The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by didietmlg77, 2022-09-29 22:55:45

uji coba

uji coba

LAPORAN HASIL

ANALISA USER INTERFACE (UI)
APLIKASI LEARNING MANAGEMENT

SYSTEM (LMS) SEVIMA EDLINK

Tim: (NIM 200401010154)
(NIM 200401010131)
1. NOTO SUSANTO (NIM 200401010146)
2. MUHAMMAD BUDIAWAN (NIM 200401010139)
3. EFLIN DWI PUTRI SEPTIANI (NIM 200401010147)
4. ARMAN AFANDI
5. SYAMSUL BAHRI

SEMESTER GENAP TAHUN 2021/ 2022
PROGRAM STUDI INFORMATIKA
UNIVERSITAS SIBER ASIA

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
1.1 LATAR BELAKANG ........................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................. 3
2.1 Analisis dan Perancangan ...................................................................................... 3
2.2 User Interface (UI) ................................................................................................. 3
2.3 User Experience (UX) ........................................................................................... 3
2.4 Pengertian Pembelajaran Online ........................................................................... 4

a. Pembelajaran Individu .................................................................................... 4
b. Terstruktur dan Sistematis .............................................................................. 4
c. Mengutamakan Keaktifan Siswa maupun mahasiswa ................................... 4
d. Keterhubungan ............................................................................................... 5
2.5 Pengertian Learning Mangenent System (LMS) ................................................... 5
2.6 Learning Mangenent System (LMS) Sevima Edlink ............................................ 6
BAB III PEMBAHASAN ............................................................................................. 12
3.1 Analisa User Interface Learning Mangenent System ............................................ 12
A. Kesan antarmuka (user interface) secara umum .......................................... 12
B. Penilaian antarmuka (user interface) berdasarkan 8 aspek penilaian. .......... 13

1). Aspek Clarity (Kejelasan) ...................................................................... 13
2). Aspek Concise (Ringkas) ....................................................................... 14
3). Aspek Familiarity (Mudah dipahami) .................................................... 15
4). Responsiveness ...................................................................................... 16
5). Consistensy (Konsisten) ........................................................................ 16
6). Aesthetics (Estetik) ................................................................................ 18
7). Efficiency (Efisien) ................................................................................ 18
8). Forgiveness (Pengampunan) .................................................................. 19
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 21

ii

ANALISA USER INTERFACE (UI)

APLIKASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) SEVIMA EDLINK

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Teknologi Komunikasi dan informasi bisa dikatakan sebagai tempat ataupun wadah
untuk memberikan sebuah informasi untuk jarak jauh. Teknologi selalu berinovasi tiap tahun
ke tahun bahkan di era revolusi industri 4.0 yang berbasis teknologi, dengan adanya itu
kegiatan belajar mengajar kini sudah tidak lagi harus berada di dalam kelas. Industri 4.0
pertama kali diciptakan di negara Jerman pada tahun 2011 yang memfokuskan pada industri
digital. Industri 4.0 ini menggabungkan sebuah teknologi dan digital saat itu dan kini industri
berkembang sangat pesat. (Satya, 2018) Revolusi industri 4.0 ditandai dengan beberapa
kemunculan industri diantaranya teknologi baru untuk sains, kecerdasan buatan, robotik,
cloud, cetak tiga dimensi, dan teknologi nano. (Ghufron, 2018) Landasan yang mendasari
adanya revolusi industri 4.0 yaitu adanya perkembangan komputer elektronik digital atau
komputer pribadi yang penggunaan mikroprosesor yang terus meningkat, oleh karena itu
apabila Indonesia ingin bersaing di revolusi insdustri 4.0 maka kemampuan harus
ditingkatkan. (Syamsuar & Reflianto .2018) Pengajar ataupun pendidik bisa memberikan
sebuah materi kepada siswa melalui jarak jauh dengan perantara aplikasi pembelajaran online
dan siswa bisa mendapatkan materi dengan jarak jauh.

Learning Management System (LMS) atau Sistem Manajemen Pembelajaran
merupakan suatu sistem teknologi informasi yang dikembangkan untuk mengelola dan
mendukung proses pembelajaran, mendistribusikan materi perkuliahan dan memungkinkan
kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Melalui Learning Management System (LMS)
mahasiswa dapat mengakses materi perkuliahan yang diberikan, melakukan discussion board
dengan dosen melalui forum diskusi, melakukan chat, serta mengakses tugas yang diberikan
oleh dosen. Dosen juga didorong untuk membuat materi pembelajaran lebih kreatif melalui
video pembelajaran yang bisa diupload dalam Learning Management System (LMS).

1

LMS memberikan kontribusi dari segi pemanfaatannya. Fleksibilitas Learning Management
System memungkinkan dosen maupun mahasiswa dapat mengakses LMS kapan saja dan
dimana saja serta melalui berbagai device, baik melalui PC, tablet, maupun smartphone
(Fitriani, 2020).

Inovasi teknologi di era revolusi industri 4.0 banyak aplikasi pembelajaran online
yang beredar di internet yang mudah diakses gratis ataupun yang berbayar. Media
pembelajaran online yang beredar yaitu Google Classroom, Sevima Edlink, Quipper, Moodle,
Schooloy, Atutor, Kelas Pintar, KelasKita, Ruang Guru, Rumah Belajar, Kahoot,Class Dojo,
Edmodo, dan masih banyak yang lainnya. Peran dari media ini untuk membantu guru atau
pengajar apabila mereka berhalangan hadir ataupun ada tugas dinas yang mengakibatkan
mereka tidak masuk ke dalam kelas, mereka bisa memberikan materi ataupun postes dari
jarak jauh dan mereka juga bisa memantau hasil pengerjaan siswa. Banyaknya media
pembelajaran online yang beredar harus disesuaikan dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh
pengguna media pembelajaran online, agar pengguna bisa mengeksplorasi kegiatan belajar
mengajar melalui jarak jauh. Dengan menggunakan media pembelajaran online diharapkan
efisiensi waktu untuk pembelajaran jarak jauh lebih baik lagi.

Aplikasi Sevima Edlink ini memiliki fitur-fitur yang direkomendasikan untuk tingkat
Universitas, namun apabila guru mengaplikasikan aplikasi ini di tingkat sekolah, guru bisa
memanfaatkan dengan cara mensosialisasikan kepada siswa tentang penggunaan aplikasi ini,
setelah guru mensosialisasikan tentang aplikasi ini, guru akan mendampingi siswa untuk
memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Sevima Edlink dalam pembelajaran. Pengguna
perangkat pembelajaran online pun harus bisa memilih aplikasi pembelajaran online yang
bisa membantu mempermudah penggunanya. Analisis kali ini ingin mengevaluasi media
pembelajaran online yang jarang terdengar untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran
online. Media yang akan dievaluasi yaitu media pembelajaran online Sevima Edlink, diantara
media-media yang digunakan pembelajaran online, media ini yang jarang terdengar untuk
digunakan dalam kegiatan pembelajaran online, dalam arti mempromosikan media tersebut di
media sosial, tetapi media pembelajaran online ini biasa digunakan oleh perguruan tinggi
universitas khususunya dosen untuk memberikan pembelajaran materi kepada mahasiswa
dengan jarak jauh.

2

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Analisis dan Perancangan

Analisis adalah penguraian pokok persoalan atas bagian-bagian dan hubungan antar bagian
untuk mendapatkan pengertian dan penjabaran yang tepat dengan pemahaman secara
keseluruhan. Sedangkan perancangan merupakan proses pengembangan spesifikasi baru
berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem (Pratama 2018).

2.2 User Interface (UI)

User interface (UI) adalah bagian dari sebuah sistem informasi yang membutuhkan interaksi
pengguna untuk membuat suatu input dan output (Pratama, 2018). Selain itu UI sendiri bisa
diartikan sebagai penghubung antara user dengan sebuah sistem operasi. UI merupakan salah
satu unsur yang paling penting dari sebuah sistem. Jika sebuah UI dirancang sederhana, maka
UI tersebut akan memudahkan user dalam mengoperasikan sistem operasi. Bahkan user
interface yang lemah dapat menyebabkan kegagalan pada suatu sistem. Karena itu
perancangan UI harus dibuat sebaik mungkin. Proses perancangan UI dibuat dengan
pembuatan model terlebih dahulu, kemudian digambarkan. Hasilnya adalah sebuah prototype
design yang kemudian akan dievaluasi untuk menguji kualitasnya. Dalam perancangan User
Interface, harus memperhatikan user dan konsep pengerjaannya, baik itu pemahaman tentang
karakteristik dan perilaku dari user yang umum serta populasi dari user. (Achmadi et al.,
2017).

2.3 User Experience (UX)

Menurut definisi dari ISO 9241-210, User Experience (UX) adalah persepsi seseorang dan
responnya dari penggunaan sebuah sistem, produk, dan jasa. Garrett (2011) menyatakan
bahwa UX bukanlah tentang cara kerja dari suatu produk atau layanan. UX adalah bagaimana
pengalaman pengguna saat menggunakan produk. Apakah produk tersebut mudah atau sulit
digunakan dan bagaimana pengalaman pengguna saat mencari dan memahami informasi yang
tersedia. Ada banyak aspek User Experience yang dapat dipertimbangkan dan banyak cara
untuk memperhitungkannya saat merancang produk interaktif. Hal yang paling penting

3

adalah kegunaan, fungsi, estetika, konten, tampilan dan nuansa, dan daya tarik emosional
(Sharp et al., 2019).

2.4 Pengertian Pembelajaran Online

Konsep pembelajaran online adalah pembelajaran melalui Internet, di mana
mahasiswa dipisahkan dari dosen di tempat atau ruang dan mungkin waktu. Pembelajaran
online lebih mengedepankan kepada kemampuan siswa maupun mahasiswa dalam menerima
dan mengolah informasi. Menurut Simonson, dkk dalam Yunus mengemukakan bahwa: “The
key to success in an online classroom is not which technologies are used, but how they are
used and what information is communicated using the technologies”. Artinya adalah Kunci
sukses dalam suatu kelas online itu bukan pada “teknologi apa” yang digunakan, tetapi
“bagaimana teknologi” itu digunakan dan informasi apa yang dikomunikasikan menggunakan
teknologi tersebut. Ciri-ciri pembelajaran online menurut Flinders University dalam Riyana
pada www.pustaka.ut.ac.id/ , yaitu personal, structured, active dan Connective.

a. Pembelajaran Individu. Pengalaman belajar pada pembelajaran online diciptakan
oleh siswa maupun mahasiswa itu sendiri. Pada pembelajaran online siswa maupun
mahasiswa berdiri di atas pijakan sendiri. Salah satu keuntungan dari pembelajaran online
yaitu, siswa maupun mahasiswa dapat menciptakan sendiri suasana belajar yang nyaman dan
sesuai keinginan. Siswa maupun mahasiswa dalam proses pembelajaran online akan belajar
secara sendiri dan mandiri.

b. Terstruktur dan Sistematis. Sama dengan pembelajaran konvensional,
pembelajaran secara online juga dilakukan secara terstruktur. Sebelum diadakannya kegiatan
belajar mengajar secara online, terlebih dahulu tenaga pengajar menyiapkan silabus, materi
pelajaran, media dan sumber belajar

c. Mengutamakan Keaktifan Siswa maupun mahasiswa. Proses belajar terjadi
akibat adanya proses aktif dari siswa maupun mahasiswa. Proses aktif ini sangat diperlukan
dalam pembelajaran konvensional maupun pembelajaran online. Dalam pembelajaran online,
cara mengaktifkan siswa maupunmahasiswa dapat menggunakan teknologi. Teknologi
dipilih, karena teknologi dapat memfasilitasi dan menyediakan berbagai macam hal yang
dapat mengaktifkan siswa maupun mahasiswa.

4

d. Keterhubungan. Pembelajaran online tidak merubah kebiasaan-kebiasaan yang
terjadi pada pembelajaran konvensional seperti adanya pertemanan, maupun interaksi dengan
tenaga pengajar. Salah satu karakteristik dari pembelajaran online yaitu adanya konektivitas.
Aktivitas pembelajaran online menghubungkan antara siswa maupun mahasiswa dan tenaga
pengajar baik guru maupun dosen, antar siswa maupun antar mahasiswa, dan menguhungkan
siswa maupun mahasiswa dengan tenaga pengajar lainnya. Melalui pembelajan online siswa
maupun mahasiswa akan terkoneksi dengan dunia maya. Akan lebih banyak menemukan
sumber belajar yang tidak terbatas. Dalam pembelajaran online tidak adanya batasan ruang
dan waktu sehingga siswa maupun mahasiswa dapat belajar secara terkoneksi.

2.5 Pengertian Learning Management System (LMS)

Salah satu unsur penting dari mengimplementasikan atau menerapkan pembelajaran
online yaitu dengan ketersediaan Learning Management System (LMS). Menggunakan LMS,
pendistribusian materi pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran dapat dilakukan
dengan mudah. Mahnegar mengemukakan bahwa, Learning Management System (LMS)
merupakan suatu aplikasi atau software yang digunakan untuk me-manage atau mengelola
pembelajaran secara daring atau online yang meliputi berbagai aspek antara lain materi,
penem penempatan, pengelolaan, dan juga penilaian.

Pada www.monsoonacademy.com dalam Jaqueline mengnyatakan bahwa Learning
Management System (LMS) adalah sebuah aplikasi software yang dapat membantu
merencanakan, serta mengimplementasikan sebuah proses pembelajaran. Learning
Management System (LMS) memungkinkan pemilik atau pembuat course untuk mengelola
atau memanage, menyampaikan, dan memonitor para peserta didiknya. Learning
Management System (LMS) memadukan antara pembelajaran tradisional dengan media
digital dan alat interaktif meliputi pembelajaran online, virtual live sessions dan forum
diskusi. Learning Management System membantu meningkatkan pemanfaatan waktu, karena
Learning Management System dapat diakses secara daring atau online dimana saja dan kapan
saja. Selain itu LMS juga memiliki kualitas pembelajaran yang tidak kalah dengan cara
tradisional. Ciri-ciri Learning Management System atau Sistem Manajemen Pembelajaran
pada http://www.monsoonacademy.com/article/ menurut Jaqueline adalah :

a. Menggunakan layanan „‟self-service‟‟ atau melayani sendiri dan „‟self-guided‟‟atau
memandu sendiri.

5

b. Mengumpulkan dan menyampaikan konten atau materi pembelajaran dengan cepat

c. Mengkonsolidasikan inisiatif pelatihan pada platform berbasis „‟web scalable‟‟atau skala
web.

d. Mendukung suatu portabilitas dan suatu standar personalisasi isi dan juga penggunaan
kembali pengetahuan.

Dalam Raharja, et al di dalam Learning Management System juga terdapat fitur-fitur
yang dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna dalam hal pembelajaran. penyampaian
materi pembelajaran serta kemudahan akses ke sumber-sumber referensi, penilaian, ujian
online, pengumpulan feedback serta komunikasi yang mencakup forum diskusi online,
mailing list diskusi, dan chat. Melalui Learning Management System atau Sistem Manajemen
Pembelajaran, mahasiswa dapat melihat modul-modul pembelajaran yang disediakan,
mengambil atau mendownload tugas-tugas dan quiz yang harus dikerjakan, melihat jadwal
diskusi secara online, serta melihat nilai tugas dan quiz.

2.6 Learning Management System (LMS) Sevima Edlink

Sevima Edlink adalah sebuah aplikasi atau media pembelajaran elektronik yang
dibuat oleh PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA) sebuah perusahaan konsultan dan
pengembang teknologi informasi yang didirikan pada tahun 2004. Saat ini memiliki lokasi
kantor di Surabaya dan Jakarta dengan didukung oleh tenaga ahli muda yang kompeten,
inovatif dan profesional yang berpengalaman di bidangnya. SEVIMA memiliki bidang fokus
dalam sektor edukasi dan sektor pemerintahan. EdLink adalah aplikasi yang membantu
mahasiswa dan dosen dalam kegiatan pembelajaran. Berbagi informasi, materi perkuliahan /
pelajaran, dan memberikan tugas menjadi lebih mudah hanya lewat genggaman.

Sevima Edlink merupakan salah satu media berbasis android bersifat mobile yang
dikhususkan untuk dunia pendidikan guna membantu pendidik dalam proses pembelajaran.
Beberapa manfaat Sevima Edlink bagi pendidik adalah untuk menghemat waktu, menjaga
kelas tetap teratur dan meningkatkan komunikasi dengan pelajar atau peserta didik. Selain
bermanfaat bagi pendidikan disini juga akan disebutkan manfaat aplikasi ini bagi peserta
didik, seperti mempermudah dalam mengumpulkan tugas dengan singkat.

6

Media pembelajaran online Sevima Edlink bisa didapatkan di tautan https://app.edlink.id/
atau bisa didapatkan di playstore gawai android secara gratis. Sevima Edlink versi mobile
bisa didownload di Google Play untuk android, dan AppStore untuk iphone. Di Google play
terpantau status penggunduhnya 100rb+ dengan 3,7*, 4 ribu ulasan, dan Rating 3+, berikut
ini tampilan yang ada di Google Play :

Saat pengguna sudah mengunduh media pembelajaran elektronik Sevima Edlink
diharuskan untuk membuat sebuah akun memasukan sebuah ponsel yang aktif yang dimiliki
oleh pengguna dan membuat kata sandi yang mudah diingat oleh pengguna, setelah itu nanti
sistem mengirimkan sebuah kode untuk memverifikasi akun yang dibuat. Setelah sudah
dikirimkan kode untuk verifikasi maka bisa ke tampilan utama dari Sevima Edlink. Ada
beberapa fitur-fitur yang terdapat pada laman utama Sevima Edlink seperti dibawah ini.
Berikut ini tampilan Edlink di aplikasi Mobile :

7

Saat pengguna sudah mengunduh media pembelajaran elektronik Sevima Edlink
diharuskan untuk membuat sebuah akun memasukan sebuah ponsel yang aktif yang dimiliki
oleh pengguna dan membuat kata sandi yang mudah diingat oleh pengguna, setelah itu nanti
sistem mengirimkan sebuah kode untuk memverifikasi akun yang dibuat. Setelah sudah
dikirimkan kode untuk verifikasi maka bisa ke tampilan utama dari Sevima Edlink. Ada
beberapa fitur-fitur yang terdapat pada laman utama Sevima Edlink seperti dibawah ini.

Berikut fitur yang bisa dapatkan dari Edlink :

1. Membuat forum diskusi dan kelas - Di dalam forum Anda dapat terhubung dengan
teman-teman, mahasiswa atau dosen Anda. Berbagi informasi, data, acara, survey, media dll
menjadi lebih mudah. Forum dapat dibuat publik dan privat. (Forum kelas hanya dapat dibuat
oleh dosen)

8

2. Berbagi apa saja - Jenis data / file apa pun dapat Anda bagikan dengan teman-teman
dalam forum yang sama.
3. Tugas dalam kelas - Dosen dapat membuat tugas di dalam forum kelas. Dosen dapat
melihat semua jawaban. Di akhir mahasiswa dapat melihat semua jawaban temannya. Fitur
ini membantu dosen / guru untuk melihat bagaimana pemahaman mahasiswa terhadap materi
kuliah / pelajaran. Dari sisi mahasiswa, fitur ini membantu mereka untuk menambah referensi
belajar dari jawaban teman-temannya.
4. Pesan pribadi - Kirimkan pesan pribadi pada teman atau dosen Anda yang berada pada
forum yang sama.
5.Info, Acara dan Survey - dalam forum Anda dapat membuat post info untuk
menginformasikan segala sesuatu kepada teman dalam forum tersebut, membuat post acara
untuk mengagendakan suatu acara untuk forum tersebut, dan membuat post survey untuk
membuat survey dalam forum tersebut.
6. Jelajah - Apabila Mahasiswa ingin meningkatkan skill dan pengetahuan maka Mahasiswa
dapat mengakses fitur jelajah untuk mengikuti Kelas Merdeka atau Kelas Umum yang mana
kelas ini dilakukan diluar dari kelas pembelajaran yang sedang diikuti di Universitas.

Aplikasi Learning Management System karya anak bangsa yaitu SEVIMA Edlink
juga bisa di akses melalui website atau web based https://edlink.id/ , tampilan awalnya
sebagai berikut :

9

Aplikasi SEVIMA Edlink terdapat beberapa program antara lain :

a. Presensi online mahasiswa.

Pada SEVIMA EdLink sudah dilengkapi dengan presensi mahasiswa yang bisa diakses oleh
mahasiswa melalui smartphone sehingga mahasiswa akan lebih mudah mengaksesnya
dimanapun dan kapanpun.

b. Video konferensi jarak jauh. Pada aplikasi SEVIMA EdLink juga sudah tersedia ruang
untuk melakukan perkuliahan jarak jauh dengan menggunakan video konferensi sehingga
semua sistem pembelajaran atau belajar mengajar akan sangat mudah dan leluasa dalam
pelaksanaannya.

c. Jadwal perkuliahan online. Pada aplikasi SEVIMA Edlink ini, mahasiswa akan menikmati
fasilitas berupa jadwal perkuliahan yang tersedia di dalam SEVIMA Edlink, dengan demikian
mahasiswa akan lebih mudah dalam menjalankan perkuliahan.

d. Adanya kuis interkatif dalam aplikasi SEVIMA Edlink yang dikemas sangat menarik dan
menyenangkan.

e. Sharing materi, diskusi dan kuliah online dengan mudah sehingga materi yang disampaikan
dosen dapat tersaring dengan baik.

10

f. Rekap absen mahasiswa. Dengan aplikasi SEVIMA Edlink, dengan hanya melihat absensi
yang telah dilakukan mahasiswa secara online, maka dosen bisa langsung untuk melakukan
rekap dari data tersebut.

11

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Analisa User Interface Learning Mangemen System
Analisa kali ini berfokus terhadap User Interface Learning Mangemen System(LMS) Sevima
Edlink
A. Kesan antarmuka (user interface) secara umum

Gambar xx. Tampilan awal LMS Edlink berbasis web
Secara visual terdapat unsur yang segera dirasakan pengguna saat melihat
tampilan awal website tersebut yang terkesan bersih dan segar. Unsur bersih dan segar
tersebut didapatkan dari pemilihan background putih dan dipadukan dengan aksen
warna utama hijau muda. Warna yang segar dan penuh semangat ini berdampak
langsung kepada pengguna yang tentunya adalah mahasiswa dan dosen agar terhindar
dari kebosanan visual.
Tampilan antarmuka LMS ini terasa berbeda dan memiliki ciri khasnya sendiri
daripada tampilan LMS yang lain. Meskipun berfokus pada sistem pembelajaran,
namun tampilan LMS edlink sangat kental dengan kesan antarmuka model sosial
media, dimana terdapat time line kabar terbaru, baik itu berita umum maupun berita
dari kelas yang diikuti. Selain itu, LMS ini menyediakan kolom komentar, tombol

12

“suka” dan tombol “bagikan” secara langsung pada postingan yang ditampilkan di
timeline, hal tersebut tentunya memudahkan para pengguna untuk melihat interaksi
yang terjadi baik antar mahasiswa maupun antara mahasiswa dan dosen.
B. Penilaian antarmuka (user interface) berdasarkan 8 aspek penialain.

Penelitian ini dikaji berdasarkan 8 aspek penting dalam user interface yang
dikemukakan oleh Dmitry Fadeyev (2011). Aspek-aspek tersebut diantaranya
kejelasan (clarity), ringkas (concision), mudah dikenali (familiarity), responsiveness,
consistency, mempunyai muatan estetik (aesthetics), efficiency, dan forgiveness.

Tabel 1. Delapan aspek user interface
1) Aspek Clarity (kejelasan)

Berdasarkan pengamatan, aplikasi web LMS tersebut sudah memenuhi unsur clarity.

Unsur clarity dapat dilihat dari gambar berikut ini:
Gambar xx. Tampilan menu ruang kelas

13

Dalam tampilan tersebut terdapat informasi yang sangat jelas tentang kelas mulai dari
nama kelas, dosen pengajar, jumlah peserta sampai jadwal berlangsunya perkuliahan.

Gambar xx. Detail kelas dan sesi
Tak bisa dipungkiri bahwa informasi kelas dan detail lain seperti sesi pembelajaran
disajikan dengan jelas dan akurat. Segala informasi yang diinginkan dapat ditampilkan
dalam satu antar muka saja.
2) Aspek Concise (Ringkas)
Aspek ringkas pada tampilan LMS ini dapat terlihat dari menu yang tidak terlalu
banyak. LMS cukup menampilkan menu utama yang dianggap sangat penting dalam
bentuk navigasi bar sisi atas, menu tersebut adalah beranda, ruang kelas, obrolan,
jelajah dan navigasi ke menu akun.

Gambar xx. Navbar Menu
Selain itu terdapat menu menarik yan memenuhi aspek ringkas, yaitu menu untuk
membuat posting, survey dan kalende. Ketika menu di klik pun akan menampilkan
formulir mengambang (modal form) sehingga tidak perlu meninggalkan halaman
yang sedang diakses.

14

Gambar xx. Menu fitur tambahan yang ringkas dan hemat ruang

Gambar xx. Formulir dalam tampilan modal window
3) Aspek Familiarity (Mudah Dipahami)

Aspek familiarity pada LMS edlink sevima sudah terpenuhi. Pemilihan warna
dominan hijau dan putih dituangkan dengan sangat baik untuk keperluan ikon ikon
navigasi. Seluruh ikon navigasi pada navbar memakai warna putih dengan tingkat
keterbacaan yang baik, selain itu pemilihan gambar ikon sudah cukup menyampaikan
maksud yang diinginkan. Penggunaan bahasa baku juga mempengaruhi aspek
familiarity, pada LMS ini bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia baku, hemat,
ringkas dan tidak mengandung kata kata yang ambigu.

15

4) Responsive (responsive)
LMS Edlink berbasis web ini memiliki respon yang baik terhadap pengguna

(user), semua tombol dan link navigasi dapat diakses dengan cepat dan memberikan

umpan balik (feedback) yang baik.
Ganbar xx. Respon informasi jadwal ketika tanggal pada kalender diklik

Contoh respon yang baik adalah ketika tanggal pada kalender diklik, maka seketika
itu juga komponen card pada sidebar window menampilkan agenda apa saja yang ada
pada tanggal tersebut. Respon yang baik juga ditemukan saat pengguna memilih filter
tampilan timeline yaitu “Semua”, “Kelas” dan “Berita”. Halaman utama pada
kontainer tengah akan segera menyajikan informasi kriteria filter yang dipilih oleh
pengguna.
5) Consistency (konsisten)

Para pengguna website membutuhkan konsistensi dari pemilik website tersebut.
Konsistensi yang dimaksud adalah dalam elemen-elemen interface seperti bahasa, layout

dan design website.Dengan Interface yang konsisten akan membuat para pengguna lebih

mudah mengerti fungsi dari tools-tools yang ada di website tersebut sehingga dapat
meningkatkan efisiensi mereka. Edlink sudah menunjukan konsistensi yang baik yang

16

dapat dilihat dari header tampilan home yang berwarna hijau dan header tampilan kelas
yang memiliki kesamaan sehingga memudahkan mahasiswa untuk dapat mengerti tools
yang disediakan.

gambar xx. tampilan home edlink

gambar xx. tampilan kelas edlink

17

6) Aesthetics (Estetik)
UI yang baik adalah UI yang menarik atau estetik, yakni dari segi tampilan maupun

fungsi dari fitur-fitur di dalamnya, sehingga dalam membangun website perlu
memperhatikan UI agar bisa menjaga kepuasan penggunanya.

gambar xx. tampilan home Edlink

Tampilan UI edlink sudah cukup menarik dan memiliki fitur yang menawarkan
bukan hanya materi ataupun kegiatan pembelajaran, tetapi juga ada fitur berita yang
dapat menambah wawasan pengguna.
7) Efficiency (Efisien)

Pada aplikasi Learning Management System (LMS) Sevima Edlink sangat efisien.
Terlihat dari dalam penempatan menu yang ada di tengah atas (header section) sudah cukup
proporsional sehingga lebih memudahkan pengguna untuk merujuk ke menu tanpa harus
menggeserkan scrollbar. Ditambah lagi dengan notifikasi pada sisi kiri dan kanan halaman
sehingga memudahkan pengguna dalam mengingat Tugas yang belum dikumpulkan dan
Jadwal kelas apa saja yang ada pada minggu berjalan. Serta dapat melihat berita terbaru dari
kampus.

18

gambar xx. tampilan menu dan notifikasi pada sisi kiri dan kanan halaman

8) Forgiveness (Pengampunan)

User forgiving dapat berupa kolom pertanyaan dengan command “Undo” atau
“Batalkan” untuk memastikan sebuah langkah keliru dari pengguna. Hal-hal semacam ini
dapat membuat pengguna lebih awas terhadap konfirmasi-konfirmasi penting yang mereka
ambil dalam aplikasi.

LMS Edlink sudah memenuhi aspek ini dan bisa ditemukan saat pengguna
(mahasiswa) menyimpan jawaban pada tugas, maka akan ada pesan untuk meyakinkan
apakah jawaban sudah benar.

gambar xx. tampilan penyerahan tugas

19

Namun demikian, kami menemukan adanya aspek ini yang ditinggalkan dan menurut
kami ini sangat fatal. Aspek forgiveness tersebut tidak diterapkan dengan benar pada menu
hapus file di modul media library. Apabila user memilih untuk menghapus file yang dipilih,
maka file langsung akan terhapus tanpa ada konfirmasi meyakinkan user apakah benar akan
dihapus atau tidak.

gambar xx. tampilan penyerahan tugas

20

DAFTAR PUSTAKA

Fitriani, Y. (2020). Analisa pemanfaatan learning management system (LMS) sebagai
media pembelajaran online selama pandemi covid-19. Journal of Information
System, Informatics and Computing, 4(2), 1–8.

Handayani, V. (n.d.). Analisis dan perancangan UI/UX aplikasi e-learning berbasis
gamifikasi dengan design science research methodology (studi kasus: MIN 4
Jakarta). Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah

Jaqueline.(2019).Apa itu LMS (Learning Management System).
http://www.monsoonacademy.com/article/151454/Apa-itu-LMS-(Learning-
Management-System).html

Mahnegar, F. (2012). “Learning Management System. International Journal of Business
and Social Science”, Vol.3, No.21 (2012).

Yunus, Mohammad (2019) “Pembelajaran Online”. Jakarta : Universitas Terbuka.
Raharja, Setya, Lantip Diat Prasojo, dan Ariyawan Agung Nugroho. (2011). “Model

Pembelajaran Berbasis Learning Management System dengan Pengembangan
Software Moodle di Sekolah Menengah Atas”. Jurnal Pendidikan. Vol.41, No.1
(2011).
Riyana, Cepi. (2019). “Konsep Pembelajaran Online”.
http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/TPEN4401-M1.pdf
Website Sevima Edlink https://edlink.id/

21


Click to View FlipBook Version