The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nilatrisnawati, 2023-08-07 05:16:08

MODUL KEARIFAN LOKAL + LAMPIRAN LKPD

MODUL KEARIFAN LOKAL + LAMPIRAN LKPD

1


2 Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila KEARIFAN LOKAL “Mengenal Pesona Indonesia Tengah” Disusun Oleh: 1. Intan Khoirunnisa, S.Pd. 2. Nila Trisnawati, S.Pd. 3. Ine Nurlita Sari, S.Pd. Gr 4. M. Ramdhan, S.Kom. 5. Faiqoh Faqih, M.Pd 6. Zulfa Wardhany, S.Pd 7. Mellina Kadar Sari, S.Pd. M.Hum. SMA ISLAM AL-AZHAR BUMI SERPONG DAMAI [I AM SMALBESD, I AM THE BEST] 2023/2024


3 Profil Pelajar Pancasila Kearifan Lokal A. Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Projek - Komitmen seluruh warga sekolah untuk sadar, konsisten, dan berkomitmen untuk menghargai berbagai bentuk keberagaman yang ada di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. - Persepsi akan suatu budaya atau pengetahuan lokal akan rentan bias, sehingga penting bagi kelompok guru secara sadar memahami kemungkinan tersebut sehingga pengetahuan lokal yang diambil adalah yang paling berguna bagi kebutuhan pembelajaran. B. Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian Projek Beberapa bentuk kearifan lokal seperti sastra lisan (pantun, cerita rakyat, peribahasa), tradisi, artefak budaya, produk kesenian dan kerajinan merupakan warisan leluhur yang sangat bernilai. Kearifan lokal ini sudah ada sejak ribuan tahun dan diciptakan untuk beragam tujuan, diantaranya untuk menjaga sumber daya alam dan sumber daya lokal. Namun, generasi yang hidup di masa sekarang umumnya kurang memahami makna kearifan lokal ini sehingga tantangan yang terjadi di masa sekarang terkait sumber daya alam dan sumber daya lokal seolah datang begitu saja tanpa ancang-ancang. Padahal beberapa nilai kearifan lokal sendiri memiliki potensi untuk mencegah masalah yang ada terjadi (preventif). Projek ini dimulai dengan tahap pengenalan, peserta didik diajak untuk mengenali bentuk dan fungsi kearifan lokal yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan menemukan hubungan antara identitas diri, identitas budayanya, dan belajar untuk memahami bahwa identitas adalah sebuah konsepsi yang dinamis dan selalu berubah. Berangkat dari pemahaman tentang identitas ini, peserta didik membongkar asumsinya terhadap identitas budaya yang ada di wilayahnya maupun budaya orang lain. Dengan demikian, diharapkan peserta didik dapat menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan kearifan


4 lokal sebuah kelompok masyarakat. Tahap ini ditutup dengan menemukan masalah atau tantangan yang terjadi di sekitarnya yang memiliki kait dengan sumber daya alam atau sumber daya lokal. Setelah itu projek dilanjutkan dengan tahap kontekstual, dimana pada tahap ini peserta didik diajak untukmelihat langsung bagaimana bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah Indonesia. Dari sini peserta didik diminta untuk mengkritisi hubungan antara bentuk kearifan lokal yang ditemukan dan fungsinya bagi masyarakat. Tahap ini diakhiri dengan membayangkan kondisi impian yang peserta didik harapkan terjadi pada lingkungannya dan kearifan lokal yang ada di wilayah Indonesia. Projek dilanjutkan dengan tahap aksi yang bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk menggaungkan kearifan lokal yang ditemui dan bermakna bagi peserta didik sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang ia miliki. Seluruh peserta didik membagikan pengetahuannya akan kearifan lokal kepada warga sekolah, guru, dan perwakilan masyarakat. Lalu, projek diakhiri dengan tahap refleksi dan tindak lanjut, refleksi yang dilakukan adalah refleksi akhir projek profil untuk membahas proses berjalannya projek profil secara keseluruhan. Sebagai bentuk dari refleksi tindak lanjut, kegiatan refleksi ini juga memiliki proyeksi ke belakang (apa yang sudah dilakukan) dan ke depan (apa yang akan dilakukan setelah ini). Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan dua dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu Bernalar Kritis dan Kreatif yang akan dijabarkan pada halaman berikutnya. C. Tahapan dalam proyek Tahapan Pengenalan Tahapan pengenalan terdiri dari : 1. Mengenalkan pengertian Kearifan Lokal 2. Mengenalkan bentuk dan fungsi Kearifan Lokal 3. Mengenalkan daerah – daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. 4. Melakukan visitasi ke situs-situs budaya dari daerah – daerah yang


5 ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. Tahapan Kontekstual Tahapan kontekstual terdiri dari : 5. Mencari Informasi budaya seperti lagu, makanan khas, tarian atau tradisi khusus, dan kerajinan tangan dari daerah – daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. 6. Mengumpulkan informasi terkait budaya seperti lagu, makanan khas, tarian atau tradisi khusus, dan kerajinan tangan dari daerah – daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. Tahapan Aksi Tahapan aksi terdiri dari : 7. Menentukan bentuk aksi yang akan ditampilkan, yaitu: lagu daerah, makanan khas, tarian atau tradisi khusus daerah, dan kerajinan tangan daerah dari wilayah Indonesia Tengah khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. 8. Mempersiapkan aksi yang akan ditampilkan. 9. Melakukan simulasi aksi 10. Mengadakan pertunjukkan dan pameran aksi Tahapan Refleksi dan Tindak Lanjut 11. Tahapan refleksi yaitu merefleksikan kegiatan projek yang telah dilakukan mulai dari tahap pengenalan hingga tahap aksi dan diejawantahkan dalam bentuk laporan hasil proyek.


6 D. Dimensi, Elemen dan Sub elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Terkait Sub-elemen Pelajar Pancasila Target Pencapaian di akhir Fase E Aktivitas Terkait Bernalar Kritis Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber terkait budaya Indonesia bagian Tengah. 12 3 4 5 6 Kreatif Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal. Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya bagi diri dan lingkungannya 7 8 9 10 11 E. Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran Statistik kebudayaan tahun 2017 mencatat bahwa jumlah kesenian yang akan punah mencapai angka 143, terdiri atas seni


7 rupa, seni musik, seni teater, seni tari, sastra dan kesenian lainnya. Di sisi lain, statistik kebudayaan tahun 2018 juga mencatat ada 34 bahasa daerah yang akan punah. Hal ini penting untuk jadi perhatian kita bersama karena beberapa ragam seni dan bahasa daerah merupakan hasil akumulasi pengetahuan lokal masyarakat Indonesia dalam jangka waktu yang panjang. Belum lagi ditambah beberapa budaya lokal tersebut mengandung makna mendalam untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan sumber daya lokal dengan mencerminkan relasi antar manusia, relasi manusia dengan Tuhan, dan relasi manusia dengan semesta. Nilai-nilai pengetahuan lokal yang terwujud dalam berbagai bentuk budaya lokal ini penting untuk terus digaungkan dan diwariskan pada generasi selanjutnya agar tetap lestari. Sejalan dengan hal tersebut, sekolah sebagai salah satu institusi budaya memiliki peran untuk ambil bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang kini keadaannya semakin terancam dari waktu ke waktu. Selain itu, sekolah yang dapat memberikan pengalaman akan keberagaman budaya yang dibutuhkan, diikuti dengan refleksi pada tahapannya akan membentuk masukan danpengalaman positif dari keberagaman itu sendiri. Di mana hal ini akan menghasilkan peserta didik yang mampu mengelola perbedaan secara konstruktif, beradaptasi dengan baik, membangun sinergi atas perbedaan sehingga sekolah dapat mendorong peserta didik lebih mudah dan siap menjadi bagian dari masyarakat global. Bagaimanapun, sebagai kompas kehidupan, budaya dapat mengarahkan kita untuk berpikir,merasa, bertindak, dan berkarya ke arah benar salah, baik buruk, pantas tidak pantas. F. Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek Ini Perangkat ajar ini dirancang untuk membantu guru untuk melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mengusung tema Kearifan Lokal. Di dalam perangkat ajaruntuk projek “Mengenal Pesona Indonesia Tengah” ini, ada 11 (sebelas) aktivitas yang saling berkaitan. Tim Penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan pada semester pertama kelas X dikarenakan aktivitas yang ditawarkan disusun dengan sedemikian rupa agar peserta didik tidak


8 hanya mengetahui isu kearifan lokal secara teori saja, tetapi juga bisa mengkritisi fungsi kearifan lokal tersebut dan kaitannya dengan masalah sumber daya alam atau sumber daya lokal yang terjadi saat ini. Waktu yang direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah 1 (satu) semester, dengan total 162 Jam Pelajaran (JP). Sebaiknya ada jeda waktu antar aktivitas agar disatu sisi para guru mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan materi untuk memantik diskusi dan refleksi peserta didik. Peserta didik juga mempunyai waktu untuk berpikir, berefleksi dan menjalankan masingmasing aktivitas dengan baik. Namun demikian, tim penyusun memahami bahwa kondisi tiap sekolah berbeda-beda. Oleh karena itu, guru dan kepala sekolah mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menyesuaikan jumlah aktivitas, alokasi waktu per aktivitas, dan apakah semua aktivitas diselesaikan dalam waktu singkat atau disebar selama satu semester/satu tahun ajar. Materi ataupun rancangan aktivitas juga bisa disesuaikan agar projek bisa berjalan efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah juga kondisi daerah tempat sekolah berdiri. Kami juga akan memberikan saran praktis dan alternatif pelaksanaan beberapa aktivitas, serta rekomendasi aktivitas pengayaan, jika diperlukan.


9 Aktivitas 1 Tahapan Pengenalan : Mengenalkan pengertian Kearifan Lokal Waktu : 3 JP Bahan : Materi Video, Proyektor, Laptop Peran Guru : Narasumber dan Fasilitator Persiapan Guru membekali diri dengan pengetahuan akan definisi dan berbagai bentuk kearifan lokal yang memiliki hubungan dengan keberlanjutan sumber daya alam. Pelaksanaan 1. Guru mengawali projek dengan meminta peserta didik untuk mencari informasi terkait kearifan lokal. 2. Setelah peserta didik selesai menulis, guru bersama dengan peserta didik membahas hasiltulisan peserta didik dan menanyakan jika ada peserta didik lain yang menuliskan hal serupa. 3. Guru menggali lebih dalam apakah peserta didik tahu arti kearifan lokal. 4. Setelah itu, guru bertanya kepada peserta didik tentang pengertian dan bentuk kearifan lokal yang diketahui. Beberapa pertanyaan pemantik yang bisa dipakai: a. Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata kearifan lokal? b. Menurutmu, apa itu kearifan lokal? Seperti apa bentuknya? c. Kearifan lokal apa yang kamu ketahui? Berasal dari daerah mana kearifan lokal tersebut? d. Bagaimana kamu bisa mengetahui bentuk kearifan lokal tersebut? Apakah kamu tahu ataupernah mencari tahu makna dibalik kearifan lokal tersebut? Tugas Peserta didik diminta untuk mencari tahu pengertian and salah satu contoh


10 kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis nilia-nilai kearifan lokal yang ada di wilayahmu.


11 Aktifitas 1 Lembar Kerja Peserta Didik


12 Aktivitas 2 Tahapan Pengenalan : Mengenalkan bentuk dan fungsi Kearifan Lokal Waktu : 3 JP Bahan : Materi Video, Proyektor, Laptop Peran Guru : Narasumber dan Fasilitator Persiapan Guru membekali diri dengan pengetahuan akan salah satu bentuk dan fungsi kearian lokal diIndonesia. Pelaksanaan 1. Guru meminta peserta didik untuk menceritakan hasil temuan mereka dari tugas aktivitas 1. 2. Guru memutar video “kearifan lokal di Indonesia” untuk penguatan dan berjaga-jaga jika ada peserta didik yang tidak mengerjakan tugas 3. Guru menggali lebih dalam pengetahuan peserta didik akan “bentuk dan fungsi kearifan lokaldi Indonesia”. Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat dipakai adalah sebagai berikut: a. Menurutmu, apa saja bentuk dan fungsi kearifan lokal? b. Apa manfaat dari mengetahui bentuk dan fungsi kearifan lokal? b. Guru lalu menceritakan bentuk dan fungsi kearifan lokal. Tugas Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi bentuk dan fungsi kearifan lokal yang telah dipilih.


13 Aktivitas 2 Lembar Kerja Peserta Didik


14 Aktivitas 3 : Tahapan pengenalan : Mengenalkan daerah – daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. Waktu : 4 JP Bahan : Materi Video, Proyektor, Laptop Peran Guru : Narasumber dan Fasilitator Persiapan Guru membekali diri dengan pengetahuan akan daerah – daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. Pelaksanaan 1. Guru meminta anak untuk menceritakan hasil temuan mereka. 2. Guru memberikan pertanyaan seputar budaya daerah-daerah dari Indonesia bagian tengah sebagai pemantik. Pertanyaannya adalah : a. Siapa yang berasal dari daerah Tengah Indonesia? b. Apa yang kalian tahu tentang budaya di Indonesia Tengah? c. Sebutkan kebudayaan apa yang kalian tahu dan juga nama daerahnya? 3. Setiap fasilitator yang ditunjuk akan menjelaskan tentang daerah – daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara, sesuai dengan kelompoknya.


15 Tugas Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi budaya-budaya apa saja yang dapat mereka temukan di daerah-daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara.


16 Aktivitas 3 Lembar Kerja Peserta Didik


17 Aktivitas 4 : Tahapan Pengenalan : Melakukan visitasi ke TMII dari daerah – daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. Waktu : 10 JP Bahan : Buku, Alat Tulis, Kamera, Handphone Peran Guru : Fasilitator Persiapan Guru mempersiaakan kegiatan acara, perlengkapan serta transportasi untuk kegiatan visitasi miniatur daerah-daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara di TMII Pelaksanaan 1. Peserta didik mengunjungi TMII untuk melihat miniatur daerah-daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. 2. Peserta didik mendengarkan penjelasan tour guide tentang aspek budaya dari daerah-daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. 3. Peserta didik diminta untuk menceritakan hasil kunjungan mereka dari miniatur daerah di TMII secara acak. Tugas Guru meminta Peserta didik untuk menyatukan informasi tentang elemenelemen budaya dari daerah-daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT),


18 Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara, seperti lagu daerah, makanan khas, tarian daerah, kerajinan tangan dan tradisi khusus daerah tersebut.


19 Aktivitas 4 Lembar Kerja Peserta Didik


20 Aktivitas 5 Tahapan Kontekstual : Mencari Informasi budaya seperti lagu daerah, makanan khas, tarian daerah, kerajinan tangan dan tradisi khusus dari daerah – daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara Waktu : 5 JP Bahan : Materi Video, Proyektor, Laptop, handphone Peran Guru : Fasilitator Persiapan 1. Guru membaca hasil LKPD dari perjalanan sebelumnya. 2. Guru membagi Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok Guru membagi kelas berdasarkan daerah – daerah yang ada di donesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara. Contoh : Kelas X.1 Sulawesi Barat Kelas X.2 Nusa Tenggara Barat (NTB) Kelas X.3 Sulawesi Tengah Kelas X.4 Sulawesi Tenggara Kelas X.5 Sulawesi Utara Kelas X.6 Nusa Tenggara Timur (NTT) Kelas X.7 Sulawesi Selatan Pelaksanaan 1. Peserta didik berkumpul dengan group masing-masing 2. Peserta didik menceritakan hasil visitasi ke fasilitator. 3. Peserta didik melakukan online or library research berkenaan dengan topik yang mereka dapatkan. Tugas Peserta didik mencari informasi sebanyak banyaknya tentang elemen yang mereka dapat.


21 Aktivitas 5 Lembar Kerja Peserta Didik


22 Aktivitas 6 : Tahapan Kontekstual : Mengumpulkan informasi terkait budaya seperti lagu daerah, makanan khas, tarian daerah, kerajinan tangan dan tradisi khusus dari daerah – daerah yang ada di Indonesia bagian tengah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara Waktu : 5 JP Bahan : Materi Video, Proyektor, Laptop Peran Guru : Fasilitator Pelaksanaan 1. Peserta mendapatkan elemen budaya yang ditentukan berdasarkan undian. Elemen-elemen budaya tersebut adalah sebagai berikut : a. Lagu Daerah (pementasan) b. Tarian/ Tradisi Daerah (pementasan) c. Makanan Khas (produk) d. Kerajinan Tangan (produk) 2. Peserta didik mengumpulkan data-data berupa gambar tentang elemen budaya dari daerah yang telah ditentukan. 3. Perseta didik mempertimbangkan jenis tarian/ makanan/ tradisi/ lagu/ kerajinan tangan daerah apa yang akan diambil.


23 Aktivitas 7 : Tahap Aksi : Menentukan bentuk aksi yang akan ditampilkan, yaitu: lagu daerah, makanan khas, tarian daerah, kerajinan tangan dan tradisi khusus daerah dari wilayah Indonesia Tengah khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara Waktu : 8 JP Peran Guru : Fasilitator dan PIC Persiapan a. PIC tiap elemen budaya mempersiapkan LKPD. b. Fasilitator membaca dan mempelajari LKPD yang telah dibuat PIC. Pelaksanaan Peserta didik mengisi LKPD sesuai dengan elemen budaya yang telah ditentukan. LKPD mencangkupbeberapa informasi seperti perencanaan timeline kerja, perancangan dana, pendataan properti, dll. Berikut elemen budaya yang telah ditentukan. a. Lagu Daerah (pementasan) b. Tarian/ Tradisi Daerah (pementasan) c. Makanan Khas (produk) d. Kerajinan Tangan (produk) Tugas Pengisian LKPD yang berkaitan dengan elemen budaya dari tiap-tiap daerah.


24 Aktivitas 7 Lembar Kerja Peserta Didik LAGU DAERAH


25


26


27 Aktivitas 7 Lembar Kerja Peserta Didik TARIAN / TRADISI DAERAH


28


29


30 Aktivitas 7 Lembar Kerja Peserta Didik MAKANAN KHAS


31


32 Aktivitas 7 Lembar Kerja Peserta Didik KERAJINAN TANGAN


33


34 Aktivitas 8 : TAHAPAN AKSI : Mempersiapkan aksi yang akan ditampilkan Waktu : 70 JP Peran Guru : Fasilitator Persiapan Guru memastikan seluruh kelompok telah memilih elemen budaya yang dipilih. Pelaksanaan Seluruh Peserta didik berlatih untuk menampilkan elemen budaya tersebut.


35 Aktivitas 9 : Tahapan Aksi : Melakukan simulasi aksi Waktu : 18 JP Bahan : Stage Peran Guru : Fasilitator Persiapan 1. Guru memastikan seluruh kelompok telah memilih elemen budaya yang dipilih. 2. Guru memastikan bahwa kelompok telah memeiliki perlengkapan untuk tampil. Pelaksanaan 1. Peserta didik dengan elemen budaya yang sama akan melakukan gladi bersih untuk penampilan didampingi oleh Guru. 2. Peserta didik memberikan masukan pada penampilan group yang lain. 3. Guru memberikan masukan pada semua tampilan. Tugas Peserta didik menampilkan elemen budaya tersebut.


36 Aktivitas 10 : TAHAPAN AKSI : Mengadakan pertunjukkan dan pameran aksi Waktu : 10 JP Bahan : stage, audio system, costume Peran Guru : Fasilitator Persiapan 1. Guru beserta peserta didk mempersiapkan hasil kerja yang akan ditampilkan dan mengatur ruangan. 2. Guru beserta peserta didk mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Pelaksanaan 1. Peserta didik siap siaga berdiri di samping hasil kerja selama satu semester dan aksi pelestarian kearifan lokal. Aksi berupa penampilan seperti lagu daerah dan tarian akan ditampilkan setelah pengunjung selesai berkeliling atau aksi tersebut dapat direkam kemudian ditampilkan pada pada stand/meja kelompok peserta didik. 2. Pengunjung yang terdiri dari pimpinan sekolah, guru, orang tua dan/atau komunitas sekitar sekolah berkeliling dari satu tim ke tim lain untuk mendengarkan presentasi singkat dari tiap tim dan memberikan pertanyaan atau umpan balik. Setiap umpan balik ditulis dalam satu post it atau ditulis pada lembar umpan balik. 3. Setelah proses presentasi dan penilaian selesai dilakukan, pengunjung mengisi formulir penilaian 4. Jika ingin mengadakan pemenang, maka kategori dan jumlah pemenang dapat ditentukan oleh sekolah.


37 Aktivitas 11 : Tahapan Refleksi dan Tindak Lanjut : Merefleksikan kegiatan projek yang telah dilakukan mulai dari tahap pengenalan hingga tahap aksi dan diejawantahkan dalambentuk laporan. Waktu : 22 JP Peran Guru : Fasilitator Objektif: - peserta didik mampu mengevaluasi dan merefleksikan seluruh proses dari awal sampaiakhir - peserta didik mampu mengidentifikasi hal yang paling berkesan, menantang, hal baru yangia dapat, dlsb - peserta didik mampu mengungkapan perasaan dan pikiran yang terjadi di sepanjang projek - Peserta didik mampu membuat laporan tertulis berkaitan dengan kegiatan P5 yang telah mereka kerjakan. Persiapan - Guru meminta anak-anak mengumpulkan mengumpulkan umpan balik yang diberikan oleh pengunjung. - Guru menyiapkan LKPD yang berkenaan dengan refleksi kegiatan. - Guru mempelajari ketentuan-ketentuan penulisan laporan hasil tindak lanjut serta elemen-elemen dalam laporan tahapan tindak lanjut. Pelaksanaan 1. Peserta didik mengumpulkan umpan balik yang diberikan oleh pengunjung, mendiskusikan umpan balik tersebut dan memberi kategori pada setiap umpan balik: a. Hal yang sudah berjalan baik b. Hal yang dapat menjadi pengembangan ke depan c. Pertanyaan yang didapat d. Ide baru yang muncul 2. Guru meminta peserta didik untuk mengisi LKPD tentang refleksi pribadi akan perjalanan projek dari awal hingga akhir serta mengajak peserta didik untuk mengembangkan ide pelestarian


38 kearifan lokal. 3. Guru menjelaskan ketentuan-ketentuan dalam penulisan laporan projek. 4. Guru juga menjelaskan tentang elemen-elemen dalam laporan projek. 5. Peserta mulai menulis laporan. Tugas - Pengerjaan LKPD Refleksi - Pembuatan Laporan Proyek


39 Aktivitas 11 Lembar Kerja Peserta Didik


40 BENTUK LAPORAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA A. SAMPUL Contoh Sampul LAPORAN TINDAK LANJUT PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA TEMA : KEARIFAN LOKAL “MENGENAL PESONA INDONESIA TENGAH” Makanan Tradisional dari Sulawesi Utara : Pisang Goreng Sambel Roa Hasil Laporan ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Hasil Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Disusun Oleh : Syaira Janeeta Mahya (12345678) SMA ISLMA AL-AZHAR BUMI SERPONG DAMAI [I AM SMALBESD, I AM THE BEST] 2023/2024 B. LEMBAR PENGESAHAN Hasil Laporan Tindak Lanjut Proyek Penguatan Profil Pelajat Pancasila yang Berjudul Makanan Tradisional dari Sulawesi Utara : Pisang Goreng Sambel Roa, telah Disetujui dan Disahkan Oleh :


41 Koordinator P5 Fasilitator Nila Trisnawati, S.Pd (Nama Lengkap dan gelar) C. KATA PENGANTAR (Kata pengantar adalah salah satu bagian awal (pendahuluan) dari sebuah karya ilmiah. Pada bagian ini, penulis mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak yang telah membantunya menyelesaikan karya tersebut.) D. DAFTAR ISI Contoh Daftar Isi : DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i LEMBAR PENGESAHAN ii DAFTAR ISI iii ISI LAPORAN A. Latar Belakang 1 B. Informasi Daerah 4 C. Tahapan-Tahapan 6 D. Pembagian Kerja 7 E. Timeline Pengerjaan 8 F. Refleksi 9 LAMPIRAN-LAMPIRAN 11 BIODATA PENYUSUN 12 E. ISI MATERI 1. LATAR BELAKANG


42 (Bagian ini memuat penjelasan mengenai alasan-alasan masalah yang dikemukakan dalam penelitian yang dianggap menarik, penting dan perlu diteliti). 2. INFORMASI TENTANG DAERAH (Berisikan segala informasi tentang daerah yang ditelusuri.) 3. TAHAPAN-TAHAPAN (Berisikan tahapan-tahapan P5 yang telah dikerjakan beserta kegiatannya.) a. Tahapan Pengenalan (Dalam tahapan ini, peserta didik menulis apa yang mereka lakukan pada tahap pengenalan.) b. Tahapan Kontekstual (Dalam tahapan ini, peserta didik menulis apa yang mereka lakukan pada tahap kotekstual.) c. Tahapan Aksi (Dalam tahapan ini, peserta didik menulis apa yang mereka lakukan pada tahap Aksi.) d. Tahapan Refleksi dan Tindak Lanjut (Dalam tahapan ini, peserta didik menulis apa yang mereka lakukan pada tahap Refleksi dan Tindak Lanjut). 4. PEMBAGIAN KERJA (Berisikan peran-peran yang di dapat selama proyek berlagsung) 5. TIMELINE PENGERJAAN (Bagian ini berisikan kegiatan tertentu yang dilakukan selama proyek berlangsung beserta detail waktunya sehingga pengerjaan telah terselesaikan tepat waktu.) No. Tanggal Rincian Kegiatan 1 28 Juli 2023 Sosialisasi P5 Pada saat ini, kami mendengarkan penjelasan tentang ...... 2 3 dst dst 6. REFLEKSI (Bagian ini berisikan paragraf yang menjelaskan tentang apa


43 yang telah peserta didik kerjakan pada proses refleksi sebelumnya.) F. LAMPIRAN-LAMPIRAN (Bagian ini berisikan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan projek, seperti : foto-foto makanan tradisional, bahan-bahan makanan, kegiatan-kegiatan selama proyek berlangsung, dll. Dan diberikan caption pada setiap foto-foto tersebut.) G. BIODATA PENULIS (Bagian ini berisikan informasi-informasi terkait penulis. Berikut adalah ketentuan-ketentuan penulisan Laporan Projek. 1. Tata Letak Halaman a. Halaman judul hingga daftar isi ditulis dengan : i, ii, iii, iv, v, dst. b. Nomor halaman ditulis di tengah bawah untuksetiap mulaibab baru. c. Nomor halaman selanjutnya ditulis di pojok kanan atas. 2. Paragraf a. Spasi baris : 2 (double) Spasi b. Before spacing : 0 c. After spacing : 0 d. Align text : Justified e. Tab : menjorok ke dalam 3. Jarak Margin a. Jarak Margin : 4,4,3,3; artinya : a. Batas Kiri : 4 cm b. Batas Atas : 4 cm c. Batas Kanan : 3 cm d. Batas Bawah : 3 cm 4. Huruf a. Jenis : Times New Roman b. Ukuran huruf : 1


44 GLOSARIUM Fasilitator : seseorang yang membantu sekelompok orang memahami tujuan bersama mereka dan membantu mereka membuat rencana guna mencapai tujuan Kearifan lokal : pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal. Konstruktif : konflik yang sifatnya membangun Peserta didik : seseorang yang mengembangkan potensi dalam dirinya melalui proses pendidikan dan pembelajaran pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Relevansi : kaitan atau hubungan erat Tour guide: seseorang yang memiliki lisensi dan bertugas untuk memandu wisatawan dalam perjalanan wisata mereka.


45 DAFTAR PUSTAKA Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila https://kurikulum.kemdikbud.go.id/file/1679308669_manage_file.pdf Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah https://jdih.kemdikbud.go.id/sjdih/siperpu/dokumen/salinan/salinan_202202 09_133143_PERMENDIKBUDRISTEK%20NOMOR%205%20TAHUN%202022_JDIH. pdf Profil Pelajar Pancasila https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/unduhan/Dimensi_PPP.pdf Contoh modul projek terdapat di Platform Merdeka Mengajar https://guru.kemdikbud.go.id/


AKtivitas 2 p5 Nama : ___________________ Kelas : ___________________ Bentuk Kearifan Lokal Fungsi Kearifan Lokal


p5 Aktivitas 3 Menurut kamu, seberapa penting untuk kita mengetahui kearifan lokal dari wilayah lain? Sebutkan alasannya. Sebutkan contoh 3 kearifan lokal dari 3 provinsi yang berbeda di wilayah Indonesia Tengah? Sebutkan provinsi apa saja yang ada di wilayah Indonesia tengah. Tahukah kamu bahwa Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah? Sebutkanlah pembagian wilayah tersebut.


Sebutkan elemen-elemen budaya apa yang kalian ketahui setelah visitasi. Elemen budaya manakah yang menutkalian paling unik? Sebutkan alasannya. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kearifan Lokal Mengenal Pesona Indonesia Tengah Nama : _______________________ Kelas : _______________________ Daerah : _______________________ Aktivitas 4 p5


p5 Aktivitas 5 NO. TARIAN/ LAGU DAERAH/MAKANAN KHAS PENJELASAN Nama : _______________________ Kelas : _______________________ Daerah : _______________________ Elemen Budaya : _______________________ Carilah informasi sebanyak banyaknya tentang elemen budaya yang telah kalian pilih.


Refleksi Kegiatan P5 Apa pendapatmu tentang projek kearifan lokal ini? Kegiatan 11 Nama : _______________________ Kelas : _______________________ Menurut pendapatmu, mengapa Indonesia Tengah diambil sebagai topik kearifan lokal, dan bukan budaya disekitarmu? Ada berapa tahapan yang telah kamu lalui? Sebutkan. Dari sekian tahapan, tahapan manakah yang paling berkesan? Jelaskan.


Click to View FlipBook Version