Antologi Puisi
KKEEMMBBAARRAA RRAASSAA
RRaannaa Rraaffiiddhhaa SS.. RR..
Antologi Puisi
KEMBARA RASA
Rana Rafidha S. R.
KEMBARA RASA
Rana Rafidha S. R, 2022
Ilustrator Sampul dan Isi: Izzul haq amin a
Penata Isi dan Sampul: Izzul haq amin a
Cetakan pertama, 2022
x + 81 halaman
14,8 x 21 cm
ISBN 000-000-000-00-0
Diterbitkan oleh:
Kata Pengantar
Puji Tuhan atas kesempatan istimewa untuk mer-
angkaikan kata menjadi puisi-puisi yang terkalung-
kan di hati dan menjadi perhiasan memori. Shala-
wat serta salam, tersenandungkan selalu untuk
pujaan hati para muslim, Muhammad SAW.
Puisi ini merekam rona batin hidup penulis dari
setiap perjalanan yang menjadi titik mula, titik
temu, dan titik henti. menguraikan Hitam, putih,
abu, biru, merah, kuningnya kehidupan lewat
sajak-sajak lugu yang terbit dari hati. Isinya pun
banyak berkisah kasih tentang keluh-kesah, cinta
berselimut rindu yang mensamudera.
Semoga ada pertemuan rasa di antara kita, duhai
pembaca
Teruntuk,
Bapak, mama dan saudara-saudaraku
Shafnee dan sahabat-sahabatku
Daftar Isi 1
jejak perjalanan 2
4
Teruntuk Jiwa Yang Berjuang 5
Pergi Untuk Kembali 7
Merayu Waktu 8
Silih Berganti 10
Aku Tak 12
Kenang Dikening 13
Gemetar 14
Mengenalmu 15
Pergi 16
Rendah 18
Di Manakah? 19
Jalan Berjalan 20
Tanya Menanti 21
Jalan Hitam 23
Pulanglah
Tertulis Untukmu
Daftar Isi 27
Butiran cinta, kasih dan sayang 28
29
Ragu 30
Jika 31
Tak Tertandingi 32
Cinta 34
Inginku 35
Burai Lelah 36
Tak Beranjak 38
Merayakan Luka 39
Menyambutmu Pergi 40
Inilah Caraku 42
Belajar Dari Hujan Bulan Juni 43
Hikayat Cinta 44
Kabarmu 46
Tentang Rindu 47
Menjelang Pergi 49
Negosiasi 50
Jejak Rasa 52
Kepada Yang Terkasih #1 54
Kepada Yang Terkasih #2 56
Ajakmu 58
Tanda Tanta Cinta
Jawaban Cinta
Daftar Isi 60
61
Pelajaran Cinta 62
Spasi 63
Introgasi 64
Kosong 65
Intro 66
Chorus 68
Perempuan Senja 70
Lelaki Bertanda Tanya 71
Pudar Tresna 72
Berubah 73
Kamu, Kisah 74
Paling Romantis 75
Hadir 76
Pinjam Waktu 76
Untukmu 77
Kala 78
Yang Paling 79
Berubah 79
Ke Mana? 80
Cintaku(Mu)
Menjelang Panen 81
Tentang Penulis
JEJAK PERJALANAN
6
Silih Berganti
Yang datang akan hilang
Yang berlabuh akan menjauh
Yang bahagia akan berduka
Yang pergi akan berganti
Yang tertawa akan kecewa
Yang gagah akan lemah
Yang tabah akan lelah
Yang ramai akan sepi
Perihal dunia
adalah tentang menerima
Sendangagung, 27 Maret 2021
Aku Tak
Aku tak pernah membenci
diriku yang bodoh
Hanya saja aku membenci
diriku yang belum banyak berusaha
Sendangagung, 27 Maret 2020
Di Manakah?
Di manakah bisa kutemui ketulusan?
Apa dalam penerimaan?
Di manakah bisa kutemui ketulusan?
Apa dalam kepasrahan?
Di manakah bisa kutemui ketulusan?
Apa dalam pergerakan?
Di manakah bisa kutemui ketulusan?
Apa di situ?
Sendangagung, 27 September 2021
BERGERAK
PASRAH
MENERIMA
Butiran Cinta, Kasih
dan Sayang
30
Cinta
Cinta
Adalah seberapa mahir
Kau melafalkan doa-doa
Adalah seberapa mahir
Kau memendarkan sabar
Sendangagung, 26 Maret 2021
Inginku
Inginku segera
Mengarungi hatimu
Menyelami hatimu
Mempertemukan rasa
Mengawinkan kata
Oh, dialog rasa
Oh, dialog kata
Inginku menghabiskan waktu
Berdua bersamamu
Sendangagung, 26 Maret 2021
Belajar dari Hujan Bulan Juni
Aku belajar dari hujan bulan Juni
Tentang ketabahan dan kesabaran
Melenggang di antara rindu-rindu pilu
Di antara jelaga sendu
Aku belajar dari hujan bulan Juni
Tentang bagaimana merangkum sayang
Pada sabar yang tegar
Pada tabah yang teguh
Aku belajar dari hujan bulan Juni
Cara menghapus jejak-jejak ragu
Dengan nyanyian doa-doa
di sepanjang jalan
Aku belajar dari hujan bulan Juni
Untuk tidak terburu-buru
Memandangimu, memelukmu
Dan saling menggenggam harap
Sendangagung, 16 Juli 2020
Ajakmu
Sekejap waktu mematung
Semesta riuh bergemuruh
Isinya berhamburan
Saat kau ucapkan
“Maukah kau bersamaku?”
Sendangagung, 03 September 2021
Tanda Tanya Cinta
Jikalau cinta adalah
tentang memberi, mengasihi
Jikalau adalah
tentang mendoakan, menguatkan
Jikalau adalah
yang membuat bahagia bukan menderita
Maka mungkin
Cinta adalah
Pancaran parasmu
Syahdu tuturmu
Indah tarian jemarimu
Apakah ini cinta?
Apakah itu cinta?
Sendangagung, 21 Februari 2021
Perempuan Senja
Betapa elok dia yang merona
Tersenyum berbunga
Dalam peluk panjang penantian
Dia yang membangun istana rindunya
Sendiri
Berani
Percaya diri
Dengan puing-puing doa
Berpoleskan asa
Duhai dia perempuan di ujung senja
Sendangagung, 27 Maret 2021
Lelaki Bertanda Tanya
Pernah ku memutuskan
Berhenti bertanya
Hingga ruang dan waktu
Menjawab tanyaku
Kau
Yang di setiap lekuk tubuhmu
Menyelipkan banyak tanda tanya
Yang di setiap liar tatapmu
Memancarkan banyak tanda tanya
Yang di setiap landai ucapmu
Membuatku banyak bertanya
Kau
Lelaki bertanda tanya
?Sendangagung, 27 Maret 2021
74
Pinjam Waktu
Bersamamu
Inginku meminjam waktu
Untuk mengulur rindu
Sebab jeda sudah mengetuk pintu
Bersamamu
Bisakah selalu?
Sendangagung,
06 September 2021
80
Tentang Penulis
Rana Rafidha Salsabilla Rachman adalah perempuan
kelahiran Jember, 26 Oktober 1999. Banyak membaluri
tubuhnya, pikirannya, dan rasanya dengan wewangian
puisi. Baginya, puisi adalah cara indah melukiskan rasa
dan pikiran.
Penulis dapat disapa di instagram @ranarafidha atau
via email ranarafi[email protected]
Teruntuk Jiwa yang Berjuang
Kepada jiwa-jiwa yang sedang berjuang
Aku ucapkan
Selamat Pagi
Sudah sampai mana angin membawamu?
Melintasi mimpi, menyusuri hari Apakah telah sampai kau pada tujuanmu?
Ataukah sempurna usai kembaramu?
Hai, kau yang di sana
Selamat! Kau berhasil menaklukkan semesta Restunya membuatmu berbunga
Bukankah inilah yang kau tuju selama ini?
Dan, kau yang di ujung sana Mengapa meringkuk gigil?
"Sepertinya Tuhan tak sayang padaku," katamu
"Lama aku berjuang tapi aku dihempaskan oleh-Nya"
Benarkah itu? Aku tak setuju
Telah lama kau menyusun tujuan menahun Tapi mengapa kau masih bimbang?
Lupakah kau dengan janji Tuhan?
Kau harusnya tak melupa
Bahwa bukan tentang seberapa lama kau berjuang
Tapi, sampai kapan kau mau bertahan
Berhenti atau terus menyusuri
Kau yang sedang berjuang
Ayat-ayat Tuhan itu
Tidakkah cukup menghiburmu kali ini?
Bahwa Tuhan selalu sediakan kejutan
Bagi manusia-Nya yang kuat bertahan
Di semua jalan raya-Nya
yang terjal dan mendaki itu
Sendangagung, 18 Maret 2021