The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dianraiansurya, 2023-05-04 03:22:54

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MPO

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MPO

SMK NUSAPUTERA 2 SEMARANG SE 2022 / 2023 MODUL AJAR DASAR PROGRAM KEAHLIAN FARMASI INDUSTRI MANAJEMEN PRODUKSI OBAT DIAN LISTRIANA Y,S.si. Apt FASE F


MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA NAMA SEKOLAH SMK NUSAPUTERA 2 MATA PELAJARAN FARMASI INDUSTRI ELEMEN MANAJEMEN PRODUKSI OBAT MATERI BAHAN BAKU OBAT KELAS / SEMESTER XI/GANJIL ALOKASI WAKTU 8 JP ( 4 x 2 X 45 MENIT ) CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir fase F peserta didik mampu memahami bahan baku obat kimia, obat tradisional, memahami jenis produksi, memahami perencanaan pengadaan dan pengelolaan bahan baku obat dan bahan pengemas serta peralatan untuk produksi beserta kualifikasi dan kalibrasinya, menerapkan dokumentasi dan validasi proses sesuai CPOB, memahami monitoring barang kadaluarsa, penarikan produk dan pemusnahannya serta memahami metode pengolahan limbah TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui pembelajaran tatap muka menggunakan model Problem Base Learning (PBL) dengan pendekatan saintifik berbasis 4C, literasi, numerasi dan TPACK, peserta didik dapat memahami bahan baku kimia, perencanaan dan pengelolaan bahan baku obat dan bahan kemas serta peralatan produksi beserta kualifikasi dan kalibrasinya, dengan benar dan bertanggung jawab. PENGETAHUAN / KETRAMPILAN PRASYARAT 1. Memahami pengelolaan bahan baku dan peralatan produksi 2. Mengidentifikasi pengelolaan bahan baku dan peralatan produksi PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Bertakwa kepada Tuhan dengan selalu berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran 2. Bekerjasama dan saling menghormati dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas 3. Mandiri dan bertanggung jawab dalam mencari informasi dan bekerja sesuai tugasnya 4. Kreatif dan inovatif dalam menyusun & mempresentasikan laporan hasil 5. Bernalar kritis dan bekerja keras dalam menemukan masalah, mengatasi masalah dan menemukan solusinya


KATA KUNCI/ TOPIK/ KONTEN INTI Bahan baku, Sales Forecasting, Purchasing, Inventory Control, Analisa Pareto SARANA DAN PRASARANA 1. Bahan Ajar 2. Media ajar 3. Proyektor / LCD 4. Laptop 5. Hand phone TARGET PESERTA DIDIK Target perangkat ajar dapat digunakan oleh guru untuk mengajar peserta didik regular/ tipikal/ umum Fase F ( kelas XI ) PEMAHAMAN BERMAKNA Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan mengidentifikasi jenis bahan baku, kegiatan pengelolaan bahan baku dan peralatan produksi PERSIAPAN PEMBELAJARAN 1. Guru menyusun bahan dan materi ajar 2. Guru menyusun lembar kerja peserta didik 3. Guru menyusun langkah pembelajaran 4. Guru menyiapkan peserta didik 5. Guru menyiapkan sarana dan prasarana SUMBER BELAJAR 1. Internet / Google 2. Aster Nila, dkk, 2017, Manajemen Pengelolaan Produksi Obat, EGC, Jakarta MODEL PEMBELAJARAN Problem Base Learning


Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I Kegiatan Pembelajaran Waktu Pendahuluan Guru memberi salam di kelas Peserta didik membalas salam dari guru Guru mengecek kehadiran siswa sebelum pembelajaran Guru bersama siswa berdoa bersama Guru mengecek kebersihan kelas Guru bersama siswa menyiapkan siswa untuk belajar Guru menyampaikan capaian pembelajaran,tujuan pembelajaran dan garis besar materi yang akan disampaikan , metode pembelajaran yang akan dilakukan serta bentuk penilaian Guru menyampaikan apersepsi tentang produksi obat yang membutuhkan “ Bahan Baku “ 10 menit Kegiatan Inti 1. Orientasi peserta didik pada masalah a. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta didik : - Adakah yang mengetahui tentang bahan baku - Bahan baku apa saja yang digunakan dalam suatu produksi b. Guru menayangkan video dan peserta didik mengamati video yang ditayangkan dengan cermat. https://www.youtube.be/xjJLPJo3fA0 https://youtube.be/z2XjMKIBJjs c. Peserta didik memberikan pendapat tentang tayangan video dengan cermat. 2. Mengorganisasikan peserta didik a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 peserta b. Peserta didik mengamati dan mempelajari LKPD yang dibagikan guru c. Peserta didik membagi tugas dalam kelompok untuk mengerjakan tugas di LKPD 3. Membimbing penyelidikan kelompok a. Peserta didik melakukan penyelidikan permasalahan dengan ( mencari sumber literature / sumber informasi dari buku pelajaran / dari sumber digital/ internet/ e- book ) untuk menjawab 65 menit


permasalahan tentang bahan baku dan mengerjakan soal / tugas di LKPD b. Guru berkeliling untuk memastikan peserta didik tidak menemui kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan c. Peserta didik menyiapkan bahan dan materi untuk membuat tayangan hasil pengerjaan LKPD dengan baik, cermat, teliti dan kreatif. 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil penyelesaian masalah a. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyajikan hasil diskusi dan pengerjaan LKPD b. Peserta didik yang lain menanggapi dan mengajukan pertanyaan apabila terdapat penjelasan yang kurang dipahami c. Guru memfasilitasi peserta didik apabila terdapat kesulitan dalam menjawab pertanyaan ataupun perbedaan pendapat d. Guru beserta peserta didik menyampaikan penghargaan terhadap kelompok yang telah menyampaiakan presentasi hasil diskusi 5. Menganalisa dan mengevaluasi kegiatan pemecahan permasalahan a. Guru melakukan refleksi hasil pembelajaran bersama peserta didik tentang materi bahan baku b. Guru melakukan evaluasi tentang pembelajaran materi bahan baku c. Guru melakukan analisis tentang pembelajaran materi bahan baku Kegiatan Penutup 1. Guru memberikan soal post test kepada peserta didik dengan menggunakan aplikasi digital ( kahoot/ quiziss/ google form ) 2. Peserta didik mengerjakan soal post test yang diberikan guru dengan teliti, cermat dan jujur 3. Guru meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi pembelajaran tentang bahan baku, kemudian memberikan penguatan terhadap hasil kesimpulan yang dilakukan peserta didik 4. Peserta didik mengumpulkan LKPD 5. Guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya dan peserta didik mencermati dengan baik 6. Guru mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam kepada peserta didik 15 menit


Pertemuan II Kegiatan Pembelajaran Waktu Pendahuluan Guru memberi salam di kelas Peserta didik membalas salam dari guru Guru mengecek kehadiran siswa sebelum pembelajaran Guru bersama siswa berdoa bersama Guru mengecek kebersihan kelas Guru bersama siswa menyiapkan siswa untuk belajar Guru menyampaikan apersepsi tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya tentang bahan baku 5 menit Kegiatan Inti 1. Orientasi peserta didik pada masalah a. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta didik : - Adakah yang mengetahui sales forecasting - Ada berapa metode sales forecasting b. Guru meminta siswa untuk mencari literature sumber belajar untuk menjawab pertanyaan yang diberikan c. Peserta didik mencari sumber informasi literasi 2. Mengorganisasikan peserta didik a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 peserta b. Peserta didik mengamati dan mempelajari LKPD yang dibagikan guru c. Peserta didik membagi tugas dalam kelompok untuk mengerjakan tugas di LKPD 3. Membimbing penyelidikan kelompok a. Peserta didik melakukan penyelidikan permasalahan dengan ( mencari sumber literature / sumber informasi dari buku pelajaran / dari sumber digital/ internet/ e- book ) untuk menjawab permasalahan perencanaan pengadaan dan mengerjakan soal / tugas di LKPD b. Guru berkeliling untuk memastikan peserta didik tidak menemui kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan 70 menit


c. Peserta didik menyiapkan bahan dan materi untuk membuat tayangan hasil pengerjaan LKPD dengan baik, cermat, teliti dan kreatif 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil penyelesaian masalah a. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyajikan hasil diskusi dan pengerjaan LKPD b. Peserta didik yang lain menanggapi dan mengajukan pertanyaan apabila terdapat penjelasan yang kurang dipahami c. Guru memfasilitasi peserta didik apabila terdapat kesulitan dalam menjawab pertanyaan ataupun perbedaan pendapat d. Guru beserta peserta didik menyampaikan penghargaan terhadap kelompok yang telah menyampaiakan presentasi hasil diskusi 5. Menganalisa dan mengevaluasi kegiatan pemecahan permasalahan a. Guru melakukan refleksi hasil pembelajaran bersama peserta didik tentang materi perencanaan pengadaan bahan baku berdasar sales forecasting b. Guru melakukan evaluasi tentang pembelajaran materi perencanaan pengadaan bahan baku berdasar sales forecasting c. Guru melakukan analisis tentang pembelajaran materi perencanaan pengadaan bahan baku berdasar sales forecasting Kegiatan Penutup 1. Guru memberikan soal post test kepada peserta didik dengan menggunakan aplikasi digital ( kahoot/ quiziss/ google form ) 2. Peserta didik mengerjakan soal post test yang diberikan guru dengan teliti, cermat dan jujur 3. Guru meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi pembelajaran tentang perencanaan pengadaan bahan baku berdasar sales forecasting, kemudian memberikan penguatan terhadap hasil kesimpulan yang dilakukan peserta didik 4. Peserta didik mengumpulkan LKPD 5. Guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya dan peserta didik mencermati dengan baik 6. Guru mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam kepada peserta didik 15 menit


Pertemuan III Kegiatan Pembelajaran Waktu Pendahuluan Guru memberi salam di kelas Peserta didik membalas salam dari guru Guru mengecek kehadiran siswa sebelum pembelajaran Guru bersama siswa berdoa bersama Guru mengecek kebersihan kelas Guru bersama siswa menyiapkan siswa untuk belajar Guru menyampaikan apersepsi tentang perencanaan pengadaan bahan baku 5 menit Kegiatan Inti 1. Orientasi peserta didik pada masalah a. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta didik - Adakah yang mengetahu kegiatan pengadaan ( purchasing ) - Dalam kegiatan penerimaan bahan baku titik kritis apa saja yang harus diperhatikan b. Guru meminta siswa untuk mencari literature sumber belajar untuk menjawab pertanyaan yang diberikan c. Peserta didik mencari sumber informasi literasi 2. Mengorganisasikan peserta didik a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 peserta b. Peserta didik mengamati dan mempelajari LKPD yang dibagikan guru c. Peserta didik membagi tugas dalam kelompok untuk mengerjakan tugas di LKPD 3. Membimbing penyelidikan kelompok a. Peserta didik melakukan penyelidikan permasalahan dengan ( mencari sumber literature / sumber informasi dari buku pelajaran / dari sumber digital/ internet/ e- book ) untuk menjawab permasalahan tentang purchasing dan mengerjakan soal / tugas di LKPD b. Guru berkeliling untuk memastikan peserta didik tidak menemui kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan 70 menit


c. Peserta didik menyiapkan bahan dan materi untuk membuat tayangan hasil pengerjaan LKPD dengan baik, cermat, teliti dan kreatif. 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil penyelesaian masalah a. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyajikan hasil diskusi dan pengerjaan LKPD b. Peserta didik yang lain menanggapi dan mengajukan pertanyaan apabila terdapat penjelasan yang kurang dipahami c. Guru memfasilitasi peserta didik apabila terdapat kesulitan dalam menjawab pertanyaan ataupun perbedaan pendapat d. Guru beserta peserta didik menyampaikan penghargaan terhadap kelompok yang telah menyampaiakan presentasi hasil diskusi 5. Menganalisa dan mengevaluasi kegiatan pemecahan permasalahan a. Guru melakukan refleksi hasil pembelajaran bersama peserta didik tentang purchasing dan penerimaan bahan baku b. Guru melakukan evaluasi tentang pembelajaran purchasing dan penerimaan bahan baku c. Guru melakukan analisis tentang pembelajaran purchasing dan penerimaan bahan baku Kegiatan Penutup 1. Guru memberikan soal post test kepada peserta didik dengan menggunakan aplikasi digital ( kahoot/ quiziss/ google form ) 2. Peserta didik mengerjakan soal post test yang diberikan guru dengan teliti, cermat dan jujur 3. Guru meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi pembelajaran tentang purchasing dan penerimaan bahan baku, kemudian memberikan penguatan terhadap hasil kesimpulan yang dilakukan peserta didik 4. Peserta didik mengumpulkan LKPD 5. Guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya dan peserta didik mencermati dengan baik 6. Guru mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam kepada peserta didik 15 menit


PERTEMUAN IV Kegiatan Pembelajaran Waktu Pendahuluan Guru memberi salam di kelas Peserta didik membalas salam dari guru Guru mengecek kehadiran siswa sebelum pembelajaran Guru bersama siswa berdoa bersama Guru mengecek kebersihan kelas Guru bersama siswa menyiapkan siswa untuk belajar Guru menyampaikan apersepsi tentang materi purchasing dan penerimaan bahan baku 5 menit Kegiatan Inti 1. Orientasi peserta didik pada masalah a. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta didik : - Adakah yang mengetahu kegiatan inventory control - Adakah yang mengetahui analisa pareto dan bagaimana cara membuatnya ? b. Guru meminta siswa untuk mencari literature sumber belajar untuk menjawab pertanyaan yang diberikan c. Peserta didik mencari sumber informasi literasi 2. Mengorganisasikan peserta didik a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 peserta b. Peserta didik mengamati dan mempelajari LKPD yang dibagikan guru c. Peserta didik membagi tugas dalam kelompok untuk mengerjakan tugas di LKPD 3. Membimbing penyelidikan kelompok a. Peserta didik melakukan penyelidikan permasalahan dengan ( mencari sumber literature / sumber informasi dari buku pelajaran / dari sumber digital/ internet/ e- book ) untuk menjawab permasalahan tentang bahan baku dan mengerjakan soal / tugas di LKPD b. Guru berkeliling untuk memastikan peserta didik tidak menemui kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan c. Peserta didik menyiapkan bahan dan materi untuk membuat tayangan hasil pengerjaan LKPD dengan baik, cermat, teliti dan kreatif. 70 menit


4. Mengembangkan dan menyajikan hasil penyelesaian masalah a. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyajikan hasil diskusi dan pengerjaan LKPD b. Peserta didik yang lain menanggapi dan mengajukan pertanyaan apabila terdapat penjelasan yang kurang dipahami c. Guru memfasilitasi peserta didik apabila terdapat kesulitan dalam menjawab pertanyaan ataupun perbedaan pendapat d. Guru beserta peserta didik menyampaikan penghargaan terhadap kelompok yang telah menyampaiakan presentasi hasil diskusi 5. Menganalisa dan mengevaluasi kegiatan pemecahan permasalahan a. Guru melakukan refleksi hasil pembelajaran bersama peserta didik tentang kegiatan inventory control dan analisa pareto b. Guru melakukan evaluasi tentang inventory control dan analisa pareto c. Guru melakukan analisis tentang inventory control dan analisa pareto Kegiatan Penutup 1. Guru memberikan soal post test kepada peserta didik dengan menggunakan aplikasi digital ( kahoot/ quiziss/ google form ) 2. Peserta didik mengerjakan soal post test yang diberikan guru dengan teliti, cermat dan jujur 3. Guru meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi pembelajaran tentang inventory control dan analisa pareto kemudian memberikan penguatan terhadap hasil kesimpulan yang dilakukan peserta didik 4. Peserta didik mengumpulkan LKPD 5. Guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya dan peserta didik mencermati dengan baik 6. Guru mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam kepada peserta didik 15 menit


PERTEMUAN V Kegiatan Pembelajaran Waktu Pendahuluan Guru memberi salam di kelas Peserta didik membalas salam dari guru Guru mengecek kehadiran siswa sebelum pembelajaran Guru bersama siswa berdoa bersama Guru mengecek kebersihan kelas Guru bersama siswa menyiapkan siswa untuk belajar Guru menyampaikan apersepsi tentang materi inventory control dan analisa pareto 5 menit Kegiatan Inti 1. Orientasi peserta didik pada masalah a. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta didik : Adakah yang mengetahui fungsi dari peralatan produksi Bagaimana tahapan pengadaan peralatan produksi b. Guru meminta siswa untuk mencari literature sumber belajar untuk menjawab pertanyaan yang diberikan c. Peserta didik mencari sumber informasi literasi 2. Mengorganisasikan peserta didik a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 peserta b. Peserta didik mengamati dan mempelajari LKPD yang dibagikan guru c. Peserta didik membagi tugas dalam kelompok untuk mengerjakan tugas di LKPD 3. Membimbing penyelidikan kelompok a. Peserta didik melakukan penyelidikan permasalahan dengan ( mencari sumber literature / sumber informasi dari buku pelajaran / dari sumber digital/ internet/ e- book ) untuk menjawab permasalahan tentang bahan baku dan mengerjakan soal / tugas di LKPD b. Guru berkeliling untuk memastikan peserta didik tidak menemui kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan c. Peserta didik menyiapkan bahan dan materi untuk membuat tayangan hasil pengerjaan LKPD dengan baik, cermat, teliti dan kreatif. 70 menit


4. Mengembangkan dan menyajikan hasil penyelesaian masalah a. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyajikan hasil diskusi dan pengerjaan LKPD b. Peserta didik yang lain menanggapi dan mengajukan pertanyaan apabila terdapat penjelasan yang kurang dipahami c. Guru memfasilitasi peserta didik apabila terdapat kesulitan dalam menjawab pertanyaan ataupun perbedaan pendapat d. Guru beserta peserta didik menyampaikan penghargaan terhadap kelompok yang telah menyampaiakan presentasi hasil diskusi 5. Menganalisa dan mengevaluasi kegiatan pemecahan permasalahan a. Guru melakukan refleksi hasil pembelajaran bersama peserta didik tentang kegiatan pengadaan peralatan produksi b. Guru melakukan evaluasi tentang pengadaan peralatan produksi c. Guru melakukan analisis tentang pengadaan peralatan produksi Kegiatan Penutup 1. Guru memberikan soal post test kepada peserta didik dengan menggunakan aplikasi digital ( kahoot/ quiziss/ google form ) 2. Peserta didik mengerjakan soal post test yang diberikan guru dengan teliti, cermat dan jujur 3. Guru meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi pembelajaran tentang pengadaan peralatan produksi kemudian memberikan penguatan terhadap hasil kesimpulan yang dilakukan peserta didik 4. Peserta didik mengumpulkan LKPD 5. Guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya dan peserta didik mencermati dengan baik 6. Guru mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam kepada peserta didik 15 menit


PERTEMUAN VI Kegiatan Pembelajaran Waktu Pendahuluan Guru memberi salam di kelas Peserta didik membalas salam dari guru Guru mengecek kehadiran siswa sebelum pembelajaran Guru bersama siswa berdoa bersama Guru mengecek kebersihan kelas Guru MEMBERI WAKTU siswa untuk belajar terlebih dahulu selama 10 menit 15 menit Kegiatan Inti 1. Guru meminta siswa untuk menutup semua sumber informasi literasi 2. Guru meminta siswa untuk masuk kedalam aplikasi Google Form 3. Guru meminta siswa untuk membaca petunjuk di Google Form 4. Guru meminta siswa mengerjakan soal di Google Form dengan baik, cermat, tepat dan jujur sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan 5. Siswa mengerjakan soal di Google Form dengan tepat, cermat, baik dan teliti 60 menit Kegiatan Penutup 1. Siswa melihat perolehan skoring hasil evaluasi 2. Guru beserta siswa melakukan pembahasan terhadap hasil evaluasi yang masih terdapat kesalahan 3. Guru memasukkan nilai siswa kedalam lembar daftar nilai 4. Guru menghitung siswa yang remedial 5. Guru menyusun jadwal remedial dan pengayaan 6. Guru menutup pembelajaran 7. Guru meminta siswa untuk memimpin doa 8. Siswa memimpin doa 9. Guru mengucap salam penutup 10. Siswa membalas salam 15 menit


PENILAIAN REMIDIAL Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan dalam pembelajaran dilakukan remedial teaching,tutorial sebaya, atau tes yang diakhiri dengan penugasan. Soal – soal remedial yang diberikan adalah soal yang peserta didik tidak mampu menjawab sehingga mereka mempunyai kemampuan untuk mencapai ketuntasan pada penilaian harian. Nilai yang dicapai pada program remedial merupakan nilai akhir capaian pada Kompetensi Dasar yang diberikan berdasarkan pada pertimbangan yang dilakukan oleh guru. PENILAIAN PENGAYAAN Peserta didik yang telah mencapai atau melampaui nilai KKM diberikan materi pembelajaran atau yang sesuai dengan Kompetensi Dasar untuk meningkatkan pemahaman atau juga kemampuan peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari.


LAMPIRAN


BAHAN BAKU BUKU AJAR MANAJEMEN PRODUKSI OBAT


ABSTRACT Drug Production Management is a subject that studies production and mechanisms as well as inspections in the pharmaceutical industry. This activity is aimed at obtaining a drug production in accordance with the established GMP standards. Therefore making this module is expected to be able to help students to understand better about drug production. This module also provides instructions on the stages in the manufacture of pharmaceutical preparations. after reading and studying this module students will be able to understand about the jobs that exist in the pharmaceutical industry


KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan HidayahNya serta kekuatan dan kesempatan sehingga Modul Ajar Management Pengelolaan Produksi Obat dapat dibuat. Modul Ajar ini dimaksudkan sebagai petunjuk bagi siswa – siswi kelas XI kompetensi keahlian Farmasi Industri dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Base Learning maupun Project Base Learning. Materi pada Modul Ajar ini telah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti pebelajaran. Banyak sekali kekurangan yang terdapat pada Modul ajar yang disusun, oleh karena itu sangatlah dharapkan kritik, saran dan masukan yang membangun agar Modul Ajar ini lebih baik lagi. Atas saran dan kritiknya diucapkan terima kasih Semarang, November 2022 Penulis


KOMPETENSI DASAR 3.1 Memahami pengelolaan bahan baku dan peralatan produksi 4.1 Mengidentifikasi pengelolaan bahan baku dan peralatan produksi Melalui pembelajaran tatap muka menggunakan model Problem Base Learning (PBL) dengan pendekatan saintifik berbasis 4C, literasi, numerasi dan TPACK, peserta didik dapat memahami, mengelompokkan jenis bahan baku dan kegiatan perencanaan pengadaan serta pengelolaan bahan baku dan peralatan produksi didalam industry farmasi secara baik, benar, cermat dan bertanggung jawab


PETA KONSEP MEMAHAMI dan MENGIDENTIFIKASI PENGELOLAAN BAHAN BAKU dan PERALATAN PRODUKSI Bahan Baku Aktif, Bahan Baku Tambahan Bahan Baku Kemas Perencanaan Pengadaan berdasar Sales Forecasting Purchasing dan Penerimaan Inventory Control dan Analisa Pareto Perencanaan Pengadaan Peralatan Produduksi


A. BAHAN BAKU Bahan baku adalah semua bahan baik yang berkhasiat ( zat aktif ) maupun tidak berkhasiat ( zat non aktif / eksipien ) yang berubah maupun tidak berubah yang digunakan dalam pengolahan obat, meskipun tidak semua bahan tersebut masih terdapat di dalam produk ruahan ( Siregar 2010 ). Bahan baku obat sangat menentukan mutu dan stabilitas suatu produk, sehingga penetapan bahan baku untuk digunakan didalam suatu produksi sangatlah penting. Bahan baku yang akan digunakan dalam suatu produksi harus memenuhi persyaratan yang ditentukan antara lain : a. Distributor bahan awal harus melalui tahapan evaluasi dan telah disetujui karena memenuhi beberpa spesifikasi mutu yang ditetapkan oleh suatu perusahaan. b. Setiap spesifikasi bahan baku haruslah disetujui dan didokumentasikan oleh bagian pengawasan mutu terkecuali untuk produksi khusus yang harus mendapat pengawasan dari manajemen mutu c. Dilakukan pemantauan atau perubahan spesifikasi secara berkala untuk melakukan penyesuaian terhadap Farmakope atau buku pedoman lainnya. Tahapan awal pada produksi obat dilakukan dalam skala laboratorium ( 5000 – 10.000 unit tablet/ capsul, dan 5-10 Liter untuk produk cair. ) Apabila formulasi obat dirasa sudah sesuai maka dilakukan produksi skala pilot ( sejumlah kelipatan 10x dari skala laboratorium namun masih diperlukan penyesuaian formulasi ). Kemudian dilakukan produksi obat dalam skala industry ( produksi obat 10 x dari kelipatan produksi skala pilot ). RINGKASAN MATERI


Bahan baku pada umumnya terbagi menjadi a. Bahan aktif yaitu unsur atau senyawa dalam suatu produk obat yang mempunyai khasiat untuk mengurangi, menyembuhkan , sebagai pengganti zat dalam tubuh, atau untuk sebagai penopang tubuh supaya tidak mudah sakit. b. Bahan tambahan yaitu unsur atau senyawa yang tidak aktif dan digunakan sebagai pembawa bagi zat aktif. Bahan tambahan dalam suatu formula dalam produksi obat mempunyai tujuan untuk menjamin kestabilan, keamanan dan mutu produk yang dibuat. Selain itu bahan tambahan dimaksudkan juga untuk meningkatkan kelarutan , menjaga stabilitas obat, memperbaiki rasa dan aroma serta penampilan suatu produk. c. Bahan kemas adalah wadah, tutup atau pelindung luar dari produk yang bertujuan untuk menjaga mutu dan stabilitas dari suatu produk jadi. Bahan kemas terbagi menjadai bahan kemas primer, bahan kemas sekunder dan bahan kemas tersier. Bahan kemas primer adalah bahan kemas yang memiliki kontak langsung dengan bahan / sediaan yang dikemas antara lain : strip / blister, botol, ampul, vial, plastic dan lainnya. Untuk menjamin kualitas dari produk jadi yang dihasilkan baik berupa produk cair, padat ataupun semi padat maka bahan kemas primer harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. Bahan kemas sekunder adalah selubung atau pembungkus yang menghubungkan atau menggabungkan produk yang telah terbungkus bahan kemas primer, misalkan box, kardus, plastic dan lainnya. Bahan kemas stersier adalah bahan pembungkus yang menggabungkan produk yang terbungkus oleh bahan kemas sekunder.


B. PERENCANAAN PENGADAAN BERDASAR SALES FORECASTING Perencanaan produksi yang baik membuat tuntutan untuk menghasilkan produk secara efisisen dengan mutu yang lebih baik dan pendistribusian unggul harus terpenuhi. Perencaan produksi yang baik harus didukung oleh persediaan bahan baku yang memadai yang didukung oleh kontribusi biaya yang cukup besar sehingga diperlukan usaha mengelola secara optimal. Pengelolaan usaha yang optimal dilakukan oleh departemen PPIC ( Produsction Planning and Inventory Control ) yang bertugas merencanakan dan mengendalikan produksi serta merencanakan dan mengendalikan inventaris. Departemen PPIC bekerjasama dengan departemen lain didalam industry farmasi antara lain : 1. Departemen PPIC dengan Research and Development Kedua departemen ini bekerjasama dalam launching product, dimana departemen R&D bertanggungjawab pada ide obat baru, formulasi dan uji coba formulasi. Sedangkan PPIC bertanggung jawab pada jadwal produksi, penyediaan bahan baku 2. Departemen PPIC dengan Marketing Kedua departemen ini bekerjasama pada koordinasi forecasting, pengaturan stok obat jadi di gudang, pengaturan strategi dan metode penjualan produk 3. Departemen PPIC dengan Purchasing Mengatur kebutuhan dan stok bahan baku yang digunakan untuk produksi 4. Departemen PPIC dan Produksi Mengatur koordinasi dan kelancaran produksi obat yang sedang berlangsung 5. Departemen PPIC dengan Quality Control Bekerja sama dalam menjamin keseragaman dan jaminan mutu product dengan memanfaatkan rolling production planning


6. Departemen PPIC dengan Human Research and Development Bekerjasama pada kelancaran suatu produksi obat yang didukung oleh kebutuhan personality 7. Departemen PPIC dengan Technical Bekerjasama untuk mendukung kelancaran produksi yang didukung dengan kegiatan perawatan mesin secara berkala 8. Departemen PPIC dengan distributor Bekerja sama untuk memasarkan produk yang telah jadi. Kegiatan produkdi di industry didasarkan pada kebutuhan pasar atas peramalan penjualan (sales forecasting ). Rencana kegiatan produksi dilaksanakan secara periodic dengan rencana produksi bulanan dan mingguan. Aktivitas manajemen produksi menggunakan peramalan permintaan dalam perencanaan menyangkut perencanaan produksi, kebutuhan bahan dan tenaga kerja, kapasitas produksi, perencanaan desain dan lay out fasilitas, lokasi pabrik, dan sebagainya. Ramalan penjualan yang buruk akan menyebabkan perencanaan produksi yang buruk yang mengakibatkan persediaan yang sanagat tinggi atau hilangnya penjualan karena stok barang digudang habis. Stok barang yang tinggi akan mengakibatkan tingginya biaya sehingga tidak efektinya stok bahan baku maupun peralatan, demikian pula sebailknya. Hal ini berakibat pada terjadinya loss opportunity yang berujung pada loss market. Terdapat dua metode peramalan penjualan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kualitatif ( metode subjektif ) besarnya angka penjualan didasarkan pada asumsi dan estimasi terutama untuk produk baru. Metode kuantitatif didasarkan pada data penjualan masa lalu yang diubah dalam bentuk statistic. Metode kuantitatif dapat dibagi menjadi deret berkala atau runtun waktu ( time series ) dan metode kasual ( casual ). Metode peralaman secara berderet sangat penting sebagai indicator dari perkiraan permintaan yang


akan datang didasarkan pada permintaan pada permintaan pada masa sebelumnya. Langkah penting pada penggunaan metode peramalan adalah dengan mempertimbangkan jenis pola data sebanyak 4 siklus yaitu : 1. Pola horizontal apabila data berfluktuasi disekitar nilai rata-rata konsumen 2. Pola musiman apabila data permintaan disebabkan oleh trend musiman 3. Pola siklus apabila data permintaan dipengaruhi keadaan ekonomi jangka panjang 4. Pola trend apabila data permintaan dipengaruhi oleh kenaikan / penurunan permintaan pada tren ekonomi pasar yang sedang terjadi Data penjualan atau permintaan diolah dengan menggunakan data statistic sehingga dapat menggunakan perkiraan peramalan penjualan sehingga terjadi focus forecasting yang didasarkan pada penerapan : 1. Penjualan pada 3 bulan terakhir digunakan sebagai penjualan 3 bulan kedepan 2. Penjualan pada 3 bulan yang sama pada tahun lalu, digunakan sebagai data penjualan 3 bulan yang sama pada tahun yang akan datang 3. Penjualan 3 bulan kedepan diharapkan meningkat 10% dari penjualan pada tiga bulan yang lalu 4. Penjualan 3 bulan kedepan akan meningkat 50% dibanding 3 bulan yang sama pada tahun lalu 5. Perubahan persentase di tahun lalu pada tiga bulan terakhir akan terjadi pada tiga bulan ke depan.


C. ( PURCHASING ) dan PENERIMAAN BAHAN BAKU Departemen Purchasing bertanggung jawab pada pengadaan material yang ada di industry farmasi. Empat kegiatan utama dalam pembelian yaitu : a. Pemilihan supplier termasuk negosiasi harga, waktu pengiriman dan pembayaran termasuk menerbitkan Surat Pesanan ( Purchase Order / PO ) b. Pemantauan lead time dan waktu pengiriman barang dari supplier c. Menjadi penengah antara pemasok dan departemen lainnya apabila terdapat permasalahan d. Melakukan survey untuk pemasok baru yang dapat memberikan kontribusi dan keuntungan bagi industry Hal penting dalam pemilihan pemasok adalah: a. Kualitas dari bahan yang dipesan b. Kesanggupan dari pemasok untuk mensuplai barang tepat waktu dan berkualitas c. Ketepatan waktu pengiriman barang d. Pelayanan purna jual dan kemudahan dalam pembayaran Terdapat 2 sistem pembelian ( purchasing ) yaitu : 1. Open purchase order Pembelian bahan baku yang mudah didapat, pemasok banyak serta jumlahnya fluktuatif, dilakukan dalam jumlah kecil, dengan nilai transaksi kecil tetapi tinggi frekuensi 2. Blanket purchase order Pembelian bahan baku dalam jumlah besar dengan nominal dan diskon yang besar namun jangka waktu pengiriman dilakukan secara bertahap. Pengadaan bahan baku perlu memperhatikan : 1. Stok bahan baku dan produk jadi yang dimiliki oleh perusahaan 2. Lead time yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pengadaan barang mulai dari pemesanan sampai barang tiba di gudang


Waktu pemesanan bahan baku dapat dilakukan melalui empat pendekatan yaitu 1. Pemesanan re order point approach 2. Pendekatan periodic review approach 3. Material requirement planning 4. Just In time Semakin membesarnya biaya penanganan pembelian barang maka pada saat ini berkembang system pembelian dengan metode Just In Time yang bertujuan : 1. Memangkas waktu pemeriksaan bahan baku karena supplier sudah terpercaya 2. Mengurangi inventory stok yang menimbulkan biaya yang tinggi 3. Jaminan bahan baku karena ketatnya seleksi dari supplier 4. Mengurangi risiko penyimpanan karena stok terdapat di pemasok Tahapan selanjutnya dari kegiatan purchasing adalah penerimaan bahan baku yang memiliki alur kegiatan sebagai berikut : 1. Melakukan cek fisik terhadap bahan baku yang datang dan kesesuai data dengan Certifikat of Analysis ( CoA ), apabila lolos pemeriksaan maka bahan baku selanjutnya dibawa ke bagian karantina dan apabila ditolak, maka bahan baku dikembalikan ke pemasok 2. Penempelan label karantina pada bahan baku sambil menunggu pemeriksaan oleh bagian Quality Control 3. Dilakukan sampling oleh bagian QC, apabila lolos maka diberi label hijau “ diluluskan “, dan apabila hasil pemeriksaan oleh QC ditolak maka diberi label merah “ ditolak “ 4. Bahan baku yang dinyatakan release maka selanjutnya dimasukkan kedalam gudang penyimpanan bahan baku


D. INVENTORY CONTROL dan ANALISA PARETO Persediaan adalah suatu aktiva atau kekayaan yang meliputi barang milik perusahaan dengan maksud untuk dilakukan penjualan, dalam suatu periode usaha, meliputi persediaan barang dalam masa produksi atau persediaan bahan baku yang tersimpan didalam gudang penyimpanan. Persediaan merupakan hal yang vital karena a. Membutuhkan waktu dari proses pengadaan sampai dengan pemindahan kedaam gudang b. Jadwal produksi sehingga tidak saling bergantung pada departemen yang lainnya c. Menurunkan resiko keterlambatan kedatangan bahan baku d. Menurunkan resiko kerusakan bahan baku yang dipesan e. Melakukan stock bahan baku yang sulit didapatkan f. Menjamin kelancaran produksi obat g. Mencapai optimalisasi penggunaan mesin h. Menjamin ketersediaan barang Persediaan bahan baku sangatlah penting bagi sebuah perusahaan karena dapat mengantisipasi adanya unsur ketidakpastian permintaan, adanya unsur ketidakpastian pasokan dari pemasok, dan ketidakpastian terhadap lead time atau tenggang waktu waktu pemesanan. Inventory di Industri Farmasi meliputi bahan baku ( raw material ), packaging material ( bahan pengemas ), obat jadi ( finished product ) dan barang setengah jadi ( work in process ). Variasi komponen bahan baku yang sangat banyak digudang menuntut pengendalian persediaan yang bertujuan untuk optimasi persediaan bahan baku sehingga tidak terjadi kekuarangan stok out, atau terjadi kelebihan bahan baku atau kenaikan biaya perusahaan.


Pengendalian bahan baku bertujuan untuk a. Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan b. Untuk memperlancar proses produksi c.Mengantisipasi kekurangan persediaan d. Menghadapi fluktuasi harga bahan baku Inventory di sebuah perusahaan memegang perananan yang penting karena pada departemen keuangan inventory merupakan modal sehingga harus dijaga nilainya menjadi sekecil mungkin untuk memperkuat modal, tetapi bagi departemen marketing nilai dari inventory haruslah setinggi mungkin untuk mendorong laju penjualan , dan mengantisipasi melonjaknya permintaan pasar, sedangka pada departemen produksi, nilai inventory harus dijaga dalam kondisi optimal untuk menjaga efisiensi dan pemanfaatannya.Sasaran utama pada inventory control adalah meminimalkan total biaya dengan perubahan pada tingkat persediaan karena persediaan yang semakin besar maka biaya juga semakin besar maka perusahaan akan mengalami kerugian. Oleh karena itu terdapat 5 kategori persediaan yang berhubungan dengan keputusan persediaan yaitu : 1. Order cost 2. Carrying cost atau holding cost 3. Stock out cost 4. Biaya terkait kapasitas inventory 5. Biaya barang Analisa Pareto ( konsep ABC ) Semakin banyaknya item barang dalam persediaan maka memerlukan suatu kegiatan pengendalian karena beberapa persediaan memiliki proporsi yang relatif lebih kecil dari volume persediaan secara keseluruhan, tetapi memiliki nilai rupiah yang relative lebih besar. Namun beberapa persediaan memiliki volume yang lebih besar, tetapi memiliki nilai rupiah yang relative kecil ( Vital Few, Trival Many ) artinya seluruh item persediaan yang ada terdapat sejumlah kecil item persediaan yang


mempunyai nilai relative cukup besar, sementara sebagian besar item persediaan yang lain, nilainya hanya sedikit. Klasifikasi Pareto disebut juga klasifikasi ABC, karena membagi item persediaan menjadi 3 kelas, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. Kelas A : Persentase Nilai Penggunaan Kumulatif > 80% Kelas B : Persentase Nilai Penggunaan Kumulatif 20 – 80 % Kelas C : Persentase Nilai Penggunaan Kumulatif < 20% Sistem Paret/ ABC tidaj hanya digunakan untuk pengawasan persediaan, tetapi dapat juga digunakan untuk menentukan tingkat prioritas pelayanan pada pelanggan dan persediaan pengaman, khususnya untuk produksi obat jadi. Pengendalian ketersediaan obat jadi membutuhkan investasi terbesar dalam pos aktiva lancar. Karena apabila terjadi terjadi persediaan yang berlebih maka biaya penyimpanan akan membesar sehingga membutuhkan opportunity cost, namun jika persediaan dalam jumlah sedikit maka akan memunculkan biaya tambahan dan kekurangan bahan. Inventory control dibidang PPIC sangat penting karena sekitar 20-60% perusahaan menanamkan modalnya dibidang investasi.


Oleh sebab itu perusahaan perlu merencanakan dan mengendalikan persediaan pada tingkat yang optimal yaitu dengan meminimalisasi keseluruhan biaya yang terkait dengan semua konsekuensi kebijakan persediaan. Faktor yang berperan penting dalam pengendalian persediaan : 1. Persediaan pengamanan ( safety stock ) Yaitu persediaan minimal yang harus ada atau dipertahankan dalam perusahaan untuk menghindari kehabisan persediaan bahan baku dan ketidakpastian tingkat pemakaian dan kedatangan persediaan untuk menjamin proses produksi 2. Titik pemesanan ulang ( re-order point ) Terjadi apabila jumlah persediaan yang terdapat dalam stok berkurang terus hingga harus menentukan berapa banyak batas minimal tingkat persediaan sehingga tidak terjadi kemacetan produksi.Hal yang perlu diperhatikan pada titik pemesanan kembali adalah penggunaan bahan baku selama waktu ancang – ancang dan besarnya persediaan pengamanan. 3. Waktu ancang – ancang ( lead time ) Waktu ancang – ancang atau waktu tenggang yaitu waktu yang dibutuhkan mulai dari pemesanan bahan baku hingga bahan tersebut datang ke gudang 4. Tingkat pelayanan ( service level ) Yaitu besarnya persentase dari permintaan pelanggan yang dapat terpenuhi dari persediaan 5. Tolok ukur ( performance indices ) Untuk mengetahui seberapa jauh efektivitas dan efisiensi suatu inventory control untuk menentukan langkah yang harus diambil untuk memperbaiki keadaan persediaan.


E. PERENCANAAN PENGADAAN PERALATAN PRODUKSI Perencaan pengadaan peralatan sangatlah penting untuk mencegah agar tidak terjadi keterlambatan produksi yang diakibatkan tidak terdapat alat yang memenuhi persyaratan. Tahapan pengadaan peralatan produksi yang dibutuhkan oleh industry farmasi terhadap distributor peralatan : a. Departemen Purchasing membuat User Requirement Specification yang berisikan spesifikasi mesin atau peralatan yang dibutuhkan. USR digunakan sebagai patokan bagi distributor untuk menyediakan peralatan sesuai dengan spesifikasi b. Dilakukan kegiatan evaluasi dan penyeleksian distributor terkait spesifikasi peralatan diantaranya : 1. Kelebihan dan kekurangan dari masing – masing distributor 2. Selisih harga dari setiap distributor 3. Pelayanan purna penjualan 4. Waktu untuk menyediakan alat siap digunakan c. Apabila telah ditentukan pemasok yang sesuai maka dilakukan FAT ( Factory Acceptance Test ) untuk melihat kinerja mesin sebelum digunakan d. Jika kegiatan FAT sudah sesuai maka dilakukan SAT ( Site Acceptance test ) oleh pemasok dan pemakai untuk melihat kinerja mesin di tempat user. Peralatan yang biasa digunakan dalam skala produksi antara lain : 1. Mesin pencuci botol ( Bottle washer )


2. Alat pengering Salah satu alat sering disebut Spray drying yang berfungsi untuk mengurangi kadar air dari suatu bahan sehingga dihasilkan bahan berbentuk serbuk kering 3. Autoclave Sebagai alat untuk menstrerilkan alat dan bahan yang tahan dengan pemanasan tinggi 4. Mesin penutup botol ( mempercepat dan mempermudah penutupan botol )


5. Laminar Air Flow ( untuk melakukan kegiatan inokulasi bakteri )


LKPD MANAJEMEN PRODUKSI OBAT BAHAN BAKU


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT PROBLEM BASE LEARNING STUDENTS NAME ……………………………. ……………………………. ……………………………. ……………………………. …………………………... SMK NUSAPUTERA 2 SEMARANG TAHUN 2022 - 2023


PETUNJUK PENGGUNAAN Petunjuk Penggunaan LKPD dengan model pembelajaran PBL ( Problem BaseLearning ) sebagai berikut : 1. Bacalah informasi yang terdapat didalam LKPD dengan cermat, baik dan teliti 2. Lakukan kegiatan pembelajaran kemudian kerjakan LKPD sesuai dengan urutan didalamnya 3. Carilah sumber informasi untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan tugas yang ada didalam LKPD melalui internet, ataupun sumber bacaan 4. Bekerjasamalah dalam kelompok. Apablia menemui kesulitan dalam mengerjakan silakan diskusikan dengan teman atau bertanyalah kepada Guru dengan baik dan sopan 5. Selesaikan setiap pertanyaan atau permasalahan yang terdapat didalam LKPD secara baik, cermat, tepat dan jelas 6. Buatlah presentasi terhadap hasil pekejaan di LKPD 7. Kerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh Guru pada bagian akhir pembelajaran untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang dipelajari


ELEMEN MANAJEMEN PRODUKSI OBAT KOMPETENSI DASAR 3.1 Memahami pengertian bahan baku kimia 4.1 Mengelompokkan jenis bahan baku kimia Melalui pembelajaran tatap muka menggunakan model Problem Base Learning (PBL) dengan pendekatan saintifik berbasis 4C, literasi, numerasi dan TPACK, peserta didik dapat memahami dan mengelompokkan jenis bahan baku didalam industry farmasi secara baik, benar, cermat dan bertanggung jawab WAKTU TATAP MUKA 1 X 2 X 45 MENIT


BAHAN BAKU APERSEPSI SERBUK DAUN SUJI BOTOL KACA SERBUK PARACETAMOLUM TEPUNG SERBUK BOTOL OBAT MAKANAN MINUMAN GAMBAR DIATAS KIRA KIRA APA YA


Lihatlah pada gambar diatas ! Menurut kalian permasalahan apa yang timbul pada gambar diatas ? Anak – anak silakan duduk sesuai dengan kelompok yang sudah terbentuk Carilah sumber informasi baik melalui bahan bacaan atau internet Petunjuk Bagi Peserta Didik 1. Identifikasi bahan baku yang terdapat dibawah ini manakah yang termasuk pada bahan baku aktif, bahan baku tambahan, bahan baku pengemas primer, bahan baku pengemas sekunder, bahan baku pengemas tersier 1. ORIENTASI PESERTA DIDIK PADA MASALAH SERBUK DAUN SUJI SERBUK PARACETAMOLUM BOTOL KACA 2.MENGORGANISASIKAN PESERTA DIDIK PADA MASALAH 3. MEMBIMBING PENYELIDIKAN INDIVIDU / KELOMPOK


2. Kerjakan tugas diatas secara berkelompok dengan melihat pada sumber informasi yang telah kalian siapkan 3. Apabila terdapat hal – hal yang kurang jelas atau kalian menemui kesulitan silakan bertanya kepada teman atau Guru 4. Jawaban pertanyaan dituliskan pada lembar jawab yang telah disediakan. 1. Silakan kalian membuat presentasi untuk menyajikan hasil diskusi kerja kelompok 2. Kelompok yang lainnya silakan mencermati dengan baik hasil presentasi temannya, silakan bertanya apabila terdapat hal yang kurang jelas 4. MENGEMBANGKAN dan MENYAJIKAN HASIL KARYA


1. Silakan kalian mendengarkan konfirmasi tentang hasil kerja diskusi kelompok kalian 2. Silakan mendengarkan penguatan terhadap materi bahan baku yang kalian pelajari dan diskusikan 5. MENGEMBANGKAN dan MENYAJIKAN HASIL KARYA


Tugas 1 Pembagian Kerja Kelompok No Nama Siswa Tugas Tugas 2 Lembar Jawab pertanyaan No Jawaban Alas an / Keterangan Sumber Informasi LEMBAR JAWAB LKPD 1


STUDENTS ASSESMENT


A. Penilaian Pengetahuan Elemen : Manajemen Pengelolaan Obat Kelas : XI / Fase F Tahun : 2023/ 2024 No Kompetensi Dasar Indikator Capaian Pembelajaran Indikator Soal Jenis Soal Level Kognitif 1 3.1 Memahami pengertian bahan baku kimia Memahami bahan baku aktif, bahan baku tambahan, bahan baku pengemas Mampu memahami pengertian bahan baku PG C1 soal no 1 – 3 C3 soal no 4 C4 soal no 5 Soal 1. Semua bahan baik yang berkhasiat / tidak yang berubah / tidak berubah, yang digunakan dalam pengolahan obat disebut dengan . .. A. Bahan baku B. Bahan aktif C. Bahan kemas D. Bahan mentah E. Bahan tambahan 2. Unsur, senyawa atau zat aktif dalam obat yang mempunyai khasiat untuk meringankan/ menyembuhkan penyakit disebut . … A. Bahan baku B. Bahan aktif C. Bahan kemas D. Bahan mentah E. Bahan tambahan 3. Bahan kemas yang langsung bersentuhan dengan produk disebut . … A. Bahan baku kemas B. Bahan kemas primer C. Bahan kemas tersier


D. Bahan kemas sekunder E. Bahan kemas tambahan 4. Sebuah industry farmasi akan memproduksi sediaan multivitamin cair yang ditujukan untuk anak usia dibawah 5 tahun. Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan pada saat penggunaan maka kemasan yang cocok adalah .. A. Blister B. Botol C. Kardus D. Plastik E. Aluminium foil 5. Dalam suatu formulasi pembuatan sediaan obat terdapat berbagai macam bahan obat yang akan digunakan antara lain : Paracetamol, Amylum manihot binder, Amylum protab, Methylis Parabenum, Tartrazin Yellow. Berdasar bahan baku diatas manakah yang tiodak berfungsi sebagai bahan baku tambahan . .. A. Paracetamolum B. Amylum manihot binder C. Amylum protab D. Methylis Parabenum E. Tartrazin Yellow RUBRIK PENILAIAN PENGETAHUAN No Jawaban benar Point tiap jawaban benar Skoring benar Nilai total Predikat 1 5 20 5 x 20 100 A 2 4 20 4 x 20 80 B 3 3 20 3 x 20 60 C 4 2 20 2 x 20 40 D 5 1 20 1 x 20 20 E


RUBRIK PENILAIAN SIKAP Elemen : Manajemen Pengelolaan Obat Kelas : XI / Fase F Tahun : 2023/ 2024 No Nama Peserta Didik Tanggung Jawab Disiplin Kerjasama Mandiri Jujur Keterangan Point 5 Jika peserta didik memenuhi ke lima kriteria Point 4 Jika peserta didik memenuhi ke empat kriteria Point 3 Jika peserta didik memenuhi ke tiga kriteria Point 2 Jika peserta didik memenuhi ke dua kriteria Point 1 Jika peserta dididik hanya memenuhi ke satu kriteria Skoring : Jumlah Point X 20 Skor SKORING PREDIKAT 80- 100 Sangat Baik 70-79 Baik 60-70 Cukup < 60 Kurang


Indikator Sikap 1. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menyelesaikan tugas dengan baik c. Bertanggung jawab atas tugas individu / kelompok d. Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf e. Menjaga keutuhan barang yang dipinjam 2. Disiplin a. Menyelesaikan tugas tepat waktu b. Mengikuti pembelajaran dari awal sampai selesai c. Tidak datang terlambat d. Bersikap tertib dan menjaga kondusifitas kelas e. Menggunakan seragam dengan baik dan sesuai peraturan 3. Kerjasama a. Mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok b. Menghargai pendapat teman c. Aktif dalam diskusi kelompok d. Tidak bersikap egois dalam kelompok e. Mengutamakan kepentingan kelompok dibanding kepentingan pribadi 4. Jujur a. Bersikap jujur saat mengerjakan tugas b. Tidak mencontek / plagiat hasil kerja teman c. Mengakui kesalahan yang diperbuat d. Mengembalikan barang yang ditemukan atau dipinjam e. Tidak menutupi kesalahan dar teman 5. Mandiri a. Mengerjakan tugas individu dengan baik b. Tidak menggantungkan hasil pekerjaan teman c. Tidak merepotkan teman saat bekerja kelompok d. Melaksanakan tugas individe dengan baik e. Menyelesaikan tugas individu dengan baik


RUBRIK PENILAIAN KETRAMPILAN Elemen : Manajemen Pengelolaan Obat Kelompok : Anggota : Kelas : Tahun : 2023/ 2024 No Aspek Penilaian Belum Kompeten 1 Cukup Kompeten 2 Kompeten 3 Sangat Kompeten 4 1 Pencarian Sumber Informasi a. Topik Materi b. Isi Materi c. Sumber Informasi 2 Masalah dan Penyelesaian a. Penyelesaian masalah b. Kerja kelompok c. Pembuatan presentasi 3 Penyajian Hasil a. Alur presentasi jelas runtut b. Suara, nada, penampilan bagus c. Mampu mempertanggung jawabkan hasil presentasi SKORING Jumlah Skor / 36 x 100 SKORING PREDIKAT 80 – 100 Sangat Baik 70 – 79 Baik 60- 69 Cukup < 60 Kurang


Click to View FlipBook Version