The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

JURNAL DWI MINGGUAN MODUL 2.2 (EKA ANJAR)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Eka Anjar Wahyu Pratiwi, 2023-11-17 19:28:55

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.2

JURNAL DWI MINGGUAN MODUL 2.2 (EKA ANJAR)

JURNAL DWI MINGGUAN Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional Oleh : Eka Anjar Wahyu Pratiwi, S.Pd., M.M. Guru SMP Negeri 8 Balikpapan CGP Angkatan 9 Kota Balikpapan Jurnal Refleksi dwi mingguan ini merupakan salah satu tugas yang dibuat oleh calon guru penggerak. Sebagai calon guru penggerak disini saya akan merefleksi seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional. Dalam mengerjakan tugas refleksi ini saya menggunakan model 4P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 1. Facts (Peristiwa) Dalam modul 2.2 ini, saya belajar bagaimana menciptakan pengalaman dan lingkungan belajar yang memperhatikan kebutuhan sosial dan emosional murid. Saya belajar bagaimana mengelola emosi dalam memiliki kesadaran diri, memanajemen diri dengan strategi STOP. Dalam Demonstrasi Kontekstual ada tugas membuat Modul yang memuat KSE. Saya membuat Modul yang mengintegrasikan KSE. Sebagai acuan juga dalam melakukan Aksi Nyata Modul tersebut saya buat lengkap dengan Pembelajaran Berdiferensiasi. Awalnya saya merasa kesulitan menyusun Modul yang memuat KSE. Setelah saya memulai membuatnya dan mencari referensi lain untuk lebih paham akhirnya Modul saya pun selesai. 2. Feelings (Perasaan) Perasaan saya setelah mempelajari modul ini adalah senang dan termotivasi, dan percaya bahwa saya akan mampu menerapkan Pembelajaran Sosial dan Emosional dengan mengintegrasikan 5 Kompetensi Sosial Emosional. 3. Findings (Pembelajaran) Saya memahami serta menyadari pentingnya perkembangan murid secara holistik, bukan hanya intelektual, tetapi juga fisik, emosional, sosial, dan karakter. Lemahnya perkembangan sosial emosional para murid terlihat dengan meningkatnya perilaku negatif murid, performa akademik murid menurun, terjadi kasus perundungan, tawuran, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, murid dengan gangguan emosional seperti stres, kecemasan, depresi, bahkan kasus bunuh diri pada usia remaja. Oleh karenanya penting sekali pembelajaran yang dapat menumbuhkan kompetensi sosial dan emosional murid. Sudah sepatutnya sebagai guru saya memikirkan bagaimana menuntun mereka untuk mencapai kodratnya, bagaimana


membimbing mereka agar dapat mengeksplorasi dan mengaktualisasikan seluruh potensi dalam dirinya setinggi- tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat, hingga dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaannya. Ini merupakan sebuah tantangan besar, namun dengan semangat dan tindakan yang nyata tentunya akan terlaksana dengan baik. Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Pembelajaran Sosial dan Emosional berupaya menciptakan lingkungan dan pengalaman belajar yang menumbuhkan 5 kompetensi sosial dan emosional yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembelajaran 5 KSE tersebut akan dapat menghasilkan murid-murid yang berkarakter, disiplin, santun, jujur, peduli, responsif, proaktif, mendorong anak untuk memiliki rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan humaniora. Semua ini selaras dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi dalam Standar Nasional Pendidikan 5 Kompetensi Sosial dan Emosional sangat berhubungan erat dengan 6 (enam) dimensi Profil Pelajar Pancasila. 4. Future (Penerapan) Setelah mempelajari modu1 2.2. saya bertekad untuk untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal. Saya akan berusaha menerapkan konsep pembelajaran sosial dan emosional berdasarkan kerangka kerja CASEL (Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning) yang bertujuan untuk mengembangkan 5 (lima) kompetensi sosial dan emosional (KSE), yaitu: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Saya akan mempraktikkan konsep kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar pengembangan 5 (lima) kompetensi sosial dan emosional (KSE). Dan saya akan berusaha mengimplementasikan Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) melalui pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktek mengajar dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan (pendidik dan tenaga kependidikan) di sekolah.


Click to View FlipBook Version