The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E book untuk mempelajari simplisia semen

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dianraiansurya, 2024-05-24 06:05:41

E MODUL FARMAKOGNOSI

E book untuk mempelajari simplisia semen

Keywords: E book Farmakognosi

MODUL AJAR “FARMAKOGNOSI” KELAS XI FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS


ABSTRACT KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan Pharmacognosy is a subject that studies various kinds of simplicia which can be used as raw materials for the treatment of various diseases. This module is used to help students learn so that students master the competencies they will achieve


KATA PENGANTAR Rahmat dan HidayahNya serta kekuatan dan kesempatan sehingga Modul Ajar Farmakognosi dapat dibuat. Modul Ajar ini dimaksudkan sebagai petunjuk bagi siswa – siswi kelas XI kompetensi keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Base Learning maupun Project Base Learning. Materi pada Modul Ajar ini telah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti pebelajaran. Banyak sekali kekurangan yang terdapat pada Modul ajar yang disusun, oleh karena itu sangatlah dharapkan kritik, saran dan masukan yang membangun agar Modul Ajar ini lebih baik lagi. Atas saran dan kritiknya diucapkan terima kasih Semarang, Desember 2023 Penyusun


DAFTAR ISI 1. Halaman Judul ……………………………………………………………………….. 2. Kata Pengantar …………………………………………………………………………… 3. Daftar Isi ……………………………………………………………………………… 4. Pelayanan Kefarmasian . …………………………………………………………. 5. Peta Konsep …………………………………………………………………………………. 6. Kompetensi dasar …………………………………………………………………….. 7. Latihan Soal …………………………………………………………………………………


KOMPONEN UMUM Penyusun : Dian Listriana Y, S.si.,Apt Asal Sekolah : SMK NUsaputera 2 Mata Pelajaran : Farmakognosi Fase : F Kelas XI ( tahun 2023- 2024 ) Jumlah Tatap Muka : 18 x 2 x 45 jam ( 18 JP ) Kata Kunci : Kata kunci ( Memahami ) Topik / Konten Inti : Pengetahuan tentang simplisia dalam farmakognosi Penjelasan singkat : Focus pembelajaran pada pemahaman simplisia dalam farmakognosi Kompetensi Awal : Sebelum mempelajari modul ini peserta didik harus mempunyai pengetahuan tentang simplisia dalam farmakognosi. Profil Pelajar Pancasila : Bertaqwa kepada Tuhan dengan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran Bekerjasama serta saling menghormati antar anggota dalam kelompok Mandiri serta bertanggung jawab dalam pencarian informasi serta bekerja sesuai tugas Kreatif dan inovatif dalam penyusunan dan penyajian laporan hasil presentasi Kritis dan bekerja keras dalam mengatasi masalah dan menemukan solusinya Sarana : Laptop, HP, In Focus ( Alat ) Alat tulis ( Bahan ) Kuota internet, peralatan tulis ( Perkiraan biaya ) Prasarana : Buku paket, modul, google, youtube ( Sumber belajar ) Internet, power point ( Media ajar ) Ruang kelas, laboratorium ( Lingkungan belajar ) Target Peserta : Peserta didik regular / tipikal Mpdel Pembelajaran : Problem base learning, project base learning Pendekatan : Saintifik Moda / Model Pembelajaran Luring, ceramah, diskusi, presentasi, Tanya jawab


KOMPONEN INTI A. Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran tatap muka menggunakan model Problem Base Learning (PBL) dengan pendekatan saintifik berbasis 4C, literasi, numerasi dan TPACK, peserta didik dapat memahami perencanaan dan pengelolaan bahan baku obat dan bahan kemas yang sesuai standar, produk jadi dan produk kembalian dengan benar dan bertanggungjawab. B. Pemahaman Bermakna Peserta didik mampu memahami simplisia, cara penulisan, zat berkhasiat dan penggunaan simplisia dengan baik dan bertanggung jawab C. Pertanyaan pemantik Pernahkan mendengar istilah simplisia Apakah kalian mengetahui macam dari simplisia Apakah kalian pernah mengetahui cara pemanfaatan dari simplisia D. Kegiatan Pembelajaran a. Kegiatan Pendahuluan b. Kegiatan Inti 1. Peserta didik menjawab salam dari guru dengan antusias dan sikap yang baik 2. Peserta didik memanjatkan doa sebelum memulai pembelajaran dipimpin oleh salah seorang siswa 3. Peserta didik menjawab presensi yang dilakukan guru dengan baik serta menyiapkan diri untuk pembelajaran. 4. Peserta didik mencermati tentang kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 5. Peserta didik mencermati dan memahami motivasi yang diberikan oleh guru 6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi yang diberikan oleh guru dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang diberikan. 7. Peserta didik menyimak materi dan model penilaian yang akan dilakukan selama dalam aktivitas pembelajaran 1. Peserta didik mendengarkan dan menyimak pertanyaan yang diberikan oleh Guru mengenai pengertian farmakognosi, simplisia dan macam simplisia yang diketahui siswa 2. Peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Guru 3. Peserta didik menyimak tayangan youtube tentang farmakognosi dan simplisia melalui link youtube yang telah dibagikan https://www.youtube.com/watch?v=VPCwNA yt5tk&list=PL7_qjORUfFOr6wYXkdGqUNyViEv6vEhr&index=2 https://www.youtube.com/watch?v=VPCwNA yt5tk&list=PL7_qjORUfFOr6wYXkdGqUNyViEv6vEhr&index=2 4. Peserta didik membaca buku , literature, hand out atau sumber belajar lainnya untuk membanding berbagai sumber belajar ( berpikir kritis ) dengan penuh kreativitas dan inovatif 5. Peserta didik selanjutnya bergabung dengan kelompok yang telah dibentuk kemudian mereka mencari informasi tentang bahan baku yang terdapat di LKPD 6. Peserta didik berdiskusi dengan teman dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang terdapat di LKPD dengan berkomunikasi dan menghormati pendapat teman 7. Peserta didik mencari berbagai informasi untuk mendapatkan jawaban yang tepat terhadap


C. Kegiatan Penutup dan Refleksi Peserta Didik tugas yang telah diberikan 8. Peserta didik bersama kelompok menganalisa paparan materi yang akan disampaikan pada pelaporan hasil diskusi 9. Peserta didik melaporkan dan mempresentasikan hasil pengolahan jawaban atas pertanyaan yang diberikan 10.Peserta didik dari kelompok lain mengamati, mencermati dan juga menanggapi hasil presentasi yang disampaikan 11.Peserta didik mencermati dan menyimak tanggapan yang diberikan Guru dan juga peserta didik lainnya 12.Peserta didik memperhatikan penguatan yang diberikan oleh Guru 13.Peserta didik yang belum memahami dapat mengajukan pertanyaan kepada Guru 14.Peserta didik dan Guru memberikan apresiasi terhadap kelompok yang telah melakukan presentasi atas hasil kerjanya


PETUNJUK PENGGUNAAN 1. Petunjuk Untuk Peserta Didik a. Bacalah kompetensi dasar , tujuan pembelajaran dan indicator pencapaian kompetensi yang akan dicapai b. Dengan bimbingan dari Guru maka peserta didik akan melakukan diskusi terhadap permasalahan yang diangkat atau yang akan dipelajari c. Peserta didik bersama dengan teman dalam kelompok melakukan diskusi dan juga menemukan jawaban atas permasalahan yang dicapai dengan mencapai jawaban dari berbagai sumber pembelajaran d. Peserta didik bersama teman dalam kelompok mengerjakan tugas dan berdiskusi secara baik dan terarah serta bertanggung jawab e. Peserta didik melakukan penyelidikan untuk mencari bahan atau literature untuk menemukan solusi atas masalah yang diberikan f. Setelah selesai berdiskusi maka peserta didik membuat laporan kerja dalam bentuk presentasi dan mempresentasikan hasil yang diperoleh dengan baik dan penuh dengan tanggung jawab g. Peserta didik mengerjakan semua latihan soal yang diberikan untuk memperdalam tingkat pemahaman h. Peserta didik membuat kesimpulan atas pembelajaran yang diperoleh pada disertai dengan penguatan dari guru.


a. Simplisia Simplisia Flos Simplisia Fructus Simplisia Semen Olea Pinguia, Olea Volatilia b. Tata nama simplisia Simplisia Flos Simplisia Fructus Simplisia Semen c. Kandungan zat aktif dalam simplisia Simplisia Flos Simplisia Fructus Simplisia Semen d. Pemanfaatan simplisia Simplisia Flos Simplisia Fructus Simplisia Semen PETA KONSEP PESERTA DIDIK MEMAHAMI FARMAKOGNOSI dan Bagian –Bagiannya


Satuan Pendidikan : SMK Nusaputera 2 Mata Pelajaran : Farmakognosi Kompetensi Keahlian : Farmasi Klinis dan Komunitas Alokasi waktu : 5 x 2 x 45 menit Kompetensi Dasar : Memahami simplisia A. Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mampu menjelaskan tentang pengertian simplisia 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi macam – macam simplisia 3. Peserta didik mampu menuliskan nama simplisia dengan benar B. Media / alat , Bahan dan Sumber Ajar Media : Internet, worksheet Sumber Belajar : Buku Paket, Google Alat / Bahan : Spidol, Papan tulis, Laptop, Hp Model Pembelajaran : Problem Base Learning Metode Pembelajaran : Diskusi, Presentasi, Tanya Jawab C. Langkah – Langkah Pembelajaran D. Kegiatan Inti 1. Peserta didik mendengarkan dan menyimak pertanyaan yang diberikan oleh Guru mengenai simplisia 2. Peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Guru 3. Peserta didik menyimak tayangan youtube tentang materi simplisia farmasi melalui link youtube yang telah dibagikan 4. Peserta didik membaca buku , literature, hand out atau sumber belajar lainnya untuk membanding berbagai sumber belajar ( berpikir kritis ) dengan penuh kreativitas dan inovatif 5. Peserta didik selanjutnya bergabung dengan kelompok yang telah dibentuk kemudian mereka mencari informasi tentang bahan baku yang terdapat di LKPD 6. Peserta didik berdiskusi dengan teman dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang terdapat di LKPD dengan berkomunikasi dan menghormati pendapat teman 7. Peserta didik mencari berbagai informasi untuk mendapatkan jawaban yang tepat terhadap tugas yang telah diberikan 8. Peserta didik bersama kelompok menganalisa paparan materi yang akan disampaikan pada pelaporan hasil diskusi RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


9. Peserta didik melaporkan dan mempresentasikan hasil pengolahan jawaban pertanyaan yang diberikan 10. Peserta didik dari kelompok lain mengamati, mencermati dan juga menanggapi hasil presentasi yang disampaikan 11. Peserta didik mencermati dan menyimak tanggapan yang diberikan Guru dan juga peserta didik lainnya 12. Peserta didik memperhatikan penguatan yang diberikan oleh Guru 13. Peserta didik yang belum memahami dapat mengajukan pertanyaan kepada Guru 14. Peserta didik dan Guru memberikan apresiasi terhadap kelompok yang telah melakukan presentasi E. Kegiatan Penutup dan Refleksi A. Guru menyusun berbagai pertanyaan untuk melakukan refleksi 1. Apakah terdapat kendala dalam pembelajaran pada hari ini ? 2. Kesulitan apa saja yang ditemui oleh peserta didik ? 3. Apakah peserta didik dapat mengatasi permasalahan yang dialami ? 4. Bagaimana capaian pembelajaran peserta didik pada pertemuan pembelajaran hari ini ? 5. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran dengan penuh antusias, cermat dan penuh percaya diri ? 6. Peserta didik mengerjakan soal post test yang diberikan oleh Guru 7. Peserta didik menerima refleksi yang dilakukan Guru dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Guru mengenai materi yang telah diselesaikan antara lain : a. Apa yang menjadi kesulitan pada pembelajaran pada hari ini b. Apa yang menyenangkan pada pembelajaran pada hari ini c. Apabila pada hari ini pembelajaran belum maksimal, apakah yang akan dilakukan untuk memperbaiki hal tersebut 8. Peserta didik menyimak rangkuman pembelajaran pada hari ini dan juga rencana pembelajaran yang akan diberikan pada pertemuan selanjutnya 9. Peserta didik melakukan doa bersama sebagai penutup pembelajaran pada hari ini


F. Pengayaan Pengayaan diberikan kepada siswa yang telah tuntas dalam pembelajaran, diberikan pembelajaran dengan : 1. Peserta didik yang sudah tuntas dalam pembelajaran maka diberikan pembelajaran dalam cakupan Kompetensi Dasar untuk memperdalam pemahaman materi 2. Peserta didik yang telah mencapai nilai maksimum dari ketuntasan maka diberikan soal yang dalam cakupan kompetensi dasar tetapi mrmpunyai tingakt kesulitan yang lebih tinggi untuk semakin memperdalam pemahaman G. Remedial 1. Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan dalam pembelajaran dilakukan remedial, dan apabila memungkinkan dilakukan review materi . Soal – soal remedial yang diberikan adalah soal yang peserta didik tidak mampu menjawab sehingga mereka mempunyai kemampuan untuk mencapai ketuntasan pada penilaian harian. Nilai yang dicapai pada program remedial merupakan nilai akhir capaian pada Kompetensi dasar yang diberikan berdasarkan pada pertimbangan yang dilakukan oleh guru. Lampiran 1. Fery Norhendy, dkk, 2018, Farmakognosi , untuk SMK/MAK Kompetensi Keahlian Farmasi , Kelas XI dan XII, Jakarta, EGC


Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dikatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia terdiri atas 3 jenis yaitu, simplisia nabati, hewani dan mineral (pelikan) dengan uraian sebagai berikut: 1. Simplisia Nabati, adalah simplisia yang dapat berupa tanaman utuh, bagian tanaman, eksudat tanaman, atau gabungan antara ketiganya. Simplisia nabati tidak hanya seluruh bagian tumbuhan, tetapi sering juga berupa bagian atau organ tumbuhan seperti akar, kulit akar, batang, kulit batang, kayu, bagian bunga dan sebagainya. contoh : bunga cengkeh (clove), lada hitam , daun sereh , kulit kayu manis. 2. Simplisia Hewani, adalah simplisia yang dapat berupa hewan utuh atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa bahan kimia murni, misalnya minyak ikan (Oleum ieconis asselli) dan madu (Mel depuratum). 3. Simplisia Mineral atau pelikan, adalah simplisia berupa bahan pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa bahan kimia murni, contohnya serbuk seng dan tembaga. Keunggulan simplisia antara lain : Efek sampingnya relatif lebih kecil dari pada obat-obatan kimia karena berasal dari alam, adanya Komposisi yang saling mendukung untuk mencapai efektivitas pengobatan. lebih sesuai untuk penyakit metabolik dan degenaratif. Kekurangan Simplisia : Memiliki efek farmakologis yang lemah. bahan baku belum terstandar. Sebagaian besar Belum dilakukan uji klinik Mudah tercemar berbagai mikroorganisme. Pembuatan simplisia meliputi beberapa tahap diantaranya : Sortasi basah : pemilihan hasil panen ketika tanaman masih segar Pencucian : dilakukan untuk menghilangkan tanah dan pengotor lainnya yang melekat pada bahan simplisia. Perajangan : Beberapa jenis simplisia perlu mengalami perajangan untuk memperoleh proses pengeringan, pengepakan dan penggilingan. Pengeringan : bertujuan untuk menurunkan kadar air , menghilangkan aktivitas enzim , memudahkan dalam hal pengolahan proses selanjutnya (ringkas, mudah disimpan, tahan lama, dan sebagainya) Sortasi kering : pemilihan bahan setelah mengalami proses pengeringan. Penyimpanan : simplisia perlu ditempatkan dalam suatu wadah tersendiri agar tidak saling bercampur antara simplisia satu dengan lainnya Untuk mengetahui mutu simplisia, maka dilakukan analisis yang meliputi analisis kuantitatif dan kuantitatif. Pengujian mikroskopik termasuk dalam analisis MATERI PEMBELAJARAN


kuantitatif. Uji mikroskopik dilakukan menggunakan mikroskop yang derajat pembesarannya disesuaikan dengan keperluan. Simplisia dapat diuji berupa sayatan melintang, radial, paradermal, membujur ataupun serbuk. Dari pengujian ini akan diketahui jenis simplisia berdasarkan pragmen pragenal spesifik masingmasing simplisia. Serbuk dari simplisia memiliki beberapa persyaratan yaitu: 1. Kadar air. Kurang dari 10% 2. Angka Lempeng Total. kurang dari 10 3. Angka Kapang dan Khamir. Kurang dari 10 4. Mikroba Patogen: Negatif 5. Aflatoksin kurang dari 30 bpj. Aflatoksin adalah segolongan senyawa toksik yang dikenal mematikan dan karsinogenik bagi manusia dan hewan. Larutan dengan konsentrasi 1 bpj artinya mengandung 1 gram zat terlarut didalam tiap 1 juta gram larutan atau 1 mg zat terlarut dalam tiap 1 kg larutan. Pada pembuatan bahan dasar obat harus dilakukan beberapa uji coba yaitu uji organoleptik. Uji organoleptik merupakan cara pengujian dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan, kemunduran mutu dan kerusakan lainnya dari produk. Adapun syarat-syarat yang harus ada dalam uji organoleptik adalah ada contoh yang diuji yaitu benda perangsang, ada panelis sebagai pemroses respon, ada pernyataan respon yang jujur respon dan spontan, tanpa penalaran, imaginasi, ilusi atau meniru orang lain atau asosiasi. Tujuan uji organoleptik adalah untuk: 1. Pengembangan produk dan perluasan pasar 2. Pengawasan mutu, bahan mentah, dan komoditas 3. Perbaikan produk 4. Membandingkan produk sendiri dengan produk pesaing 5. Evaluasi penggunaan bahan, formulasi, dan peralatan baru


SIMPLISIA SEMEN


LKPD Farmakognosi Simplisia semen


PROJECT BASED LEARNING Melakukan analisa dan identifikasi simplisia semen Mata Pelajaran : Farmakognosi Kelas : XI Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Judul materi : Identifikasi simplisia semen Nama / Kelompok : Kelas / No absen : Capaian pelajaran Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi sediaan simplisia nabati Melakukan identifikasi sediaan simplisia nabati Mampu menyebutkan nama simplisia dengan baik dan benar APERSEPSI Simplisia merupakan bahan alam yang digunakan dalam pengobatan untuk menyembuhkan penyakit yang didasarkan pada pengalaman turun temurun dan biasanya dalam bentuk simplisia utuh dan belum mengalami perubahan dalam bentuk apapun dan berupa simplisia yang telah dikeringkan. Fase I Pertanyaan Mendasar Pengertian simplisia Pengertian simplisia semen Bagaimana cara mengidentifikasi simplisia semen Bagaimana menyusun tata nama simplisia semen Fase 2 Mendesain cara melakukan identifikasi simplisia semen Susunlah rencana kegiatan pelaksanaan proyek identifikasi sediaan simplisia semen


JURNAL PELAKSANAAN IDENTIFIKASI SIMPLISIA SEMEN No Gambar Simplisia Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 Fase 3 Menyusun Jadwal Pelaksanaan No Uraian Waktu pembuatan 1 Pembuatan rencana 2 Pembuatan Jurnal Identifikasi Simplisia 3 Proses pelaksanaan Identifikasi simplisia 4 Proses perekaman video/ editing 5 Diskusi dalam kelompok 6 Presentasi hasil kerja kelompok 7 Evaluasi Fase 4. Monitoring Keaktfan Pelaksanaan Kerja Guru memantau keaktifan siswa pada saat pelaksanaan kerja kelompok Evaluasi ketercapaian project identifikasi sediaan simplisia semen No Komponen Ketercapaian Pencapaian Nilai Max Nilai Perolehan Ya Tidak 1 Apersepsi dijawab dengan benar 10 2 Waktu pengerjaan selesai 10 3 Alat dan bahan disiapkan dengan benar 10 4 Kerjasama kelompok 10 5 Penyusunan pembagian kerja 10 6 Pembuatan laporan kelompok 10 7 Presentasi kelompok kerja 10 8 Kekompakan dalam presentasi 10 9 Kemampuan mempertahankan pendapat 10 10 Kemampuan menjawab pertanyaan 10


Kriteria 50 – 70 Cukup ( C ) 71- 90 Baik ( B ) 91-100 Istimewa (A ) RUBRIK PENILAIAN KETRAMPILAN Mata Pelajaran : Farmakognosi Kelompok : Anggota : Kelas : Tahun : 2023/ 2024 No Aspek Penilaian Belum Kompeten 1 Cukup Kompeten 2 Kompeten 3 Sangat Kompeten 4 1 Pencarian Sumber Informasi a. Topik Materi b. Isi Materi c. Sumber Informasi 2 Masalah dan Penyelesaian a. Penyelesaian masalah b. Kerja kelompok c. Pembuatan presentasi 3 Penyajian Hasil a. Alur presentasi jelas runtut b. Suara, nada, penampilan bagus c. Mampu mempertanggung jawabkan hasil presentasi DAFTAR PUSTAKA 1. Fery Norhendy, dkk, 2018, Farmakognosi , Kompetensi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas, Vol 1, EGC, Jakarta


Click to View FlipBook Version