikurangi dengan usia atau rumusnya 50-70% x (220-usia). Menurut Asosissi Jantung Amerika Serikat (American Heart Associati on), denyut jantung isti rahat rata-rata berkisar pada kondisi umum (anak-anak 10 tahun, dewasa dan lansia) adalah 60-100 denyut per menit (BPM), sedangkan untuk atlet profesional terlati h adalah 40-60 denyut per menit (BPM). Namun bila ada penyakit penyerta, disarankan pasien berolahraga dibawah pengawasan dokter rehabilitasi medik,” kata dr. Theresia mengingatkan. olahraga beban bagi lansia berfungsi menjaga massa otot dan membantu beraktivitas membakar kalori. dengan demikian kadar gula darahnya bisa tetap normal. SL Edisi 89_tf.indd 57 12/18/21 9:44 AM


58 Sl 89 - 2021 Persiapan yang disarankan sebelum memulai “Sebelum memilih kegiatan olahraga tertentu untuk mencegah cedera, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih dulu dengan tujuan keamanan. Olahraga bisa berperan sebagai obat bila digunakan dengan tepat, sehingga digunakan isti lah ‘therapeuti c excercise’,” kata dr. Theresia. “Selain pemeriksaan tekanan darah, nadi dan laju pernapasan, pasien lansia di Departemen Rehabilitasi Medik Siloam Hospitals TB Simatupang sebelum mulai berolahraga, kami lakukan permeriksaan berupa tes kekuatan otot, lingkup gerak sendi, jalan 5 menit, keseimbangan dan koordinasi. Setelah itu, baru dibuat program lati han olaraga untuk lansia yang sesuai dengan kondisi fi siknya masing-masing,” lanjutnya. Selain pemeriksaan kesehatan, dr. Theresia mengingatkan persiapan lebih dulu yang perlu dilakukan bila seorang lansia akan melakukan lati han olahraga beban adalah: n Memenuhi kecukupan isti rahat saat malam sebelum berolahraga besok harinya. n Memenuhi kecukupan gizi. n Memiliki sepatu dan pakaian olahraga yang nyaman. n Menyiapkan alat bantu keamanan berolahraga untuk pelindung, seperti korset, decker lutut atau sendi (ankle) dan sebagainya. n Memilih jenis olahraga yang diminati . n Melakukan olahraga bersama, untuk saat pandemi mungkin bisa dilakukan berolahraga bersama teman secara daring. Berikut ini adalah berbagai pilihan olahraga yang aman untuk orang lanjut usia. Olahraga aerobik. Membantu para lansia untuk membakar lemak berlebih, menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat dan menjaga kelenturan dan kesehatan sendi, serta dapat meningkatkan ti ngkat energi tubuh secara keseluruhan. Mulailah dengan melakukan gerakan sederhana seperti squat atau sit-up dengan intensitas rendah. Lati han penguatan otot. Proses pembentukan otot memerlukan waktu, namun melakukan olahraga ini sangat bermanfaat untuk lansia. Namun perlu diketahui bagi lansia olahraga angkat beban cukup berisiko. Pilihan lati han meningkatkan kekuatan otot yang aman untuk lansia adalah melakukan beberapa gerakan yoga, taichi atau senam. Lati han keseimbangan. Lansia sangat mudah terjatuh karena kemampuan dalam menjaga keseimbangan tubuh mulai menurun. Lati han keseimbangan sederhana yang bisa dilakukan di rumah dengan pengulangan-pengulangan, adalah: (1) Berdiri dengan satu kaki secara berganti an dan tahan selama 8 deti k. Bisa menekuk kaki ke depan atau ke belakang senyaman mungkin, (2) Berjalan mundur dan berjalan ke samping. Pasti kan melakukannya di dalam ruangan yang luas bebas dengan perabotan rumah dan lantai ti dak licin. Olahraga aerobik. Membantu para lansia untuk membakar lemak berlebih, menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat dan menjaga kelenturan dan kesehatan sendi, serta dapat meningkatkan ti ngkat energi tubuh secara keseluruhan. Mulailah dengan melakukan gerakan sederhana seperti squat atau sit-up dengan intensitas rendah. Lati han penguatan otot. Proses pembentukan otot memerlukan waktu, namun melakukan olahraga ini sangat bermanfaat untuk lansia. Namun perlu diketahui bagi lansia olahraga angkat beban cukup berisiko. Pilihan lati han meningkatkan kekuatan otot yang aman untuk lansia adalah melakukan beberapa gerakan yoga, taichi atau senam. SL Edisi 89_tf.indd 58 12/18/21 9:44 AM


59 PROTEIN. Kebutuhan protein lansia sehat lebih ti nggi daripada dewasa muda, yaitu 1-1,2 gram per kilogram berat badan (kgBB) sehari. Sumber proteinnya bisa didapatkan dari protein hewani (ikan, telur, daging, susu) dan protein nabati (kacang-kacangan). Untuk memenuhi kecukupan gizi, pengaturan menu yang disarankan dr. Theresia untuk mendukung keperluan kalori dan nutrisi tertentu untuk pembentuk otot dan tulang, harus terdiri dari komposisi sebagai berikut: KARBOHIDRAT. Lansia butuh karbohidrat sekitar 45 – 65% dari kalori total perhari. Jenis asupan karbohidrat adalah karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah untuk menurunkan risiko terjadinya diabetes melitus dan penyakit jantung koroner. LEMAK. Berfungsi untuk melarutkan vitamin. Dianjurkan agar lansia mengonsumsi lemak sekitar 20 – 30% dari kalori total. Dianjurkan adalah lemak ti dak jenuh, seperti minyak zaitun, minyak bunga matahari dan lainnya. SERAT. Berfungsi untuk membantu gerakan usus. Pasti kan bahwa lansia mengonsumsi sayur dan buah-buahan paling ti dak 1 porsi (cup) perhari. VITAMIN & MINERAL. Kecukupan vitamin A, B kompleks, C, D, E, serta kalsium untuk membantu metabolisme tubuh, memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak, mencegah anemia dan jaga kekuatan otot dan tulang. CAIRAN. Pada umumnya kebutuhan cairan pada lansia adalah 1,5 liter perhari. Cairan ini bisa didapatkan selain dari air puti h adalah juga dari buah segar, jus buah, kaldu, sup, susu dan yogurt. SL Edisi 89_tf.indd 59 12/21/21 10:48 AM


60 SL 89 - 2021 Tips dolter yang perlu disimak Dr. Theresia memberikan tips berguna mengenai kegiatan olahraga beban untuk lansia agar tidak cedera sebagai berikut: Lakukan pemanasan sebelum berolahraga. Start low, increase slow. Mulai dari gerakan yang ringan dan tingkatkan harus secara bertahap sesuai dengan kemampuan. Gunakan sepatu yang nyaman. Gunakan alat bantu olahraga, seperti korset, decker dan lainnya, untuk menjaga stabilitas sendi. Atur napas dan hindari menahannya, saat mengangkat beban. Konsultasi ke dokter rehabilitasi medik sebelum mulai latihan untuk mendapatkan porsi latihan yang aman. Latihan yang diberikan ketika melakukan olahraga beban, baik untuk lansia maupun kaum muda, sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja, dalam pelaksanaanya para lansia harus lebih berhati-hati. Mulailah dari beban yang paling ringan, bahkan tidak masalah untuk memulai dengan beban tubuh diri sendiri (push up). Kemudian diteruskan secara bertahap sehingga terlihat adanya peningkatan berat beban latihannya. Untuk kebutuhan nutrisi ini sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik agar mendapatkan asupan sesuai kebutuhan dengan kondisi kesehatan dan adanya penyakit ikutan yang diderita oleh lansia tersebut. Selama melakukan kegiatan olahraga “Idealnya sebelum memulai berolahraga, seorang lansia sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis rehabilitasi medik (SpKFR) yang akan melakukan tes jalan untuk melihat kemampuan pasien. Kemudian memberikan resep porsi latihan,” kata dr. Theresia. Misalnya seorang pasien lansia berusia 60 tahun resepnya adalah sebagai berikut: n Latihan intensitas sedang. Target denyut nadi adalah 80-110 denyut permenit. (BPM). Dihitung dari rumus 50-70% x (220-umur) adalah 50-70% dari 160, yaitu 220 (faktor) dikurangi dengan 60 (usia). n Frekuensi olahraga 4 sampai 5 kali (4-5x) seminggu. n Durasi 30 menit. Komponen olahraga yang disarankan, adalah sebagai berikut: n Latihan lingkup gerak sendi, leher, bahu, tangan, pinggang, dan kaki: 15 menit. n Latihan aerobik, jalan cepat, jogging ringan atau sepeda statik, yang bisa digabung dengan latihan penguatan otot dengan beban: 10-20 menit. n Latihan peregangan dan latihan pernapasan: 5 menit. SL Edisi 89_tf.indd 60 12/18/21 9:44 AM


61 manfaat olahraga bagi orang berusia 6lanjut Menjaga kesehatan mental. Gangguan mental pada lansia kerap terjadi, salah satunya depresi. Ini karena di masa tua, para lansia cenderung merasa kesepian dan kesehatan tubuhnya menurun sehingga membuat mereka mudah stres dan cemas. Olahraga bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental lansia, memperbaiki suasana hati yang buruk, sehingga dapat meredakan stres dan kecemasan. Berolahraga bisa menjadi waktu menyenangkan bagi lansia bersama keluarganya. Kegiatan ini juga bisa menjadi jembatan untuk bersosialisasi dengan orang di sekelilingnya, sehingga dapat mengurangi rasa kesepian. Tak hanya kejiwaan, olahraga juga meningkatkan fungsi otak, yakni mempertajam kemampuan berpikir. Pada saat melakukan olahraga, tubuh akan melepaskan protein dan bahan kimia otak (neurotranssmitt er) yang bermanfaat bagi kesehatan otak. 2 Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan agar seti daknya lansia melakukan olahraga selama 150 menit dalam seminggu. Alasan mengapa olahraga sangat penti ng untuk orang lanjut usia tersebut adalah sebagai berikut: Menurunkan risiko penyakit degeneratif. Semakin menua usia seseorang, risiko berbagai masalah kesehatan akan semakin meningkat, yaitu penyakit degenerati f, yang paling umum adalah penyakit jantung, diabetes, hipertensi, osteoporosis dan obesitas. Bagi lansia dengan penyakit degenerati f, olahraga dapat membantu mereka untuk tetap sehat dan bugar. Mereka dapat mengendalikan berat badan, menjaga tekanan darah maupun gula darah tetap stabil dan cukup ti dur. 1 SL Edisi 89_tf.indd 61 12/18/21 9:44 AM


62 Sl 89 - 2021 Mengendalikan berat badan dan menurunkan gula darah. Keti ka berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak energi. Akti vitas ini memungkinkan pembakaran lemak berlebihan di tubuh agar energi tubuh untuk olahraga tetap tersedia. Alasan inilah yang membuat lansia perlu menjalani olahraga secara ruti n untuk membantu menurunkan berat badan atau membantu mengendalikan berat badan tetap ideal. Tidak hanya memengaruhi berat badan, olahraga juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Hormon insulin, yakni hormon yang mengatur kadar gula darah juga bisa bekerja lebih baik jika lansia rajin berolahraga. Sensiti vitas insulin yang meningkat dan kadar gula darah yang stabil membantu lansia mencegah berkembangnya penyakit diabetes. 3 Meningkatkan kesehatan otot dan tulang. Wanita dan pria muda yang berolahraga secara teratur umumnya memiliki kepadatan dan kekuatan tulang yang maksimum, dibandingkan mereka yang ti dak. Bagi kebanyakan orang, massa tulang mencapai puncaknya pada usia 30 tahun, setelah itu mulai menurun. Jika pada orang muda olahraga dapat membantu mencegah pengeroposan tulang, maka pada lansia berfungsi untuk menjaga kesehatan tulangnya dengan meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh, sehingga menjadi dapat mencegah risiko terjatuh atau patah tulang. 4 Meningkatkan kualitas tidur dan kualitas hidup. Umumnya, lansia melakukan olahraga di pagi hari. Hal ini memungkinkan lansia mendapatkan sinar matahari pagi yang bagus untuk tulang. Paparan sinar matahari ternyata memperbaiki fungsi jam biologis tubuh, yakni jam tubuh dalam mengatur bangun dan ti dur. Secara ti dak langsung, hal ini bisa membantu lansia untuk ti dur lebih baik. Terlebih olahraga juga mengurangi stres dan kecemasan, sehingga membuat pikiran jadi lebih tenang dan lansia dapat ti dur lebih mudah. 5 Menjaga kesehatan jantung. Saat berolahraga, sel-sel tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menghasilkan energi. Agar sel-sel tubuh mendapatkan asupan oksigen yang mencukupi, darah kaya oksigen akan mengalir lebih lancar ke sel-sel tubuh. Proses tersebut menandakan bahwa olahraga merangsang sirkulasi darah dan oksigen menjadi lebih lancar itu melibatkan kinerja jantung dalam memompa darah. Inilah yang membuat olahraga sangat menyehatkan untuk kesehatan jantung para lansia. Olahraga juga membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol dan trigliserida yang ti nggi. Semua manfaat tersebut bisa menurunkan risiko penyakit hipertensi, penyakit jantung dan stroke. 6 SL Edisi 89_tf.indd 62 12/18/21 9:44 AM


63 SL Edisi 89_tf.indd 63 12/18/21 9:44 AM


64 Sl 89 - 2021 Sehat mental Gangguan emosi merasa penampilan diri tidak ideal Body Dysmorphic Disorder (BDD) SL Edisi 89_tf.indd 64 12/18/21 9:44 AM


65 timbul, karena penderita menganggap bentuk anggota tubuhnya tidak seperti temannya yang dianggap cantik. Anggota tubuh yang sering dicemaskan penderita, antara lain adalah: n Wajah, misalnya karena bentuk hidung terlalu pesek. n Kulit, misalnya karena ada keriput, jerawat atau luka. n Rambut, misalnya karena menipis, rontok atau mengalami kebotakan. n Payudara atau alat kelamin, misalnya karena ukuran penis terlalu kecil atau payudara terlalu besar. n Tungkai, misalnya karena ukuran paha yang besar. Belum banyak yang menyadari, sebenarnya gangguan dismorfik tubuh yang lebih banyak terjadi pada usia 15-30 tahun adalah gangguan emosi (mental) yang serius. Gangguan ini ditandai dengan gejala berupa rasa cemas berlebihan terhadap kelemahan atau kekurangan dari penampilan fisik diri sendiri. Penderita kondisi ini sering merasa malu dan resah karena menganggap dirinya buruk, sehingga menghindari berbagai macam kegiatan sosial. Selain itu, penderita juga sering menjalani operasi plastik guna memperbaiki penampilannya. Gangguan emosi yang sering melanda remaja Body dysmorphic disorder adalah gangguan mental yang mempersepsikan tubuhnya sendiri dengan pikiran negatif, bahwa dirinya memiliki kekurangan yang berarti pada wajah dan badannya sehingga kekurangan itu membuatnya tidak menarik. Penderitanya memiliki rasa cemas berlebihan terhadap kekurangan idealnya dari satu atau beberapa anggota tubuh. Pikiran negatif itu dapat Dulu tidak terungkap, bahwa seseorang yang merasa penampilan dirinya tidak ideal bisa menjadi masalah. Atau kasusnya sangat sedikit dan media pemberitaan pun masih sangat terbatas adanya, sehingga tidak terungkap. Tapi sekarang, gangguan dismorfik tubuh (body dysmorphic disorder/BDD) karena terlalu gemuk atau kurus, misalnya, dengan adanya media sosial dan maraknya kebiasaan perundungan (bullying) di kalangan pergaulan remaja, masalah penampilan yang tidak ideal ini, terutama bagi remaja putri, bisa membuat mereka cemas, stres dan depresi yang berujung dengan putus asa dan bunuh diri. SL Edisi 89_tf.indd 65 12/18/21 9:44 AM


Bila perilaku anak remaja anda sudah menunjukkan gejala-gejala depresi berat, bawalah berkonsultasi ke psikiater, dokter spesialis kedokteran jiwa. 66 Sl 89 - 2021 Komplikasi yang perlu dihindari Komplikasi yang dapat ti mbul pada penderita gangguan dismorfi k tubuh antara lain: n Gangguan kesehatan terkait kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang, misalnya menusuknusuk kulit. n Depresi. n Obssesive compulsive disorder. n Penyalahgunaan narkoba. Penyebab yang perlu diwaspadai Sampai saat ini, belum ada peneliti an yang memasti kan apa penyebab body dysmorphic disorder (BDD) dengan jelas. Beberapa faktor seperti riwayat dilecehkan tubuhnya pada masa kanak-kanak, ti dak dicintai orangtua dan mempunyai penyakit yang mempengaruhi penampilan memicu terjadinya BDD. Selain itu, diduga kondisi ini diduga muncul akibat kombinasi dari beberapa faktor geneti k, lingkungan dan kelainan struktur otak. genetik Menurut peneliti an body dysmorphic disorder lebih banyak terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit serupa di dalam keluarga. Namun, belum dapat dipasti kan apakah kondisi ini diturunkan secara geneti k atau akibat pola asuh dan lingkungan. lingkUngAn Penilaian negati f dari lingkungan terhadap citra diri penderita, pengalaman buruk di masa lalu atau trauma pada masa kecil dapat menyebabkan seseorang mengalami body dysmorphic disorder. kelAinAn StRUktUR otAk Kelainan pada struktur otak atau keti dakseimbangan cairan kimia di dalam otak (hormon serotonin, misalnya) berpengaruh terhadap kapasitas kerja. senyawa-senyawanya. SL Edisi 89_tf.indd 66 12/18/21 9:44 AM


67 Selain faktor-faktor penyebab tersebut, terdapat beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya gangguan dismorfi k tubuh, antara lain: n Memiliki gangguan mental, seperti gangguan kecemasan atau depresi. n Memiliki sifat tertentu, misalnya perfeksionis atau rasa rendah diri. n Memiliki orang tua atau keluarga yang terlalu kriti s terhadap penampilannya. Gejala yang perlu diwaspadai Ada beberapa gejala atau perilaku yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang menderita gangguan dismorfi k tubuh, di antaranya: n Bercermin berulang-ulang dalam waktu lama. n Menyembunyikan anggota tubuh yang dianggap ti dak sempurna. n Meminta orang lain meyakinkan dirinya berulang kali bahwa kekurangan bentuk tubuhnya ti dak terlalu jelas terlihat. n Berulang kali mengukur atau menyentuh area tubuh yang dianggap ti dak sempurna. Body dysmorphic disorder juga dapat terjadi keti ka kecemasan berlebihan ti mbul karena menganggap tubuhnya terlalu kecil, terlalu kurus atau kurang berotot. Gejala yang dapat muncul pada kondisi seperti ini adalah: n Terlalu sering berolahraga untuk waktu yang lama. n Mengonsumsi suplemen gizi secara berlebihan. n Menyalahgunakan steroid. Kapan harus ke dokter Penderita body dysmorphic disorder dapat berulang-ulang berkonsultasi dengan dokter umum untuk mencari cara memperbaiki penampilannya, namun, tujuan pasien berkonsultasi menjadi kurang tepat. Sebaiknya berkonsultasi ke psikiater, dokter spesialis kedokteran jiwa, bila menyadari adanya perilaku yang ti dak wajar dalam menilai penampilan. Bawalah anak remaja Anda berkonsultasi ke psikiater bila terlihat perilakunya sudah menunjukkan gejala-gejala gawat yang dapat berujung pada depresi berat dan ide untuk melakukan bunuh diri, sebagaI berikut: Mengganggu pekerjaan, prestasi di sekolah atau hubungan dengan orang lain. Hilangnya keinginan untuk pergi ke tempat umum dan merasa cemas jika berada di antara orang lain. Diagnosis yang dilakukan dokter Body dysmorphic disorder sering kali sulit terdeteksi karena banyak penderita merasa malu dan cenderung menyembunyikan gangguan ini. Namun dokter biasanya akan merujuk pasien yang berulang kali meminta operasi plasti k ke psikiater. Untuk mengetahui penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat, psikiater akan melakukan penilaian kondisi kejiwaan pasien dengan cara: Menanyakan riwayat kondisi medis serta hubungan sosial pasien dan keluarganya. Melakukan evaluasi psikologis untuk mengetahui faktor risiko, pikiran, perasaan, serta perilaku yang terkait dengan pAndangan negati f pasien terhadap dirinya. SL Edisi 89_tf.indd 67 12/18/21 9:44 AM


68 SL 89 - 2021 Penanganan yang diberikan dokter Upaya penanganan terhadap body dysmorphic disorder dilakukan dengan kombinasi antara terapi perilaku kognitif dan pemberian obat-obatan. Terapi perilaku kognitif. Untuk mengidentifikasi hubungan antara pikiran, perasaan, serta perilaku. Dengan terapi ini penderita diharapkan dapat mengembangkan kemampuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Terapi perilaku kognitif ini dapat dilakukan secara berkelompok. Khusus untuk kasus body dysmorphic disorder pada anak-anak dan remaja, terapi perilaku ini perlu melibatkan orang tua dan keluarga. Terapi ini berfokus pada: n Memperbaiki kepercayaan yang salah terhadap kelemahan atau kekurangan fisik penderita. n Meminimalkan perilaku kompulsif (melakukan sebuah tindakan secara berulang-ulang). n Menumbuhkan sikap dan perilaku yang lebih baik mengenai citra diri dan penampilan fisik. Pemberian obat-obatan Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat mengatasi body dysmorphic disorder ini, tapi dapat diberikan obat untuk mengatasi gejalanya yang mengganggu, yaitu: Antidepresan. Seperti serotonin-specific reuptake inhibitor (SSRI) Untuk mengurangi pikiran dan perilaku obsesif pada penderita. Obat ini diresepkan dokter jika terapi perilaku belum bisa mengatasi gangguan yang dialami penderita, atau bila gejala body dysmorphic disorder semakin parah. Obat SSRI bisa diberikan sebagai terapi tunggal atau digabungkan dengan obat lain dan terapi perilaku. Bila konsumsi obat SSRI ingin dihentikan, dosisnya harus dikurangi secara bertahap. Penghentian obat secara tiba-tiba dapat membuat gejala body dysmorphic disorder muncul kembali. Antipsikotik, seperti olanzapine dan aripiprazole. Diberikan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat SSRI. Jika terapi perilaku kognitif dan pemberian obat antidepresan belum dapat memperbaiki kondisi pasien setelah 12 minggu, psikiater dapat mengganti jenis obat antidepresan. Pada kasus yang parah, penderita perlu mendapat perawatan di rumah sakit, misalnya bila tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari atau berpotensi membahayakan diri sendiri. SL Edisi 89_tf.indd 68 12/18/21 9:44 AM


69 anggota PCC Non-anggota PCC Hanya dengan Rp. 15.000,00 sebagai biaya pengganti ongkos kirim dan handling, Anda yang belum menjadi anggota PCC (Prodia Customer Club) dapat memperoleh setiap edisi SmartLiving. Sebagai anggota PCC Anda mendapatkan privilege (hak khusus) untuk menerima SmartLiving secara cuma-cuma. Formulir ini dimaksudkan untuk mendata ulang keanggotaan Anda, dan memastikan minat Anda terhadap Smart Living. 2. Transfer jumlah yang Anda pilih ke BCA Cab. Slipi No. 084 5155 190, a/n PT Prodia Widyahusada 3. Faks formulir beserta bukti transfer ke Tata Usaha Smartliving di nomor (021) 314 4182 ext 3825 atau email ke [email protected] 2. Menyatakan ingin tetap menerima edisi SmartLiving secara teratur 3. Faks formulir ke Tata Usaha Smartliving di nomor (021) 314 4182 ext 3825 atau email ke [email protected] 1. Nama Alamat Kode Pos Telepon HP Email 1-5 nomor mendatang SL90 SL91 SL92 SL93 SL94 Rp.15.000,00 per nomor 6 nomor mendatang SL90-SL95 Rp.75.000,00 Pilih (silang/tAndai) nomor edisi SmartLiving yang diinginkan 1. Nama Alamat Kode Pos Telepon HP Email No. anggota PCC formulir berlangganan SL Edisi 89_tf.indd 69 12/18/21 9:44 AM


70 SL 89 - 2021 Jiwa Sejahtera Dapat diubah dengan mengubah sikap mental Suka menentang aturan SL Edisi 89_tf.indd 70 12/18/21 9:44 AM


71 yang berdampak pada pengabaian dan kekerasan terhadap anaknya yang mengendap di bawah sadar sebagai sikap penentang. Terpendam di bawah sadar Sikap suka menentang aturan ini adalah masalah budaya (culture matter) yang terbentuk dari pola asuh orang tua sejak dari kecil yang mengatur anaknya dengan cara keras, memaksa, menakutnakuti dan membanding-bandingkan, sehingga terbentuk sikap mental kontra-produktif. Apalagi bila keluarga tersebut mengalami masalah keuangan, sehingga mudah tersinggung dan lelah mengasuh anaknya. Mengapa hal ini terjadi? Pada kasus anakanak dari segi psikologi dikenal gangguan perilaku Oppositional Defiant Disorder (ODD) yang terdiagnosis pada usia 8-12 tahun dengan gejala suka menentang aturan di rumah dan sekolah. Hal ini terjadi karena ibunya saat hamil mengalami stres, merasa tidak aman atau menghadapi situasi berbahaya. Selain itu, orang tua yang mengalami kelelahan fisik dan mental mengasuh anaknya yang disebut dengan kasus parental burnout, muncul dalam bentuk gejala emosi berlebihan Suatu fenomena masyarakat sekarang ini yang cukup memprihatinkan adalah kecenderungan menentang aturan yang diberlakukan. Seharusnya sebagai masyarakat modern adalah mematuhi atau kalau berbeda pendapat membicarakannya dengan bijak. Salah satu yang menonjol dan banyak ditemui adalah melangar larangan parkir, yang sering berujung dengan pertengkaran dan malah memarahi petugas, karena terpaksa nelakukannya dan merasa tidak bersalah. Selain itu, saat pandemi fenomena ini semakin jelas dengan munculnya keberatan akan protokol kesehatan yang diberlakukan dan anjuran tetap di rumah saja atau ikut vaksinasi yang sebenarnya untuk keselamatan mereka sendiri. SL Edisi 89_tf.indd 71 12/18/21 9:44 AM


72 Sl 89 - 2021 Sikap masyarakat level tertentu melalui gaya hidup pamernya, secara langsung atau tidak telah mendominasi kelompok lemah hingga memperparah sikap kurang percaya dirinya. Masyarakat kita terbiasa dengan ancaman untuk melakukan sesuatu. Kalau anak rewel, orang tua sering bekata ”Ayo berhenti nangis nanti ditangkap polisi”. Setelah menjadi dewasa, ia merasa ti dak lagi anak-anak yang harus mematuhi sesuatu yang ti dak sesuai dengan pikirannya, karena itu ia menentang untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Karena dibanding-bandingkan, ia menjadi orang yang ti dak percaya diri dan butuh pujian. Rasa cemas, ti dak percaya diri dan problem mental lainnya secara ti dak sadar merembes pada caranya berkomunikasi dengan orang lain di lingkungannya. Diperparah dengan sikap masyarakat yang juga mendominasi kelompok lemah secara langsung ataupun ti dak langsung melalui gaya hidup pamer. Pola asuh itulah yang membentuk karakter bangsa, seperti yang ditemui di Korea Selatan, misalnya, ada nunchi seni memahami pikiran, perasaan dan kebutuhan orang lain untuk mengembangkan hubungan personal melalui kepercayaan yang lebih mendalam, harmonis dan kerjasama. Katanya, inilah kunci sukses negara ginseng itu dalam kurun waktu 40 tahun berhasil membangun ekonominya dari negara miskin menjadi salah satu negara terkaya di dunia (Kompas, 29 November 2021). Kita pun punya semacam itu, yang dikenal dengan isti lah tepo seliro, kearifan lokal sebagai tata cara dalam berinteraksi yang dapat menjadi pedoman untuk masyarakat dalam mewujudkan sikap masyarakat agar sesuai nilai kerukunan bangsa yang diperlukan untuk maju bersama membangun negara. Namun seperti nya, saat ini sebagian besar masyarakat kita ti dak lagi mengenal atau mengimplementasikannya dalam berinteraksi SL Edisi 89_tf.indd 72 12/18/21 9:44 AM


73 maupun dalam kehidupan sehari-hari di era globalisasi ini. Dan, akibat pengaruh asing telah berganti menjadi “senggol bacok” dengan gejala: pemarah, suka bertengkar dan mudah menghukum orang lain. Menjadi masalah serius pada masa pandemi Survei global gelombang pertama pandemi COVID-19 yang dilansir di Health24, Sabtu (24/10/2020). mengungkap bahwa orang yang memiliki ciri kepribadian tertentu cenderung tidak tetap di rumah saja saat pemerintah menerapkan kebijakan yang tidak terlalu ketat. American Psychological Association menyelidiki lima besar ciri kepribadian yang berhubungan dengan kepatuhan seseorang selama lockdown, yaitu orang yang berhati-hati, neurotisme, terbuka terhadap hal-hal baru, ekstraversi dan mudah menyesuaikan diri. (Republika.co.id, 25 October 2020, 07:55 WIB). Ditemukan dua ciri kepribadian yang mendapat nilai rendah, yaitu orang dengan keterbukaan terhadap pengalaman dan neurotisme berkemungkinan lebih kecil untuk tinggal di rumah saat tak ada adanya tindakan pemerintah yang ketat. Namun, kecenderungan tersebut berkurang ketika kebijakan pemerintah yang lebih ketat diterapkan. Langkah kebijakan tersebut adalah penutupan sekolah, tempat kerja, pembatalan acara publik, penangguhan transportasi umum, implementasi kampanye informasi publik, pembatasan pergerakan internal dan kontrol perjalanan internasional. Secara keseluruhan, mereka menemukan di wilayah yang kebijakan pemerintahnya lebih ketat, orang lebih cenderung untuk tetap tinggal di rumah. Kebijakan pemerintah yang ketat mampu mengurangi pengaruh dua ciri kepribadian tersebut, menunjukkan bagaimana kekuatan tingkat makro dapat mengurangi pengaruh faktor tingkat mikro tertentu. Tim peneliti juga menjelaskan karena pandemi COVID-19 sedang berlangsung dan kepribadian berperan sangat penting, ini menjadi penting untuk memahami mengapa beberapa orang lebih menentang aturan daripada yang lain. Disebutkan temuan ini mencengangkan. Soalnya, individu yang kepribadiannya bersikap terbuka secara tradisional terbukti rentan terhadap pengambilan risiko serta bersedia untuk menyimpang dari norma budaya. Di saat yang bersamaan, mereka punya persepsi risiko yang akurat, universalisme dan menghargai keberadaan sesama manusia. Penelitian ini menggunakan data dari proyek “Mengukur Sikap dan Keyakinan COVID-19 di Seluruh Dunia”. Survei bertujuan untuk menilai perilaku dan persepsi orang tentang perilaku orang lain selama pandemi. Tim menganalisis tanggapan dari lebih dari 101.000 peserta di 55 negara. Para peneliti juga menilai ketatnya kebijakan nasional setiap negara dengan mengandalkan Indeks Ketegangan Respons Pemerintah COVID-19, yang memberikan skor ketat berdasarkan tujuh langkah kebijakan. Menformat ulang pola pikir Tanpa disadari, kebiasaan menentang aturan telah membuat pelakuknya menjadi kewalahan sendiri. Dengan beban pekerjaan yang menuntut kesabaran dalam batas tertentu, kebiasaan buruk ini menambah tumpukan beban pikiran yang bisa berujung dengan stres kronik. Jalan keluarnya adalah dengan mengubah sikap (model) mental (mindset) agar dapat mengkompromikan perasaan dengan kenyataan. Menyimak Peter Senge (1990), salah seorang tokoh berpengaruh dalam dunia manajemen strategis yang dikenal dengan konsep system thinking SL Edisi 89_tf.indd 73 12/18/21 9:44 AM


74 SL 89 - 2021 Stay positive. dengan instrumen analisi gunung es (iceberg analysis) yang menggambarkan fenomena yang terlihat gamblang dalam sebuah sistem adalah semacam sebuah puncak gunung es di atas permukaan laut. Di bawahnya ada badan gunung es yang besar dan dibentuk oleh tiga lapisan, yaitu: pola pikir yang membuat kecenderungan tertentu sewaktu menghadapi masalah, struktur sistem yang berpengaruh dan sikap (model) mental apakah positif, negatif atau ambigu. Orang terus-menerus memperluas kapasitas mereka untuk menciptakan hasil pemikiran yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola baru dan ekspansi pemikiran diasuh, aspirasi kolektif dibebaskan dan terus-menerus belajar bersama melihat perubahan. Sikap mental terbentuk dari pola asuh dan pengalaman bersosialisasi dan bereaksi bila menghadapi masalah baru. Misalnya, orang dengan sikap mental utama negatif yang kontraproduktif akan cenderung mencurigai pemerintah yang membuat aturan baru sebagai usaha pengekangan. Hal ini memengaruhi struktur sistem yang menjadi lebih parah bila menemui kenyataan bahwa komunikasi pemerintah dengan masyarakat berjalan searah, sering berganti kebajikan dan banyak distorsi dari sumber lain. Hal itu membuatnya tidak memiliki visi transformasi bangsa, sehingga muncullah pola pikir menentang aturan. Mereka sulit diajak untuk berpartisipasi mengatasi penyebaran pandemi, misalnya sebagai masalah bersama. Untuk bisa mengubah perilaku tersebut harus dimulai dari mengubah sikap mental menjadi positif. Menganggap peraturan sebagai hal yang baik untuk rambu-rambu kegiatan yang melindungi dan menyelamatkan. Membiasakan diri untuk berbuat baik sejak dari pikiran yang membuatnya bisa menerima apa adanya tanpa disertai dengan prasangka buruk. Dengan demikian terjadilah struktur sistem pikir baru yang bisa menerima perbedaan dengan apa yang kita percayai selama ini secara rasional. Dan akhirnya muncullah pola pikir positif yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. SL Edisi 89_tf.indd 74 12/18/21 9:44 AM


75 Nantikan terbitnya! SMARTLIVING edisi n SEHAT REMAJA. Kecanduan adalah kondisi yang membuat seseorang kehilangan kendali atas apa yang ia lakukan, gunakan atau konsumsi terhadap suatu hal yang mereka jadikan sebagai pembangkit kenikmatan. Proses yang rumit ini terjadi karena gangguan produksi hormon dopamin, hormon pembuat bahagia, yang dilepaskan otak dalam jumlah banyak saat seseorang mengalami suatu hal yang membuatnya senang dan puas karena berbagai hal, misalnya dari makanan yang enak, hubungan seks, menang judi atau pemakaian obatobatan dan zat yang menimbulkan efek ketergantungan, seperti alkohol dan rokok. Kanker hati termasuk penyakit berpotensi fatal. Kanker ini menyebabkan gangguan fungsi hati yang mencerna lemak dan protein, menetralkan racun dari dalam tubuh dan membantu mengontrol pengumpalan darah. Karena berisiko mematikan, sehingga mengharuskan penderitanya melakukan transplantasi hati yang harganya sangat mahal. Terapi kanker hati di Asia memerlukan pendekatan yang berbeda dengan yang dilakukan di negara Barat, karena secara genom penderitanya dan penyebabnya berbeda, sehingga membutuhkan penelitian khusus untuk melakukan terapi yang tepat. Kanker hati di Asia relatif sulit dideteksi dan kerap terdiagnosis ketika stadiumnya sudah lanjut. n SEHAT ANAK. Epilepsi, yang dalam istilah awam disebut penyakit ayan, merupakan manifestasi klinis dari muatan listrik yang berlebihan di selsel saraf (neuron) otak, berupa gejala serangan kejang berulang secara mendadak, yang disertai dengan jatuh. Dari mulutnya ke luar air liur berbusa dan napasnya mengorok. Penyandang epilepsi bisa beraktivitas seperti umumnya orang lain, namun pemilihan kegiatannya harus dipertimbangkan secara individual agar tidak terlalu melelahkan. n SEHAT LANSIA. Depresi merupakan suatu kondisi mental dengan gejala suasana hati berupa murung atau sedih, mudah marah dan tersinggung, labil, tertekan, kadang ada kecemasan yang tidak jelas sebabnya. Apabila gejala-gejala depresi tersebut berlangsung setiap hari terus menerus selama dua minggu, dapat menimbulkan distress (perasaan tidak nyaman, gelisah, stres) dan memengaruhi kemampuan untuk berfungsi dan menjalani aktivtas harian yang disebut sebagai gangguan depresi. 90 SL Edisi 89_tf.indd 75 12/18/21 9:44 AM


Bugar 76 SL 89 - 2021 Hai pembaca, pandemi masih harus diwaspadai, karena tidak bisa langsung lenyap dalam sekejap. Pandemi akan diminimalkan menjadi endemi, selagi kita semua taat PROKES. Semoga segera berlalu. Untuk tetap mewaspadai penyebaran, memang fitnes center sudah mulai beraktifitas kembali dengan PROKES yang ketat. Tetapi banyak kaum milenial seperti Satrio, masih memilih untuk melakukan di rumah. Selain merasa lebih nyaman juga memudahkan mengatur waktunya yang sangat padat sebagai wirausahawan. Satrio, seorang sarjana S2 yang padat kegiatannya, tetapi harus tetap menjaga kebugaran tubuhnya untuk bisa memaksimalkan ide-ide cemerlangnya yang terus memenuhi pikirannya. n Bagi Anda yang mempunyai masalah punggung, pinggang dan kaki, konsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu. n Konsultasikan dengan Personal Trainer secara online terlebih dahulu, untuk mengukur kemampuan Anda. Gym di rumah Tubuh berubah Latihan kali ini, Satrio mengajak Anda menggunakan 3 alat dari beberapa alat yang siap di ruang gym di rumahnya. Tiga latihan yang membentuk otot dan kebugaran tubuhnya adalah latihan yang meliputi otot tangan kaki, perut dan latihan kardio. Latihan ini setidaknya dilakukan seminggu 3 kali, minimal 1 jam. Satrio melakukan dengan panduan dari Internet Tutorial Training yang disesuaikan dengan kemampuan dirinya. n Selalu lakukan pemanasan. n Beban tergantung kesanggupan Anda, sebaiknya bertahap untuk penambahan berat bebannya. Naskah (dari be rbagai su mber) dan Foto: Alita Model: Satrio Dewantono Lokasi: Kediaman Satrio Dewantono (Pasar Minggu) editor: Winarti SL Edisi 89_tf.indd 76 12/18/21 9:44 AM


77 GeraKan PemanaSan Sebelum melakukan lati han, Satrio selalu melakukan pemanasan yang memang wajib dilakukan untuk menghindari cedera otot. Pemanasan yang dilakukan adalah untuk melemaskan otot leher, tangan dan kaki. 1. Otot leher Posisi badan tegak, perut terkunci, kepala diangkat, seperti dalam gambar. Tahan 10 hitungan, lalu turunkan seperti tampak dalam gambar. Tahan 10 hitungan, lakukan 3-5 kali, senyaman Anda. 2. Otot lengan & bahu Posisi badan tegak, perut terkunci, satu tangan menyilang depan dada, ditahan dengan tangan lainnya, sampai terasa di lengan dan bahu. Tahan 5-10 hitungan. Lakukan dengan tangan sebaliknya. Lakukan 3-5 kali senyaman Anda. 3. Otot kaki Berdiri tegak dengan posisi perut terkunci, seperti tampak dalam gambar. Angkat satu kaki Anda, tahan dengan tangan Anda. Terasa tarikan di otot kaki. Tahan 3-5 hitungan. Ganti dengan kaki lainnya. Tahan 3-5 hitungan. Ulangi 5 kali senyaman Anda. 4. Otot paha dan beti s Posisi seperti tampak dalam gambar. Perut tetap terkunci, kaki satu ditekuk ke arah belakang, lutut ti dak menyentuh lantai. Tahan 3-5 hitungan. Ganti posisi kaki yang lain. Lakukan 3-5 kali pengulangan, senyaman Anda. SL Edisi 89_tf.indd 77 12/18/21 9:44 AM


78 SL 89 - 2021 2. Incline dumbbell bench press Untuk mempertebal dada bagian atas, membentuk dada lebih sempurna dan kokoh. Posisi alat seperti tampak dalam gambar, atur sudut sandaran, sehingga posisi badan seperti tampak dalam gambar. Kedua tangan membawa beban, sejajar kepala, angkat lurus ke atas. Tahan sesuai kekuatan 3-10 hitungan. Bisa diulang 10-30 kali, sesuai kemampuan. 1. Dumbbell bench press Berfungsi untuk mempertebal dada bagian bawah Anda, agar tidak terlihat datar. Posisi alat seperti tampak dalam gambar. Rebahkan badan Anda, dengan pinggang yang terangkat, perut terkunci, posisi tangan di samping dada, dengan membawa dumbbell. Satrio menggunakan beban 2 x 5 kg di tangan kiri dan 2 x 5 kg di tangan kanan. Angkat ke dua tangan lurus ke atas. Seperti tampak dalam gambar. Tahan sesuai kekuatan, 5-10 hitungan. Satrio biasa mengulanginya 10-30 kali. Alat pertama: Bench, 5 gerakan: 4. Rear deltoid dumbbell row Latihan ini memperkuat otot deltoid, punggung atas, dengan target ke punggung, bisep, bahu dan perut sekaligus. Posisi seperti tampak dalam gambar. Satu kaki diletakkan pada alat, satu tangan menahan badan, sejajar dengan kaki, satu kaki di lantai, satu tangan memegang dumbbell, sejajar tangan lainnya, posisi perut terkunci, lalu angkat tangan yang membawa beban. Seperti tampak dalam gambar. Beban yang digunakan tetap 2x5 kg, lalu tangan kembali diturunkan. Lakukan 10 kali atau semampunya. Ganti posisi dengan tangan dan kaki lainnya. Lakukan 5-10 kali set (repetisi) sesuai kemampuan. 3. Seated dumbbell overhead press Untuk memperkuat otot seluruh bahu dan mempertebalnya. Posisi duduk membantu menstabilkan punggung. Posisi seperti tampak dalam gambar. Perut terkunci, tangan diangkat sejajar kepala, lalu angkat ke atas sampai kedua tangan Anda lurus. Tahan 3-10 hitungan. Bisa diulang 10-30 kali, sesuai kemampuan. Gerakan inti Setelah melakukan pemanasan, Satrio melanjutkan dengan latihan sebagai berikut: SL Edisi 89_tf.indd 78 12/18/21 9:44 AM


79 Alat keti ga: TREADMILL Untuk lati han kardio yang dapat menstabilkan peredaran darah, menguatkan jantung, mempertahankan keseimbangan metabolisme tubuh agar tetap prima dan mampu mempertahankan kekuatan otot. Satrio memulainya dengan yang perlahan dan semakin cepat, diakhiri dengan pendinginan, sesuai menu pada alat. Bisa dilakukan 30 menit, atau sesuai kemampuan, karena lati hanlati han yang lain sudah cukup berat. 5. Bicep curl Gunanya untuk menyempurnakan bentuk lengan ideal. Posisi seperti tampak dalam gambar. Satu tangan diletakkan pada lutut, satu tangan mulai dari bawah memegang dumbbell, angkat sampai sejajar perut, kembali ke posisi semula. Lakukan 10 kali atau semampunya. Ganti dengan posisi lengan lainnya. Lakukan 5-10 set atau sesuai kemampuan. Alat kedua: TRAINNER AB COASTER Untuk pembentukan otot perut abdominal Posisi awal seperti tampak dalam gambar pertama. Tarik segera ke atas sampai seperti posisi gambar ke 3. Tahan semampunya. Ulangi 5-15 kali. Nah, itulah olah bugar rumahan yang membuat tubuh Anda berubah. Salam sehat, tetap semangat! SL Edisi 89_tf.indd 79 12/18/21 9:44 AM


Kandungan nutrisi Ubi jumlah per 100 g Kalori (kcal) 85 Jumlah Lemak 0.1 g Lemak jenuh 0 g Kolesterol 0 g Natrium 55 mg Kalium 337 mg Jumlah Karbohidrat 20 g Serat pangan 3 g Gula 4.2 g Protein 1.6 g Vitamin C 2.4 mg Zat besi 0.6 mg Vitamin B6 0.2 mg Magnesium 25 mg Kalsium 30 mg SL Edisi 89_tf.indd 80 12/24/21 2:37 PM


81 Bahan: 500 g ubi jalar kukus, haluskan, bagi menjadi 4 bagian 100 g tepung kanji 1 sdm tepung ketan/kanji, larutkan dengan sedikit air 750 ml air 200 g gula merah 2 sdm gula pasir ¼ sdt garam 3 lbr daun pandan Saus santan: 350 ml santan kental ½ sdt garam 1 lbr daun pandan Campur ubi kukus, tepung kanji dan garam, uleni sampai rata dan bisa dibentuk lonjong mirip biji salak, sisihkan. Didihkan air, gula, dan daun pandan. Masukkan bulatan ubi, rebus sampai matang terapung. Masukkan larutan tepung, aduk. Angkat dari api, hidangkan bersama saus santan kental. Saus santan: Rebus semua bahan sambil diaduk dengan api kecil hingga mendidih, angkat. Bahan: 500 g ubi jalar kukus, haluskan 100 g tepung beras/kanji 100 g gula merah, iris halus 1 sdm gula pasir ½ sdt garam Bahan untuk menggoreng: 125 g tepung beras 75 ml air 1 sdm air kapur sirih 1 sdt gula pasir ¼ sdt garam Campur rata semua bahan, jadikan ±12 bh bulatan sebesar telur. Campur semua bahan untuk menggoreng menjadi adonan yang kental. Celupkan bulatan ubi ke adonan tepung, goreng dengan api sedang sampai kecokelatan. Lapisan ubi: 300 g ubi jalar kukus 60 g tepung kanji/ 50 g tepung beras 250 ml santan dari 1 btr kelapa 120 g gula pasir ½ sdt garam 1 sdt agar-agar bubuk Lapisan santan: 150 ml santan kental 3 sdm tepung beras 1 sdm tepung kanji ¼ sdt garam 5 sdm air panas Oles cetakan talam (mangkuk plasti k diameter 4-5 cm) dengan minyak. Selagi panas, haluskan ubi bersama semua bahan kering sambil tuangi santan dan diaduk hingga rata. Tuang adonan ke semua cetakan sebanyak ¾ bagian saja. Kukus matang dengan api kecil 10-15 menit, biarkan tetap di panci kukus. Campur semua bahan kering untuk lapisan atas, tuang santan, aduk rata, tambahkan air panasnya. Aduk, tuang merata ke atas semua mangkuk talam ubi. Kukus kembali sampai santan matang dan mengeras. Resep diambil dari buku: Kue-Kue Indonesia Oleh Yasa Boga Penerbit Gramedia Pustaka Utama Tahukah Anda bahwa ubi masuk ke dalam kategori superfood? Tak hanya sebagai sumber karbohidrat—kandungan serat, nutrisi dan antioksidannya pun cukup tinggi. Jika selama ini Anda mengolahnya sebatas menggoreng, mengukus dan merebusnya sebagai kolak saja, resep-resep berikut patut dicoba! BIJI SALAK Untuk 6-8 mangkuk BUAH JINGAH Untuk 12 bh PENTUL Untuk 8-10 tusuk @2 bh TALAM UBI JALAR Untuk 10-15 bh Dengan bahan dan cara membuat sama seperti Buah Jingah, buat bulatanbulatan sebesar bakso. Goreng sampai kecokelatan. Tusukkan 2-3 bh pada lidi sate, taburkan gula halus. Foto dari kiri atas searah jarum jam: Biji Salak, Pentul & Buah Jingah, dan Talam Ubi SL Edisi 89_tf.indd 81 12/24/21 2:37 PM


82 Sl 89 - 2021 wisata Sehat Sejarah merupakan Perjuangan BentenG Pendem Van den BoSch Agustus 2020, saat ada keperluan yang sangat penti ng di Ngawi, kami sempatkan meliput tempat yang sangat bersejarah ini, yang hanya berjarak waktu 10 menit dari rumah kediaman kami, dan hampir tak terdengar menjadi tempat wisata. Pada saat itu Ngawi merupakan daerah yang relati f cukup aman, kami menggunakan kendaran pribadi dari Jakarta, dengan waktu tempuh 8 jam, termasuk isti rahat di dalam mobil, dan isi Kami disambut dengan papan peringatan yang dipasang di banyak tempat-tempat strategis mudah terlihat. Tidak hanya di luar, di dalam pun juga tetap dipasang, sehingga diharapkan tidak ada pengunjung yang abai. bahan bakar, melalui jalan toll yang cukup panjang. Kami pantau juga rest area yang bersih dan taat prokes, membuat kami juga merasa lebih aman dan nyaman. Kami mengunjungi Benteng Pendem Van Den Bosch, pada pagi hari, menghindari pengunjung lainnya, hari ini , tepat tgl 17 Agustus, sehingga kemungkinan ada beberapa pengunjung yang akan hadir. Suasana masih sepi, dengan ti ket masuk Rp. 5000 dan Rp. 3000 untuk kendaraan, sangat terjangkau untuk ukuran kota besar Jakarta dan Surabaya. Lapangan yang luas membentang pada saat kami masuk area Benteng tersebut, tempat parkirpun masih relati f kosong, hanya ada beberapa mobil dan motor yang sudah terparkir di situ. naSKah dan Foto: Alita m o d e l : Apriana l o K a S i : Benteng Pendem Van Den Bosch, Jl . Untung Suropati, Ngawi, Jawa Timur SL Edisi 89_tf.indd 82 12/18/21 9:45 AM


83 Benteng ini ada sejak tahun 1839, dipergunakan sampai tahun 1845, jadi memang tidak semuanya dapat diperbaiki tanpa merubah, atau merusak aslinya, rasanya seperti di zaman Romawi, bangunannya yang kokoh itu, begitu mencekam, kalau kita benar-benar menghayatinya. Ini bagian luar yang tampak dari area parkir, merupakan bagian gerbang yang kokoh, beruntung saya ditemani seorang kerabat dari Surabaya, sehingga saya dapat sedikit mendapat penjelasan Benteng ini. Saya pun meminta kepada Apriana, ibu 2 anak ini untuk membantu, menjadi model kami. Indah juga kan berfoto seperti Apriana. Pada bagian agak depan terdapat penjara yang sangat tidak manusiawi dan sangat menyeramkan, selain tanpa penerangan, bentuk ruang nya pun sangat menyeramkan, karena posisi tawanan ada yang hanya bisa terlentang dan telungkup, (gambar yang bentuk jendelanya oval), sedangkan yang bentuk jendelanya kotak, tawanan dalam posisi jongkok, mengerikan dan menyedihkan, sehingga kemungkinan mereka bisa bertahan hidup sangat kecil, selain ukuran tempatnya, kondisi mental juga menjadi sangat tertekan. Semangat Indonesia !!! Masuk ke area yang lebih dalam, Anda akan melihat pemandangan bangunan yang menakjubkan. Ada yang menarik, di sana ternyata disediakan makanan untuk burung-burung bagi para pengunjung. Ada juga warung kopi yang unik, yang konon pernah dikunjungi oleh Presiden Jokowi, pada saat berkunjung ke sini tahun 2019. Tapi pada saat pandemi ini, pengunjung tidak diijinkan masuk, jadi pembelian hanya melalui jendela yang dihiasi bunga putih ini. Kami mulai memasuki area dalam, di sebelah kiri kami terlihat pintu kokoh yang kami tidak bisa masuk ke dalamnya, dan terdapat rangka besi yang sangat tebal, yang menyerupai pintu, tetapi terdapat roda untuk rantai dengan engkolnya, yang saya pun tidak menemukan jawaban untuk apa rangka tersebut. Ayo jalankan Prokes secara konsisten agar kita terbebas dari Pandemi. Siapkan diri untuk berwisata menikmati keindahan alam dan mengunjungi situssitus bersejarah Indonesia. SL Edisi 89_tf.indd 83 12/18/21 9:45 AM


Tradisional 84 Sl 89 - 2021 Belanja Sehat Kerajinan tradisional indonesia, memang luar biasa, bahan baku kain tradisional Kalimantan, Sasirangan, dan keterampilan Bordir tangan, dapat ditampilkan dengan ide kekinian. Di sini Anda bisa memesan warna dan berdiskusi moti f yang diinginkan. Seperti moti f desain yang kami tampilkan, merupakan pesanan pelanggan dari berbagai daerah, termasuk Jakarta. Beberapa moti f sasirangan yang dikombinasi dengan bordir, menambah canti k tampilan. Harga bervariasi, tergantung jenis, ukuran kain, jumlah warna dan banyaknya bordir, mulai dari Rp. 350.000 sampai jutaan Rupiah. Pengrajin tetap menyiapkan Kain Sasirangan yang sudah menjadi kemeja atau rok, dan juga menyiapkan padu padan kainnya, selain membuat pernik yang lain. Di Atun Cempaka Sasirangan, kami langsung bertemu dengan pemilik dan juga desainernya, Atun. Seorang ibu, begitu biasa dipanggil para pelanggannya, dengan sabar menjelaskan macam-macam produknya. Bahan Tampilan Milenial n a S K a h d a n F o t o : Alita l o K a S i : Jln H Mistar Cokrokusumo, RT10-RW04, Bangkal, Desa Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70733 SL Edisi 89_tf.indd 84 12/18/21 9:45 AM


Untuk Perniknya juga beragam loh, mulai dari fesyen sampai perlengkapan rumah. 85 Tatakan dan tutup gelaspun tampak cantik, Anda bisa memesan bersamaan dengan serbet dan taplak mejanya, akan dipadankan dengan warna yang sesuai, menambah semarak meja makan Anda. Sandal rumahpun dibuat menjadi cantik, empuk, lembut, dan nyaman dipakai. Jika ingin mengetahui dan memesannya, Anda bisa menghubungi nomor ini 0813 4831 8672, atau dapat langsung mendatangi tokonya (dengan perjanjian lebih dulu). Bisa juga Follow IG @ atuncempakasasirangan. Kerajinan ini dapat menjadi hadiah atau untuk kita pergunakan sendiri. Cinta buatan Indonesia, dengan keanekaragaman Budaya dan kearifan lokalnya. Sajadah, atau dapat juga untuk permadani mini. Bordir sarung bantal kursi yang dihiasi manik-manik, dengan gambar ikan yang merupakan ikon Kalimantan, Banjarmasin khususnya. Hiasan alas untuk meja. Yuk, kita lestarikan. Kantung tempat botol air mineral juga ada loh, dengan warnawarna cerah. SL Edisi 89_tf.indd 85 12/18/21 9:45 AM


Liputan 17 SEP 86 SL 89 - 2021 PT Prodia Widyahusada Tbk berhasil meraih predikat Gold dalam kategori Parti sipasi dan Kesempatan bagi Perempuan untuk Memimpin Perusahaan pada ajang Indonesia Sustainable Development Goals (SDGs) Awards 2021 yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai lead sector dalam SDGs di Indonesia serta kerja sama dengan Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian dan lembaga pegiat SDGs lainnya. Indonesia SDGs Awards bertujuan untuk mengapresiasi dunia usaha yang telah berkontribusi pada pencapaian SDGs di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum CFCD Thendri Supriatno dan para Direktur Utama perusahaan BUMN dan swasta. Legal Head & Corporate Secretary Prodia Marina Eka Amalia mengatakan bahwa,”Kami berterima kasih kepada Corporate Forum for CSR Development, Kementerian Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan pihak terkait yang telah secara berkala memberikan apresiasi bagi perusahaan yang berkomitmen dalam mendukung pencapaian SDGs di Indonesia. Junjung Tinggi Kesetaraan Gender dan Kepemimpinan Perempuan, Prodia Raih Predikat Gold pada Indonesia Sustainable Development Goals (SDGs) Awards 2021 17 SEP Prodia meraih lagi penghargaan The Best in Building and Managing Corporate Image kategori laboratory dalam Corporate Image Award 2021 sebagai bukti bahwa Prodia mampu mempertahankan reputasi perusahaan bahkan di tengah pandemi di Indonesia sejak awal tahun 2020. Hal ini menjadi salah satu bukti nyata usaha Prodia untuk selalu menjadi centre of excellence dan menjadi pusat layanan kesehatan Next Generati on Medicine. Penghargaan ini diserahkan oleh COO Marketi ng Group, Hartono Yarmantho dan diterima oleh Indriyanti Rafi Sukmawati , Business and Marketi ng Director PT. Prodia Widyahusada Tbk di Prodia Tower, Jakarta Pusat. Citra Perusahaan Konsisten Positif, Prodia Kembali Raih Corporate Image Award 2021 SL Edisi 89_tf.indd 86 12/21/21 10:48 AM


87 17 SEP Prodia kembali raih penghargaan kategori Clinical Laboratory pada Service Quality Award 2021 konvensional (pelayanan tradisional berupa interaksi langsung dengan pelanggan) dan pelayanan digital. Penghargaan ini diserahkan oleh COO Marketi ng Group, Hartono Yarmantho dan diterima oleh Indriyanti Rafi Sukmawati , Business and Marketi ng Director PT. Prodia Widyahusada Tbk di Prodia Tower, Jakarta Pusat. Service Quality Award 2021 merupakan ajang penghargaan yang diadakan berdasarkan riset nasional terhadap kepuasan pelanggan atas Service Quality Index (SQI). Penghargaan ini didapat berdasarkan persepsi pelanggan yang dihimpun oleh Lembaga riset Carre Service Quality Monitoring (Carre SQM). Survei dan penilaian terhadap kepuasan pelanggan dilakukan oleh Carre-Center for Customer Sati sfacti on and Loyalty (Carre CCSL) secara nasional meliputi 4 kota besar (Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang), serta melibatkan lebih dari 5.000 responden yang memberikan pendapat mengenai beberapa parameter, termasuk: Service Accessibility, Service Process, People dan Service Soluti on (solusi yang terkait informasi, transaksi dan penanganan komplain). tingkatkan Kemudahan Pelanggan mengakses layanan Selama Pandemi, Prodia mendapatkan Service Quality award 2021 17 SEP Prodia kembali mempertahankan posisi teratas selama 13 tahun berturut-turut dalam ajang Top Brand Award yang diselenggarakan oleh Fronti er Group dan Majalah Marketi ng untuk kategori Laboratory. Di tahun ini, Prodia meraih nilai Top Brand Index terti nggi yakni 46,9% di kategori laboratorium di Indonesia. Dalam penilaian Top Brand Award tahun ini, inovasi dan keakti fan merek di masa pandemi menjadi penilaian tersendiri. Hal ini dirasa perlu karena saat ini para brand berada dalam situasi sulit akibat pandemi. Seluruh kegiatan dipaksa beradaptasi secepat mungkin, berubah kearah digital dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Semakin dipercaya, Prodia Kembali raih top Brand award 2021 SL Edisi 89_tf.indd 87 12/18/21 9:45 AM


SL Edisi 89_tf.indd 88 12/18/21 9:45 AM


Click to View FlipBook Version