The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Annisa Nur Azizah - X Mipa 4 E- book materi bahan dan alat pembuatan batik

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by annisanurazizah250606, 2022-02-11 00:43:08

Annisa Nur Azizah - X Mipa 4 E- book materi bahan dan alat pembuatan batik

Annisa Nur Azizah - X Mipa 4 E- book materi bahan dan alat pembuatan batik

E-BOOK MUATAN LOKAL MEMBATIK
Bahan dan Alat Pembuatan Batik

Disusun Oleh :
Nama : Annisa Nur Azizah

Kelas : X MIPA 4
SMA NEGERI 1 Bontang

i

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya
dapat menyelesaikan tugas e-book yang berjudul Bahan dan Alat Pembuatan Batik ini tepat
pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari e-book ini adalah untuk memenuhi tugas Ibu Anita Sari pada
tugas Muatan Lokal Batik (MLK). Selain itu, e-book ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan tentang batik tulis bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada selaku Ibu Anita Sari yang telah memberikan tugas ini
sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya
tekuni.
Saya menyadari, e-book yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna baik segi penyusunan,
bahasa, maupun penulisannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya
nantikan demi kesempurnaan e-book ini.
Bontang, 2 Februari 2022
Penulis
Annisa Nur Azizah

ii

DAFTAR ISI

Cover …………………………………………………………………………………………………………..…………………. i
Kata pengantar ………………………………………………………………………………………..…………………….. ii
Daftar isi ………………………………………………………………………………………..………………………………. iii
Alat dan bahan pembuatan batik ………………………………….……………………………………………….. 1
A. Bahan dan alat pembuatan batik canting tulis ……………………………………………………..……. 1
B. Bahan dan Alat pembuatan batik cap ………………………………………………………....…………….. 8
C. Bahan dan Alat pembuatan batik cap kombinasi tulis …………………………………………..…… 12
D. Bahan dan Alat pembuatan batik celup ikat ……………………………………………………………… 13
E. Bahan dan Alat pembuatan batik printing …………………………………………….…………………… 14
F. Bahan dan Alat pembuatan batik colet/lukis …………………………………………………………….. 19
Kesimpulan …………………………………………………………………………………………………………………… 20
Daftar pustaka ………………………………………………………………………………..……………………………. 25

Bahan dan Alat pembuatan batik

A. Bahan dan Alat pembuatan batik dengan tehnik canting tulis
Batik tulis dibuat secara manual sehingga membutuhkan kesabaran dan ketelitian serta waktu
lama namun, menghasilkan batik yang memiliki kualitas tinggi dan tentunya eksklusif. Harga
dari batik tulis juga lumayan mahal dibanding dengan batik teknik pembuatan lainnya.

1. Kain putih atau kain mori

Awalnya menggunakan kain hasil tenunan sendiri pada abad ke 19, mulai digunakan kain putih
impor saat ini kain yang digunakan tidak hanya kain mori tetapi juga kain sutra.
Berikut beberapa kain yang bisa digunakan untuk membatik :
- Kain mori, berasal dari kapas dan mengalami proses pemutihan. Ciri - ciri kain mori :
- Kain mori primisima yaitu kain yang berkualitas tinggi mempunyai serat benang yang cukup
rapat dengan ketebalan yang baik dan lembut. Biasanya dalam bentuk gulungan dengan ukuran
1,06 m dan panjang 15,5 m. merek yang terkenal dipasaran crown, kreta kencana dan bendera.
- Kain mori berjenis prima memiliki kualitas sedang dengan benang yang sedikit kasar, dengn
merek yang tekenal kupu, menjangan, ayam mas
- Kain Santyu kain ini sering digunakan perajin untuk membuat batik karna harganya yang
terjangkau dan termasuk dalam katagori menengah
- Kain mori biru merupakan kain dengan kualitas rendah dengan tekstur kasar, merek dipasaran
nanas, cendrawasih
- Kain Samforis kain ini merupakan jenis baru yang digunakan untuk membatik, belum terlalu
banyak beredar di pasaran, kualitasnya sedikit lebih bagus dibandigkan katun santyu.
- Katun Sada merupakan katun dengan kualitas terendah jenis ini memiliki tekstur kasar dan
tipis, jika dipakai akan terasa panas.

1

- Kain sutra kain ini memiliki kualitas yang sangat tinggi dan sering digunakan oleh para
pembatik untuk menghasilkan batik dengan kualitas tinggi, kain ini memiliki tekstur halus dan
lembut
- Kain Dobi kain ini sering disebut dengan kain setengah sutra karena memiliki tekstur halus
seperti sutra, memiliki kualitas dibawah kain sutra. kualitas batik ditentukan oleh kain yang
digunakan

2. Lilin Malam

Bersifat cepat menyerap dan mudah lepas ketika proses pelorotan. Lilin malam berfungsi untuk
menahan warna agar tidak masuk ke dalam serat kain di bagian yang tidak diwarnai. Sedangkan
bagian yang akan diwarnai dibiarkan tidak ditutupi lilin.
Beberapa jenis lilin malam :
a. Malam tembokan atau popokan jenis ini digunakan untuk menjaga agar kain yang bermotif
dapat dirintangi secara sempurna. Ciri-cirinya sulit dicairkan dan cepat membeku, daya ikat
yang kuat sehingga cepat melekat pada kain, sulit untuk dilorod, tidak meninggalkan bekas
ketika selesai dilorod, berwarna coklat
b. Malam klowong fungsinya untuk menutupi ragam hias dan desain batik yang dilakukan
secara reng-rengan dan nerusi (bolak balik di kedua sisi kain), kerangka morif yang
menggunakan lilin ini adalah isen isen seperti cecek, sawut dll. Ciri cirinya : mudah encer dan
mudah membeku, dapat membuat garis motif yang tajam, mudah dilorod dan tidak
meninggalkan bekas ketika dilorod, lilin ini mudah hancur jika salah memberikan perlakuan
pada kain. Berwarna kuning pucat.
c. Lilin tutupan fungsinya untuk menutupi warna motif tertentu yang dipertahankan pada kain
setelah dicelup atau dicolet , berwarna lebih coklat. Ciri-cirinya ; mudah cair dan membeku,
mudah dilorot, daya lekat cukup kuat, tidak tahan terhadap alkali. Bahan campuran lilin malam
parafin, gondorukem, kote/lilin tawon, lemak binatang/ kendalg, minyak nabati, damar.

2

3. Pewarna Batik Zat pewarna batik terbuat dari bahan alam maupun bahan
sintetis (buatan).

a. Bahan alami Warna alam terbuat dari daun-daunan, umbi, akar, kulit kayu. Contoh warna
alam diantaranya adalah :Kulit kayu mahoni, jelawe, secang, tegeran, kayu nangka, hingga
bahan jamu, pohon nila, dan daun tom.
b. warna sintetis warna sintetis terbuat dari bahan kimia. Warna sintetis yang biasa digunakan
untuk pembuatan batik antara lain Zat warna indigosol, Zat warna Naphtol, Zat warna rapide,
zat warna reaktif

B. Alat pembuatan batik canting tulis

1. Gawangan

3

Perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan dibuat
dari bahan kayu, atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa, sehingga mudah
dipindah-pindah, tetapi harus kuat dan ringan.

2. Bandul

Dibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang dikantongi. Fungsi pokok bandul adalah untuk
menahan mori yang sedang dibatik agar tidak mudah tergesar tertiup angin, atau tarikan si
pembantik secara tidak sengaja.

3. Canting

Alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan. Canting berfungsi semacam
pena, yang diisi lilin malam cair sebagai tintanya. Bentuk canting beraneka ragam, dari yang
berujung satu hingga beberapa ujung. Canting yang memiliki beberapa ujung berfungsi untuk
membuat titik dalam sekali sentuhan. Sedangkan canting yang berujung satu berfungsi untuk
membuat garis, lekukan dan sebagainya. Canting terdiri dari tiga bagian yaitu: a. Pegangan
canting terbuat dari bambu (gagang), b. Terdapat mangkuk sebagai tempat lilin malam
(nyamplung), c. ujung yang berlubang sebagai ujung pena tempat keluarnya lilin malam (cucuk)

4

Ada beberapa jenis canting yaitu:

A. Berdasarkan fungsinya dibedakan :

1. Canting reng-rengan (untuk membuat desain awal) Digunakan sebagai proses awal
membatik, yaitu proses membuat pola. Sebelumnya pola sudah dibuat terlebih dahulu yang
kemudian dilanjutkan dengan menggunakan canting reng-rengan. Canting ini memiliki cucuk
tunggal dengan diameter 1mm-2,5mm

2. Canting isen (untuk mengisi bidang yang sudah dibuat polanya Canting isen memiliki arti „isi‟.
Canting isen berfungsi untuk memberikan motif tambahan pada kain batik. Ada pula motif batik
yang dimaksud seperti garis maupun titik. Canting isen memiliki cucuk tunggal dengan diameter
0,5mm-1,5mm dan digunakan untuk detail yang lebih kecil.

3. Canting klowong Digunakan untuk membuat pola utama dari batik yang mana membutuhkan
detail yang lebih besar dan motif yang mendominasi dari batik secara keseluruhan.

4. Canting tembok Biasa juga disebut sebagai Canting blok. Canting tembok memiliki bagian
cucuk yang lebih lebar. Cucuk yang lebar berfungsi agar mempermudah proses membatik untuk
mengeblok motif secara keseluruhan. Biasanya digunakan untuk menutup motif batik yang
memiliki ukuran yang lebih besar.

B. Berdasarkan ukurannya dibedakan :

- Canting kecil

- Canting sedang

- Canting besar

c. Berdasarkan jumlah caratnya dibedakan :

- Canting cecekan (bercarat tunggal kecil) untuk membuat titik- titik kecil dan garis-garis kecil

- Canting loron (bercarat 2, berjajar atas bawah) dipergunakan untuk membuat garis rangkap. 3.
- Canting telon (bercarat 3, bersusun bentuk segi tiga) funsinya sebagai isen-isen

- Canting prapatan (bercarat 4) dipergunakan untuk membuat empat buah titik yang
membentuk bujursangkar sebagai pengisi bidang.

- Canting liman (bercarat 5) Canting ini bercucuk lima untuk membuat bujursangkar kecil yang
dibentuk oleh empat buah titik dan sebuah titik ditengahnya.

- Canting byok ialah canting yang bercucuk tujuh buah atau lebih dipergunakan untuk
membentuk lingkaran kecil yang terdiri dari titik-titik, ; sebuah titik atau lebih, sesuai dengan
banyaknya cucuk, atau besar kecilnya lingkaran. Canting byok biasanya bercucuk ganjil.

5

- Canting renteng atau galaran Galaran berasal dari kata galar, suatu alat tempat tidur terbuat
dari bambu yang dicacah membujur. Renteng adalah rangkaian sesuatu yang berjejer ; cara
merangkai dengan sistem tusuk. Canting galaran atau renteng selalu bercucuk genap ; empat
buah cucuk atau lebih : biasanya paling banyak enam buah, tersusun dari bawah ke atas.
4. Wajan

Perkakas yang digunakan untuk mencairkan “malam”. Terbuat dari logam baja, atau tanah liat.
4. Kompor

Alat untuk membuat api untuk memanaskan lilin malam. Kompor yang biasa digunakan adalah
kompor dengan bahan bakar minyak.

6

6. Saringan “malam”

Saringan ialah alat untuk menyaring “malam” panas yang banyak kotorannya. sehingga tidak
mengganggu jalannya “malam” pada cucuk canting sewaktu dipergunakan untuk membatik

7. Taplak

Taplak adalah kain untuk menutup paha si pembantik supaya tidak kena tetesan “malam”
panas sewaktu canting ditiup, atau waktu membatik

8. Sarung tangan

Digunakan untuk pelindung tangan pada saat proses pewarnaan

9. Dandang besar

Digunakan untuk mencelup kain yang telah selesai dibatik dalam proses pewarnaan dan
pelarutan lilin

10. Sterika

Digunakan untuk menghilangkan sisa lilin yang masih menempel dengan cara menyetrika kain
batik dengan kertas koran diatasnya sehingga lilin akan menempel ke kertas

11. Dingklek

Dingklik digunakan pembuat batik untuk duduk saat mencanting motif pada kain.

7

B. Bahan dan Alat pembuatan batik dengan tehnik cap

Batik cap merupakan jenis proses produksi batik yang dibuat dengan menggunakan canting cap.
Bahan dan alat, ada yang memiliki kesamaan dengan bahan dan alat dalam pembuatan batik
tulis canting. Perbedaan terletak pada alat yang digunakan dalam menorehkan lilin malam, jika
batik tulis menggunakan canting maka batik cap menggunakan alat yang disebut setempel,
Canting cap merupakan alat berberbentuk mirip seperti stempel tetapi dimensinya lebih besar.
Ukuran rata rata dari stempel capadalah 20 cm x 20 cm. berikut bahan dan alat yang digunakan.
1. Bahan
a. Kain putih

Kain yang digunakan dalam pembuatan batik cap sama dengan kain yang digunakan dalam
pembuatan batik tulis seperti kain mori, kain katun, kain sutra dan kain dobi. Kain yang biasa
digunakan pengrajin adalah kain mori prima dan kain mori biru, tetapi jika ingin membuat batik
cap dengan kualitas yang halus makan kain yang dipakai adalah kain mori primisima.
b. Lilin malam

Lilin malam yang digunakan sama dengan lilin yang digunakan dalam pembuatan batik tulis,
namun karena proses pembuatan batik cap relative cepat maka lilin yang digunakan tidak harus
lilin yang memiliki kualitas bagus.

8

c. Pewarna dan zat penguat warna

Pewarna yang dipakai dapat menggunakan pewarna alami atau buatan. Namun yang sering
digunakan adalah pewarna sintesis sebab memiliki warna beragam dan mudah dipakainya.
d. Zat pembantu

Zat pembantu yang digunakan sama dengan dalam batik tulis seperti soda abu sebagai bahan
pembantu untuk proses pelorotan, waterglas sebagai pengunci warna jika menggunakan
pewarna sintetis remasol dll. Zat pembantu disesuaikan dengan kebutuhan pengrajin.

9

2. Alat
Dalam proses pembuatan batik cap dibutuhkan beberapa alat khusus seperti
a. Meja
Sebagai media untuk mengecap kain mori, sebagian berbahan dasar kayu yang panjang, lebar
dan tinggi disesuaikan dengan ukuran kain mori. Pemakaiannya dilapisi dengan busa, dilengkapi
kain belacu dan kain serak tipis, selalu dalam keadaan lembab (diseka dengan larutan soda abu)
b. Kasur/bantalan
Bantalan Kasur ini terbuat dari kapas yang dibungkus dengan kain, berfungsi sebagai lapisan
bantalan kain mori yang akan dicap. Ketebalan dari kasur/busa ini 10 cm.
c. Taplak
Taplak ini terbuat dari kain katun yang berfungsi untuk lapisan kasur
d. Anglo besar
Anglo terbuat dari gerabah, berfungsi untuk tungku yang didalamnya diletakkan kompor untuk
perapian. Anglo untuk melindungi api dari angin sehingga api dapat menyala lebih tenang.
e. Loyang

Tempat memanaskan malam, terbuat dari tembaga berbentuk lingkaran dengan garis tengah
kurang lebih 40 sampai 50 cm, tinggi kurang lebih 4,5 cm. Berat loyang ada yang 3½ kg dan 5 kg.
Saringan tembaga (angsang tembaga) ditempatkan di dalam loyang. Bentuknya persegi dan
diberi lubang-lubang. Saringan kawat (angsang kawat) dari tembaga (kawat spoel) dibuat
sedemikian tidak teratur tetapi rapat, menjadi bentuk segi empat. Berfungsi sebagai alat
penyaring yang halus. Kawat dibuat pipih rata setebal kurang lebih ½ cm. Kain-kain (serak kasar
dan serak halus) untuk menutup saringan kawat dan serak halus diletakkan dibagian teratas.
f. kompor
menggunakan kompor minyak ataupun kompor gas. Posisi kompor terletak agak tinggi sehingga
dibuatkan tempat khusus kompor.

10

g. Angsang

Terbuat dari tembaga dengan permukaan berupa anyaman strimin, diletakkan pada loyang.
Angsang ini berfungsi untuk lapisan dasar pada permukaan loyang.
h. Serak kasar dan serak halus
Terbuat dari kain katun dengan bentuk seperti kain kasa berfungsi sebagai lapisan di atas
angsang untuk meletakkan cap saat pengambilan lilin malam yang sudah meleleh.
i. Londo
Berupa jambangan kecil yang berisi air dan abu yang berfungsi untuk dipergunakan membasahi
kasur agar tetap basah saat akan dipergunakan untuk meletakkan mori saat akan dicap.
j. Alat cap
Canting cap adalah alat pokok untuk melekatkan malam pada proses pengecapan. Terbuat dari
plat tembaga yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah motif batik. Canting
cap terdiri dari tiga bagian:

1. Bagian muka yang berbentuk susunan plat tembaga yang membentuk pola batik.
2. Bagian dasar, untuk melekatkan bagian muka dan disebut “andangan”.
3. Tangkai cap (garan) untuk pegangan pada waktu mencap.
Berdasarkan fungsi dan kegunaannya canting cap dibagi menjadi beberapa macam yaitu:

11

1. Canting cap klowong, terdiri dari canting cap klowong rengreng dan canting cap klowong
terusan.

2. Canting cap tembokan, terdiri dari canting cap tembokan rengreng dan canting cap
tembokan terusan.

3. Canting cap jeblog, terdiri dari canting cap jeblog rengreng dan canting cap jeblog terusan.

4. Canting cap biron, terdiri dari canting cap biron rengreng dan canting cap biron terusan.
Penggunaan canting cap klowong tidak ubahnya dengan membatik tulis klowong. Selanjutnya
harus menggunakan canting cap tembokan pada pekerjaan menembok. Sedangkan canting cap
jeblog merupakan suatu canting cap dimana klowong rengreng dan tembokannya menjadi satu.
Canting cap biron hanya ada di daerah-daerah pusat pembatikan tertentu misalnya Banyumas
dan Pekalongan. Canting cap biron digunakan untuk mbironi juga digunakan untuk merining.

k. Alat Tambahan

Selama proses pembuatan batik, juga memerlukan beberapa alat tambahan, Seperti Baskom,
Angsang, Serak kasar, Serak halus, Kemplong, Gunting, Celemek dan Sarung tangan karet

C. Bahan dan Alat pembuatan batik dengan tehnik cap kombinasi tulis

Dalam proses pembuatan batik cap kombinasi tulis dibutuhkan bahan dan alat yang digunakan
dalam proses pembuatan batik tulis dan cap,

a. Bahan

bahan yang digunakan meliputi kain mori, lilin malam, pewarna dan juga zat pembantu dalam
proses plorotan dan fixsasi warna agar tidak luntur.

b. Alat

1. canting cap

digunakan untuk membuat ornament utama

2. canting tulis

digunakan untuk membuat isian (isen isen) pada kain batik

3. meja

dilengkapi dengan busa dan kain belacu serta serak tipis untuk mengecap.

4. Kompor

Dalam pembuatan batik cap kombinasi tulis kompor yang digunakan ada dua macam yaitu
kompor yang sudah dimodifikasi untuk batik cap dan kompor biasa untuk batik tulis.

12

5. Loyang dan angsangan

Digunakan untuk melelehkan lilin malam saat akan digunakan canting cap untuk membuat
stempel pada kain.

6. Gawangan

Digunakan saat kain yang sudah dicap akan di buat isen isennya dengan menggunakan canting
tulis, kain akan diletakan digawangan, sehingga memudahkan pengrajin dalam mencanting.

7. Wajan

Digunakan untuk melelehkan lilin malam saat menggunakan canting tulis.

8. Alat lain yang dibutuhkan: sarung tangan, dandang/panci untuk nglorod, kayu untuk ngaduk
dan strika. Ornament utama dibuat menggunakan canting cap, Isen isen menggunakan canting
tulis, bertujuan: batik yang dihasilkan terlihat lebih halus dan tidak memakan waktu yang lama.

D. Bahan dan Alat pembuatan batik dengan tehnik celup ikat

Batik teknik celup ikat sering disebut dengan batik jumputan. Batik Jumputan (ikat celup)
adalah karya seni batik yang teknik pembuatannya dengan mengikat kain menggunakan tali,
bermotif lingkaran, kotak-kotak, abstrak atau bebas. Dengan menggunakan teknik batik yaitu
teknik tutup celup dan pewarna alam atau sintetis. Teknik tutup celup batik jumputan tidak
menggunakan lilin malam sebagai penutup, tetapi digantikan oleh tali sebagai pengikat untuk
menutup bagian kain pada saat dicelup pewarna. Bahan dan alat yang dibutuhkan yaitu:

a. Bahan

1. Kain

Yang digunakan: kain mori prima, prissima. Kadang dengan kaos katun sebagai pengganti kain.

2. Garam dan cuka secukupnyaFungsinya agar warna mendapatkan warna yang brilliant
sekaligus membuat warna menempl kuat pada kain

3. Pewarna tekstil (remasol)

Perwarna yang digunakan biasanya pewarna sintetis seperti napthol, remasol ataupun wantex.

4. Waterglass atau vixanol

Fungsinya untuk mengikat warna agar tidak luntur ketika dicuci

5. Air secukupnya.

Untuk campuran warna dan mencuci kain.

13

b. Alat
1. Ember atau baskom

Untuk merendam kain dan pencampuran warna.
2. Kayu pengaduk

Digunakan Untuk mengaduk pewarna
3. Kuas
Alat bantu untuk mewarnai kain yang tidak dicelup

4. Tali (plastik, karet)
Digunakan untuk mengikat kain agar mendapatkan motif batik, pada proses pembuatan batik
celup ikat ini tidak menggunakan lilin malam sebagai perintang tetapi menggunakan tali bisa
dari karet, raffia atu tali lain yang tidak bisa terkena warna.
5. Kelereng, uang logam, atau batu kerikil
Berfungsi untuk membuat motif, kain disi terlebih dahulu dengan menggunakan koin atau
klereng baru diikat tujuannya agar nanti dapat menghasilkan motif yang berfariasi.

6. Panci, kompor, sarung tangan.Digunakan untuk mencampur warna dan membuat rebusan air
untuk merendam kain.

E. Bahan dan Alat pembuatan batik dengan tehnik printing

Batik printing atau batik sablon, batik penemuan baru yang cara pembuatannya melalui proses
cetak sablon manual atau printing mesin pabrik. Dilihat dari namanya, cara membuat batik
printing ini sama seperti teknik pembuatan spanduk hanya saja bedanya adalah pada bahan
dan warna yang digunakan. Dalam proses pembuatannya batik printing ini dibagi menjadi dua
yaitu batik printing sablon dan batik digital printing (pengerjaan dengan menggunakan mesin).
Bahan dan alat batik printing:

a. Bahan
1. Pewarna

Pewarna batik sablon terdiri dari berbagai jenis. Masing-masing jenis memiliki karakter dan sifat
sendiri-sendiri. Macam-macam pewarna sablon batik yang sering dipakai oleh produsen batik
printing, antara lain: manuteks, procion (prosen), pigmen, blinder, obat base.

14

 Manuteks

Manuteks adalah bahan berbentuk serbuk (bubuk) sebagai bahan untuk campuran berbagai zat
pewarna. Diantaranya sebagai campuran obat procion (prosen). Sebelum digunakan obat ini
harus diberi air panas sampai berbentuk pasta, kemudian didiamkan selama 12 jam atau
semalam untuk mendapatkan hasil yang optimal. Selain itu manuteks berfungsi agar hasil
penyablonan kelihatan rapi.

 proci Procion (prosen) adalah golongan cat reaktif, yaitu golongan

cat baru yang langsung menghasilkan warna pada mori. Warna cat procion sangat menyolok
dan kuat sehingga sangat disukai para perajin batik Pekalongan. Pemakaiannya dalam batik
sablon dicampur dengan manuteks dan air panas. Sebelum untuk proses penyablonan harus
diinapkan selama satu malam. Beberapa

contoh cat procion antara lain :

- procion yellow RS
- procion briliant orange GS
- procion briliant red 2 BS
- procion blue 3 GS
- procion briliant yellow 6 GS
- procion briliant blue RS
- procion briliant red 5 BSon (prosen)
 vigmen

Vigmen adalah obat warna sintetis untuk sablon tekstil berbentuk cair. Karena itu penggunaan
untuk sablon harus dicampur dengan blinder terlebih dahulu.

 Blinder

Blinder adalah bahan pengental vigmen. Bentuknya pasta berwarna putih atau netral. Selain
untuk pengental blinder juga berfungsi untuk melicinkan proses penyablonan.

 obat base

Obat Base adalah bahan pembangkit warna Napthol yang belum dibuat garam atau belum
diazokan. Obat base lebih rumit karena warna baru akan muncul setelah proses diazoteren
lebih dahulu. Sebelum melalui proses penggaraman (diazo) tersebut warna tidak muncul secara
langsung. Tentu hal ini berbeda dengan ketika kita menggunakan bahan vigmen atau procion.
Macam-macam Napthol antara lain: Naphazol A, Naphazol D, Naphazol F, Naphazol B, Naphazol
3B, Naphazol SW, Naphazol J, Naphazol STR, Naphazol RL dan Naphazol TR.Macam-macam
garam yaitu Garam Orange JS, Garam R, Garam Bordo GP, Garam GG, Garam OMerah 3 GL,
Garam Biru BL, Garam Merah B dan Garam violet.

15

B. Obat pendukung

Obat pendukung adalah jenis kimia, berfungsi untuk campuran cairan warna. Obat pendukung
antara lain: Blinder berfungsi mengentalkan vigmen juga untuk melicinkan cat sehingga mudah
untuk proses penyablonan. Manuteks berfungsi: mengentalkan procion, soda kue, garam,
Kaoprint: campuran obat cabut warna, Waterglas: memperkuat warna dan sebagainya.
2. Lem Sablon

Sebelum penyablonan adalah menata mori di atas meja sablon secara rata sehingga proses
pencetakan berhasil secara optimal, mori tidak boleh bergeser selama proses penyablonan
berlangsung. Lem sablon adalah bahan untuk merekatkan kain mori yang akan di sablon dengan
permukaan meja sablon. Ada 2 macam lem sablon: lem berbasis minyak dan lem berbasis air.
3. Film/ Klise
Film/klise harus ada, karena merupakan desain/gambar rencana motif. Ada 2 macam klise
berdasarkan jenis pengembangan. Pengembangan teknik afdruk digunakan klise di atas media
transparan seperti plastik mika, pengembangan sistem langsung digunakan klise gambar di atas
kertas. Gambar pola di atas bahan transparan seperti plastik mika berupa gambar berbentuk
pekat dan tidak tembus cahaya, karena sistem afdruk dikerjakan dengan teknik penyinaran.

16

4. Lak
Lak adalah bahan penutup pori-pori kain screen agar cat tidak merembes. Lak bisa didapatkan
di toko-toko obat sablon tekstil dengan mudah. Berbentuk cairan, bisa mengering dan keras.
5. Thinner
Thinner berfungsi untuk menghapus atau menghilangkan lak.
6. Minyak Tanah
Berfungsi membersihkan plangkan yang selesai digunakan. Caranya minyak tanah di campur
dengan detergen lalu digosokkan pada permukaan screen dan disemprot dengan air bersih.
b. Alat
1. Plangkan

Alat utama dalam proses sablon. Terbuat dari kain saring yang dibentangkan pada bingkai kayu
atau aluminium. Kain yang digunakan adalah kain monil, terbuat dari benang sintetis, memiliki
karakter tipis, halus, namun sangat kuat. Sehingga tidak mudah rusak dalam proses sablon.
Bingkai terbuat dari kayu jati atau aluminium. Kayu yang digunakan harus kuat dan lurus.
2. Meja Sablon
Digunakan untuk tempat proses cetak sablon. Meja sablon batik berbentuk memanjang sampai
puluhan meter disesuaikan dengan kain mori yang akan dicetak. Permukaan meja sablon
tersusun atas beberapa unsur: tripleks, karet busa, plastik perlak, dan plastik bening biasa.

1. plastik bening berfungsi agar permukaan meja sablon bersih dan mudah dibersihkan
2. plastik perlak berfungsi sebagai pelapis
3. spon / busa berfungsi sebagai stabilator atau penyeimbang dan agar meja lentur
4. tripleks berfungsi agar meja sablon rata
5. Kayu meja berfungsi sebagai konstruksi utama meja sablon

17

3. Rakel

Berfungsi: meratakan, menjalankan dan menekan zat warna dalam plangkan sehingga
menembus kain screen. Cat yang menembus, membekas dan meninggalkan pola pada kain.
Terdiri 2 bagian, yaitu permukaan rakel dan gagang rakel. Permukaan rakel memiliki berbagai
jenis dan kualitas. Perbedaan jenis rakel karena bahan cat yang berbeda. Misalnya cat berbasis
minyak dengan cat yang berbasis air. Gagang rakel tebuat dari kayu yang ringan namun kuat.
Permukaan rakel terbuat dari karet atau bahan sintetis yang kuat. Digital textile adalah apa saja
yang dapat dicetak secara digital di atas media kain atau tekstil. Secara teknis ada 2 cara
mencetak di atas kain: secara langsung (direct printing) dan secara tidak langsung (indirect
printing) menggunakan media perantara, berupa kertas transfer (transfer paper). Digital
printing merupakan metode paling terbaru dalam membuat motif batik dengan proses produksi
yang mungkin lebih cepat dan mudah dibandingkan proses produksi motif batik lainnya karena
menggunakan proses komputerisasi dan di proses oleh mesin.
Berdasarkan jenis bahannya, ada beberapa jenis digital textile printingyang dapat digunakan
yaitu:

a. Kain Polyester
b. Kain Serat Alam (Katun / Sutera)
c. Garmen

18

F. Bahan dan Alat pembuatan batik dengan tehnik colet/lukis

Prinsipnya, batik lukis hampir sama cara pembuatannya dengan batik tulis. Ada proses
pencantingan, pewarnaan dan pelorotan (penghilangan malam). Bedanya adalah batik lukis
dibuat tanpa pola, langsung meramu warna pada kain. Berikut bahan dan alat yang digunakan:
a. Bahan
1. Kain mori
Kain yang digunakan biasanya kain mori prisma atau primisima, kain yang digunakan adalah
kain mori dengan kualitas bagus.
2. Malam
Digunakan untuk membuat motif langsung diatas kain sebagai tinta.
3. Pewarna
Biasanya pewarna remasol agar mendapatkan warna cemerlang dan beragam warnanya.
4. Water glass.
Digunakan sebagai fixsasi atau untuk mengancing warna.
b. Alat
1. Canting
Alat ini di gunakan untuk melukis sama seperti membuat batik tulis bedanya jika batik lukis pola
atau ornament sudah dibuat sedangkan batik lukis ornament langsung diatas kain tanpa pola.
2. Wajan
Digunakan untuk memanaskan lilin malam.
3. Kuas
Di gunakan untuk mewarnai kain yang sudah diberi ornament atau pola.
4. Panci
Digunakan untuk merebus air yang akan digunakan untuk proses pelorotan.
5. Kompor
Digunakan untuk melelehkan kain dan merebus air untuk proses pelorotan. Sehingga kompor
yang disediakan harus 2 buah.

19

KESIMPULAN

Batik tulis dibuat secara manual sehingga membutuhkan kesabaran dan ketelitian serta waktu
lama. Karena proses pembuatan batik tulis tersebut menyebabkan harga dari batik tulis
lumayan mahal dibanding dengan batik teknik pembuatan lainnya.

Bahan pembuatan batik tulis :

- Kain putih atau kain mori
- Lilin malam
- Pewarna batik ( zat pewarna alami dan pewarna sintetis (buatan))

Alat pembuatan batik tulis :

- Gawangan
- Bandul
- Canting
- Wajan
- Kompor
- Saringan malam
- Taplak
- Sarung tangan
- Dandang besar
- Setrika
- Dingklek

Berdasarkan fungsinya canting dibedakan menjadi :

- Canting reng-rengan
- Canting isen
- Canting klowong
- Canting tembok

Berdasarkan ukurannya canting dibedakan menjadi :

- Canting kecil
- Canting sedang
- Canting besar

Berdasarkan jumlah caratnya canting di bedakan menjadi :

- Canting cecekan - Canting loron - Canting byok
- Canting telon - Canting prapatan - Canting renteng
- Canting liman

20

Batik Cap

Merupakan salah satu jenis proses produksi batik yang dibuat menggunakan canting cap.
Bahan dan alat pembuatan batik cap ada yang memiliki kesamaan dengan bahan dan alat
yang digunakan pembuatan batik tulis canting. Perbedaannya hanya terletak pada alat yang
digunakan dalam menorehkan lilin malam, jika batik tulis menggunakan canting maka batik
cap menggunakan alat yang disebut setempel, Canting cap merupakan alat yang
berberbentuk mirip seperti stempel tetapi dimensinya lebih besar. Ukuran rata rata dari
stempel cap adalah 20 cm x 20 cm.

Bahan yang digunakan dalam batik cap :

- Kain putih/mori - Pewarna dan zat penguat warna
- Lilin malam - Zat pembantu

Alat yang digunakan dalam batik cap :

- Meja
- Kasur/bantalan
- Taplak
- Aglo besar
- Loyang
- Kompor
- Angsang
- Serak kasar dan serak halus
- Londo
- Alat cap

Canting cap terdiri dari tiga bagian: 1. Bagian muka yang berbentuk susunan plat tembaga
yang membentuk pola batik. 2. Bagian dasar, untuk melekatkan bagian muka dan disebut
“andangan”. 3. Tangkai cap (garan) untuk pegangan pada waktu mencap.

Berdasarkan fungsi dan kegunaannya canting cap, yaitu: 1. Canting cap klowong, terdiri dari
canting cap klowong rengreng dan canting cap klowong terusan. 2. Canting cap tembokan,
terdiri dari canting cap tembokan rengreng dan canting cap tembokan terusan. 3. Canting
cap jeblog, terdiri dari canting cap jeblog rengreng dan canting cap jeblog terusan. 4.
Canting cap biron, terdiri dari canting cap biron rengreng dan canting cap biron terusan.

- Alat Tambahan

Selama proses pembuatan batik, juga memerlukan beberapa alat tambahan, Seperti
Baskom, Angsang, Serak kasar, Serak halus, Kemplong, Gunting, Celemek dan Sarung tangan
karet.

21

Batik dengan tehnik cap kombinasi tulis

Batik kombinasi ini ornament utamanya dibuat dengan menggunakan canting cap kemudian isen
isennya menggunakan canting tulis, hal ini bertujuan agar batik yang dihasilkan terlihat lebih halus dan
tidak memakan waktu yang lama.

a. Bahan

Bahan yang digunakan meliputi kain mori, lilin malam, pewarna dan juga zat pembantu dalam
proses plorotan dan fixsasi warna agar tidak luntur.

b. Alat

1. canting cap

2. canting tulis

3. meja

4. Kompor

5. Loyang dan angsangan

6. Gawangan

7. Wajan

8. Alat lain yang dibutuhkan yaitu sarung tangan, dandang/panci untuk nglorod, kayu untuk
mengaduk dan setrika

Batik dengan tehnik celup ikat

Batik dengan teknik celup ikat ini sering disebut dengan batik jumputan. Batik Jumputan
(ikat celup) adalah karya seni batik yang teknik pembuatannya dengan cara mengikat kain
menggunakan tali, bermotif lingkaran, kotak-kotak, abstrak atau bebas. Dengan
menggunakan teknik batik yaitu teknik tutup celup dan pewarna batik alam atau pewarna
sintetis. Teknik tutup celup yang digunakan pada batik jumputan tidak menggunakan lilin
malam sebagai penutupnya, tetapi digantikan oleh tali sebagai pengikat untuk menutup
bagian kain pada saat dicelup pewarna.

Bahan yang dibutuhkan yaitu:

- Kain mori - Waterglass atau vixanol
- Garam dan cuka secukupnya - Air secukupnya
- Pewarna tekstil (remasol)

22

Alat yang dibutuhkan yaitu :

- Ember atau baskom
- Kayu pengaduk
- Kuas - Tali ( plastik/karet)
- Kelereng, uang logam, atau batu kerikil
- Panci, kompor, sarung tangan

Batik dengan tehnik printing

Batik printing atau batik sablon termasuk batik penemuan baru yang cara pembuatannya
melalui proses cetak sablon manual atau printing mesin pabrik. Seperti dilihat dari
namanya,cara membuat batik printing ini sama seperti teknik pembuatan spanduk hanya
saja bedanya adalah pada bahan dan warna yang digunakan. Dalam proses pembuatannya
batik printing ini dibagi menjadi dua yaitu batik printing sablon dan batik digital printing
(pengerjaan dengan menggunakan mesin).

Bahan yang dibutuhkan :

- Pewarna

 Manuteks

 Proci Procion (prosen)

Beberapa contoh cat procion antara lain : procion yellow RS - procion briliant orange GS -
procion briliant red 2 BS - procion blue 3 GS - procion briliant yellow 6 GS - procion briliant
blue RS - procion briliant red 5 BSon (prosen)

 Vigmen

 Blinder

 Obat Base

Macam-macam Napthol antara lain : Naphazol A, Naphazol D, Naphazol F, Naphazol B,
Naphazol 3B, Naphazol SW, Naphazol J, Naphazol STR, Naphazol RL dan Naphazol TR
Macam garam : Garam Orange JS, Garam R, Garam Bordo GP, Garam GG, Garam OMerah 3
GL, Garam Biru BL, Garam Merah B dan Garam violet B. Obat pendukung Obat pendukung :
Blinder berfungsi mengentalkan vigmen juga untuk melicinkan cat sehingga mudah untuk
proses penyablonan. Manuteks berfungsi mengentalkan procion, soda kue, garam. Kaoprint
berfungsi campuran obat cabut warna, Waterglass untuk memperkuat warna dsb.

- Lem sablon - Lak
- Film/klise - Thinner - Minyak tanah

23

Alat yang dibutuhkan :
- Plangkan - Meja sablon - Rakel
Berdasarkan jenis bahannya, jenis digital textile printing yang dapat digunakan yaitu:
 Kain polyester
 Kain serat alam ( katun/sutera)
 Garmen

Batik dengan tehnik colet/lukis

Pada prinsipnya, batik lukis hampir sama cara pembuatannya dengan batik tulis. Ada proses
pencantingan, pewarnaan dan pelorotan (penghilangan malam). Bedanya adalah batik lukis
dibuat tanpa pola, tetapi langsung meramu warna pada kain. Namun, tetap saja batik tulis
dan batik lukis merupakan karya seni menawan yang indah.
Bahan yang digunakan :
- Kain mori
- Malam
- Pewarna
- Waterglass
Alat yang dibutuhkan :
- Canting
- Wajan
- Kuas
- Panci
- Kompor

24

DAFTAR PUSTAKA

Jnjteam. (2016, Juli 16). 10 alat dan bahan batik tulis. Retrieved from Jnjbatik:
http://www.jnjbatik.com/blog/10-alat-dan-bahan-untuk-membuat-batik tulis/,

A.Emma. (2020). batik tulis. Retrieved from mengenal canting dan jenis-jenis canting untuk
membatik: https://laundry.drop.id/blog/d-laundry/jenis-jenis-canting membatik/

Readhouse, t. (2015, Januari 3). Alat dan bahan untuk membuat batik tulis. Retrieved from
tumpi.id: https://tumpi.id/alat-dan-bahan-untuk-membuat-batik-tulis/

Rina, Adhianti. 2020, “Batik Jumputan, sejarah, tekhnik dan pembuatannya,
https://www.adhiantirina.com/2020/03/batik-jumputansejarah-teknik-dan.html, diakses pada 12
Juli 2021

Readhouse,Tumpi. 2015, “mengenal bahan pewarna alami batik”, https://tumpi.id/mengenal-
bahan-pewarna-alami-batik/, diakses pada 12 Juli 2021

Infobatik, admin. 2020, “ mengenal pewarnaan batik”, https://www.infobatik.com/mengenal-
pewarnaan-batik/, diakses pada 12 Juli 2021

Bahankain. 2009, “ mengenal pewarna sintetis untuk batik”
https://www.bahankain.com/2019/05/15/mengenal-pewarna-sintetisuntuk-batik, diakses pada 12
Juli 2021

Tabroni, gamal. 2019, “ragam hias, pengertian, fungsi, pola, jenis motif dan teknik”,
https://serupa.id/ragam-hias-pengertian-motif-teknik/, diakses pada 15 Juli 2021

Fitinline. 2019, “ 3 cara mudah membuat desain motif batik yang bisa anda praktekan dirumah,
https://fitinline.com/article/read/3-caramudah-membuat-desain-motif-batik-yang-bisa-anda-
praktekkan-dirumah/, diakses pada 15 Juli 2021 Modul muatan lokal membatik 219

Jnjbatik. 2016, “ 10 alat dan bahan untuk membuat batik tulis”, http://www.jnjbatik.com/blog/10-
alat-dan-bahan-untuk-membuat-batiktulis/, diakses pada 16 Juli 2021

A,emma. 2020, “ mengenal canting dan jenis-jenis canting untuk membatik”,
https://laundry.drop.id/blog/d-laundry/jenis-jenis-cantingmembatik/, diakses pada 16 Juli 2021

Yogawasista,agus,tri. 2013, “batik cap”, https://gpswisataindonesia.info/batik-cap/, diakses pada 16
Juli 2021

Masfikr. “cara membuat batik cap yang mudah”, https://masfikr.com/caramembuat-batik-cap/,
diakses pada 16 Juli 2021

Ededuta. 2020, “ batik cap kombinasi tulis”, https://batiksolo.id/2020/02/09/batik-cap-kombinasi-
tulis/, diakses pada 16 Juli 2021

25


Click to View FlipBook Version