SEJARAH
Perkembangan
agama hindu di
india
FITRIA AMININGSIH
190210302059
Penulis bernama lengkap Fitria
Aminingsih. tempat lahir
Banyuwangi 12 Desember 2001.
Sedang menempuh pendidikan SI di
perguruan tinggi di Universitas
Jember. Di Fakultas Keguruan Dan
Ilmu Pendidikan Program Studi
Pendidikan Sejarah 2019
PROFIL
PENULIS
PeKngaatantar
Dengan Penuh rasa syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha
Esa. Hanya karena kelimpahan rahmat dan berkah- Nya-lah , E- book yang berjudul
“Perkembangan Agama Hindu di India”, selesai dibuat. E-Book ini saya buat dengan
maksud untuk memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran Bidang Studi. Saya
bermaksud memberikan informasi yang lebih akurat dan sistematis tentang
perkembangan agama hindu di India. Selain itu saya juga ingin mengucapakan terima
kasih kepada Dr. Nurul Umamah M. Pd dan Rully Putri Nirmala, S. Pd.,M. Ed, selaku
dosen mata kuliah Media Pembelajaran Bidang Studi yang telah memberikan
kesempatan kepada Saya untuk meyelesaikan E-Book ini dengan sebaik-baiknya .
Tidak lupa ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Saya
dengan tulus dalam tahap pembuatan E-Book ini. Saya berharap Semoga karya ini
dapat memberikan informasi dan pelajaran berharga bagi kita semua, dalam
melanjutkan pembangunan indonesia menuju bangsa yang lebih bermartabat di tengah
peradaban dunia yang terus mengalami perubahan. Saya menyadari bahwa Ebook ini
masih perlu penyempurnaan , karena Saya masih dalam tahap belajar sehingga saya
mengharapkan saran – saran dan kritik membangun dari pembaca agar saya bisa
membuat E-Book yang lebih baik lagi di kemudian hari. Akhir kata saya ucapakan
terimakasih.
Banyuwangi, 20 Desember 2020
Daftar Isi
SEJARAH PERKEMBANGAN
AGAMA HINDU DI INDIA
SISTEM KETUHANAN
DALAM AJARAN HINDU
KITAB SUCI AGAMA HINDU
PEMBAGIAN SISTEM KASTA
DALAM AJARAN AGAMA
HINDU
HASIL KESUSTRAAN
DALAM AJARAN AGAM
HINDU DI INDIA
SEJARAH PERKEMBANGAN
AGAMA HINDU DI INDIA
Sejarah perkembangan agama hindu Veda adalah kitab suci agama hindu
di india dapat dibagi menjadi yang di turunkan ole ida sang hyang
beberapa fase/zaman yaitu : zaman widhi wasa kepada umat hindu
weda, zaman brahmana, dan zaman melalui para rsi(sapta rsi) yaitu rsi
upanisad grtsamada, rsi vismamitra, rsi
atri,rsi bharadvaja, rsi vasistha, rsi
1. Zaman weda kanva,dan rsi vamadeva. Selanjutnya
Zaman ini dimulai dari datangnya setelah wahyu diterima , maka atas
bangsa arya ke india, dengan jasa maharesi vyasa dan empat orang
menepati lembah sungai shindu muridnya membukukan wahyu
yang lebih dikenal dengan nama tersebut menjadi empat bagian yang
Punjab (daerah lima aliran sungai). sampai sekarang dikenal dengan
Bangsa arya tergolong ras indo nama catur veda, terdiri dari :
eropa yang terkenal sebagai banga a. Maharsi pulaha membukukan reg
yng cerdas, tangguh dan trampil. veda
Pada zaman ini merupakan zaman b.Maharsi jaimimi membukukan
mulainya penulisan wahyu suci sama veda
yang pertama yaitu reg veda. c.Maharsivaissampayana
Kehidupan beragama pda zamn ini membukukan yajur veda
didasarkan atas ajaran ajaran yang d.Maharshi sumantu kembukukan
tercantum di dalam veda samhita, atharva veda
yang lebih banyak menekankan
pada pembaca perafalan ayat ayat
veda secra oral, yaitu dengan
menyanyikan dan mendengarkan
secara berkelompok.
1
SEJARAH PERKEMBANGAN
AGAMA HINDU DI INDIA
Dan juga pada zaman ini orang ornag hindu sangat meyakini adanya
dewa dewa sebagai manivestasi dan ida sang hyang widi wasa antara lain :
Dewa Agni Dewa Indra
Dewa Rudra Dewa Waruna
2
SEJARAH PERKEMBANGAN
AGAMA HINDU DI INDIA
Zaman brahmana d.Dewa dewa mejadi perkembangan
Zaman ini merupakan awal
munjculnya kitab barahmana yang fungsinya
merupakan bagian dan veda sruti
yang disebut karma kanda. Kitab e.Bermunculnya bermacam macam kitab
ini memuat himpunan doa doa serta
penjelasan upacara korban dan sutra atau kitab penuntun
kewajiban keagamaaan. Oleh
karena itu keberadaan umat hindu pelaksanaan upacra korban
pada zaman brahmana ini
didominasi oleh pelaksanaan Zaman upanisad
upacara keagamaan dalam bentuk
upacara korban, tetapi pada zaman Zaman upanisad ini adalah reaksi
brahmana kedudukan para dewa
dengan kaum brahmana adalh terhadap ynag terjadi pada zaman
sejajar, karena keduanya dianggap
sebagi penentu keberhasilan brahmana. Dimana sejalan dengan
upacara korban. Secara lengkap ciri
ciri zaman brahmana sebagi berjalannya waktu, agama hinu terus
berikut:
a. Upacara korban / yadnya berkembangyang meskipun pada
mendominir kegiatan umat hindu
b. Pra brahmana menjadi golongan akhirnaya umat terpecah mengikuti
yang paling berkuasa
c. Munculnya perkembangan aliran yang berbeda beda, yang secara
kelompok kelompok masyarakat
sang sangat tajam dengan berjenis keseluruhan di sebut aliran nawa
jenis pasraman
darsna, yaitu enam aliran yang
tergabung dalam kelompok
astika(kelompok yang masih menerima
veda sebagai kitab suci agam hindu) dan
tiga aliran tergabung dalam kelompok
kelompok nastika (kelompok yang
menolak veda sebagai kitab suci agama
hindu). Aliran nastika inilah yang
otomatis keluar dari agama hindu
sedangkan aliran astika tetap mengikuti
agama hindu dan kembali pada veda
sebagai sumber segalanya bagi umat
hindu secara keseluruhan.
3
SISTEM KETUHANAN DALAM
AJARAN AGAMA HINDU
Agama Hindu merupakan sistem kepercayaan yang kaya, mencakup keyakinan
yang bersifat monoteisme, politeisme, panenteisme, panteisme, monisme, dan
ateisme. Konsep ketuhanannya bersifat kompleks dan bergantung pada nurani
setiap umatnya atau pada tradisi dan filsafat yang diikuti. Kadangkala agama
Hindu dikatakan bersifat henoteisme (melakuka pemujaan terhadap satu Tuhan,
sekaligus mengakui keberadaan para dewa), namun istilah-istilah demikian
hanyalah suatu generalisasi berlebihan Mazhab Wedanta dan Nyaya
menyatakan bahwa karma itu sendiri telah membuktikan keberadaan Tuhan.
Nyaya merupakan suatu perguruan logika, sehingga menarik kesimpulan "logis"
bahwa [keberadaan] alam semesta hanyalah suatu "akibat", maka pasti ada
suatu "penyebab" di balik semuanya.
Agama Hindu mengandung suatu konsep filosofi yang disebut Brahman, yang
sering didefinisikan sebagai kenyataan sejati, esensi bagi segala hal, atau sukma
alam semesta yang menjadi asal usul serta sandaran bagi segala sesuatu dan
fenomena. Tetapi, umat Hindu tidak menyembah Brahman secara harfiah. Pada
zaman Brahmanisme, Brahman adalah istilah yang disematkan bagi suatu
kekuatan yang membuat yadnya (upacara) menjadi efektif, yaitu kekuatan
spiritual dari ucapan-ucapan suci yang dirapalkan para ahli Weda, sehingga
mereka disebut brahmana. Kadangkala, Brahman dipandang sebagai Yang
Mahamutlak atau Mahakuasa, atau asas ilahi bagi segala materi, energi, waktu,
ruang, benda, dan sesuatu di dalam atau di luar alam semesta. Sebagai hasil dari
berbagai kontemplasi tentang Brahman, maka Ia dapat dipandang sebagai Tuhan
dengan atribut (Saguna-brahman), Tuhan tanpa atribut (Nirguna-brahman),
dan/atau Tuhan Mahakuasa (Parabrahman), tergantung mazhab dan aliran.
4
SISTEM KETUHANAN DALAM
AJARAN AGAMA HINDU
Mazhab dan aliran Hindu dualistis seperti Dwaita dan tradisi Bhakti menyembah
Tuhan yang berkepribadian (memiliki guna atau "atribut ketuhanan", yaitu
supremasi dari sifat-sifat baik manusia seperti Maha penyayang, Maha-
pemurah, Maha-pelindung, dan sebagainya), sehingga mereka memujanya
dengan nama Wisnu, Siwa, Dewi, Dewata, Batara, dan lain-lain, tergantung
aliran masing-masing. Dalam tradisi Hindu pada umumnya, Tuhan yang
dipandang sebagai zat mahakuasa dengan supremasi dari sifat baik manusia
daripada dianggap sebagai asas semesta yang tak terbatas disebut Iswara,
Bhagawan, atau Parameswara. Meski demikian, ada beragam penafsiran tentang
Iswara, mulai dari keyakinan bahwa Iswara sesungguhnya tiada sebagaimana
ajaran Mimamsa sampai pengertian bahwa Brahman dan Iswara sesungguhnya
tunggal, sebagaimana yang diajarkan mazhab Adwaita. Dalam banyak tradisi
Waisnawa, Ia disebut Wisnu, sedangkan kitab Waisnawa menyebutnya sebagai
Kresna, dan kadangkala menyebutnya Swayam Bhagawan. Sementara itu, dalam
aliran Sakta, Ia disebut Dewi atau Adiparasakti, sedangkan dalam aliran Saiwa,
Ia disebut Siwa. Ajaran Smarta yang monistis memandang bahwa seluruh nama-
nama ilahi seperti Wisnu, Siwa, Ganesa, Sakti, Surya, dan Skanda sesungguhnya
manifestasi dari Brahman yang Maha Esa.
Mazhab Adwaita Wedanta menolak teisme dan dualisme dengan menegaskan
bahwa pada hakikatnya Brahman tidak memiliki bagian atau atribut. Menurut
mazhab ini, Tuhan yang berkepribadian atau menyandang atribut tertentu
adalah salah satu fenomena maya, atau kekuatan ilusif Brahman. Pada
hakikatnya, Brahman tidak dapat dikatakan memiliki sifat-sifat kemanusiaan
seperti pelindung, penyayang, perawat, pengasih, dan sebagainya. Menurut
mazhab ini, pikiran manusia yang terperangkap maya menyebabkan Brahman
terbayangkan sebagai Tuhan dengan sifat atau atribu tertentu, yang dapat
disebut sebagai Iswara, Bhagawan, Wisnu, dan nama-nama lainnya.
5
SISTEM KETUHANAN DALAM
AJARAN AGAMA HINDU
Doktrin ateistis mendominasi aliran Hindu seperti Samkhya dan Mimamsa.]
Dalam kitab Samkhyapravachana Sutra dari aliran Samkhya dinyatakan bahwa
keberadaan Tuhan (Iswara) tidak dapat dibuktikan sehingga (keberadaan
Tuhan) tidak dapat diakui. Samkhya berpendapat bahwa Tuhan yang abadi
tidak mungkin menjadi sumber bagi dunia yang senantiasa berubah. Dikatakan
bahwa Tuhan merupakan gagasan metafisik yang dibuat untuk suatu keadaan.
Pendukung dari aliran Mimamsa yang berdasarkan pada ritual dan ortopraksi
menyatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk membuktikan keberadaan
Tuhan. Aliran ini berpendapat bahwa kita tidak perlu membuat postulat tentang
suatu "pencipta dunia", sebagaimana kita tidak perlu memikirkan siapa penulis
Weda atau Tuhan apa yang dibuatkan upacara. Mimamsa menganggap bahwa
nama-nama Tuhan yang tertulis dalam Weda sebenarnya tidak mengacu pada
wujud apa pun di dunia nyata, dan hanya untuk keperluan mantra belaka. Atas
pemahaman tersebut, mantra itulah yang sebenarnya merupakan "kekuatan
Tuhan", sehingga Tuhan tiada lain hanyalah kekuatan mantra belaka
6
Kitab Suci Agama Hindu
Bangsa Arya sudah mempunyai kepercayaan sebelum mereka pindah ke india. Jika dilihat
dari cara berpindahnya, mereka membagi menjadi dua kelompok, yaitu yang ke iran dan
india. Kelompok yang pergi ke Iran membawa buku yang disebut Avesta, sedangkan yang
pergi ke india membawa buku yang disebut Veda yang sekarang menjadi kitab suci agama
Hindu. Kitab Veda di kelompokkan dalam empat bagian yang sesuai dengan isi dan di
daerah mana is dibuat. Keempat kitab Veda tersebut meliputi:
a. Rig Veda, yaitu sebuah kitab yang berisi syair syair pujaan kepada dewa
b. Sama Veda, yaitu sebuah kitab yang berisi nyanyian – nyanyian untuk kepentingan
upacara agama.
c. Athara Veda, yaitu sebuah kitab yang berisi tentang doa – doa untuk menyembuhkan
suatu penyakit tertentu, nyanyian – nyanyian sakti untuk golongan Brahmana, dan ilmu
yang berhubungan dengan dunia.
d. Yajur Veda, yaitu sebuah kitab yang berisi tentang doa – doa berupa puisi dan prosa.
7
Pembagian Sistem Kasta Pada
Ajaran Agama Hindu
Sistem kasta yang lahir karena ulah bangsa Arya yang merasa dirinya lebih mulia
dibandingkan bAngsa Dravida di India, akhirnya menyebabkan sistem kasta menjadi darah
daging dalam ajaran agama Hindu di India. Sitem kasta sendiri dibagi menjadi empat
kelompok antara lainnya sebagai berikut:
a. Kasta Brahmana
Golongan brahmana merupakan golongan para pendeta, pada kelompok ini memiliki
kecerdasan yang tinggi dan mengerti tentang kitab suci, ketuhanan dan ilmu pengetaahuan.
Para pendeta ini berperan sebagai pembaca atau penerjemah kitab Veda, memimpin sebuah
upacara keagamaan , memimpin doa – doa dan matra- mantra. Khusus untuk kasta Brahmana
terdapat empat tingkatan hidup yang harus dilalui seorang pendeta (Brahmana), yaitu:
1) Brahmacarin : pada usia 7 – 12 tahun berguru di rumah pendeta tau di hutan untuk
belajar dan menghapal kitab Veda.
2) Greshasta : usia 12 tahun, harus menikah dan menjadi kepala rumah tangga.
3) Vana prasta : setelah mempunyai cucu laki – lakinya lahir dan hidup sehat.Mereka
harus siap meninggalkan rumah dan pergi mengasingkan diri ke hutan , pengasingan ini bisa
sendirian atau ditemani oleh istri.
4) Parirrajaka : kehidupan terakhir yang sama sekali lepas dari urusan duniawi.
a. Kasta Ksatrya.
Golongan kasta yang didalamnya berisi para satria yang bertugas untuk mengawal raja atau
negara. Kelompok ini merupakan golongan yang mempunyai sifat pemberani, jujur, tangkas.
8
Pembagian Sistem Kasta Pada
Ajaran Agama Hindu
a. Kasta Waisya
Golongan kasta kelompok pedangang, peternak dan petani atau kelas menengah dalam
masyarakat. Tugas – tugas mereka yaitu mengusahaka pertanian, peternakan dan
perdagangan serta harus mengetahui harga – harga barang dan pangan. Uang yang mereka
hasilkan akan disedekahkan kepada para brahmana dan disumbangkan untuk membangun
candi – candi.
b. Kasta Sudra
Golongan kasta yang berisi kelompok hamba sahaya yang mempunyai kedudukan yang sangat
rendah, mereka hidup untuk mengabdi kepada ketiga kasta diatas. Mereka biasanya di sebut
sebagai sampah masyarkat yang tidak mempunyai guna sama sekali. Bahkan kasta ini tidak
boleh bersentuhan dengan ketiga golongn diatas.
9
KESUSASTERAAN
DARI AJARAN HINDU
DI INDIA
Masa perkembangan agama hindu di India ini ditandai pula dengan lahirnya kesusasteraan
terbesar dan menjadi sumber tradisi terbesar di India yaitu buku Mahabharata dan Ramayana.
Kedua sumber ini merupakan kunci jawaban bagi seseorang yang berminat mempelajari adat
kebiasaan di India. Pokok dari kedua buku itu adalah membahas atau mengisahkan tentang
peperangan, kejantanan, kepahlawanan para kaum Ksatrya , peperangan antar para pandawa
dan kurawa. Sedangkan buku Ramayana ditambah dengan gambaran tentang kesetiaan seorang
istri yang dilindungi para dewa. Yang jelas kedua buku ini menggambarkan bahwa kebaikan
akhirnya dapat mengalahkan kejahatan. Buku Mahabarhata tidak dikarang oleh satu orang .
sedangkan Ramayana dikarang oleh Walmiki.
10
DPuasfttaakra
Erwin, Tuti Nuriah. 1990. “Asia Selatan Dalam Sejarah”. Jakarta: Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia.
Sihombing, O.D.P.1962.” INDIA Sedjarah dan Kebudajaannya”. Bandung: Sumur
Bandung
Evaluasi
1. Jelaskan mengenai sejarah
perkembangan agama
hindu di india
2. Jelaskan sistem ketuhanan
dalam ajaran agama Hindu
3. Jelaskan mengenai isi dari
kitab suci agama hindu
4. Jelaskan pembagian sistem
kasta dalam ajaran agama
hindu
5. Jelaskan hasil kesustraan
dalam ajaran agama hindu
sejarah perkembangan agama hindu di india
fitria aminingsih
media pembelajaran bidan studi